Stevan Ramadhan

50 Perguruan Tinggi Nasional Terbaik

Jumat, 03-08-2007 16:33:19 oleh: Stevan Ramadhan
Kanal: Peristiwa

50 Perguruan Tinggi Nasional Terbaik Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional merilis daftar 50 besar perguruan tinggi (PT) unggulan 2006 di Nusantara. Sebanyak 28 PT negeri (PTN) dan 22 PT swasta (PTS) tercatat di dalamnya.

Kompetisi yang ketat. Itulah yang diharapkan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) terhadap perguruan tinggi (PT) baik negeri maupun swasta di tanah air. Keinginan Dikti tersebut tentu bukan tanpa alasan. Sebab, kualitas PT di Indonesia belum banyak dipercaya dunia internasional.

Akhirnya, pekan lalu rilis Dikti-yang sedianya diwartakan awal tahun-tentang 50 besar PT alias PT unggulan di Indonesia diluncurkan.

Dan yang terpenting neeh kampus gw juga masuk UNSRI .. euy!

Berikut daftar 50 promising indonesia universities yang diurut berdasarkan abjad (sorry buat yg udah tau):

1. Ahmad Dahlan University : www.uad.ac.id

2. Airlangga University : www.unair.ac.id

3. Atma Jaya Catholic University Jakarta : www.atmajaya.ac.id

4. Atma Jaya University Yogyakarta : www.uajy.ac.id

5. Bandung Polytechnic for Manufacturing : www.polman-bandung.ac.id

6. Bandung State Polytechnic : www.polban.ac.id

7. Bina Nusantara University : www.binus.ac.id

8. Bogor Agricultural University : www.ipb.ac.id

9. Bunda Mulia University : www.bundamulia.ac.id

10. Diponegoro University : www.undip.ac.id

11. Gadjah Mada University : www.ugm.ac.id

12. Indonesian Institute of the Arts, Jogja : www.isi.ac.id

13. Indonesian Institute of the Arts , Denpasar : www.isi-dps.ac.id

14. Indonesian Institute of the Arts , Surakarta : www.stsi-ska.ac.id

15. Institut Teknologi Bandung : www.itb.ac.id

16. Institute Teknologi Sepuluh November : www.its.ac.id

17. Jakarta Institute of the Arts, The : www.ikj.ac.id

18. Jember University : www.unej.ac.id

19. Jenderal Soedirman University : www.unsoed.ac.id

20. Maranatha Christian University : www.maranatha.edu

21. Merdeka University - Malang : www.unmer.ac.id

22. Muhammadiyah University of Malang : www.umm.ac.id

23. Muhammadiyah University of Surakarta : www.ums.ac.id

24. Padang State Polytechnic : www.polinpdg.ac.id

25. Padang State University : www.unp.ac.id

26. Padjadjaran University : www.unpad.ac.id

27. Palangkaraya University : www.upr.ac.id

28. Pancasila University : www.univpancasila.ac.id

29. Parahyangan Catholic University : www.unpar.ac.id

30. Pasundan University : www.unpar.ac.id

31. Pelita Harapan University : www.uph.ac.id

32. Sanata Dharma University : www.usd.ac.id

33. Satya Wacana Christian University : www.uksw.edu

34. Sebelas Maret University : www.uns.ac.id

35. Soegijopranata Catholic University : www.unika.ac.id

36. Sriwijaya University : www.unsri.ac.id (Kampus gw neh (*_*)

37. State University of Malang : www.malang.ac.id

38. State University of Medan : www.unimed.ac.id

39. Supra School of Bussiness and Computer Science : www.supra.ac.id

40. Tadulako University : www.untad.ac.id

41. Telkom School of Engineering : www.stttelkom.ac.id

42. Udayana University : www.unud.ac.id

43. University of 17 Agustus 1945, The : www.untag-sb.ac.id

44. University of Bengkulu : www.unib.ac.id

45. University of Indonesia : www.ui.ac.id

46. University of Mataram : www.unram.ac.id

47. University of Surabaya : www.ubaya.ac.id

48. Widyagama University of Malang : www.widyagama.ac.id

49. Widya Mandala Catholic University Surabaya : www.wima.ac.id

50. Yogyakarta State University : www.uny.ac.id

Bookmark and Share

Tag/Label perguruan tinggi, pendidikan
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
116 komentar pada warta ini
Rabu, 08-08-2007 19:10:29 oleh: Engelbertus Pr Degey

Mas, kriterianya apa ya? agar sebuah universitas disebut terbaik... (cuma ingin tahu)



Sabtu, 11-08-2007 21:18:01 oleh: raharja adi winata

ini asli kok upi nggk masuk?????upi kan top 10



Sabtu, 11-08-2007 21:35:17 oleh: raharja adi winata

upi kok nggak masuk??? emang kriteria dikti berdasar apa??



Minggu, 12-08-2007 15:04:31 oleh: addee

Pemeringkatan yang aneh.. Bukan cuma UPI yang ga masuk, Unbraw sama Unhas juga ga masuk. PTN dan PTS yg "ecek-ecek" dan jarang terdengar malah masuk, aneh kan? tanya kenapa?
Kriterianya apa sih?
untung Undip, UGM, UI sama ITB masuk, kalo gaa wah bakal tambah aneh.
Mending kita bikin pemeringkatan sendiri-sendiri dimana PT kita masing-masih jadi no satunya, setuju!!!
sama aja to, kalo dikti bisa, kenapa kita tidak bisa. Dikti bisa salah, kenapa kita ga bisa salah... hehehehehe.. esmosi neh





Senin, 13-08-2007 14:26:59 oleh: Joshua Hutauruk

Supaya semua lebih berbenah diri, ada baiknya ditentukan peringkat...kalau yang ini masih ngambang lho! uni mana di atas uni mana?



Senin, 13-08-2007 14:46:49 oleh: Dani Ampriyanto

betul, apakah ITB, UGM dan UI, bahkan Undip yang terbaik..
peringkat bisa aja ditentukan oleh beberapa faktor, misalnya mulai dari tingkat akreditasi, jamlah jurusan atau fakultas, fasilitas yang ada, kualitas lulusan, ataupun prestasi yang dibuat baik akademis maupun non akademis.
jangan berdasarkan uang iuran bulanan yang paling tinggi ya...




Selasa, 14-08-2007 20:58:02 oleh: trie

wah kalo itu kriterianya, so pasti UGM jadi yang nomer wahid. 18 fakultas, 73 jurusan, belum lg ditambah beberapa prodi, hampir semuanya berakreditasi A, liat aja di www.ban-pt.org. masalah prestasi oke punya tu, berturut-turut juara umum PIMNAS, banyak dpt penghargaan dalam penelitian skala internasional, universitas di Indonesia yg paling banyak pegang hak paten. berdasarka hasil survey THES, UGM peringkat 47 dunia untuk social science, 70 dunia untuk biomedis, dan peringkat 73 untuk sosio humaniora.



Selasa, 14-08-2007 23:25:58 oleh: aza

Mas,cukup aneh ya masak kampus Seperti Universitas Brawijaya,ngak masuk dalam jajaran 50 Perguruan Tinggi Nasional Terbaik,padahal ku coba Ikut SPMB and SPMK milih salah satu Prody yang ada di kampus tersebut sampai 3X kok ngak dapet-dapet ya...
tapi ku sukur banget kalau kapusku masuk dalam jajaran 50 Perguruan Tinggi Nasional Terbaik.




Rabu, 15-08-2007 08:13:27 oleh: diana

aneh juga nih, trisakti, unpad , salah satunya almamater sy ipb klas embek malu dong sy.ampuuuuuun, apalagi kalau ada instansi yg mempersyaratkan dapat jadi pegawai kalau lulusan universitas 50 terbaik.TAPI JANGAN MINDER KAWAN, BUKAN BERARTI LULUSAN TERJELEK DR 50 TSB KEMUDIAN LEBIH HEBAT DARI LULUSAN NO 1 PERGURUANKU. BUKTINYA ALUMNUS IPB JADI PRESIDEN, IYAAAA KAAAAN. Dirjen DIKTI Depdiknas apa merasa membina dengan baik , mana kriterianya, hasil ini lah kinerja dirjen.yg membuat alumnus kaget kageten



Rabu, 15-08-2007 17:13:09 oleh: dede

Menurutku pemeringkatan dari dikti itu bukan sesuatu yg final, artinya mungkin akan diadakan pemeringkatan tiap tahunnya, semoga! Masalahnya beberapa PTN yg punya reputasi baik ga masuk peringkat, lihat UNHAS, UPI, Unbraw. Kalo ga diadakan pemeringkatan lagi celaka bener tuh apa lagi kalo lulusan 50 besar PT dijadikan syarat menjadi pegawai. Kayaknya ada beberapa PTS/PTN yg ga reputable justru masuk peringkat. Sial!

Kualitas lulusan tetap yg akan berbicara.

Saya dari alumnus UGM turut berduka dg nasib 3 PTN ternama yg dirugikan itu
Tapi tenang choy, masyarakat dan dunia kerja tau kok mana yg terbaik. Siapa yg ga kenal Unbraw, ya ga?




Rabu, 15-08-2007 20:26:21 oleh: riski

UGM ???? HUh belum ketaun boroknya aja tuh BHMN,,, kalo dah kebuka baru tau tuh betapa ga fairnya ugm,,,

Oh y,,, uad,, usd,, kok pada masuk y??? Kok UII kagak ???




Jumat, 17-08-2007 17:25:08 oleh: Rian

UII ga masuk ya? Maklumlah Univ paling fair, saking fairnya sampe ga masuk hitungan, gw aja ga pernah denger. USD itu bagooees kalee, minimal lebih bagus dari UII. Jangan mengada-ada ngatain kampus lain ga fair.
ITB kok no 2 sih? kampus tercinta. UI apakah semua baik2 aja? 3 besar itu mestinya ITB, UGM, baru UI, kalo dilihat prestasinya lho hihihi
sok tau.




Sabtu, 18-08-2007 15:12:21 oleh: Garfield

Mao bagus 50 besar, 30 besar, 10 besar kek, PERCUMA kalo masuknya aja susah banget n mahal.. GRATIS DONK..............



Sabtu, 18-08-2007 20:08:15 oleh: Andre

kok stan ga masuk ya??
padahal sekolah dengan predikat terbaik untuk biaya yg gratis dan almamaternya yang langsung di PNS kan ???





Minggu, 19-08-2007 18:07:53 oleh: Satria Anandita

Salam,

Dikti bikin isu ecek-ecek seperti ini aja bisa rame banget ya?

Saya sendiri mahasiswa dari Satya Wacana merasa heran kok kampus saya bisa masuk dalam list itu. Yang jelas begini, Dikti nggak usah dipercaya!

Nggak ada angin nggak ada kabar, tiba-tiba mereka datang dengan list yang tidak jelas seperti itu. Lha kalo memang kerjanya Pemerintah c.q. Dikti seakan asal-asalan dan nggak becus seperti ini, apa yang harus dilakukan? Cuekin aja. Anggap aja Dikti cuma orang-orang awam.

Jangan-jangan orang Dikti itu cuma duduk santai di kantor sambil menghabiskan sumber daya Pemerintah yang notabene berasal dari rakyat. Nah, baru kalo seperti ini kenyataannya, kita harus LAWAN...!!!

Atau kalo mau menuruti kecurigaan saya, jangan-jangan daftar di atas itu cuma daftar universitas yang sering "nyumbang" ke Dikti saja. Soalnya, saya juga sering dengar desas-desus di kampus saya sendiri kalo petinggi kampus saya yang terdahulu sering "bermain uang" dengan Dikti untuk soal akreditasi.

Entahlah...




Senin, 20-08-2007 16:32:17 oleh: nald

yeeaaaa ! :))
kampuss gw masuk ! MARANATHA !




Senin, 20-08-2007 20:57:45 oleh: ogViO

buat yang univ.nya masuk 50 besar terbaik selamat yaaaa..tapi yg g masuk jgn kecewa n malah ngomong universitas ecek2 kok masuk... yg ngomong gitu kan melihat dari luar doank...depdiknas tentunya punya kriteria sendiri buat menilai...sapa tau univ.nya bagus tapi krn mahasiswa tukang berantem jadi pointnya berkurang...so terimalah apa yang emang sudah jadi kesepakatan..



Rabu, 22-08-2007 05:30:20 oleh: pamungkas

tenanglah kawan,PTN ku yang masuk 50 besar juga biasa aja kok.UGM UNY,UPI,UII,UI,ITB dan semua PT yang ada di indonesia itu semuanya tempat menimba ilmu. jangan pemeringkatan ini dijadikan arena untuk saling cela. OKE!?(sok tue banget aku!).
1 yang pasti, GAK ADA YANG GRATIS!!
2 kita semua sama dalam kualitas mahasisiwa,UGM yang pinter banyak, yang goblok sampai IQ di bawah minus juga ada. UNY, UI ITB dan kampus2 yang lain juga sama!.
3ngaca aja deh sama diri kita masing2




Rabu, 22-08-2007 14:21:31 oleh: Feliyanus Gea

tapi ga ada yang masuk terbaik se-asia pasifik..



Kamis, 23-08-2007 20:31:07 oleh: diana

APA BENER DIRJEN DIKTI LULUSAN UNIBRAW ?



Sabtu, 25-08-2007 09:07:52 oleh: Julius

mau masuk 50 besar kee yang penting gimana individunya bisa manfaatin fasilitas kampus yang ada kul di itb juga kalo gawenya maen juga tetep aja jadi mahasiswa bego,anak uii nga usah sirik. hidup uad,usd,uajy,



Minggu, 26-08-2007 06:37:12 oleh: Miko

kok urutannya gk berdasarkan peringkat...



Minggu, 26-08-2007 11:30:51 oleh: Lina

Baru masuk peringkat 50 besar dalam negeri kok bangga bgt?. Cuma dalem negeri lho!! Apanya yg mau dibanggakan? Kualitas PT di indonesia itu belum mampu berbicara banyak di tingkat regional apalagi Internasional. Pentolannya aja kayak UGM, UI sama ITB ga ada apa2nya. Di asia tenggara aja ITB; 10, UGM; 12, UI; 52. Bahkan berdasarkan penilaian terbaru dari wobometrics agustus 2007, cuma 1 perguruan tinggi Indonesia yg masuk 100 besar asia, cuma UGM, itu juga cuma peringkat 95... memalukan!!, silahkan klik

http://www.webometrics.info/top100_continent.asp?cont=asia

Lucu sekali kalau masih ada yg bangga-banggain Universitasnya, apalagi yg cuma masuk 50 besar nasional, halah halah halah...
pake nyebutin nama kampusnya pula

mahasiswa dari UI, UGM,ITB, Undip, IPB, ITS, UNpad kayaknya ga begitu bangga-banggain kampusnya. Malah dari swasta yg lebih sesumbar.




Senin, 27-08-2007 12:49:58 oleh: abdul kohar ismail

Mungkin saja PT yang tidak masuk tersebut tidak daftar atau tidak mengirimkan formulir ke DIKTI, sehingga mana mungkin mengisi formulir saja tidak sempat kok ingin masuk PT terbaik.



Senin, 27-08-2007 23:01:32 oleh: aza

4 PTN yang akan sebagai acuan PTN\PTS yang ada di indonesia di antaranya adlah UGM,UI,UNIBRAW dan ITB.itu dapat dilihat dalam hasilPeringkat yang dirilis oleh Cybermetrics Lab (CINDOC), sebuah unit dari National Research Council (CSIC), badan penelitian publik yang berpusat di Madrid, Spanyol. Laboratorium ini menjadi pengamat (observer) sains dan teknologi pada Web. Penilaian didasarkan pada gabungan beberapa indikator, seperti jumlah halaman web, banyaknya kutipan (sitasi) oleh pengguna eksternal yang diambil dari domain web, banyaknya file-file pdf, doc, ps, dan ppt yang ditempatkan (hosted) pada domain web, serta jumlah record penggunaan search engine Google Scholar yang muncul pada domain institusional universitas tersebut.
dari hasil tersebut UGM berada di urutan ke-12,ITB(13),UI(31) dan UNIBRAW(41).itu dapat di lihat di
http://www.webometrics.info/Webometrics%20library/Sureste%20de%20Asia%20jul07.pdf
dan dalam Colleges and Universities
By 2007 Web Popularity Ranking,ke 4 universitas tersebut masuk dalam 10 besar tu dapat di lihat di http://www.4icu.org/id/
Masalah UNIBRAW ngak masuk dalam fersi DIKTI(50 Perguruan Tinggi Nasional Terbaik)ada yang bilang itu di karenakan tidak daftar atau tidak mengirimkan formulir ke DIKTI.





Selasa, 28-08-2007 11:35:46 oleh: ary

yang penting pt-nya apa kt-nya sih.......itukan tergantung yang school di dalamnya, aneeeh ye orang zaman sekarang ko malah ribet sendiri




Rabu, 29-08-2007 09:01:00 oleh: jangkrik

tadi malem saya makan bakso, mas. sumpeh, enak banget...



Rabu, 29-08-2007 19:14:20 oleh: Soleh Udin Al Ayubi

ada tulisan bagus ni…(dikutip dari tulisan pak CARDIYAN)

——————————————————
Pemeringkatan Universitas: Membangunkan Tidur Dosen dan Pemerintah (bag.1)

Oleh CARDIYAN H I S

Musim pemeringkatan universitas di Asia dan Dunia kembali tiba. Sejak
dimulai pertama kali oleh majalah AsiaWeek (Hong Kong) pada 1997 telah
menempatkan University of Tokyo sebagai nomor 1 di Asia pada “50 Top
Asia Universities”. Dari Indonesia muncul ITB sebagai yang terbaik
yakni pada urutan no. 19. Pada survey tahun 2000, Kyoto University
menjadi no 1 karena Universitas Tokyo menarik diri. Sebab menurut
Presiden/Rektor Universitas Tokyo Shigehiko Husumi, PhD (ketika itu);
“Kualitas pendidikan dan riset tidak dapat dibandingkan antara
universitas yang satu dengan universitas yang lain. Seperti juga
karakteristik seseorang adalah sangat sulit untuk dikuantifikasi.
Namun demikian University of Tokyo akan terus secara konsisten
meningkatkan kualitas Advanced Research jauh ke depan”. (Missing Your
School? Why 35 universities did not join”, AsiaWeek June 30, 2000) dan
juga baca “A Word from President,
http://www.u-tokyo.ac.jp/president/index.html).

Entah kebetulan pada tahun 2000 itu juga majalah AsiaWeek bangkrut.
Dan survey “dilanjutkan” terakhir 5 Oktober 2006 oleh the Times Higher
Education Supplement-Quacquarelli Symonds (THES-QS) World University
Rankings dari Inggris dan sebelumnya Juli 2006 oleh Webometrics
Ranking of World Universities dari Spanyol.

Dari Asia Tenggara berdasarkan versi THES-QS Inggris, National
University of Singapore (NUS) melejit pada posisi 19. Indonesia
menempatkan UGM masuk 100 besar untuk katagori Ilmu-ilmu Sosial yakni
pada urutan 47, tetapi secara Total Skor Universitas, UGM masih
terperosok pada posisi 270, masih dibawah Universitas Indonesia di no
250 dan ITB no. 258. (bersambung)





Rabu, 29-08-2007 19:18:13 oleh: Soleh Udin Al Ayubi

Pemeringkatan Universitas: Membangunkan Tidur Dosen dan Pemerintah (bag.2)
'''''''''''''''''''''''''''''''''
Dari Asia Tenggara berdasarkan versi Webometrics, kembali NUS
menduduki no 3 pada “100 Top Asia Universities”, setelah University of
Tokyo dan Keio University, Jepang. Indonesia menempatkan ITB
satu-satunya wakil yakni pada posisi no. 43 Asia (sebelumnya no. 49)
dan no. 658 dunia (sebelumnya no. 707). UGM dan UI yang tak masuk “100Top Asia Universities” masing-masing hanya berada pada no. 1.462 dan
no. 1.895 dunia pada survey Webometrics per Januari 2006. Bahkan UGM
dan UI akhirnya terlempar dari 3000 dunia pada survey Webometrics per
Juli 2006.

Hanya Relevan untuk Negara Maju

Apa di balik gemerlap pemeringkatan universitas di dunia ini bagi
dunia pendidikan Indonesia? Kita hendaknya menyikapinya dengan bijak.
Yakni ada atau tidak ada pemeringkatan universitas di Asia dan Dunia,
kampus-kampus di Indonesia tak boleh tidur! Bangun, bangun, berpaculah
dalam balapan riset yang berbasis hak paten dan hak cipta (Hak Atas
Kekayaan Intelektual/HAKI) karena dari sinilah orientasi kerja
universitas yang benar; bagaimana kita harus mengejar ketertinggalan.
Jangan hanya semangat dan pintar mengisi borang agar mendapatkan
banyak akreditasi A versi BAN (Badan Akreditasi Nasional) tapi produk
riset berbasis HAKI-nya memble. Jadi jangan sedikit saja ada
“prestasi” versi BAN malah dijadikan “public relations” murahan yang
menipu diri sendiri.





Rabu, 29-08-2007 19:20:32 oleh: Soleh Udin Al Ayubi

Penulis sangat salut kepada sikap Kepala Pusat Studi Pedesaan dan
Kawasan (PSPK) UGM, DR. Susetiawan, yang mengingatkan tanpa menafikan prestasi UGM di katagori Ilmu-ilmu Sosial, UGM harus tetap mawas diri dan tak lupa melakukan otokritik. “Benarkah UGM sudah sesuai dengan peringkat kualitas tersebut?”, tanya doktor peneliti sosial UGM ini.
Menurut Susetiawan, kalangan akademik harus mempertanyakan keabsahan pemberian peringkat tersebut, sebab kenyataannya sampai saat ini belum ada figur ilmuwan sosial yang dilahirkan dari UGM dan menjadi rujukan kalangan akademik.

Sampai saat ini, mereka yang menjadi rujukan hasil
penelitian ilmu sosial di Indonesia justru berasal dari peneliti asing
seperti Lance Castel, Clifford Geertz dan Robert Hefner (”UGM Kembali
Masuk 100 Top World Universities: Optimis Jadi PT Terkemuka”, HU
“Seputar Indonesia”, 5 Nopember 2006, halaman 41).

Menurut pendapat penulis hasil pemeringkatan universitas di dunia
hanya cocok dan ada korelasi langsung dengan performa universitas yang
bersangkutan berdasarkan kriteria yang ditetapkan penerbitnya dan
validitasnya akan pas hanya pada negara-negara maju seperti Amerika
Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Swiss, Spanyol, Belanda,
negara-negara Skandinavia, Kanada, Australia dan Jepang. Bahkan untuk
universitas-universitas di Singapura seperti NUS dan NTU sekalipun,
masih perlu dipertanyakan peringkatnya karena masih mengandung “banyak kelemahan”.

Apa sih inovasi kelas dunia yang telah berhasil diraih oleh NUS dan
NTU dengan dana riset masing-masing sekitar US$ 200 juta/tahun atau
100 kali lebih besar dari dana riset ITB? Justru dosen-dosen peneliti
ITB yang perlu dibanggakan dan dihargai bangsa Indonesia karena dengan dana riset US$ 2 juta per tahun mampu menghasilkan inovasi-inovasi kelas dunia dari riset-riset dasar maupun riset terapan yang berbasis HAKI internasional (ITB memiliki 90 HAKI, 30 siap lisensi, 5 telah dikomersialisasi), yang hebatnya sebagian diseminarkan di “k




Rabu, 29-08-2007 19:22:47 oleh: Soleh Udin Al Ayubi

Apa sih inovasi kelas dunia yang telah berhasil diraih oleh NUS dan
NTU dengan dana riset masing-masing sekitar US$ 200 juta/tahun atau
100 kali lebih besar dari dana riset ITB? Justru dosen-dosen peneliti
ITB yang perlu dibanggakan dan dihargai bangsa Indonesia karena dengan dana riset US$ 2 juta per tahun mampu menghasilkan inovasi-inovasi kelas dunia dari riset-riset dasar maupun riset terapan yang berbasis HAKI internasional (ITB memiliki 90 HAKI, 30 siap lisensi, 5 telah dikomersialisasi), yang hebatnya sebagian diseminarkan di “kandang
macan” NUS dan NTU.

Memang Singapura boleh disebut nomor 1 dari segi “Entrepreneur
Pendidikan” karena dengan dana berlimpah dari Pemerintahnya, mereka
berhasil mengelola universitasnya antara lain; berhasil merekrut
dosen-dosen asing kelas dunia dengan remunerasi sangat besar sehingga
mampu menyedot lebih banyak mahasiswa asing. NUS & NTU dengan mudah membeli fasilitas laboratorium secanggih apapun misalnya reaktor MOCVD canggih pembuatan film tipis untuk teknologi nano berapa pun harganya (Sementara Fisika ITB melalui Profesor Barmawi, untuk memiliki reaktor MOCVD harus membikin sendiri dan ternyata mampu membuat 3 reaktor dengan nilai biayanya sepertiga dari belanja NUS & NTU untuk pengadaan 1 reaktor!!!) .

NUS dan NTU enteng saja membangun jaringan internet dengan bandwidth super highway (dengan kapasitas 10 Gbps) karena
dananya melimpah, sementara ITB yang di Indonesia satu-satunya
universitas yang memiliki kapasitas terbesar yakni 55 Mbps masih harus
berjuang panjang untuk mendapatkan kapasitas yang telah dimiliki oleh
NUS dan NTU, agar para dosen peneliti di Observatorium Bosscha,
Departemen Astronomi ITB melalui jaringan radio Astronomi, Australia
(AARnet), Jepang dan Eropa bisa bekerja bergandengan dengan para
peneliti di NASA, USA, untuk menjelajah antariksa. Jangan dilupakan
pula, Singapura adalah salah satu pusat bisnis di dunia, sehingga para
lulusan NUS dan NTU telah memiliki kedekata




Rabu, 29-08-2007 19:25:04 oleh: Soleh Udin Al Ayubi

NUS dan NTU enteng saja membangun jaringan internet dengan bandwidth super highway (dengan kapasitas 10 Gbps) karena
dananya melimpah, sementara ITB yang di Indonesia satu-satunya
universitas yang memiliki kapasitas terbesar yakni 55 Mbps masih harus
berjuang panjang untuk mendapatkan kapasitas yang telah dimiliki oleh
NUS dan NTU, agar para dosen peneliti di Observatorium Bosscha,
Departemen Astronomi ITB melalui jaringan radio Astronomi, Australia
(AARnet), Jepang dan Eropa bisa bekerja bergandengan dengan para
peneliti di NASA, USA, untuk menjelajah antariksa. Jangan dilupakan
pula, Singapura adalah salah satu pusat bisnis di dunia, sehingga para
lulusan NUS dan NTU telah memiliki kedekatan untuk selalu berada pada
pantuan para manajer SDM atau recruiters atau head hunter atau
endusers. Kriteria-kriteria pemeringkatan universitas yang
mengedepankan indikator-indikator seperti itulah yang menyebabkan NUS
dan NTU selalu mendapat skor tinggi.

Tetapi menurut pendapat penulis,
belum tentu demikian bila diukur dari segi kriteria pencapaian riset
berbasis HAKI yang murni hasil riset NUS dan NTU sendiri. Ini terbukti
manakala NUS dan NTU mendapat skor 0 (nol) untuk Score on Alumni dan
Score on Award versi Institute of Higher Education, Shanghai Jiao Tung
University, yang memberikan bobot 80% bagi hasil-hasil riset dalam
“Academic Ranking of World Universities 2006: Top 500 World University”.
Mengapa pemeringkatan universitas di dunia hanya cocok untuk
universitas-universitas seperti di Amerika Serikat misalnya? Karena di
Amerika Serikat, sudah ada sedikitnya 228 Universitas Riset (147 milik
pemerintah federal AS dan 81 universitas swasta) dari 3.700
universitas yang ada. Bahkan untuk universitas-universitas papan atas
(mereka menyebutnya Ivy Leage) derajatnya bukan soal Universitas Riset
lagi tetapi bagaimana menjadi Universitas Entrepreneur. Perbedaan skor
antar mereka sangat tipis dalam setiap kali pemeringkatan universitas.




Rabu, 29-08-2007 19:26:21 oleh: Soleh Udin Al Ayubi

Dan yang akan memenangkan persaingan adalah Universitas Riset mana
yang dapat mencetak berapa entrepreneur baru setiap tahunnya? Disini
MIT dan Stanford University sangat menonjol, sehingga dijuluki sebagai
“Universitas Entrepreneur”.

Dan perlu dicatat pula,
universitas-universitas papan atas di AS adalah mendominasi penerimaan
ratusan Hadiah Nobel yakni mencapai 70% dari yang diperoleh penerima
Hadiah Nobel di seluruh universitas dan lembaga riset di dunia.
(Sebagai ilustrasi, 63 orang civitas academica MIT berhasil menyandang
Hadiah Nobel sampai per 3 Oktober 2006).

Pemerintah Cuci Tangan, Dosen Tidur

Bagaimana mau mengejar ketertinggalan dalam balapan kemajuan sains dan teknologi, kalau Pemerintah RI malah cuci tangan dalam membelajakan dana bagi pendidikan demikian kecil. Pola pikir Pemerintah RI sudah harus dirubah mulai sekarang. Dari mana dana riset untuk universitas harus diadakan? Kalau berdasarkan prosedur dari dana APBN. Tetapi biasanya sangat sulit untuk direalisasikan padahal dana pendidikan 20% adalah amanat UUD 1945. Jadi yang logis dan praktis dalam jangka
pendek adalah dari Dana Kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak) yang
jumlahnya puluhan triliun rupiah!

Petakan universitas-universitas di Indonesia berdasarkan kemampuan
terbaik Program Studi (Prodi) masing-masing universitas. Bila
kemampuan terbaik masing universitas di Indonesia ini disinergikan
dalam suatu skenario besar, bisa dijadikan lokomotif penarik untuk
mampu bersaing di kawasan Asean pada tahap awal, tingkat Asia pada
tahap kedua dan secara jangka panjang pada tingkat Dunia.
Universitas-universitas mana yang diberi tugas membantu membina
universitas-universitas di daerah yang masih ketinggalan (affirmative
action).

Bila sekarang sebagian besar (90%) dana universitas dibelanjakan untuk
gaji pegawai dan biaya operasional sehari-hari. Maka untuk ke depan
secara bertahap dana tersebut sebagian besar hendaknya dialokasikan
untuk dana riset dimana di dalamnya s




Rabu, 29-08-2007 19:28:40 oleh: Soleh Udin Al Ayubi

Bila sekarang sebagian besar (90%) dana universitas dibelanjakan untuk
gaji pegawai dan biaya operasional sehari-hari. Maka untuk ke depan
secara bertahap dana tersebut sebagian besar hendaknya dialokasikan
untuk dana riset dimana di dalamnya sudah ada peningkatan signifikan
atas gaji dan tunjangan dosen peneliti, dana peningkatan fasilitas
laboratorium riset, dana belanja bahan, dana riset lapangan, dana
pengurusan HAKI dan komersialisasi HAKI dan sebagainya. Dengan telah
diakomodasikannya keinginan para pelaku utama di kampus-kampus
Indonesia tak ada alasan lagi bagi para dosen untuk terus tidur,
ngajar seenaknya, enggan meneliti tetapi ngobyek dimana-mana. Kini
mereka tidak hanya terbatas memberi kuliah mahasiswa di ruang kelas
saja tetapi juga aktif mendidik mahasiswa secara manusiawi agar
meningkat nilai tambahnya menjadi calon-calon pemimpin masa depan yang berkarakter.

Mereka hendaknya menghabiskan waktunya untuk membaca,
mengeksplorasi dunia maya, meneliti dan kemudian menuliskannya pada
jurnal-jurnal ilmiah kredibel, sehingga Citation Index para dosen
peneliti Indonesia meningkat pesat.
Pemerintah RI harus belajar kepada kepedulian Pemerintah Kerajaan
Malaysia tentang betapa pentingnya pendidikan. Pemerintah Kerajaan
Malaysia telah menghibahkan dana riset sebesar US$ 25 juta pada
periode 2000-2002 agar Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) meningkat
menjadi Universitas Riset. Meskipun hasil riset pada UKM belum begitu
impresif bila dibandingkan dengan pencapaian hasil-hasil riset ITB
misalnya, tetapi Pemerintah Malaysia paling tidak telah memberikan
komitmen tinggi dalam peletakan dasar yang kuat bagi tumbuh kembangnya iklim riset di kalangan kampus mereka.





Rabu, 29-08-2007 19:29:31 oleh: Soleh Udin Al Ayubi

Contoh yang lain adalah perlakuan khusus Pemerintah Korea Selatan
terhadap Seoul National University (SNU) dan KAIST (Korean Advanced
Institute of Science and Technology) yang dijadikan lokomotif
universitas di Korsel. Kendatipun telah menghasilkan riset-riset kelas
dunia (termasuk pengkloning pertama domba di dunia) ternyata secara
reguler SNU masih tetap menerima kucuran dana US$ 50 juta per tahun
untuk keperluan risetnya dari Pemerintah Korea Selatan (Research
Activities in SNU, 2003.6.17, Office of Research Affairs, SNU). Begitu
pula KAIST yang mendapat Research Grants per Professor sebesar 250
juta Won (sekitar Rp.15 milyar) per tahun 2003 dan ditargetkan
meningkat menjadi 300 juta Won (lk Rp. 18 milyar) pada tahun 2010.
Salah satu riset unggulan KAIST adalah berhasil dikomersialisasikannya
hasil penelitian KAIST yakni leukemia treatment bernilai milyaran US
dollar, (KAIST Vision 2010, http://www.kaist.edu).

Bahkan MIT yang sudah demikian hebat performanya masih dikucuri dana
investasi Pemerintah AS yakni 70% perolehan dana risetnya berasal dari
Pemerintah Federal yang memberikan proyek-proyek riset dasar skala
besar, sedangkan proyek riset lainnya berasal dari
perusahaan-perusahaan industri multinasional dan organisasi nirlaba
milik para filantropis kaya raya. Maka sudah sepatutnya Pemerintah
Indonesia juga harus memberikan perhatian yang lebih besar masalah
dana riset ini kepada universitas-universitas di Indonesia agar mereka
mampu berkiprah lebih jauh bagi kemajuan Bangsa Indonesia.
Tak mengherankan bila MIT pada tahun 1994 berdasarkan penelitian
Boston Bank yang bertajuk. “MIT: The Impact of Innovation”, telah
berkontribusi luar biasa tidak hanya bagi AS tetapi juga bagi dunia.




Rabu, 29-08-2007 19:32:46 oleh: Soleh Udin Al Ayubi

Para alumni MIT telah mampu membangun 4.000 perusahaan dengan “sales turnover” US$232 milyar, sehingga mereka mampu membuka kesempatan kerja bagi 1.100.000 orang di berbagai dunia. Pencapaian ini telah menempatkan MIT sama dengan kekuatan ekonomi dunia pada urutan ke 24 karena sales turnovernya setara 2 kali GDP Afrika Selatan yang besarnya US$ 116 milyar (MIT Graduates Have Started 4,000 Companies With 1,100,000 Jobs, $232 Billion in Sales in ‘94,
http://web.mit.edu/newsoffice/1997/jobs.html).
Suatu kalkulasi yang dilakukan MIT Technology Licensing Office
menyebutkan bahwa Pemerintah AS memperoleh keuntungan kembali yang sangat tinggi atas dana investasi Pemerintah pada pembiayaan riset
ilmiah di berbagai universitas dan lembaga riset. Sementara
universitas, lembaga riset dan para inventornya hanya mendapatkan
kurang dari 3% atas royalty dari hasil penjualan lisensi teknologinya.
Sedangkan Pemerintah AS mendapatkan 15% dari hasil penjualan lisensi
teknologi tersebut melalui “income taxes”, “payroll taxes”, “capital
gains taxes” dan “corporate taxes”. Serta jangan dilupakan Pemerintah
AS mendapat keuntungan signifikan pula karena bebas menggunakan
manfaat dari paten-paten tersebut (Kenneth D. Campbell, “TLO says
government research pays off through $3 billion in taxes”, MIT News
Offices, April 15, 1998).

Berkali-kali AS mengalami guncangan ekonomi karena terjadinya defisit
APBN bahkan jauh melebihi pada angka psikologis US$500 milyar per
tahun. Tetapi mereka selalu berhasil lolos dari krisis, dan dalam hal
ini peranan kampus-kampus universitas dan lembaga riset tak bisa
dibilang enteng. Mereka telah mampu memerankan sebagai mesin
pertumbuhan ekonomi, kata Presiden Yale University, Richard C. Levin
dalam pidatonya di Tsinghua University, Beijing, Cina (Richard C.
Levin, “The University As an Engine of Economic Growth”, Tsinghua
University, May 2001).

(Cardiyan HIS adalah pengamat pendidikan dan perkembangan kualitas
institusi)




Selasa, 04-09-2007 16:47:52 oleh: kimeng

buat lina biar aja mau nyebut nama kampus gw suka suka gw,so paing pinter lu,nga usah ngurusin orang lu



Selasa, 04-09-2007 23:36:31 oleh: Hangor

kriterianya... liad aja di websitenya kampuz gw ;)

http://ubm.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=71&Itemid=104




Rabu, 05-09-2007 09:40:22 oleh: Yusranil

Rada aneh juga ya kok Unhas sama Unibraw ga masuk, alhamdulillah kampusku (Unram) masuk, tapi koq anehnya Unhas sama Unibraw ini...
Perlu dipertanyakan... Apa kriterianya, apalagi yang swasta hampir sama dengan yang negeri, meski fasilitas swasta kadang-kadang lebih bagus, tetap saja masuk PTN lebih sulit seleksinya dari PTS.




Kamis, 06-09-2007 09:48:35 oleh: Abdurrahman

Masih tanda tanya kenapa UII ga masuk? PTS tertua di Indonesia. Alumninya juga ga main2, dari Hasan Tiro(Petinggi GAM dulu) sampai Ketua Komisi Yudisial RI sekarang M. Busyro Muqoddas. :D

Bukan hanya saya yang heran, petinggi UGM saja heran...seperti yang diungkapkan Purek UGM DR CHAIRIL ANWAR, saya kutip dari harian Kedaulatan Rakyat (harian terbesar di Jogja)

Direktorat Pendidikan Tinggi Dinas Pendidikan mengumumkan 50 perguruan tinggi (PT) berprospek cerah. Ke-50 PT tersebut, 28 di antaranya berasal dari PTN sedang sisanya dari PTS. Namun sedikit mengherankannya, beberapa PT 'besar' tidak masuk dalam daftar itu. Di antaranya seperti Universitas Hasanuddin (Makassar), Universitas Islam Indonesia (UII, Yogyakarta). "Kita belum tahu kriteria yang digunakan. Yang mengherankan saya, kenapa dua PT tersebut tidak masuk," ujarnya.




Kamis, 06-09-2007 12:19:36 oleh: junet

unhas sering tawuran anaknya, uii banyak ayam kampusnya kali, kalo peringkat dikti ni nga penting ngapain dipermasalahin, nga usah dianggep aja,susah susah amat



Kamis, 06-09-2007 15:46:27 oleh: Abdurrahman

Masih bingung, apalagi dari list 50 PT tersebut ada salah satu perguruan tinggi yang rektornya adalah alumnus UII, dan dari PT yang rektornya alumnus UII tersebut sekarang makin sering mengirimkan dosennya untuk studi S2 & S3 di UII, riwayatmu kini UII :D

Plus kemarin diknas memberikan program beasiswa khusus(S2) di UII, kalau tidak bagus kenapa diknas mau memberikan beasiswa model kaya gini?

PERTAMA KALI DI INDONESIA DENGAN BEASISWA DIKNAS ; UII Buka Manajemen Rekayasa Kegempaan.

YOGYA (KR) - Mengingat posisi rawan gempa di Indonesia, UII mulai tahun ajaran 2007-2008 membuka program beasiswa unggulan Manajemen Rekayasa Kegempaan (MRK). Konsentrasi yang baru pertama kal dibuka di Indonesia ini mengundang 30 calon mahasiswa yang sepenuhnya dengan beasiswa Depdiknas. Untuk tahun pertama program khusus bagi sarjana teknik sipil baik yang sekarang sudah bekerja, freshgraduate, pemerintah, swasta atau LSM.




Kamis, 06-09-2007 21:00:24 oleh: Ade

Buat temen2 UII, kampus kita memang perlu koreksi. UII memang punya nama besar namun belum tentu prestasi kita besar pula. Dosen kita mungkin punya kualitas yg ga kalah di banding UGM tapi prestasi di bidang riset UII kalah jauh. Kita ga usah bandingkan dg UGM. Bandingkan saja dengan USD dan UKDW, mereka lebih rajin riset dan promosi mereka lebih gencar. Pantes aja kita kalah, wong dosen2 kita lebih rajin bisnis. Harus kita akui dosen2 kita yg bagus sebagian besar dosen UGM jadi mereka lebih fokus melakukan riset di rumahnya sendiri. Soalnya UGM selalu dapet dana hibah penelitian dari dikti dan badan riset asing. UII mana?
Untuk kedepannya mestinya UII merekrut dan membina dosen dari alumnus sendiri,biar cinta UII dan mau memajukan UII.
Yang aneh itu kok UAD masuk 50 PTS terbaik?




Jumat, 07-09-2007 08:13:27 oleh: Andri

Setahu saya ada banyak juga dosen UII yang punya karir di luar. Itu juga harus dipertimbangkan, bagaimana mau melakukan penelitian kalau mereka sibuk sendiri.
- Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LLM yang sekarang menjadi Hakim Agung.
- Guru Besar Tata Negara Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D., S.H., S.U. yang sibuk berpolitik di Gedung DPR setelah sebelumnya juga menjadi Menteri.
- Ketua Komisi Yudisial RI sekarang M. Busyro Muqoddas.
- dll

Apakah mereka masih ada waktu untuk melakukan penelitian? bahkan untuk memberi kuliah saja mungkin sudah sulit karena mereka lebih sering berada di Jakarta ketimbang di Jogja. Saya pernah kuliah di UGM dan UII, jadi saya sedikit tahu tentang kualitas ke-2 PT tsb.
UII ga masuk tetap tanda tanya karena setahu saya mereka adalah PTS terbaik di Jogja. Maaf kalau ada yang tidak berkenan, ini hanya pendapat saya.




Jumat, 07-09-2007 14:05:26 oleh: Dietha

Kok IAIN Aceh gak masuk sih?????
WHY?????
???
????




Jumat, 07-09-2007 15:53:15 oleh: Dodi

kalo liat 50 universitas menjanjikan versi dikti emang aneh juga tapi kampus gua sih masuk,kaya univ tudaloko,supra school baru denger nama kampusnya sekarang, biar ke 50 univ ini dikenalin kedunia internasional emang ada orang asing yang minat kul di indonesia ada juga paling2 ui,itb,ugm doank,itu juga paling di jurusan tertentu aja, nga ada gunanya kali.



Jumat, 07-09-2007 21:17:44 oleh: ade

Alumni UII yg disebutkan kok dari FH semua? lainnya mana?.Kenapa mereka yg harus melakukan riset?Udah tau mereka sibuk, Politisi kok disuruh riset?apa ga aneh?. Memangnya UII ga punya dosen yg bisa penelitian selain yg disebutkan di atas?.Kalo dibandingkan dg UGM kita kalah jauh memang,kualitas fakultas2 di UGM merata. Mereka memiliki orang hebat yg sibuk jauh lebih banyak dibanding kita,itu pun bukan hanya dari 1 fakultas. Apa mereka mengeluh karena org2 hbt mereka sibuk? Mereka punya stok ilmuwan yg banyak.
Sebagai PTS tertua mestinya UII mampu berfikir lbh bijak,harus bisa membaca kekurangan diri sendiri. Tidak terlalu penting menunjukkan bahwa kampus kita pernah mencetak org hebat. Barangkali kita hanya terlena dengan nama besar sehingga lupa bahwa kampus2 PTS lain sudah semakin maju. Kita harus bisa melihat kekurangan,mengakui kelemahan.
PTS terbaik di Yogya apakah masih UII?




Jumat, 07-09-2007 23:20:47 oleh: aza

ku akui alumni Universitas Brawijaya,ngak kalah ama kampusku,sebagai contohnya aja seperti penggerak HAM almarhum Bpk Munir alumnus FH Unibraw.
buat anak-anak kampus biru,tenag aja kamu masih di perhitungkan kok dalam kanca internasional...

Alumnus FH UI




Sabtu, 08-09-2007 09:35:57 oleh: Abdurrahman

Menurut saya kalau mencari Universitas tempat kuliah tetap lebih "tepat" melihat akreditasi dari jurusan yang telah diberikan oleh Bada Akreditasi Nasional.
Oh iya, kemarin2 ada beberapa Mahasiswa Australia yang akan belajar ekonomi syariah di FE-UII. Eh, UII malah ga masuk ya :D




Selasa, 11-09-2007 08:42:18 oleh: xxxx

kenapa sih anak uii tu bisanya ngerendahin kampus gw, ngerasa paling bagus sejogja, liat dulu donk kelakuan anak2nya, banyak aya... kampusnya, kalo nga percaya baca buku ay.. km.. di universitas di kaki gunung,kalo marah jangan suka ngejelekin kmpus orang donk,mungkin itu salah pejabat kmpusnya lupa ngirim proposal jadi nga masuk jgn marah tidak sportif



Kamis, 13-09-2007 07:55:20 oleh: Andri

Buat xxxx, saya tidak pernah merasa menjelek-jelekkan kampus-kampus yang lain di Jogja. Tapi terus terang saya juga sangat terganggu kalau ada yang mengatakan UII banyak ayam kampusnya, ga ada fakta yang jelas. Kalau Puteri Indonesia sich ada, Bernika Irnadianis Ifada (Puteri Indonesia 2000) dan Artika Sari Devi (Puteri Indonesia 2004).



Kamis, 13-09-2007 09:57:40 oleh: coki

hey coy ko jadi berantem sih sabar-sabar.



Sabtu, 15-09-2007 13:17:04 oleh: oonk

semuanya sotoy banget deh, tahu ga sih lo yang bener itu perguruan tinggi indonesia yang bener-bener mengimplementasikan ilmunya ke masyarakat ya IPB (insitut pleksibel bangets)
huahahahahaha




Jumat, 21-09-2007 15:51:25 oleh: pujonk

Gw alumni Manajemen UII angk 93.kalo dibilang dit4 gw banyak ayam kampus kget juga,apa iya sich..jangan2 cm ngaku2 doank biar tarif mereka naik.Gw rasa UII perlu introspeksi, apa iya UII masih yg terbaik.
gw rasa dak perlu risau dech kgak masuk 50 besar,yg penting kita buktikan kualitas kita termasuk kiprah para alumninya..oh ya ada gak milis alumni UII terutama angkatan 93.gw banyak kehilangan kontak




Jumat, 21-09-2007 20:53:34 oleh: Haris Setiawan Tan

Udah deh kualitas Universitas mah gak usah diliat dari peringkatnya... Gue termasuk mahasiswa PT Swasta di Bandung yang masuk peringkat itu, tetap aja tmen2x gue nyari kerja susah.... Yang penting orangnya bukan lembaganya...

Beberapa orang sukses bahkan gak kuliah ataupun lulus kuliah loh... Yang penting itu cuma ada 3 :
niat+usaha+doa




Sabtu, 22-09-2007 15:42:25 oleh: ius

salah lagi kualitas pt itu tetep penting untuk jaman sekarang,memang keberhasilan seseorang nga cuma diliat dari almamaternya aja tapi gimana usaha kita sendiri,tapi kualitas pt yang bagus,dosen-dosennya qualify,dapet nilainya susah dibanding pt yang cuma mentingin uang,dapet nilai gampang,lulusnya mudah,nga dapet ilmu apa-apa kita,orang harus berkompetisi biar maju,jadi peringkat itu penting



Minggu, 23-09-2007 09:21:57 oleh: joni

peringkat ga ngefek...
lulusan ITB pun ada yang jadi presiden dan ada yang jadi sopir angkot. Tergantung kamu-nya aja.




Rabu, 26-09-2007 14:00:46 oleh: deni

peringkat nga terlalu ngefek tetapi kualitas itu sangat penting masa ITB,UGM,UI, mau disamain sama univ ecek2. masa depan dan kesempatan lebih cerah kalau kul di univ yang berkualitas



Kamis, 27-09-2007 19:55:10 oleh: cobra

bagus-bagus juga tuh klo unmul dimasukin top 50



Kamis, 27-09-2007 20:11:45 oleh: jessie

UNMUL dunk........... g cmen itu2 doank.
gimana ????
pdhl kn UNMUL mempunyai kualitas yg bagus jg en sama
di bandingkan dengn yang lainnya.......^_^
kl bsa jgn 50 besar, tapi 100 besar........!!!!
Terbukti lho... kl engga percaya silahkan coba, jgn malu2 kucing.......
bukannya sombong nih bisa di tes aja tuh!






Kamis, 27-09-2007 20:21:15 oleh: roy

HIDUP UNHAS............ Npa kog engga ada tuh ???
UNHAS kn lebih bermutu di bandingkn Universitas yg ada di luar jawa.
ewako unhas!!!!!!!!!!!!!





Sabtu, 29-09-2007 14:13:12 oleh: 686hz

ane anak Ahmad Dahlan University terus terang ane agak kaget juga, tapi ya alhamdulillah kalo UAD masuk 50 besar tapi ane bener2 masih penasaran kriterianya apa ya, semoga yang besok2 dikti gak hanya release pt apa aja yang masuk 50 besar tapi lengkap dengan kriteria dan alasan kenapaa mereka bisa masuk, gitu lho
dah dulu ya
Allahu Akbar
Assalamu'alaykum




Minggu, 30-09-2007 16:16:03 oleh: doni

baca dulu ini,sory buat yang udsh tau
Dari Edisi Khusus Perguruan Tinggi oleh Tempo, 20 Mei 2007
Rubrik InfografikTOP 10
Inilah sepuluh kampus terbaik di negeri ini menurut kalangan dunia kerja Peringkat ini merupakan hasil survey Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT)
sepanjang Desember 2006-Januari 2007.Karakter Juara
Dunia kerja memilih sepuluh kampus ini sebagai kampus yang terbaik karena lulusannya memiliki karakter juara. Berikut ini peta persepsi dunia kerja
tentang karakter lulusan 10 perguruan tinggi itu.

Universitas Indonesia (Depok, Jawa Barat) 14.54%
Institut Teknologi Bandung (Bandung) 13.27%
Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta) 11.59%
Institut Pertanian Bogor (Bogor) 11.37%
Institut Teknologi 10 Nopember (Surabaya) 9.46%
Universitas Airlangga (Surabaya) 7.61%
Universitas Trisakti (Jakarta) 7.55%
Universitas Padjadjaran (Sumedang, Jabar) 6.51%
Universitas Atmajaya (Jakarta) 5.37%
Universitas Diponegoro (Semarang) 4.41%
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Universitas Bina Nusantara 3.17%
Universitas Brawijaya 2.83%
Universitas Parahyangan 2.32%
Universitas Andalas 1.85%
Universitas Udayana 1.56%
Universitas Hasanuddin 1.32%
STIE Perbanas 1.10%
Universitas Kristen Indonesia 0.85%
Universitas Tarumanegara 0.61%
Universitas Sumatera Utara 0.35%
Universitas Gunadharma 0.25%
Universitas Pancasila 0.03%
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Agar Lulus Berkualitas
Tekun belajar bukan satu-satunya cara untuk menjadi lulusan berkualitas.
Anda perlu kegiatan tambahan. Inilah tips dari dunia kerja (berdasarkan indeks)

Aktif berorganisasi 20.32%
Mengasah bahasa Inggris 18.60%
Tekun Belajar 17.70%
Mengikuti perkembangan informasi 15.98%
Mengikuti pergaulan luas 15.07%
Mempelajari aplikasi komputer 12.32
Pekerja Super
Mengapa karakter juara penting dalam dunia kerja? Jawabannya sederhana.
Dunia kerja butuh pekerja super.

sedih kampus gw nga masuk versi ini




Senin, 01-10-2007 08:48:19 oleh: nope

tau nih kenapa musti saling hujat antar kampus sih!
pada blagu nih!sebagai gnerasi penerus bangsa harusnya saling dukung bukannya saling ngebangga-banggain kampusnya sendiri!

mustinya itu jadi motivasi kita gimana caranya supaya bisa masuk ntu kriterianya!




Senin, 01-10-2007 09:13:41 oleh: doni

ya ni nga tau knapa,kenapa kita harus saling membanggakan identitas kampus masing2 dan menjelekkan yang lain,mungkin sebagian orang ada yang merasa lebih pintar dari yang lain, bukannya kita semua sama mahasiswa indonesia.



Senin, 01-10-2007 14:23:13 oleh: apanya

Meskipun kampus gue cuma masuk 3 besar nasional, tapi gue tetep bangga kok. Biar cuma kul di PTN yg tidak lg murah yg penting gue bisa kuliah dengan nyaman dan tenang. ga perlu gontok-gontokan, sewot-sewotan, ejek-ejekkan. Yang penting itu kita belajar jadi yg terbaik, bukan bilang kita yg terbaik.



Senin, 01-10-2007 21:03:00 oleh: RET-LY

oh my god kampusku masuk!!!!!!!!!!!!!!
^_^UNEJ^_^
HORRRREEEEEEEE..........
Tp penilaiannya bener kan??????




Selasa, 02-10-2007 10:27:56 oleh: Noor Indra

aww...is this for real? kampus gw ngga masuk...hiks...UNJ masih payah aja niy...



Selasa, 02-10-2007 18:11:21 oleh: doni

kriteria ni belum final ko besok mau ditambah jadi 100,jadi kayanya pasti masuk tu.



Rabu, 03-10-2007 08:40:26 oleh: nope

ah masa sih di uii banyak ayam kampusnya?
unbelievable!wah gak bener tuh!meskipun gw bukan anak uii,tapi kayaknya gak mungkin dech!ya secara gitu loh,universitas islam!i hope no!




Rabu, 03-10-2007 11:09:49 oleh: andri

Di Jogja tuh ada tempat di mana "ayam-ayam" berkeliaran. Banyak yang mengaku mahasiswi UII untuk menaikkan nilai jualnya.
Kalau pernah tinggal di Jogja pasti tahu, kampus mana yang "gengsinya" paling tinggi di Jogja.
Capek deh...




Rabu, 03-10-2007 12:52:40 oleh: CORLEON

MENURUT GUA KAGAK ADA UNI DI INDONESIA YANG BAGUS, KARENA KURUKULUMNYA CAMPUR ADUK TIDAK ADA YANG FOKUS, LULUSANNYA KAGAK ADA YANG SIAP KERJA, TAPI PADA SIAP KORUPSI...........



Rabu, 03-10-2007 13:23:42 oleh: Bayu Wardhana

Warta di atas, membahas soal peringkat Perguruan Tinggi versi Dikti. Teman-teman boleh pro maupun kontra soal peringkat ini.

Namun sebaiknya fokus diskusi tidak melebar ke mana-mana, sampai menjelek-jelekkan kampus tertentu yang tidak ada kaitannya dengan soal peringkat perguruan tinggi.

Setelah ini, bila masih ada komentar yang menyimpang jauh dari topik semula, dengan terpaksa akan kami hapus. Semoga diskusi berkembang lebih positif.

salam hangat,

admin




Rabu, 03-10-2007 19:06:48 oleh: jen

ya tu mas anak uii tu gmana sih ko jadi mengarah kemana ni pembicaraan,kalo mau buktiin kampus kita ni lebih baik ya dengan prestasi bukan ngeributin informasi dikti ini.



Rabu, 03-10-2007 21:20:18 oleh: robert aldo

peringkat yang aneh..!!! PT yang lbh bagus malah g ada,kyak UPH, PETRA, UKDW Jogja. Petra n ukdw masuk 100 PT terbaik di asia tenggara, tp di negeri sndiri malah g masuk, ANEH.....
G tau kriterianya apa. paling cuman nanya2 ke org..




Jumat, 05-10-2007 11:26:15 oleh: dede

ya sudah, sudah... mau gimana lagi. Terima atau ga terima sama saja. Mau bilang aneh boleh, ga sepakat boleh. Kalo memang hasil pengukurannya kurang objektif yang salah itu dikti bukan kampus. Kenapa hasil pemeringkatan bisa beda? karena inikator ukurnya pun barangkali beda pula. Toh sebenarnya kita tidak dirugikan. kalo kampus kita emang bagus masyarakat lebih tau kok. Apa gunanya kampus yg masuk peringkat versi dikti tapi kualitas lulusannya nuull.

Yang lebih jelek itu kampus yg mahasiswanya suka jelek2in kampus lain, komentar ngelantur.

UGMers




Senin, 08-10-2007 11:54:57 oleh: Pay_99

Aq sih ga terlalu s7 dgn penilaian2 sprti itu. Sebagai Alumni UNHAS MKS (Sekarang aq tinggal di Samarinda), Universitasku lah yang paling bagus.
Aq sependapat dengan bbrp tmn di atas, Universitas yang asing ku dengar malah nongol. Jgn karena Univ(Neg or swas) tersbut ada di Jawa trus dibilang paling bagus.
Setahu aq, UNHAS adalah salah satu PTN yang terbaik di Indonesia Timur, jd kalo ada PTN/S di Indonesia Timur yang masuk, mungkin mereka masih baru, jd yah semua masih serba teratur.
Salam 4 Alumni UNHAS dimana aja n Semua tmn2 MAhasiswa/i di seluruh Indonesia, baik yang alumni maupun yang baru calon.




Jumat, 12-10-2007 16:08:12 oleh: fenda petrucci

Ak setuju dengan adanya penilaian tersebut karena dengan adanya hal itu semua perguruan tinggi akan berupaya meningkatkan kualitasnya sebagai acuan masyarakat untuk mau belajar disana. Skrg ak kul di fk uns, meskipun UNS tidak termasuk 5 besar namun harus berupaya maksimal agar kualitas dokter di INdonesia dapat bersaing dg negara maju dan hal ini harus diimbangi pula oleh seluruh perguruan tinggi



Senin, 15-10-2007 12:55:34 oleh: Dea

Menurutku PTN/PTS yang layak jadi unggulan itu yang sering masuk rangking dunia kaya UI, UNAIR, ITB, UNDIP, UGM. Rangking Webomatric kayanya gak valid karena cuma menilai dari bagus/tidaknya website. Tapi sebagai tambahan yang masuk untuk 50 yang diunggulin pemerintah biar pemerintah yang nentuin plus ditambah poling masyarakat. Setuju...?



Kamis, 18-10-2007 14:21:32 oleh: Fera W.S Latuconsina

wahhhh.....
bangga banget kampusku, universitas Muhammadiyah malang termasuk 50 perguruan tinggi terbaik. tepi kok bisa universitas brawijaya gak termasuk di dalamnya?




Senin, 22-10-2007 07:41:22 oleh: botax

sgla sesuatu gak sah dipermslahkan...kita harus lhat kedpan,bukan kblkng..harus nya peringkt itu jadi motvsi gman cranya kmpus kta bisa jdi yng terbaik...
jgn sdih yang kmpusny gak masuk peringkt 50 bsar




Selasa, 23-10-2007 12:20:06 oleh: Pras

Harusnya STTS (SEKOLAH TINGGI.....TINGGI SEKALI) Jakarta masuk dalam 50 besar tuch.....



Rabu, 24-10-2007 07:05:01 oleh: Adnan

W mhswa FH UII.knpa UII ga masuk 50 PT terbaik....?
wong Blangkonya ga dikirim-kirim alias terlambat.untuk tahun depan koreksi bwt DIKTI.
CAYOOO UII........




Rabu, 24-10-2007 16:08:21 oleh: anak kls 3 smk

haloo aku anak smk kls 3. bentar lagi insyaAllah lulus. nah, ak kan jur. TI. dan smk yg model dl, gk ada pel. IPA ato IPS. ak dari jur Ti, apakah bisa masuk jur.AKUNTANSI ato MANAJEMEN geto? terus, apakah dunia kerja banyak yg mbutuhin mahasiswa jur. manajemen? cz skrng ni kayaknya akuntansi sgt bnyk yg mbutuhin. gmn dg manajemen. mohon pendapatnya



Rabu, 24-10-2007 19:53:57 oleh: Ani

Pantes kalau Universitas Brawijaya tak masuk peringkat 50 besar. Saya sebagai alumni sangat merasakan sendiri. Katanya PTN tapi mahasiswa reguler tak dilayani dengan baik. Jumlah mahasiswa dalam kuliah saja bisa mencapai 90 orang, ini kuliah apa pasar malam. Karena mahasiswa reguler dicampur dengan ekstensi.
Terutama di Fak Teknologi Pertanian. Dosennya hanya bisa memarahi, tak ada solusi. Semakin tinggi gelarnya semakin banyak proyeknya, tak mau lagi ngasi kuliah. Asisten thok.....
Percaya 100% DIKTI akan peringkat itu...




Rabu, 24-10-2007 23:05:05 oleh: Yeonardus Arifin

yang pasti si masing2 kt harus introspeksi diri..
jangan cuma hanya melihat masalah peringkat aja tp liat juga tingkah laku masing2 dimana masing2 pihak menganggap universitas nya layak masuk dalam 50 besar..
lagipula peringkat ini toh pun akan berubah kembali tiap tahun.. oleh karena itu marilah kita berpikir positif dan berusaha u/ menjadi mahasiswa luar biasa!! bukan berkutat ingin PT nya msk peringkat 50 bsr.. so ketika lu2s kita bisa bawa nama universitas kita keluar!! harvard menjadi terbaik sampai sekarang ini bukan krn smua mahasiswanya jenius akan tetapi karena lu2sannya menghasilkan karya dan menjadi orang berhasil dalam kehidupannya...
bagi gw peringkat ga masalah... cuma gengsi smntr.. yg harus kita pikirin bagaimana kita bisa menjadi orang sukses n berhasil.. bukan mikirin PT kita.. pikirin la masi bnyk org yg ga kuliah... apa mereka mikirin peringkat2.. ga la...

gtu aja koq repot... uda kerjaen tugas yg bener!!





Kamis, 25-10-2007 14:41:07 oleh: mayaseh

sekedar info, Pengumuman STAN 2007, mengumumkan calon mahasiswa yang diterima dengan jumlah 2.500 orang dari 115.000 calon pendaftar, masih bilang STAN bukan yang terbaik??
Ngaca dulu deh...




Minggu, 28-10-2007 21:01:59 oleh: fuad fajar

ISI tu ya...otak kreatif.transformer seniman n desainer unggul,sekarang pun sudah. Sudahh sepantasnya ilmu seni dan desain disejajarkan dengan since di bidang ilmu pengetahuan lainnya.Hidup KREATIFITAS!!!



Selasa, 30-10-2007 14:44:03 oleh: w

UNPAR dong....



Selasa, 30-10-2007 14:58:40 oleh: doengggg

STAN universitas apa seh? ISI apa pula?
50 besar apaan? kalo bukan masuk jurusan yang terbaik buat belajar, ga worthed dung... jangan cuma nama universitas, pilih yang paling bagus buat blajar jurusan dimana lu terjun....




Jumat, 02-11-2007 10:38:23 oleh: NICO

Yowes.............ga perlu berantem.......sing penting belajar sing rajin....cepat lulus....dapet kerja......kawin....punya anak..punya mobil....punya rumah.....deposito...akeh.....
mati....
kok susah amat!!!!!




Selasa, 06-11-2007 17:51:12 oleh: Agus Hakim

UII yang nggak tau UII itu bisa dibilang Kuper... liat ajah dikti jela ga fair dalam penilaian ini....klo melihat Alumninya dari FE :
- Pak Hasan Zein Mahmud, Mantan Dirut BUrsa Efek Jakarta, sekarang menjabat Dirut BBJ,
- Pak Siswanto, direktur BTN
dll
UII jelas mantab brooooo




Kamis, 08-11-2007 19:07:07 oleh: doni

lain dulu lain sekarang jangan ngebangga.bangain alumninya melulu tapi lihatlah masa sekarang gimana kualitasnya,masuknya ya penting punya uang.



Minggu, 11-11-2007 14:27:26 oleh: naya

slamat bwt unair,secara alma2ter qu
tpi payahnya knapa unair cmn ada diPringkat 97 univ.se asia tenggara?!
memalukan
kalah sama undip
gmn mw ngejar UGM?
apalagi UI!!!!
bwt smw staff unair tingkatin lagi kwalitasnya
smoga taon dpan bsa memperbaiki posisi se asia tenggara.amien




Rabu, 28-11-2007 15:09:12 oleh: berli

WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOYy
EALAH LE...le.....
Mbo ya saling sanjung, merendah, mendukung gt napa? Pohon Padi tuh makin berisi makin menunduk, ga mencerminkan seorang intelek bgt klo saling hujat,arogan kaya gitu.
Malu ah...
indonesiaaaa....indonesia.......




Kamis, 29-11-2007 09:12:56 oleh: Azzam

Buat Soleh Udin Al Ayubi, anda nih mau nulis blog atau ngasih komentar ... ???

Kalo mau menulis artikel, kirim aja langsung ke artikel@wikimu.com




Kamis, 29-11-2007 10:15:34 oleh: surjo sulaksono

Ha3x, yang bikin artikel n yang nanggapin sama hebatnya. Mau yang ngebanggain kampusnya, yang marah2 karena kampusnya ga masuk itungan, yang prihatin karena kita baru jago kandang, yang bangga karena dengan dana minim tapi diperhitungkan, atau yang sekedar cuma mau lapor habis makan baso, semuanya hebat2. Lebih bagus beda pendapat di sini daripada bacok2an di jalan. Tapi yang paling hebat, ya yang bikin wikimu.com inilah. Yuk maju terus!



Senin, 03-12-2007 15:50:51 oleh: Tonjik

masuk 50 promising indonesia universities atau tidak, sebenarnya tidak masalah yang penting sekarang kalian sebagai mahasiswa tuh kuliah aja sampai selesai....trus kerja.... dan buktikan kalo sudah dapat kerja TIDAK KORUPSI atau bagaimana bikin usaha untuk orang lain, jangan cuma protes, tapi duit masih minta dengan ortu makanya belajar aja dulu biar lulus dan kalau lulus pasti ortu akan memebrikan peringkat terbaik untuk kamu. oke



Jumat, 14-12-2007 22:03:41 oleh: vega

???????????
Ga sah kuliah aja deh mendingan...




Minggu, 30-12-2007 03:07:47 oleh: endress

wah bangganya stt telkom masuk,
satu lagi stt mo ganti nama jd ITT nuh,,,keren




Selasa, 15-01-2008 13:03:19 oleh: syaiful amin

ngaco banget infox syap sh yg buat perengkingan kayak gtu??? di seluruh indonesia juga tau kalo urutan pt terbaik tu UI, ITB, UGM, IPB, ITS, UNPAD, baru disusul yang lain, tapi kok data diatas gak sama ya???dasarRRRRR!!!!!!!!!



Selasa, 22-01-2008 23:47:27 oleh: kurt

hidup polban!!!



Rabu, 23-01-2008 14:44:09 oleh: ARY PRISTIANSYAH

Peringkat Universitas di atas tidak relevan. tidak mungkin banyak Universitas Negeri dan swasta tidak ternama, tapi bisa masuk peringkat. Universitas swasta ternama seperti Trisakti, Universitas Islam Indonesia itu mestinya masuk peringkat 20 besar, tapi kenapa di peringkat yang anda tulis di atas tidak ada? Peringkat yang anda cantumkan di atas itu benar-benar tidak relevan. dan yang paling tidak masuk akal lagi, mana mungkin UI (Universitas Indonesia) berada di urutan ke-45. Anda terlalu berani untuk menulis peringkat-peringkat tersebut, saya mohon anda bertanggung jawab.



Rabu, 23-01-2008 15:13:37 oleh: Mauludin

Kampus Saya kok ga masuk yach, ups lupa kalo dari dulu2 juga ga pernah masuk (he*he*he*). Gak apa2 yang penting langsung dapet kerja, salary (lumayan) gede. Pokoknya Sekolah Tinggi Penerbangan Curug Jurusan Penerbang tetep paling oke,ehm...setidaknya bagi Saya.
Ready 4 Take Off,Good Day "Wikimu Tower"...




Sabtu, 09-02-2008 12:31:32 oleh: bugil_27

Ary Pristiansyah benar. Tidak relevan Peringkat DIKTI tsb. Harusnya dikaji ulang. Universitas yang tidak berkualitas dimasukkan dalam peringkat. ini bisa membuat bingung para anak SMU dalam mencari perguruan tinggi.
Harusnya unhas, Unibraw, UII, Trisakti, dll masuk peringkat karena sudah terjamin kualitasnya. Tolong DIKTI kaji ulang.




Sabtu, 16-02-2008 01:17:10 oleh: iwan

Pernyataan kita semua benar...perlu diklarifikasi kembali Peringkat PTN dan PTS terbaik dan sebagai dasar acuannya yang digunakan harus diperjelas agar tidak membingungkan. mudah-mudahan kesalahan ini tidak terulang kembali.



Minggu, 17-02-2008 00:40:32 oleh: Holmes

Menurut gw Pemeringkatan DIKTI fair2 ja tu......
Ni mungkin peringatan bwt civitas akademika univ yang dah merasa gede n yang mau gede berbenah, ni bagus buat memacu motivasi univ2 Indonesia biar bisa bersaing, masalah lulusanya orang2 hebat itu kan dulu...liat prestasi2 yang sekarang dunkkk....terbukti kemaren pas IVED alias Debat Bahasa Inggris nasional Univ2 Gede malah ga bisa ngomong apa2 alias kalah yang masuk atmajaya, buat LKTM kemaren juga Univ2 yang ngarasa dia gede kok pada kalaaahhh?????malu atuh,........pi kita juga liat yang laen dari bidang prestasi yang ga hanya akademik ja but non akademik juga....so jangan pada brantem n ngejelek2in yang laenn.......
Jadi penilaian tu bukan dari Gede pa ngga nya nama univ but Prestasinya dunkk liatt non yang sekarang2....ga usah banggain ini dari mana itu dari mana????????mau Presiden RI dari mana, Putri Indonesia dari mana, Tukang Becak dari mana...lah itu ga ngaruh kaliii......malah tu ngebuktiin kalo DIKTI itu Fair...n ga NEPOTISME.........
Gw salah satu mahasiswa univ yang masuk 50 besar ntu.....kayanya mang bener ko kaya gitu...liat kenyataan dunk......
Jangan dikira yang di kota2 gede n di univ yang dulunya gede ngarasa tersigkirkan...inget roda itu muter.........
Buat yang dah masuk Slamet yup.....N buat yang ga masuk harus Legowo..........
JANGAN LIAT BAIK BURUKNYA UNIVERSITAS DARI BAGUS ATAU NGGAKNYA GEDUNG ATAU MEWAHNYA GEDUNG TAPI PRESTASI MAHASISWANYA SEKARANG....!!!!!
HIDUP MAHASISWA!!!!!
GA ADA UNIVERSITAS ECEK2 ATAU GUEDE, ADA JUGA MAHASISWANYA YANG ECEK2...MAHASISWA BEGO YANG BERSEMBUNYI DIBALIK KEBESARAN NAMA UNIVERSITAS..BENER GA???




Minggu, 17-02-2008 01:04:31 oleh: Student of Public Health UNSOE

Waduh pada brantem ni.....Yupz kita stuju tu buat smunya jangan pada ngejelek2in kampus orang n terlalu banggain kampusnya...
Alahamdulillah buat kampus Sang Jendral Soedirman alias UNSOED masuk....
But buat DIKTI rencana buat BHP-in UNSOED batalin dunkkk.......UNSOED yang dikenal kampus rakyat ko semakin ke sini semakin MAHALLLL Buangetttt.....
Jangan Ampe gara2 masuk 50 besar terbaik PTN malah jadi alesan buat naikin SPP...
Jenderal Soedirman yang tadinya naek kuda ntar malah naek MERCYYYY gimana dunkkk.....
Yang jenius n ga punya duit malah ga bisa masuk, tapi yang Bego duitnya guede malah gampang masuknya, Gimana neee...??????Moga dengan Pemeringkatan ini DIKTI bener2 ningkatin kualitas pengawasan masing2 Univ, n ngrubah tu sistem yang sekarang acak2an...........Gimana Indonesia bisa maju kalo generasinya ja dah digituin dari awal...waduhhh..waduhh.......
Pi sekali lagi Buat Civitas akademika UNSOED Purwokerto Slamet YUp..........Caiyo.....Slam sehat selalu




Sabtu, 08-03-2008 05:21:01 oleh: rudi

untuk ade

mas jangan aneh, sekarang sudah waktunya untuk bersaiang, lah wong kita sama-sama makan nasi ko'aneh,, jangan lihat bentuk kampusnya,,ga pernah ngerasain kuliah di UAD seh, coba dech mas masukin salah satu keluarga mas..atau mas nya yang mau masuk...pasti bakal beda' ma perguruan tinggi lain..




Sabtu, 08-03-2008 05:45:25 oleh: nanda

santai,santai,santai, jangan pada jelek2in kampus orang duuuuuungggg..bangga amat seh ma alumni2 yang udah jadi orang....bangga amat seh ma kampus gede'...nora loe, mbo bangga ma loe yang sekarang, sekarang jaman sudah beruabah bozzzz....jadi kita boleh dung bersaing....kalah ko' njelek2jelekin kampus orang....fair dung....fair....selamat yang udah masuk 50 pt terbaik di indonesia.



Rabu, 12-03-2008 03:26:44 oleh: eks mahasiswa

bagi mahasiswa / alumni PT yg masuk 50 besar / yg tdk masuk 50 besar, cukup koreksi diri kita, apa kita memang layak berada di 50 besar / kita merasa layak tp PT kita tidak masuk / kita yakin bahwa sistem belajar ( kurikulum ) kampus kita memang yang terbaik ( layak )???
cukup kita buktikan setelah kita memasuki dunia kerja, sejauh mana ilmu yang kita peroleh akan dapat berguna, dari hasil kenyataan setelah kita memasuki dunia kerja, kita akan memperoleh benchmark yang paling jujur & obyektif melalui teman2 kerja kita tentang pengalaman selama di bangku kuliah, so don't worry, isn't big deal.
saya adalah alumni FE UII, tdk fair jg kalau saya melebih2 kan kampus sendiri & tidak fair juga kalau menjelek2 an kampus sendiri, so user kita lah yang akan menilainya.




Rabu, 12-03-2008 16:36:48 oleh: jodi

polman is the best!!!..univ laen cuma menghasilkan lulusan tanpa keahlian..tp polman mencetak lulusan dgn keahlian tinggi..top skill



Jumat, 14-03-2008 13:20:40 oleh: syalalalalala

tega banget si yang ngeelekin kampus aq...(jangan iri dunk mas2..mbak2..prestasinya kale yang kurang,SYIRIK TU NAMANYA),,,cayo KAMPUS AQ...BESOK DAN Seterusya masuk lagi...cayo..maju terus kampus kebanggaanq.



Jumat, 28-03-2008 01:03:15 oleh: moh. syaeful rakhman

wah aku patut bangga kampusku masuk slh st perguruan tinggi terbaik, g slh emg dikti milih UM slh satu kampus terbaik. yakusa



Rabu, 02-04-2008 14:12:37 oleh: ARY PRISTIANSYAH

Saya sangat tidak terima Universitas Islam Indonesia ( UII ) tidak masuk dalam daftar di atas. INGAT, dari 8 Fakultas yang kami punya, ada 4 Fakultas menjadi Fakultas PALING SOLID DI INDONESIA, di antaranya: Fakultas Hukum (Terbaik Di Indonesia), Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, serta Fakultas Teknologi Industri. DAN PERLU DI INGAT JUGA, sudah banyak orang2 ternama yang ada saat ini adalah Lulusan UII, antara lain:
1. Direktur BEJ
2. Anggota MPR dan DPR RI (jumlahnya banyak)
3. Hasan Tiro (Petinggi GAM) juga alumni UII.
4. dll (masih buanyak Lagiiiiiiiii)
INI FAKTA.
HIDUP UII




Rabu, 02-04-2008 14:53:30 oleh: Bayu Wardhana

Teman-teman,

Komentar di warta ini ditutup, mengingat informasi soal peringkat perguruan tinggi ini adalah data untuk tahun 2006, yang dirilis Dikti awal tahun 2007. Jadi untuk sekarang, tahun 2008 -- rasanya tidak relevan lagi.

Bagaimana peringkat perguruan tinggi tahun 2007 versi Dikti? Kita tunggu saja rilis berikutnya.

salam,

admin wikimu.com




PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY