Darmayanti Amri

Berburu ala Suku Dayak

Rabu, 06-02-2008 11:27:12 oleh: Riri
Kanal: Iptek

Anda pernah berburu? Atau justru Anda memang mempunyai hobi berburu? Bagaimana cara Anda berburu? Menunggu binatang buruan dan tembak langsung?

Suku Dayak yang hidup merambah di hutan-hutan mempunyai cara unik dalam berburu binatang. Salah satunya yang saya temui pada suatu kesempatan ekspedisi ke Kalimantan Timur, tepatnya di desa Long Loreh Kabupaten Tarakan.

Untuk berburu mereka tidak menunggu binatang buruannya datang mendekati mereka tetapi mereka memanggil binatang yang diinginkannya untuk datang mendekati mereka. Caranya?

Caranya tergantung dari binatang apa yang mereka buru. Misalnya, untuk binatang rusa mereka akan menirukan suara anak rusa dengan menggunakan sejenis daun serai yang dilipat melintang dan ditiup. Hasil tiupannya akan muncul suara seperti suara anak rusa. Kenapa begitu? “Karena Rusa selalu melindungi anaknya. Dengan mendengar suara ini dia merasa anaknya membutuhkan pertolongan” demikian keterangan yang saya peroleh dari seorang pemburu disana.

Bagaimana dengan binatang lainnya? Celeng (Babi hutan) suka sekali diambil kutunya oleh Beruk (monyet besar), maka untuk memanggil celeng, si pemburu akan menepuk pantat mereka berulang kali sehingga muncul suara seperti Beruk menepuk badannya. Sedangkan Beruk tidak pernah menjadi target buruan. "Rasanya seperti makan daging manusia" demikian alasan mereka.

Memanggil (tepatnya mengejar) Babi adalah tugas para anjing peliharaan si pemburu yang akan selalu diajak selama berburu karena anjing mempunyai penciuman yang tajam. Kalau ingin berburu Enggang, burung besar yang suka terbang si pemburu akan menirukan suara burung tersebut yang mirip suara Elang. “KooaaaaK” kira-kira begitu.

Alat berburu yang mereka gunakan hanyalah tombak atau sumpit. Karena sumpit mereka panjang, biasanya sumpit tersebut bisa juga digunakan sebagai tombak. Jarum sumpit yang digunakan berburu diolesi dengan ramuan racun yang berfungsi hanya melumpuhkan atau bahkan mematikan.

Selama berburu mereka juga menghitung waktu dan arah angin. Perhitungan waktu berkaitan dengan aktivitas binatang buruan sementara arah angin untuk membantu mereka mennetukan posisi untuk menyembunyikan diri. Bersedianya binatang buruan mendekati mereka sangat dipengaruhi oleh bau asing yang dibawa angin.

Hal yang bisa diambil dari kehidupan suku Dayak adalah kearifan tradisional sangat melekat mereka bahkan dalam hal berburu. Mereka hanya berburu pada saat-saat tertentu di mana persediaan lauk mereka sudah mulai menipis atau mereka akan mengadakan pesta. Suku Dayak sangat menghormati alam. Karena bagi mereka alam memberikan mereka semua kebutuhan yang mereka perlukan tergantung bagaimana kita memanfaatkan dan mengelolanya.

Bookmark and Share

Tag/Label suku dayak, dayak, berburu, kearifan tradisional
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
17 komentar pada warta ini
Rabu, 06-02-2008 11:32:37 oleh: bajoe

warta yang bagus!
vote berguna untuk warta ini.

in subyektif, aku mengalami 'cinta platonis' dengan suku dan budaya Borneo, khususnya Dayak. Kapan ya bisa ikutan 'ekspedisi' ke sana? :)

Kalo boleh tau, Mbak Darmayanti saat itu melakukan ekspedisi apa ya? Mungkin cerita-cerita lainnya bisa dishare di wikimu.




Jumat, 08-02-2008 10:55:37 oleh: Riri

itu cerita pas ikutan ekspedisi di jaman kuliah dulu. Ntar kalau sy dpt kesempatan jln2 lg saya pasti bagi ceritanya.
Makasih mas Bajoe




Senin, 11-02-2008 20:48:37 oleh: Yosep Wulandono

Memang demikian cara berburu, tapi ada yang lebih sederhana lagi yaitu memasang jebakan jerat dari tali di tempat-tempat binatang lewat. Sehingga begitu di kena jerat langsung menggantung, terangkat. Ada satu lagi yaitu jebakan dari kayu yang diruncingkan membentuk tombak, begitu ada yang menyangkut di tali langsung dari samping meluncur tombak kayu tersebut. Cara ini dibeberapa suku dayak sudah dilarang karena sering justru mengakibatkan meninggalnya orang yang tidak sengaja terkena jebakan itu.

Ohya sebagai tambahan tentang anjing pemburu, biasanya selalu dikasih daging buruannya terutama hati. Maksudnya supaya lebih giat dan garang lagi dalam beburu.




Jumat, 15-02-2008 18:53:30 oleh: siswoyo

artikelnya bagus juga, tuh. selamat ya, karena akhirnya bisa tulis artikel juga.

searif-arifnya cara berburu orang dayak, sepertinya itu tidak berguna buat kaum vegetarian. salah satunya ya saya ini, hehehe...




Selasa, 10-06-2008 23:23:01 oleh: Yohanes Digo

Cerita ini sangat menarik bagi orang yg hobbi berburu.Saya pernah membuat perangkap jerat yg sangat ampuh.karena kijang,monyet,musang,kancil,kucing hutan,ular piton,tupai pernah terjerat oleh perangkap jeratku.jeratku hanya terbuat dari tali pancing ukuran 80mm kayu yg kuat sebagai pelontarnya.Aku sendiri anak suku dayak asli,beginilah keadaan kami dipedalaman Kal-Bar.



Rabu, 27-08-2008 15:18:53 oleh: crow alik

saya salah satu putra asli dari borneo sangat senang dengan cerita anda karena banyak masih hal budaya saya sendiri belum saya ta



Sabtu, 01-11-2008 15:34:10 oleh: Setia P.P

Wah.... ternyata ad juga peniliti yg ketempat q. truskn peniltianx isinya sesuai dengan faktanya, hebat2x, saya salut, tapi ad yg salah tulis tuch Desa Long Loreh itu bukan di Tarakan tapi di Kabupaten Bulungan, klo Tarakan itu Kota sperti Kota Balikpapan. Oh iy mail q sama dgan FS q. Trus maju klo bs di daerah lain sperti Sulawesi. Thanks



Senin, 03-11-2008 09:36:00 oleh: riri

Makasih untuk koreksinya mas/pak Setia. Maaf ya.. sebenarnya saya juga jalan2 ke sulawesi dan flores tapi krn gak sempat jalan2 dan brtemu dng aktifitas budaya asli daerah, jd saya blm bisa menuliskannya. thanks jg



Kamis, 22-01-2009 11:53:59 oleh: fahmi

Memang setiap wilayah mempunyai cara yang berbeda dan unik untuk mengkap binatang, kami di kalimatan juga mempunyai cara yang unik untuk menangkap binatang terutama rusa/ kijang dengan memanggilnya dg menggunakan batang bambu yang kecil tapi juga harus hati2 sebap selain binatang buruan yang datang, juga mahluk ghaib bisa2 ikut datang



Senin, 30-03-2009 18:18:34 oleh: lukas

wah... menarik banget cerita riri.... saya juga kalo pulang kelampung seneng baget berburu, sekalian olah raga biar badan vit terus...



Kamis, 02-04-2009 12:45:06 oleh: Opay

unik sekali...kalau di kapuas hulu sana, berburu juga masih dilakukan hingga kini...yang unik adalah, anjing buruan juga mendapat jatah pembagian daging. sebelum berburu, anjing diberi pedara' atau sesajen....kapan2 kunjungilah kelawik, dusun suku dayak Iban kapuas hulu kalimantan barat yang masih menerapkan pola berburu dengan menggunakan anjing untuk menangkap binatang buruan...



Minggu, 03-05-2009 14:18:59 oleh: Herry Banyu

mbak,,,,,,,,,,,
ntar masih banyak lagi yang harus diketahui seperti apa sebenarnya suku dayak dalam hal perburuan,,,,,,,
suku dayak bukan cuma 1 (satu) jenis yang tersebar di pedalaman kalimantan,,,,,,,,,,,
seperti contoh mandau yang diketahui sebagai senjata tradisional suku dayak untuk berperang ternyata bukan menjadi senjata andalan untuk khususnya dayak banyuke (kanayatn) merupakan tangkitn-lah senjata khas untuk berperang,,,,,,,,,, kalau mandau biasa digunakan untuk berburu atau pergi keladang,,,,,,,,,,,,
tunggu jabaran dari aq nanti dalam kebenaran dayak yang bukan satu jenis suku,,,,,,,,,,,,,




Selasa, 15-09-2009 08:10:38 oleh: mimilia

wah, seru bgt tuh bisa jalan-jalan ke daerah pedalaman klimantan. masih banyak ya pohon yang besar di sana?ttp smangad mba..!



Rabu, 18-11-2009 06:25:31 oleh: alviandayak

yaaa...saya sangat setuju yang anda semua katakan...saya salah satu dari suku dayak pedalaman kalimantan barat....lain lagi klo saya berburu sama papa saya,klo kami berburu pada malam haribanyak yang harus kami temui...jangankan binatang buruan hantu pun bisa kami temui ditengah hutan sana....siapa yang tertarik cara berburu kami hubungi saya aja...??? oke...saya suka tantangan....



Jumat, 14-05-2010 18:24:02 oleh: Balingae

Wah...bagus tuh,... hidupkan kembali budaya kita yang sudah lama terlupakan oleh kita generasi penerus yaitu "MANGAYAU" ini merupakan wujud keperkasaan lelaki Dayak.



Kamis, 22-07-2010 21:14:31 oleh: aulia putra

cukup menarik buk,kl bs lebih mendalam lg pembahasannya.
mudah2han makin banyak orang indonesia yg terus menggali akar budaya bangsa sendiri.
teruskan perjuangan buk. tq




Minggu, 21-11-2010 22:17:29 oleh: YOHANES SIGIT DWI SAPUTRO

saya sangat berterimakasih karena saya sangat terbantu dengan artikel ini, namun mohon dijelaskan lebih detil tentang:
1.Kapan waktu berburu yang tepat(siang/malam)
2.bagaimana anak dayak dilatih untukberburu?
3.kapan dilatih?
4.siapa yang melatih?
5.dimana dilatih?
6.adakah hubungan antara tradisi berburu dengan penyimpanan persediaan makanan?
7.Dimana mereka menyimpan???terimakasih banyak.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY