Mimbar Saputro

Surat Seorang Kakak kepada Adiknya yang akan Menikah

Kamis, 13-12-2007 09:28:44 oleh: Mimbar Bambang Saputro
Kanal: Gaya Hidup

Surat Seorang Kakak kepada Adiknya yang akan Menikah

Dalam suasana suka maupun duka tidak selalu seluruh anggota keluarga dapat berkumpul bersama. Ada saja yang berhalangan. Endah misalnya, lajang sekaligus kakak tertua dari Seno, karena sedang menuntut ilmu di India.

Dosen wanita sebuah universitas negeri Bandung ini memang sudah lama tertarik akan kebudayaan serta arsitektur India.

Ke-India-annya pernah dipertunjukkannya saat berakhir pekan di Little India Singapura, beberapa waktu lalu. Di antara desakan penumpang yang sebagian berdiri memadati lorong bis, tubuhnya nampak menjadi kecil terperangkap di tengah ketiak penumpang bergelantungan dengan posisi mirip pelontar lembing. Bagi yang berpengalaman memasuki komunitas India mungkin mampu bercerita aroma keringat para penumpang berkulit gelap yang khas mungkin akibat masakan khas mereka yang padat bumbu.

Sementara saudara yang lain sudah merasa mual dan pusing dengan aroma menyengat ini, Endah malahan bercanda dengan saudaranya tanpa sedikitpun merasa terusik. Padahal hidungnya tepat di bawah rembesan ketiak basah penumpang seperti anak sekolah di bawah berlindung dibawah pelepah daun pisang.

Wheladalah. Turun dari bis dengan lahapnya ia mencarup (mengaduk) nasi dengan menyantap kare, mencabik lembaran capati lalu lahap memasukkannya kedalam mulut dengan tangan kosong. Selesai bersantap kedua tangannya ditangkupkan di depan wajahnya lalu kepalanya digeleng-gelengkan seperti mainan boneka roro blonyo, patung pasangan pengantin jawa yang sedang duduk yang lehernya dipasangi per.

Saat thenk adiknya mengadakan kirab atau prosesi pengantin memasuki siraman, dari bilik kecilnya di India sana, kakak perempuan tertua Seno ini mengirimkan pesan singkat (sms) kepada ayahnya.

Bapak, aku bahagia adikku menikah. Pagi ini seharian aku tafakur, semedi memohon kepada pengusaha jagad, agar Lia dan Seno berbahagia. Siang harinya aku kenakan kebaya seragam pengantin, lalu makan di restoran yang enak, membayangkan aku berada di antara kalian. Aku di sini senang kok.

Kepada adiknya, lajang ini menitipkan pesan untuk dibacakan saat upacara pendahuluan sebelum siraman yakni "langkahan." - Siraman adalah upacara memohon ijin menikah kepada kakak-kakaknya yang belum menikah termasuk Endah tentunya:

"Adikku Seno dan Lia, aku memang tidak melihatmu hari ini"
"Aku tidak dapat melihat warna baju pengantin kalian"
"Aku tidak dapat melihat wajah bahagia dan haru kedua orang tua kita"
"Aku tidak dapat mencicipi hidangan pengantin kalian"

"Tapi aku hadir di sini......" - saat kata-kata disini mulai dibacakan, isak tangis mulai terdengar. Tisue mulai dikeluarkan. Bahkan pembaca suratpun mulai kehilangan suaranya.

"Karena pernikahan ini tidak saja dibatasi oleh atap gedung.."

"Bila sejenak kalian menatap langit, sebelum kalian masuk dan keluar mobil pengantin.."

"Sadarilah, pernikahan tidak saja dalam atap melainkan diatapi langit, pernikahan tidak saja diterangi lampu, tapi juga sinar matahari"

"Pernikahan ini tidak saja di dalam ruangan, melainkan dalam pelukan langit serta udara yang kuhirup dan kehangatan kasih Yang Maha Kuasa yang merestui kalian..juga menjagaku disini"

Lailahailallah........

"Dari jauh kakakmu ini hanya bisa melempar ujung selendang pelangi kepadamu, adikku" - isakan terdengar semakin bergemuruh. Bahkan ada yang mulai tersedu. Mengontrol emosi haru lantas bersikap tegar sepertinya sudah tidak ada dalam kamus para hadirin dan kerabat saat itu.

"Langit dan bumi mengeratkan kita. Hati menyatukan kita semua sebagai keluarga, sekalipun kita seringkali harus berpencar di ujung dunia yang berbeda"
"Selamat menempuh hidup baru adikku, Seno dan Lia..."

Dari bilik kecilku Chennai, India

Bookmark and Share

Tag/Label nikah, siraman, langkahan, prosesi, kirab, kawin, adat jawa, mandi suci, melati, gentong, kehidupan
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
13 komentar pada warta ini
Kamis, 13-12-2007 09:34:33 oleh: Berthold Sinaulan

Sudah saya vote: berguna, pak! Tulisan bapak mengajak kita semua untuk merenungi indahnya persaudaraan. Antara ayah, ibu, anak, kakak dan adik, antara semua umat manusia di dunia.



Kamis, 13-12-2007 09:42:52 oleh: bajoe

Kere ik! (ini umpatan gaya Semarang, tapi kali dalam arti positif).

Pagi ini, 2 orang senior dan yang aku kagumi, sudah membuat mataku berkaca-kaca. Pak Berthold dengan cerita ultahnya dan Pak Mimbar dengan kisah pernikahan putrinya.

Sungguh aku 'iri' atas kedalaman sang kakak dalam mengantar adiknya menikah. Pak Mimbar, aku bahagia membaca artikel ini. Terima kasih atas berbagi kisah ini. Dan sampaikan terima kasih dan rasa kagumku pada Endah, yang tidak pusing meski di bawah ketiak basah....:)




Kamis, 13-12-2007 10:19:45 oleh: Agus Mardhika

Aduuuhhh Pa' Mimbar pagi-pagi sudah bikin saya menangis dan terharu, saya jadi teringat waktu menikah, saya juga melangkahi kakak saya yang laki-laki, dan sampai sekarang yang saya sesalkan saya tidak pernah memohon ijin secara khusus kepada kakak untuk melangkahinya, hanya obrolan kecil saja yang saya ucapkan kepada kakak waktu ingin menikah..

hiikssss..hiikssss..hiikssss..:-(((




Kamis, 13-12-2007 11:27:21 oleh: rahmah

Hebat Pak De! Sampaikan pada Endah bahwa melalui tulisan Pak De saya sudah print & bagi2 ke temen2 kantor yg belum menikah tapi punya adik, biar mereka sama lapang dadanya dg Endah. Jarang2 lho yg bisa begini.
tapi yg lebih hebat kok Endah tahan ya dibawah ketiak basah beraroma bumbu itu? Lha aroma yg sedikit lebih menyengat dari biasa aja, yg dihembuskan tukang bakso langganan, bikin saya ga nafas lho..hihihi...




Kamis, 13-12-2007 11:35:41 oleh: Meidy

Jadi ingat waktu adikku menikah. Mendahului 3 orang kakak-kakaknya. Hadiah langkahan hasil nego (disuruh pilih sendiri). Si bontot udah ngasih 2 cucu jadi kakak-kakaknya tidak dikejar-kejar pertanyaan lagi ama ortu... kapan ????



Kamis, 13-12-2007 11:46:50 oleh: Retty N. Hakim

Aduh pak, siang-siang gini mataku basah karena haru...pilihan kata-katanya juga indah sekali...

Tapi saya kagum lho, berarti keluarga bapak dan keluarganya mas Seno sudah benar-benar saling dekat, jadi bukan hanya kedua pengantin yang bersatu tapi kedua keluarga juga...

@ Meidy: terkadang mungkin perlu dikejar kalau orangnya plin plan model aku...kalau nggak dikejar nggak bakal mantap melangkah...he...he..he...kamu tipe yang mana?!




Kamis, 13-12-2007 13:32:58 oleh: Eryawan Nurcahya

Pakdhe Mimbar ...

Selamat atas hajatan manten putrinya. Berarti ada tambahan anggota keluarga baru sekarang, Mas Seno tentunya makin menambah semarak suasana.

Jadi hanya tinggal menunggu waktu, kapan tibanya cucu tersayang ...

Trims ...




Kamis, 13-12-2007 16:27:22 oleh: Melani Laksmono

Saluuttt untuk Endah. Aku sampai beberapa kali baca artikel ini, sambil mengenang ketika adikku minta ijin nikah dan melangkahiku. Adikku menikah bulan November lalu.

Untukku, bukan persoalan langkah melangkahi yang terpikir sewaktu dia meminta ijin. Sangking perasaan bercampur aduk jadi satu, aku bertanya kpd seorg temen, bagaimana perasaanmu ketika mengetahui adikmu akan menikah? Jawabnya singkat, ya dukung dan bantu saja. OK kalau cuma itu sepertinya mudah. Dalam perjlnan persiapannya, semuanya berjln lancar.

Tibalah hari H. Tidak seperti Endah, rasanya tidak terbayang kl aku tdk ikut dihari bahagianya. Niatku satu2nya, apapun halangannya, aku akan berusaha untuk hadir. Hari itupun menjadi hari yang tidak akan kulupakan. Terlebih2 ketika dia memberikan hadiah langkahan ( sebuah cermin & sisir - menurut tradisi cina), aku melepaskan adikku untuk sebuah kebahagian yang kudoakan akan abadi.

Salut untuk semangat Endah yang secara fisik bersiap2 untuk kepesta yang tidak ada didepannya tetapi ada dihatinya. Benar-benar mulia dan tulus. Untuk Endah...kalau membaca artikel ini, salam kenal :)





Kamis, 13-12-2007 18:54:47 oleh: astuti

hiks..mrinding aku...ga terasa juga mata panas baca ketulusan mba endah...salut mba...





Kamis, 13-12-2007 23:50:38 oleh: Mimbar Bambang Saputro

Wah nggak nyangka tulisan ini sampai di Vote oleh bang Berthold segala. Hehe.

Sedikit tentang Endah. Dia mengambil gelar PhD di Chennai. Bisa sampai 3 tahun di sana.

Mahluk slebor kalau berpakaian. Pasmina yang dihadiahkan kepada istri saya menjadi perlengkapan di mobil kami sampai kini. Waktu senggangnya digunakan untuk memetik dawai gitar.

Mulai mengeluh sebab kalau buka komputer, para profesor botak dibelakangnya mengawasi dibalik bahunya. Tujuannya memastikan bahwa tak seorang siswa mereka menggunakan internet atau tilpun.




Jumat, 14-12-2007 00:31:32 oleh: Imamedy

Pak Mimbar yang saya kagumi.
Saya terharu dan bangga membaca tulisan pak Mimbar.
Terharu karena pak Mimbar bisa mendidik seorang anak untuk tegar, berjiwa besar, mengambil jalan sendiri untuk masa depannya, namun juga mampu mengartikulasikan isi jiwanya dengan jernih tanpa kepura-puraan.
Saya juga bangga bahwa pak Mimbar mengutamakan pendidkan putra-putrinya sebagai investasi masa depan, bukan hanya untuk diri sendiri dan keluarga, namun juga untuk bangsa kita.
seberapa banyakpun kekayaan kita di bumi pertiwi, kalau yang mengelola "katrok", jangan diharapkan tujuan nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD kita kan dapat dicapai.
Semoga ini menjadi inspirasi dan contoh nyata untuk keluarga modern di Indonesia dalam mengejar kehidupan yang lebih baik.




Jumat, 14-12-2007 03:20:02 oleh: Suhu Tan

Mengharukan...,cuma ini yang bisa saya ungkapkan.

@ Buat rekan Melani.... ternyata masih lajang toh.., pantes sering jalannya sama Meidy..




Sabtu, 15-12-2007 09:22:39 oleh: loepies

keren pak......
tulisannya membuat saya terharu. kelihatan banget kalo mbak Endah adalah seorang yang sayang banget sama keluarga dan keluaarga pak Mimbar adalah keluarga yang sangat dekat satu sama lain.
salut deh pak.........
moga-moga aja keluarga saya nanti bisa menjadi seperti keluarga pak Mimbar (cita-cita saya kalo udah married nanti)




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY