Norman Sasono

Profesor Termuda di Amerika Adalah Orang Indonesia

Senin, 12-11-2007 09:28:00 oleh: Norman Sasono
Kanal: Gaya Hidup

Profesor Termuda di Amerika Adalah Orang Indonesia

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya "pulang ke Jepang" untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia. Kenapa?

Di artikel wikimu dari Ardian Syam di awal tahun 2007 ini, http://www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=826, dibahas sedikit tentang Prof. Nelson Tansu ini. Di artikel ini, akan dibahas lebih jauh siapa sih Profesor Nelson Tansu ini yang termasuk peraih gelar profesor termuda di Amerika.

Nelson Tansu lahir di Medan, 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang.

Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai "The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award" mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia.

Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang mencoba membajaknya untuk "pulang". Tapi dia selalu menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia. Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di Amerika, ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia. Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.

Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di Indonesia. Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?

Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore, gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia. Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia. Panggilan seorang profesor atau dosen adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk "cari makan".

Dari diskusi saya dengan beberapa dosen di Indonesia, kelihatannya semua meng-iya-kan apa yang Prof. Tansu gambarkan tentang dunia perguruan tinggi di Indonesia. Hmm, memprihatinkan.

Sumber:
Website resmi Prof. Nelson Tansu: http://www3.lehigh.edu/engineering/ece/tansu.asp
Majalah Campus Asia Volume 1 Number 1 October 2007

Bookmark and Share

Tag/Label kehidupan, nelson tansu, electrical engineering, the 2003 harold a. peterson best ece research paper award
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
65 komentar pada warta ini
Senin, 12-11-2007 09:44:57 oleh: aloysius weha

Aslinya orang kita itu hebat. Ini orang Medan kedua yang berkibar di Amerika. Yang saya tahu, sebelumnya adalah kakak beradik Pantas dan Sehat Sutardja, pendiri Marvell Corporation, sebuah perusahaan pembuat microchip dan menjadi salah satu pemain terpenting di dunia ini.

Saya sarankan buat bung Nelson, memang jangan pulang ke Indonesia. Nanti aja kalo udah pensiun balik ke sini...




Senin, 12-11-2007 09:49:08 oleh: Norman Sasono

Ralat, tanggal lahir-nya 20 October 1977. Bukan 2007. :)



Senin, 12-11-2007 09:50:03 oleh: Berthold Sinaulan

Tulisan ini dimasukkan juga ke Wikimu Sekolah nggak? Bagus tuh, bisa jadi teladan buat para siswa.



Senin, 12-11-2007 10:17:35 oleh: Linuz

ada banyak sekali brainy people dari indonesia di luar sana yang tidak mendapat tempat di rumah sendiri. Indonesia mengalami BRAIN DRAIN, talenta2 terbaik bangsa direkrut oleh univ. dan perush. asing untuk membuat penemuan yang kemudian dipatenkan negara tempat mereka dibiayai. Pernah dengar isu nih, katanya orang pinter nomer wahid sedunia berasal dari aceh dan sekarang berdomisili di jerman (ahh,lagi2 jerman ;) ), sayang ga ktemu source nya..



Senin, 12-11-2007 10:25:57 oleh: Yudhi

Salut luar biasa (two thumbs up)
Harusnya pemerintah memperhatikan Prof Tansu ini, kalo bisa di berikan jabatan strategis untuk mengembangkan soal IT di Indonesia. Saya bisa paham soal pemikiran sbg rakyat indonesia biasa yang gak gitu yakin tentang kehidupan di indonesia yang bisa lebih baik apabila dia milih tinggal dan kerja di indonesia, yah.. apa kata dunia!




Senin, 12-11-2007 10:36:34 oleh: Agus Kurniawan

aloysius weha wrote:
"..Saya sarankan buat bung Nelson, memang jangan pulang ke Indonesia. Nanti aja kalo udah pensiun balik ke sini... "

------------------------------
wah, kok pulang tinggal pensiun ? jadi tinggal bongkotnya donk ? sorry..problem serius, mesti dicari titik ketemunya..kalau memang dia cinta bangsa ini, harusnya pulang cuman how nya itu yang penting terutama masa depannya. Rada susah memang antara ego dan rasa cinta dibedakan

At least, dia memberikan ide atau model untuk pengembangan R&D disini atau bidang lain...kecuali kalau memang cari sesuap nasi disana...beda vision dan mission ya beda semuanya ;)




Senin, 12-11-2007 10:42:16 oleh: Arisakti Prihatwono

kalo wikimu apa donk ?

blog termuda dan terpopuler donk :-)
ya ga ?




Senin, 12-11-2007 11:02:55 oleh: Linuz

Nelson ga perlu pulang k Indo, lebih baik hujan emas di negeri orang, daripadaaaaaaaa makan ati di negeri sendiri..



Senin, 12-11-2007 11:04:27 oleh: Muhammad Nizar

pulang ga pulang ga begitu penting, yang penting sumbangsihnya bagi bangsa.. cielee..



Senin, 12-11-2007 11:08:24 oleh: Norman Sasono

At the very minimal, dia sudah memberi inspirasi bagi generasi muda yang masih di sekolah bahwa orang Indonesia itu punya potensi yang sama dengan bangsa lain di dunia.



Senin, 12-11-2007 11:18:27 oleh: reyza

Orang indonesia bukan punya potensi yang sama dengan bangsa lain, tetapi orang Indonesia mempunya potensi yang lebih dari bangsa lain dengan didukung oleh suasana Indonesia yang lebih memuja para juara Indonesia Idol dibandingkan dengan para juara Sain dunia. Sungguh dua hal yang sangat 'cocok' :(
Indonesia sering kehilangan budayanya yang diambil negara lain, tapi ada yang lebih penting lagi, Indonesia sering kehilangan SDM mumpuni-nya yang juga diambil negara lain.
Sungguh kasihan Indonesia-ku




Senin, 12-11-2007 13:12:14 oleh: Ki Ageng

Good Man in the right place...



Senin, 12-11-2007 13:31:36 oleh: rd

"suasana Indonesia yang lebih memuja para juara Indonesia Idol dibandingkan dengan para juara Sain dunia."

betul sekali ... orang indonesia itu sukanya nonton hiburan aja, infotaiment, sinetron, dangdut, sedangkan kalo tayangan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan tidak bakalan ada yang mau nonton yang menyebabkan rating stasiun tv tersebut jatuh yang menyebabkan iklannya murah, makanya untuk rating, dicari narasumber yang kurang berbobot mayoritas.

Orang Indonesia itu lebih menghargai artis dari pada ilmuwan, dosen, dll.

Prof. Nelson jangan pulang aja ke Indonesia, rugi banget, apalagi tinggal dijakarta ammpuuunn deh ...

tapi untuk merubah bangsa ini mulailah dari diri sendiri, jangan buang waktu sia2 dengan hanya menonton sinetro, infotaiment, dangdut, kontes dll, lebih baik gunakan untuk belajar, baca tambah wawasan atau nonton tayanngan tv yang lebih berguna seperti berita, atau mending istirahat.




Senin, 12-11-2007 15:31:00 oleh: arief_protonic

tunggu sampai kaum muda memimpin bangsa ini
[artikel;350 tahun lalu]
prev-next




Senin, 12-11-2007 16:45:41 oleh: Akbar tanjung

gak mutu. Artikel Copy and Paste saja



Senin, 12-11-2007 17:00:27 oleh: Norman Sasono

:)

To Akbar Tanjung, well, memang bisa dibilang yg saya lakukan itu Copy & Paste (meskipun saya gak benar2 Copy & Paste), tp tujuan saya memang semata-mata utk "spread the words" aja kok. Saya juga mencantumkan sumber berita saya yaitu majalah "Campus Asia" dan juga website Nelson Tansu sendiri. Nah, kan gak semua orang tahu atau baca "Campus Asia", maka itu saya post di sini biar yang tahu Nelson Tansu jadi lebih banyak dan juga biar lebih banyak orang yang tahu kalau dunia akademik Indonesia itu sangat memprihatinkan!

So, bung Akbar Tanjung, jgn lihat artikel ini copy & paste or whatever, look at the content! It is true, dunia akademik di Indonesia mengenaskan.

Lihat artikel lanjutan-nya yang juga saya ambil dari "Campus Asia" yang juga saya post di wikimu.com: http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=4676

Profesor di Malaysia di gaji 10 kali lipat dari profesor di Indonesia! Benar2 memprihatinkan.




Senin, 12-11-2007 18:29:08 oleh: Eneng

Berita seperti ini harusnya bisa lebih disebarluaskan. Masuk TV kek... Jadi, biar semua orang Indonesia bisa tahu kalo ada juga orang indonesia yang berprestasi dan membanggakan. Jangan beritanya ttg TKI melulu... Malu juga kan.. Walaupun kasihan juga sih nasib para TKI itu.



Senin, 12-11-2007 19:59:46 oleh: Bagus Y Prayitno

Ceritanya sama dengan temanku.. yang dapat beasiswa s2 di Jepang utk fisika nuklir.. eh.. setelah lulus sampae sini kerjanya cuman absen kekantor..
Laen lagi temenku yg diBPPT.. jauh2 kuliah aerodinamika di beberapa univ di Inggris,prancis dan jerman.. sekarang ..kekantor.. kerjaannya cuman baca koran aja.. habis gak ada yg dikerjain. Biaya riset segala macem gak ada..
Yah.. sayang anak bangsa kita cerdas2.. tapi tidak bisa diberdayakan...




Senin, 12-11-2007 21:14:52 oleh: Edward Chitrahadi

Very nice n inspiring. Membuat kita semua kembali bersemangat dan tidak ingin berhenti belajar =)



Selasa, 13-11-2007 06:55:38 oleh: reyza

Kata siapa tidak pernah di angkat di TV, sudah sering diangkat di TV, mungkin karena pas acara itu kita lebih memilih ntn AFI atau Indonesia Idol :)
pernah 2x saya melihat acara seperti ini di TV, pertama cerita para Dr dan Prof yang hidupnya memprihatinkan di Indonesia, sampai2 mereka pernah menyerukan ke teman2 mereka yg ada diluar negeri untuk jangan pulang ke Indonesia karena tidak ingin nasibnya sama dengan mereka.
Kedua cerita tentang kehidupan para wakil TOFI(olimpiade fisika internasional) yang harus tidur di Lab karena tidak ada perhatian dari pemerintah, dan tragisnya justru para perguruan tinggi dan universitas negeri di Indonesia juga kurang memperhatikan mereka untuk merekrut mereka dan memberikan beasiswa agar mau kuliah agar kuliah di tempat PT dan Unv tersebut. yang mengendus justru perguruan tinggi dari S.pore yang menjanjikan beasiswa penuh serta tanggungan biaya hidup.
Indonesia yang hebat...mau jadi artis aja ah, atau jadi pemain bola kan kerjanya gampang cukup mukulin wasit doang...hehe




Selasa, 13-11-2007 07:08:54 oleh: Norman Sasono

:)

Yang saya pernah dengar malah di bawah pintu kamar hotel tempat team Indonesia menginap diselipkan brosur perguruan tinggi asing tsb yg menawarkan full scholarship. Lihat aja, mereka sampai segitunya merekrut talents. Mereka sgt aware kalau putra-putri Indonesia tsb adalah bright talents.

Eh, perguruan tinggi di sini malah nyuekin mereka. :D Anyway, Prof. Gumilar Somantri dari UI katanya akan mulai memberikan kesempatan utk siswa2 SMA berprestasi semacam ini. Jd tidak melulu mesti lewat SPMB.




Selasa, 13-11-2007 09:04:50 oleh: Linda Setyanugraha

Indonesia sebenarnya kaya akan sumber daya alam maupun manusia, hanya sayang bangsa ini belum bisa menghargainya.
Banyak juga temen2 di kantor yg 'jenius' tapi kurang di lirik ama para boss, karena mereka sibuk di manipulasi dg mereka yg jenius menjiplak, menjilat para boss.
Akhirnya mereka kalau ga dapat beasiswa dari luar, ditarik perusahaan asing di luar.
Ironis kan?




Selasa, 13-11-2007 11:42:47 oleh: rd

"Kata siapa tidak pernah di angkat di TV, sudah sering diangkat di TV, mungkin karena pas acara itu kita lebih memilih ntn AFI atau Indonesia Idol :). pernah 2x saya melihat acara seperti ini di TV, pertama cerita para Dr dan Prof yang hidupnya memprihatinkan di Indonesia ... "

oh ya pernah diangkat ?
Mungkin jam tayangnya bukan saat prime time, karena saat prime time para stasiun tv sibuk menayangkan sinetron, infotaiment, afi, idols dll. Karena pada saat prime time orang malas nonton acara gituan, hal ini juga untuk meningkatkan rating tv dan harga iklan jam tersebut.

saya sendiri paling benci yang namanya sinetron infotaiment, afi, idols dll, dan saya tidak termasuk orang indonesia semacam itu (yg lebih menghargai artis). Saya sama sekali tidak menghargai artis. Saya menggangap artis orang yang hanya tahu jual tampan, belagu, sok, narsis abis dan pamer untuk dapat kekayaan dengan jalan cepat.

Saya lebih menghargai para dosen dan profesor saya di S1 dan S2. Harapan satu persatu dari kita orang indonesia mulai demikian.

Tapi biarlah yang hobi jadi artis tetap jadi artis, biar tidak tambah banyak pengganguran di Indonesia khususnya Jakarta.

ups... mulai melenceng dari topik ... sory ...




Selasa, 13-11-2007 15:50:38 oleh: Feliyanus Gea

@ mas agus kurniawan
cinta bangsa a.k.a nasionalisme adalah lagu usang..

salah siapa coba ilmuwan indo yang pergi ke luar negri dengan iming2 gaji tinggi?

beranikah pemerintah membayar $US 100ribu?
minimal 80ribu deh, ada?

tolong yah itu, sdm2 kita yang handal dihargai dikit, the hell with nationalism..




Rabu, 14-11-2007 14:53:35 oleh: husaini yunan

Hoorraaasssss....baahhhh..!!
rupanya kau anak medan.?? hebat kau ucok, lanjut aja nggak perlu kau pulang ke indonesia ini macam negeri antah berantah,tapi ucok,kau jangan sombong disana, kalau sibutet atau si ucok yang pengen ikut jejak kau kesana kau bimbing mereka yaa....! hoorraaaas majuajua..






Kamis, 15-11-2007 10:57:33 oleh: Retty N. Hakim

Wah saya salut nih yang baca banyak banget!

Saya paling setuju dengan pendapat Husaini Yunan...biar deh berjuang terus disana asal jangan lupa memberi bimbingan (kalau perlu bimbingan khusus) untuk pelajar-pelajar Indonesia! Gaji dia di bagi sedikit untuk bantu biaya sekolah anak-anak di Medan juga bisa berguna...




Kamis, 15-11-2007 14:41:17 oleh: Firsa Hanita

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru.....
mudah- mudahan dengan keberhasilan bung Nelson horas dapat memberikan inspirasi buat mencetak murid- murid Indonesia untuk meraih gelar di luar negeri bekerja di luar gak usah balik lagi terus kirim duit ke keluarga...menghasilkan devisa negara...sehingga bank lokal Indonesia juga bisa buka cabang disana...Halah ...




Kamis, 15-11-2007 15:41:15 oleh: chaerul adeeb

Sejatinya talenta seperti yg dimiliki Prof. Nelson Tansu itu tak fenomenal amat sih. Atas dasar pengamatan saya sendiri di dunia kampus, saya bisa PASTIKAN, tak sedikit yg potensial seperti Prof. Tansu di kampus dlm negeri. Tapi ya itu tadi, tragedi pudarnya talenta muda itu berawal dari kebijakan rezim penguasa negeri ini yang belum memiliki keberpihakan total terhadap pendidikan. Rezim tetap belum "meng-imani" kalau pendidikan lah yang mampu menjadi panglima perubahan ke arah peradaban cemerlang.



Jumat, 16-11-2007 18:27:01 oleh: Retty N. Hakim

Makanya kalah strategi dari yang pernah nimba ilmu disini ya?! Orang Indonesia ada di balik kemajuan-kemajuan di luar sana tapi selalu tertutup selubung. Tapi masih mending daripada nungguin meja disini kali ya?!



Senin, 19-11-2007 03:45:27 oleh: wawan

kalau menurut saya justru anda harus pulang ke indonesia karena kitalah yang akan memajukan indonesia, kalau pada di luar negri kapan indonesia akan maju mari kita berjuang bersama-sama majukan bangsa,ilmu itu harus di amalkan ke rakyat indonesia, apakah kita rela bangsa kita di injak-injak bagsa lain? saya kira tidak.. yang jelas negara butuh perubahan dan itu butuh proses dan perjuangan, ingat hidup ini tidak hanya sekedar untuk makan atau berbangga dengan pangkat dan ilmu saja. itu tak cukup tapi semua ilmu itu akan di pertanggungg jawabkan ke Allah SWT. kalau masalah rezeki jangan takut anda akan tercukupi rezeki sudah diatur. buat apa kita kaya toh nanti mati harta gak di bawa, pangkat juga ditinggal, kita mati bawa amalan kita. kita hidup bukan seperti ayam yang hanya untuk cari makan saja. tapi kita manusia punya akal, jadi makan, cari rezek itu hanyalah sarana untuk kita hidup, dan bisa beramal, bukan makan dan rezeki sebagai tujuan hidup tujuan. selamt berjuang di indonesia



Selasa, 20-11-2007 21:47:24 oleh: Vidi Agustinus

Yg jelas kita semua tau, bahwa profesor kita disini sulit maju di negara sendiri. Tapi ada lagi yang bikin saya bingung, kenapa koq komedian or artis2 menjabat kedudukan yang lumayan tinggi serta gaji yang tinggi di parlemen2. Sudah itu masih minta naik gaji lagi. Memang tugas mereka di parlemen2 tersebut ngapain aja seh? Ngelawak? or "ACTION"? Bagaimana negara kita bisa MAJU??
Dan jangan merasa sedih atau kecewa kalo negara kita ditertawakan negara lain!!




Rabu, 21-11-2007 09:01:37 oleh: rd

"kalau menurut saya justru anda harus pulang ke indonesia karena kitalah yang akan memajukan indonesia, kalau pada di luar negri kapan indonesia akan maju mari kita berjuang bersama-sama majukan bangsa,ilmu itu harus di amalkan ke rakyat indonesia, apakah kita rela bangsa kita di injak-injak bagsa lain?"

Bung wawan, saya pikir anda juga sudah membaca komentar2 sebelumnya, kalo ada yg mengatakan bahwa temannya ada yang kuliah diluar negeri teknik fisika nuklir, dan yg dapat beasiswa lainnya. pas pulang ke indonesia, mereka tidak ngapain2 dan ilmu yg dipelajarinya tidak akan digunakan. Selain itu dalam artikel ini juga sudah dikatakan bahwa suasana di indonesia tidak mendukung untuk mengembangkan pendidikan, karena pemerintahnya yang cuek dan hanya memikirkan uang dan juga sebagian besar rakyat indonesia yg telah saya sebutkan dikomentar sebelumnya. Juga pengalaman yang diungkapkan pembaca lain.

Bapak tahu berapa gaji dosen di indonesia, saya 2.5 thn jadi asisten dosen dan dosen honorer, honornya sangat kecil. memang kalo prof. tansu pulang mau dikasih posisi apa ?

Mau kejadian prof. habibie terulang dimana IPTN akhirnya tutup akibat kurangnya dukungan pemerintah. Kalo saya melihat seharusnya indonesia juga bisa memproduksi pesawat seperti halnya luar negeri dan bisa menjualnya keluar negeri berkat prof. habibie, tapi kenyataann pemerintah tidak mendukung.

Kalo anda ingin memperjuangkan Bangsa indonesia, mulailah dari diri anda sendiri dulu.




Kamis, 22-11-2007 00:52:01 oleh: dino

sudahlah..
intinya, Indonesia memang negeri yang belum bisa membedakan mana hal2 yang bisa memajukan bangsa dan mana yang 'ngga penting'..
mungkin hidup di Indonesia terlalu stress, bikin penat, jadi yang lebih diperhatikan adalah artis2, new comer2 di bidang hiburan..
sadarlah bahwa Indonesia memang hanya mampu sampai situ.. dan terima saja kenyataan bahwa perlahan Indonesia kita ini semakin ngga punya apa2 untuk diberi label "made in Indonesia"..

saya rasa persoalan mudah saja untuk pulang ke Indonesia -kalo Prof. Nelson mau-, tapi apa negaranya sendiri mau menjamin segalanya dengan maksimal dan menberdayakan dia dgn optimal?

kalo dengan alasan nasionalisme setinggi langit akhirnya pulang ke Indonesia dengan niat membangun negeri, tapi sampai disini harus pakai modal sendiri dulu lah, cari sponsor kanan-kiri lah, usul risetnya ditolak atas-bawah lah..

orang2 spt Prof. Nelson ini jika dibiarkan nganggur walau hidupnya terjamin, ngga akan ada gunanya juga..dia bisa 'tumpul' dengan sendirinya..

perlu ditanyakan dulu kepada org2 yg menghendaki Prof. Nelson untuk kembali ke indonesia..
Apakah mau benar2 BERUSAHA untuk maju??
tidak cukup niat saja..

mungkin kLo Prof. Nelson kembali ke indonesia membuat banyak game2 OnLine untuk di'konsumsi' para calon penerus bangsa ini, akan lain ceritanya..




Sabtu, 24-11-2007 06:52:13 oleh: avatar

Wah berita yg mengejutkan...baru hari ini saya tahu...saran saya buat prof tansu...jgn pulang ntar nasibmu menderita seperti saya sepulang dari negeri barat...membangun indonesia?...yeah right...50 tahun lagi aza belum tentu indonesia seperti singapore...percaya deh!!!



Senin, 26-11-2007 13:09:35 oleh: faisal arif

ya....emangsih klu di pikir2 balik ke indonesia rugi banget gtu loh........,tp ingat satu hal,dari mana kamu berasal dan di besarkan,jangan sampai kacang lupa kulitnya.....ntar kna karma lhoo.....



Senin, 26-11-2007 23:06:10 oleh: WL

Jangan pulang dah....

Gue baru tahu ternyata Pendiri Marvell, yg intel Xcalenya dipake dibyk PDA, Wireless N, dsb adalah orang Indonesia. Gileeee......

Di Indonesia, Dana Pemerintah habis buat
1. subsidi BBM, Listrik, Pupuk, dll - sebagian benar buat subsidi, sebagian buat dinyolongin. Ayo, mana ada pertanggungjawaban dan perincian subsidi tsb, samar-samar khan?
2. pembangunan infrastruktur (inipun dinyolongin pimpro, Kepala Daerah dan Kontraktor) Baru bangun 1-2 tahun dah rusak lagi, proyek lagi, disunat lagi
3. Membayar Gaji PNS (Inipun sumber korupsi baru, Nepotisme, banyak PNS yang merupakan hasil prinsip "Torang samua basodara")
4.Dan berbagai macam lelucon dalam APBN dan penggunaan anggaran pemerintah, jadi dana untuk riset dan membayar orang-orang seperti mereka tidak ada.

Kesimpulan:
Jangaaaaaaaaaaaaan Pulaaaaaaaaaaang




Selasa, 27-11-2007 11:53:46 oleh: wijayanto

Itulah salah satu orang Indonesia yang mau memaksimalkan usahanya.
Otak orang-2 Indonesia dikenal sebagai raksasa yang tertidur (sleeping Giant) mulai bangkit.
kita sebagai warga negara Indonesia sudah seharusnya bangga, kita dukung dan kita jdkn contoh.
mulai dari diri sendiri kita rubah keadaan yang bobrok ini, bukan cuma omongan-2 yang g jelas.

mari kita buktikan




Sabtu, 01-12-2007 22:48:47 oleh: dwi purnomo

Sebenarnya orang-orang Indonesia itu banyak yang pintar dan cerdas. Tetapi tidak ada tempat untuk mengakomodirnya...Semoga orang - orang seperti ini masih mempunyai jiwa nasionalisme dan mau membangun Indonesia yang selalu terpuruk....



Sabtu, 01-12-2007 23:15:13 oleh: Cak Sudrun

Allhamdulillah.....Gitu aja kok repot.Ambil contoh dari pemecahan konflik tanah korban lumpur di Sidoarjo.Dimana selama 1 tahun lebih pemerintah gak bisa menangani "Nul Puthul" solusinya,namun dapat terselesaikan hanya dengan "SUMPAH" para korban dan semua yg terkait secara "VERTIKAL" dengan didasari kejujuran,keikhlasan hati,cinta pada sesama saudara,cinta pada sesama INDONESIA,cinta pada sesama manusia.Menyimpan semua unsur ras,suku,derajat(derajatmu apa sih di dunia ini?),dan agama dalam-dalam.
Bayangkan konflik yang melibatkan lembaran uang jutaan atau bahkan trilyunan rupiah,terpecahkan dengan sumpah kejujuran,keikhlasan,dan cinta.
Ini adalah petunjuk dan hidayah ALLAH SWT untuk "PROBLEM SOLVING" yang bisa dicontoh di seluruh NUSANTARA yg saat ini mengalami tumbukan-tumbukan besar menuju perubahan yg mendasar sampai tingkat jiwa bahkan nyawa.
Kini tinggal rakyat Indonesia sendiri maukah,bisakah,dapatkah,pedulikah kita menerima dan mengkaji petunjuk dari PENCIPTAMU..!?!?pencipta seluruh jagat.
Lalu bagaimanakah dan kapankah lumpur itu berhenti??
"Lha kalo otak profesor digunakan untuk pamrih demi setumpuk uang,kehormatan(petentang petenteng ngunu tha?),dan derajat di negri asing buat apa,derajatmu dimata "GUSTI PENGERAN" lebih mulia dan kekal.Kalian boleh belajar,berfikir,dan meneliti di BULAN,tapi hasilnya bawa kembali ke BUMI...matur nuwun sedulur kabeh.




Senin, 03-12-2007 12:05:06 oleh: Norman Sasono

Cak Sudrun,

Kok view-nya sinis gitu ya?

Menjadi professor itu juga merupakan tugas mulia, berbuat baik untuk kemanusiaan dan demi kebesaran nama TUHAN. Dgn melakukan penelitian untuk mengembangkan ilmu demi kebaikan umat manusia.

Nah, kalau di Amerika kita lebih mungkin melakukan penelitian (utk kebaikan umat manusia) karena ada fasilitas lab-nya, ya udah lakukan penelitian tsb di Amerika. Gak usah pulang, kalau pulang akhirnya gak malah bisa meneliti lagi... kan sayang ilmunya yg mestinya bisa utk kebaikan umat manusia jika ada fsilitas lab.

Jd, being a professor itu bukan utk petantang-petenteng, atau mengejar setumpuk uang... tp utk mengembangkan ilmu pengetahuan demi kebaikan umat manusia & demi kebesaran nama TUHAN.




Senin, 03-12-2007 20:03:59 oleh: Zulfahmi


Pak Nelson Tansu Hebat..kalau saya tidak baca thread ini saya tidak akan tahu dengan pak Nelson Tansu..

memberikan inspirasi bagi saya untuk berbuat lebih baik..

pak tansu sama saja seperti kita "manusia biasa"
mengharumkan nama indonesia baru itu yg mungkin dapat dia lakukan saat ini..jadi kt jng terlalu berharap banyak dulu..
pak tansu memiliki keterbatasan..dan memiliki rasa nasionalisme terhadap negara yg dicintainya..

untuk saat ini pak tansu lebih baik diluar dulu..
semoga ada riset yang sedang pak tansu lakukan untuk kepentingan indonesia..




Selasa, 04-12-2007 12:26:47 oleh: Bapaknya Ucok Nelson

Kau tak usah pulang dulu. Cari ilmu, duit, pengalaman yang banyak disana. Yang penting, pesan bapak, buatlah penelitian/barang yang bisa dimanfaatkan di Indonesia, untuk mengangkat taraf hidup rakyatnya dan untuk mempertinggi harga diri di mata dunia. Terlalu muluk mungkin, Cok, tapi bapak yakin: KAMU BISA!!!!



Rabu, 05-12-2007 20:01:05 oleh: setiawan

Selamat, buat Insan Muda Indonesia yang terbukti mempunyai satu lagi Asset High Performance dimata dunia yaitu Bung Nelson Tansu. Bangkitlah Insan2 Muda Indonesia yang lain, yakinlah Indonesia akan lebih cemerlang bila mempunyai banyak orang sekaliber Bung Nelson Tansu yang tetap MENCINTAI INDONESIA.



Rabu, 05-12-2007 22:44:53 oleh: Firdaus Effendy

Tetep di amrik atau balik ke indo itu jangan dipersoalkan. Kita ini sering bersikap kedaerahan, orang Medan bangga sama orang Medan, orang Bandung bangga sama orang Bandung, orang Makassar, Surabaya, Betawi sama saja. Ya memang itu sudah sifat manusia, cenderung mencintai golongan. Dan itu adalah sifat yang buruk.

Orang Indonesia yang mencintai bangsa Indonesia lebih dari bangsa Malaysia, Singapura dan Amerika, demikian juga orang Malaysia yang mencintai bangsanya sendiri dibanding bangsa lain adalah juga termasuk orang yang terkena penyakit cinta golongan. Isu nasionalisme nggak pantas ditegakkan oleh orang yang merdeka dan berilmu seperti kita, nasionalisme itu adalah penyakit cinta golongan.

Yang harus dicintai dan dibela itu adalah siapa saja yang sedang menegakkan kebenaran, gak peduli dari golongan dan bangsa mana. Dan yang harus diperangi adalah siapa saja yang sedang menegakkan kerusakan, gak peduli dari golongan dan bangsa mana.

Jika Prof Tansu balik bekerja di Indonesia itu tidak lebih baik dibanding tetep kerja di Amrik, demikian juga tetap bekerja di Amrik tidak lebih baik dibanding balik ke Indonesia. Yang menjadikan beliau lebih baik adalah jika beliau bermanfaat bagi orang banyak dibanding hanya bermanfaat bagi diri dan keluarganya sendiri. Bermanfaat bagi orang banyak, dari bangsa dan golongan mana saja.




Kamis, 17-01-2008 17:14:12 oleh: Ilham Pratomo

Horas bah....
Bang nelson saya aja baru tau dari dosen saya. klo anda profesor termuda indonesia dan mengahrumkan bangsa indonesia pula. Saya merasa senang punya profesor termuda seprti bang nelson.Mungkin saya juga harus sadar diri dan mau bejuang seperti abang sekarang. Bang berjuang trus ya demi nama bangsa kita...........
Sebenarnya bngsa indonesia bisa seprti abang hnya sa jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan indonesia sangat kurang, bngsa kita hnya mau disuruh. Mereka tidak sadar klo mrka juga pemimpin sejati seperti bang nelson saat ini.Maju terus jgn pernah mundur dari harapan yang diimpi-impikan....




Sabtu, 23-02-2008 23:14:34 oleh: Suhartini

Memang buah simalakama, tapi Prof Nelson maju terus. Selagi ada kesempatan berkarya terus. Saya percaya sekalipun sudah pensiun, yang namanya penelitih tidak akan berhenti menelitih. Jadi kalau saat itu pulang ke Indonesia, bawa uang yang banyak bangun penelitian di sini. Penerus dari Pak Yohanes Surya sedang menunggu.



Selasa, 26-02-2008 08:33:50 oleh: hasan tyro

Bangga rasanya ada orang indonesia seperti prof. nelson tansu....



Minggu, 18-05-2008 17:12:10 oleh: rajani simatupang

berkaryalah walau di bulan sekalipun,yg penting sinar bulannya dapat mencerahkan dikegelapan.



Senin, 19-05-2008 20:06:28 oleh: Prof. Sasmito

Kita di Indonesia bangga punya kolega yang bisa berkibar di negeri maju. Bukan melulu kirim TKI. Pulang Indonesia atau tidak itu hak individu, bukan masalah ego tetapi lebih pada manfaat dan kesiapan bangsa Indonesia untuk memberdayakan beliau. Jangan hanya diberi kursi dan jabatan tetapi tidak optimal berkreasi karena tidak berada pada enclave yang cocok. Selamat.



Sabtu, 07-06-2008 10:07:35 oleh: Vendy prasetya

Pulang gak pulang itu hak anda, yang penting dan saya harapkan ini jadi motivasi buat pemuda indonesia.
"kalau bang Nelson bisa kenapa tidak dengan indonesian lain.."




Sabtu, 07-06-2008 10:41:04 oleh: Andin, Tessa, Noni

Bapak saya pernah menyuruh saya baca artikel lengkapnya ttg Prof. Nelson...memang saya sangat kagum dengannya dan bangga karena sebenarnya orang Indonesia itu memiliki banyak banget potensi untuk sukses di dunia luar tetapi karena minimnya fasilitas dan begitu banyak masalah yang kita hadapi juga orang2 yang cenderung apatis sehingga kita tidak dapat berkembang. Salut banget buat Prof. Nelson, bisa menaikkan derajat orang Indonesia di mata orang bule! (Jujur, saya kesal banget waktu itu sempat chatting dan ada bule yang gak tau Indonesia itu ada dimana...GRR!!! Nilai geografinya parah banget!!! T_T sedih banget rasanya ada yang gak tau Indonesia...hiks2)



Sabtu, 21-02-2009 22:12:03 oleh: ricky pariaman

saluttttttttttttttttt....../
bagt deh sama bang NELSON....Atas perstasinya..
oya tpi tambah salut lagi dg kecintaanya thd tanah airnya yaitu indonesa
Chayoooo INDONESIA"..
kank NELSOn telah membuktikan bahwa indonesia jg patut diperhitungkan dikancah dunia...
ingat kang nelson suatu saat kita(indonesia)bisa membalikkan keadaaan....
ohya minta tipsnya dong agar bisa spti kang nelson..?




Rabu, 27-05-2009 21:25:25 oleh: nazar ridha

Prof Nelson nggak usah dengerin orang idealis yang menyuruh anda pulang dan kembangkan teknologi disini. Itu cuma omongan doang, sampai disini pemerintah, DPR lagi sibuk cari jaminan hari tuanya, nggak bakalan ngurusin anda. Kalau mau pulanglah dengan bawa modal banyak lalu bikin silicon valley di sini, tapi itupun harus siap siap uang anda di mintai pejabat ini itu, dsb.



Jumat, 10-07-2009 02:31:17 oleh: bagus

benar2 luar biasa.
saya tidak sanggup membayangkan betapa majunya indonesia jika memiliki 200 pnduduk yg memiliki kaliber demikian.

_(( salut for u))_




Senin, 13-07-2009 15:18:16 oleh: mantap

sebenarnya banyak ilmuwan yang pasti mau memajukan negaranya sendiri..tapi kalo balek ke negri sndiri, bisa di pastikan kerjaanya ngajar aj ntar..




Selasa, 29-09-2009 11:31:01 oleh: wellyani zulaiha

waaahhh..Prof Nelson tansu.., Teruskanlah..!! harumkan Indonesia..



Sabtu, 12-06-2010 02:47:37 oleh: hose

yang pergi biarkan pergi,,,klo ingin indonesia maju ,mulailah dari diri sendiri,jangan pikirkan bangsa ini sekarang,,pikirkan yang akan datang,generasi muda sekarang,berbuatlah jika menurut anda itu baik,,tak usah risaukan orang lain,,



Selasa, 15-06-2010 19:04:52 oleh: khasdyah

wah .. hebat bgt ya ... kpn q bisa seperti beliau ?? prof. tansu



Kamis, 11-11-2010 20:39:47 oleh: meldi sopian

yang mestinya profesor atau orang pinter indonesia dimanfaatkan di negeri ini, jangan di suruh terbang, jadi kami mahasiswa muda dapat ilmu memang dari ahlinya, bukan gelar tamatannya yang gak mutu,
inget gak orang luar negera kita dulu banyak mau belajar ke negeri kita, tapi sekarang................. gimana




Selasa, 06-12-2011 23:57:30 oleh: gigi

kalo menurut aku sih, mending pulang ke indonesia dan berpetisipasi dalam memperbaiki bangsa ini kalo memang benar-benar cinta indonesia. Karena Cinta itu menerima apa adanya, tidak peduli dengan gaji yang lebih kecil. Orang sebesar Bj. Habibie aja mau pulang walaupun gajinya tidak sebesar di Jerman. Ini belum apa-apa, lihat dulu gimana pejuang bangsa kita.. saya harap Prof.Tansu dapat medidik generasi muda di Indonesia.



Sabtu, 03-03-2012 12:37:21 oleh: fadli

ga usah pulang pak...
ngapain di indonesia??? ga da apa2 disini..... malah membuat bapak makin mundur ajaw nnti.




Jumat, 30-03-2012 14:16:13 oleh: Elfi yenti

Menurut saya,tinggal disana tak apa asalkan pekerjaannya dihubungkan dg kolega dinegri ini sehingga majunya negara itu,bisa ditularkan kenegara ini indonesia ,sehingga nanti tak ada perbedaan antara negara Indonesia dan Amerika,maka Amerika Indonesia tak ada bedanya ya nggak?




Senin, 16-04-2012 18:34:55 oleh: yonz

semua orang pintar di Indonesia tidak pernah dianggap pintar, karena bangsa ini sudah terlalu banyak orang keminter
Di Indonesia orang pintar adalah yg banyak uang, mudah koneksi, pinter korupsi, kolusi
many thumbs....




Selasa, 08-05-2012 19:57:12 oleh: saepulloh

bnr sekali nelson tansu,jngn pulang muda2 ke indonesia atas berjaya karirmu d amerika..kiprahlh d sana'serta kehidupanmu akan terjamin,d bandigkn di indonesia akan sengsara deritayang d rasa"orang2nya lebih mementingkan kantong,hiburan,sinetron,jabatan doank,serta parapejabatnya lebih mementingkan kantongnya sendiri dari pada nasib rakyat yg sebenarnya..
nanti klu udah pensiun;pulanglh ke tanah airmu...
didiklh para mereka rakyat yg mmbutuhknya skrng,serta para pejabat,anak2 muda generasi penurus tolonglh..tolong kami semua sdng menangis berat derita indonesia,berjanjilh pada kami semua nelson..tanah air&rakyatmu perbaikilh masa2 skrng sdng rusak masa depanya..tolong..tolong..tolong..berilh teladan yg terbaik nantinya.com




Kamis, 13-12-2012 07:03:59 oleh: Pak De Suling

Ini gimana sih diskusi kita kok masih seputar pulang atau tidak pulang. Biarkan saja gimana yang bersangkutan menentukan pilihannya, gak ada salah atau benar, dan bukan hak kita untuk menghakimi.
Dengan penduduk hampir 250 juta, prestasi kita masih terlalu rendah, orang pintar kita seperti pak Nelson harus dijadikan inspirasi. Kalau dibanding negara tetangga spt Singapura kurang dari penduduk Jakarta, atau Slovenia yg kurang dari penduduk Bandung, kita masih miskin prestasi. Harusnya prestasi kita mendekati India dan China. Dengan Brazil dan Korea pun kita masih kalah...ayo dong berikan inspirasi pada anak-anak muda kita, terutama yang masih SD, SMP, SMA, bikin mereka giat belajar dan menjadi orang-orang terkenal, tidak hanya hidup mereka akan berharga, tapi juga bikin orang lain seperti kita bahagia.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY