Firdaus Effendy

Pemain Timnas PSSI Minimal Harus 180cm

Rabu, 05-12-2007 11:32:26 oleh: Firdaus Effendy
Kanal: Opini

Salah satu problem timnas PSSI sudah jelas, yaitu tinggi badan. Problem ini tidak begitu terasa saat timnas PSSI berhadapan dengan timnas sesama negara ASEAN, semisal Thailand, Malaysia, Singapura dan Vietnam. Kekalahan dari sesama ASEAN beberapa tahun terakhir ini lebih disebabkan problem lain seperti kedisplinan, teknik dan stamina.

Tapi kalau sudah berhadapan dengan negara diluar ASEAN, nggak usah jauh-jauh Eropa, cukup dengan jago-jago Asia seperti Arab Saudi, Jepang, Korsel, Cina, Iran, Irak ataupun yang nggak jago sekalipun seperti Qatar dan Syria, maka problem tinggi badan sudah terasa mengganggu.

Jangan bilang…memang orang Indonesia ukurannya segitu, mau gimana lagi? Gak bisa bilang begitu lah, berapa tinggi rata-rata pemain KOBATAMA? Riko Hartono (ASPAC) 186cm, Denny Sumargo (Satria Muda) 183, dan masih banyak yang tingginya segitu. Seharusnya mereka itulah yang masuk timnas PSSI.

Lha…bakat orang kan lain-lain? Saya jelaskan ya…mereka main basket itu bukan karena bakat, tapi karena merasa dirinya pantas bermain basket, 183cm man…tinggi dong, main basket nih gua, main bola? Apaan? Ribut doang, kurang bergengsi, buat yang lain saja. Begitulah alasan mereka. Padahal tinggi mereka itu masih 20cm di bawah tinggi rata-rata pemain NBA. Jadi mereka itu nggak pantas jadi pemain basket. Jangankan main basket, jadi pemain voli saja masih kurang tinggi.

Informasi saja, tim voli pria dunia itu umumnya 4-5 pemain tingginya sekitar 2m yaitu antara 200-206cm, dan sisanya sekitar 12 pemain tingginya di atas 190cm. Kalau Indonesia 4-5 pemain tingginya di atas 190cm, paling tinggi Ayip Rizal 193cm, sisanya sekitar 12 pemain tingginya 180-189cm.

Ini fenomena yang terjadi dengan remaja di Indonesia. Mereka itu kalau tinggi badannya 175cm ke atas sudah merasa layak main basket dan voli di lingkungan tempat tinggalnya. Saya lihat di SMU-SMU pas sore, banyak banget yang main basket, berangkat dari rumah sudah men-dribble bola…gaya banget, tau berapa tingginya? Halah sekitar 175cm, hanya satu dua yang tingginya 180 cm ke atas. Apalagi kalo ada yang tingginya 185-190cm wah pasti sudah didapuk oleh teman-teman SMU/Kampus-nya untuk jadi anggota inti tim basket!

Gini kok dibilang profesional, menurut saya ini cuma just for fun, dan saat kondisi prestasi olah raga Tanah Air khususnya sepak bola sudah sekarat seperti ini, nggak pantas pemuda-pemuda yang punya potensi itu berlatih olah raga dengan misi just for fun.

Nah kalau yang tingginya 175cm ke atas pada suka main basket dan voli, sudah jelas yang gabung ke lapangan bola tinggal yang pendek-pendek. Paling 165 cm kayak Eka Ramdani (Persib), Ponaryo Astaman 170 cm, Bambang Pamungkas 171 cm. Mereka ini adalah produk dari komunitas sepak bola kampung dan sekolah sepak bola yang hampir semua anggotanya adalah sisa anak muda yang ditinggal oleh golongan 175cm ke atas tadi.

Hal ini juga tercermin dari seleksi My Team, lihat yang datang…rata-ratanya nggak sampai 175 cm. Untuk mengubah fenomena ini jelas bukan hanya tanggung jawab para 175cm ke atas tadi untuk rela meninggalkan atribut basket+voli dan ganti berduyun-duyun bergabung ke latihan sepak bola, dan juga bukan hanya tanggung jawab para sisa (165cm-170cm) untuk rela menjauh dari lapangan bola, tapi juga tanggung jawab pemerintah untuk memberikan motivasi dan membuat aturan.

Sebagai perbandingan, ini saya paparkan fakta tinggi badan pemain kelas dunia. Untuk sepak bola rata-rata 180 cm ke atas, seperti Adrian Mutu (Juve) 180 cm, David Martin (Kiper Liverpool) 185 cm, Fernando Torres 183 cm, Jose Manuel Reina (Kiper Liverpool) 187 cm, Sami Hyypia 192 cm, Jamie Carragher 186 cm, Steven Gerrard 188 cm, Fernando Torres 183 cm, David Beckham 183 cm, Jens Lehmann 190 cm dan Oliver Kahn 188 cm.

Dilihat dari fakta di atas maka sudah sepantasnya PSSI buat aturan, tinggi badan pemain PSSI minimal 180 cm. Ada yang bilang jadi pemain sepak bola gak harus tinggi, yang pendek juga banyak dan juga bisa jadi pemain top seperti Fabio Cannavaro 175, Tevez 170, Roberto Carlos, dll.

Pemain pendek bisa mengandalkan kecepatan dan kelincahan. Boleh, tapi mas…coba anda perhatikan, apakah di tim Brazil semua pemainnya pendek? Lihat Ronaldinho 178cm, Ronaldo 183cm, Adriano 189cm, Cafu 176cm. Juga tim Tango…paling yang pendek cuma Teves dan Messi. Mereka memang pendek (sekelas Bambang Pamungkas lah) tapi 9 atau 10 pemain lainnya tetap aja standar 180cm.

Itu fakta tinggi badan pemain sepak bola dunia, nah sekarang fakta pemain sepak bola tanah air. Nggak semuanya harus disesalkan, masih ada yang sudah standar dunia seperti Ardan Aras 182cm dan Marcus Harrison (kiper PSMS) 184cm. Nah untuk tim masa depan cari yang kayak gini. Kan cuma 2 bang? Masih butuh sekitar 18 orang lagi. Lha itu…kemaren-kemaren elu biarin aja mereka masuk ke tim voli, kan ada 4 pemain voli timnas tingginya di atas 190cm… Nah sisanya itu yang 180-189cm kenapa dulu boleh pegang bola voli? Suruh jadi defender dan midfielder timnas PSSI saja kan bagus.

Masih kurang? PERBASI dan KOBATAMA dibekukan saja, atau dibubarkan kalo perlu. Lapangan basket seluruh Indonesia diubah jadi lapangan voli, udah nggak usah main basket…nggak modal! Lho eman-eman dong kita punya Cokorda yang tingginya 205cm, halah tinggi segitu aja GR, lihat fakta pemain NBA: Yao Ming 229cm, M. Jordan 198cm, Tim Duncan 213cm, Grant Hill 204cm, Shaquille O`Neal 215cm, Hedo (Orlando Magic) 208cm, Allan Houston 198cm. Cokorda tingginya masuk, tapi sendirian, mending Cokorda coba-coba ke NBA saja kalau nurutin egois, kalau di KOBATAMA jelas nggak ada teman, atau kalau mau patriotis masuk ke timnas voli saja.

Saya kira dengan masuknya Cokorda ke tim voli plus pemain KOBATAMA yg tingginya diatas 190cm kayak Romy Chandra (Texmaco) 192cm, Ronny Gunawan (CLS) 193, dll maka timnas voli sudah standar dunia. Ini strategi untuk masa depan, tapi harus dilakukan dari sekarang untuk anak muda yang belum terlanjur nurutin gengsi. Yang melakukan ya harus pemerintah, diantaranya membekukan PERBASI dan KOBATAMA, memberikan fasilitas uang saku, biaya hidup dan sekolah gratis bagi pemuda bertinggi 180cm-190cm yang mau gabung dengan klub sepak bola, dan pemuda bertinggi 190cm keatas yang mau bergabung dengan klub voli.

Melarang klub sepak bola di bawah PSSI untuk menerima pemain dengan tinggi badan kurang dari 180 cm dan melarang klub voli menerima pemain di bawah 190 cm. Fasilitas di atas hanyalah contoh, jika dirasa kurang memotivasi, ya boleh ditambah misal setelah lulus SLTA akan dikirim ke luar negeri untuk berlatih selama 1 tahun di klub divisi utama, kayak Primavera dulu.

Good Luck PSSI dan PBVSI!

Bookmark and Share

Tag/Label sepak bola
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
40 komentar pada warta ini
Rabu, 05-12-2007 15:12:38 oleh: Zulfahmi


Untuk masa depan olah raga indonesia khususnya sepak bola saya setuju..

prestasi timnas tidak ada yang bisa dibanggakan..

Kalau sudah terkumpul pemain sesuai kriteria..
tinggal pembinaannya saja..kalau masih gagal juga bisa dipastikan yang salah adalah organisasinya..

untuk pembekuan kedua organisasi olah raga yg lain saya kira tidak perlu..

Banyak kok anak bangsa yang lain yang tinggi2 dan sesuai dengan kriteria diatas ..

Mitos SMU dulu sampai sekarang anak basket itu keren..cool..bintang sekolah..padahal"liat saja sendiri"..

Banyak orang indonesia melakukan sesuatu yang kemakan dengan omongan lama..dan terjerumus kedalamnya bukan karena kata hatinya..





Rabu, 05-12-2007 15:13:36 oleh: Zulfahmi


sebagai bangsa yang besar dimata dunia..

malu terus2an begini..




Rabu, 05-12-2007 17:52:36 oleh: aloysius weha

Usulan ini menarik, tapi perlu dilengkapi. Salah satu yang membuat sepakbola maju adalah kompetisi yang sehat. Italia, Jerman, dan Inggris adalah contoh terbaik. Dengan kompetisi yang ketat dan dikelola sebagai industri, Italia dan Jerman menikmati buahnya. Inggris pun demikian, tetapi yang menikmati adalah pemain asingnya. Banyak pemain top dari seluruh negeri di Eropa, Afrika, dan Amerika bermain di Inggris, sehingga pemain Inggris sendiri tergusur.

Untuk Indonesia, saya setuju bahwa kuncinya adalah membuat sepakbola itu olahraga yang bergengsi dan berkelas. Basket adalah contoh yang nyata. Tahun 80-an, basket kita paling buncit se-Asia Tenggara. Sekarang, cuma kalah sama Filipina dan kadang-kadang Malaysia atau Thailand.

Di Indonesia, pengelolaan sepakbolanya cuman mirip pengelolaan tarkam yang berskala nasional. Kompetisinya amburadul, pembinaannya acak adut. Kalau mau bener, bikin aturan tegas. Klub yang bikin kisruh dicoret dari kompetisi selama 10 tahun atau selamanya. Pemain yang tawuran dicoret dari klub dan tak boleh bertanding seumur hidup. Kalau ada pertandingan rusuh, kedua klub dihukum diskualifikasi dari kompetisi selama 10 tahun.

Kita nggak akan kekurangan klub yang ikut bertanding di liga. Dalam lima tahun, kita pasti akan menikmati hasilnya, kompetisi yang bersih, yang enak ditonton setidak-tidaknya, dan penonton pun tak khawatir datang di stadion.

Kalau kompetisi sudah jalan bagus, seleksi pemain seperti yang diusulkan Bung Firdaus bisa diterapkan, untuk mendapatkan pemain yang berkualitas. Dalam lima tahun, kita akan menuai hasilnya.

Kompetisi yang buruk, terjadi karena pengelolaan yang kurang baik. Pengelolaan yang kurang baik terjadi karena banyak orang cari makan dari organisasi. Pengurusnya nggak serius ngurus bola, sekadar numpang ngetop, atau malah jadi kroni politik kecil...

Saya lebih percaya, satu-satunya cara untuk membuat olahraga berprestasi adalah kompetisi yang sehat. Kalau soal sumber daya, saya yakin kita nggak




Rabu, 05-12-2007 18:18:35 oleh: doni

gua nga stuju sama tulisan ini so tau banget sih loe,tau radja sepakbola dunia maradona tingginya berapa?tau petenis cw yang baru2 ini juara tingginya brapa?mnurut saya ini bukan masalah tinggi badan,tinggi juga ada kelemahan,pendek juda ada kelemahan,dalam sebuah tim ini fungsi mereka saling melengkapi, tulisan ini ngawur banget, usul yang sangat ngaco.kalo diterapin nga akan bikin sepakbola kita tambah maju,DIJAMIN



Rabu, 05-12-2007 19:09:06 oleh: fendik

Sorry mas, mungkin yg kelihatan ngawur adalah adalah minim 180m. Maksud saya bukan begitu, tapi rata-ratalah. Memang harus saling melengkapi, ada yg pendek ada yang tinggi. Tapi komposisinya yang pendek jangan banyak2. Maradona waktu itu cuma dia yang pendek, generasi berikut ada ariel ortega, trus sekarang ada teves dan messi, yg lain tetep aja postur tinggi. Lha kalau satu tim banyak pendeknya kayak PSSI sekarang ya itu yang ngawur.



Rabu, 05-12-2007 19:11:24 oleh: Zulfahmi


kayaknya mas doni gak baca tulisan diatas dengan seksama deh..

maradona, messi, R.Carlos dll..dalam satu tim cuma segelintir yang memiliki postur tubuh yang kecil..memiliki talent diatas rata2 dan berbeda dengan pemain yang lainnya..

ini demi kemajuan sepak bola indonesia..bayangin klo rata2 bek kita rata2 tingginya cuma 170 sama 175 menghadapi striker2 luar yang tingginya diatas itu..begitu juga dengan posisi2 yang lain..logikanya gak akan menang mas dan memang terjadi toh..




Rabu, 05-12-2007 19:22:42 oleh: aloysius weha

Betul Bung Zul. Maradona dulu ada, tapi juga ada Valdano yang kekar, ada Oscar Ruggeri yang gagah, ada Neri Pumpido yang juga gedhe...

Italia dengan Cannavaronya sendiri pasti kelabakan kalau gak dilapis Matrix Materasi.





Rabu, 05-12-2007 21:07:13 oleh: Riyadi Mubdi Zhaahir

Memang benar Prestasi Timnas Sepakbola kita saat ini tidak ada yang bisa dibanggakan.

Bukankah seharusnya saat ini kita justru harus mendukung dan kalau bisa memberikan solusi, bukan malah mencibir para pemain kita yang memang rata-rata tingginya di bawah 180 cm.

Mengeluk-elukkan atlet kita saat berprestasi itu wajar, tapi apakah kita masih bisa demikian saat mereka sedang terpuruk. Mereka tetap butuh dukungan kita bukan membandingkan mereka dengan atlet dari negara lain dan membuat mereka merasa tidak dibutuhkan dan dihormati sebagai atlet. Mereka juga ingin dihargai atas apa yang telah mereka lakukan meskipun belum bisa memberikan prestasi yang tinggi pada bangsa ini.

Saya setuju dengan pendapat anda soal kompetisi yang sehat dengan mencontoh negara lain yang terbukti kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Seleksi pemain yang ketat juga diperlukan serta fasilitas yang baik yang diterima atlet juga ikut mempengaruhi. Dan pasti itu semua sudah dipikirkan oleh insan olahraga yang berwenang di tanah air, tinggal bagaimana pelaksanaannya saja, tentunya mereka sudah mengatur itu semua

Tapi saya sangat tidak setuju dengan usul anda mengenai larangan klub sepakbola dibawah PSSI menerima pemain dibawah 180 cm dan klub voli dilarang menerima pemain dibawah 190 cm.

Saya rasa larangan itu salah, bukankah atlet kelas dunia ada juga yang tingginya dibawah 180 cm. Mungkin maksud anda lebih dianjurkan bagi klub menerima pemain yang memiliki tinggi min.180 cm. Tapi tidak menutup kemungkinan menerima pemain dibawah 180 cm dengan syarat memiliki skill, tehnik dan kemampuan yang mumpuni sebagai atlet profesional bukan seperti yang sering kita lihat di tv, emosi sedikit berantem antar pemain, malu sama profesionalisme.




Kamis, 06-12-2007 15:40:27 oleh: doni

setuju mas slamet,kalo itu pemain basket emang aku saranin harus tinggi,tapi kalo maen bola nga harus, Yang terpilih jadi pemain timnas itu uda merupakan yang terbaik,ko anda malah mencibir pemain timnas kita beke beke sih,bener2 aneh,mau orangnnya tinggi2 juga kalo maennya KAKU TETEP BEGO, semua olahragawan itu harus punya BAKAT ALAM biar bisa jadi pemain handal



Kamis, 06-12-2007 16:36:08 oleh: Dani Ampriyanto

bener mas doni.
ditempatku ada tuh orang yang tinggi2, tapi bego2, apa mau dipaksa supaya bisa nendang bola, bisa2 malah nendang kaki lawan...




Selasa, 30-12-2008 20:44:26 oleh: arif iskandar

saya setuju mas, di voli skarang sudah ada aturan sepert itu min 190, pbvsi juga sudah mengantongi pemain usia dini , walau g dini-dini amat sekitar tiga orang usia sma. pbvsi patut dijadikan contoh



Selasa, 30-12-2008 20:55:34 oleh: arif iskandar

sulit memang mencari bibit pemain tinggi, ingat jadi atlet itu bukan turun dari langit tapi diciptakan secara konsisten , kita tidak bisa menebak atau memaksa mencari anak yg nantinya bisa tinggi atau pendek nantinya. tapi ada ilmunya kok mencari bibit yg potensial anak dgn cara mengukur antropometrik rata2, tentunya ditunjang gizi yg cukup, tu tugas bukan hanya pemerintah saja tapi orang tua bro.klo mencari orang yg dewasa ya ga bisa mas, kecuali mungkin untuk voli atau basket bisa dijadikan atlet mendadak tapi klo sepak bola belum pernah say mengetahui kasusunya, contoh kakak kelas saya di sma i maospati Affan Priyo di sma tingginya 185 dulunya hobi main basjket tapi setelah keluat skolah di jadi pemain timnas bola voli.




Selasa, 27-01-2009 10:20:45 oleh: arga setya pambudi

pemain timnas indonesia harus disiplin dan harus berkonsentrasi agar timnas bermain bagus dan dapat mencetak gol yang lebih banyak,dan memiliki mental yang kuat



Selasa, 27-01-2009 18:35:54 oleh: arga setya pambudi

ayo timnas indonesia kalahkan musuh-musuhmu! jangan cuma ngomong saja,ayo buktikan!



Sabtu, 31-01-2009 09:58:59 oleh: zain nurrizaldi

ga ojok melok melok emaille aku



Minggu, 01-02-2009 23:12:18 oleh: puji astuti

masalah tinggi badan jng dijadikan harga mati to mas...bkn mksd meng-kambing hitam kan standar tinggi orang indonesia..bakat & skill bisa dimiliki siapa saja,tetapi bakat&skill juga tdk bisa d buat juga dipaksakan pd orang2 yang tinggi bkn? yah klo ternyata bakat,skill,tinggipun dimiliki ya bagus tp klo tidak ya kita jadikan kekurangan ini menjadi satu kelebihan mas...bayangkan mas junior2 yg mengembangkat bakat dan melatih skill bolanya lewat club2 bola junior..apakah mereka harus di hantui dengan tinggi badan? yang memang mereka gen tinggi standar..wlaupun sdh di tunjang gizi dan pola makan yg bagus,lalu ternyata mereka nanti tdk bisa mencapai ketentuan tinggi..hilang bgt aja,SADISS...,kalau di eropa mas,dr bayipun punya bakat bola sdh pasti nanti dia punya tinggi,sependek-pendeknya orang sana yah tinggi bg kita..jadi yang terpenting adalah KOMPETISI SEHAT,PENGELOLAAN YG SEHAT DAN BAIK,maju terus...sy optimis & mendukung para pemainn bola kita terutama sekali adalah bakat dan skill yang mantap. untuk bola khususnya jng terlalu risau dengan tinggi,bolanya ada di bawah mas...percaya diri dan profesional,ok.



Senin, 02-02-2009 13:09:30 oleh: zain nurrizaldi

kita tdk boleh srg menghina pssi oke..............................................



Minggu, 08-02-2009 19:48:18 oleh: zain nurrizaldi

good morning pssi how are you pssi iam very well tanhks but fery good pssi oke..............



Senin, 16-02-2009 22:14:20 oleh: tommy

betul pak, cuma tinggi doang mana cukup, penting bisa lari dan punya skil mumpuni, sepak bola tendang dan lari....



Kamis, 07-05-2009 13:36:00 oleh: Abdul yusuf

I'm totaly disaggre about it.Tinggi tuch gak begitu ngaruh mas.Yg ptg pembinaan SdM N KOmpetisi liga itu sendiri.Kita ambil contoh team spanyol.Puyol 176,marchena 180,raul 179,david silva 171,david villa 175,marcos senna 175,casilas 183. Memang klo di rata2in masih lebih baik dari pemain kita tapi untuk ukuran eropa mereka itu pendek. Dan spanyol pun berhasil menjadi juara eropa! . Kesimpulannya biarkan bakat anda yang berbicara dan lupakan soal tinggi badan.Ini adalah tantangan kita! Buktikan pada dunia bahwa timnas itu ok walaupun pemainnya gak tinggi.



Minggu, 08-11-2009 19:38:39 oleh: Dede Budiman

menurut saya yang perlu dibenahi itu kompetisinya dulu,ciptakan liga indonesia seprofesinal mungkin, jangan cuma semaraknya aja yang kaya liga jepang.seperti itu aja bisa bikin kita apalagi kalo diikuti oleh prestasi yang bagus.masalah tinggi badan belakangan, ntar juga kalo pemain kita maennya bagus2 semua,tinggal pilih pemain yang tinggi badannya menunjang untuk bermain di level asia bahkan bahkan dunia...setuju saudara sebangsa dan setanah air?



Senin, 16-11-2009 10:42:24 oleh: tri listianto

bravo team nasinal u19...tngknkn donk sepak bola lampung,..km jg ingn msk team nasinal....bt msk liga ja sush,..gmna pak gubernur...



Selasa, 17-11-2009 10:07:03 oleh: masmbang

Tinggi badan bukan harga mati dalam memenangkan pertandingan, tapi itu memang berpengaruh juga dalam kekuatan dalam satu Team.
Dari pengamatan saya anak2 generasi kelahiran th 90an kesini, umur 12-15 tahunan tingginya sdh mencapai 165-170cm. Tinggal di treatment secara, Akhlaq, Fisik, Mental, Nutrisi, Skill & wawasan Teknik bermain.
Di SSB-SSB yg sdh ada perlu di ajarkan Pola Makan yg bernutrisi tinggi kebiasaan hidup sehat dan teratur.Hal ini untuk treatment yg saya sebutkan di atas, agar pada saat mencapai umur maksimal untuk pertumbuhan tinggi badan (umur 21-23 tahun) bisa mendapat tinggi yang maksimal (min 180 cm).
dan jangan sepelekan untuk belajar dari Tayangan Sepakbola Liga2-liga dunia, dari situ bisa belajar ttg teknik bermain, skill & mental bertanding.

Saya yakin rata-rata pemain PSSI generasi kelahiran akhir 70an (Bepe, Ponaryo etc)tidak pernah nonton LIGA Inggris, Liga Italia..etc...apalagi Liga Champion... apalgi si Bendol..aku yakin sebulan sekali nonton Liga itu sdh hebat..




Rabu, 06-01-2010 23:22:58 oleh: rahmat

tinggi badan adalah salah satu faktor penunjang untuk memperkuat pertahanan,terapi tinggi aja kurang lengkap harus ditunjang lagi dengan skill,niat, spid, power, mental, respek,teori,bahasa. sebetulya apabila di persiapkan tiada yang tidak mungkin past pssi berhasil berprestasi, dgn peroses selesi, saya yakin peduduk di zona indonesia ini banyak. setelah terpilih pasukan mereka di didik dengan disiplin yang ketat supaya tidak memalukan, dsn saya mendukung untuk taknik pembelajaran menonton tayangan liga-liga dan di tambah dengan banyak mengaplikasikan or bermain dilapangan, menurut saya kondisi pisik pendek jangan terlalu membiasakan operan lambung karena kurang efektif, karena terbentur kalah oleh tinggi, antisipasinya dengan bermain cepat bola kaki kekaki ala itali,. apabila pemain jangkung alias tinggi g ada gmana? coba dulu donk usaha ikhtiar acara liga selecton, klo ada orang asing yang menginginkan berbakti untuk indonesia dan menjadi warga negara indosesia gman? menurut ak tergantung kebijakan pemerintah. pertandingan ind vs oman saya banggga dengan perjuangn walau hilang kendali tapi mutiara hitam memperoleh titik terang. berjuanglah pssi tim nas benahillah, hair esok lebih baik mengalir gol-gol dri hri kmrn.



Jumat, 15-01-2010 19:07:32 oleh: andank

Setuju Banget , Klo untuk standard pemain Bola Timnas tinggi 180 cm,alasannya olah raga juga harus bisa meningkatkan kualitas fisik , mental,Kecerdasan.jika kurang dari 180 cm,klo mau masuk Timnas dia harus punya kelebihan yang mumpuni (biar bisa sekelas Messi ato maradona).Permasalahannya sekarang gimana caranya anak muda indonesia bisa setinggi itu,apakah bisa meningkatkan Gizi,minum obat penambah tinggi atau mungkin ada teknologi lain yang mempercepat tinggi badan klo ada tolong dibagi pengetahuannya ke semua anak indonesia.



Selasa, 19-01-2010 15:02:46 oleh: Reza Merangin

Pada dasarnya Saya sangat setuju dengan tinggi 180, untuk itu segera dilakukan pembinaan usia dini yang telah diseleksi tingginya dan lakukan secara propesional, dan bergurulah di Brazil jangan di negara yang kualitasnya tidak baik...



Rabu, 03-02-2010 13:24:10 oleh: M@die

kalo menurut saya, pemain bola bukan hanya dilihat dari tinggi badan.....banyak sekali orang indonesia yang badannya tinggi tapi ga bisa main bola....jadi yang paling penting itu adalah bakat, skill dan kecintaan akan bermain bola sebab kalo main bola cuma hanya main ya....ga hebat hebat tapi kalo di cinta akan permainan bola dan enjoy akan permainannya ..tentunya akan mengahasilkan permainan yang cantik....tapi yang membuat Tim Nas ga bisa maju maju karena semua perangkat persepak bolaan Indonesia tidak membuat perbaikan ke arah yang lebih maju seperti Wasit2 yang tegas dan berstandart Internasional ( berani dong dan tegasnya ), pemain bermain dengan sepenuh hati dan pemilihan pemain sesuai karakter kepulauan dan pengurusnya yang berani mundur jika gagal ......Ok Maju terus persepak bolaan Indonesia



Minggu, 14-02-2010 16:04:30 oleh: riski martaon

memang bagus klo PSSI ini hanya memilih tingginya badan . selain dari tingginya badan juga pssi harus menseleksi pemain yang mempunyai bakat yg hebat . jd bukan postur badannya saja yg tinggi ..



Jumat, 14-05-2010 16:15:33 oleh: Mudiono

Semua pendapat, BENAR! Yang nggak benar; PSSI. Lebih-lebih Ketua Umumnya. Udah nggak berprestasi, nggak mau mundur lagi.



Senin, 12-07-2010 07:52:50 oleh: liger

setuju bro,,, pasti kalau di cari dari seluruh pelosok indonesia,, orang yang memiliki bakan dan tinggi/postur yang setara dengan pemain bintang dunia,, masa gak ada, hehehe

tim nas yg sekarang,,, yahh.. memang harus di dukung, biar gimanapun mereka membela negara qt.,,
tapi mudah-mudahan untuk regenerasinya,, dicari-lah yang bisa di takuti minimal Asean..

(buat PSSI : kalo nyari atlet,, jangan KKN yah,,)




Senin, 12-07-2010 10:51:15 oleh: jhonatan hollen

indonesia akan mempunyai pemain bintang dunia dalm waktu dekat tahun 2011 dia mempunyai skil yang sangat luar biasa.jadi pssi harus menunggu 1 tahun lagi.



Senin, 19-07-2010 11:41:28 oleh: terry

kebanyakan orang Indonesia cuma bisa komentator,,,gak salah kalau segelintir orang byk mengatakan,,,Tong kosong nyaring bunyinya...percuma koment ajach,,semestinya kita orang sama-2 dukung donk..siapa lagi yg bisa ngebanggain country sendiri kalau bukan kita..!!!..gak kebanyang yang pada koment bisa main apa nggak?,,,sebagai warga negara yg baik,semestinya kita harus berkaca sebelum bicara...!!!



Minggu, 03-10-2010 19:44:40 oleh: noy

jangan aja tingginya yang dicari tapi volume oksigennya juga harus bagus minimal 60 kalo pemain bola volume oksigennya dibaeah 60 dia cuma tahan 1 babak aja Mas. kan masih ada yang tingginya 165 tapi permainanya bagus dan daya tahanya bagus kenapa ga di ambil kan sayang..

jangan liat dari tingginya aja




Kamis, 09-12-2010 15:09:49 oleh: regsal

MENURUT SAYA TINGGI 175cm aja dah cukup,,,,,yg penting fisik n stamina nya di tingkatkan,,,,jangan manja,,,,lihat body2 pmaen lauar rata2 berisi semua,,,,,tahan banting,,,,terus skill permainan individu nya di tingkatkan lg,,,,,




Senin, 17-01-2011 14:33:22 oleh: TOTO

Masukan yang bagus dan brilian untuk pembinaan olahraga sepak bola Indonesia.. ini, rasanya hukumnya adalah wajib, kalau kita ingin berjaya...

Mr. Ridl, cari bibit-bibit > 180 cm, kuat @ kokoh, dan skill yang mumpuni..

Hasilnya pasti JOSSSS....




Senin, 25-07-2011 18:51:16 oleh: giga

Menurut saya tinggi badan ga terlalu berpengaruh besar.
Asalkan badan ga tinggi tinggi amat tp skill memumpuni jg hasilnya pasti ok kok.




Rabu, 07-09-2011 09:47:57 oleh: joko

yang namanya bola itu adalah team...kenapa harus bercerita postur tubuh. begitulah orang indonesia kalau kalah pasti postur tubuh atau ketika kebobolan pasti kelemahan yg dicari ataupun kesalahannya, padahal yang harus ditingkatkan adalah cara bermain punya taktik bagus stamina oke kalo soal postur itu nanti aja, dan perlu diketahui dalam permainan bola juga setiap pemain harus memiliki pemikiran yang genius itulah orang indo gak punya....kecepatan dalam berpikir selalu telat!



Rabu, 28-03-2012 20:40:20 oleh: lucky

kalau begitu kasihan lah yg pendek2 ,,,, mau jadi tukang bawa air. olahraga kan bukan hanya sekedar tinggi badan. tapi juga skil dan KEMAUAN. klo mau pemerintah juga harus ikut andil dalam mengolah postur generasi2 muda dari sejak balita. oooooooooooooooo. klo tiap hari makannya ikan asin doang , dari mana gizinya???????????



Selasa, 15-01-2013 15:02:08 oleh: i gusti ngurah bayu s

sangat setuju... karena orang indonesia yang terlalu pendek jadi kompetisi" yang diadakan dengan negara eropa menjadi aneh...orang indonesia sangat pendek dan sangat loyo... apalagi andik dan bambang pamungkas pemain dengan tubuh pendek dan tidak memiliki skill.. kalo messi pendek tapi punya skill.. gak kayak orang indonesia pendek tapi tdk punya skill.. biar dilatih sekuat tenaga.. pasti hasilnya tidak ada,, karena loyo" yang komentnya tidak setuju berarti dia berbadan pendek!!!!!



Selasa, 26-11-2013 09:20:01 oleh: ari

Sebetulnya di indonesia ckp banyak yg bertinggi badan di atas 170 tp mungkin kebetuln banyak yg kurang memiliki skill/berbakat/suka sepak bola, nah itulah tugas dr pssi utk mencari, melatih, memasang strategi permainan yg jitu yg ada di pelatnas, misal dgn sisrem 1-3 x sentuhan memasang pemain pd posisi yg pas



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY