Maman Suratman,S.Pd

Inovasi Pendidikan di Era Reformasi Yang Mengaharukan

Sabtu, 16-06-2007 10:26:13 oleh: Maman Suratman,S.Pd
Kanal: Layanan Publik

Inovasi Pendidikan di Era Reformasi Yang Mengaharukan

A. Pendahuluan

Perkembangan pendidikan secara nasional di era reformasi, yang sering disebut-sebut oleh para pakar pendidikan maupun oleh para birokrasi di bidang pendidikan sebagai sebuah harapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini dengan berbagai strategi inovasi, ternyata sampai saat ini masih belum menjadi harapan. Bahkan hampir dikatakan bukan kemajuan yang diperoleh, tapi “sebuah kemunduran yang tak pernah terjadi selama bangsa ini berdiri”.

Kalimat tersebut mungkin sangat radikal untuk diungkapkan, tapi inilah kenyataan yang terjadi dilapangan, sebagai sebuah ungkapan dari seorang guru yang mengkhawatirkan perkembangan pendidikan dewasa ini.

Tidak dapat dipungkiri, berbagai strategi dalam perubahan kurikulum, mulai dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sampai pada penyempurnaannya melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), merupakan sebuah inovasi kurikulum pendidikan yang sangat luar biasa, bahkan sangat berkaitan dengan undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni yang menyatakan bahwa pengelolaan satuan pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip MBS.

Namun kenyataannya apa yang terjadi di lapangan..?

Berikut ini penulis akan paparkan, mengapa penulis berani mengatakan bahwa inovasi pendidikan di era reformasi merupakan sebuah kemunduran yang tak pernah terjadi selama bangsa ini berdiri..?

B. Ujian Nasional

Ketika penulis menjadi pengawas dalam EBTANAS dengan sistem pengawasan silang antar sekolah , hampir semua komponen, baik Panitia maupun Pengawas Ruangan EBTANAS begitu disiplin dan sangat tertib, serta sangat menjaga kerahasiaan dalam pelaksanaannya, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar murni dan tanpa sedikitpun kecurangan.

Namun, setelah diberlakukannya kebijakan tentang Ujian Nasional (UN) sebagai penentu kelulusan seorang siswa pada jenjang satuan pendidikan. Sekolah merasa takut, jika banyak siswanya tidak bisa memperoleh nilai sesuai dengan standar minimal kelulusan. Mengapa demikian...?

1. Sekolah akan dianggap gagal jika banyak siswanya tidak lulus. Bahkan mungkin orang tua tidak akan mempercayai sekolah tersebut untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut.

2. Di era reformasi, dengan temperamen emosional masyarakat yang masih labil bahkan tak terkendali. Jika banyak orang tua yang anaknya tidak lulus, akan menimbulkan suatu gerakan emosional sosial yang tak terkendali dan kemungkinan sekolah akan menjadi sasaran amuk masa.

3. Guru sebagai orang tua di sekolah yang selama 3 tahun membimbing siswa, tidak akan tega jika ternyata banyak siswanya tidak bisa lulus, hanya karena dengan sebuah penilaian sesaat.

Dari ke tiga alasan tersebut, akhirnya dengan berbagai cara, sekolah melakukan sebuah usaha untuk bisa membantu siswanya lolos dari jeratan Ujian Nasional. Semuanya dilakukan dengan penuh suka-rela tanpa paksaan, walaupun seluruh batin Guru merintih sedih dan penuh haru.

Inilah salah satu kecurangan di dunia pendidikan khususnya sekolah, yang belum pernah terjadi selama bangsa ini berdiri”, dan semuanya dilakukan sebagai perlawanan sekolah terhadap kebijakan pemerintah.

Yang paling menyedihkan lagi, ketika aparat birokrat dengan bangga menyatakan keberhasilannya dengan menyebutkan sekolah-sekolah yang meluluskan siswanya sampai 100%, dan akan diberikan penghargaan. (Jika menggunakan akal manusia, tidak mungkin seluruh siswa pada sebuah sekolah bisa lulus sampai 100%. Bebek saja ada yang tidak bertelurnya. Benar khan Bapak/Ibu Guru..??). 

C. Administrasi Sekolah

Sebelum era-reformasi, siswa yang lulus akan segera memproses ijasahnya untuk bisa dibawa dan digunakan, baik untuk melanjutkan sekolahnya maupun untuk dijadikan syarat mencari pekerjaan.

Namun apa yang terjadi sekarang..?

Setelah dinyatakan lulus, siswa dihadapkan kepada proses menunggu ijasah yang begitu lama dan tak tentu kapan Izasah tersebut dapat diterima. Untuk tahun ajaran 2005-2006, blanko ijasah baru diterima oleh sekolah setelah lebih dari sebulan dari  semenjak siswa dinyatakan lulus, sehingga tak heran jika di setiap sekolah masih banyak tumpukan ijasah yang belum diambil oleh pemiliknya, dengan alasan, siswa tersebut sudah berada di luar kota dan belum membutuhkan ijasah tersebut.

“Inilah kejadian yang belum pernah terjadi selama bangsa ini berdiri...”

 Bahkan Buku Raport untuk tahun ajaran 2006-2007, sampai saat ini belum tentu rimbanya. Ini juga belum pernah terjadi selama bangsa ini berdiri.

Benar-benar luar biasa khan...????? 

Bookmark and Share

Tag/Label pendidikan, reformasi
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
10 komentar pada warta ini
Senin, 18-06-2007 06:20:24 oleh: Retty

Saya vote berguna! Informasi ini mungkin tidak bisa digeneralisasi ke semua daerah atau sekolah, tapi kenyataan ada yang terganggu kelanjutan pendidikan atau pekerjaannya karena hal ini sangat perlu dikemukakan.

KBK itu memang bagus untuk murid, sayangnya guru guru kita tidak memiliki basis kompetensi yang sama, jadi susah untuk mengharapkan anak disatukan dalam Ujian Negara yang seragam.

Sekolah saat ini yang berbasis kompetensi terkadang memiliki guru yang memberi soal dan tidak pernah membimbing anak bagaimana menyelesaikan soal tersebut. Padahal seharusnya output itu keluar dari input. Bagaimana mau diuji kalau tidak pernah diberi masukan?

Salah guru? Tidak juga! Guru bebas dan berhak mengajarkan materi sesuai dengan kebijakannya. Kalau pembuat soal membuat soal yang berbeda dengan materi yang diberikan guru, ya itu karena bukan mereka yang memberikan input tapi harus membuat patokan output!

Di satu pihak UN ini memang kurang adil bagi murid. Di lain pihak, terkadang murid zaman sekarang ini merendahkan pendidikan. Aku pasti naik kelas (tidak naik yang salah guru) padahal tidak belajar. Di tingkat atas juga terasa, mahasiswa bisa seenaknya tidak masuk kuliah atau tidak mengerjakan tugas, tapi mengharapkan nilai yang lebih! Pendidikan yang menjadi bisnis memang membiarkan saja, karena toh hukum pasar akan berlaku...yang tidak mampu akan tumbang! Tapi apakah itu pendidikan?!




Kamis, 21-06-2007 21:57:09 oleh: Engelbertus Pr Degey

Yth. Bung Maman, saya mau tanya. Apakah salah satu syarat untuk menyatakan siswa lulus atau tidak adalah ketuntasan mengerjakan soal atau tidak? Sebab disini di Nabire Papua, tepatnya di SMA Katolik Adhiluhur dalam tahun anggaran ini, 6 orang dinyatakan jatuh (tidak lulus). Padahal ke 6 orang itu biasa juara di kelas dan bahan-bahan ujian mereka sudah kerjakan semua, ada yang dapat 9, 8, dan 6. Hanya pelajaran matematika mereka tidak tuntaskan, dengan alasan itu mereka dinyatakan tidak lulus.

Ini bagaimana bung Maman?




Jumat, 22-06-2007 06:19:56 oleh: Retty N. Hakim

Ini pasti masalah penjurusan...zaman saya dulu karena Kimia saya langganan do re mi fa sol, hampir saja tidak lulus.

Ujian Negara itu berat karena belum tentu soal yang dikeluarkan itu adalah soal yang pernah diajarkan guru di kelas. Apalagi dengan KBK, kalau tingkat kompetensi mayoritas kelas belum sampai mungkin saja guru memang belum memasukkannya ke dalam bahan ajar.

Sebenarnya UN lebih tepat diberlakukan untuk uji kompetensi, bukan untuk uji kelulusan siswa. Bagus untuk melihat pemerataan standard, tapi kurang sesuai untuk menentukan masa depan anak bangsa!




Selasa, 31-07-2007 16:50:33 oleh: Maman Suratman,S.Pd

Retty N. Hakim..., saya setuju dengan komentar anda..!
Buat Engelbertus.., itulah kenyataannya.., jika nilai Matematika, B. Indonesia, dan B. Inggris kurang dari 4,25 atau rata-rata dari ke-tiga mata pelajaran tersebut kurang dari 5,00, maka siswa tersebut dinyatakan tidak lulus. Kalau saja tidak dibantu atau tidak direkayasa, saya yakin hanya 40% seluruh siswa di Indonesia bisa lulus..!




Kamis, 25-09-2008 12:16:33 oleh: Novi yupensi, S. Pd

no coment buat coment lain2... cuma mo coment Sudah menjadi tanggung jawab semua orang di negeri ini untuk bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa.. jangan nyalahin guru doank kal ga lulus atau da maslah disekolah... self correction donk... semua nya!!!



Senin, 07-12-2009 11:11:41 oleh: BAGUR TANAH

SAYA INGIN TAHU TENTANG MATERI INOVASI PENDIDIKAN
YANG BERSANGKUTAN DENGAN ABAD KE 21





Rabu, 13-01-2010 21:27:57 oleh: rahmawati purnamasari

Sangat berguna,untuk membantu saya mengerjakan tugas. tp mohon kasih solusinya dari masalah di ats....


thanks




Kamis, 28-01-2010 21:45:59 oleh: syahrizal

yth..bapak supratman.dari komentar yang abapak utarakan di atas ini menunjukkan salahsatu kepedilian anak bangsa terhadap pendidikan negara kita ini...komentar nya sedikit saja...inovasi pendidkan sangat baik sekali tapi tapai akhir ini kok malah mundur,masalah UN misalnya menurut kami UN bukan jadi suatu ukuran mutlak keberhasilan peserta didik,,karna tanpa pembenahan inprastruktur,alat,dan sarana pendidikan khususnya di daerah terpencil, namun menurut kami UN bukan salah satu solusi pencerdasan anak bangsa.tenks



Minggu, 04-04-2010 11:07:11 oleh: muhammad nurdin

inovasi dan pendidikan adalah tugas yang harus kuselesaikan terima kasih telah kasih impormasi mengenai ini



Senin, 07-06-2010 15:23:44 oleh: lutfi yatama

apkah berubah nya kurikulum dri KBK k KTSP tu sudah d maksud inovasi,,,,,
maep...
cman tanya...




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY