Rahmah Hasyim

Pentingnya Imunisasi

Minggu, 02-12-2007 12:17:32 oleh: Rahmah Hasjim
Kanal: Kesehatan

Pentingnya Imunisasi

Aku anak sehat tubuhku kuat

Karena ibuku rajin dan cermat

Semasa aku bayi aku diberi asi

Makanan bergizi dan imunisasi

Berat badanku ditimbang slalu

Posyandu menunggu setiap waktu

Bila aku diare ibu selalu waspada

Pertolongan Oralit selalu siap sedia

Masih ingat lagu diatas? Sekitar tahun delapan puluhan lagu ini begitu populer. Tak ada anak yang tidak hapal lagu ini. Dan faktanya posyandu yang dikelola ibu-ibu memang selalu ramai dikunjungi. Di posyandu balita mendapat imunisasi.

Imunisasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit dengan memasukkan vaksin sehingga bila kelak dia terpapar hanya akan sakit ringan. Vaksin adalah bibit penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Maka  imunisasi juga dikenal dengan sebutan vaksinasi.   Imunisasi dapat mencegah penyakit:

Dipteri = dimulai dengan tubuh panas, batuk dan pilek, seringkali sulit menelan lalu leher bengkak. Penyakit ini sangat berbahaya karena menyebabkan anak meninggal jika dalam 1 minggu tak diobati.

Pertusis atau Batuk Rejan = disebabkan kuman pertusis, termasuk penyakit menular. Gejalanya batuk satu dua kali lalu berhenti kemudian batuk terus menerus sampai sesak nafas, wajah merah, muntah dahak kental, tubuh lemas. Kadang ada pendarahan pada biji mata. Kondisi ini bisa berlangsung tiga bulan lebih.

Tetanus = masuk ke tubuh lewat kuman dari luka di tali pusat / kena pisau atau luka lain yang kotor. Gejalanya tubuh panas, gelisah dan kejang di seluruh tubuh.

Tuberculosis (TBC) = disebabkan kuman TBC, sangat berbahaya dan menular, menyerang paru-paru, jaringan selaput otak, tulang, kelenjar getah bening dan anggota tubuh lain. Gejalanya batuk, pilek, tak nafsu makan dan berat badan menurun. Pada anak-anak, batuk menyerang sekitar pukul 3-4 malam dengan mengeluarkan keringat dingin.

Campak = sangat berbahaya karena anak yang sedang kena campak mudah terkena penyakit lain terutama radang saluran nafas dan diare. Gejalanya suhu tubuh panas, ada bintik merah di seluruh tubuh yang kemudian berubah menjadi hitam. Campak ditandai dengan 3 stadium: stadium inkubasi berlangsung 10-12 hari dengan sedikit gejala, stadium prodromal yang mulai tumbuh bintik pada mukasa pipi dan fanaring, demam ringan dan batuk bertambah berat. Kebanyakan campak menyerang anak usia 5-10 tahun yang tidak mendapat imunisasi pada usia kurang dari 15 bulan.

Poliomyelitis atau kelumpuhan = Gejalanya suhu tubuh panas 2-3 hari dan jika suhu tubuh turun seluruh tubuh menjadi lemas dan ada bagian tubuh terutama bagian bawah yang tidak dapat digerakkan karena otot yang lumpuh dan menjadi kecil. 

Imunisasi polio, hepatitis B dan BCG diberikan kepada bayi berusia 0-11 bulan, DPT untuk bayi usia 2-11 bulan, campak untuk bayi usia 9-11 bulan, DT untuk anak usia kelas 1 SD, TT dan WUS untuk anak usia kelas 2 dan 3.

Sayangnya, peran posyandu dengan imunisasinya meredup seiring lengsernya Soeharto. Di  banyak tempat posyandu tinggal kenangan. Suka tak suka Soeharto memang berhasil membangkitkan kesadaran para ibu tentang pentingnya menjaga kesehatan balitanya. Imunisasi di jaman Soeharto sangat digalakkan karena barangkali Soeharto sadar benar anak-anak adalah asset sebuah bangsa meski Soeharto pula yang menjadikan tiap bayi menanggung hutang akibat kebijakan ekonominya yang sangat bergantung pada IMF.

Pergantian pemerintahan kemudian nampaknya kurang menaruh perhatian pada keberadaan posyandu. Untunglah SBY melalui Ibu Ani Yudhoyono menyadari pentingnya menghidupkan kembali kiprah posyandu. SBY melalui Menteri Kesehatan juga menggratiskan operasi Caesar di rumah sakit-rumah sakit pemerintah bagi pemegang askeskin.

Selain itu jika kita membutuhkan obat untuk penyakit ringan semacam flu atau batuk, mintalah yang produksi Indofarma karena pemerintah mewajibkan setiap apotik menjualnya dengan harga hanya seribu rupiah per lembar berisi sepuluh kapsul. Dan  karena bisnis  obat memang sangat menggiurkan jadi tak usah heran jika  apotik malas-malasan menyodorkan produksi Indofarma itu jika tak diminta.

Saya berharap imunisasi dapat marak lagi seperti dulu karena  menurut data epidemiologi, di negara berkembang, dari setiap 1000 bayi yang lahir maka:

Lima bayi akan tumbuh pincang karena Poliomielitis,

Sepuluh bayi akan meninggal karena Tetanus Neonatorum,

Dua puluh bayi meninggal karena Batuk Rejan (Pertusis),

Tiga puluh bayi lebih meninggal karena Morbili atau komplikasinya.

Beberapa tahun terakhir ini morbili, pertusis, tetanus, poliomyelitis, difteri dan tuberculosis bertanggung jawab atas kematian 4 juta anak di dunia. Penyakit ini pula yang menyebabkan 4 juta anak menjadi cacat fisik dan mental.

Bookmark and Share

Tag/Label vaksin, imunisasi, dipteri, pertusis, tetanus, tuberculosis, tbc, campak, poliomyelitis
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
9 komentar pada warta ini
Minggu, 02-12-2007 23:07:39 oleh: chika

Terhadap artikel ini, saya vote : SANGAT BERGUNA. Pernah saya baca ada satu kelompok yang beranggapan bahwa vaksinasi hanya akal-akalan perusahaan farmasi. Bahkan mereka menentang pemberian vaksin pada bayi dengan alasan tubuh yang sehat kok malah dikasih kuman, meskipun sudah dilemahkan.
Buat saya, 100% saya percaya vaksinasi memberikan manfaat dengan menumbuhkan kekebalan pada bayi.




Senin, 03-12-2007 00:12:10 oleh: rahmah

Thanx untuk vote nya Mbak Chika. Waktu putri saya berumur dua tahunan dokter menyarankan MRI tapi semua keluarga melarang karena katanya bikin anak jadi autis. Saya ikuti saran dokter dan ternyata putri saya normal, bahkan sangat cerdas.



Senin, 03-12-2007 08:49:28 oleh: Honny Sinartio

Oh iya...saya ingat waktu anakku masih bayi, dia senang sekali setiap saya nyanyikan lagu tersebut. Saya juga selalu mengikuti jadwal immunisasi untuk anak saya. Setelah masuk sekolah saya ikutkan dia di sekolah setiap ada "acara suntik" itu. Walaupun oleh beberapa orangtua sering kuatir karena yang nyuntik bukan doter tapi perawat. Tapi saya yakin bahwa mereka juga berusaha melayani sebaik mungkin.
Kalau sekarang di tempat kami suntiknya "di bus" dan malah gratis sampai umur 18 tahun jadi pasti saya pantau terus jadwal bus untuk immunisasi tsb karena selain untuk kesehatan anak juga wajib lengkap kalau mau daftar sekolah sampai umur 18 tahun(setingkat SMA). Kadang untuk keja juga di minta daftar immunisasinya.
Kesimpulannya: saya juga sependapat dengan mbak Chika




Senin, 03-12-2007 13:31:46 oleh: Panjikristo

mbak, mantan kepala sekolah atau dokter ya?
Ulasannya selalu bernada kesehatan. Tapi itu bagus lho, saya setuju dengan tulisan ini.
saya vote, sangat berguna!




Selasa, 04-12-2007 00:31:19 oleh: rahmah

Thanx untuk komentar dan vote nya. Honny tinggal dimana tuh? Enak banget ada bus imunisasi kayak gitu.. Mas Panji, saya tuh cuma orang biasa yg seneng bagi2 pengetahuan yg saya dapat. Maklum ga punya yg hebat2 untuk dibagi...



Jumat, 07-12-2007 02:06:22 oleh: Honny Sinartio

Maaf saya baru lihat kalau Rahma nanyain dimana saya tinggal.
Saya saat ini ikut suami yang lagi kerja di USA. Tapi biar gratis, masih ada juga teman-temanku yang tidak mau ikutan "di cuss" anaknya lho. Ya...karena kuatir hal-hal yang pernah dia dengar terjadi semasa mereka di Indonesia (kata mereka sih).
Selama boleh "serba gratis" tapi tetap aman kenapa nggak ya??




Jumat, 07-12-2007 09:05:51 oleh: Meidy

Boleh kasih komentar walaupun belum punya anak ya.. karena saya punya contoh kasus nyata di rumah.

Soal adanya efek samping vaksinasi memang benar ada apalagi kalo anak ada kecenderungan alergi, gangguan metabolisme. Bisa alergi terhadap vaksin atau sulit membuang logam berat pengawaet vaksin. Contohnya Jane dulu sering gumoh. Dokter mengatakan perutnya jangan kesentuh kalo habis minum susu. Itu memang bisa tapiii sebetulnya waktu itu Jane sudah ada tanda alergi berat terhadap susu.
Informasi vaksin bisa juga dilihat pada www.fda.gov

Komentar saya ini bukan bahwa vaksinasi itu tidak penting ya. Tetap penting.

Saya pun tiap tahun vaksinasi untuk flu juga untuk tifus. Kalo mau bepergian ke tempat beriklim dingin saya akan divaksinasi untuk pnemonia.

Sedia payung sebelum hujan, tapi payungnya juga sewaktu-waktu sebaiknya kita periksa siapa tahu berlubang ;-)




Jumat, 07-12-2007 12:51:55 oleh: rahmah

Setuju Mbak Honny. Ga semua yg gratis itu jelek. mental orang kita itu sok kaya karena menganggap semua yg murah atau malah gratis itu jelek, jadi pemerintah bingung, mau ditolong tapi kok ga mau...
Mbak Meidy, memang benar kita harus cek dulu apakah kita alergi pada sesuatu sebelum divaksin. Setiap RS sekarang sudah ada kan cek alergi. Anak saya dulu juga alergi susu kaleng selepas ASI karena waktu hamil saya rajin banget minum susu kedelai. Nah kemudian saya beri dia susu kaleng yg ada kedelainya sambil dicampur dg susu biasa. Alhasil sekarang ga ada masalah.




Selasa, 10-06-2008 16:54:23 oleh: anya

knp y sekarang posyandu sdh ga kya dulu lge??dulu posyandu ada dimana2..cm knp skrg jarang y??sekarang pun banyak Ibu-ibu yg kurang paham akan pentingnya imunisasi..mohon pemerintah memperhatikan ini semua...



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
diekie   pada  Suzuki Skywave 125
dedi   pada  Tiara Express Taxi
wawan   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY