Mengapa Jenazah Soeharto Dijaga Ketat

Minggu, 27-01-2008 15:05:18 oleh: Wicaksono
Kanal: Peristiwa

Ada yang aneh dari sekian banyak laporan tentang meninggalnya mantan presiden Soeharto hari ini.

Saya dengar, misalnya, Kepolisian Resor Jakarta Pusat telah menyiapkan dua kompi pasukan untuk menjaga kediaman almarhum mantan Presiden Soeharto di Jalan Cendana Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Kepada wartawan sebuah koran nasional, Wakil Kepala Kepolisian Resort Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi Heri Wibowo mengatakan anak buahnya berjaga-jaga untuk mempersiapkan jenasah Soeharto yang akan dibawa ke Cendana untuk dimandikan.

Heri mengatakan pihaknya akan memprioritaskan kerabat dan keluaga Soeharto yang ingin melihat mantan orang nomor satu itu untuk terakhir kalinya.

Polisi, kata Heri, juga akan menutup sejumlah jalan. Akses yang ditutup terutama sepanjang Rumah Sakit Pusat Pertamina menuju Cendana.

Suasana Cendana yang sebelumnya sepi-sepi saja juga berubah. Pagar rumah yang sebelumnya dibuka sekarang ditutup. Belasan petugas kepolisian dan militer berjaga di sekitar rumah. Orang-orang di dalam rumah tampak hilir mudik.

Saya jadi bertanya-tanya, mengapa orang yang sudah meninggal harus dijaga ketat? Apakah ada ancaman pembunuhan? Apakah ada yang hendak mengacaukan prosesi pemakaman?

Jangan-jangan kita semua mengidap paranoia? 

Bookmark and Share

Tag/Label soeharto, presiden, meninggal, pak harto
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
74 komentar pada warta ini
Minggu, 27-01-2008 16:23:19 oleh: Linda

Anda ini knapa??? Tau gak!!!! Yang meninggal itu
Orang yang paling Terhormat Di Indonesia..
Tanpa almarhum Suharto gak mungkin ada negara ini!!!!
Seharusnya anda ikut Berkabung....malah cari2 masalah...





Minggu, 27-01-2008 16:44:59 oleh: Wicaksono

Mbak Linda, saya ndak cari masalah. Saya cuma bertanya. Apakah bertanya sudah dilarang?



Minggu, 27-01-2008 16:52:32 oleh: nananias

mbak linda, you may forget the fact that one can only earn some respects by paying some respects but one simply cannot force people to pay some to him/herself.

om wicak, sure it is okay to ask. it is also okay for someone to get mad because we ask. so why worry. it's a free country, isn't it?




Minggu, 27-01-2008 17:44:52 oleh: Trie

saya kira pernyaan pak wick sah-sah saja. hanya saja saat ini mungkin memang bukan saat yang tepat untuk mempermasalahkan 'perlakuan khusus' untuk almarhum Pak Harto, karena bagimanapun menurut saya ini adalah hal yang cukup sensitif. terlebih jika kesannya agak 'sinis'.

mungkin akan lebih bijaksana kalau saat ini kita bersama-sama mendoakan Beliau. dan anggaplah segala perlakuan tersebut sebagai suatu penghormatan bagi Beliau sebagai orang yang pernah berjasa memimpin negeri ini. terlepas dari segala kontroversi status hukumnya, yang hingga kini masih menjadi pembicaraan publik.

bukankah selama ini kita sering mendengar untuk menjadi bangsa yang besar kita harus mau menghormati jasa-jasa para pahlawan? semoga saja komentar saya ini tidak menyinggung siapa pun.




Minggu, 27-01-2008 18:12:50 oleh: Berthold Sinaulan

Kalau saya lebih melihat, mudah-mudahan penjagaan ketat tidak mengurangi kesempatan rakyat biasa untuk berbelasungkawa ke Jalan Cendana. Tapi saya percaya kok pihak keamanan/Polri pasti bijaksana mengizinkan rakyat biasa yang ingin berbelasungkawa.



Minggu, 27-01-2008 19:19:20 oleh: Retty N. Hakim

Pertanyaannya sah saja mas Wicak, soalnya saya tadi mau berangkat ke Goethe lihat acara disana tiba-tiba dengar berita ini. Langsung orang tua-tua (saya masih muda he..he...he...:)) melarang berangkat takut ada demo atau teman-temannya.

Sebenarnya sebagai orang Timur rasanya sih kok ya ndak ada hati nurani kalau demo pas orang lagi kesusahan karena ada saudara yang berpulang ke Sang Pencipta.

OOT: lagipula kalau ada kan saya juga sudah bawa kamera...




Minggu, 27-01-2008 19:29:34 oleh: hendi

waaaa mbak linda simpati sih simpati tp perkataan mbak tu arogan bgt.. soo jgn nyolot kaya gt dong org tanya kan wajar2 aja...msk anak anda bertanya anda bilang bodoh ngak kan?? kalo aq lihat mas wicak nda cari masalah justru tanggapan anda yg bermasalah... thx... knapa kok D kawal ketat. krn takutnya banyak warga yg ingin melihat dan suasananya menjadi ramai. dan yg D ijinkan msk hanya wartawan n org penting



Minggu, 27-01-2008 19:43:50 oleh: gunardi

gara-gara soeharto korupsi menjadi budaya negeri ini.
enak banget matinya.




Minggu, 27-01-2008 19:59:29 oleh: rahmah hasjim

Mas Gunardi, saya berani taruhan soeharto sudah mati sebelum hari ini hanya saja diperlukan pengkondisian dulu agar rakyat yg anti ga bikin macem2. Makanya semasa 'sakit' sangat gencar kita baca & dengar org bicara ttg mengampuni, memaafkan, melupakan kesalahan & yg sejenis. Itu biasa di dunia politik & bagi intelijen itu adalah kerjaan sehari2. istilahnya test the water.
Siapa bilang soeharto enak matinya? belum mati aja anak2nya sudah bikin dia malu dg kelakuan macem2. belum lagi penyakit yg ga berhenti. Tuhan selalu memberi 'pelajaran' yg adil kok bagi setiap perbuatan.




Minggu, 27-01-2008 20:44:40 oleh: Wirawan

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya. Semoga Allah SWT memberikan reward yang setimpal atas amal-amalnya.



Minggu, 27-01-2008 21:01:50 oleh: adinda

Kalo menurutku sih krn yg akan dateng ke cendana itu pejabat2 besar.mgkn lebih ke soal penertiban tamu2 dan wartawan. situati2 kaya' gt sering bgt dimanfaatkan org ttt untuk nyolong, nyopet, dsb. byk juga yg minta2 uang ke pejabat/tamu, bilang cendana blm bayar biaya ini itu.nah, di sini lah peran polisi, sekalian utk mengontrol kondisi jalan yg mungkin macet total.Jgnkan polres, polda aja udah nyiapin pasukan utk ngamanin jalanan utk ke Halim besok.

Saya smpt bertanya pd pak AKBP Herri (yg namanya tertulis di atas), mnrt beliau peristiwa apa pun yg sifatnya keramaian memang membutuhkan pengamanan polisi, ga hanya pak harto aja. Wktu di RSPP, pas rame2 pak harto sakit misalnya, banyak kasus pencurian terjadi. Ada ketakutan jg dgn pejabat2 berkumpul kaya' gini ada ancaman bom misalnya, ya sapa tau aja kan... orang jahat selalu mencari kesempatan apa pun utk melaksanakan aksinya... he he...




Minggu, 27-01-2008 21:55:57 oleh: anugrah

tante linda ada benarnya juga sih. tapi bangsa ini sudah ada kok sebelum ada alm suharto. Kita harus menghormati alm sebagai bapak pembangunan sekaligus penghancur bangsa ini.
saya setuju dgn om rahmah. di dunia tidak ada yg gratis kok.
yang jelas tidak baik ngomongin kesalahan orang yang sudah meninggal. Masalah dosa dan amal, kita tidak berhak menilai. Yang menilai adalah yg punya "pengadilan" yg benar2 adil dan tanpa ada pengacara.





Minggu, 27-01-2008 22:25:06 oleh: Akhmad Nasuha

Seharusnya tidak usah berlebihan penjagaan buat si Raja Korup ini. Berapa ratus juta uang negara terbuang percuma hanya untuk biaya pemakaman si raja Korup. Benar-benar merepotkan negara orang yang satu ini hingga akhir hayatnya. mudah2an diampuni semua dosa dan diterima amal ibadahnya.amin.



Minggu, 27-01-2008 22:47:22 oleh: Bagus Y Prayitno

mas Wicak, menurut saya pengamanan berlebihan bagi orang besar spt alm sih biasa.
Pertama, tindakan para aparat adalah menghormati Alm. Mengingat jasa2nya membesarkan para aparat2 tsb

Kedua: Dirumah duka dikelilingi dan dikunjungi orang2 penting dari berbagai kalangan, negara, mulai dar pres, wapres, seluruh pejabat negara, dura besar dll.
Tentunya utk menjaga hal2 yg tidak diinginkan baik thd keluarga, maupun para Tamu-tamu penting.

Ketiga: Menciptakan kesan/ Image bahwa yang meninggal masih mempunyai cukup power (termasuk sekelilingnya)

Cuman yang saya heran kenapa Pres SBY memebri intruksi untuk mengibarkan bendera 1/2 tiang SELAMA 7 HARI???
Kalo 1-2 hari sih masih dimaklumi, tapi ini 7 hari....Apa tidak terlalu berlebihan?????




Senin, 28-01-2008 00:01:20 oleh: Wicaksono

@ Bagus: Ah, saya tahu. Jadi pengamanan yang ketat itu bukan untuk almarhum, melainkan untuk para tamu ya? Masuk akal sih. Terima kasih untuk pencerahannya. Nah, kalau soal masa pengibaran bendera itu katanya sesuai undang-undang kok.



Senin, 28-01-2008 09:31:13 oleh: rein

udah deh....
gak usah ribu-ribut....
gitu aja ko repot ;p




Senin, 28-01-2008 09:39:47 oleh: Sandhy.ED

rein... disini gak ribut kok

dan kita emang seneng cari repot,... seneng lho ngeliatin drama keluarga cendana....

abis ini aku yakin beritanya tentang mayangsari yang dateng ngelayat....

see...., asyik khan drama2 yang muncul dari keluarga ini. Gak perlu bikin reality show,... dah ada yang gratis kok... :)




Senin, 28-01-2008 09:40:43 oleh: Mimbar Bambang Saputro

Kesan saya seperti Kura-kura Gaharu dalam Perahu Cendana. Sudah sangat-sangat tahu, berpura-pura bertanya pula.



Senin, 28-01-2008 09:55:19 oleh: Yulius Haflan

Pertanyaan yang kritis, mas wicak. gpp kok bertanya.



Senin, 28-01-2008 10:00:57 oleh: Imamedy

Pak Mimbar, satu kalimat memukul telak. Salam hormat untuk bapak dan keluarga



Senin, 28-01-2008 10:05:49 oleh: Paulus bayu

Semoga pak Harto di terima disisi Tuhan Yang Maha Esa....



Senin, 28-01-2008 10:58:11 oleh: yogi

"You can instill fear, But you can only EARN Respect.."
(quote WW general)

Lets be honest..

Di lubuk hati yang agak dalam..
Apa yang dirasakan barang sejenak saat mendengar Pak-To meninggal..




Senin, 28-01-2008 11:38:10 oleh: Zulfahmi


Mengapa Jenazah Soeharto Dijaga Ketat?

Because He Is Special..




Senin, 28-01-2008 11:39:31 oleh: Zulfahmi


maaf salah..Because He Was, and always Special..he..




Senin, 28-01-2008 11:50:43 oleh: Mieka Kurnia Yasa

Siapapun yang wafat, berikan sedikit rasa hormat kita, teman-teman. Masalah pengamanan yang super ketat, rasanya wajar karena banyak tamu-tamu kehormatan yang hadir.

Masalah Pak Harto yang korup itu urusan lain sepanjang pemimpin negeri ini punya kemauan untuk menuntaskan proses hukumnya.

Untuk sekedar mengingat lagi "jasa" Pak Harto bagi kemajuan dan kehancuran bangsa ini coba tengok di :
http://www.moreorless.au.com/killers/suharto.html




Senin, 28-01-2008 12:50:07 oleh: Bonen

Matinya aja dijaga ketat. Apalagi waktu masih jaya.



Senin, 28-01-2008 13:38:04 oleh: One Jr.

Saya kira, kita tak dapat pungkiri kalau Suharto juga memberi hal yang positif tidak hanya negatif. Bagaimana ia memperoleh kekuasaannya dari tangan Sukarno, telah ia rasakan juga bagaimana rasanya diploroti kekuasaannya secara paksa. Bagaimana ia menyiksa Sukarno dengan segala hukuman di akhir hayatnya, juga udah dia rasakan, hidup segan mati tak mau, walaupun ditopang dengan peralatan medis yang begitu canggih dan pelayanan medis nomor 1, tetap saja dia tersiksa.
Intinya dia telah menerima karma pala atas apa yang dilakukannya. Jadi hal tersebut menjadi pelajaran berharga bagi kita.
Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosanya. Amin.




Senin, 28-01-2008 13:53:30 oleh: rahmah hasjim

@Mas Anugrah, saya ini cewek lho masa dipanggil Om sih? hikhikhik. Udah ah bosen ngebahas yg udah lewat. kayak nggak ada yg lebih penting aja seh..
Mbak Dwi, saya juga nunggu variety show keluarga ini tiap hari. Seru lho. Kabarnya lebih seru dari yg dipublish lho. Info ini dari seorang guru private salah 1 cucu eyang ato itu. jadi akurat deh.




Senin, 28-01-2008 14:02:14 oleh: Dani Ampriyanto

wah terus terang saya jadi gak respect sama rahmah hasjim ketika melihat komentar2-nya mengenai pak Harto. bagi saya pak Harto tetaplah orang yang harus dihormati. bisa2 nya ngomong kalo pak Harto dah meninggal sebelumnya.. komentar yang sama kotornya denga gunardi...



Senin, 28-01-2008 14:49:33 oleh: rahmah hasjim

Mas Dani, sampeyan terlalu cerdas untuk menulis komentar spt itu karena dari tulisan Mas yg pernah tayang, terlihat jelas Mas org yg jauh dari emosi sesaat. Mas Dani, jgn pernah memandang orang (apalagi yg belum dikenal) hanya dari kulit luar karena kulit sering menipu. Percayalah sudah lama saya tak membutuhkan pujian atau makian makhluk karena hidup saya hanya mencoba berjalan diatas hukum yg Allah tetapkan melalui Qur'an & Hadits. Kalau sempat coba buka AlQur'an surat ke 5 ayat 41 & 42 ya..Salam damai..



Senin, 28-01-2008 14:54:22 oleh: dhanz

Saya Mohon Maaf Sebelumnya. Dari pada cuma bisa mengomentari orang laen,mendingan perbaiki aja akhlak kita dulu,mungkin kita jauh lebih hina apa yang sudah dilakukan org laen. " Orang Yang Suka Mencurigai Orang Lain Belum Tentu Ia Dapat Dipercaya " Tahnks Semua !



Senin, 28-01-2008 17:46:50 oleh: danny

Merdeka...................merdeka....................merdeka



Senin, 28-01-2008 17:50:10 oleh: danny

Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku.
Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku
marilah kita berseru Indonesia bersatu.

Teruskan anak2 pasti kalian sudah pada lupa dengan lagu bangsa kita, karena sekarang kalian lebih suka berdebat yang tidak ada gunanya sesama anak bangsa.

Mari anak2 kita bangun bangsa kedepan lebih baik lagi.


Merdeka




Senin, 28-01-2008 19:39:53 oleh: adinda

Tujuh hari memasang bendera stgh tiang utk menghormati Pak Harto sih menurutku agak kelaman. Pas bencana tsunami di aceh aja cuman tiga hari dan pas bom bali cuma sehari...
Tapi td denger berita kalo bendera PBB di konferensi antikorupsi di Bali juga dipasang stgh tiang berdampingan dgn bendera merah putih yg jg dipasang stgh tiang...




Senin, 28-01-2008 23:27:49 oleh: nisya

kalo anda mau bertanya langsung aja ke cendana...buat saya gk ada salahnya kt menghormati org yg dah meninggal..and bwt semuanya kt gak usah saling debat hnya gr2 pertanyaan bodoh sprti itu..masih banyak yg perlu dipertanyakan tentang kelangsungan negeri ini,lebih baik memberi masukan yang positif buat kemajuan bangsa ini.



Selasa, 29-01-2008 00:09:12 oleh: Nania

Mas Gunardi, saya berani taruhan soeharto sudah mati sebelum hari ini hanya saja diperlukan pengkondisian dulu agar rakyat yg anti ga bikin macem2. Makanya semasa 'sakit' sangat gencar kita baca & dengar org bicara ttg mengampuni, memaafkan, melupakan kesalahan & yg sejenis. Itu biasa di dunia politik & bagi intelijen itu adalah kerjaan sehari2. istilahnya test the water.
Siapa bilang soeharto enak matinya? belum mati aja anak2nya sudah bikin dia malu dg kelakuan macem2. belum lagi penyakit yg ga berhenti. Tuhan selalu memberi 'pelajaran' yg adil kok bagi setiap perbuatan.

Komentar macam apa ini?? pernah dizolimi yah??
kalau anda hidup dizaman sukarno pasti pak sukarno yang anda hujat,saya pun merasakan apa yg lain rasakan mbak,tapi tolong dong tata kalimat anda dalam forum ini,yang baca bisa ikut2an brutal seperti anda.




Selasa, 29-01-2008 11:54:32 oleh: belatung

ijinkan saya utk cerita dulu:
Pada suatu ketika ada seorang istri wafat, udah selesai semua acara dan jenazah mau diberangkatkan. Waktu diangkat, petinya menabrak dinding, dan terdengar suara dari dalam peti! Ternyata sang istri masih hidup.
Bertahun kemudian sang istri wafat, lagi. Dan ketika peti jenazahnya diangkat, sang suami berteriak: "AWAS, HATI-HATI JANGAN SAMPE NABRAK DINDING LAGI!!!"
jadi kesimpulannya, mungkin, jenazah bapak pembangunan kita dijaga ketat, agar jangan sampai petinya nabrak dinding...
sekian.




Selasa, 29-01-2008 12:25:39 oleh: Sandhy.ED

@belatung
hihihihi, (ini ketawanya hantu lho... hihihihi)




Selasa, 29-01-2008 13:04:22 oleh: EBUPAY

saya, secara pribadi kagum dengan adanya Bapak Presiden, namun yang menjadi saya menyesel, koh bapak presiden Soeharto, terlalu otoriter dalam memimpin, yang menjadi sesal mengapa Almarum nga kasih merdeka tuh Papua......!



Selasa, 29-01-2008 13:19:09 oleh: Retty N. Hakim

@ Pak Mimbar...ajarin saya berpantun dong!



Selasa, 29-01-2008 14:25:34 oleh: Arviansyah

Nonton orang berantem/adu otot ...'seru'
ternyata baca orang 'berantem' (adu pendapat) .. lebih seru ...

mari silahkan dilanjutkan adu pendapatnya !

Pendapat saya sbg orang muslim jika ada orang meninggal entah itu mantan presiden atau bukan .. 'Inalillahi wa inailahi rojiun' ...

Peace Man !




Selasa, 29-01-2008 23:14:31 oleh: oye

linda ............. linda...........
sepertinya hidup anda selalu dipandang dari kacamata 'Masalah' ya ............
Kasian dech kamu, jadi ikut prihatin




Selasa, 29-01-2008 23:38:43 oleh: Muhammad Affip

Banyak yang mengatakan berlebihan, bukan saja pada pengamanannya tapi pada segalanya. Saya bangga sama pak Harto tapi jujur tak senang dengan mereka yang memperlakukan jenazah beliau sedemikian rupa seakan itu tanpa masalah. Rosululloh Muhammad dikubur di dalam rumahnya, karena semestinya manusia tak merepotkan yang lainnya dalam hidup, apalagi ketika sudah mati. Saya yakin pak Harto tak menghendaki aneka kekonyolan ini.



Rabu, 30-01-2008 08:20:59 oleh: Dani Ampriyanto

buat mba rahmah gak usah bawa2 Al Quran segala, kita gak tau pedoman masing2 orang. saya Islam dan saya mempelajari alquran dan berusaha mengikuti hadist Rasul.. komentar mba apakah dah sesuai dengan alquran, itu fitnah mba!!!
mengenai tulisan saya di wikimu, saya anggap bahwa dengan wikimu saya coba belajar menulis, mungkin gak sepintar mba rahmah atau yang lain.. tapi paling tidak saya bisa mengeluarkan unek2 yang bisa dibagi kepada semua wikimuers, saya butuh pembelajaran di sini...




Rabu, 30-01-2008 10:05:36 oleh: heri_spica

Saya jd tdk tahan ingin ikut komentar

Kenapa tempat ini jadi ajang debat yg saling memaksakan pendapat pribadi? Saya pribadi menganggap apa yg ditanyakan mas Wicak memang cukup berani dan kontroversial. Emosi saya tentu saja tersengat tp bukan dlm arti positif atau negatif, melainkan tertarik spt oleh magnet dan ingin tahu lebih jelas dari pertanyaan itu.

Dari reaksi pro kontra di kolom komentar ini, saya lihat makin lama tulisan yg muncul sudah tidak lagi membahas pertanyaan mas Wicak.

Saya tdk tahu apakah mas Wicak pura2 tdk tahu tp tetap bertanya utk tahu reaksi psikologis dari para member wikimu atau memang benar2 tdk mengerti. Kalau memang tidak mengerti, saya pun sama seperti mas Wicak namun melihat siapa saja tamu yg datang, penjagaan itu jelas masuk akal dan bisa dimengerti.

Saya yakin di luar negeri sekalipun pasti akan seperti ini. Lihat saja waktu wafatnya Paus Yohanes Paulus II 2 thn lalu, ratusan kepala negara/pemerintahan datang dan itu adalah hal yg amat sangat serius utk ditangani. Berlebihan? saya kira tidak, saya yakin semua hampir semua mantan pejabat pemerintahan yg meninggal akan dijaga seperti itu.

Saya sedikit kecewa membaca komentar2 di sini karena banyak member wikimu yg sudah cukup senior dari segi usia maupun lama keanggotaan, jg dari pengalaman hidup dan pergaulan bisa memberikan komentar yg kontra-produktif antar sesama member.

Hanya karena yg meninggal adalah orang penting di negeri ini dgn segala pro kontra semasa hidupnya, kita di sini jadi saling bertahan dan tidak peduli pada pendapat yg lain. Keyakinan dan pandangan hidup pun sampai terbawa ke sini yg menurut saya bisa jadi bumerang bagi diri sendiri.

Bagi saya Soeharto org penting di negeri ini, tp jg manusia biasa yg bisa salah. Apapun pendapat pribadi saya tentang beliau, saya juga manusia. Ukuran yg dikenakan manusia pada manusia lain tidak bisa disamakan. Ukuran yg dibuat oleh Tuhan pun tdk bisa kita gugat.

heri_spica




Rabu, 30-01-2008 10:07:23 oleh: haekals

Wah...Tatkala Pak Harto sehat, semua orang dieeeeeeem aja.
Giliran beliau sakit, baru pada berdebat soal pemberian maaf, proses hukum dll.
Sekarang beliau sudah wafat, eh...perdebatan tambah melebar .
Menurut saya, apakah sakitnya eyang To yang berkepanjangan, anak-anaknya yang hampir semuanya cerai (kecuali Tutut), itu merupakan hukuman Tuhan atau bukan, lha terserah Tuhan, hanya Dia yang tahu. Selama kita masih 'cuma' manusia ya bisanya ya cuma mengira-ira saja.
Cuma kadang-kadang ada yang mencoba 'playing God', bertindak (atau pengin ?) seperti Tuhan, atau merasa paling Tahu apa yang ada di 'pikiran' Tuhan.

Menurut saya, bagi mereka yang (barusan)wafat, lebih baik kita bicarakan yang baik-baik saja.
Mungkin perlu sedikit waktu bagi kita untuk menunggu sampai kita semuanya secara emosional 'berjarak' dengan peristiwa ini (wafatnya Eyang To serta dengan Eyang To nya sendiri), dan kalau secara emosional kita sudah berjarak, maka kita bisa bicara lebih obyektif.

just my 2 cents.




Rabu, 30-01-2008 10:42:20 oleh: heri_spica

benar mas haekals

dalam merespon segala hal kita coba bukan hanya logika tapi juga kepala dingin dan emosi netral

teman saya pernah cerita:
seorg tmn di milis menulis begini: "kenapa itu kakek blm mati2 jg yach? nyusahin n repotin org aja!"
teman saya sedih baca tulisan teman milis ini, bagaimana kalau hal itu dialami sendiri?

ini pertanyaan retorik: bagaimana kalau kita sendiri yg mengalaminya entah diri sendiri, org tua/saudara? Dan org lain bertindak sbg hakim, juri dan pengacara. Kita sudah menderita secara fisik, juga diserang secara mental psikologis, terlepas dari apapun perbuatan kita dulu.

Mungkinkah ini cuma pelampiasan dan ungkapan emosi, juga ambil kesempatan dan ikut2an arus? Kita memang harus terus belajar menahan emosi dan ikut2an komentar, tp saya akhirnya ikut komentar jg disini :)

Sekarang saya tidak terlalu percaya pada istilah Vox Populi Vox Dei; Suara rakyat adalah suara Tuhan. Karena benar kita tidak akan pernah tahu apa yang Tuhan kehendaki.

Saya jarang menulis komentar di wikimu kalau tidak 'gatal' atau melihat dulu komentar member lain, mencerna isinya baik2 dan tulis komentar kalau memang ingin.

Biasanya saya jarang ikut2an arus terutama soal up to date seperti ini, juga sejak pertama kali berita Soeharto sakit, saya tdk menonton tv atau baca koran tentang itu satu kali pun karena saya tidak ingin ikut2an atau terpengaruh histeria atau eforia. Tp melihat isi komentar di wikimu, saya jd menulis juga.

Bagaimana dgn tanggapan administrator wikimu mengenai artikel2 yg isi komentarnya kontra-produktif?

heri_spica




Rabu, 30-01-2008 11:19:43 oleh: Panjikristo

wah judulnya 'nendang'
ternyata isinya cuma pertanyaan, mengapa? dan pertanyaan itu bikin heboh wikimuers. hehehe

tapi omong2,
memangnya Pak Harto sudah meninggal ya?
kapan?
Inalillahi wa inailahi rojiun




Rabu, 30-01-2008 11:22:10 oleh: is silarta

Ketika pak Harto sakit dan dalam keadaan yang kritis...saya pribadi mendoakan agar sembuh dan seandainya meninggal jangan dibulan Jawa Suro !
Tetapi Gusti Allah yang mempunyai Kuasa Mutlak.

Menurut mitos Jawa, bila seorang yang berpangkat dan banyak mempunyai 'pegangan' serta tekun dalam prihatin / laku tapa plus tirakat n nyepi secara tradisi Jawa, diharapkan tidak meninggal didalam bulan Suro.
Dikarenakan didalam bulan tersebut banyak orang / paranormal mencari 'energi' untuk kebaikan maupun lainnya, tergantung dari tujuannya.
Salah satu cara yang paling 'instant'dan mempunyai nilai tinggi adalah mengambil 'energi' dari orang yang "mumpuni" menjelang sakratul maut dan sesudah dimakamkan sampai 40 hari.
Apalagi beliau memimpin negara didalam kurun waktu 32 tahun...bukan sesuatu yang mudah/gampang, serta 65 penghargaan dari dalam dan luar negri.
Wajar saja kalau penjagaan diperketat.
Salam n Bravo Wikimu,




Rabu, 30-01-2008 11:39:30 oleh: Agus Mardhika

...... Sometimes Everything is wrong ......



Rabu, 30-01-2008 11:51:36 oleh: gunardi

KEMBALI ke laptop (maksudnya ke pertanyaan Mengapa Jenazah Soeharto Dijaga Ketat?)

Karena Soeharto beruang, Soekarno banteng.

Makanya kematian Soekarno ngga semeriah kematian Soeharto.

Karena itu kalau bikin Partai pakai gambar beruang...





Rabu, 30-01-2008 12:17:32 oleh: avia

mas2 'n mbak2....
aku cuma anak kecil yang ga tau apa2,yang jelas aku dah ngerasain hidup dari jaman Pak harto ampe sekarang.kita ga pernah tau seandai nya kita yang berada diatas apa kita kuat menahan nafsu duniawi dan kita bs menjaga diri kita tetapa bersih seperti yang kita komentari d atas,pasti kebanyakan kita tetap mendahului keluarga kita,kita ini manusia bukan nabi,manusia yang susah mengendali kan hawa nafsu.sekarang lihat aja jasa2 mereka seperti:
1 . Pak Soekarno ->:dia yang memproklamir kan
kemerdekaan kita.
2 . Pak Soeharto ->:beliau yang membuat negara
kita disegani oleh ngara
lain.
3 . Pak Habibie ->:walaupun cuma sebentar tp
dari dialah awal reformasi.
4 . Pak Gus Dur ->:maaf saya ga tau banyak
tentang apa saja yang udah di
buat nya.tp yang buat saya
salut walau pun dengan keter-
batasan fisik tidak menghala-
nginya utk berpolitik.
5 . Ibu Megawati ->:membuat wanita2 di indonesia
lebih maju selangkah.walaupun
saya kurang se7 kalo negara
ini dipimpin oleh wanita
(selagi laki2nya masih ada).
6 . Pak SBY ->:??????.karna masih baru,mari
kita tunggu dan doakan,
aksinya dan perubahan apa
yang bs dia buat utk negara
kita.
makanya sbagai rakyat kecil kita harus bersatu..........




Rabu, 30-01-2008 14:15:41 oleh: ghea anisa

Menurut saya, wajar sekali jika alm dijaga ketat sperti itu dan diperlakukan sespesial ini.. alm memimpin negara ini selama 32 tahun, dan itu waktu yg sangat lama.. Jadi wajar saja. Apapun yang dilakukannya semasa hidup toh tidak juga mempengaruhi kecintaan jutaan orang yang ingin melihat mobil yang membawa jenazahnya, yang ingin mengantarkannya ke tempat terakhir. Berapa juta orang yang duduk didepan TV seharian melihat perkembangan dan prosesi pemakamannya? Memang alm spesial. Mengapa ia otoriter, ya karena basic alm adalah militer, jd wajar saja, alm adalah seorang jenderal, beda lagi dengan basic2 presiden lainnya. Soal korupsi, semuaaaa orang politik hobi korupsi,krn alm sudah tiada, ikhlaskanlah, anggap saja ini bayaran bangsa Indonesia terhadap alm yang telah banyak memberi konstribusi terhadap negara ini di segala bidang. Maka wajib kita hormati dan kita hargai, serta kita doakan.



Rabu, 30-01-2008 21:32:27 oleh: Wanti

Hehe..... smua blh mengeluarkan pendapat. Di negara kta smua itu sah2 sj kan? Sy setuju dg pendapat mas danny klo kta hrs bersatu dan membangun bangsa ini kedepan dg lbh baik. Jd knp bliau yg sdh tidak ada trs diperdebatkan? Kta smua jg tdk ada yg sempurna kan? Nah drpd kta berdebat ut hal2 yg tdk pasti knp tdk kta ambil pengalaman2 yg positifnya sj. Bagaimanapun jg bliau tetap menjadi pujaan bg rakyat kecil yg pd saat bliau menjabat merasakan kemakmuran.



Rabu, 30-01-2008 23:24:34 oleh: Opick

saya cuma mau meniali aja ah,,,
komen paling "bodor": belatung
komen paling bijak: haekals
lainnya? just so so....




Kamis, 31-01-2008 05:47:26 oleh: gedhe

menurutku yang paling bagus komentar gunardi..
kekayaan Indonesia sudah menipis, siapapun pemimpinnya sama saja.
rakyat salah pikir dikira Soeharto yang bikin makmur.




Kamis, 31-01-2008 14:26:25 oleh: rZ

kynya enkan jaman pak Harto ya
dulu korupsi diam2
sekarang malah terang2an

lg pula belum tentu pak Harto itu salah




Kamis, 31-01-2008 20:01:03 oleh: sugiarto

rZ bener gua suka kata2 sampean lagian bwt apa maki2 orang yang sudah tiada.pak harto buatku orang yang terhebat kenang jasanya dong jangan jeleknya aja.beliau juga manusia dimana tempatnya dosa dan kesalahan hanya pada manusia.



Kamis, 31-01-2008 20:59:49 oleh: ANGGI HD PUTRA

Wajar-wajar saja, karna banyak yang meng idolakan beliao. Banyak jasa2 yang ditinggal kan beliao walawpun ia meninggal dunia dengan kasus yang blum selesai. klaw gw pribadi sih kasus itu gak uasah di ungkit2 lagian ia waktu menjabat menjadi presiden di in donesia selalu aman dengan ke pemimpinan bliaw. semoga arwah beliaw diampuni disisi allah. aminnnnnnnnnn



Kamis, 31-01-2008 21:00:45 oleh: mhoemetz

linda yang berkomentar paling atas sendiri itu apa kroni koruptornya suharto...suharto itu mbahnya maling...jadi sulit untuk terbukti. dan kebetulan orang kuat. untuk linda, jangan terlalu membela orang, anda cuma dijadikan lantai dansanya suharto, dan pimpinan lain, kenapa anda begitu mati-matian membelanya????apakah, kamu tidak tahu bahwa sistem pemerintahan ini sudah adil makmur???gombal!!!!kalo sudah adil makmur...nyatanya pengusa korup, kita juga gk kebagian, malah duit kita dimaling...



Kamis, 31-01-2008 22:56:33 oleh: R.Widodo

Kan yang dijaga kediamannyadan sekitarnya....oleh Pak Polisi utk memperlancar yang niat akan belasungkawa....hanya saja Mas Wicak bertanya yang bisa banyak / multi tafsir jawabnya.

Kalau Jenazahnya kan tidak oleh Pak Polisi......Jenazah setelah di tutp dengan Bendera Merah Putih dijaga oleh Militer.

Syukur Komunis tidak berkuasa di Negeri Tercinta ini,..... Kalau Komunis menang kali kita Protes-protes terus kayak .....yang di gambar TV. Malah ada yang menuduh Pak Suharto Korupsi....haha2, anda Pusing yha ? Harus banyak belajar dan berjuang seperti Pak Sukarno dan Pak Suharto supaya bisa menjadi Pemimpin dan Presiden. Jangan cuma jadi mumetttt, banyak cara belajar mas biar ngaak mumet.




Jumat, 01-02-2008 14:05:15 oleh: Tono

Semua kita kembalikan kepada yang di atas,keadilan manusia bukanlah keadilan yang hakiki, tapi terlepas soeharto berjasa maupun tidak bagi bangsa ini, bersalah maupun tidak dalam hal korupsi, kita tidak patut memvonis, walaupun negara ini negara hukum, kita kembalikan kepada yang diatas, bukan kita kembalikan ke hukum, karena hukum dinegara ini bisa dipermainkan sesuai dengan kepentingan orang atau golongan tertentu.



Sabtu, 02-02-2008 08:43:08 oleh: dejavu

mengapa dijaga ketat?

Supaya mempermudah proses pemakaman dan upacara keagamaan beliau, mengingat masih banyak orang yang akan memberikan respek kepada mantan orang no.1 tsb.
dan menjadikan situasi jadi lebih teratur

kalo ada pesan sponsor yang lain, itu saya ga tau karena saya bukan termasuk orang yang ikut menjaga

masalah jasa atau dosa beliau, itu sudah urusan Yang Maha Kuasa

justru saya heran kalo waktu wafat kemaren cendana ga dijaga ketat...itu baru aneh......




Sabtu, 02-02-2008 09:42:05 oleh: Maria, Putri, Rossy

Kita pikir anda tahu jawabannya (dari judul yang anda tulis) eh..tapi anda juga ga tahu?!? Gimana sich..ck..ck..ck..kita jadi bingung..



Sabtu, 02-02-2008 19:39:47 oleh: ALEX LAU

Saya rasa, sebagai manusia, kita harus bersikap seperti layaknya manusia. termasuk dalam kasus pak Harto misalnya. Marilah kita hentikan hujatan terhadap orang yang sudah meninggal dunia.
kalau mau jujur, ada dua sisi yang bisa kita lihat dari dalam diri Soeharto. Sisi baik dan buruk tentunya.
sisi baiknya, semasa jaman suharto tidak pernah ada kesulitan minyak, menanjaknya harga kebutuhan pokok dan masih banyak lagi. MIsalnya, keberhasilan swasembada pangan, program KB dan proyek prestisiun lainya.
Saat Pak Harto berkuasa, negara Indonesia cukup disegani didunia. tidak ada yang berani terang-terangan menghina Indonesia.
Sisi buruknya, Pak Harto barangkali terlalu lama berkuasa. Kemudian, anak-anaknya menjelma menjadi konglomerat dengan harta berlimpah. ada pula dugaan kalau kroni Suharto melakukan korupsi.
Soal dugaan korupsi ini hendaknya juga perlu dibuktikan kebenarannya. tentu saja harus lewat pengadilan. Cuma pertanyaannya, sampai Pak Harto meninggal keberanian mengadili SUharto belum terlihat.
Jadi yang paling bijak saat ini adalah bersikap netral. Biarlah Pak Harto tenang di alam sana dengan menanggung segala dosa dan kesalahannya serta membawa serta semua amal kebajikannya. Biaralah Tuhan yang menentukan keadilan selanjutnya.




Minggu, 03-02-2008 22:12:53 oleh: egy

aduh...ses linda sewot aja orang ada yang nanya...

wajar lah kalo soeharto dojaga ketat,karena saat dia meninggal banyak kasus yang belum terselesaikan...keluarga bisa jadi khawatir akan terjadi hal2 yang tidak inginkan dari masyarakat.




Senin, 04-02-2008 21:15:56 oleh: rosita andarsari

kalau saya melihat sekilas isi komentar saudara wicaksono memang SINIS terhadap mantan presiden Soeharto. Disini saya cuma mau sedikit bertanya terhadap rekan2 semua termasuk pak wicaksono sendiri, apakah anda benar-benar tahu apa yang terjadi selama 32 th Pak Harto memimpin negeri ini? dan apakah anda sudah membuktikan bahwa hanya Pak Harto yang patut dipersalahkan atas semua kerusakan yang terjadi di negeri ini?. dan apakah era reformasi yang didengung2 kan selama ini sudah membawa dampak yang lebih hebat daripada sebelumnya? Kalaupun negeri kita saat ini terbelit hutang, jangan hanya menyalahkan Pah Harto, karena hutang yang dilakukannya untuk membangun negeri ini juga. Apa jadinya kalau negara ini tidak ada jalan tol? ternyata anda juga merasakan manfaatnya kan sekarang? TMII, ternyata juga menjadi tempat kunjungan wisata kan?. Pada intinya saya melihat bahwa ternyata hanya orang2 kerdil dan berfikiran sempitlah yang suka menghujat sana-sini dan menyerukan reformasi...,hanya TONG KOSONG BERBUNYI NYARING!!



Senin, 04-02-2008 22:47:13 oleh: gunardi

Menuduh tanpa membuktikan memang tidak baik, bahkan salah.


Karena itu...
Marilah kita berhenti menuduh Soeharto bersalah sebelum mempelajari fakta-faktanya.
Marilah kita JUGA berhenti memuja Soeharto berjasa sebelum mempelajari fakta-faktanya.


Kita hendaknya juga mempelajari reformasi sama dalamnya seperti kita mempelajari sejarah Orde Baru agar tidak terulang kesalahan serupa.


Untuk sampai ke wawasan yang luas dan mendalam mengenai fakta-fakta tersebut sudah jelas tidak boleh lagi ada REZIM yang hobi banget menyembunyikan kebenaran, bahkan menganggap setiap keputusan REZIM tersebut adalah kebenaran absolut yang kebal kritik. REZIM yang demikian beserta pemimpin dan kroni-kroni pendukung REZIM tersebut tidak boleh ada lagi di Indonesia.


JIKA TIDAK, bagaimana kebenaran dapat diungkap???





Senin, 04-02-2008 22:56:56 oleh: Wicaksono

@ Rosita Andarsari: saya sinis? ah saya kira itu tafsir anda saja. dan tolong dibaca kembali pelan-pelan, dengan kepala dingin, tulisan saya itu. saya tak pernah sepotong pun menuliskan kesalahan soeharto, apalagi menyebut jasanya. karena saya tak tahu. mungkin anda lebih tahu? salam hangat.



Rabu, 06-02-2008 10:37:03 oleh: Rosita

@WICAKSONO: kalaupun saya tau jasa maupun kesalahan Bp. Soeharto, tidak akan saya ungkapkan disini dimana stlh saya baca forum ini hanya untuk berdebat yang TIDAK ADA ARTINYA dimana diawali dengan pertanyaan pancingan seseorang yang dengan blo'on-nya (mungkin memang sengaja ingin melihat reaksi orang2 dalam menyikapi peristiwa ini),menanyakan KENAPA JENAZAH SOEHARTO DIJAGA KETAT?, anak SD aja juga tau. Bagi yang masih memandang nilai-nilai kemanusiaan, berhentilah menghujat atau berkata-kata yang tidak pantas, marilah kita mendoakan semoga arwah Bp. Soeharto diterima disisi-Nya dan biarlah Tuhan YME yang menentukan untuk beliau, bukan kita.



Rabu, 06-02-2008 17:59:52 oleh: Wicaksono

@ Rosita: maafkanlah saya yang bloon dan dhaif ini. tapi hendaklah ingat satu hal. Manusia akhirnya memang tak bisa punya satu kamus, bahkan di dalam kepalanya sendiri. Sedihnya ialah bahwa orang sering menganggap harus ada satu kamus untuk semua orang. Semoga Anda paham.



Rabu, 06-02-2008 18:22:10 oleh: yang pernah ditindas

mas wicaksono hanya bertanya doang kok?
ngepain di ributin......
kita yang ditindas di rezimnya aja nga berkoar?




Senin, 10-11-2008 04:22:43 oleh: chandra

read this !!

from ohio university

http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1995/07/30/0002.html

dan

http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1995/07/30/0003.html

cuma sekedar menelaah sejarah...




Senin, 10-11-2008 04:24:50 oleh: chandra

Pak Wi, cuma nanya
"Jangan-jangan kita semua mengidap paranoia? "

kenapa pada BT lah




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
diekie   pada  Suzuki Skywave 125
dedi   pada  Tiara Express Taxi
wawan   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY