Alen Citra

Orang Pintar Minum Tolak Angin, Orang Bodoh?

Rabu, 19-09-2007 12:45:21 oleh: Alen Citra
Kanal: Suara Konsumen

Saya mungkin salah satu orang yang paling kesal kalau nonton iklan di TV. Banyak bohongnya. Kadang tidak masuk akal, tidak etis dan bahkan ada yang secara tidak sadar memperkosa hak-hak atau nilai-nilai kemanusiaan.

Salah satu contohnya adalah iklan 'Tolak Angin' menurut saya, iklan ini sama sekali tidak mendidik dan tidak etis. Mengapa pihak pengiklan memakai kata pintar di sini, bukan dengan kata 'sembuh atau sehat'

Iklan lain yang menurut saya tidak dapat diterima dengan akal sehat adalah iklan Extra Joss. Apa hubungan antara Mbah Maridjan dengan extra joss? Apakah karena Mbah Maridjan minum extra joss maka gunung tidak jadi meletus?

Mungkin ini penting untuk kita semua sebagai konsumen, selain agar lebih kritis mungkin juga lebih jeli memilih produk yang jujur. Maksudnya agar kita tidak tertipu oleh rayuan gombal iklan-iklan yang tidak mendidik dan tidak etis itu.

Bookmark and Share

Tag/Label iklan, tolak angin, extrajoss, mbah maridjan
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
33 komentar pada warta ini
Rabu, 19-09-2007 12:58:21 oleh: Dani Ampriyanto

namanya juga iklan mbak, sisi komersil dikedepankan. semakin nyleneh sebuah iklan, maka semakin banyak orang yang penasaran..
orang pintar minum tolak angin, orang bodoh yaa tolak minum angin, tul gak?




Rabu, 19-09-2007 13:11:41 oleh: Yulius Haflan

Dasar dari tujuan iklan itu sebenarnya pembentukan asosiasi. Klo misalnya jamu tolak angin mengatakan orang pintar minum tolak angin, ya si pengiklan ingin mengasosiasikan kepada konsumen bahwa minum tolak angin itu pilihan pintar untuk sakit masuk angin. So bukan ingin mengatakan yang tidak pintar adalah yang tidak minum tolak angin. Sama juga untuk extra joss, si pengiklan hanya ingin mengasosiasikan produknya dengan karakter si endorser, ya klo mbah maridjan, ya yang pasti si pengiklan hanya mengasosiasikan produknya adalah untuk yang pemberani macam mbah maridjan.
Tapi memang benar, saat ini banyak iklan kita yang cenderung tidak etis. contoh yang paling riil adalah iklan operator seluler. Klo dilihat2 lagi iklan2 tsb banyak yang menyesatkan.




Rabu, 19-09-2007 14:19:01 oleh: rudy

setudjuuu dengan bung Yulius Haflan...
kalo iklan kondom ato iklan pembalut apa perlu di
demonstrasikan pegimana mengaplikasikannya mbak...hayoo..;)...




Rabu, 19-09-2007 14:44:46 oleh: Rudy Tantra

Yang lebih aneh lagi, ada iklan susu untuk balita yang bisa memberikan keseimbangan bagi otak, tubuh dan jiwa. Hah??!! Jiwa?? Kalau jiwa bisa diseimbangkan dengan sekaleng susu, that's a great breakthrough! Terakhir, ada lagi susu yang bisa membuat otak mudah menyerap dan memroses informasi. Wah??!!! Tapi saya memilih untuk tidak percaya.
Apalagi setiap ada iklan susu yang baru selalu ada tambahan zat baru lagi yang namanya aneh dan mungkin hanya dikenal oleh ahli gizi saja.




Rabu, 19-09-2007 14:50:00 oleh: ajeng

Pembantu saya pernah nyeletuk

"Orang pintar minum tolak angin, orang bodoh minum Baygon"

Tul...




Rabu, 19-09-2007 14:58:47 oleh: Mat Bonen

Di jaman susah kayak sekarang, enaknya minum jamu Tolak Miskin. Mau pinter atau bodoh, pasti cocok minum jamu Tolak Miskin!



Rabu, 19-09-2007 15:17:32 oleh: Silvi Anhar

hahahahah...trus, untuk siswa, minum jamu tolak bodoh hihihihi... ada ga tuh... biar siswa-siswaku pinter semua...




Rabu, 19-09-2007 15:37:41 oleh: Mimbar Bambang Saputro

Saya kira orang bodoh malah masuk angin...



Rabu, 19-09-2007 15:56:02 oleh: GUS WAI

Betul juga. Hanya orang bodoh yang sering masuk angin. Atau jangan-jangan saking ingin disebut orang pintar maka cari cara supaya masuk angin.:)



Rabu, 19-09-2007 16:56:47 oleh: Mimbar Bambang Saputro

Wekekek...Ternyata mudah menjadi orang pintar, buka baju, angin-anginan, kalau masuk angin minum jamu, jadi deh orang pintar.



Rabu, 19-09-2007 18:05:57 oleh: Bagus Y Prayitno

Wah..daripada ributin soal iklan yang banyak gak masuk akalnya mendingan nulis aja di wikimu.. iya gak temen2..
Gitu aja kok repot... :)




Rabu, 19-09-2007 18:55:01 oleh: kasyanto

masih untung kita orang dewasa bisa dengan cerdas mencerna iklan.
lah bagaimana dengan anak-anak, yang terus dicekoki film-film kartun yang "menipu" seperti Tom&Jerry, SpongeBob, dan juga film-film fantastik seperti Ultraman, Spiderman, dll.




Kamis, 20-09-2007 11:38:04 oleh: Alen Citra

soalnya saya pernah masuk angin pas minum tolak angin malah saya tambah bodoh, belajar ga masuk-masuk,eh terus suruh teman kos kerokin ternyata bisa. saya bisa dapat A lagi.



Kamis, 20-09-2007 17:06:42 oleh: nawita

ada 2 iklan yg "ndak masuk akalnya" mirip.
orang pintar minum tolak angin...
orang pintar naik panther...

tp meskipun ga masuk akal, setidaknya misi brand awareness dr pengiklan tercapai lho... produknya diingat sama penonton kan... :D




Kamis, 20-09-2007 17:16:30 oleh: BAMBANG HERWINDO

Setau saya mbah maridjan nggak ada di iklannya Extra Joss tuh.

di Iklan Kuku Bima Energi kali...




Kamis, 20-09-2007 18:31:53 oleh: Bagus Y Prayitno

Pak Kasyanto, namanya film kartun ya banyak khayalnya.. (walaupun tidak semua mendidik)
Soalnya anak2 alam berpikirnya masih alam khayal.. antara dunia nyata dan dunia imaginasi masih bercampur.. makanya bereka hidup di alam bermain.. sesuai usianya.
Masak anak2 disuruh nonton film serius, malah nanti besarnya bisa sakit jiwa..Krn masa kecilnya dipaksakan berpikir yg seharusnya belum waktunya.
"Dunia Anak adalah dunia bermain....."
Contoh Film kartun yang masih sesuai dgn dunia anak spt; Donal bebek, Micky mosue, Tom & Jerry
Dora,
tapi yang bukan utk anak kecil kayaknya spt; Bart Simpson.






Kamis, 20-09-2007 19:32:06 oleh: kasyanto

untuk Bagus Y Prayitno:

apakah ada rujukan yang ilmiah/kredibel mengenai pernyataan,
"Soalnya anak2 alam berpikirnya masih alam khayal.. antara dunia nyata dan dunia imaginasi masih bercampur.. makanya bereka hidup di alam bermain.. sesuai usianya"

Bukan saya menghalangi anak berimajinasi, khawatirnya anak tumbuh tanpa fondasi yang kuat mengenai apa yang nyata dan apa yang tidak. Saya rasa ada risikonya kalau fondasi pikiran anak tidak kuat. Konon ada cerita seorang anak 6 tahun menjepret adiknya yang masih balita dengan daun pintu karena ia mengira, seperti di film kartun, adiknya akan gepeng sebentar lalu kembali seperti sediakala.

Juga kalau kita amati anak 'timur' lebih sering ditakut-takuti dengan cerita hantu daripada anak 'barat'. Akibatnya, orang 'timur' cenderung mempercayai mistik dan klenik. Kalau kita menonton acara reality show "Dunia Lain" pernah ada orang asing (Korea kalau gak salah) ditempatkan di gedung yang bekas yang sudah bobrok di malam hari, tentunya gelap gulita. Beda dengan peserta2 dari Indonesia, orang ini sama sekali tidak takut dan santai sekali.

Satu lagi, kalau kita membeli VCD Ultraman kita bisa melihat di sampulnya tercantum untuk usia 12 tahun ke atas. Padahal, di televisi kan Ultraman bisa ditonton oleh anak usia berapa aja.







Kamis, 20-09-2007 21:37:54 oleh: Kris Bheda

orang pintar minum tolak angin, orang bodoh masuk angin
orang pintar minum tolak angin, orang bodoh angin-anginan
Orang pintar minum tplak angin, orang bodoh minum terima angin
ah....iklan di media cetak dan media elektronik memang banyak yang payah
coba lihat iklan tentang pengobatan alat vital ala Mak Erot..di sana di bilang dapat mengembalikan keperawanan. masa?




Jumat, 21-09-2007 07:33:38 oleh: Bagus Y Prayitno

@ Pak Kasyanto,
1. Kalo referensi mengenai psykologi anak yang masih suka bermain dan masih suka berkayal, itu buanyak pak. Cari aja diGramedia. Ttg tumbuh kembang anak.
Tentu anak berkembang sesuai dengan usianya.

2. Itulah peranan orang tua, KIta harus jadi orang yang awas, cerdik. Kita beri pengertian, mengenai apa yang ditonton. Kita boleh sortir mana, yg layak mana yang boleh. Bukan disamaratakan boleh. Kan saya bilang tidak semua film kartun baik.

3. Masalah tontonan horor, saya suka sependapat dgn anda.. Saya juga tdk menginjinkan anak saya menonton film2/ sinetron2 horor. makanya dirumah ada TV 2 , satu buat publik (anak) , satu dibelakang buat yg suka acara2 khusus.
Kita dikeluarga tdk pernah menakuti2 thd sesuatu agar anak takut, nanti akan jadi pobhia. Bahkan ketika anak sya pernah meilhat hantu beneran, dirumah mertua, saya pun memberi pengertian bahwa itu juga makluk.. Yang tidak kelihatan....Tidak menakuti2i..
Kalo sering menakuti2 anak, orang tuanya yang bodoh.Akan membelenggu anak dalam suatu pobhia.

4. Masalah ultraman utk 12 thn, ya,.kita yang nyortir dong pak.. Bukan semua boleh nonton.. Kita harus selalu mengawasi anak, jangan diserahkan sepenuhnya pd pembantu.
Sekali lagi tidak semua film kartun bagus.
Buktinya kita2. dulu suka film kartun. Apakah kelakuan kita psyko??

5. Menurut saya yang paling jelek pengaruhnya ada: film2 horor, sinetron2 berbau agamis tapi 75% menampilkan adegan kekerasan, kebencian,terus Film sadis, kekerasan (ini bisa dibatasi dgn jam tygnya)
Juga iklan2 dari film tsb yg sering nongol tiba2 disegala waktu dimana jam anak masih nonton.
Ini yg merusak..

Sekali lagi kita jadi orang tua yang lebih tanggap, awas, cerdik , dlm membimbing anak untuk menonton.




Jumat, 21-09-2007 13:01:08 oleh: kasyanto

@ Bagus Y. Prayitno:
1. Terima kasih referensinya. Akan saya cari dan saya beli dan saya baca buku itu.
2. Benar. Maksud saya juga meningkatkan peran orang tua menyortir film untuk anak.
3. setuju sekali. Baik sekali kalau ada 2 tv di rumah. Baik juga kalau sejak awal ada peraturan dan disiplin menonton demi kebaikan anak. Ini sulit sekali karena televisi gratis dan sulit mengawasi anak terus menerus.
4. Nah, untuk menyortir butuh pengetahuan psikologi. Sayang orangtua pada umumnya tidak terlalu tahu atau bahkan peduli mengenai teori-teori yang berkenaan.
5. Setuju. Selain film kartun, juga ada film-film lain seperti sinetron, film barat, dsb. yang tidak sesuai dengan realita. Memang pada dasarnya tujuan seni peran itu bukan menunjukkan realita, tetapi memberikan ilusi yang menarik dan tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Sayang, seperti halnya iklan, ilusi ini dianggap realita (persepsi adalah realita, kata pakar marketing) oleh anak dan orang dewasa yang kurang kritis. Nah, ini yang berisiko.

Bukan takut anak menjadi psycho. Hanya saja anak bisa menjadi salah mengambil keputusan-keputusan penting dalam urusan pendidikan, karir, jodoh, keuangan, dsb. karena paradigmanya terlanjur bias gara-gara film di teve.
Terima kasih yaa...




Jumat, 21-09-2007 21:40:30 oleh: kasyanto

satu cerita lagi.

Gola Gong, penulis terkenal itu kehilangan sebelah tangannya setelah diamputasi dokter akibat cedera parah setelah meloncat dari pohon. Kejadiannya waktu beliau masih SD, karena suka membaca buku cerita dan meniru aksi sang tokoh, terjadilah kecelakaan yang merenggut tangan kirinya.

Jadi, bukan hanya televisi yang berbahaya. Lebih tepatnya bukan karena televisinya, tapi karena isi tayangannya yang terlalu ilusif, berdampak pada pemahaman yang keliru dan keputusan yang fatal.

Semoga orang semakin kritis dengan ilusi dalam bentuk dan media apapun.




Sabtu, 22-09-2007 07:07:07 oleh: Bagus Y Prayitno

@ Pak Kasyanto

Iya pak, sebenarnya kita satu pendapat. Dengan forum ini moga2 para orang tua ikut serta mengambil alih peran badan sensor nasional yang ada di"rumah".

Rumah adalah filter pertama bagi tumbuh kembang anak.




Sabtu, 24-11-2007 12:30:22 oleh: nino

kalau gak ngrti ttng iklan gak usah ngomongin iklan dulu...bro..............



Sabtu, 24-11-2007 19:20:41 oleh: Arisakti Prihatwono

masalahnya konsumen iklan itu rata2 ga ngerti iklan bung Nino
itulah pendapat jujur dari konsumen iklan bin konsumen produk
mereka itu polos , grass root dan swing voters
mereka akan milih yg mereka anggap bagus menurut mereka. dan mereka anggap bagus itu juga anggapan khan berarti sifatnya assosiatif juga. kalo menurut para pakar iklannya ok tapi menurut swing voters itu jelek. ya mereka berhak pindah ke lain hati donkk. jadi bukan bagaimana pakar iklan yg mengerti ttg iklan tapi bagaimana para pakar iklan selalu terus menerus mengerti apa yang dimaui customer dengan membuat iklan yg kreatif bin cerdas bin buat produk laku

tapi walau bagaimanapun. produk sidomuncul patut kita beri applaus. dengan mengedepankan wong cilik, mereka ingin mengasosiasikan produknya dengan wong cilik. ini corporate social responsibility juga secara tidak langsung. soul iklan sidomuncul dapet banget. tob bgt lah.




Senin, 07-01-2008 18:58:23 oleh: GUS WAI

Orang bodoh, gak kuat beli kali ya



Senin, 07-01-2008 19:35:58 oleh: arydaffaa

iklan jamu tolak angin yang mana dulu? kalo yg sekarang mah bagus....soal seni dan budaya kita yang pernah diperebutkan...reog ponorogo...yah kalo iklan mah kaya jualan kecap..selalu nomer satu....gak mau nomer dua..bahkan ada yang mengatakan : we are not the first but the best...itu lebih parah lagi, kalo anak gaul sekarang bilang...narsis gitu loh...malahan iklan Top 1 mereka di cap iklannya para selebriti...dan tidak menonjolkan sisi kualitas produknya ke konsumen di iklan tersebut....



Senin, 23-06-2008 23:59:57 oleh: hsan

he he..he lucu ya kok pada masalahin orang pintar belum tahu ya. itu yang buat orang bodoh jadi yang buat iklan pingin pintar he..he..he...
but bagus kok aku aja makalahnya tentang tolak angin.

siiiipppp lah bintang toedjoe




Sabtu, 19-07-2008 19:08:54 oleh: Syamsul Alam

Ada perumpamaan di Jepang bahwa "Orang bodoh itu sulit kena masuk angin". Bukanya nggak bisa masuk angin, tapi, ia tak tahu kalau ia masuk angin.
Karena tak tahu, ia tak beli tolak angin.

Lain halnya dengan orang pintar. Orang pintar tahu jika dirinya kena masuk angin, lalu ia pun beli tolak angin.

Mungkin itu penjelasan tertepat mengenai "Orang pintar minum tolak angin".




Jumat, 12-12-2008 00:44:50 oleh: anggita irfai

aduh2 mbak yg satu nih,,nm'a jg iklan y bgaimna kl iklan'a tdk pkai mdel sm skli brti dy jg tdk ad yg mnat sm produkny it y donk..
tolong klo mau m'krtik it yg lbh detail or m'mkirkan k'dpn tuk smua org y mbak.. ^__^




Minggu, 01-02-2009 16:47:22 oleh: khairunisa

waduh , koreksi sedikit yaa... yang pake mbah marijan iti kan iklan kuku bimaaa,. bukan xtra joss.. :)



Jumat, 30-10-2009 09:43:16 oleh: ikung adiwar

http://www.facebook.com/pages/TOLAK-ANGIN/192937880209?ref=mf#/pages/TOLAK-ANGIN/192937880209?v=wall&ref=mf



Jumat, 18-06-2010 14:39:42 oleh: Rosa

Positif thinking aja..Justru karena Tolak Angin itu menganggap orang Indonesia ini pintar semua, gak ada yang bodoh, jadi kalau emang gak mau beli tolak angin, ya ndak usah merasa jadi orang bodoh tokh..biasa aja..saya juga kalau gak ada tolak angin belinya antangin, yang penting khasiatnya sama. tapi hebatnya iklan ini ya, positioningnya kuat banget dan namingnya bagus. hayuu..terusin lagi penelitian iklan tolak anginnya...



Jumat, 23-11-2012 15:51:27 oleh: muslim rifai

aku mintak bantuan kepada tolak angin



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY