Yulius Haflan

Koto Gadang, Rancak Bana...

Kamis, 26-07-2007 17:08:21 oleh: Yulius Haflan
Kanal: Opini

Koto Gadang, Rancak Bana...

Di bagian wilayah Indonesia, ada suatu daerah yang memiliki sejumlah keunikan yang mungkin tidak bisa kita temukan di tempat lain. Suatu daerah di Sumatera Barat, di kaki gunung Singgalang, suatu pemukiman pedesaan (atau biasa disebut nagari di Sumbar) yang senantiasa dibalut kabut dan berangin semilir. Jika kamu berada di Bukittinggi, masuklah ke Ngarai Sianok, menelusuri jalan beraspal yang menurun tajam. Bisa juga dari simpang empat Galudua, Koto Tuo, ruas jalan ke Maninjau, di kaki Gunung Singgalang. Dari Koto Tuo ini, sekitar dua kilometer maka akan sampai di Koto Gadang. Koto Gadang atau Kotogadang nan tigo jurai nan ampek suku adalah satu dari 61 nagari di Kabupaten Agam atau 543 nagari di Minangkabau.

Namun yang akibat gempa yang menimpa Ranah Minang, sejumlah kerusakan dialami oleh gedung dan rumah di Koto Gadang yang memiliki nilai sejarah. Yang paling mengenaskan adalah kerusakan yang dialami oleh mesjid kebanggaan masyarakat Koto Gadang, yaitu Mesjid Tapi. Mesjid yang memiliki arsitektur yang unik ini mengalami kerusakan hebat hingga hampir membuat bangunan tersebut roboh. Sungguh sayang bila bangunan peribadatan umat Islam ini hanya menghuni catatan sejarah.

Budaya Intelektual

Seperti halnya ciri khas nagari Minangkabau, di Koto Gadang kita akan melihat rumah berjejer sepanjang jalan, di belakang selapis atau dua lapis rumah akan ada sawah. Rumah-rumah di sini banyak yang kosong. Banyak rumah-rumah tersebut yang didiami oleh orang upahan. Sebuah keluarga digaji untuk mendiami rumah oleh keluarga Koto Gadang yang sedang berada di rantau. Hal semacam ini banyak ditemukan di nagari-nagari lain di Minangkabau, tapi di Koto Gadang jumlahnya sangat banyak. Rata-rata pemilik rumah itu adalah orang-orang yang telah sukses di negeri rantau menjadi pengusaha, pejabat, jendral, cendekiawan, dokter, dan orang-orang yang ahli dan sukses di bidangnya.

Maka jangan heran dengan kenyataan seperti ini: tiap rumah di Koto Gadang pasti memiliki sarjana dari bidang ilmu apa saja! Tidak ada desa di Indonesia, bahkan mungkin di dunia yang bisa menandingi Koto Gadang dalam hal itu. Prestasi seperti itu dikarenakan Nagari ini berhasil mengambil manfaat yang sempurna dari sistem pendidikan kolonial yang diterapkan Belanda di Minangkabau. Tidak ada orang Koto Gadang ketika itu yang tidak pandai berbahasa Belanda. Dapat dibayangkan di zaman awal-awal politik etis saja orang Koto Gadang sudah berbondong-bondong untuk sekolah.

H. Agus Salim

Di desa itu, telah lahir banyak manusia-manusia berkualitas yang telah meletakkan dasar yang kuat bagi berdirinya negara ini. Sutan Syahrir, wartawati pertama Indonesia Rohana Kudus, seniman terkemuka Hamid Jabar, dan sejumlah nama lainnya yang merupakan sebagian dari orang-orang besar itu. Namun, untuk sosok manusia yang satu ini, tak ada satu orang Koto Gadang pun yang tidak mengingatnya.

Terlahir dengan nama Masyhudul Haq, 9 Oktober 1884, beliau memiliki kemampuan bahasa yang luar biasa dengan menguasai sembilan bahasa asing! Kemampuan inilah yang membawa dia menjadi Menteri Luar Negeri pada periode 3 Juli 1947 - 20 Desember 1949, dan merupakan salah satu diplomat ulung dan brillian yang pernah dimiliki Indonesia. Dengan penampilannya yang khas dengan menggunakan kopiah dan janggut seringkali diolok-olok lawan politiknya. Namun beliau mampu membalas semua olok-olokan itu dengan cerdas.

Meskipun dia pernah menjadi pejabat, beliau tetap bersahaja dan nyaris melarat. Yang dia wariskan adalah spirit yang kuat bagi warga Koto Gadang dan rakyat Minangkabau. Anekdotnya yang sangat terkenal, makan dengan tangan, sementara orang-orang Eropa makan dengan sendok, sampai kini berkembang luas di nagari-nagari Minangkabau. "Sendok sudah masuk ke seribu mulut orang lain, tapi tangan ini hanya ke mulut saya sendiri," begitulah pembelaan H. Agus Salim, tokoh yang menjadi legenda di Koto Gadang itu.

Songket Koto Gadang

Kalau saja tidak ada seorang Bernhard Bart yang suka berwisata ke Ranah Minangkabau, Sumatera Barat, warisan budaya Minangkabau berupa tenunan songket itu barangkali sudah punah. Tanpa usahanya beserta istri dan sahabat-sahabatnya, mungkin dunia tidak tahu bahwa motif tenunan songket yang berasal dari Koto Gadang adalah yang terhalus di dunia yang ditenun dengan tangan. Berkat usaha kerasnya merevitalisasi warisan budaya bangsa ini, songket Minang, terutama yang berasal dari Koto Gadang bisa bangkit kembali. Motif tenun songket yang berasal dari Koto Gadang memang terlihat lebih indah dan cerdas. Namun sayang, di Koto Gadang sendiri sudah tidak ada lagi orang yang menenun songket khas Koto Gadang. Hal itu dikarenakan Nagari Koto Gadang pernah dua kali terbakar. Terakhir tahun 1880 yang menyebabkan perangkat alat tenun ikut terbakar, sehingga para penenun tidak punya modal lagi untuk membangun usaha tenun tersebut.

Sumber: http://www.wikipedia.org

Sumber gambar: www.bumiminang.com

Bookmark and Share

Tag/Label minang, koto gadang, agus salim, profil
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
4 komentar pada warta ini
Rabu, 19-12-2007 13:46:32 oleh: Renni Fitriyana

artikel biasa bernilai pengetahuan sebagai pijakan bagi masyarakat minang, tidak hanya sebagai kebanggaan tersendiri melainkan alat perangsang nasionalisme seorang Agus Salim bagi Agus Salim2 berikutnya.



Jumat, 11-01-2008 14:52:57 oleh: arbert

Baca Buku " Koto Gadang Masa Kolonial. buku yang banyak membicarakan tokoh2 koto gadang tempo dului yang menyumbang bagi bangsa dan negera masa kemerdrkaan



Jumat, 11-01-2008 15:40:19 oleh: Silvi Anhar

iya mas yulius. bagus banget. apalagi ngarai sihanouknya... eh ngunjungi tempat "penjara japang" ga? (klo ga salah itu namanya), itu turunnya duhhh banyak banget tangganya... juga masih banyak monyet berkeliaran.. pokoknya seru, oh ya mas yulius lewati tanjakkan ampe-ampe (baca:empat-empat), itu kelokkannya duhhh buat bulu kudukk berdiri.... lebih parah dari jalan mau ke puncak lebih curam dan dulu waktu ku kecil ga ada pembatas, jadi kalo rem ga berfungsi.. maka mobil akan meluncur kebawah dengan sukses.. masuk kedalam jurang....



Jumat, 03-02-2012 01:33:01 oleh: Nella

Mas, saya kurang setuju tuh untuk ungkapan: Kalau saja tidak ada seorang Bernhard Bart yang suka berwisata ke Ranah Minangkabau, Sumatera Barat, warisan budaya Minangkabau berupa tenunan songket itu barangkali sudah punah.

Memang benar Berbhard Bart membuat replika motif songket Koto Gadang, tapi beliau bukan satu-satunya. Yang menjadi pionir, sebagaimana diakui Bart adalah Ibu Sanuar, dari Pandai Sikek. Hanya saja Bart membuat catatan yang rapi. Mengenai songket Koto Gadang sendiri, artinya songket yang dibuat oleh orang Koto Gadang, memang sudah tidak ada lagi yang baru. Replika yang ada tentu saja tidak bisa disebut songket Koto Gadang karena cara pembuatannya pun berbeda. Sampai sekarang belum ada yang tahu bagaimana bentuk alat tenun Koto Gadang. Hal ini karena budaya menenun tidak diwariskan kepada generasi yang baru, mungkin sejak jaman PD II.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY