Agus Mardhika

Pungli Materai pada Kartu Kredit. Legal.. atau ilegal..

Jumat, 21-09-2007 07:28:54 oleh: Agus Mardhika
Kanal: Suara Konsumen

Awalnya saya mencari berita tentang biaya akte jual beli dan balik nama rumah di internet, dan tidak sengaja saya “nyangkut” di http://www.mediakonsumen.com/Artikel885.html, intinya tentang biaya materai pada lembaran tagihan kartu kredit, apakah benar biaya sebesar Rp. 3.000 itu diserahkan untuk dibayarkan kepada Dirjen Pajak atau negara.

Menurut berita yang saya baca “Soal bea meterai ini mencuat karena diawali oleh Pak Hagus yang telah menjadi pemegang Kartu Kredit Citibank sejak tahun 1993 mempertanyakan bea meterai yang dibebankan pada setiap lembar penagihan (cari tulisan-tulisan Pak Hagus dengan fasilitas “Cari” yang ada di situs www.mediakonsumen.com ini). Bahkan pada beberapa lembar penagihan ada 2 bea meterai yang harus dibayar oleh Pak Hagus. Pak Hagus mempertanyakan beban bea meterai pada konsumen karena tidak ditemukan dasar hukumnya.”

Kalau kita cermati sebenarnya biaya materai tersebut bukan hanya terdapat pada lembar tagihan kartu kredit (KK), tetapi juga tagihan Telpon, PLN, Listik, PAM dan juga mingkin pada lembaran tagihan lainnya. Kalau memang seandainya biaya tersebut memang disetorkan kepada negara, tentunya akan besar sekali pendapatan negara dari sektor tersebut.

Misalkan, menurut BKKBN jumlah penduduk Indonesia 220 Juta jiwa dan jumlah orang yang memakai jasa KK,PLN,PAM,Listrik,Telkom hanya 50 Jt saja dari penduduk Indonesia, maka kurang lebih setiap bulannya biaya materai yang dipungut dari konsumen kurang lebih 50 Jt x 5 x 3000 =Rp. 750.000.000.000, WAAUUUU.. angka yang sangat fantastis.. dan kemungkinan angka tersebut akan semakin besar apabila mengunakan data yang sebenarnya. Dan bila dihitung untuk satu tahun maka = Rp. 9.000.000.000.000. WAUUU…. WAUUU.. WAUUU.

Apaka uang sebanyak itu masuk ke kas negara..??? apabila tidak maka jelas pungutan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tersebut harus dipertanggung jawabkan dengan bantuan YLKI untuk mengaudit setoran biaya materai tersebut, Karena dari pengalaman Pak Hagus ternyata pihak tergugat tidak dapat menunjukan bukti setoran pajaknya dan bersedia mengembalikan bea materai tersebut kepada beliau walaupun itu tidak penuh, menurut saya ini membuktikan kalau memang ternyata pungutan tersebut memang tidak sepenuhnya disetorkan kepada negara.

Sekali lagi salut atas usaha Pak Hangus dan rekan-rekannya, semoga saja ada hasil yang terbaik dari kasus ini. Karena kalau memang ternyata terbukti pungutan tersebut tidak disetorkan kepada negara, maka kita semulah yang akan rugi, karena kita ini sadar ataupun tanpa kita sadari telah dirampok setiap bulannya dan dijadikan sapi perahan dan ladang duit oleh mereka.

Bookmark and Share

Tag/Label pungli, materai, kartu kredit
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
3 komentar pada warta ini
Jumat, 21-09-2007 09:10:40 oleh: chika

iya tuh mas. saya juga dapat forward email mengenai tulisan pak Hagus. sebagai pemegang KK citibank, selama ini saya nggak pernah berpikir soal bea meterai. mungkin karena angkanya yang relatif kecil, tapi begitu lihat tulisan mas Agus di atas, yang dari hitungan mencapai angka milyard..duh..duh...jadi sadar deh, selama ini jangan-jangan memang kita cuma jadi sapi perah lembaga-lembaga yang mengharuskan kita bayar meterai itu....



Jumat, 21-09-2007 09:56:34 oleh: Agus Mardhika

@ Mba Chika.

Itulah Negara tercinta kita ini Mba, terlalu banyak carut marutnya, apabila memang dana tersebut disetorkan kepada negara dan dikelola dengan benar dan ditambah dari setoran pajak lainya seperti restoran, hiburan, pajak undian dan pajak-pajak lainnya, kayaknya negara ini akan makmur yah.




Senin, 24-09-2007 17:37:03 oleh: Hagus

Yth Bp Agus Mardhika,
Terima kasih pak atas atensi dan artikel tambahannya yang begitu WAUUU.Mohon bantuan bp Agus Mardhika untuk menyeberluaskan masalah pungutan illegal meterai ini pada semua masyarakat,di seluruh Indonesia.Masyarakat kita harus disadarkan adanya upaya pembodohan publik yang mengatasnamakan Peraturan Pemerintah dan UU,yang kita tidak tahu apa isinya,digunakan oleh sebagian perusahaan yang beritikad tidak baik untuk menangguk untung besar dari ketidaktahuan dan ketidakpedualian masyarakat atas pungutan2 yang membebani masyarakat yang sudah seharusnya tidak harus terjadi.Mohon kirimkan masalah ini juga pada semua media yang menjangkau masyarakat banyak.Semboyan dan Prinsip kita tidak berobah seperti nasehat Yth orang2 tua kita semua,dan sangat relevan diterapkan dijaman apapun,termasuk sekarang yaitu BERANI KARENA BENAR,TAKUT KARENA SALAH.
MAJU TERUS PANTANG MUNDUR.Sekali lagi Terima kasih.
Salam, Hagus.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
diekie   pada  Suzuki Skywave 125
dedi   pada  Tiara Express Taxi
wawan   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY