Engelbertus Pr Degey

Keindahan Koteka: Penghargaan Kehidupan dan Persaudaraan

Minggu, 09-12-2007 14:31:50 oleh: Engelbertus Pr Degey
Kanal: Opini

Keindahan Koteka: Penghargaan Kehidupan dan Persaudaraan

Asal mula koteka, tidak semua orang tahu, termasuk mereka yang mengenakannya. Menurut alm Paulus Wakey, mantan katekis Timeepa yang dulu pernah meneliti budaya orang Mee bersama antropolog Helkma, koteka berasal dari moyang orang yang mengenakannya itu sendiri. Tidak ada koteka impor. Konon katanya, dua orang bernama Emogiki Pane dan Emobeku Pane berbuat dosa di sebuah tempat yang disebut Egaidimi, lalu mereka diusir. Dan ketika itu para malaikat menyanyikan lagu: “Epeko benoo – epeko samouwii, puneko beno – puneko samouwi, gagako beno – gaga ko samouwi, didiko beno – didiko samouwi, peuko beno – peuko samouwi, sigimagako beno – sigimagako samougi, ediwaneko beno – ediwaneko samouwi, waneko beno – waneko samouwi, uwaikobeno – uwaiko samouwi”.

TUHAN Allah memberi nama Emogiki dan Emobeku karena berdua berbuat dosa yang berakibat Emo (darah), lalu pikiran berdua terbuka (Egaidimi) yang selanjutnya menjadi nama bukit. Sejak diusir itulah, kedua orang ini sadar bahwa mereka dalam keadaan telanjang. Awalnya mereka mencoba menutupinya dengan dedaunan, namun sejalan dengan perkembangan pola pikir (budaya), maka digantilah dengan koteka yang tumbuh subur di kebun mereka yang berpagar. Maka jadilah busana yang betul-betul menunjukan kejantanan seorang pria, moge bagi seorang wanita.

Sebenarnya, sebelum pikiran manusia pertama belum terbuka, tidak ada permusuhan, pertentangan, pertengkaran, percemoohan dan lain sebagainya. Segalanya hidup damai sentosa, aman dan rukun. Tidak ada pikiran (niat) untuk berbuat yang jahat, seperti mencuri, membunuh atau ular gigit manusia. Namun berkat godaan iblis itulah membuat Allah harus membuat pagar, untuk memeleh si iblis itu agar tidak masuk ke dalam tamannya.

Iblis itulah pikiran yang kemudian dinyatakan lewat tindakan, tanpa pikir-pikir, timbang-timbang apa akibatnya nanti. Pikiran itulah yang kemudian diperkuat oleh iman dalam kasih karunia Yesus Kristus yang darahnya telah ditebus termasuk untuk dosa manusia pertama. Dengan maksud, pikiran-pikiran jahat (iblis) itu tidak berkuasa lagi atas diri manusia, tidak lagi menguasai hati setiap insan manusia yang merupakan rumah Tuhan.

Contohnya, bila seseorang berniat untuk mencuri buah salak milik seorang petani. Sebelum mencuri, TUHAN Allah yang ada di dalam hatinya bersuara, eh ko jangan mencuri, sebab itu dosa. Bila kamu mencuri, dosa itu akan ditambahkan didalam buku kehidupanmu. Suara hati itu akan selalu berbicara kepada siapapun dia yang masih hidup dan sadar akan peri kemanusiaan. Sekalipun dia dalam keadaan mabuk berat, suara itu tetap akan muncul, tanpa kecuali.

Sebenarnya TUHAN Allah itu sudah bermukim dalam setiap pribadi kita, tetapi justru perbuatan kitalah yang mempersempit ruanganNya. Sedangkan ruang untuk si iblis (pikiran jahat), setiap saat kita perlebar dengan tindakan-tindakan kekerasan seperti pola pikir main hakim sendiri itu, egois dll. Kapan kita mau ciptakan taman Eden berpagar (kabo duwata) itu di negeri ini? Kapan?

Bila kita telusuri moyang kita dulu, mereka sudah mengatakan ikrar kesetiaan mereka kepada TUHAN Allah dengan mengenakan koteka dan moge untuk melawan si iblis itu. Koteka dan moge adalah tanda bukti kesetiaan manusia kepada TUHAN, walaupun selanjutnya manusia harus menanggung beban penderitaan sebagai akibat dari pikiran independen yang telah dipilih. TUHAN Allah mengatakan, okei, kalau anda sudah berjanji untuk menuruti aku, berbuatlah setiap hari dengan ajaran-ajaranKu ini. Selanjutnya TUHAN Allah mengajarkan Kabo Mana yang didalamnya berbunyi: tide dimi (kesederhanaan, merendah), enaimo dimi (kebersamaan), ide dimi (bersemangat), ipa dimi (mengasihi sesama), ahoo dimi (rajin, telaten), dan wadoo dimi (membangun).

Sekarang, kalau kita mau jujur. Setiap keturunan yang berasal dari moyangnya yang pernah mengenakan koteka dan moge, mestinya harus malu dan malu terhadap semua tindakan yang kita berbuat sekarang. Sering kita main hakim sendiri, mencari menang sendiri, ini sikap yang keliru dan bimbang. Mesti kita lihat persoalan, apa penyebabnya lalu kita mengambil tindakan. Ingat. Jangan main hakim sendiri, apalagi di sini negara hukum.

Dengan adanya sikap demikian, gampang saja pihak ketiga mengambil keuntungan di balik itu. Sekali lagi ingat. Kalau kita tidak kuat, apalagi tidak kuat secara iman di hadapan TUHAN, maka gampang saja, hati kita dihuni oleh si iblis yang sedang kencang membasmi keturunan TUHAN dengan berbagai daya upaya.

Orang Jawa, orang Madura, orang Sulawesi, orang Manado, orang Sumetara adalah saudara-saudara kita yang sudah hidup dari dulu. Kebun mereka, rumah mereka dan bahkan kuburan keluarga mereka, semua di sini. Mereka bukan tamu, mereka juga bukan baru datang untuk menghancurkan tatanan kehidupan yang sudah terbentuk sejak dulu. Maka oleh karena itu, hargailah mereka, mintalah dengan terus terang, pasti ada jawaban. Jangan kita bertindak semau gue. Bisa berakibat buruk.

Sekali lagi, wahai sahabat, hargailah Koteka Peiyo itu, jangan lihat koteka dari pandangan miris, lihatlah koteka sebagai bukti kesetiaan manusia terhadap ajaran Kabo Mana (ajaran dasar hidup) yang sudah ada sejak turun-turun. Jangan kita baku musuh lagi. Papua sejak lama hidup rukun dan aman. Tidak pernah rakyat kecil berpolitik, apalagi yang makar, tetapi politik mekar Papua, pasti siapa saja pasti berkomentar.

Kepada bapak-bapak polisi, agar perjudian dan miras di kabuapten Nabire segera dihentikan. Sebab dengan judi dan miras ini telah memicu banyak hal. Termasuk peristiwa yang sedang berlangsung ini. Jangan biarkan judi bebas di wilayah ini. Pasar karang adalah pusatnya judi. Disitu setiap hari ada pertengkaran, pertikaian dan perkelahian, hanya karena mabuk dan judi.

Beberapa kali saya pantau, mama-mama Jawa yang jual nasi bungkus, mama Ekari dan Dani yang jual sayuran merasa terganggu, om-om Bugis yang jual ikan dan barang kios, setiap hari terancam oleh saudara-saudara kita yang minum mabuk tanpa kenal batas.

Terakhir, kepada para pemegang HP, agar berhati-hati menyebarkan SMS yang bersifat mengadu domba, politis dan sara. Sebab dengan SMS-SMS demikian, masyarakat merasa takut dan bila terjadi persoalan seperti kemarin, gampang saja emosi mereka terbakar, hanya untuk mempertahankan diri. Persoalan kecil bisa menjadi besar, jadi, marilah kita semua bertanggung jawab menjaga kota Nabire yang aman dan damai. ***

-----------------------------------------

Ditulis pada saat orang Jawa bersitegang dengan orang Papua (Paniai), setelah salah seorang pemuda asal Paniai mencuri buah salak milik seorang petani asal Jawa di Girimulyo Nabire. Dalam peristiwa ini beberapa rumah milik warga yang tak bersalah di depan Pasar Karang Tumaritis dibakar.

 

Sumber Foto : http://www.phyllodrom.de/dateien/museum/neuguinea.online/04.htm

Bookmark and Share

Tag/Label koteka, papua, jawa, busur, musuh, polisi
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
14 komentar pada warta ini
Minggu, 09-12-2007 14:43:06 oleh: Micky Jo

Ternyata keributan yang disebabkan oleh hal - hal yang kecil masih saja kerap terjadi diPapua ya bung...Selama saya berdomisili diPapua saya kerap menyaksikan keributan antara orang Jawa dengan Orang Papua atau orang Bugis dengan orang Papua...dan akibatnya fatal banget...semoga kecurigaan yang terlalu berlebihan karena dendam dimasa lalu dapat segera dihilangkan.



Minggu, 09-12-2007 14:50:41 oleh: aloysius weha

Mudah-mudahan, tidak terjadi hal yang lebih buruk dari pertikaian ini.

Filosofi koteka ini luar biasa kalau semua orang mau menjadikan manusia lain sebagai saudara...




Minggu, 09-12-2007 15:11:00 oleh: Engelbertus Pr Degey

Koteka adalah pakaian untuk menutup kemaluan laki-laki dalam budaya penduduk asli pulau Papua. Koteka terbuat dari kulit labu (Lagenaria siceraria). Isi dan biji labu tua dikeluarkan, kulitnya dijemur. Secara harfiah, kata ini bermakna pakaian, berasal dari bahasa salah satu suku di Paniai. Sebagian menyebutnya holim atau horim.

Tak sebagaimana anggapan umum, ukuran dan bentuk koteka tak berkaitan dengan status pemakainya. Ukuran biasanya berkaitan dengan aktivitas pengguna, hendak bekerja atau upacara. Banyak suku-suku di sana dapat dikenali dari cara mereka menggunakan koteka. Koteka yang pendek digunakan saat bekerja, dan yang panjang dengan hiasan-hiasan digunakan dalam upacara adat.

Namun demikian, setiap suku memiliki perbedaan bentuk koteka. Orang Yali, misalnya, menyukai bentuk labu yang panjang. Sedangkan orang Tiom biasanya memakai dua labu.

Seiring waktu, koteka tak lagi dipakai. Apalagi benda ini dilarang di kendaraan umum dan sekolah-sekolah. Kalaupun ada, koteka hanya untuk diperjualbelikan sebagai cenderamata.

Di kawasan pegunungan, seperti Wamena, koteka terkadang dipakai, namun untuk kepentingan wisata dan ekonomi. Untuk berfoto dengan pemakainya, wisatawan harus merogoh kantong beberapa puluh ribu rupiah. Di kawasan pantai, orang lebih sulit lagi menemukannya.

(((((http://id.wikipedia.org/wiki/Koteka)))))




Minggu, 09-12-2007 15:29:51 oleh: Retty N. Hakim

Terima kasih infonya ya, jadi menambah pengetahuan untuk guiding. Jadi yang pendek tidak selalu punya anak-anak toh?! Umur berapa anak laki mulai pakai koteka?



Minggu, 09-12-2007 15:49:40 oleh: Engelbertus Pr Degey

Di bilik warnet sini ada teman saya, Stefanus. Dia ada tertawa mati melihat si bule di foto di atas pakai koteka. Karena tidak tahan dia sampai keluar dari sini sedang tertawa di halaman luar sana. Tidak tahu apa yang ia pikir. Tapi karena tertawanya saya juga tertawa melihat si bule di atas, terutama ketika lihat wajahnya.

Ohh iya Retty, kalau waktu kecil itu biasanya gunakan "Moo", semacam kain kecil yang digunakan untuk menutupi bagian kemaluan. Setelah beranjak dewasa, barulah pakai koteka yang fleksibel. Untuk melihat bentuk-bentuk koteka, bisa buka di www.google.co.id + gambar + koteka.




Minggu, 09-12-2007 16:07:09 oleh: Engelbertus Pr Degey

Terima kasih buat pengelolah Wikimu yang telah mengedit judul tulisan ini....



Minggu, 09-12-2007 17:48:18 oleh: Zulfahmi

Orang Jawa, orang Madura, orang Sulawesi, orang Manado, orang Sumetara adalah saudara-saudara kita yang sudah hidup dari dulu. Kebun mereka, rumah mereka dan bahkan kuburan keluarga mereka, semua di sini. Mereka bukan tamu, mereka juga bukan baru datang untuk menghancurkan tatanan kehidupan yang sudah terbentuk sejak dulu. Maka oleh karena itu, hargailah mereka, mintalah dengan terus terang, pasti ada jawaban. Jangan kita bertindak semau gue. Bisa berakibat buruk.

Alhamdulilah..Ini jawaban atau kalimat yang saya cari2 selama ini..Kalimatnya ini indah..Sejuk dihati..padang,sunda,jawa,papua, bugis bukanlah tamu diindonesia ini..kita saudara..

Terima kasih mas/abang/uda/kakak/ Engelbertus




Minggu, 09-12-2007 18:47:30 oleh: Engelbertus Pr Degey

Semoga demikian, bung Zulfahmi...



Minggu, 09-12-2007 19:10:40 oleh: Retty N. Hakim

Saya sering lihat di museum nasional. Masalahnya yang pendek kalau nggak salah ada keterangan untuk anak laki...nanti saya verifikasi lagi! Biasanya saya menghindari mengajak tamu ke area koteka, mending ke area tifa irian, mbis pole atau kano...

Seringkali asal cerita saya itu dari literatur yang ditulis orang asing, jadi perlu juga ada verifikasi dari orang lokal...




Minggu, 09-12-2007 19:16:53 oleh: Bagus Y Prayitno

Hallo Bung Bertus.. jumpa lagi..
Tulisan2 anda buat referensi saya untuk Papua.
Semoga kehadiran anda selalu membawa kekayaan warna dalam wikimu.
Teruskan bung Bertus.. biar kami2 semua lebih kenal dan dekat dengan Papua...Seakan jarak tak menghalangi kita mengenal PApua

Oh ya ngomong2 ttg Black brothers, sy sdh coba kunjungi blog anda, dan sy berhasil download beberapa, cuma ada yg gak ada / gak bisa.. saya tertarik dgn Huembelo.. soalnya dulu waktu SD pas hari kartinian sy pernah nari papua pake lagu tsb.
Bisa gak kirim ke saya punya email atau tampilin di blognya...?

thanks banyak ya bro Bertus..




Minggu, 01-06-2008 13:04:19 oleh: BKogoya

Terlalu mengarah kepada pemikiran theologis yang awalnya digali dari cerita masya Koteka sendiri untuk sebaliknya meyakinkan orang Koteka menyangkut kristenisasi,orang Koteka tertipu dengan pembauran philoshophy kristen yang mau mengambil alih philoshophy koteka yang asli.

Alkitab lahir dikalangan Yahudi dengan berbahasa ibrani,sementara phylosoph koteka lahir dengan orang koteka di pegunungan tengah Papua sebelum adanya Alkitab dan kelahiran Yesus Kristus dan agama kristen itu sendiri.

Begitu dulu nai.

Salam hormat!!










Kamis, 30-10-2008 08:29:16 oleh: alfredpapua

rasa hormat yg mendalam telah diberikan oleh oran2 jawa, makassar, butung, dsb yg ada di papua kpd budaya warisan leluhur. sy selalu saksikan bgmn komunitas jawa, dsb di papua selalu berikan pengertian kpd dorang pu ananak kenapa dan mengapa masy pegunungan pakai koteka. justru yg buat hati teriris, kitong pu sdr2 sesama papua dorang jadikan koteka dan semua bentuk budaya pedalaman sbg komoditas cari keuntungan dan sarana ejek/lelucon. oh, betapa menyakitkan. ronis sekali.
kalau saja semua orang asli papua punya pandangan yg sama dgn sdr engelberthus pr degey yg mendudukkan manusia setara/sederajat, mgk sulit sekali menemukan konflik berbau sara. sayangnya kitong pu sdr2 papua anggap diri mrk tinggi, sbg bgs terakhir pilihan tuhan, dan tempatkan suku2 lain sbg bgs bukan pilihan tuhan. pola pikir anggap diri besar, sebenarnya mirip dgn sebuah kesombongan. kalian tahu too.. bgmn akhir dr sebuah kesombongan?
sdr engelberthus degey sy salut kpd anda, di tengah arus kebencian rasial dr sdr2 kita di papua, ko msh berpikir jernih. smg idealismemu tdk patah krn gerakan separatis yg memang manfaatkan celah perbedaan warna kulit utk pecah belah kesatuan yg sdh diperjuangkan.




Jumat, 09-01-2009 18:59:22 oleh: hermawan

Engelberthus ko mantap...
sa salut dengan ko pung pola pikir spt itu..
Sbg anak jawa (anak guru) yang sudah 45 tahun di Papua berharap bahwa banyak engelberthus lain di papua sehingga banyak orang bisa tau kalau yang diberkati di Papua bukan tanahnya saja ( dengan SDA yang kaya) tetapi juga masyarakatnya...Tuhan berkati...




Sabtu, 28-03-2009 18:37:03 oleh: Mountson Kossy

Sejak 1969 proses PEPERA(itegrasi) sampai saat ini,belum pernah ada masalah yang serius,isue suku dan ras seperti anggapan dalam komentar lainnya,dalam kalangan orang asli Papua dan pendatang'entah dari suku dari manapun'.Hati orang Papua seperti koteka yang anda lihat lurus itu. Sorry kalo berlebihan Noge



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY