Yulius Haflan

Gerakan Nasional Membaca Koran, Efektifkah?

Senin, 11-02-2008 13:38:16 oleh: Yulius Haflan
Kanal: Opini

Gerakan Nasional Membaca Koran, Efektifkah?

Ada hal yang menarik dari perayaan Hari Pers Nasional tanggal 9 Februari kemarin. Presiden SBY mencanangkan gerakan yang cukup unik, yaitu Gerakan Nasional Membaca Koran. Menjadi menarik karena seakan-akan membaca koran adalah hal yang 'langka' di masyarakat. Benarkah?

Secara umum, budaya membaca masyarakat kita belum bisa dikatakan memiliki kemampuan membaca dan menulis atau melek aksara yang memadai. Hal itu bisa dilihat dari beberapa indikator yang menunjukkan masih rendahnya kesadaran bangsa Indonesia akan nilai penting pengembangan minat baca tersebut. Untuk tingkat buta huruf penduduk Indonesia, diperkirakan masih mencapai angka di atas 8% (Depdiknas, 2007). Selain itu, rata-rata partisipasi masyarakat dalam mengikuti pendidikan masih rendah. Terutama untuk 7-12 tahun dan 13-15 tahun hanya mencapai angka 95,26% dan 82,09% bahkan untuk tingkat perguruan tinggi hanya mencapai angka 13% (BPS, 2006).

Padahal kita memiliki sebuah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang terbilang lengkap, termasuk koleksi katalog CD, Foto Dalam Album, Kaset Audio, Majalah Langka, Manuskrip, Mikrofilm, Monograf, hingga Peta, dengan koleksi 1.976.150 buku. Selain itu kita juga memiliki 2.583 perpustakaan umum, 117.000 perpustakaan sekolah dengan total koleksi 106 juta buku, 798 perpustakaan universitas, dan 326 perpustakaan khusus. Lalu didukung dengan jumlah penerbit yang terdaftar di IKAPI sebanyak 691 atau sekitar 750 lebih jumlah penerbit di seluruh Indonesia. Ditambah lagi dengan beberapa jaringan toko buku besar serta toko buku kecil maupun kios buku yang berjumlah 2.000 lebih.

Pencanangan gerakan nasional membaca koran sepatutnya kita dukung penuh. Namun yang menjadi masalah adalah apakah gerakan itu mampu mencabut akar permasalahan yang sebenarnya, yaitu kurangnya minat baca? Untuk segmen masyarakat urban, budaya membaca sudah merupakan suatu kebutuhan. Coba kita lihat di stasiun kereta api Jabotabek, budaya membaca bukanlah hal yang langka. Koran-koran seperti Warta Kota, Non Stop, hingga Koran Tempo laris manis.

Bagaimana dengan masyarakat rural yang tidak bisa terjangkau oleh distribusi koran? Bagaimana pula dengan masyarakat kecil yang tidak mampu membeli koran? Bagaimana dengan segmen remaja yang notabene sangat jauh dengan budaya membaca?

Bagi saya, gerakan nasional membaca koran terlalu sempit. Apabila tujuannya untuk mendorong masyarakat mengakses informasi, maka saat ini ada banyak media yang bisa dimanfaatkan seperti internet, radio, hingga TV. Namun patut kita hargai apa yang telah dicanangkan oleh Presiden SBY, karena sampai saat ini masyarakat kita masih berjuang untuk menuju masyarakat yang melek aksara.

Sumber gambar:http://membership.acs.org

Bookmark and Share

Tag/Label koran, minat membaca, melek aksara, sby, yulius, internet, radio, televisi, gerakan
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
6 komentar pada warta ini
Senin, 11-02-2008 23:47:19 oleh: Vinnie Vincent

Menurut saya membaca koran cukup penting kok. Banyak artikel di koran yang tidak ada di televisi, dan kalau mau cari di internet, kalau nggak tahu topiknya bagaimana mau meng-google?

Ingat saja penerima 500juta di game Who wants to be a millionaire, dia adalah seorang tukang koran. Karena setiap hari membaca koran lembar per lembar, maka ia bisa punya pengetahuan yang jauh melebihi para businessman, karyawan, wanita karier, wiraswastawan, dan ibu rumah tangga yang pernah mengikuti game tsb.




Selasa, 12-02-2008 02:50:55 oleh: Suhu Tan

Saya sih... sebenarnya lebih senang mendengar berita di radio atau nonton dari TV ketimbang baca berita. Kalau lihat koran paling saya cuma baca judulnya saja dan sedikit point2 nya saja.

Oh ya... Yulius, tolong you baca lagi komentar saya yang khusus saya tujukan u/ you di Cemerlang atau Redupkah Shio Anda...., okey ya..., TQ.




Selasa, 12-02-2008 08:43:40 oleh: Yulius Haflan

Sudah saya liat, Suhu. Malah sudah saya kirim e-mail ke Anda. Tolong dicek ya, pak.

@Vinnie
Bagi saya memang koran memiliki 'positioning' tersendiri. Sampai sekarang saya masih sering ngelongok bbrp koran di kantor.




Selasa, 12-02-2008 08:50:11 oleh: Retty N. Hakim

Saya pencinta koran dan majalah cetak...cuma nyasar juga ke internet. Jadi jangan heran kalau promosi harian cetak dan majalah terus he...he...he...(ga punya saham lho...cuma Aku Cinta Membaca!)



Senin, 18-02-2008 02:42:48 oleh: Suhu Tan

Sdr Yulius,

Soal email mu tlg lihat lagi jawaban saya di Cemerlang atau Redupkah Shio Anda... ya. Tq.




Sabtu, 22-03-2008 12:22:12 oleh: Dwi sulistiono

Membaca Koran sangat penting ... untuk menambah wawasan kita tetapi untuk sebuah gerakan nasional membacakoran saya rasa terlalu berlebihan cukup dengan gerakan membaca secara nasional tidak usah ada embel2 nya "koran" jadi masyarakat lebih dapat memaknai arti dan dapat menjalankan gerakan itu sesuai dengan nuraninya.......



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY