Alex Santosa

Majulah Jurnalis Radio (Hari Pers Nasional)

Senin, 11-02-2008 10:12:25 oleh: Alex Santosa
Kanal: Opini

Majulah Jurnalis Radio (Hari Pers Nasional) 9 Februari 2008 diperingati sebagai hari pers nasional. Sungguh ironis, meski sudah berusia 62 tahun, jurnalis di Indonesia masih banyak mengalami ketidakadilan. Jika pada tahun 2006, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat telah terjadi 53 kasus kekerasan terhadap pers di Indonesia, pada tahun 2007 jumlah ini meningkat menjadi 75 kasus.

Bagaimana dengan Jurnalis Radio?

Di tengah banyaknya aksi kekerasan terhadap insan pers dan ancaman tindak pidana karena kebebasan pers yang masih setengah hati, hingga saat ini Jurnalis Radio Indonesia masih harus terima nasib dipandang sebelah mata. Paling tidak itulah yang saya dan rekan-rekan jurnalis radio rasakan.

Banyak narasumber yang kehilangan nafsu bicara ketika reporter datang hanya dengan voice recorder tanpa kamera. Bukan rahasia jika narasumber lebih suka diwawancarai oleh wartawan koran dan televisi.

Selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa radio swasta di Indonesia yang sebagian besar ber-basic musik, belum banyak yang serius menggarap berita dan memiliki reporter yang terlatih. Tak heran jika jurnalis radio di Indonesia masih sering dicibir oleh sesamanya dari media cetak dan televisi.

Masalah lain akan muncul, jika reporter sudah kita latih dengan baik, dalam waktu dekat biasanya akan hengkang ke televisi atau radio asing, yang dinilai lebih menjanjikan.

Meski demikian, jurnalis radio tidak akan pernah mati. Harus diakui bahwa ada kelebihan radio yang tidak dimiliki media lain:

* It is immediate. News can be reported more quickly on radio than in newspapers or on television, because the technology is simpler.

* It is accessible. You can tune in to radio wherever you are. You can take a radio to the fields, or listen to it in a car. You can also do other things while you listen.

* It is inclusive. Radio can reach most people, including the poor, the marginalized and those who cannot read or write.

sumber: IWMF

Teori itu terbukti. Dalam sejumlah peristiwa, radio memberitakan lebih cepat dibandingkan televisi. Seingat saya, jurnalis radio lebih cepat dalam meliput peristiwa kerusuhan Mei 1998, bom hotel JW Marriot Jakarta 2003, bom kedutaan Australia di Jakarta 9 September 2004, kecelakaan Lion Air di Solo 30 November 2004, Tsunami Aceh 26 Desember 2004, banjir di Jakarta dan Solo serta sejumlah peristiwa lainnya.

Akhir-akhir ini, tidak jarang rekan-rekan pemberitaan di televisi melakukan kontak dengan rekan-rekan radio untuk bertukar berita atau meminta bantuan reporter radio sebagai kontributor di daerah.

Majulah Jurnalisme Radio, tetap profesional, sekali di udara tetap di udara.

 

 

Diambil dari http://radioku.wordpress.com

Sumber: http://radioku.wordpress.com

Bookmark and Share

Tag/Label pers, aji, hari pers, jurnalis, radio, pidana, kekerasan, wawancara, narasumber, musik, televisi, media cetak
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
4 komentar pada warta ini
Senin, 11-02-2008 11:37:21 oleh: Retty N. Hakim

Tapi kalau bensin semakin mahal saya semakin jarang naik mobil pribadi, jadi akan semakin jarang pula kesempatan dengar radio. Mungkin lain kali harus punya waktu khusus untuk mendengarkan radio, model dulu waktu hobby banget dengerin musik klasik di radio...he...he...he...



Senin, 11-02-2008 11:44:57 oleh: Alex Santosa

Mau denger radio gak harus naik mobil pribadi mbak...Kalau mbak mau denger radio tanpa harus naik mobil pribadi, mbak bisa beli radio saku portable yang banyak dijual dipasaran. Harganya murah, yang 10 ribuan juga ada mbak. Selain itu saat ini hampir sebagian besar MP3 player sudah dilengkapi dengan radio. Handphone banyak juga yang sudah dilengkapi dengan radio. Jadi tetap gampang kalau mau denger radio. gak perlu beli bensin, gak perlu punya mobil pribadi hehehe



Senin, 11-02-2008 11:55:35 oleh: Retty N. Hakim

He..he...he...itu berlaku kalau di rumah nggak ada pasukan pembuat huru hara...akan dicoba diajak bergabung saja mas (tapi beda topik he..he...he...).



Senin, 11-02-2008 12:32:41 oleh: alex santosa

setuju mbak retty! hahaha...salam kenal!



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY