Bustaman Al Rauf

Masyarakat Aceh Kurang Peduli dengan Kasus Munir

Rabu, 12-09-2007 08:57:42 oleh: Bustaman Al Rauf
Kanal: Opini

Pada umumnya, aspirasi dan tanggapan masyarakat Aceh tentang penyelesaian kasus Munir masih bersifat normatif, yaitu kasus ini harus diselesaikan secara tuntas melalui mekanisme hukum yang berlaku. Namun, masalah Munir ini sebenarnya kurang mendapatkan respon yang meluas di Aceh, karena mereka tidak mendapatkan informasi yang berimbang serta sulit untuk mengikuti perkembangannya.

Setidaknya hal ini tercermin dari pendapat berbagai kalangan di Aceh Drs. Hudri Sulaiman mengemukakan bahwa masalah Munir seharusnya sudah selesai, namun karena pemerintah masih memberikan kelonggaran bagi TPF Munir, maka hingga saat ini belum tuntas, selain itu masalah ini sangat diekspos media massa, sehingga dianggap Munir ini sebagai orang yang paling penting dalam memperjuangkan HAM di Indonesia.

"Penyelesaiannya sebaiknya didasarkan atas hasil penyelidikan aparat yang berwewenang bukan atas penyelidikan TPF Munir yang selama ini terkesan mempolitisir masalah ini," saran tokoh masyarakat Takengon, Kabupaten Aceh Tengah ini.

Sahrul, aktivis radikal di Aceh Tengah juga tidak mungkin masalah Munir dapat diselesaikan, sebab tidak mungkin BIN sebagai lembaga rahasia negara akan dengan mudah dibongkar TPF Munir.

Berbeda dengan Sahrul, Bustami, aktivis mahasiswa lainnya di Kabupaten Bener Meriah berpendapat sampai saat ini belum ada dugaan yang secara kuat dan jelas mengarah kepada keterlibatan BIN sebagai institusi. "Tidak mungkin pejabat BIN berbuat senista itu," ujarnya.

Tukimun tokoh masyarakat Jawa-Gayo di Bener Meriah mengatakan masalah Munir biar saja tidak selesai, hanya mati satu orang saja, semua jadi ribut. Kita di Aceh ini berapa banyak orang Jawa atau lainnya mati tetapi tidak ada yang ribut.

"Memang Munir itu sepenting apa? Yang goblok itu ya orang-orangnya Munir. HAM jadi kerjaannya tapi di Aceh hanya membela GAM saja. Tidak tahu mereka bahwa GAM banyak membunuh masyarakat," tukasnya sengit.

Rahmalia, aktivis NGO di Bireuen mengatakan bahwa kematian Munir adalah resiko politik yang harus diterima Munir, sebab Munir tidak sadar negara kita negara yang sedang berkembang tidak mungkin ide-ide dia tentang HAM diterapkan sepenuhnya di Indonesia.

Secara politik, penyelesaian kasus Munir sebenarnya hanyalah merupakan "tuntutan politik" sejumlah NGO baik di Aceh maupun di luar Aceh, namun belum menjadi tuntutan politik yang meluas di Aceh. Hal ini disebabkan karena banyak komponen masyarakat Aceh yang kurang mengetahui masalah ini secara jelas.

Oleh karena itu, tidaklah heran jika sejumlah NGO di Aceh dan luar Aceh yang selama ini terkenal "kurang dekat dan kurang senang" bahkan alergi, dengan kalangan intelijen dan aparat keamanan ini berusaha untuk mensosialisasikan sekaligus memprovokasi masalah ini, dengan diboncengi sejumlah "tuntutan" termasuk reformasi BIN, kasus ini akan selesai jika diserahkan ke Mahkamah Internasional sampai kepada "tuntutan" menghadirkan keterlibatan pihak asing untuk penyelesaian masalah ini.

Tuntutan agar penyelesaian masalah Munir diselesaikan melalui Mahkamah Internasional ataupun menghadirkan pihak asing jelas merupakan "agenda terselubung" kalangan NGO untuk memposisikan BIN sebagai musuh rakyat vis a vis menyudutkan citra, wibawa dan kredibilitas Pemerintahan RI. Hal ini juga membuktikan bahwa mereka bersikap kurang nasionalis.

Tidak hanya itu saja, kalangan NGO bertepatan dengan 3 (tiga) tahun tewasnya Munir juga berusaha untuk "memprovokasi" Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan menyatakan kegagalan pengungkapan secara tuntas kasus Munir akan menjadi coreng hitam pemerintahan SBY-JK. Presiden SBY harus mengenyampingkan segala kalkulasi untung rugi politik.

Sementara itu, banyak kalangan di Aceh juga menilai secara netral bahwa kematian Munir adalah "resiko politik" yang harus diterima yang bersangkutan, akibat dari perjuangannya selama ini dalam rangka mempromosikan HAM di Aceh. Bahkan, ada beberapa komponen masyarakat Aceh juga meminta kepada Pemerintah untuk tidak terlalu serius memprioritaskan penyelesaian kasus Munir, karena banyak kasus yang lebih penting diselesaikan Pemerintah Pusat berkaitan dengan Aceh.

Mereka menilai banyak korban masyarakat biasa yang tewas di Aceh selama konflik dan lain-lain yang sekarang ini bisa hidup berdamai, sehingga mereka mempertanyakan mengapa persoalan Munir saja terus menerus dipolitisir.

Secara hukum, penyelesaian kasus Munir memang harus diselesaikan berdasarkan kaidah hukum positif yang berlaku di Indonesia, sehingga tidak perlu melibatkan pihak asing bahkan Mahkamah Internasional. Namun, persoalannya adalah tuduhan terhadap keterlibatan instansi, oknum anggota bahkan petinggi BIN yang dikemukakan selama ini dalam persidangan yang digelar tidak cukup kuat dasar-dasar hukumnya, karena hanya merupakan dugaan, penilaian, indikasi dll sehingga terkesan sumir serta bukan hasil temuan hukum ataupun novum (bukti hukum yang baru) yang sangat kuat.

Kesimpulan

 

Penyelesaian kasus Munir belum menjadi tuntutan politik yang meluas di kalangan masyarakat Aceh. Sementara itu, kalangan NGO di Aceh dan luar Aceh berusaha terus menerus untuk mempolitisir masalah ini, dengan berbagai "tuntutan politik" yang kurang nasionalis.

Aspirasi dan tanggapan dari masyarakat Aceh bersifat netral dan menilai bahwa kematian Munir adalah "resiko politik" yang harus dia terima sebagai aktivis di negara yang sedang berkembang demokrasinya. Oleh karena itu, mereka meminta Pemerintah Pusat tidak terlalu serius atau hanya fokus pada masalah ini saja, karena banyak masalah lain yang terjadi di Aceh yang perlu diperhatikan lebih serius.

Oleh Zakky Harry Ahmad Zuhri Indrajati *)

*) Penulis adalah aktivis NGO dan mahasiswa Pasca Sarjana. Tinggal di Banda Aceh.

Bookmark and Share

Tag/Label munir, opini masyarakat aceh, ham, bin
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY