Ulfa Yuniati

Penggunaan Bahasa Indonesia

Kamis, 06-12-2007 17:16:10 oleh: Ulfa Yuniati
Kanal: Opini

Undang-Undang Kebahasaan Indonesia

Era globalisasi...

 

Dua kata inilah yang membuat orang lupa akan bahasanya sendiri akibatnya bahasa Indonesia menjadi tidak bernyawa. Masyarakat bahkan para Petinggi Negara bila mendengar dua kata ini menjadi berubah bahasanya menjadi sekian derajat. Dulunya bahasa yang mereka gunakan tidak separah-parah amat, sehubungan dengan adanya era globalisasi bahasanya menjadi luntur karena bahasa asing yang datang ke Indonesia. Kita lihat contoh seperti yang dilakukan oleh Presiden kita Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketika Anda baca di koran, sekilas melihat tulisan open house. Banyak sekali kata itu di media cetak ketika hari Raya Iedul Fitri tiba. Open house yang dilaksanakan di Istana negara untuk bertatap muka secara langsung dengan masyarakat Indonesia. Beliau sendiri pernah mendapatkan penghargaan sebagai pengguna bahasa yang baik dan benar (Kompas, Jumat, 28/10). Ternyata era globalisasi yang sederhana itu mempunyai makna yang sangat berarti dan sangat luas sehingga bisa menjadi penyalahgunaan bahasa.

Adanya era globalisasi bukan menjadi hambatan untuk mencintai bahasanya sendiri sebab bahasa Indonesia sudah menjadi bagian dari hidup kita seperti bahasa Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa atau bahasa Nasional, bahasa Indonesia merupakan jati diri kita atau ciri khas sebagai bangsa Indonesia. Itulah sebabnya ada pepatah yang mengatakan Bahasa Menunjukkan Bangsa.

Filipina, Jepang, dan Perancis merupakan negara yang mencintai bahasanya sendiri. Sangat berbeda jauh sekali dengan negara Indonesia, walaupun adanya era globalisasi mereka tidak terpengaruh karena mereka mempunyai kredibilitas yang sangat tinggi.

Kita ambil contoh seperti di negara Perancis.

Awal April 2003, di Hotel Flat de Douai, Paris. Hotel yang harga inapnya setingkat dengan Santika di Yogyakarta. Alif Dansya Munsyi bertanya dalam bahasa Inggris yang belepotan kepada resepsionisnya. Resepsionis tersebut merupakan orang Perancis asli. Ia benar-benar “tidak mau” menjawab pertanyaan beliau dengan bahasa Inggris. Ia berkata dengan amat percaya diri memakai bahasa Perancis (Bahasa Menunjukkan Bangsa).

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Perancis merupakan negara yang sangat istimewa. Lihatlah nama hotel yang ditempati beliau. Itulah buktinya bahwa mereka mencintai bahasanya. Seandainya negara Indonesia seperti negara Perancis yang mencintai bahasanya, maka masyarakat Indonesia tidak lagi sok nginggris.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa era globalisasi bukan menjadi hambatan untuk mencintai bahasanya sendiri. Ternyata di bahasa oleh ahli-ahli bahasa yang terkenal dalam seminar di Jakarta yang membahas. Mencari jalan keluar dari kondisi Departemen Pendikan Nasional tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Kebahasaan. Rancangan itu berfungsi untuk melindungi Undang-Undang penggunaan bahasa Indonesia, terutama dalam situasi formal.

Sedangkan, untuk penggunaan bahasa sehari-hari di dalam masyarakat tidak diatur. Bahasa gaul, prokem, slang, dan sebagainya tidak terlalu dipermasalahkan sepanjang tidak dipakai dalam situasi formal. Penggunaan variasi bahasa-bahasa tersebut selalu ada di dalam masyarakat yang berkembang. Penggunaan bahasa itu baru dirisaukan jika digunakan oleh media atau dalam situasi formal.

Rancangan Undang-Undang tersebut mempunyai cakupan yang terkait dalam aspek kenegaraan seperti pembuatan nota kesepakatan, dokumen resmi negara, surat resmi, pidato kenegaraan, pengantar pendidikan, pertemuan formal, nama lembaga pemerintah / swasta, geografi karya ilmiah, nota kesepahaman dalam dan luar negeri.

Cakupan lainnya meliputi nama bangunan, kawasan permukiman, informasi petunjuk produk, iklan juga akan diatur menggunakan bahasa Indonesia. Terkecuali yang merupakan lisensi dari luar. Demikian juga dengan papan petunjuk, slogan, petunjuk lalu lintas.

Rancangan perundangan itu juga akan mengatur penguasaan bahasa Indonesia bagi orang asing dan pengantar seleksi tenaga kerja (Kompas, 22/8).

Bahasa Indonesia itu penting diatur oleh Undang-Undang dikarenakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Bila bahasa Indonesia tidak diatur oleh Undang-Undang, masyarakat akan seenaknya menggunakan bahasa yang mereka anggap itu gaul

2. Penggunaan bahasa Indonesia yang baku harus digunakan pada situasi formal

Menurut saya, sanksi-sanksi yang harus diberlakukan oleh Undang-Undang yaitu ada dua jenis di antaranya:

1. Sanksi ringan

• Tidak boleh berbicara selama satu hari

• Membayar denda sekitar Rp 20.0000.000,00

2. Sanksi berat

Hukuman penjara selama 3,5 tahun

Mengatur penggunaan bahasa merupakan hal yang sangat sulit dikarenakan beberapa faktor yaitu, yang pertama dialek daerah masing-masing yang sangat melekat tiap individu dan yang sekarang tengah berkembang di Indonesia adalah penggunaan bahasa gaul. Sulitnya melepaskan cara berbahasa ini diikuti dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar maka akan sangat sulit bagi pemerintah untuk mengimplementasikan Undang-Undang Kebahasaan ini dalam masyarakat.

Maka menurut saya sebaiknya tujuan pemerintah untuk mengatur penggunaan bahasa ini dimulai dari hal-hal yang sederhana, misalnya memulai penggunaan bahasa Indonesia yang baku dalam lingkungan pendidikan dimulai dari tingkat pendidikan yang rendah. Saya maksudkan di sini, kita melihat bahwa dalam lingkungan kampus mahasiswa yang menggunakan bahasa Indonesia yang baku sangat jarang bahkan tidak ada, oleh sebab itu Undang-Undang Kebahasaan ini sebaiknya mulai diimplementasikan dalam lingkungan pendidikan.

Perlu ditekankan pada pemerintah bila ingin membuat Undang-Undang Kebahasaan yaitu Pemerintah sendiri pun harus mengubah bahasanya bila ingin membentuk Rancangan Undang-Undang Kebahasaan. Jangan sampai pemerintah malah menghancurkan bahasa Indonesia.

Pemerintah pun harus konsekuen terhadap Undang-Undang ini. Bagaimana tidak, apa yang dilakukan oleh pemerintah selama ini tidak berjalan lancar. Undang-Undang Kebahasaan yang di rancang dari bulan Agustus ternyata belum kelar-kelar. Eh... pemerintah malah membuat Undang-Undang baru yaitu Undang-Undang Guru. Memang sih tidak masuk akal dimasukkan di sini.

Menurut saya yang penting didahulukan yaitu Undang-Undang Kebahasaan jadi saya mengnginkan pemerintah bahwa pemerintah harus selalu mengerjakan pekerjaan yang belum selesai terpecahkan sebab bila ditunda-tunda lagi penggunaan bahasa Indonenglish akan semakin marak atau akan semakin banyak yang sering menggunakannya.

 

Mahasiswa Fikom Unpad 2005

 

Bookmark and Share

Tag/Label bahasa, bahasa indonesia
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
9 komentar pada warta ini
Kamis, 06-12-2007 17:27:12 oleh: Zulfahmi


Kita boleh berbangga karena presiden
baru kita adalah salah satu penerima
penghargaan sebagai pengguna bahasa
Indonesia terbaik. Saya yakin bahwa Bapak
Presiden tidak hanya pengguna yang baik
secara lisan, tetapi juga secara tulisan. Jika
kita perhatikan dengan baik, penggunaan
bahasa Indonesia resmi baik lisan maupun
tulisan mengalami pengeroposan di
mana-mana. Bukan hanya media masa
(termasuk iklan), bahkan petunjuk lalu-lintas
yang seharusnya mencerminkan bahasa
Indonesia yang baik pun ternyata turut andil
dalam menggerogoti kemantapan
tatabahasa bahasa nasional kita.
Pernah suatu ketika, salah satu menteri
kita, dengan alasan nasionalisme, melarang
semua yang berbahasa asing dalam
nama-nama toko, pusat perbelanjaan yang
menyebabkan bahasa Indonesia semakin
ringkih. Ketika Anda melihat tulisan “Mal Apik
Indah”, bagaimana Anda melafalkan bunyi
“mal”? Apakah [mol] atau [mal]? Apakah
dalam pelajaran bahasa Indonesia kita diajari
bahwa [a] dibaca [o]? Mengapa sampai
sekarang “sanksi” dan “bank” yang berasal
dari bahasa Inggris tidak diubah ejaannya?
Kita sering menertawakan bahasa Melayu
Malaysia, namun sebagai bahasa, bahasa
Malay lebih konsisten dan kokoh
dibandingkan bahasa Indonesia yang
semakin lama semakin kedengaran “keren”
dengan menggunakan sederetan bahasa
impor. Quo vadis bahasa Indonesia, sudah
saatnya pemerintah memberikan perhatian
lebih kepada pertumbuhan bahasa nasional
kita yang tersendat.




Kamis, 06-12-2007 19:09:58 oleh: Retty N. Hakim

Saya setuju sekali pada pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tapi apa iya UU Bahasa apalagi dengan hukuman seperti yang diusulkan di atas adalah jalan keluarnya?

Buat saya nasionalisme dan kesadaran dari dalam lebih penting daripada UU. Bahasa itu berkembang dan berproses...

Ada beberapa hal yang agak mengganggu saya dalam RUU Bahasa (sependengaran saya...belum diperiksa kembali kebenarannya) yaitu orang asing yang datang bekerja kesini harus bisa berbahasa Indonesia. Kalau yang kita butuhkan keahlian mereka maka sediakan tenaga penerjemah yang baik.
Atau kita memang hanya akan menjadi penampungan tenaga kerja asing yang mampu berbahasa Indonesia?

Quo Vadis Sumpah Pemuda? (Maaf ikut menggunakan istilah asing).





Selasa, 21-10-2008 14:08:24 oleh: Dharil Dheaneza Putri Ramdan

Saya sangat setuju betapa pentingnya bahasa Indonesia digunakan dengan baik dan benar. Namun, apakah bahasa Indonesia itu hanya digunakan dalam situasi formal saja? Lalu bagaimanakah dengan adanya kenyataan semakin lunturnya penggunaan bahasa Indonesia yang baku di negara kita?



Kamis, 19-02-2009 12:08:10 oleh: taufik nurul hidayat

kok hanya sedikit penjelasan tentang peningkatan mutu dalam ber bahasa indonesia sehingga apa yang aku gari tentang peningkatan dalam berbahasa indonesia tidak dapt diteruskan krena kurang lengkap



Kamis, 26-02-2009 13:57:17 oleh: aulia

trims yha.. bwat rujukan kti saya



Rabu, 28-10-2009 12:08:51 oleh: STEVE

bagus skali artikelnya



Minggu, 24-01-2010 15:34:52 oleh: Muslimin

Ada tidak wacananya tentang faktor yang menyebabkan banyak mahasiswa, pelajar & pegawai belum mampu menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar???

Kalau ada, bisa tidak diupload??
Makasih




Senin, 14-03-2011 09:52:49 oleh: dina

saya sangat setuju, jika penerintah mengeluarkan UU tentang bahasa, karena saat ini sepenilaian saya kebanyakan orang menggunakan bahasa itu sudah diluar aturan kebahasaan. Saya selaku mahasiswi PBSI merasa hawatir dengan keadaan seperti ini. Yang membuat lebih prihatin lagi, khususnya mahasiswa saat ini kebanyakan berminatnya itu kuliah mengambil jurusan bahasa asing dibanding bahasa sendiri, dengan berbagai alasan. misalnya saja yang saya dengar katanya belajar bahasa Indonesia itu tak perlu di kampus di terminalpun bisa. Padahal kalau kita kaji lebih jauh, belajar bahasa di kampus dengan belajar bahasa di terminal sudah tentu kualitasnya akan sangat berbeda.



Selasa, 11-12-2012 15:26:48 oleh: thobagus rohi

emang harusnya begitu karna bahasa itu penting untuk berkomunikasi. apa lagi kta berbeda bahasa daerah...



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY