Aku anak sehat tubuhku kuat
Karena ibuku rajin dan cermat
Semasa aku bayi aku diberi asi
Makanan bergizi dan imunisasi
Berat badanku ditimbang slalu
Posyandu menunggu setiap waktu
Bila aku diare ibu selalu waspada
Pertolongan Oralit selalu siap sedia
Masih ingat lagu diatas? Sekitar tahun delapan puluhan lagu ini begitu populer. Tak ada anak yang tidak hapal lagu ini. Dan faktanya posyandu yang dikelola ibu-ibu memang selalu ramai dikunjungi. Di posyandu balita mendapat imunisasi.
Imunisasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit dengan memasukkan vaksin sehingga bila kelak dia terpapar hanya akan sakit ringan. Vaksin adalah bibit penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Maka imunisasi juga dikenal dengan sebutan vaksinasi. Imunisasi dapat mencegah penyakit:
Dipteri = dimulai dengan tubuh panas, batuk dan pilek, seringkali sulit menelan lalu leher bengkak. Penyakit ini sangat berbahaya karena menyebabkan anak meninggal jika dalam 1 minggu tak diobati.
Pertusis atau Batuk Rejan = disebabkan kuman pertusis, termasuk penyakit menular. Gejalanya batuk satu dua kali lalu berhenti kemudian batuk terus menerus sampai sesak nafas, wajah merah, muntah dahak kental, tubuh lemas. Kadang ada pendarahan pada biji mata. Kondisi ini bisa berlangsung tiga bulan lebih.
Tetanus = masuk ke tubuh lewat kuman dari luka di tali pusat / kena pisau atau luka lain yang kotor. Gejalanya tubuh panas, gelisah dan kejang di seluruh tubuh.
Tuberculosis (TBC) = disebabkan kuman TBC, sangat berbahaya dan menular, menyerang paru-paru, jaringan selaput otak, tulang, kelenjar getah bening dan anggota tubuh lain. Gejalanya batuk, pilek, tak nafsu makan dan berat badan menurun. Pada anak-anak, batuk menyerang sekitar pukul 3-4 malam dengan mengeluarkan keringat dingin.
Campak = sangat berbahaya karena anak yang sedang kena campak mudah terkena penyakit lain terutama radang saluran nafas dan diare. Gejalanya suhu tubuh panas, ada bintik merah di seluruh tubuh yang kemudian berubah menjadi hitam. Campak ditandai dengan 3 stadium: stadium inkubasi berlangsung 10-12 hari dengan sedikit gejala, stadium prodromal yang mulai tumbuh bintik pada mukasa pipi dan fanaring, demam ringan dan batuk bertambah berat. Kebanyakan campak menyerang anak usia 5-10 tahun yang tidak mendapat imunisasi pada usia kurang dari 15 bulan.
Poliomyelitis atau kelumpuhan = Gejalanya suhu tubuh panas 2-3 hari dan jika suhu tubuh turun seluruh tubuh menjadi lemas dan ada bagian tubuh terutama bagian bawah yang tidak dapat digerakkan karena otot yang lumpuh dan menjadi kecil.
Imunisasi polio, hepatitis B dan BCG diberikan kepada bayi berusia 0-11 bulan, DPT untuk bayi usia 2-11 bulan, campak untuk bayi usia 9-11 bulan, DT untuk anak usia kelas 1 SD, TT dan WUS untuk anak usia kelas 2 dan 3.
Sayangnya, peran posyandu dengan imunisasinya meredup seiring lengsernya Soeharto. Di banyak tempat posyandu tinggal kenangan. Suka tak suka Soeharto memang berhasil membangkitkan kesadaran para ibu tentang pentingnya menjaga kesehatan balitanya. Imunisasi di jaman Soeharto sangat digalakkan karena barangkali Soeharto sadar benar anak-anak adalah asset sebuah bangsa meski Soeharto pula yang menjadikan tiap bayi menanggung hutang akibat kebijakan ekonominya yang sangat bergantung pada IMF.
Pergantian pemerintahan kemudian nampaknya kurang menaruh perhatian pada keberadaan posyandu. Untunglah SBY melalui Ibu Ani Yudhoyono menyadari pentingnya menghidupkan kembali kiprah posyandu. SBY melalui Menteri Kesehatan juga menggratiskan operasi Caesar di rumah sakit-rumah sakit pemerintah bagi pemegang askeskin.
Selain itu jika kita membutuhkan obat untuk penyakit ringan semacam flu atau batuk, mintalah yang produksi Indofarma karena pemerintah mewajibkan setiap apotik menjualnya dengan harga hanya seribu rupiah per lembar berisi sepuluh kapsul. Dan karena bisnis obat memang sangat menggiurkan jadi tak usah heran jika apotik malas-malasan menyodorkan produksi Indofarma itu jika tak diminta.
Saya berharap imunisasi dapat marak lagi seperti dulu karena menurut data epidemiologi, di negara berkembang, dari setiap 1000 bayi yang lahir maka:
Lima bayi akan tumbuh pincang karena Poliomielitis,
Sepuluh bayi akan meninggal karena Tetanus Neonatorum,
Dua puluh bayi meninggal karena Batuk Rejan (Pertusis),
Tiga puluh bayi lebih meninggal karena Morbili atau komplikasinya.
Beberapa tahun terakhir ini morbili, pertusis, tetanus, poliomyelitis, difteri dan tuberculosis bertanggung jawab atas kematian 4 juta anak di dunia. Penyakit ini pula yang menyebabkan 4 juta anak menjadi cacat fisik dan mental.