Leonardo Paskah Suciadi

Tumor atau Kanker? Dan Permasalahan Seputar Terapinya

Kamis, 17-01-2008 12:09:42 oleh: Leonardo Paskah S
Kanal: Kesehatan

Tumor atau Kanker? Dan Permasalahan Seputar Terapinya

Tumor merupakan sekelompok sel-sel abnormal yang terbentuk hasil proses pembelahan sel yang berlebihan dan tak terkoordinasi. Dalam bahasa medisnya, tumor dikenal sebagai neoplasia. Neo berarti baru, plasia berarti pertumbuhan/pembelahan, jadi neoplasia mengacu pada pertumbuhan sel yang baru, yang berbeda dari pertumbuhan sel-sel di sekitarnya yang normal. Yang perlu diketahui, sel tubuh secara umum memiliki 2 tugas utama yaitu melaksanakan aktivitas fungsional nya serta berkembang biak dengan membelah diri. Namun pada sel tumor yang terjadi adalah hampir semua energi sel digunakan untuk aktivitas berkembang biak semata. Fungsi perkembangbiakan ini diatur oleh inti sel (nucleus), akibatnya pada sel tumor dijumpai inti sel yang membesar karena tuntutan kerja yang meningkat.

Dari pengertian tumor diatas, tumor dibagi mejadi 2 golongan besar yaitu tumor jinak (benign) dan tumor ganas ( malignant) atau yang popular dengan sebutan kanker. Terdapat perbedaan sifat yang nyata diantara dua jenis tumor ini dan memang membedakannya merupakan tuntutan wajib bagi praktisi medis. Perbedaan utama di antara keduanya adalah bahwa tumor ganas lebih berbahaya dan fatal sesuai dengan kata ‘ganas’ itu sendiri. Gambarannya begini, walaupun tumor ganas atau kanker itu berada pada jaringan di kaki, hal itu dalam tahap lanjut dapat mengakibatkan kematian. Tumor jinak hanya dapat menimbulkan kematian secara langsung terkait dengan lokasi tumbuhnya yang membahayakan misalnya tumor di leher yang dapat menekan saluran napas. Terdapat beberapa sifat yang membedakan antara tumor jinak dan ganas ;

1. Pertumbuhannya.

Tumor ganas tumbuhnya relative lebih cepat karena memang lebih aktif dan agresif, akibatnya jika di permukaan tubuh akan tampak tumor membesar dengan cepat dan seringkali di puncaknya disertai dengan luka atau pembusukan yang tidak kunjung sembuh. Luka menahun ini diakibatkan suplai nutrisi kepada sel-sel tumor tidak mampu mengimbangi lagi sel-sel tumor yang jumlah sangat cepat berlipat ganda, akibatnya sel-sel yang berada diujung tidak mendapat nutrisi dan mati. Jadi hati-hati jika memiliki luka yang kotor dan tidak kunjung sembuh dengan pengobatan bahkan bertambah luas.

2. Perluasannya.

Tumor jinak tumbuh secara ekspansif atau mendesak, tetapi tidak merusak struktur jaringan sekitarnya yang normal. Hal ini dikarenakan tumor jinak memiliki kapsul yang membatasi antara bagian sel-sel tumor yang abnormal dengan sel-sel normal. Sebaliknya pada tumor ganas yang memang tak berkapsul, tumor ini tumbuhnya infiltratif atau menyusup sembari merusak jaringan disekitarnya. Pertumbuhan semacam ini pertama kali ditemukan oleh Hippocrates – bapak ilmu kedokteran – dan beliau menamakan sebagai cancer (bahasa latin dari kepiting) karena menurutnya proses infiltratif seperti demikian menyerupai bentuk capit kepiting. Akibat proses infiltratif tersebut, maka jaringan disekitar tumor ganas seringkali rusak, dan jika jaringan yang diinfiltrasi itu berupa pembuluh darah maka tumor jenis ini dapat menimbulkan gejala perdarahan. Contohnya, pada kanker paru salah satu gejalanya adalah batuk darah.

3. Metastasis.

Metastasis merupakan anak sebar, artinya kemampuan suatu jaringan tumor untuk lepas dari induknya dan menempel serta mampu hidup dan berkembang lebih lanjut pada jaringan tubuh lain yang letaknya jauh dari jaringan tumor induk. Misalnya kanker payudara dapat bermetastasis hingga ke paru-paru dan menyebabkan gangguan proses pernapasan. Jalur metastasis bisa melalui aliran darah, aliran limfe maupun proses terlepas/terjatuh langsung menempel pada tempat tertentu. Metastasis hanya terjadi pada tumor ganas. Tumor jinak tidak pernah bermetastasis. Oleh karena metastasis inilah maka tumor ganas pada kaki misalnya dapat berakibat fatal terhadap penderitanya.

4. Gambaran selular.

Tumor ganas di bawah mikroskop akan tampak sekumpulan sel-sel yang seringkali tidak menyerupai jaringan normal semestinya, bahkan sel-sel ganas bisa memberi gambaran yang sama sekali tidak menyerupai sel apapun dalam tubuh manusia (tidak berdiferensiasi/anaplasi). Sedangkan tumor jinak umumnya diferensiasinya baik, artinya gambaran sel-selnya masih serupa sel-sel normal asalnya namun aktvitas pembelahannya saja yang lebih aktif. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin anaplastik / berdiferensiasi semakin buruk suatu tumor maka tumor itu pastilah semakin ganas.

5. Kekambuhan.

Tumor jinak umumnya dengan dioperasi secara tepat jarang untuk kambuh lagi. Tumor ganas memiliki kekambuhan lebih tinggi dikarenakan proses pembedahannya sulit untuk benar-benar tuntas dikarenakan memang jaringan abnormal ini tidak berkapsul sehingga sulit untuk dibedakan dan dipisahkan dari jaringan normal sekitarnya yang sudah diinfiltrasi. Selain itu tumor ganas tahap lanjut umumnya penyebaran sudah lebih luas bahkan sudah bermetasasis jauh sehingga operasi adalah tidak mungkin menyembuhkan lagi karena sel-sel ganas sudah ada hampir di setiap bagian tubuh.

Apa sih yang menyebabkan seseorang dapat menderita tumor? Ini adalah pertanyaan yang paling sering diutarakan seorang pasien kepada praktisi medis tentang tumor. Dan pertanyaan yang sebenarnya simpel ini sebenarnya menimbulkan kegelisahan sendiri bagi kaum medis setiap kali ditanyakan. Mengapa? Bukan karena kami tidak tahu jawabannya, tetapi dunia kedokteran dan penelitian memang belum tahu jawaban pasti akan penyebab pasti seseorang dapat menderita tumor.

Tapi secara umum dipercaya bahwa proses terbentuknya tumor berkaitan dengan 3 faktor utama yaitu genetik (keturunan), karsinogenik (onkogen) dan co-karsinogen (co-onkogen). Faktor genetik atau keturunan menyebutkan bahwa beberapa orang membawa bakat (berupa gen) untuk tumor tertentu. Tentunya bakat saja tidak akan menjelma menjadi tumor di kemudian hari jika tidak ada faktor pemicu lainnya. Faktor pemicu lainnya itu adalah karsinogen dan co-karsinogen. Yang termasuk karsinogen antara lain senyawa kimia (seperti asbes, pengawet dan pewarna makanan), faktor fisika (seperti radiasi roentgen berlebih, sinar matahari berlebih), hormonal (seperti peranan estrogen pada kanker payudara, testosterone pada kanker prostate), dan virus (seperti virus HPV sebagai biang keladi utama kanker leher rahim ). Sedangkan co-karsinogen adalah usia tertentu (umumnya kejadian tumor seiring dengan pertambahan usia), pola hidup yang salah, merokok, alkohol, pola makan kurang serat, adanya iritasi berulang-ulang.

Menilik pada bahasan di atas dapat disimpulkan bahwa terjadi suatu tumor itu adalah multifaktorial dan prosesnya rumit. Akibatnya dalam dunia neoplasia, pencegahan terhadap jenis penyakit satu ini seringkali sulit karena memang penyebab pastinya belum diketahui. Terdapat beberapa keganasan yang sudah memiliki anjuran pencegahan yang sudah diterima umum antara lain menghindari merokok (untuk mencegah kanker leher rahim, paru, mulut), hindari hubungan seksual usia terlalu dini dan gonta-ganti seksual serta imunisasi HPV (untuk mencegah kanker leher rahim), hindari alcohol (untuk mencegah kanker lambung, kerongkongan, hati) dan lainnya.

Tetapi yang cukup penting bagi jenis penyakit tumor selain pencegahan adalah deteksi dini atau tes skrining. Penelitian akan tes skrining serta cara-cara deteksi dini semakin berkembang ke arah yang cukup menjanjikan. Terdapat beberapa cara dalam mengenali tumor. Juga terdapat prosedur-prosedur yang bertahap dilakukan oleh dokter guna mendiagnosa penyakit ini. Keluhan subjektif yang disampaikan pasien seringkali tidak banyak menolong karena memang umumnya gejala tidak spesifik.

Namun memang ada beberapa gejala yang sudah mengarahkan pikiran dokter ke kemungkinan tumor tertentu, misalnya :

- Sering keluar darah pada kemaluan setelah berhubungan seksual tanpa sebab jelas. Biasanya perlu dicurigai ke arah kanker leher rahim.

- Benjolan payudara yang keras dengan putting susu yang tertarik ke dalam, perlu dipertimbangkan kanker payudara.

- Batuk darah pada perokok berat yang berusia > 50 tahun seringnya terkait kanker paru.

- Perubahan feses menjadi kecil-kecil serta terdapatnya darah di dalamnya dapat dicurigai kanker usus besar.

Dari berbagai keluhan ini maka akan dilakukan pemeriksaan fisik klinis terhadap tubuh terkait. Seringkali diperlukan pemeriksaan dalam seperti colok dubur (memasukkan jari ke dalam lubang pantat) atau colok vagina. Tetapi seringkali semua prosedur ini baru menghasilkan suatu diagnosa presumptive atau dugaan pada sebagian besar kasus, sehingga pemeriksaan penunjang diperlukan.

Pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan dapat yang sederhana dan relative murah sampai yang supermahal dan canggih. Prinsipnya semakin aneh dan sulit suatu tumor maka diperlukan pemeriksaan yang lebih canggih dan mahal. Antara lain pemeriksaan penujang yang dilakukan adalah foto roentgen , CT-scan, MRI, USG, biopsy (sebagian atau seluruh jaringan yang dicurigai diambil dan diperiksa dibawah mikroskop) , bronkoskopi (memasukkan selang berkamera ke dalam saluran napas), endoscopy (memasukkan selang berkamera ke dalam saluran cerna, bisa lewat mulut atau dubur), pemeriksaan darah, pemeriksaan feses, Pap’s smear dan mammografi (foto roentgen khusus untuk payudara).

Di antara semua jenis pemeriksaan penunjang ini, pemeriksaan yang dapat memastikan jenis tumor dan derajad keganasannya adalah biopsy. Seperti yang disinggung sebelumnya, dalam hal penyakit tumor dikenal pemeriksaan skrining yang artinya deteksi dini akan kehadiran tumor tersebut sehingga penatalaksanaan dapat memberikan hasil lebih optimal. Deteksi dini adalah hal terpenting dalam penatalaksanaan tumor, khususnya kanker. Bahkan ada beberapa cara deteksi dini yang dapat dilakukan pasien sendiri, contohnya memeriksa payudara sendiri tiap bulan sehabis mens (SADARI-Periksa Payudara Sendiri) untuk mendeteksi adanya tumor pada payudara.

Namun sayangnya tidak semua jenis tumor memiliki cara skrining yang tepat. Berbagai kanker ganas seperti kanker paru, pancreas, lambung, ovarium seringkali terluput dari gejala keluhan maupun pemeriksaan klinis sehingga datang-datang sudah dalam tahap lanjut yang sulit ditangani lagi. Beruntungnya, dua jenis kanker tersering pada kaum wanita, yaitu kanker payudara dan leher rahim, memiliki deteksi dini yang cukup akurat. Pap’s smear masih menjadi skrining efektif bagi kanker leher rahim maupun kanker endometrium (dinding rahim), sedangkan mammografi dikombinasi dengan SADARI dan USG efektif digunakan sebagai skrining kanker payudara.

Jadi jangan sia-siakan keuntungan ini bagi kaum wanita, berkonsultasilah dengan dokter dan lakukan skrining dengan teratur. Selain mengetahui jenis tumornya, khusus untuk tumor ganas atau kanker, penting pula diketahui klasifikasi atau derajadnya. Secara umum, semakin kecil derajat kanker maka semakin dapat ditanggulangi dan prognosis (harapan kesembuhan dan hidup) jauh lebih besar.

Ada 2 sistem klasifikasi tumor yaitu grading dan staging. Dalam grading, klasifikasi tumor berdasarkan gambaran jaringan pada mikroskop, yaitu dari hasil biopsy (gambaran histopatologik). Di sini dinilai tingkat anaplastik atau differensiasi sel-sel kanker, semakin kacau gambaran sel (semakin anaplastik) semakin tinggi derajatnya dan berarti semakin ganas kanker tersebut.

Sedangkan staging didapatkan dari pemeriksaan klinis-penunjang, dan umumnya derajatnya dinilai berdasarkan ukuran besar tumor induk, sudah menyebar ke kelenjar limfe atau belum serta sudah bermetastasis atau belum. Yang lebih bermakna dalam terapi adalah klasifikasi berdasarkan staging ini. Semakin tinggi staging, misalnya kanker yang sudah bermetastasis, maka pengobatan akan menemukan jalan buntu dan harapan hidup berkurang.

Pengobatan tumor ada berbagai macam, secara umum merupakan kombinasi antara operasi, radiasi dan kimia (kemoterapi). Tumor jinak jika mengganggu dan memungkinkan biasanya dioperasi dan diangkat. Dan selanjutnya kekambuhan jarang terjadi. Tumor jinak tidak memerlukan terapi radiasi maupun kemoterapi. Berbeda dengan tumor jinak, hanya kanker stadium sangat awal saja yang dapat diterapi dengan operasi semata, selebihnya biasanya diterapi kombinasi antar ketiga macam jenis terapi di atas.

Kanker dengan staging rendah umumnya dengan dioperasi pengangkatan yang baik dan dilanjutkan dengan radiasi terhadap kemungkinan adanya sel-sel yang tertinggal di sekitar daerah yang dioperasi, maka dapat menyembuhkan penderita. Pada kanker yang sudah bermetastasis, tambahan kemoterapi yang berupa obat yang disuntikkan ke pembuluh darah dimaksudkan untuk mengejar dan membunuh sel-sel kanker yang sudah berkeliaran ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah atau limfe. Dan biasanya dalam tahap lanjut, terapi kanker hanya ditujukan paliatif yang berarti bertujuan mempanjang usia dan meringankan gejala yang membuat pasien menderita. Terapi paliatif tidak bertujuan menyembuhkan, karena memang kanker sudah relative sulit disembuhkan pada stadium lanjut.

Kapan diperlukan radiasi antara lain berdasarkan sensitivitas jenis sel kanker terhadap radiasi. Ada beberapa sel kanker yang memang sangat peka diradiasi dan memberikan hasil baik seperti kanker dari sel-sel embrional (contoh testis), atau sel-sel darah dan limfe (contoh limfoma). Tetapi ada beberapa sel kanker yang memang kebal terhadap penyinaran. Terkadang radiasi dilakukan sebelum operasi dengan tujuan kanker sedikit mengecil sehingga operasi lebih mudah dengan lebih sedikit efek samping. Permasalahan pengobatan kanker adalah kompleks, tidak semudah yang dituliskan diatas.

Walaupun secara teoritis radiasi dan kemoterapi dapat membunuh kanker dan operasi dapat membuang kanker, terdapat batasan nyata terhadap upaya-upaya ini. Hal ini dikarenakan penyakit kanker disebabkan oleh agen yang unik, yaitu sel tubuh sendiri yang kehilangan kontrol dan membangkang terhadap koordinasi selular. Tentunya ini berbeda dengan penyakit lain pada umumnya yang disebabkan oleh agen asing seperti virus, bakteri. Akibatnya pengobatan terhadap kanker seperti radiasi dan kemoterapi secara klinis akan membunuh sel-sel normal yang terkena juga. Oleh karena itu walaupun dunia kedokteran sudah menemukan dosis radiasi yang dapat mematikan kanker tetapi penyinaran sebesar dosis itu mustahil dilakukan karena itu berarti merusak jaringan normal yang ada disekitarnya juga. Bayangkan jika kanker berada di hati dan dengan radiasi berarti hati pun ikut rusak, hal itu akan mendatangkan kematian pula di kemudian hari.

Demikian pula dengan kemoterapi yang merupakan zat kimia racun terhebat bagi sel, bukan semata sel kanker, tetapi juga sel tubuh normal yang menyerapnya. Akibatnya mereka yang menjalani radiaoterapi maupun kemoterapi akan sarat dengan efek samping seperti, mual-muntah, badan kurus, kulit kering dan membusuk, rambut-alis rontok, badan lemah, sakit kepala dan banyak lagi.

Pengobatan terhadap kanker saat ini masih merupakan tantangan yang besar bagi dunia kedokteran modern. Dan semoga kelak dapat ditemukan obat ampuh yang dapat mengeliminasi kanker dari tubuh tanpa efek samping yang berlebih.

Bookmark and Share

Tag/Label tumor, kanker, terapi
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
88 komentar pada warta ini
Kamis, 17-01-2008 13:47:05 oleh: Meidy

Kadang-kadang masih banyak orang yang takut kalau hendak dibiopsi karena terbentuk suatu opini di masyarakat kita bahwa kalo tumor dikorek atau dioperasi dan kebetulan tumor ganas atau kanker itu akan lebih berbahaya karena akan lebih cepat menyebar. Ini gimana, dok ?

PET (Positron Emission Tomography) juga salah satu alat untuk mendeteksi kanker.
Selain Pap's smear ada juga yang namanya Pap Net yang katanya lebih akurat hasil daripada pap's smear.
Bener gak, dok ?




Kamis, 17-01-2008 14:46:38 oleh: Micky Jo

Awalnya alm.abang saya hanya mengeluh adanya benjolan yang diperkirakan bisul dibawah ketiaknya, namun saat diperiksakan kedokter dan dokter melakukan biopsi. Setelah operasi kecil tersebut, luka bekas biopsi malah membesar dan akhirnya alm. harus menjalani operasi hingga 3 kali..dan diketahui bila alm.abang saya terkena kanker kelenjar getah bening. Dan kebanyakan dari para dokter yang menangani penyakit alm,menyayangkan sikap dokter yang terlalu terburu2 melakukan biopsi..bila tidak,mungkin dengan penyinaran dapat dilakukan pencegahan...:(



Jumat, 18-01-2008 11:06:04 oleh: Leonardo Paskah S

Mengenai biopsi, prosedur tersebut merupakan diagnosa pasti suatu benjolan itu tumor atau bukan, dan jika tumor berupa jaringan ganas atau bukan. Tentunya hasil biopsi sangat berguna bagi menilik tingkat keganasan dan menentukan regimen terapi yang tepat. Biopsi itu ada 2 macam, yaitu biopsi insisional (hanya memotong sebagian tumor)dan eksisional (mengangkat semua bagian/benjolan). Biopsi yang ideal bagi tumor yg dicurigai ganas adalah eksisional, yaitu mencabut semua akarnya. Biopsi insisional memang sudah lama menjadi isu hangat di dunia medis karena memungkinkan penyebaran jaringan ganas melalui pembuluh darah/limfe yang terbuka. Di dunia bedah juga dikenal teknik NO TOUCH bagi kanker (artinya tidak boleh banyak di otak-atik). Jadi jika perkiraan klinis bahwa tumor itu ganas biasanya yang dilakukan adalah biopsi eksisional sehingga kemungkinan penyebaran dapat seminimal mungkin (tergantung kanker itu sendiri sudah stadium lanjut belum, yang berarti sebelum di biopsi pun sudah menyebar). Tetapi ada kala nya jika kanker sudah sedemikian luas dan besar yang dilakukan tetap biopsi insisional, tetapi hal tersebut didukung teknik yang baik serta umumnya diikuti terapi adjuvan (lanjutan) seperti penyinaran atau kemoterapi untuk menghancurkan sebagian sel-sel yang mungkin telanjur menyebar.

Jadi kesimpulannya, biopsi masih merupakan prosedur terpenting dalam diagnosa jenis tumor dan menyokong terapi lanjutan, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Dengan teknik yang tepat semua ketakutan efek samping tindakan ini dapat disangkal, jadi tidak perlu khawatir. Justru jika biopsi dihindari sehingga diagnosa tidak tepat maka toh kanker itu akan menyebar juga karena terapinya tidak tepat.





Jumat, 18-01-2008 11:17:52 oleh: Leonardo Paskah S

Paps smear masih merupakan prosedur ajuan sebagai skrining awal CA Servix, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara maju. Teknik ini masih yang terbaik dari berbagai segi, yaitu keefktifan, kepraktisan dan biaya. Kepraktisan dan biaya selalu penting bagi prosedur skrining karena skrining ditujukan merakyat sehingga cakupannya luas.
Bersamaan dengan vaksinasi HPV, skrining rutin Pap's smear berdasarkan hasil penelitian dinyatakan efektif lebih dari 90% untuk mencegah CA cervix.
Seiring kasus CA servix semakin merajarela, maka banyak instansi berlomba-lomba memunculkan berbagai prosedur deteksi lainnya yang lebih canggih dan efektif seperti halnya Pap's Net. Tetapi saya sendiri belum pernah membaca tentang adanya rekomendasi WHO untuk menjadikan Pap's Net lebih unggul sebagai prosedur skrining. Artinya Pap's Net masih dalam penelitian lanjut atau dapat digunakan untuk tahapan deteksi selanjutnya setelah Pap's Smear yang sederhana.
Demikianlah yang terjadi dalam dunia kedokteran, selalu ada teknik diagnosa / terapi baru yang lebih modern seiring perkembangan teknologi. Apa yang merupakan acuan hari ini mungkin 5 tahun lagi sudah usang, akibatnya kami di dunia medis harus terus belajar untuk mengikuti arus modernisasi seperti demikian. Dan saya salut pada Anda yang rajin mengikuti perkembangan medis terkini.
Salam




Jumat, 18-01-2008 11:24:38 oleh: Leonardo Paskah S

Bagi Saudara Micky,
Saya turut berduka cita akan Abang Saudara.Saya percaya bahwa Saudara telah melakukan yang terbaik bagi kesembuhan Abang Anda waktu itu.

Mengenai Limfoma sendiri, limfoma merupakan tumor ganas yang sangat cepat menyebar karena lokasinya yang ebrkaitan dengan sistem sirkulasi. Biopsi tentu saja prosedur yang mutlak dalam diagnosa keganasan kelenjar limfe, hal ini dikarenakan limfoma sulit didiagnosa secara klinis semata, berbeda misalnya dengan kanker payudara. Jadi terlepas benar salahnya tindakan dokter yang Anda sayangkan, penyebaran yang terjadi bergantung pada stadium apa Abang Saudara berobat. Karena umumnya pasien limfoma sering datang dalam stadium sudah lanjut karena memang gejalanya samar-samar dan kurang keluhan. Tentunya dalam stadium seperti demikian, walaupun tidak dibiopsi pun penyebaran telah terjadi.
Trima Kasih




Jumat, 18-01-2008 21:31:42 oleh: Micky Jo

Memang waktunya cepat sekali..hanya 4 bulan dan abang saya meninggalkan kami semua...terima kasih ya atas penjelasannya.



Rabu, 23-01-2008 00:11:56 oleh: hasana

teman saya di vonis kanker otak dengan jenis malignat dan subjenis carcinoma. itu artinya apa ya. dan apakah itu termasuk yg sangat bahaya dan apabila operasi, berapa lama perawatan pasca operasi.terimak asih



Selasa, 12-02-2008 17:11:16 oleh: Leonardo Paskah S

Saudara Hasana, istilah malignant dan carcinoma itu mengacu bahwa tumor di otak teman Anda adalah ganas. Keganasan pada jaringan otak bisa berasal dari sel-sel dari otak sendiri maupun merupakan anak sebar / metastasis dari kanker di bagian tubuh lain. Jika kanker itu adalah berasal dari sel-sel otak sendiri dan stadiumnya masih dini,operasi adalh mutlak diperlukan (jika faktor kondisi tubu memungkinkan, contohnya usia). Tetapi jika kanker itu merupakan anak sebar dari kanker lain umumnya pertimbangan operasi lebih berkaitan dengan banyak hal karena prinsipnya perjalanan penyakit sudah terlampau jauh (stadium lanjut). Operasi pada kasus terakhir hanya sebagai paliatif (pereda gejala yang ada, misal adanya sakit kepala tak tertahankan, kelumpuhan dsb). Setelah operasi, umumny pasien memerlukan fasilitasi dan perawatan jangka panjang, menyerupai pasien stroke, karena memang sebagian sel-sel fungsional otak nya ada yang dibuang sehingga akan menimbulkan 'kecacatan' dalam batas tertentu. Demikian, semoga memperjelas pertanyaan Anda. Thx



Jumat, 28-03-2008 08:16:31 oleh: Meidy

Saya mempunyai kebiasaan untuk periksa lab. Untuk penanda tumor di lembaran pemeriksaan ada AFP dan CEA sesudah itu ada CA 19-9, CA 72-4, CA 125 dst.
Yang ingin saya tanyakan mis orang tersebut mempunyai FAM, apakah yang harus diperiksa CEA saja atau CEA dan CA 125.

Soal dokter SpJ atau SS (jawab di sini saja ya), adik saya kebetulan SS tapi bukan di Jakarta. Dia tamatan Unika Atma Jakarta tp brevet spesialis ambil di daerah setelah selesai PTT.

Btw di Husada, ada dokter P (radiolog) ya kalo gak salah ? Saudaraku yang dokter di sini anjurin kalo mau MRI atau MS CT sebaiknya di sana, beliau ada juga di Medistra.






Jumat, 04-04-2008 19:01:04 oleh: Leonardo Paskah S

Mbak Meidy..antigen CA diatas digunakan untuk salah satu penguat diagnosa suatu jenis keganasan, umumnya bersifat sensitif tapi kurang spesifik. Misalnya CEA meningkat bukan hanya untuk kanker testis tapi juga kanker usus besar. FAM itu bukan dan nyaris tidak pernah jadi ganas sehingga yaa ga ada antigeniknya. Jadi untuk FAM dari anamnesa dan pemeriksaan fisik saja sangat mudah dikenali, bahkan kewajiban dokter umum juga untuk dapat mengenali FAM. Jika klinis agak meragukan biasanya dengan USG saja sudah cukup jelas didiagnosa.
CA 125 itu skrining untuk CA ovarium umumnya. CA 19-9 untuk pankreas, AFP umumnya untuk kanker hati dan masih banyak lagi perkembangan terbaru...
umumnya tumor marker seperti itu lebih bermakna untuk mengontrol efek terapi, jadi jika terapi efektif, umumnya tumor marker juga menurun dengan cepat. Untuk diagnosa, biasanya digunakan sebagai lini belakangan, sebagai penunjang saja..

Oh adik Mbak Meidy berarti kakak alumnus saya dunk yah...salam ya Mbak..
thx




Jumat, 04-04-2008 22:05:40 oleh: Meidy

Thanks atas penjelasannya, dok. Untuk kanker payudara CA 15-3 ya..
Jadi kalo seandainya punya beberapa FAM dibiarin saja gak apa-apa ya ? Atau mau gak mau sebaiknya dibuang. Saya gak mau dibius total (dokternya gak mau, yaa jadi no deal deh).


Iya, nanti saya sampaikan salamnnya utk adik saya. Kebetulan hari Minggu nginap di Jakarta semalam sebelum pulang kampung.




Senin, 07-04-2008 11:51:09 oleh: Leonardo Paskah S

oh iya tul CA 15-3 tuk payudara, jadi lupa..
Tentang FAM, ini pertanyaan yang memang sering ditanyakan. Sebenarnya FAM itu sama sekali tidak berbahaya, tetapi FAM itu sifatnya sama seperti tumor jinak lainnya yaitu terus tumbuh, salah satunya dipengaruhi faktor hormonal. Jadi jika dibiarkan suatu saat tidak mustahil ukurannya menjadi cukup besar. Jadi prinsipnya hari ini atau nanti FAM memang akan diangkat karena suatu saat akan membesar dan mengganggu kosmetik serta pergerakan dada tuk bernapas. Dan kebanyakan dianjurkan untuk dioperasi saat kecil akar sayaran pasca bedahnya minimal ketimbang nanti sudah besar yang akan menimbulkan cacat pada kulit lebih besar.
Umumnya memang anestesi umum karena zonanya diatas batang badan sehingga anestesi spinal cukup beresiko. Cara anestesi lain yang lebih merepotkan ahli anestesi adalah anestesi lokal atau blok pangkal saraf, dengan syarat FAM nya masih kecil dan satu.
Pasca operasi seringkali bisa tumbuh FAM lagi, umumnya bukan karena operasi dulu kurang bersih, melainkan FAM itu sifatnya terkadang multipel, jadi mungkin FAM yang sekarang nongol dulunya masih belum nyata dan tidak teraba atau terdeteksi.
Salam Sehat selalu, smga bisa jadi pertimbangan tuk Mbak Meidy yah...




Kamis, 10-04-2008 15:00:03 oleh: inaka widyasari

saya mau tanya mengenai tumor di tulang ekor,
hari ini ibu saya usia 65 th , di biopsy..
karena hasil dari mri , diduga ada benjolan di tulang ekor. yang ingin saya tanyakan, berapa besar kemungkinan hidup ibu saya dan masihkah ada harapan untuk ibu karena faktor usia tersebut? ada tidak jalan selain di sinar untuk menjinakan tumor tersebut ?




Selasa, 15-04-2008 19:44:05 oleh: yani

artikel ini sangat berguna sekali. btw, hasil ct scan mertua saya menunjukkan ada tumor nasofaring dan harus di biopsi, tapi dokter bilang kalo nanti ada kemungkinan ada pendarahan.
dan ini sangat mengkhawatirkan mengingat usia beliau 63 th.
kira2x alternatif lain apa ya selain biopsi?




Rabu, 16-04-2008 20:53:38 oleh: Leonardo Paskah S

Untuk Mbak Inaka..sayangnya saya tidak tahu hasil kesimpulan biopsinya , termasuk jenis dan derajad keganasannya jadi saya tidak berani berbicara banyak..namun saya harap dukungan dari keluarga akan sangat berarti bagi ibu Anda lagipula mengenai usia manusia hanya Tuhan yg tahu...sebaiknya sejak sekrg ibu Anda mulai mengadopsi gaya hidup sehat seperti banyak makan serat, hindari bakar-bakaran, gorengan, pengawet. Suplemen antioksidan, susu kedelai boleh dicoba. Semoga dengan demikian kondisi fisik ibu Anda akn lebih segar..

Untuk Mbak Yani, saya kira tahap lanjutan dari diagnosa tumor nasofaring setelah CT scan dan MRI adalah endoskopi yg diikuti biopsi. Biopsi masih merupkan prosedur paling tepat menentukan jenis kanker. Dalam keadaan biopsi tidak dapat dilakukan maka prosedur imaging seperti CT scan dan MRI ditambah interpretasi dokter berperanan memperkirakan jenis kanker tersebut. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter THT-bedah onkologi. Namun saya kira operasi sulit untuk diwujudkan terkait faktor usia karena operasi di daerah leher adalah salah satu op yg beresiko tinggi..




Kamis, 17-04-2008 08:12:25 oleh: Meidy

** OOT : Kamu minat jadi SpJ ? Besok ada Simposium Jantung di Ritz Carlton Kuningan. Namanya saya lupa tapi bukan WECOC. Ayah saya ikutan tuh, hari ini datang dari kampung.



Senin, 21-04-2008 23:46:06 oleh: Leonardo Paskah S

oh iya Mbak Meidy..saya ikut acara yg kemarin itu, ASMIHA 17th, annual simposium kardiologi Indonesia. Sayang saya tidak kenal ayah Mbak Meidy hehe...trims..
sekrg saya lagi kerja sekaligus nebeng dokter jantung di RS di Medan nih..mohon doanya, apalgi Mbak Meidy baru pulang dari Lourdes ,hawanya masih kuat haha...




Selasa, 08-07-2008 14:10:53 oleh: Ignatius Kusnoko

Wah artikel yg sangat bagus nih...

Ibu Saya terdeteksi ada Tomur setelah di lakukan CT Scan dan sdh sebesar Kepala bayi...di dalam perutnya...waktu itu saya konsultasikan ke Dokter peny.Dalam di tanjung duren..Dia bilang ini Kanker dan kalaupun dioperasi atau di biopsi tdk banyak membantu hanya di suruh pasrah saja..BTW letak tomurnya dekat pankreas bukan di pankreas hanya saja menekan pankreas...Jenis Tumor apakah Ini ?, hasil tes darah bagus semua hanya ada tomur markernya 12.25 dan hasil kesimpulan CT Scan kalau Pankreasnya masih bekerja dengan baik...apakah yg harus kami lakukan ? Ibu saya sdh berumur 62th...sekarang Ibu tdk dibawa kedokter hanya berobat Alternatif (minum Jamu godog) Dan Berdoa saja...karena Ibu Saya tdk mau kalau hrs dirawat di RSCM karena Dokternya Bilang Hanya bisa di RSCM...

Terima Kasih
GBU




Selasa, 08-07-2008 14:28:01 oleh: Leonardo Paskah S

Salam Bung Ignatius;

wah tentunya saya tidak jelas tumor apakah itu karena harusnya pihak dokter yang membaca CT Scan yang berkewajiban menjelaskan asal si tumor kepada Anda dan keluarga. Sayangnya Anda hanya mengatakan 'tumor marker' yang meningkat, padahal jenis tumor marker ada banyak misalnya CA 19-9 untuk penanda kanker prankreas, CEA biasanya untuk kanker kolon dsb.

Jika Anda mengatakan daerah tumor di sekitar pankreas yang paling sering saya jumpai di tempat tugas umumnya berupa kanker lambung, hati atau kepala (caput) pankreas. Kanker di daerah sini dapat saja menutup jalannya aliran empedu sehingga penderita bisa bewarna kuning gelap dan umumnya kondisi ini kurang baik dalam hal harapan medisnya.

Saat ini kemajuan dalam hal tekno-medis sudah sedemikian maju, juga di Indonesia. Tidak ada kata pasrah sebelum mencoba, jadi saya sarankan ibu Anda dibawa ke pihak yang tepat sebelum mencoba pengobatan alternatif. Sesuai namanya 'alternatif' maka hendaknya terapi demikian dijadikan pilihan setelah terapi utamanya (medis) dicoba dulu.Yang tepat ibu Anda dibawa ke dokter spesialis bedah digestif, tidak harus ke RSCM, tapi ke RS lain juga tidak masalah.

Salam sehat untuk ibu Bung Ignatius..




Selasa, 08-07-2008 15:14:43 oleh: Meidy

Saya mendengar nasehat yang sama dengan nasehat dokter Leonardo dari adik saya karena saya bandel belum mau dioperasi. Mau nyoba2 pengobatan alternatif. Adik saya malah bilang kalo itu benar-benar bagus, gak ada lagi yang namanya Fakultas Kedokteran. Kalo terjadi 'sesuatu' apa yang namanya alternatif bisa dituntut ???

Dokter Leonardo, mungkin seandainya Anda melihat ayah saya, Anda tidak menyangka bahwa seorang dokter.. mungkin disangka 'tukang foto'. Setiap kali seminar, simposium selalu stand by dengan 'kameranya'.

Ini agak OOT.. mumpung Anda lagi nebeng kerja dengan SpJ. Minum CoQ10 itu apa itu bagus ? Sekarang saya lagi minum dosis 50mg 2 x 1 sehari. Dulu saya pernah minum yang namanya Corsel, apa itu lebih bagus ?
Thanks...

Membaca Anda lagi nebeng dengan SpJ jadi ingat film Grey's Anatomy (kalo House belum tertarik nonton).




Jumat, 11-07-2008 10:35:13 oleh: Ignatius Kusnoko

Salam Dokter Leonardo,

Terima kasih atas sarannya, Hanya saja yg menjadi pertanyaan kami harus bawa ke dokter/RS yg mana ? yg ada dijakarta dan tingkat keberhasilannya bagaimana ? karena kami memiliki pengalaman dalam Hal Kanker, Abang saya terkena Kanker getah bening yg terletak di Kuping dan sampai 3x operasi dan banyak terapi yg dilakukan sampai 2tahun dan keadaan Abang saya tdk membaik dan mengalami seperti luka yg tdk sembuh dibagian kupingnya dan akhirnya Tdk bisa sembuh dipanggil Tuhan utk Selamanya.

Dan saya Mau bertanya Kanker ini khan katanya keturunan,apakah ada cara utk mendeteksi awal ada tdknya Kanker di dlm tubuh kita ?

Karena Kalau Ibu saya sdh terdapat Tumor yg sebesar ini sdh berapa lama ya ? karena Ibu saya baru merasakan sakit itu sekitar 2blnan disekitar lambung dan baru mengalami demam baru 4hari sebelum CT Scan Dilakukan.

Terima Kasih
GBU





Senin, 14-07-2008 09:38:54 oleh: Leonardo Paskah S

Haha...Mbak Meidy emank bisa2 aja..

Kemarin2 saya sudah kerja Mbak, sebagai dokter jaga ICU-Rawat Inap di RS Martha Friska Medan. Nah sekrng nih baru mau beljar jnatung dg nebeng ma SpJP nya ke Jogja (kenalan ayah saya).

Btw, coQ10 adalah enzim untuk stimulan ATP (energi otot), jd hitungannya mirip seperti suplemen. Diminum boleh, tidak juga ga masalah selama ototnya ga ada problem. Pada org2 dengan gangguan otot misal nyeri otot (myalgia) karena penyakit sekunder, suuplemen semacam ini memang dianjurkan. Salah satunya mereka yang sedang dalam terapi obat2 statin (simvastatin, lipitor dll) seringkali efek sampingnya myalgia, jadi coQ10 dapat dipertimbangkan walaupun studi klinis menunjukkan tidak banyak manfaat sebenarnya..

tapi yah gpp dikonsumsi saja, wonk namanya cuma suplemen dan aman kok..
Salam buat ayah Mbak Mei...

Mpe ketemu di Jogja (RS.Panti Rapih) haha




Senin, 14-07-2008 09:53:23 oleh: Leonardo Paskah S

Tuk Bung Ignatius,

Untuk kasus kanker teratas tentunya saya menganjurkan ibu Anda dibawa saja ke pusat rujukan nasional kanker yaitu di RS.Dharmais, tentunya disana semua para pakar subspesialisasi dan peralatan adalah nomor wahid di Indo. Ada beberapa RS swasta lain yg saya tahu konsen di masalah kanker juga, tapi maaf, saya tentunya tidak etis sebagai dokter untuk menyebutkan namanya.
Sudah berapa lama penyakit ibu Anda ? itu sulit menduganya, tapi pada awalnya hampir semua kanker tidak ada keluhan apa-apa pada pasien. Jadi diperlukan pemeriksaan lanjut unutk mengetahuinya. Umumnya kanker (keganasan) memang berkembangnya cepat, dalam 1 tahun sudah dapat berukuran besar bermakna.

Untuk masalah abang Anda, saya kira untuk masalah kanker (keganasan), sebagai terapi umumnya ada 2 hal yg perlu diingat; kanker yang stadium lanjut (tidak bisa diterapi optimal sehingga hanya bertujuan mengurangi gejala dan menekan progresivitas) serta kanker pada stadium awal yang dapat diterapi baik. Kanker getah bening ( limfoma) seringkali memang baru ketahuan telat akibatnya stadium lanjut seringkali sudah dijumpai saat ke dokter. Mungkin tujuan pengobatan Abang Anda hanya bersifat seperti point pertama tadi karena stadium lanjut sudah dijumpai.

Kanker memang memiliki faktor bakat tentunya itu tidak bisa dimodifikasi. Yang penting adalah upaya modifikasi faktor lingkungan agar pencegahan dapat dilakukan misal perhatikan makanan (kurangi pengawet,makan banyak sayur,kurangi bakar2an hingga gosong dll), jauhi rokok dll..sayangnya tidak semua kanker ada tes skrining (deteksi dininya), misalnya kanker paru ya sampai sekrg belum ada skrining optimalnya. Beberapa skrining yang efektif misalnya paps smear untuk kanker leher rahim, mammografi untuk kanker payudara, tes DNA-darah samar untuk kanker usus besar.





Rabu, 16-07-2008 09:53:03 oleh: Ignatius Kusnoko

Selamat Pagi Dokter Leonardo,

Terima Kasih atas saran Dokter utk ke Dokter spesialis bedah digesif,Kami sudah melaksanakannya Dok, dan memang ternyata Tomur ini belum bisa dikatakan ganas oleh Dokter yg memeriksanya sampai Tomur ini diangkat dan menyarankan Endoskopi dahulu sebelum melakukan pembedahan utk mengetahui secara jelas dimana letaknya dan organ mana yg harus ikut diangkat cuma kemarin Dokternya bilang kemungkinan besar yg kena adalah Limfa, dan Lambung yg akan kena, nah salahnya kami tdk menanyakan efek sampingnya kalau organ ini diangkat, apakah ada penggantinya atau Ibu kami tdk akan mempunyai lambung lagi ?
Dan Bagaimana dengan Umur Ibu Kami yg sudah 62th, masih memungkinkan tdk utk Operasi seperti ini ?

Kami sebagai anak maunya berusaha sekuat kami dan tidak ada kata pasrah kalau belum berusaha.

Mohon Penjelasannya Terima Kasih.
GBU




Rabu, 16-07-2008 10:05:37 oleh: Leonardo Paskah S

Saya kira pendapat dan prosedur dokter bersangkutan sudah tepat, jadi teruskan saja usaha keluarga, pasti ada jalan terbaik dari semua ini ya Mas..

Limpa saya kira tidak masalh diangkat pada pasien dewasa, sedangkan lambung ya tentu saja bermasalah karena untuk problem kanker, tentunya semua bagian lambung harus dibuang ( tergantung stadiumnya juga), tapi bedah rekonstruksi saat ini sudah sangat maju, sehingga ada berbagai teknik operasi yang membuat lambung buatan bersamaan dengan operasi pengankatan lambung asli tersebut. Jadi saya kira ibu Anda kurang lebih akan dapat makan seperti sediakala andaikata lambungnya diangkat.

Mengenai usia untuk operasi, jika ibu Anda sehat2 saja, walaupun usianya berapapun masih memungkinkan untuk dioperasi. Yang repot jika adalah masalah fungsi paru kronis, jantung maupun ginjal, tentunya hal ini akan menyulitkan keputusan untuk dioperasi. Untuk mengetahui faktor2 resiko semacam demikian pastinya dokter bedah akan menganjurkan berbagai pemeriksaan pendahuluan persiapan untuk bedah, untuk mengetahui berbagai fungsi organ2 penting tadi (misalnya dengan cek lab darah lengkap, foto rontgen dada, rekam jantung,dll).

trims, semoga bermanfaat!
Sukses untuk usaha Anda dan keluarga




Jumat, 18-07-2008 18:51:11 oleh: ALBERT

Selamat malam dokter Leonardo,

Sy Albert (38 th). Terima Kasih atas adanya artikel ini. Dokter dibawah kuping sebelah kanan ada benjolan yang sudah 1 tahun lamanya (kecil kemudian membesar) .

Dari hasil MSCT Scan Nasofaring di simpulkan sbb : Massa aspek maligna atap & dinding lateral kanan nasofaring yg mengobliterasi torus tubarius kanan yg ke anterior mencapai khoana, tdk dijumpai perluasan massa kekavum nasi, sinus paranasalis, intrakranial / ke orofaring disertai multipel pembesaran kelenjar getah bening yg sebagian berkonglomerasi di cervical bilateral. submandibula bilateral dan submental, ukuran terbesar 3,81x4,33x5,85cm dicervical kanan, sgt mencurigakan suatu KNF T1N2cMx, sinusitas maksilaris kiri & ethmoidalis bilateral. Deviasi ringan septum nasi kekanan. Lesi aspek benign tiroid kiri, tdk tampak kalsifikasi didalamnya. Spondyloarthrosis cervicalis dg bulging disk V.C 2-3, V.C 4-5 s/d V.C 6-7. Tdk tampak metastasis tulang yang terlihat.Sy Sdh test HTG & hasilnya baik.

3 dokter spesialis meminta sy dibiopsi,1 dokter di Yogja pun demikian. Memang sejak awal sy sangat bimbang sekali dg biopsi ini, family yg calon dokter jg memberitahukan resiko jk dibiopsi, apalagi mendengar cerita sdr.Micky Jo.

Apakah ada jalan lain dok.

Sy tdk takut mati, hanya sy tdk mau buang uang ratusan juta dan pun akhirnya mati juga. Apalagi dijaman yg sulit ini & ada 2 org anak yg msh kecil. Juga mohon sdr. Micky Jo mau sharing ttg abangnya donx dr biopsi s/d meninggal ke bbm_93@yahoo.com. Ini sgt penting buat sy dlm mengambil keputusan. Keluarga menyarankan sy utk berobat ke cina, sy ragu apakah cara mereka mengobatinya sama dg dokter di Indonesia. Jk sama ngapain buang uang yg lbh besar lagi utk ke cina. Mohon sarannya dokter, Terima kasih banyak.

GBU





Selasa, 05-08-2008 16:02:15 oleh: Ignatius Kusnoko

Selamat Sore,

Ibu Saya sdh Dilakukan Endoscopie dan yg menjadi pertanyaan adalah Kok sekarang tomur itu mengalami luka ya, apakah ini berbahaya ?

Terima Kasih,
Kusno




Rabu, 27-08-2008 15:58:54 oleh: Ignatius Kusnoko

Selamat Sore Dokter Leonardo,

Ibu Saya sdh dilakukan Tindakan pengangkatan Kankernya dan Ternyata Ini jenisnya Kanker GIST dan Menurut dokter ini cukup ganas, dan sebelum melakukan terapi kemo, jaringan Kankernya hrs masuk lab terlebih dahulu utk dapat di tentukan apakah ini bisa dilakukan kemo atau tdk ?

Kalau hasilnya adalah yg tdk bisa di kemo apakah sampai disini saja pengobatan yg hrs di lakukan ?
dan kalau hrs kemo apakah biayanya ada yg lebih murah dr yg saya dengar dr dokter (utk satu bulan itu hrs menghabiskan dana sebesar 25jt) ?

Mohon Penjelasannya, terima kasih.

Kusno




Rabu, 27-08-2008 17:37:12 oleh: Leonardo Paskah S

Alo Mas Ignatius..
Maaf baru sempat saya balas.
Pertama tentunya saya turut senang karena operasi ibu Anda telah berlangsung dengan relatif lancar.
Tumor yang penampakannya kotor (berdarah, luka,dll) justru menggambarkan kecurigaan yang lebih besar akan keganasannya, hal itu disebabkan jaringan ganas umumnya kaya vaskularisasi namun rapuh sehingga mudah robek dan berdarah tanpa rasa sakit yang berlebihan.

Tindakan biopsi pasca operasi adalah wajib untuk mengetahui jenis dan grade secara histologi untuk suatu kanker. Kanker lambung itu ada banyak sel penyebabnya dan biopsi (lab) tersebutlah yang akan menentukannya.
Sel ganas ada yang sensitif ada juga yang kebal akan kemoterapi/radioterapi, sehingga terapi adjuvan (lanjutan) pasca operasi pengangkatan primer akan disesuaikan terhadap hasil lab nanti. Jenis dan harga obat kemoterapi memang sangat variatif, tapi umumnya memang tidak murah. Untuk lebih lanjut sebaiknya ditanyakan ke spesialis bersnagkutan karena hal tersebut sudah termasuk di sub-spesialisasi tersendiri yang di luar jangkauan saya.
Semoga sukses dan tetap semangat!




Rabu, 27-08-2008 17:51:24 oleh: Leonardo Paskah S

Saudara Albert..mohon maaf saya telat membaca komentar Anda hampir sebulan. Saya harapkan Anda telah melakukan sesuatu untuk selama sebulan ini.
Gambaran opini saya setelah apa yang Anda paparkan :
Anda menderita kanker (ganas) nasofaring (tenggorok atas) stadium lanjut yang dibuktikan dengan anak sebar ke berbagai kelenjar getah bening regional. Benjolan di bawah telinga tersebut (jika pada perabaan keras tapi tanpa nyeri) maka bisa dipastikan sebagai salah satu anak sebar ke kelenjar getah bening.

Dari gambaran diatas, anjuran mendesak yang saya rekomen kan adalah kontak ke dokter bedah THT dan umumnya tindakan yang mungkin dapat dilakukan adalah operasi pengangkatan massa sekaligus biopsi (biopsi jaringan post dioperasi).
Gambaran dari CT scan sudah mengindikasikan keperluan operasi. Dalam kasus seperti ini tidak perlu membuang waktu dan uang hanya untuk biopsi terlebih dulu karena toh buntutnya pasti dioperasi juga. Biopsi post operasi ditujukan unutk mengetahui jenis sel ganasnya sehingga strategi pengobatan adjuvan(lanjutan) dapat direncanakan.

Saya kira untuk pengobatan utama seperti operasi dsb Anda tidak perlu khawatir untuk dilakukan di Indonesia. Banyak fasilitas canggih dan pakarnya dalam kasus CA nasofaring, terutama di berbagai Rumah Sakit di Jkt (terutama di Dharmais, yang merupakan rujukan kanker di Indonesia) atau jika di Jogja maka dapat ke RS Int'l Jogja yang memang komit di bidang kanker.
Jika kemudian pengobatan alternatif ingin Anda coba, memang tidak ada salahnya menjadi ke negeri Cina sekalipun (terutama ke Guangzhou yang terkenal akan terapi alternatifnya di bidang kanker). Namun prinsipnya lakukan treatment utama dulu baru alternatif.





Rabu, 27-08-2008 17:56:27 oleh: Leonardo Paskah S

Biopsi memang ditakuti orang awam. Saya tidak jarang memiliki pengalaman akan hal ini dengan pasien praktek rumah saya. Bahkan kasus terakhir, pasien saya itu mesti saya yakinkan selama hampir 1 bulan sehingga akhirnya setuju biopsi benjolan di lehernya.

Kasus biopsi lalu meninggal perlu dicermati dengan sungguh. Kemungkinan yang tersering adalah saat di biopsi itu stadium kanker memang sudah lanjut sehingga memang sudah tinggal menunggu waktu. BUkan biopsinya yang membuat meninggal, tapi perjalanan kankernya yang telat diketahui karena seringkali banyak kanker yang sudah mencapai stadium akhir pun tanpa gejala jelas (sepert CA paru, CA usus besar,dll)

Perlu saya yakinkan bahwa biopsi secara medis di SELURUH DUNIA masih menjadi tahap diagnosa pasti dari kanker. Oleh karena itu tentunya cara tersebut adalah aman selama memang dilakukan oleh dokter ahlinya. Jadi bukannya takut melainkan justru wajib segera dilakukan agar strategi terapi tepat dapat dilakukan. Tanpa biopsi terapi adalah buta, coba-coba tembak saja.
Jadi biopsi adalah relatif aman dan memang suatu prosedural diagnostik kanker yang direkomendasikan di dunia medis internasional.




Rabu, 03-09-2008 15:32:59 oleh: fitri

selamat sore dok. ada yg mau saya tanyakan bersangkutan dengan kanker usus besar. berapa ya dok batas CEA normal utk penderita kanker? maksud saya berapa CEA kalau kanker sudah tidak ada dalam tubuh si pasien?kebetulan ibu saya terkena kanker usus besar.apa bisa dokter tolong kirim imel ke saya saja? terimakasih sebelumnya dok



Sabtu, 06-09-2008 23:50:37 oleh: Alex Xu

Selamat malam dr. Leonardo

Saya alex, mau konsultasi dokter.
Sktr 3 minggu yang lalu ibu saya tiba2 keringat dingin, bagian perut terasa sakit n kembung. Setelah diperiksa ke dokter disuruh USG n cek darah (hasilnya ada tumor di hati n AFP=832) dia divonis kanker liver. trus dikasih obat (hp pro, imreg, BRM, Baraclude) selang 2-3 hari sakit n rasa kembung hilang sampe skrg, tapi tanpa tindakan medis lanjutan sampe skrg. Yang mau saya tanyakan apakah dgn makan obat2 diatas kankernya bisa membaik? Apakah kadar/level AFP segitu uda membahayakan? Tolong beri saran apa yang semestinya keluarga kami lakukan. thank's




Senin, 08-09-2008 17:32:28 oleh: Lio Lita

Salam,

Langsung saja ya...

Kira-kira 7 bulan yang lalu saya menemukan benjolan sebesar kelereng di payudara kanan. Konsult ke dokter yang mengatakan tumor jinak, dan meminta saya untuk dimammo. Karena keterbatasan biaya, saya membiarkan.
Kira-kira sebulan yang lalu, ada benjolan lagi di payudara kiri saya, yang saya merasa semakin lama semakin membesar. Saat ini saya juga merasakan sakit hingga ke bahu. Tambahan informasi, sewaktu umur saya 13 tahun, puting payudara tumbuh bisul yang pecah sebulan kemudian. Isinya nanah dan darah, seperti bisul biasanya. Sekarang umur saya 30 tahun.
Apa yang terjadi pada diri saya? Sebentar saya akan menikah, apakah saya nanti bisa menyusui anak saya? Kalau dioperasi berapa kira-kira biayanya? Lama recovernya? Apakah ada masukan bagi diet penderita tumor dan kanker?

Terima kasih.




Selasa, 09-09-2008 11:21:01 oleh: Leonardo Paskah

Kepada Mbak Fitri: CEA bervariasi tergantung lab pengukuran, tapi yg perlu dipantau adalah penurunan signifikan pada pengukuran CEA serial setelah terapi dimulai yg artinya respon terapi baik. email saya = lpaskahs_040704@yahoo.com, silahkan kontak jika ada pertanyaan lain

Kepada Sdr.Alex, sesungguhnya biar jelas harus diketahui dulu jenis kanker hatinya, apakag hepatoma, hepatoselular Carcinoma dll. Namun pada umumnya kanker hati bersifat ganas. Penyebab paling sering adalah infeksi kronik ( umum tanpa gejala) hepatitis B/C, sehingga pemeriksaan terhadap kedua penyakit birus tsb diperlukan.Jika ternyata ibu Anda positif, mungkin skrining terhadap anggota keluarga yang sering kontak dg ibu Anda juga diperlukan agar terapi hepatitis tersebut dapat dilakukan dan pencegahan berkembangnya resiko kanker diupayakan. Pada umumnya tingginya AFP tidaklah menggambarkan semakin ganasnya kanker hati, tetapi lebih terkait dengan respon terapi saja. Saya kira pengobatan harus dituntaskan dengan konsul ke hepatolog (internis subspesialisasi di bidang penyakit hati).

Tuk Mbak Lita, jangan cemas, kasus seperti ini amat sering dijumpai pada wanita usia muda. Hanya saja ada yang aware da yang kurang. Jadi Anda tak sendiri. Umumnya penyebabnya karena hormone inbalanced. Tumor jinak payudara yang sering adalah FAM dan kista, dan berdasarkan cerita Anda, tampaknya bersifat multiple(di banyak tempat, yang teraba kebetulan yang besar2 saja). Terapi bergantung jenis yang mana, untuk kista multiple umumnya diterapi hormonal hasilnya cukup memuaskan. Untuk FAM sebaiknya dioperasi karena cepat lambat akan membesar dan jika operasi nanti berarti sayatan lebih lebar. Umumnya kedua tumor ini tidak pernah mengganggu kesuburan-menyusui maupun jarang berubah ke ganas. Silahkan berkonsultasi Dr.SpB-Onk (bedah tumor).

Trima kasih. Salam sehat selalu buat semua




Kamis, 11-09-2008 23:20:24 oleh: alex xu

Selamat malam dokter,

Sktr 3 hari yg lalu kita uda cari second opinion ke malaysia (malaka) katanya menderita "hepatoma" tapi dokternya tidak mengatakan ganas atau tidak. dan saya jua tidak berani tanya krn ada ibu saya disamping. Cuma dikasih tau solusinya ada 2, yakni operasi dan suntik. Yg mau saya tanyakan sebenarnya definisi/arti hepatoma tu apa? info +an : ibu saya umur70th, sktr 3th yg lalu perna operasi jantung (ganti klep). menurut dokter pilihan mana yg terbaik antara operasi atau suntik? Trus apa suntik tu sama dgn kemo? thank's.




Jumat, 19-09-2008 15:43:06 oleh: Ignatius Kusnoko

Selamat Sore Dokter,

Hasil Lab dari Tumor Ibu Saya berbunyi seperti ini :
1.Histologik :
- Massa Tumor sel kumparan stromamickomatssa mitosis 2/LPD

2.Immunohistokimia :
- CD117 : Positif kuat pada seluruh sel tumor
- CD 34 : Positif kuat pada seluruh sel tumor
- SMA : positif kuat focal
- s100 : Negatif

Hasilnya bagaimana Dokter, apakah ini bisa dilakukan kemoterapi dan utk Status Tomurnya apakah akan timbul kembali ?

Mohon penjelasannya.
GBU

Terima Kasih
Ignatius Kusnoko




Jumat, 19-09-2008 19:06:14 oleh: Leonardo Paskah S

Saudara Alex;
hepatoma termasuk kanker ganas hati, walaupun tidak seganas dan seburuk hepatoselular CA. Saya kira walaupun saat ini belum bergejala berat, sudah selayaknya pengobatan tepat dan tuntas dilakukan. Terapi suntik yang dimaksud adalah memang kemoterapi. Jenis pilihan terapi tergantung tahapan klinis kanker tersebut. Saya kira penanganan di RS di Jakarta lebih baik ketimbang Anda harus bersusah payah ke Malaka. Jika memang mencari kualitas terapi dengan level lebih baik utnuk kanker hati, beberapa RS di RRC lebih kompeten dan maju dalam penanganan kanker hati.Tidak tertutup kemungkinan kombinasi operasi dan kemoterapi diberlakukan nantinya. Tetap semangat, Saudara Alex! Selalu ada jalan untuk menuntaskan suatu masalah. Tuhan memberkati..

Kepada Saudara Ignatius,
saya kira kanker pada ibu Anda masih dalam status aktif berdasarkan hasil tersebut.
Kemoterapi bisa menjadi pilihan selanjutnya, apalagi jika sudah terjadi anak sebar luas.
Untuk program terapi selanjutnya mohon maaf diluar kompentensi saya karena bersifat subspesialisasi. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli bedah tumor digestif bersangkutan.
Salam sehat dan tetap semangat!




Senin, 03-11-2008 09:14:10 oleh: Nina

Pagi Dokter,

Langsung saja,

Setelah lebaran kemarin mengeluh sakit pinggang yang dia kira sakit karena kebanyakan duduk & kurang minum trus dikantor dia pingsan & dibawa ke RS, setelah diperiksa Dokter dinyatakan ada pembengkakan liver karena diselimuti jamur & karena sudah 2 minggu belum ditemukan pengobatan yang cocok akhirnya dilakukan endoskopi & biopsi, hasilnya kanker hati yang sudah penyebar ke pankreas, perkiraan dokter ada waktu 3 - 6 bulan.

Bagaimana cara pengobatannya? Apakah ada peluang sembuhnya? Apakah ada pengobatan alternatif untuk kanker tersebut?




Senin, 03-11-2008 15:09:45 oleh: Leonardo Paskah S

Aloo Mbak Nina..
mengingat sudah ada penyebaran ke organ lain, saya kira kanker hati tersebut sudah dalam stadium lanjut. Penanganan kanker hati stadium lanjut ini sulit, harapan tidak sebaik saat ditemukan pada stadium lebih awal. Namun, upaya terapi memang sebaiknnya tetap dilanjutkan untuk memperpanjang harapan hidup dan memperbaiki kualitas hidup (meminimalkan gejala). Yang memperberat kondisi ini apabila telah terjadi pengerutan jaringan hati (sirosis) sebagai komplikasi bersama dengan kanker hati yang disebabkan karena infeksi virus hepatitis kronik. Jika demikian, pengerutan membuat fungsi hati sangat menurun dan beresiko untuk mengalami berbagai gangguan metabolisme yang lain.
Alternatif selalu ada, dan dapat dicoba, dengan syarat pengobatan medis utama harus terus dianjurkan. Berbagai alternatif yang ada di publik syah2 saja dicoba, tapi terutama bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup dan kenyamanan penderita, bukan untuk menyembuhkan.
Salam sehat selalu...




Rabu, 05-11-2008 15:30:14 oleh: Nina

Sore dok,

Kata dokter yang merawat kankernya udah stadium 4 & harus dilakukan kemoterapi melalui obat oral.
Perlu diketahui, sekarang ini om saya dibawa ke RS Holistik di Subang & semua pengobatan medis dihentikan, disana hanya menjalani terapi (penyinaran, akupuntur dll) obat yang diberikan hanya turun panas+obat tidur & hanya makan buah2an (semangka,pepaya,melon).
Kondisi sekarang sangat lemah, aktivitas sedikit saja udah ngos2an, namun tidak demam & muntah2 seperti pada saat di RS sebelumnya. kulit & mata udah menguning, perut membesar.

yang ingin saya tanyakan (lagi), apabila ingin menjalani pengobatan medis lagi (setelah semua pengobatan medis dihentikan & menjalani terapi holistik tsb) apakah mempengaruhi cara pengobatannya?
mengapa penyebarannya kanker hati ini begitu cepat? Om saya tidak punya penyakit hepatitis a/b/c namun mengapa tiba2 di diagnosa kanker hati stadium 4 yang sudah menjalar ke pankreas? apa penyebabnya?

Terima kasih...






Senin, 10-11-2008 13:47:35 oleh: ghita kartika

teman saya pnh kna tmor bgyan pelips mta,tp setelah di oprasi tmor hlng,bbrpa thn kmudian teman saya kdng2 dy menangis darah saat kelelahan.
apa itu kanker/hnya pnykt srius?




Rabu, 12-11-2008 09:03:06 oleh: Leonardo Paskah S

Kepada Mbak Nina,
saya kira memang kemoterapi adalah yang terbaik pada kasus kanker satdium lanjut ini, namun sayangnya saya kira untuk keadaan fisik selemah ini tidak mungkin kemoterapi dipaksakan. Yang harus dilakukan adalah meringankan berbagai gejala simptomatik yang ada, misalnya terhadap sesaknya dan cairan yang mengisi rongga perut (ascites).
Kita harus fair mengatakan bahwa keadaan pasien sulit untuk disembuhkan, namun bukan berarti kita tidak perlu melakukan pengobatan medis lain. Umumnya dalam kondisi ini terapi paliatif yang bertujuan meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien dilakukan (bukan untuk menyembuhkan).
Mengenai penyebab kanker hati tersebut, walaupun terseringnya dikarenakan virus hepatits dan alkohol, keadaan lain juga bisa berdampak misalnya adanya riwayat kanker dalam keluarga, paparan alfatoksin kronis (racun dari sebangsa fungi/jamur, seringkali mengotori makanan2 yang tidak baik dalam penyimpanan atau pada obat-obat herbal), serta dari peradangan kronis hati dikarenakan perlemakan hati.

Kepada Saudara Ghita,
agak sulit untuk menyebutkan apa penyebab perdarahan yang terjadi. Hal itu bergantung pula pada jenis tumor apakah pada matanya yang dulu itu. Pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter diperlukan. Dan memang tujuan utama nya menyingkirkan kemungkinan penyebaran kanker seperti yang Anda khawatirkan tersebut.
Trima Kasih




Sabtu, 22-11-2008 10:59:02 oleh: supriyanto

Selamat siang dok......

saya banyak terbantu dengan tulisan disini....

Bapak saya, tanggal 20 Nopember 2008, dioperasi karena ada tumor GIST pada lambungnya.... operasi berjalan lancar... dan karena sudah stadium III maka lambung ortu saya diambil setengahnya....

yang menjadi perhatian kami berikutnya ada perawatan pasca operasi itu.... terutama radiasi dan kemoterapinya......
sejauhmana efek radiasi dan kemoterapi yang akan
dilakukan nantinya.......

Saya senang karena menurut tulisan dokter untuk kasus Limfoma (efek radiasi dan kemoterapinya Ada beberapa sel kanker yang memang sangat peka diradiasi dan memberikan hasil baik seperti kanker dari sel-sel embrional (contoh testis), atau sel-sel darah dan limfe (contoh limfoma), karena dari referensi yang saya baca GIST adalag bagian dari limfoma.

Berapa kali kemoterapi akan dilakukan untuk kasus yang dialami bapak saya, dan berapa biaya sekali melakukan kemoterapi tersebut ?

Dari dokter yang melakukan operasi, diperoleh informasi sudah ada obat untuk membantu dalam kasus penyembuhan GIST yaitu STI571 buatan Novartis dengan nama dagang GleevecTM. Dimana bisa diperoleh dan kira-kira berapa harganya yang pak dokter.....

sebelumnya saya sampaikan Terima kasih dokter Leonardo, atas tulisan dan jawaban yang akan dokter sampaikan.




Kamis, 04-12-2008 20:49:22 oleh: Setyaningrani

Saya sudah operasi kanker payudara 12th lalu dengan pengangkatan payudara,sudah kemoterapi 6 kali,setelah saya cek ulang tgl 19/9/08 CA 15-3 hasilnya 124.5 nilai rujukan <28,menurut dokter terjadi metastase.Saya ingin tanyakan kemungkinan metastase kemana dan gejalanya apa, dokter instruksikan untuk biopsi,saya tidak berani apa yg harus saya lakukan, usia saya 50 thn.



Jumat, 05-12-2008 12:58:51 oleh: wirianto

Dok saya mau tanya, kami baru menikah, istri saya ada keluhan di bagian perut sebelah bawah. Terasa seperti kembung dan saat awal2 kami berhubungan, istri saya merasa sakit. Kemudian istri saya memeriksakan diri ke dokter kandungan. Kemudian dilakukan USG 2 dimensi. Setelah dilihat dokter mencurigai adanya kista sebesar sekitar 4cm di ovarioum istri saya sebelah kiri, kemudian dokter menyarankan untuk pemeriksaan CA125. Setelah diperiksa ternyata hasil CA125 istri saya hasilnya 280,78 dicurigai adanya tumor dan harus dioperasi. Kemudian dokter menganjurkan untuk melakukan USG 4 dimensi untuk melihat hasil lebih jelas. Kemudian setelah dilakuakn USG 4 dimensi dokter SPOG mengatakan bahwa ini merupakan kista biasa dan ukurannya masih kecil sekitar 3 cm dan disuruh menunggu beberapa waktu untuk melihat hasilnya selang beberapa bulan.Tidak puas dengan itu, maka kami melakukan pemeriksaan lagi ke dokter kandungan yang laen, kemudian dia memeriksa istri saya dengan cara meraba apakah ada tonjolan atau tidak. Lalu dokter bilang tidak ada masalah apa2.Kemudian saya memberikan hasil tes ca125 istri saya. Dia merasa heran karena waktu diperiksa tdk ada tonjolan apa2 dan dokter mengatakan ukurannya masih sangat kecil (tidak teraba ada tonjolan).Kemudian dianjurkan untuk melakukan ulang CA125, kemudian didapat hasilnya 256.86.Terakhir pun kami melakukan USG ulang dan dokter Spog tidak menemukan gangguan apa2 pada ovarium istri saya.
Yang ingin saya tanyakan:
1. Menurut dokter sebenarnya jenis kista apa yang ada di ovarium istri saya?
2. Apakah hasil CA125 istri saya termasuk tinggi dok dan faktor apalagi yang membuat nilai CA125 tinggi, selain adanya kista, tumor, atau kanker?
3. Langkah apa lg yang sebaiknya kami lakukan dok mengingat usia kami yang masih muda, istri saya 26 tahun dan saya 28 tahun.

Demikian penjelasan dan pertanyaan saya, maaf agak panjang. Mohon jawabannya sejelas mungkin.




Rabu, 10-12-2008 22:13:31 oleh: Leonardo Paskah S

Kpd Pk.Supriyanto; mengenai dosis dan harga kemoterapi tentunya dokter yang memeriksa ayahanda Anda yang dapat mengetahui pasti. Umumnya kemoterapi dilakukan 6 kali dosis. Kemoterapi ditujukan untuk mengejar sel-sel ganas yang terlepas dari lokasi induknya. efek sampingnya memang banyak dikarenakan kemoterapi adalh racun keras bukan hanya mematikan sel kanker melainkan juga sel-sel tubuh sehat disekitarnya sehingga efek samping seperti rambut rontok, kulit kering, gangguan saluran cerna dll sering terjadi.

Kpd Bu Setyaningrani,
kanker payudara plg sering metastase ke kelenjar limfe di daerah ketiak dan dada. Lebih jauh bisa ke paru-paru, hati dan juga tulang punggung. Gejala nya bergantung lokasi, jika ke paru umumnya terasa sesak napas dan batuk2, sedangkan ke tulang belakang bisa terasa nyeri bahkan mudah terjadi patah tulang tanpa trauma berat (fraktur patologis).

Kpd Pk.Wirianto
CA-125 memang merupakan marker penting bagi kemungkinan kanker ovarium. Namun nilainya harus disesuaikan pula dengan pemeriksaan fisik dari dokter juga hasil USG. Ada kemungkinan memang bahwa marker ini tinggi terkait situasi non kanker ovarium, antara lain pada endometriosis, kanker rahim (endometrium), infeksi saluran tuba (struktur kelamin bagian dalam wanita),bahkan peradangan dari usus besar. Kista ovarium sendiri yang sering dijumpai pada wanita berupa cystadenoma ovarii atau brown cyst (dapat anda cek sedniri dgn mencarinya di search engine).
Trims




Kamis, 29-01-2009 13:11:03 oleh: Sisca. R

Siang Dokter..
Dibagian kaki kanans aya..atau pas dibawah lutut...ada benjolan sebesar dua kepalan tangan. Benjolan itu suda ada selama hampir 5 tahun..Terkadang timbul rasa sakit, apabila saya kaki saya dalan keadaan lelah. Fisik saya normal, dan tidak mengalami keluhaan apapun..selain rasa sakitna cuma disekitar lutut saya. Banyak yg bilang itu adalah sejenis tumor jinak, dilihat dari fisik saya yang masih sehat sampai sekarang.Saya sudah periksa..ke Dokter, diagnosisnya juga sama. Sekarangb saya di anjurkan untuk Biopsi..Tapi saya masih ragu Arti dan tujuan Biopsi itu apa Dokter? Pakah setelah dilakukan Biopsi...tidak menimbulkan luka..yang bisa menimbulkan akibat yang sangat Fatal.Terimakasih atas penjelasannya




Jumat, 30-01-2009 08:39:21 oleh: Leonardo Paskah S

Dear Sdri.Sisca
untuk setiap pembesaran yang dicurigai tumor, biopsi sudah diindikasikan.
Kegunaaan biopsi dalam diagnosis tumor adalah sangat penting yaitu pertama memastikan bahwa tumor itu jinak/ganas, menentukan jenis sel asal yang menyusun tumor sehingga dengan demikian menentukan jenis terapi tepatnya.
Menilai suatu tumor itu jinak/ganas hanya dari klinis adalah kurang dapat dipercaya karena banyak jenis tumor ganas yang tumbuh dengan lambat tanpa gejala berarti sehingga sering terabaikan sebagai tumor jinak biasa.
Amankah biopsi, bahkan unutk kasus keganasan? jelas aman selama yang melakukannya memang dokter yang sesuai bidangnya (ahli patologi). Prosedur biopsi adalah sesuatu yg sudah lazim dilakukan di dunia medis internasional, jadi ketakutan akan komplikasi dan penyebaran tumor pasca biopsi lebih merupakan suatu mitos yang berlebihan.
Untuk kasus Anda beberapa penunjang yang diperlukan antara lain foto rontgen tungkai, biopsi, mungkin jg CT Scan-MRI




Kamis, 12-02-2009 15:29:37 oleh: anto

Selamat sore dok
saya mau tanya, saya punya benjolan di dada saya
itu dulu bekas jerawat yang timbul. Pernah saya cek ke dokter kulit katanya itu keloid, memang di tubuh saya ada beberapa benjolan yg sama seperti itu. Tapi saya masih ragu, dan saya takut melihat benjolan yang ada di dada saya. kira-kira kalo saya mau cek benjolan itu ke dokter bagian apa? dan apakah setiap benjolan itu merupakan tanda adanya tumor?
terima kasih dok atas penjelasannya




Jumat, 13-02-2009 16:38:42 oleh: Leonardo Paskah S

Alo Sdr.Anto..
sebenarnya setiap benjolan tanpa tanda infeksi/radang dalam tubuh memang dikenal sebagai istilah 'tumor' dalam bahasa medis. Keloid pun termasuk salah satu tumor jinak yang disebabkan pertumbuhan jaringan granulasi (jaringan muda post luka) yang berlebihan. Masalah utama keloid adalah kekerapan untuk tumbuhnya di setiap jaringan yang luka, terapinya pun sulit, tidak sekedar dibedah karena justru semakin dibedah pertumbuhannya kemudian semakin dasyat.
Sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter bedah jika memang itu adalah keloid. Penanganannya nanti disesuaikan dengan keadaan yang ada.

Salam




Kamis, 12-03-2009 08:50:21 oleh: fitria angelina

pagi dok....

saya fitria, sekitar 4 bulan yang lalu, mama saya mendapati sebelum dia BAB ada darah yang keluar dan itu terus berlangsung,2 minggu yang lalu dokter menduga itu polip setelah dilakukan kolonoskopi. setelah pemeriksaan sampel di bandung dan akhirnya divonis dokter mama mengidap tumor ganas, entahlah padahal mama tidak pernah memiliki pola hidup/pola makan yang tidak baik, melalui pemeriksaan dokterpun mengatakan bahwa everything is ok. hanya dua benjolan yang menempel di atas dubur,di dinding usus itulah yang diduga polip yang telah menjadi tumor.

pada pertengahan maret ini setelah dalam pergumulan doa mungkin Tuhan mengijinkan mama untuk operasi di rscm..

yang saya ingin tanyakan dok,,apakah jalan satu-satunya operasi????? yang saya tahu kalau tumor ganas itu tidak jauh beda dengan kanker,, dan kalau terlalu di ganggu malah semakin menyebar.

beberapa minggu ini sebelum operasi saya memberi asupan kalsium yang tinggi disertai vitamin d karena saya beca dari internet itu sangat membantu. apakah ini membantu pemulihan mama saya dok?? saya benar-benar buta dengan masalah ini
tolong saya ya dok.....

have a blessed day

God bless u
thanks dok




Jumat, 27-03-2009 12:45:49 oleh: HENNI LUMBAN GAOL

Dokter saya mau tanya

saya seminggu yang lalu periksa ke dokter umum di Rs. Carolus untuk mengetahui jenis benjolan yang ada di sebelah kiri saya, setelah saya perksa dokter umum yang bernama dr. Evita memberikan saya obat, dan menunggu 1 minggu jika tidak kempes akan di rujuk ke dokter penyakit dalam bedah, seminggu kemudian saya datang dan tidak ada perubahan benjolan dileher saya, kemudian saya di rujuk ke dokter bagian bedah ahli penyakit dalam, setelah di periksa dokter saya di sarankan untuk Biopsi, karena harga biopsi yang menurut saya tidak terjangkau Rp.330.000 saya menunda nya karena saya ingin mencari rumah sakit yang murah untuk tindakan biopsi, yag mau saya tanyakan, di rumah sakit mana yah dokter yang harga biopsinya murah/ada keringanan un tuk orang tidak mampu seperti saya? dan setelah biopsi ada hal apalagi yah dokter? apa akkan diadakan pengobatan seperti penyinaran(berapa yah bianya) dan apakah ada pengangkatan/operasi(berapakah biayanya) dokter saya mohon banget bantuannya, karna saat ini saya udah gak punya orang tua lagi umur saya 22 tahun. saya sangat berharap sekali bantuannya/ informasi, rekomendasinya, karna saya masih ingin hidup dan melanjutkan cita-cita saya




Selasa, 31-03-2009 00:33:18 oleh: Leonardo Paskah S

Sdr. Fitria yang sedang kalut..saya turut ber empati atas cobaan yang sedang keluarga Anda hadapi. Kanker usus besar seringkali memang tanpa gejala dan tiba-tiba ketahuannya sudah berupa BAB berdarah tanpa rasa sakit. Perkembangan kanker inipun lambat namun tetap saja maut. Penting untuk diketahui stadium kanker dari ibu Anda. Kami dari dunia kedokteran masih menganggap bahwa terapi utama kanker adalah mengeliminasi kelompok sel-sel ganas tersebut, yaitu dengan cara operasi. Jika perlu biasanya dilanjutkan dengan kemoterapi disertai radioterapi. Namun ada baiknnya terapi tersebut disertai berbagai upaya komplementer lainnya yang dapat Anda temukan pada berbagai buku, misalnya dengan mengubah menu makanan ke makanan yang serba sayur-buah dan segar2, yang relatif kaya enzim. Suplemen2 seperti kalsium tentu saja tak membantu dalam hal ini. Pada akhirnya saya berharap bagi kesembuhan ibu Anda.



Selasa, 31-03-2009 01:14:38 oleh: Leonardo Paskah S

Sdr.Henni Lumban yang baik, penting bagi saya untuk mengetahui jenis benjolan yang Anda miliki tsb, lokasinya, ukuran, kenyal atau keras seperti batu, ada nyeri atau tidak, ada perubahan warna kulit diatasnya atau tidak dan sudah berapa lama serta perkembangannya. Dengan demikian saya bisa menerka jaringan yang terlibat berupa benjolan tsb. Namun sebagian besar benjolan yang tak jelas memang perlu dibiopsi, dan jika Anda mencari yang berbiaya relatif murah, cobalah di rumah sakit pendidikan lain seperti RSCM, RS AtmaJaya - Pluit atau Sumber Waras-Grogol. Saya kurang tahu persis harganya disana, namun saya kira tidak mencapai 330rb. Anda tak perlu panik terlebih dulu, pada umumnya benjolan demikian pada pasien yang relatif muda adalah benjolan jinak saja. Jadi Anda perlu berpikiran tenang dahulu sembari meminta petunjuk Yang Kuasa.
Salam sehat selalu




Jumat, 01-05-2009 12:39:56 oleh: anom sulistyo

Jamur lingzhi disebut juga dengan sebutan ?Raja Herba?. Lingzhi juga dikenali oleh pakar pengobatan di China sebagai pemberi khasiat yang sangat bernilai dan makanan herba dengan kemampuan pemulihan dan penyehatan yang sangat hebat.Lingzhi dapat membantu meningkatkan fungsi hati, menguatkan sistem pertahanan badan, memperbaiki sistem kardiovaskular dan tekanan darah, pembuangan toksin, mempunyai kasiat analgesik serta anti-keradangan, melambatkan proses penuaan dan lain-lain.

Empat kandungan utama bagi lingzhi ialah komponen polisakarida, germanium, komponen triterpenoid dan komponen nukleosida. Di samping empat kandungan utama ini, lingzhi juga mengandung protein dengan 17 jenis asam amino, alkaloid, protein kacang soya, sterol, inti kumarik, glikosida, vitamin, enzim dan 13 jenis mineral. Sesungguhnya ia merupakan kandungan zat yang tidak ternilai dan sangat diperlukan untuk kesehatan manusia.
1. Germanium Organik
Lingzhi mengandung germanium organik yang tinggi. Ia membantu :
~Meningkatkan penyerapan oksigen dalam darah, memberi sel dengan oksigen yang mencukupi.
~Meningkatkan daya tahan tubuh.
~Meningkatkan sistem pertahanan badan (imunitas).
~Merangsang metabolisme sel, melindungi sel dari oksidan-oksidan.
~Membersihkan darah dan menguatkan arteri
2. Polisakarida
Lingzhi mengandung polisakarida.
~Ia dapat memperbaiki sistem pertahanan badan.
~Menguatkan fungsi hati.
~Aman digunakan dalam jangka masa panjang.
3. Komponen Triterpenoid
Komponen Triterpenoid adalah komponen semulajadi yang mengandung lebih daripada 100 unsur.
~Anti alergi dan keradangan
~Membantu merendahkan kadarkolesterol
~Merangsang peredaran darah
~Baik untuk kesehatan usus
4. Komponen Nukleosida
Adenosin adalah bahan utama dalam komponen nukleosida lingzhi.
~Ia dapat menghalang pembekuan platlet darah dan membersihkan trombus
~Merangsang peredaran darah.

untuk informasi lebih lanjut email kami di alamat Email : yoyok_alamatnya@yahoo.com
telp 0274-3051803




Jumat, 01-05-2009 12:44:10 oleh: anom sulistyo

Sejak jaman dulu, LingZhi, Reishi atau Ganoderma lucidum sudah dipercaya sebagai
peningkat system kekebalan tubuh. Penggunaannya secara rutin diyakini dapat memperpanjang
usia. Orang-orang Jepang dan Cina sudah membuktikannya sejak ribuan tahun lalu. Sekarang ini, dengan bantuan teknologi
moderen, unsur-unsur yang menyebabkan LingZhi menjadi berkhasiat ini
diteliti terus menerus dan memang terbukti secara klinis bahwa jamur ini
memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Prof. Feng-Lin Hsu, Ph.D, Professor dan Direktur pada Graduate Insitute
of Pharmacognosy Science, Taipei Medical University, Departemen Ilmu dan
Teknologi Farmakognosi, Jepang mengungkapkan, ” Dengan serangkaian pengalaman
dan penelitian saya pada pengobatan tradisional Cina dalam beberapa dekade ini,
saya masih belum mampu untuk memenuhi cakupan dan pengertian tentang keajaiban
dari herbal Cina. Salah satu contoh yang bagus adalah LingZhi. Dalam
30 tahun terakhir, sejumlah besar ilmuwan dari seluruh dunia sudah menyelesikan
beberapa penelitian dalam bidang medis tentang LingZhi,”
Menurut Hsu, hasil penelitian medis tentang LingZhi menyebutkan
bahwa jamur ini mampu menghambat sel kanker payudara, mendukung fungsi hati,
mengoptimalkan dan mengatur system kekebalan tubuh dan fungsi lain seperti
menurunkan gula darah, kadar kolesterol, mencegah batuk dan insomnia. Tidak
heran bila khasiatnya yang luar biasa ini membuat Nu Skin Enterprises
menghadirkan inovasi produk suplemen dari LingZhi.
“Hasil riset kami mengungkap bahwa 495 mg ekstrak
jamur Reishi atau LingZhi yang dikomposisikan bersama 5 mg ekstrak
spora Reishi seperti yang kami racik pada tiap butir kapsul yang kami buat. Dan
terbukti hal ini menggandakan khasiat Reishi dari yang pernah ada di pasaran sebelumnya.
Dengan menyatukan ekstrak keduanya, tiap kapsul dipastikan memiliki kandungan
polisakarida 13,5 persen dan 6 persen triterpen sehingga memberi manfaat
kesehatan yang lebih baik dengan merangsang pembelahan sel




Rabu, 13-05-2009 23:12:45 oleh: doga nainggolan

yth dokter Leo

ibu saya menderita kanker ovarium stadium 3C,sudah dioperasi d RSCM tahun 2006 yg lalu kmdn diikuti kemoterapi sebanyak 6 kali.Maret 2008 setelah melakukan chek-up di RSCM, CA-125 ibu saya naik menjadi 900an diatas nilai rujukannya yaitu 35.kemudian ibu saya menjalani kemoterapi lagi sebanyak 6 kali sampai CA-125nya normal kembali.Pada saat tulisan ini saya buat,ibu saya baru saja melakukan chek-up lagi dan didapat bahwa CA-125nya naik lagi mjd 445 dan ditemukan benjolan sebesar 2 cm,sehingga dokter di RSCM menganjurkan ibu saya untuk kemoterapi lagi..
Pertanyaan saya adalah:1.untuk penderita kanker seperti ibu saya ini,mengapa kanker itu sepertinya cepat sekali berkembangnya?
2.secara statistik,biasanya penderita kanker seperti ibu saya dapat bertahan berapa lama menjalani kemoterapi?(ibu saya setelah dioperasi telah menjalani kemoterapi sebnyk 12 kali dan kali ini dianjurkan untuk menjalani kemoterapi lagi).menurut saya fisik ibu saya cukup kuat karena selama kemoterapi rambut dan kulitnya tidak mengalami kerusakan dan kerontokan.

Terimakasih atas perhatiannya.
God Bless...




Kamis, 14-05-2009 19:53:30 oleh: Leonardo Paskah S

Kepada Bp.Doga,
CA ovarium yang diderita ibu Anda sudah termasuk stadium lanjut, kemungkinan sudah ada penyebaran juga ke tempat lain yang memang agak susah dicari satu persatu. Anak-anak sebar barunya itulah yang bisa membangkitkan kembali CA-125 sebagai tumour marker nya. Tak ada patokan pastinya sampai berapa kali kemoterapi mesti dilakukan pada suatu tumor, hal itu disesuaikan dengan fakta klinis yang menyertai perjalanan penyakitnya. Jika memang tumor kembali aktif (yang dilambangkan dari markernya meningkat lagi) maka kemoterapi lanjutan umumnya diperlukan.
Ada baiknya untuk membantu menahan pertumbuhan sel kanker ibu Anda saya sarankan untuk mengubah menu makan hariannya yaitu perbaiki kulaitas udara lingkungan tempat tinggal, perbanyak paparan sinar matahari pagi, makan dan minum yang segar-segar (sayuran, terutama dalam wujud lalapan atau kukus, dan buah-buah minimal 5 porsi per hari), kurangi makan daging yang berwarna merah (sapi, babi, dll) dan makanan yang gorengan serta kalengan, hindari minum susu dan produk2nya. Niscaya dengan menu harian sehat semacam tersebut, metabolisme tubuh ibu Anda akan lebih positif




Rabu, 17-06-2009 22:13:48 oleh: Ayu Novitasari

selamat mlm dokter yg baik hati,
4 hari yg lalu calon mertua saya telah menjalani operasi pengangkatan tumor. awalnya di bagian leher di belekang telinganya ada benjolan kecil sebesar biji jagung,saya sdh anjurkan untuk periksa ke dokter tp dgn alasan takut operasi camer saya membiarkan benjolan tsb.lama2 benjolannya membesar seukuran telor ayam.setelah periksa k RS camer saya didiagnosis tumor kelenjar tapi jinak, sampai pada akhirnya dilakukan operasi pengangkatan tumor tsb. tp anehnya setelah operasi dilakukan dokter RS menyatakan sifat tumornya berubah menjadi ganas dan sampai sekarang blm dilakukan tindakan lanjut untuk mengatasi tumor ganasnya.
yg ingin saya tanyakan adalah :
1. apa yg menyebabkan perubahan sifat tumornya dari jinak menjadi ganas?
2. menurut dokter, tindakan medis apa yg selanjutnya harus diambil post operasi pengangkatan tumor tsb yg berkaitan dg sifat ganasnya tumor?
3. apakah perlu dilakukan kemmoterapi?
di tunggu balasannya
terimakasih
GBU




Jumat, 26-06-2009 07:42:39 oleh: Ana Purwanto

Pagi Dok. Artikel ini sangat membantu sekali.Saya mau tanya. ibu saya umur 55 th habs keluar dr rumah sakit selama 9 hari dan setelah didiagnosa kemarin kata dokternya ada tumor ganas di Vagina. Dulu pernah saya konsulkan ke dokter SPOG katanya hanya ada luka dalam vagina. ibu saya umur 55 th dan ternyata juga punya Diabetes. dan sekarang kami dimohon untuk cepat operasi biar tdk menyebar. mohon saran dan masukan dokter apa yang harus saya lakukan dan ada tidak obat herbal yang bisa menyembuhkan.Thank's.



Kamis, 08-10-2009 13:20:57 oleh: Aree

Pagi Dok. Artikel ini sangat membantu sekali.Saya mau tanya. Istri saya berumur 27 tahun. Setelah melahirkan istri saya diperiksa dengan menggunakan usg ada kista di dalam kandungan istri saya. Kemudian setelah kurang lebih 2 bulan, istri saya dioperasi (ovarium tidak diangkat). selesai dioperasi kemudian dilakukan uji pa, dari hasil pa ditemukan adanya sel ganas didalam cairan kista istri saya. kemudian istri saya diminta untuk melakukan test ca125, hasil ca125 istri saya 52. oleh dokter, istri saya diminta untuk melakukan kemoterapi dengan obat CAP (ada tiga obat tapi kepanjangan dari CAP saya lupa). Setelah kemo ketiga istri saya melakukan test Ca125 dengan hasil 5,86. Kemoterapi tetap dilanjutkan hingga ke 6. setelah satu bulan dari selesainya kemo ke 6, istri saya melakukan test ca125 hasilnya menjadi 10,66. yang ingin saya tanyakan :
1. apakah peningkatan itu berbahaya atau normal?
2. bagaimana cara untuk mempertahankan agar nilai ca125 tetap rendah?
terima kasih, saya mohon jawabannya segera karena istri saya mulai panik dengan keadaan ini.




Rabu, 14-10-2009 21:42:17 oleh: Leonardo Paskah S

Sdra.Aree, kemungkinan istri Anda memiliki cystadenosarcoma ovarii, suatu tumor ganas kistik di indung telurnya. CA125 menandakan ke-aktif-an dari sel kanker demikian. Target operasi dan kemoterapi tentunya menekan penyebaran kanker/perluasan. Namun yang terpenting dalam pemantauan terapi bukan hanya berdasarkan nilai laboratoris CA125 itu semata, melainkan harus dinilai berdasarkan stage (pemeriksaan fisik) maupun grading (hasil histopatologi mikroskopis) sehingga dapat diketahui stadium kanker pada istri Anda. Hal itu tentunya harus ditanyakan kepada dokter Anda. Memang peningkatan marker CA125 yang terus menukik menandakan ada yang kurang dalam terapi, tapi sedikit fluktuasi nilai marker demikian adalah wajar dalam fase awal terapi.
Anjuran saya, tetap close control dengan terapis Anda dalam fase awal terapi ini, lanjutkan kemoterapi sesuai jadwal 9selama efek samping tak ada), upayakan budaya hidup sehat (terutama pengaturan makanan--> boleh baca artikel saya di berkas wikimu dengan topik 'Diet Vegetarian')

Salam sehat slalu




Rabu, 02-12-2009 20:47:04 oleh: rahmat halim

malem dok
saya mau tanya, tolong di jawab ya dok

barusan ibu saya menjalani test laboratorium
dan hasilnya
CEA = 8.40
Ca 19-9= 2.34
yang saya tanyakan bagaimana kondisi ibu saya ?? sebelumnya sakit ibu saya ini di kira ada gangguan di liver karena matanya kuning tetapi setelah di rontgen terdapat benjolan di sekitar pankreas dan di suruh untuk test CEA dan Ca 19-9. tolong di kasih jawabannya dok, ini sangat membantu sekali bagi saya,

kalo memang ibu saya ada tumor, kira2 tumornya jinak apa ganas dok, karena saya sungguh tidak mengerti masalah ini. thanxs ya dok
semoga tuhan memberkati dokter




Jumat, 04-12-2009 19:55:25 oleh: rahmat halim

dokter yang baik, ini saya menyambung pertanyaan saya yang di atas.

tadi saya baru saja menerima hasil CT scan mama saya
dan hasilnya

kesimpulan : Mass / SOL di caput pankreas yang bersifat kistik

DD : 1. Kista caput pankreas yang dapat karena degenerasi kistik dari pancreatitis / post pancreatitis

2. cyst adeno-carcinoma

dari hasil di atas itu bagaimana dok penjabarannya, ini saya kawatir sekali dok, karena yang saya baca di artikel internet yang hasil ke 2 tadi itu penyakit yang sangat parah, tolong sekali dok tanggapannya dok apa benar demikian dok. saya sangat kawatir sekali dok dengan mama saya, karena hanya hanya punya mama saya dok. tolong ya dok beri penjelasan secepatnya, kalo bisa kirim ke email saya dok. saya sangat berterima kasih atas bantuannya




Jumat, 04-12-2009 23:01:31 oleh: Leonardo Paskah S

Sdr.Rahmat yang baik,
sayangnya Anda tak mencantumkan satuan dari hasil pengukuran CA 19-9 dan CEA beserta range nilai normalnya. Namun agaknya nilai CEA sudah meningkat dari hasil ibu Anda. Kedua pemeriksaan tersebut adalah tumor marker (penanda adanya tumor), walaupun tidak terlampau sensitif maupun spesifik sebagai skrining. CA19-9 lebih khas ke arah kelainan pankreas.
Dan dengan adanya gejala sakit kuning disertai adanya benjolan pada kepala pankreas dari CT scan, saya kira jelas ada masalah di kelenjar ludah perut (pankreas tersebut). Tahapan lanjutnya adalah biopsi, dengan demikian kepastian benjolan tersebut ganas atau tidak dapat diketahui.
Kita harapkan benjolan tersebut bukanlah keganasan, karena keganasan kaput pankreas adalah sangat berbahaya dan harapan kecil. Namun melihat hasil CA 19-9 yang belum terlalu tinggi, kemungkinan evakuasi/ operasi terhadap benjolan masih mungkin, walaupun tak mudah.
Saya anjurkan Anda berkonsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis bedah digestif-onkologik (bedah saluran cerna-keganasan)

terlepas bagaimanapun hasilnya nanti, saya anjurkan agar seluruh anggota keluarga inti, khususnya Anda dan saudara kandung serta anak-anak Anda nantinya rutin check up dan menjalani pemeriksaan skrining, karena tumor pada pankreas umumnya memiliki faktor keturunan yang kuat, sehingga melalui skrining diharapkan kelainan dapat terdeteksi lebih dini sebelum gangguan muncul.

Salam sehat selalu




Sabtu, 05-12-2009 15:12:15 oleh: rahmat halim

dokter leo yang baik, terima kasih atas tanggapannya

untuk CEA rujukan : <5.0 ng/ml
Ca 19-9 rujukan : <39.0 u/ml
hasil test mama saya CEA : 8.40 dan Ca 19-9 : 2.34
terdapat benjolan sekitar 2 cm di cakup pankreas. kondisi organ lainya normal2 saja.

dok, saya saya kan baru menerima hasil Ct scan itu hari jumat, sedangkan mama saya di suruh menemui dokternya lagi hari senin karena dokternya cuma praktek hari senin dan rabu. jadi saya belom tahu hasilnya

kondisi mama saya sekarang mata dan kulitnya menguning dan tubuhnya gatal2, tetapi perut dan tubuhnya tidak merasakan sakit. oh ya dok kira2 makanan yang tepat untuk mama saya itu apa, soalnya mama saya cuman makan 4 sendok nasi 3x sehari

saya juga baca artikel di internet bahwa ada yang namanya keladi tikus itu dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit tumor, kista bahkan kanker apa benar itu dokter leo yang terhormat ?

trus arti Mass / SOL di caput pankreas yang bersifat kistik itu apa dok ?

dokter spesialis bedah digestif-onkologik (bedah saluran cerna-keganasan) yang ada di wilayah surabaya dimana dok ya ??

saya sangat kwatir sekali dok, tolong jawabannya dok ya, terima kasih banyak




Minggu, 06-12-2009 10:37:38 oleh: Leonardo Paskah S

makanan sebaiknya dihindarkan dulu yang banyak lemak yah, seperti gorengan, daging2, Perbanyak makan sayur-buah.

keladi tikus dsb belum ada uji ilmiahnya, jadi saya belum bisa jawab. Sebaiknya saran saya hindari dulu jenis-jenis herbal dan jamu2an yang tak jelas karena sedang ada masalah di salah satu kelenjar pencernaan ibu.

SOL (Space Occupying Lesion) atau massa merujuk pada tumor atau istilah awamnya ya 'benjolan' yang belum diketahui asal usul jelasnya. Kistik artinya tumor tersebut isinya sebagian adalah encer atau cairan.

Saya karena berlokasi di jakarta dan belum pernah praktek (maupun berkunjung di Surabaya) kurang paham tentang rekomendasi di sana. Tapi umumnya sebaiknya ibu dibawa ke RS.Soetomo dulu, karena sebagai rumah sakit pendidikan pasti dokter-dokternya lengkap.




Senin, 07-12-2009 13:16:22 oleh: rahmat halim

selamat siang dokter leo yang baik
baru saja mama saya pulang dari RSUD dr. sutomo. mama saya di tangani oleh dokter spesialis penyakit dalam, kata si dokter mama saya tidak perlu di biopsi, menurut dokter itu kista yang berada di perut mama saya bersifat jinak setelah mengececk hasil test yang terdahulu, dan pemeriksaan selanjutnya mama saya di suruh melakukan ERCP dan di tangani oleh spesialis gesto hepatologi bukan spesialis bedah digestif-onkologik (bedah saluran cerna-keganasan) apa ini tidak apa2 dok ??, masalahnya spesialis gesto hepatologinya sekarang sedang berada di hongkong dan kemingkinan bisa bertemu hari jumat atau sabtu, apa ini juga tidak masalah dokter leo jika sampai di undur hari tersebut mengingat tubuh mama saya sangat kuning sekarang, dan juga kata dokter spesialis tersebut harus di ERCP dahulu baru di lakukan pembedahan.

tolong jawabannya ya dok, saya sangat berterima kasih sekali dengan dokter leo, semoga tuhan selalu melindungi dokter leo dan keluarga




Senin, 07-12-2009 19:54:39 oleh: rahmat halim

selamat malam dokter leo yang baik
sory dok ganggu lagi,
saya mau menanyakan perihal yang dia atas, kenapa ya dok kok mama saya di suruh tes ERCP sedangkan lokasi kista sudah jelas di pankreas apa tidak sebaiknya dilakukan pembedahan, mengingat biaya untuk ERCP mahal (15juta rupiah dan ERCP tersebut tidak menjamin hilangnya kista dari pankreas. kira2 fungsi ERCP itu apa ya dok ?? apa bedanya sama endoskopi ?? maaf dok saya terlalu banyak tanya, saya bener2 kuatir sama mama saya, karena saya gak seberapa paham masalah kedokteran ini dok. budget saya juga gak terlalu banyak dok.

tolong dok kasih saya jawaban, terima kasih banyak dok, semoga tuhan membalas kebaikan hati dokter leo




Selasa, 08-12-2009 00:27:17 oleh: leonardo paskah

Saya kira sejauh ini sudah tepat keputusan dokter Anda. Krn CA-19-9 memang masih normal
dan dr CT scan tmpak masa kistik,maka memang kemungkinan lebih mengarah ke tumor jinak,namun krn skrg
ibu anda kuning,berarti tumor tsb mendesak dan mengganggu aliran empedu di dekatnya shg
tindakan lebih lanjut diperlukan.ERCP ga lain adalah endoskopi tp khusus untuk memantau saluran empedu-pankreas yg memang sulit dijangkau,dan memang ya melakukan dokter spesialis pnykt dalam-gastrohepatologi.
Dgn melihat lsg lwt ERCP,maka penekanan tumor thd saluran empedu mgkn dpt terdeteksi,dan tergantung derajadnya,penanganan dpt dilakukan,entah bedah maupun bedah minimal.
semoga tuntas y penanganan ibu Anda,jgn terlampau panik dulu.
Tuhan memberkati




Selasa, 08-12-2009 19:42:45 oleh: rahmat halim

selamat malam dokter leo yang baik

saya sangat berterima kasih atas semua saran dokter leo, semoga budi baik dokter dibalas oleh tuhan.

o ya dok, saya mau tanya lagi, kira2 biaya ERCP di jakarta itu berapa ya dok, apa ERCP itu bisa ngangkat kista yang ada di pankreas mama saya ya dok, sehingga mama saya tidak perlu lagi melakukan operasi pembedahan ?
saya sangat berterima kasih pada dokter leo yang budiman. Semoga keluarga dokter leo diberi kesehatan salalu




Minggu, 27-12-2009 10:54:46 oleh: elisabeth riani

dear bpk. leo
suami saya barusan menjalani operasi penyumbatan saluran empedu. indikasi awal badan kuning, mata lebih kuning lagi.kemudian saran dokter: operasi utk menghilangkan kuning.operasi berhasil..
tapi ditemukan juga ada tumor di pankreas.Ternyata tumor yg menyebabkan sumbatan
Hasil PA: tumor ganas std 3-4
solusi dr dokter : kemo

pertanyaan:
krn kemo punya efek samping, sy dapat saran dr teman utk memperkuat daya tahan tubuh saat kemo & mengurangi efek samping, disarankan utk konsumsi:tulang ikan hiu,keladi tikus,jintan hitam.
krn berdasar pengalan teman yang menderita kanker payudara std 3.
konsumsi bahan2 tsb bisa membuat fit tubuh pasca kemo.
apakh benar?

sy baca artikel pak leo mengenai alternatif pengobatan: medis dulu baru cari alternatif.

apakah seperti pengobatan Nursyifa (ditawarkan di internet) bisa saya coba?

Mohon saran bapak?
suami saya beruasia 36 thn, masih muda, kami mempnyai anak satu, keluhan sebelumnya hampir tdk ada, kecuali mata kuning badan lemes 3 minggu terakhir ini.
Vonis tumor ganas ini membuat sy sebagai istri sangat sedih sekali.
dokter menghitung daya tahan suami saya 11-12 bulan. Langsung saja saya lemas...bagaimana sy harus menghadapi semua ini. mohon bantuan..






Minggu, 27-12-2009 23:35:16 oleh: maharani

Dear Dokter yg baik,

Pada daerah sekitar vagina, terasa adanya benjolan sebesar kelereng. Agak keras, tidak merubah bentuk apapun secara visual, tidak luka, hanya terasa jika disentuh. Sudah agak lama +- 3 tahun, tidak diperiksa krn saya menganggap tidak terlalu mengganggu. Pertanyaannya:

- hal tersebut tumor/kanker? apa dapat dikategorikan jinak atau ganas?

- Bagaimana cara diagnosanya? Apakah ke ginekolog atau lainnya?

- Biasanya, tindakan medis apa yg diberikan? Apakah operasi merupakan suatu hal yg mutlak dilakukan untuk menghilangkan 'benjolan' tersebut?

Terima kasih atas pengarahan dan bantuannya berkenaan degan hal ini.

Best Regards,
Rani.




Minggu, 03-01-2010 17:13:09 oleh: Leonardo Paskah S

Sdri.Rahmat Halim,
saya turut senang jika saya bisa turut membantu walau dengan melalui ketikan jemari ini.
ERCP harganya sekitar 3.5 juta-an di Jakarta, dan ERCP dapat membuang kista tergantung ukuran dan lokasinya.

Sdri.Elisabeth,
saya kira sampai saat ini tindakan Anda sudah tepat, tumor sudah dibuang dan dibiopsi. Kanker pankreas terus terang adalah salah satu jenis keganasan yang sulit diobati, namun kemoterapi dalam kasus ini penting untuk dilakukan.
Saya menganjurkan agar pengobatan suami Anda dituntaskan dengan kemoterapi.
Daya tahan tubuh boleh dibantu ditingkatkan dengan hal-hal yang Anda sebutkan diatas walaupun belum ada bukti penelitian yang mendukungnya.
Jangan lupa mengoptimalkan diet kaya buah-buahan dan sayuran, sangat dibatasi diet daging-dagingan yang berlemak.

Sdri.Rani,
agak sulit mengetahui jenis tonjolan tersebut lewat tulisan ini semata. Namun rasanya agak jarang keganasan yang muncul di daerah tersebut. Lebih umum benjolan tersebut berasal dari pembengkakan kelenjar kelamin (bartholini) yang mungkin sudah lama, atau jenis tumor jinak lain. Silahkan memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin sebagai langkah lanjutannya.

Salam sehat selalu dan
selamat Tahun Baru buat semua





Rabu, 20-01-2010 08:02:24 oleh: Anie

Dear Dokter Leo,

Saya baru tau ibu saya ada tumor didalam perut disebelah kiri bawah, ternyata beliau sudah menyembunyikan ini selama 25 thn, dari tumor itu kecil sampai sebesar kepalan tangan. Yang saya ingin tanyakan:
- apakah ini tumor jinak atau ganas, setau saya kalau ganas proses pembesaran nya sangat cepat?
- tindakan medis apa yg harus saya lakukan?
- makanan apa yg bagus dan tidak boleh dikonsumsi?

Terima kasih atas perhatiannya.

Salam, Anie




Rabu, 20-01-2010 20:26:12 oleh: Leonardo Paskah S

Sdr.Anie

tentunya saya tak bisa memastikan jenis tumor tsb hanya berdasarkan tulisan singkat Anda, tapi agaknya lebih sesuai dengan tumor jinak karena selama 25 thn hanya tumbuh secara lambat.
Selanjutnya yang perlu dicari tahu, tumor dari jaringan apakah itu? karena hal itu sangat menentukan terapi. Dalam hal ini, pemeriksaan diagnmostik lebih jauh diperlukan, umumnya berupa USG atau lebih baik CT scan. Untuk itu Anda perlu membawa ibu Anda berobat ke dokter (bedah? kandungan?)

gaya hidup sehat, termasuk pola makan sehat, sebaiknya diupayakan. Makanlah menu yang mengarah lebih ke vegetarian serta sumber makanan yang masih segar, misalnya sayuran segar, buah-buahan, minim adiktif makanan seperti vetsin,garam, pengawet dll. Untuk daging yang baik dikonsumsi adalah daging berwarna putih seperti ikan atau ayam. Daging merah lebih banyak mengandung senyawa racun dalam proses pencernaannya di dalam tubuh, serta kolesterol juga.
Minum air putih yang cukup.\
Dengan demikian semoga dapat membantu proses pemulihan ibu.

Salam




Minggu, 07-03-2010 21:21:00 oleh: Tulus

Salam...

Saya mau nanya beberapa hal :

1.Apakah Jenis tumor CA 125 berbahaya (termasuk tumor ganas apa tdk)?
2.bagaimana cara perawatannya setelah operasi ?
3.dampaknya setelah operasi apa dok ?
mis : apa bisa mendapatkan keturunan ?

karena istri saya pada saat ini di vonis dokter menderita tumor sejenis CA 125 dan harus di operasi. dan dokter juga mengatakan hasil USG ada kista.

thanks sebelumnya. saya minta jawaban ya dok....




Selasa, 09-03-2010 23:27:07 oleh: M Ahsan SM

Dear Dokter Leo

Ayah saya berusia 53 tahun dan menderita penyakit tumor pankreas, sebelumnya mata putih dan sebagian wajahnya menjadi kuning. Dokter akhirnya meng operasi ayah saya, namun setelah operasi ternyata tumornya berada di sekitar pembuluh darah dan sudah berukuran besar sehingga sulit untuk dikeluarkan. Setelah operasi dia sering sesak napas karena sering merasa berlendir namun tak berlendir dan juga sering mimpi buruk (hampir setiap tidurnya dia bermimpi buruk)
Pertanyaan saya dok,..apa yang harus saya lakukan sekarang untuk mengobati penyakit tumor ayah saya..??
Terima Kasih atas perhatiaanya dok




Kamis, 11-03-2010 15:43:55 oleh: Leonardo Paskah S

sdr.Tulus,
CA-125 itu bukanlah jenis tumor, itu hanya penanda tumor (tumor marker) di dalam darah, biasanya terkait dengan tumor ganas indung telur wanita. Jika betul itu tumor ganas sesuai biopsi, tentunya operasi diperlukan. Jika kedua indung telur diangkat, berarti sel telur tidak ada akibatnya bisa berakibat tidak bisa memiliki keturunan sebagai komplikasinya.


Sdr. Ahsan,
perlu Anda ketahui bahwa kanker pankreas adalah salah satu kanker yang paling ganas dan komplikasinya sangat tinggi, penanganannya juga sulit. Mengenai kesembuhan ayah Anda, hal itu tergantung pada kondisi klinis ayah Anda saat ini (stadium berapa menurut dokter Anda). Yang perlu saya garis bawahi, jika kondisi ayah Anda masih relatif kuat, maka tindakan agresif diperlukan. Tetap upayakan gaya hidup sehat seperti makan banyak sayur-sayuran dan buahan segar sebagai antioksidan, hindari makanan berlemak karena fungsi pankreas sebagai penghasil enzim pencerna lemak sudah sangat menurun, dan jangan lupa support dari keluarga untuk mengatasi gejala depresi yang seringkali hinggap pada pasien-pasien yang sudah didiagnosa kanker. Lebih spesifik lagi, silahkan konsultasi dengan dokter Anda agar terapi dapat disesuaikan dengan stadium klinis ayah Anda.




Jumat, 12-03-2010 14:51:56 oleh: Aditya KP

Dear Dokter Leo,

Ibu saya didiagnosis dokter menderita Kanker Usus Besar stadium 4 pada pada tgl 4 Maret kemarin setelah dilakukana pemeriksaan endoskopi, ct scan, USG, dan biopsi.

Pada tanggal 9 Maret dilakukan operasi untuk pemotongan usus besar. Operasi berjalan lancar dan usus dapat disambung kembali.

Informasi dari dokter, kanker sudah menyebar ke hati, terlihat dari hasil USG, hati yang sudah membengkak 4cm. Ibu juga merasakan sesak di bawah dada bagian kanan. Terlihat juga kulit ibu mulai menguning.

Dokter yang menangani susah diajak bicara karena terlalu sibuk operasi. Apa yang harus kami lakukan untuk dapat menyembuhkan ibu? Hingga sekarang ibu masih di ruang ICU setelah operasi, keadaan ibu stabil, hanya saja buang air kecilnya kurang, jadi dilakukan observasi di ruang ICU.

Beberapa obat herbal ditawarkan oleh teman, ataupun keluarga, seperti Typhonium (keladi tikus) dan Soursoup (Sirsak). Bagaimana pandangan dokter mengenai obat herbal ini?

Terima kasih sebelumnya




Sabtu, 13-03-2010 18:03:07 oleh: M Ahsan SM

Terima kasih atas tanggapannya dok...
Kondisi ayah saya sekarang kelihatannya masih kuat (masih mampu berdiri, berjalan, dan makan sendiri),
Namun dokter yang menangani belum pernah mengatakan stadium berapa, mungkin karena selama ini ayah saya lebih cenderung berbicara langsung kepada dokter yang menanganinya.
Sampai saat ini belum ada obat yang diberikan dokter untuk mencegah perkembangan tumor ayah saya.
Terima Kasih atas perhatiannya dok..
Mohon bantuannya apabila dokter leo mempunyai info dan penanganan penyakit tumor pankreas...





Rabu, 24-03-2010 08:59:47 oleh: ivans

Dokter yg baik :

saya membaca jurnal luar sbb:
Pada pH sedikit di atas 7,4 maka sel-sel kanker menjadi tidak aktif dan pada pH 8,5 sel-sel kanker akan mati sementara sel-sel sehat akan hidup (Barefoot, halaman 66-67). Hal ini telah menimbulkan berbagai perawatan berbasis pada peningkatan alkalinitas dari jaringan-jaringan seperti diet vegetarian, minum buah segar dan jus sayuran, dan suplemen makanan dengan mineral alkali seperti kalsium, kalium, magnesium, dan cesium rubidium.

apakah pernyataan ttg pH 8,5 kanker akan mati itu benar, dok? istri saya vegetarian dan alternatif (jamu) sejak Januari (tidak mau kemoterapi, takut pengalaman 4 tahun dulu). Hasil tes urinenya dalam bulan desember=6,5 lalu januari=7,5 dan bulan maret=8,0 dgn nilai rujukan = 4.6 - 8.5.
Apakah PH demikian ini baik dok untuk jenis kanker cerviks. Terimakasih dok..




Jumat, 02-07-2010 13:56:02 oleh: andree

dear dokter leo,
ibu saya divonis kanker servik st IIB awal mei 2009, dan karena keterbatasan biaya, saat ini masih bertahan dengan pengobatan alternative. Pendarahan sudah berhenti walau terkadang timbul lagi tp hanya sebentar dan sedikit.
yang ingin saya tanyakan dimana tempat lab yang dapat memeriksa besar tumor maker untuk di daerah jakarta ini. karena untuk full ct-scandi darmais harganya cukup mahal.


terima kasih.




Selasa, 27-07-2010 21:16:25 oleh: Hidayat

Dear Dokter Leo,

Sekitar 3 minggu lalu ibu saya dinyatakan sakit kuning,
tapi setelah dilakukan pemeriksaan ternyata dibilang ada benjolan
dekat pankreas sehingga terjadi suatu penyumbatan dihati.

Setelah itu saya bawa ibu saya ke melaka untuk melakukan pengecekan.
hasilnya adalah

Liver Function Test
Albumin = 33 g/L [35-50]
Total Bilirubin = 594 umol/L [1-30]
ALP = 228 U/L [35-110]
Gamma-GT = 376 U/L [5-80]

Serology
CA 19-9 = 1552 U/ml [0 - 32]

Theroid
TSH = 0.3 ulU/ml [0.5-5]
FT4 = 25.1 pmol/L [9-24]

Saran dari dokter sini adalah melakukan operasi.
Dan kata dokter disini masalah tumor pankreas ini termasuk operasi yang besar.
Umur ibu saya sekarang ini adalah 65th.

Menurut dokter apakah sakit ini bisa diobati tanpa operasi ?
Atau kalaupun operasi apakah bisa totally sembuh tanpa ada efek samping.
Sekarang ini saya sangat bingung, karena ada beberapa saudara saya setelah dilakukan
operasi bukannya tambah sembuh malah penyakitnya lebih cepat menyebar dan akhirnya meninggal.

Terima Kasih.




Minggu, 01-08-2010 20:43:56 oleh: Lita

Yth,Dokter Leo,..
sy wanita 34 th, ada benjolan di ketiak kiri &kanan, sdh periksa kt dokter mamae aberan, yg sy tnykan: 1. Apakah ada hubungan kelenjar payudara dgn mama aberan di ketiak, krn jika ketiak nyeri, payudara jg ikut nyeri,skrg tiap hari nyeri apakah sy hrs cepat2 operasi dok? Krn msh kumpulin dana unt op mgkn 3 bln lg diopersi.
2.Operasi mama aberan berbahaya/tdk takutnya ada efek samping krn dekat dgn payudara
3.Setelah luka operasi sembuh apakah sy hrs periksa bagian payudara dgn usg/mamografi dll?
4. Kasus mama aberan apa bisa berkembang menjadi kanker?
5. Pd kasus spt ini apakah isi benjolan tsb dan apakah perlu di patologi? Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan Dokter.




Jumat, 25-11-2011 09:57:56 oleh: alya

dok..sya sudah 1 stengah tahun menikah tp blum memiliki keturunan...sy cek dokter hnya dilakukan usg namun hnya diberikan vitamin krn haid sy lancar... kmudian dokter mengatakan bila 2 bln nanti blum hamil akan dipicu dgn terapi hormon... kmudian saya baca artikel tentang endometriosis... kebetulan saya juga memiliki FAM di payudara kanan dan kiri.. yg mau saya tanyakan apakah bila memiliki FAM sangat berkemungkinan juga trdapat endometriosis?? terimakasih



Kamis, 22-12-2011 15:56:37 oleh: a ragil

dear dr.leo yg baik
saya mo nanya tentang penyakit adik saya namanya angga wijaya usia 21thn.dia sering keluar darah dari hidung dan sering sakit kepala,hidung y pun tidak bisa bernapas sebelah kiri,dan di lehernya sebelah kiri ada benjolan. kemarin saya melakukan pemeriksaan radiologi di scan kepala,dan setelah selesai di lanjut dngn dokter yg spesialis tht. terus kata dokter spesialis adik saya terkena tumor ganas yg namanya tumor nasopharynks.menurut keterangan dokter, tumor itu termasuk golongan ganas, terus saya di anjurkan pengobatan lanjutan katanya cuma di laser tidak di bedah,,apakah ada pengobatan medis lain selain itu..?? dan saya mau nanya apakah tumor jenis itu sangat berbahaya ya dok..?




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY