Muhammad Fadhil

Remunerasi Depkeu akan Picu Kecemburuan PNS Departemen Lain

Rabu, 24-10-2007 09:06:49 oleh: Muhammad Fadhil
Kanal: Peristiwa

Keputusan pemerintah untuk memberikan dana tunjangan khusus atau remunerasi bagi pegawai Departemen Keuangan (Depkeu) dinilai akan menjadi biang masalah di masa mendatang. Ada sekitar 4 juta PNS di Indonesia, tidak mencerminkan keadilan jika hanya PNS Depkeu yang menerimanya, apalagi jika dibandingkan dengan kinerja departemen tersebut selama ini.

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Nasril Bahar menyatakan, kebijakan pemerintah yang mengalokasikan dana sebesar 1,46 triliun dalam bentuk Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara (TKPKN) dalam APBN Perubahan Tahun Anggaran 2007.

"Kalau memang akan memberikan insentif, jangan hanya kepada satu departemen. Ada 28 departemen dalam kabinet saat ini. Jangan sampai hal ini menimbulkan cemburu bagi PNS di departemen lain. Jika memang pemerintah sudah mengambil sikap, maka tunggu saja bagaimana masalahnya di depan," kata Nasril Bahar di Medan, Selasa (23/10/2007).

Nasril menyatakan, fraksi PAN juga sudah satu sikap mengenai rencana dana remunerasi ini. Ihwal dana remunerasi untuk Depkeu ini bermula dari pidato Presiden pada tanggal 16 Agustus 2007 yang menyangkut Rancangan APBN TA 2008 beserta Nota Keuangannya menyebutkan, dalam upaya mengoptimalkan penerimaan anggaran dalam APBN, kebijakan perpajakan dalam tahun 2008 diarahkan melanjutkan reformasi administrasi dan penyempurnaan kebijakan di bidang pajak, kepabeanan dan cukai.

"PAN dalam konteks ini bersikap mendukung sepenuhnya dilakukannya reformasi birokrasi, namun dari sisi alokasi anggaran kita tidak setuju atas alokasi anggaran untuk remunerasi Depkeu karena beberapa hal," kata Nasril.

Kenyataannya, kata Nasril, berdasarkan data empiris realisasi penerimaan pajak tahun 2006 tidak mencapai target. Demikian juga berdasarkan data penerimaan pajak tahun 2007 dalam semester I (1/1-2007 sampai dengan  30/6-2007) realisasi penerimaan pajak hanya mencapai netto Rp 155 triliun dari target Rp 411 triliun yang secara proporsional seharusnya pencapaian target penerimaan pajak semester 1 2007 itu sudah harus mencapai kurang lebih 50 persen dari total target 2007 atau sebesar kurang lebih Rp 205 triliun yang berarti shortfall sekitar Rp 50 triliun.

Demikian juga dalam APBN Pertambahan TA 2007 yang telah diputuskan dalam rapat kerja Panitia Anggaran dengan Menteri Keuangan tanggal 6 Agustus 2007 penerimaan pajak turun Rp 20,04 triliun.

"Dari data-data tersebut menggambarkan bahwa reformasi birokrasi yang selama ini telah dijalankan ternyata tidak mencapai sasaran. Padahal program ini merupakan program remunerasi berbasis kinerja yang ternyata tidak mencapai hasil sebagaimana diharapkan," ujar Nasril Bahar.
 
Selain itu Nasril menyatakan, merupakan sebuah ironi juga, pemberian remunerasi ini karena anggaran APBN sebenarnya defisit. Defisit anggaran TA 2007 adalah 1,54 persen terhadap PDB dan defisit anggaran TA 2008 diproyeksikan 1,7 persen terhadap PDB atau sebesar Rp 75 triliun. Sumber utama pembiayaan defisit tersebut adalah dari utang baik utang dalam negeri maupun luar negeri disamping ditambal dari privatisasi BUMN.

"Dari sini berarti bahwa tidak ada korelasi positif antara usulan anggaran untuk remunerasi Depkeu dengan kemampuan keuangan Negara. Secara psikologis, fokus pembangunan kita adalah melakukan program-proram yang pro rakyat sebagaimana pidato presiden yaitu pengentasan kemiskinan dan pengangguran," ujar Nasril.

Bookmark and Share

Tag/Label politik, remunerasi, tunjangan khusus, pegawai negeri, depkeu
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
62 komentar pada warta ini
Rabu, 24-10-2007 15:25:01 oleh: fansyuri

padahal kebocoran uang paling tinggi ya departemen keuangan. kok ya malah dinaikkan tunjangannya. heran.



Rabu, 24-10-2007 16:56:50 oleh: Wirawan

Apa yang menjadi dasar renumerasi tersebut? Kalau alasannya beban kerja, maka ketahuilah bahwa guru SD di pulau terpencil, suster apung, penjaga pintu kereta api, petugas pemadam kebakaran jauh lebih berat dan berisiko dibandingkan dengan pegawai Depkeu. Gaji PNS Depkeu saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan PNS lainnya.



Rabu, 24-10-2007 20:24:55 oleh: nurbasuki

Sayup-sayup masih inget gaji PNS di Depkeu telah pernah di 9x kan PNS lainnya. Apakah telah dievaluasi waktu itu, kinerjanya atau minimal beban kerjanya telah bisa terselesaikan 9x nya PNS lain?
Ataupun jumlah jam kerjanya 9x jumlah jam kerja PNS lain?




Sabtu, 27-10-2007 23:47:48 oleh: azinar

Orang Depkeu mau kaya sendiri ya? ironis sekali memang, semakin banyak pengemis di jalanan, kok ya yang di atas itu pada berebut uang.
teori yang menyatakan kalo gaji gedhe bisa mengurangi korupsi itu "bahong" pada kenyataannya manusia itu ndak akan pernah puas dengan yang ia dapatkan.




Kamis, 03-07-2008 09:40:36 oleh: ADINOTO

SUNGGUH IRONIS SUARA 28 DEPARTEMEN HANYA DIKALAHKAN OLEH SATU DEPARTEEN SAJA, MEMTANG2 DEPARTEMEN PENGELOLA UANG, LALU DAPAT SEENAKNYA SENDIRI MENENTUKAN INCOMENYA. TOLONG DIPIKIRKAN JUGA PNS2 LAINNYA, KARENA TIDAK SEMUA PNS BERKINERJA BURUK, MASIH BANYAK PNS YANG BENAR2 BEKERJA MEMBERIKAN PELAYANAN PUBLIK !!!



Sabtu, 23-08-2008 23:04:23 oleh: Tjandra

Kerja nggak becus, tukang korup, gaji naik nggak karuan, hebat, bikin negara bangkrut



Selasa, 26-08-2008 21:17:51 oleh: fredy

mudah mudahan pegawai departemen keuangan perutnya meletus karena kekenyangan



Kamis, 20-11-2008 13:41:58 oleh: bronkie

Emang apa bedanya sih tuh PNS di Depkeu dengan PNS2 lain sampe2 mereka bisa berani membedakan gaji mereka dgn yang lain, padahal isinya juga orang2 KORUP!



Kamis, 11-12-2008 15:06:41 oleh: wigit

Ingatlah Rakyat kecil..bagaimana mereka bertahan hidup.
Yang kaya makin kaya..yang miskin mati aja sekalian......




Minggu, 21-12-2008 21:17:36 oleh: avinnezzard

Sebenarnya beban kerja yang ditanggung oleh PNS di jajaran Depkeu sungguh berat, terutama Ditjen Pajak dan Ditjen Bea & Cukai, tugasnya menghimpun dana bagi negara mulai dari penghasilan Perusahaan Besar sampai dengan tanah-tanah dipelosok desa terpencil. Bayangkan sendiri bagaimana beban yang dipikul demi mencapai target yang ditetapkan Pemerintah yang tiap tahunnya bertambah secara signifikan. Belum lagi beban yang dipikul apabila dikejar-kejar oleh orang kampung yang anti pajak (PBB), duuuh...kasihannya, ada yang diancam gorok lho!



Selasa, 06-01-2009 12:55:02 oleh: Joni iskandar

apa yang beda departemen Keuangan ama departemen atau kementerian yang lain sama-sama PNS kok..tapi gaji kok seperti swasta??? jangan mentang-mentang punya yang punya duit bisa seenaknya dewek..itu duit rakyat



Senin, 12-01-2009 18:06:37 oleh: didin

dep keu itu,khususnya djp tulang punggung pembangunan di negara ini,,,60% pendapatan negara ini berasal dari pajak,,,yang uangnya digunakan untuk pemabngunan,dsb.. para pegawai depkeu pasti dibebani banyak target penerimaan pajak,,apa salah dapet tunjangan lebih? dan kalo uda dapet gaji memadai tapi masih korupsi itu namannya penjahat,,yakin deh reformasi birokrasi di tubuh depkeu itu sudah berjalan dengan sebagaimana mestinya,,kita lihat dari proses perekruta CPNS nnya hampir tanpa cacat....,,so masih ragu...kita lihat aja kedepannya deh,,oh ya ngomong2 penerimaan pajak tahun 2008 ini uda nyampe 571 trilliun kalo nga salah,,kita lihat aja uangnya dikemanain?



Rabu, 14-01-2009 16:24:29 oleh: dit

ga mutu komentarnya...yang ngeritik ga ngerti apa2, yang dikritik sok hebat, apalagi yang dari pajak dan beacukai...bener2 ga mutu



Senin, 19-01-2009 18:35:57 oleh: didin

@dit

gua bukan sok hebat,gua bilang apa adanya,mending elu baca deh blog ini biar elu tau
http://e-weblog.blogspot.com/2007/09/kisah-seorang-pemeriksa-pajak-melawan.html

bilang aja lu sirik karena bukan orang pajak or bea cukai,,biarin nga mutu,,,lu bebas ngomong apa aja?jadi menurut gua elu cuma orang sirik yang sok merasa hebat,,kasihan deh lu......




Selasa, 20-01-2009 12:38:02 oleh: helmi

@dit

kalo nga bermutu kenapa lu baca GoBLOK,,,nga usah sok kasih komen lu..kaya elu yang kebagusan aja...
lu emang ciri orang yang sok banyak bacot ngehina orang aja lu,,,kalo ktemu gua kepret tu mulut lu yang kaya tai kotok,,, ngaca lu....bisa nga sih nga usah banyak bacot....




Selasa, 31-03-2009 14:31:45 oleh: dyah

kalo memang ada remunerasi, harus harus ada beberapa pelatihan/ujian terlebih dahulu untuk semua departemen pada bidang-bidang tertentu.bagi yang dinyatakan lulus .nah itu baru dapat kenaikan.JADI FAIR UNTUK SEMUA PNS YANG DIANGGAP KUALIFIED



Selasa, 31-03-2009 14:36:49 oleh: dyah

Padahal jalan untuk korup bukan dari satu departemen loh,makanya kalo mau naikin gaji harus rata dan imbang sesuai kinerjanya.yang malas dibayar dikit yang rajin gede, cuman susah bedainnya sih......(diedie905@yahoo.com)



Sabtu, 25-04-2009 04:21:49 oleh: pesa

Heran, kenapa struktur uang harian yang disusun DepKeu untuk semua golongan dari pegawai Gol s/d Gol IV, bahkan pegawai harian yang magang sama rata????Padahal beban kerja yang golongan tinggi lebih berat dari pada Gol yang lebih rendah??



Rabu, 29-04-2009 13:43:27 oleh: manto

pertimbangkan tugas dan tanggung jawab polri



Rabu, 13-05-2009 15:23:22 oleh: Priyono

Saya juga termasuk salah satu PNS tetapi tunjangan remunerasi yang aku terima tidak sebanding dengan yang ada di Depkeu, aku di Instansiku juga tidak yang terkecil, tetapi dengan adanya remunerasi di tempatku kerja peraturannya sangat ketat sekali deh



Jumat, 29-05-2009 10:27:36 oleh: fery djunaedi

sy pns 13 tahun mengabdi, anak 2=stroke dan asthma pelengkap hidup stelah sy bekerja, msh numpang dirumah ortu,tidak punya duit utk uang muka(BAPETARUM tidak sebanding dengan harga2 property),bekerja bagi sy adalah pengabdian/ibadah utk keluarga dan masyarakat, uang bukan tujuan hidup sy,sy msh bisa ngojek dan istri buka warung kecil2an di rumah



Sabtu, 06-06-2009 23:16:05 oleh: agus

remunerasi bg depkeu mmg sdh sepantasnya mengingat beban kerja dan mengurangi korup apabila gajinya kecil maka kemungkinan korup bisa terjadi terutama di pajak



Selasa, 16-06-2009 09:44:09 oleh: R M Soe

Terus dephan TNI dalam hal ini bagaimana hitungannya ? kan perlu juga diperhatikan anak2nya kan juga pingin sekolah yang tinggi biar bisa nyejahterain generasi berikutnya.



Selasa, 23-06-2009 09:36:06 oleh: VIO

menurut saya, reformasi yang terjadi di tubuh DJP sudah berjalan dengan baik. dilihat dari penerimaan pajak tahun 2008, reformasi yang telah digulirkan tidak berjalan sia-sia. bukan cuma itu, dari segi kinerja, DJP juga telah mengalami peningkatan yang signifikan.

kepada bapak - bapak atau ibu - ibu semua, janganlah saling hina atau bertengkar antar sesama. mari kita semua berdoa, agar Indonesia terbebas dari korupsi. dan mari kita berdoa, agar penerimaan pajak yang besar ini dapat dikelola dengan baik oleh negara. amien




Kamis, 30-07-2009 17:02:08 oleh: novie

Knp cm Depkeu aja yg jd project pbesaran gaji...pdhal kerja depkeu engg brt2 bgt..samalah ky kt2 PNS TNI. PNS TNI kerja 24 jam(piket) tp kt tdk pernah mnuntut gaji hrs bsr sekali. blm lg TNI nya dpt ULP kt dpt Uang makan itupun dipotong kl sakit (siapa sih yg mau skt)..sy punya saudara di Pajak tiap hari bw uang (dlm plastik..duit negara kali ye..), punya 5 bus untuk antar jemput karyawan, angkotnya 2 biji..kontrakkan dimana2..bayangkan gaji PNS DEPKEU Gol.III/a..punya uang drmn tuh buat beli bus,mobil angkot, kontrakan...warisan ...jgn ditanya ??..krn sdh dibagi2 jd dia dpt warisan sy jg tahu brp besarnya..krn adik ibu sy....Bayangkan .....Uang siapa coba tuch...



Kamis, 06-08-2009 14:41:13 oleh: Rachmadi

Kalau menurut saya " yang diatas adil donk " beban kerjaan sama kog . saya kerja 15 tahun ngk ada yang namanya Cukup walau sudah diirit-irit, diitung -itung pusing ngebaginya ... pengen juga donk bisa tidur nyenyak..... nggak pusing lagi mikirin beban hidup yang makin berat ....




Jumat, 21-08-2009 11:51:42 oleh: Rio

Yang bukan pegawai Depkeu masti mencela,ya wahar lah karna pasti iri..
Tapi memang Depkeu lah yang mencari uang negara,sedangkan yg bilang dari TNI piket 24 jam??itu kan gak mencari uang negara..ya memang wajar klo pegawai Depkeu dapat remenurisasi karna beban kerjanya mencari uang negara..pegawai Depkeu benar2 bkerja dari pagi sampe sore,sdngkan PNS laen kbnyakan siang uda ada yg pulang ato blm jam 5 sore uda pulang,karna mreka gak ada kerjaan..itulah yang membedakan pegawai Depkeu dengan PNS laen..semua kerjaan adalah bentuk ibadah qta kepada Tuhan




Senin, 31-08-2009 10:49:29 oleh: Jiko

BAGAIMANA DENGAN PNS YANG DI DAERAH. KAMI KAN PEGAWAI NEGERI SIPIL JUGA. KAPAN YA REMUNERASI BAGI PNS DI DAERAH



Jumat, 11-09-2009 10:35:09 oleh: Phiipus Fernandez

setiap departemen memikul beban tanggung jawab yang berat. Lebih pantas kalau tunjangan remunerasi diberikan kepada PNS yang benar2 bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab, berkualifikasi yang dpt dibuktikan. Banyak PNS yang rajin msk kantor namun kerjaan nol besar, sedangkan yang rajin bekerja tidak pernah diperhatikan penghasilannya. Kl yg dinilai Departemennya hrs msk klasifikasi WTP, saya rasa tidak adil. Sebaiknya yang dinilai individunya Departemen sulit memantau PNS daerah.



Rabu, 23-09-2009 08:08:03 oleh: yozki wandri

Reformasi birokrasi dan renumerasi PNS adalah sebuah kebutuhan. yang paling penting, perlu kearifan dalam memprioritaskan renumerasi. selama ini kebijakan negara cenderung, yang mendapat manfaat terbesar dari pengambilan kebijakan adalah si pembuat kebijakan itu sendiri. begitu juga dengan renumerasi PNS yang didahulukan adalah departemen K/L. padahal yang memberi pelayan langsung kepada masyarakat adalah PNS di daerah. ini adalah salah satu contoh. Kalau seandainya bapak ibu pengambil kebijakan berpikir jernih. harus didorong yang mendapat renumerasi adalah lembaga mampu mendapat predikat WTP (wajar tanpa pengecualian) dari hasil pemeriksaan BPK. saat ini yang berprediket Disclaimer juga dapat renumerasi karena mereka Lembaga K/L. Sampai kapan kita harus begini???. Kami menyarankan daerah yang telah berprediket WTP segera diberika renumerasi, agar reward dan punishmen dalam pengelolaan keuangan negara menjadi jelas, terutama untuk pemerintah daerah karena ini juga akan semakin mendorong penyebaran uang ditingkat masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan komsusmsi PNS daerah.



Rabu, 07-10-2009 20:07:53 oleh: Yoga

Anggaran remunerasi dari rakyat, sudah pasti pajak rakyat akan banyak naik untuk target anggaran remunerasi



Rabu, 04-11-2009 14:30:03 oleh: dion budi

kelihatannya aja beban Depkeu berat menanggung beban pemasukan negara mencapai 60 % karena pajak-pajak maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang potensi besar kewenangan pemungutannya oleh Dep.Keu atau Dep. lainnya di pusat sedangkan yang potensinya kecil dan susah dikasih ke Daerah Prop atau kab/Kota sesuai undang-undang, bahkan seperti PBB dan BPHTB yang pemungutannya susah yang menyampaikan SPPT dan penagihannya juga oleh aparat Kab/Kota dan Kelurahan/Desa so yang berhadapan dengan masyarakat adalah orang pemerintah daerah bukan orang dep.keu..... coba otonomi daerah dijalankan dengan benar kewenangan pajak yang potensinya besar kaya Pph diberikan ke Daerah, pusat tinggal supervisi dan wasdal aja kita juga mampu koq dan remunerasi bisa diterapkan juga ke lingkungan pemerintahan daerah, kalo remunerasi hanya didasarkan pada Dept/ Instansi yang tugasnya sebagai pemungut pajak dan PNBP saja... yang penting regulasi harus benar dan adil bagi semua PNS serta diterapkan Sanksi yang tegas untuk PNS yang melanggar disiplin maupun melanggar hukum.



Jumat, 04-12-2009 21:09:09 oleh: dince

@novie
Masa sh msh ada yg bwa uang pke plastik,setau sya smua penerimaan pajak sudh melalui bank,jd g ada tuh uang yg lgsung dtrima pegawai,kalau mau renumerasi harus mau "bersih" jg dong,jgn mau gji gde tp msh pngen dpt "amplop" terus...




Selasa, 09-03-2010 09:32:30 oleh: abah hendra

Kenapa remunerasi hanya diberikan kepada instansi atau departemen tertentu? Departemen dalam negeri juga sama PNS.



Kamis, 18-03-2010 19:44:49 oleh: Hakim

oke



Kamis, 18-03-2010 19:53:05 oleh: Hakim

Kalo aku sih hakim pengadilan tk pertama yang menurut UU termasuk Pejabat Negara, tetapi penghasilannya jauh di bawah Pejabat Negara yang lain. Bahkan remunerasi yang aku terima pun jauh di bawah pegawai Depkeu, padahal kata UU sih aku Pejabat Negara dan pengangkatannya dengan SK Presiden. Menurut UU aku harusnya aku juga dapat kendaraan dinas dan sopir, tapi ? 0 BESAR ! Itulah Indonesia !?



Senin, 22-03-2010 12:52:25 oleh: haris

yang protes berarti iri.
iri tanda tak mampu...
Kacian deh luu...
Lagian elu2 semua pasti tdk protes seandainya elu yg jd pegawai DepKeu, BPK, atau MA.
memang sdh wajar DepKeu, BPK, & Mahkamah Agung mendapatkan Remunerasi.




Kamis, 25-03-2010 14:03:31 oleh: eka

Kita buktikan aja, siapa orang depkeu yang masuk penjara lagi gara2 uang...




Kamis, 25-03-2010 15:14:49 oleh: haris

Begitulah orang yg hatinya lg iri n' dengki.
Kesalahan segelintir PNS DEPKEU yg belum terbukti bersalah malah dibesarkan, padahal masih banyak prestasi dari DEPKEU n' PNS DEPKEU yg tak terpublikasi.

Coba liat PNS lain contohnya PNS PEMDA, banyak juga yg tekena kasus korupsi n' kriminal, mulai Bupati/Walikota sampai PNS Pemda yg masih staf Pelaksana, malahan jauh lebih sering, hampir ada di setiap berita kriminal media Nasional maupun media daerah Lokal. Apalagi Perekrutan CPNS PEMDA yg tidak bersih, penuh NEPOTISME, sdh jadi rahasia umum kalo penerimaan CPNS PEMDA di beberapa wilayah Indonesia sering dipermasalahkan karena adanya orang2 titipan dari keluarga2 pejabat daerah setempat, mulai anak/ keluarga kepala dinas sampai anak/keluarga bupati.

Bandingkan dengan Perekrutan CPNS DEPKEU n' CPNS Mahkamah Agung yg bersih dari Nepotisme.
Bahkan berdasarkan data Forbes, Kementrian Keuangan merupakan lembaga yg terbersih di Indonesia.




Kamis, 25-03-2010 17:07:11 oleh: mazelisonk

Entah dimananpun, gaji tinggi belum tentu korupsi berhenti,
Korupsi terjadi bila ada unsur peluang dan kesempatan, hanya orang yang bener2 punya jiwa pengabdian tinggi dan hati yang bersih akan bisa melawan godaan korupsi, betapapun peluang dan kesempatan telah terbuka lebar.
Kl memang jiwanya koruptor, peluang dan kesempatan sekecil apapun akan cari2 ruang lain untuk melakukan korupsi.
Memang godaan uang itu sangat manis, tapi tetap saja yang namanya makan uang bukan haknya (walaupun dalam hati akan mencari dalih apapun bahwa itu bukan uang haram)akan membawa bencana di kemudian hari:entah keluarganya akan bermasalah atau bahkan dirinya sendiri yg kena penyakit atau kasus hukum.
Mudah2an masih banyak saudara kita yang memiliki hati bersih dan bener2 mengabdi pada masyarakat.




Senin, 29-03-2010 09:24:43 oleh: Sumijan

Untuk haris, jika tdk tahu dunia percaloan depkeu, gak usah ngomong.Lihat itu Gayus!!!!!



Senin, 29-03-2010 13:41:36 oleh: La Bima

Bagi Gaus T, Remunerasi gak mampan. Untuk bu Sri, gak usah berdalih kasus Gaus ini terjadi karena sistem pengawasan lemah. Buat haris, klo kurang informasi, kurang baca tentang mavioso korupsi di negeri ini, gak usah komentar. Negeri kita ini kaya raya, tapi rakyatnya masih melarat akibat praktek mavioso tsb dan notabene pelakunya itu dominan yang telah mendapatkan remunerasi. Coba Haris berkunjung ke kantor pajak di daerah tempat anda. Pasti dominan yang ada di tmpat pakir mobil.



Senin, 29-03-2010 13:43:49 oleh: asli

sesama PNS harus sadar, kita berbakti sama negara. bukan sama orangya.. masalh gaji... kita serahkan saja sama yang diatas... harta adalah titipan...



Senin, 29-03-2010 15:15:10 oleh: arya mahendra

TIDAK ADIL.........................PNS DAERAH DI KABUPATEN SUMEDANG HANYA GAJI POKOK AJA, SY KIRA MASIH BANYAK DAERAH LAIN YANG SAMA2 CUMA GAJI POKO AJA...KALO ATURAN PNS SAMA KENAPA GAJI HARUS BEDA????SEKARANG DAERAH DIJAJAH SAMA PUSAT...YANG MERANCANG ATURAN PERBEDAAN GAJI INI PASTI PENGEN MENGADU DOMBAKAN DAERAH DAN INI SUDAH TERBUKTI...JANGAN KORBANKAN NKRI DEMI EGO PUSAT...REFORMASI SISTEM BOBROK INI...TEGAKAN KEADILAN...KAMI "PNS DAERAH" AKAN MENUNTUT GAJI YANG SAMA...TINGALIKEUN WE!!!!!!!!!!



Senin, 29-03-2010 15:26:40 oleh: arya mahendra

Saya memang IRI sama pegawai pusat n daerah yg tunjangannya gede-gede,,,,,,,,,,soalnya di SUMEDANG cuma gaji poko aja...Selamat kepada para pegawai pajak, PNS PUSAT, PNS Provinsi Jawa Barat, PNS DKI, dan lain2 yang emang pada gede tunjangannya...SELAMATTT...Kasian deh PNS Sumedang



Selasa, 30-03-2010 17:12:56 oleh: Haris

Masih banyak PNS DEPKEU yg bersih, tdk korupsi, kerja ikhlas sesuai aturan & semoga tetap ANTI KORUPSI SAMPAI MATI.
DepKeu sekarang sdh jauh lebih baik drpd DepKeu yg dulu.
Reformasi Birokrasi kan tujuannya untuk perubahan yg lebih baik, jd jgn salahkan remunerasinya donk.
Karena Remunerasi bagian dari Reformasi Birokrasi.

Kalo yg seperti gayus tdk cuma di DepKeu, di instansi lain juga banyak, mulai pusat sampai daerah.
Saya juga benci orang2 yg seperti gayus, merusak citra Dirjen Pajak n' Program Reformasi Birokrasi.




Selasa, 30-03-2010 20:59:42 oleh: Aditya WP

GUA GA RELA GAJI PNS BESAR KAYAK GITU ... !!!!!!!!

GUA AJA PONTANG-PANTING BANTING TULANG CARI UANG, DAPETNYA GA 1/2-NYA. MEREKA JADI PNS HAHA HIHI JALAN-2 DI MALL, GAJI GEDE, POKOKNYA GA RELA ... !!!




Rabu, 31-03-2010 08:29:26 oleh: Dayat

MARI KITA DUKUNG REMUNERASI DI DEPKEU, BPK, MA, SEBAGAI PROGRAM REFORMASI BIROKRASI DAN JUGA KITA DUKUNG PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA.

REMUNERASI YES!!
PEMBERANTASAN KORUPSI YES..!!




Kamis, 01-04-2010 15:28:06 oleh: anoeng

gaji kemenkeu harus segera dikembalikan awal... sama dengan pegawai lainnya... apa bedanya... klo dibilang kemenkeu penghasil uang negara ... emangnya uang nenek moyang loe.. itu kan uang rakyat.. kemenkeu hanya menghimpun aja ,,, kok dibilang penghasil uang negara.... kacian dech... gaji udah dinaikkan berlipat.. ttep aja korupsi.. ngemplang.. maling... tobatlah sebelum kiamat. ingat gayus pasti lebih banyak dari yang diketahui sekarang.. belum lagi di daerah2.. klo setiap 25 m... berapa trilyun kerugiannya ... hahaha.. enak tenan jadi pegawai pajak



Senin, 12-04-2010 04:24:07 oleh: asrah

klo diliat proses manajemen PNS sistem pembinaan, klo emang remunerasi mrupakan reformasi birokrasi, maka good dovernment, en reformasi birokrasi yg trdiri dri banishing, reinventing government, en the new publis servis musti ada dan nyata..

klo gk berarti hanya masuk ke dalam sistem aturan, sistem kepangkatan, sistem karir, sistem mutasi, sistem penggajian en honor, sistem pensiun, sistem pemeliharaan, sistem diklat yg tu smua mrupakn proses manajemen PNS yg klasik..

kn smua'y tuh musti berakhir pada masyarakat yang walfare en justice sbg tujuan negara?




Selasa, 13-04-2010 10:09:28 oleh: HAIRUL SALEH

walau masih wacana remunerasi kami selaku PNS TNI sangat mengharapkan realitanya. karna kami PNS TNI ngak ada istilah tunjab pungsional
dan yg lainnya.tok gaji doang.piket 24 jam .mudah2an pemerinta dpt memikirkan soal ini




Sabtu, 17-04-2010 23:59:01 oleh: Renumeranto

Untuk Pegawai negara lain yang belum menikmati manisnya buah reformasi birokrasi hendaknya dapat lebih bersabar dan bisa menahan iri. Ikhlaskan saja saudara-saudara kita sesama PNS di Depkeu (dinas pajak, bea cukai) yang merasa memberikan kontribusi terbesar dalam(kinerja atau korupsi?) menikmati sendiri uang hasil kerjanya. Bersyukur dn berbanggalah, karena kita masih bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak dengan gaji (bila ditinjau dr sisi jumlah) mungkin saja hanya cukup buat jajan mingguan anak2 Pns kasta Brahmana di atas.



Minggu, 02-05-2010 16:54:05 oleh: aris

Sebenarnya masalah utama adalah ketidakadilan..
Dan siapapun rakyat indonesia berhak menuntutnya
tentu dengan caranya masing-masing..

Apakah adil seorang guru bahkan kepala sekolah menjadi pemulung untuk memenuhi kebutuhan hidup keluargnya..

Sedangkan pegawai Depkeu yang maaf sekolah saja mungkin hanya SMA mendapatkan tunjangan 6-8jt setiap bulan (5-10bulan gaji guru)..

Kalau ini yang namanya keadilan maka wajar jika negara ini akan ditinggalkan rakyatnya sendiri..

Yang tersisa hanya pegawai DEPKEU yang tidak ingin kehilangan gaji + tunjangannya..
Juga pegawai negeri lainnya yang tidak ingin kehilangan penghasilan tambahan dari korupsi dan pungutan liarnya..




Kamis, 27-05-2010 10:16:59 oleh: Ita Nur Izzaty

Ya Nih...memang kitapun sama sama PNS, dan punya tanggungjawab yg sama jg kan? sebagai Pelayan thd Masyarakat....lantas? mengapa harus dibedakan? Semoga dalam waktu dekat ini perlu di evaluasi lg y? jgn cuma janji2 aja...BPS kapan dooonk???



Sabtu, 07-08-2010 23:55:22 oleh: Sabjan Badio

Sepertinya, banyak yang keliru menyebut remunerasi menjadi renumerasi.... hehe



Jumat, 03-09-2010 11:45:44 oleh: muk

kok gitu aja diributin. mumpung ada CPNS Depkeu. ayo pada daftar. klo gagal tahun depan daftar lagi, klo gagal ntar punya anak suruh daftar, klo gagal cucu suruh daftar.. kok repot./



Kamis, 07-10-2010 20:24:23 oleh: danny

jah ngapain lo pada ributin pns,buat yg udah kadung pns, suruh anaknya belajar giat buat masuk swasta, pns cuma buat orang bodo yang ngandelin duit dinas,duit proyek dan salam tempel dari rekanan, kalo bumn masih mending deh ada effortnya biar otak ga bodo bodo amat, kalo pns ya gitu deh ngample ngample aja juga dapet duit, maap maap kate ni ye, kenapa anak anak bangsa yang pinter pinter lebih berjuang masuk swasta daripada pns?karena mereka ga mao nyia nyiain otak mereka, cape cape belajar mati matian cuma buat absen,sarapan, baca koran, makan siang, keluyuran bentar trus absen pulang? mending dipake buat bikin business plan,create development project,walopun di swasta bebannya berat...at least kalo nanti di akhirat otak lo ditanya apa kerja otak lo di dunia otak lo bisa dengan bangga jawab kalo dia digunakan buat mikir hal-hal yang berguna kaya how to get money, bukannya buat mikir how to accept money, lagian kalo jadi swasta lebih enak dan lebih banyak ibadahnya karena swasta selalu memberi sedangkan pns hanya menerima.....bukankah lebih baik memberi daripada menerima?

note : yang gue bilang itu kenyataan, hampir semua rekanan gue orang departemen pemerintah, departemen pemerintah ya....bukan pns yang berdedikasi maksimal dengan gaji minimal banget kayak guru di daerah,prajurit tni yang jadi ujung tombak perang tembak di hutan hutan bukan tni yang perang proyek dengan cukong cukong di ruangan kantornya

on a lighter note : depkeu kontribusi terbesar kepada negara?salah....warga negara indonesia lah yang memberikan kontribusi terbesar pada negara dengan membayar pajaknya...depkeu (pajak dll) cuma bertugas memungut...apa bedanya ama tukang sampah kalo cuma mungut ajah?kalo perkara dikejar2 n mao dibunuh, well thats just one of a kind,there's no job without risk even a garbage man also have a risk in doing their job sedangkan hundreds of 'em?well just what i wrote above...cherio




Senin, 22-11-2010 14:14:23 oleh: Tapiannauli

Saya PNS Pemda Kota Tangerang dan saya sangat malu dengan mental kebanyakan PNS Indonesia baik itu dari dep / pemda yang sudah remun atau belum. Money oriented sekali. Sebenarnya yang para PNS itu butuhkan adalah pelajaran agama untuk memperbaiki sifat rakus dan malasnya. PNS atau bukan sama - sama perlu uang, namun hendaknya kita bertanya pada diri sendiri "Apa sudah pantas kita menerima gaji yang besar dengan kinerja kita sekarang? " Selama image kita di masyarakat masih jelek berarti kita masih belum berhasil, itu yang harus kita terima dengan lapang dada. GBU...



Rabu, 29-12-2010 11:10:00 oleh: wade

Kalau masalah korupsi jangan terfokus di Depkeu aja dong, di departemen lain juga dilihat. Mentang2 remunerasi ga di approve n kita (Depkeu) diaprove, kalian langsung menjatuhkan kami dengan predikat koruptor. Banyak kok di departemen lain yg golongan rendahnya udah bisa beli bus, dll yg disebutin diatas. Gw banyak liat bukti konkritnya. ga usah disebutin lah departemen/instansinya. Seperti yang temen2 diatas katakan, beban kerja kami setelah remunerasi pun bertambah, rekan-rekan DJP dan terkait juga ditargetkan untuk menambah pendapatan negara dan berpengaruh pada hasil evaluasi. Ingat kawan, PNS itu mengabdi untuk negara. Jangan tanya apa yang negar sudah lakukan kepada kalian, tanya diri sendiri apa yang sudah kalian lakukan untuk negara. Ga ngaruh kalian kerja 24 jam untuk negara kalo konkritnya ngga kerja. Malah keliling2, mimta jatah ke tempat hiburan malam dll. Jangan sok suci deh.

@dany: jalan hidup orang beda2 bos, jangan lo samain, mngkin temen loe yg di pemerintahan itu emang orientasiny males2an n bodoh. Atau jangan2 loe sirik gaara2 ga bisa masuk pemerintahan. Urusin aja hidup loe. Klo udah bener ya urus keluarga loe. Rekan2 DJP emang kaya "tukang sampah" tapi terhormaat karena mengabdi untuk negara, not like you, ngumpulin sampah beneran dijalanan.




Kamis, 20-09-2012 10:36:24 oleh: Erni Afriyanti

namanya saja lembaga keuangan ya gaji nya harus tinggi donk...gmn sih temen2..karena godaan d lembaga keuangan cukup besar,,makanya mereka perlu diberi gaji lebih...itu sudah kebijakan yang realistis..yang comment negatif yang suka berprasangka buruk terutama departemen lain yang merasa gaji nya belum cukup..
padahal departemen keuangan tu sumber pendapatan negara yang paling besar,,jadi departemen lain jangan ngiri soalnya kalian kan tugasnya cuma berangkat jam 8, tongkrong, trus jeng2 sambil nunggu jam pulang..maaf ya saya hanya pegawai swasta tapi saya bisa melihat itu..trus dimana pegawai negeri lain?apa ya bisa nya cuma comment negatif?capek deh...padahal dia sendiri juga korupsi tuh tapi belum ketahuan aja jadinya santai...wkwkwkwkwk peace...




Kamis, 20-09-2012 10:45:59 oleh: Dedy

hahahahah...yang comment negatif tuh pada ngiri..sapa suruh masuk di departemen lain, kenapa juga gak di departemen keuangan??
saya punya saudara dari departemen kesehatan, golongannya rendah, tapi dalam 2 bulan langsung beli mobil rush katanya dari hasil kerja pns...hihihihihi
saya sendiri dari departemen pendidikan, saya gak ngiri tuh..y memang karena rejeki saya baru segini..disyukuri saja
semua sudah ada porsinya masing2..yang bilang pegawai depkeu jam kerjanya 9 x lipat siapa?semua jam kerja untuk pns sama sesuai departemen masing2..saya guru SD pulang sekolah jam 2 wajar kan karena sekolah sudah usai,,lha kalau dari departemen lain misal laporan belum selesai, apa ya meh ngikut pulang jam 2..??trus dmn tanggung jawabnya?waduh waduh gaji itu dinilai dari kualitas personilnya..kalau gaji temen2 masih sedikit berarti memang kualitas kalian belum sebanding dengan yang gajinya gede2...makanya USAHA,IKHTIAR,DAN BERDOA GIMANA BIAR JADI SEPERTI MEREKA....toh waktu masuk pns kan kalian tidak KKN toh pastinya ada tes psikologi..harusnya bisa realistis dan berfikiran layaknya orang besar,,bukan cuma morotin negara..




Kamis, 20-09-2012 10:56:09 oleh: riris

ee....koq pada ribut..
aq warga sipil biasa setuju dengan pemerintah menaikkan gaji DEPKEU...tidak untuk departemen lain,,misal waktu berobat ke puskesmas busyeeet perawatnya galak amat,,,waktu ngurus KTP busyeeettt pegawainya sadis amat,,,waktu di jalan tau tau ditilang polisi padahal banyak saksi kalau gue gak melanggar lalu lintas,,,,,,,waktu sekolah,,,eee gue gak pernah dikasih pelajaran tuh ama guru malah ditinggal maen internet tu si guru,,,gue justru terima kasih sama pegawai depkeu karena dia tempat gua hidup mendapat bantuan perbaikan jalan, masjid, jembatan, dll terima kasih telah memberi pendapatan negara cukup besar.....salam hangat...




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY