Bagus Yudo Prayitno

"Merah Putih" Tidak Hanya Bermakna "Berani" dan "Suci"

Selasa, 22-05-2007 15:12:54 oleh: Bagus Y Prayitno
Kanal: Opini

"Merah Putih" Tidak Hanya Bermakna "Berani" dan "Suci"

Masih dalam suasana hari Kebangkitan Nasional, tulisan kali ini mungkin bisa jadi bahan perenungan kita semua mengenai bendera pusaka kita Sang Saka Merah Putih.

Sejak Sekolah Dasar mungkin banyak dari kita yang mengartikan lambang Merah Putih adalah: Merah = berani , Putih = Suci, padahal makna yang terkandung dalam bendera kita lebih dalam dari makna tersebut.

 Pernahkah kita berpikir :

  • Mengapa Merah Putih dipilih sebagai Bendera, simbol dan identitas bangsa. Apa hanya warna merah dan putih?
  • Mengapa posisi kedudukan Merah di atas, Putih di bawah? Mengapa tidak dibalik.
  • Mengapa warna simbol merah putih bisa bertahan hingga ribuan tahun?
Berikut beberapa ulasan mengenai Merah putih yang diambil dari berbagai literatur, sejarah, tulisan dan setelah melalui perenungan yang dalam,  maka saya  turunkan di kolom ini...
  • Menurut catatan sejarah simbol merah putih dipakai sejak jaman Kutai, Sriwijaya, Mataram Hindu, Kediri, Singasari, Majapahit dan Mataram Islam.  Di Jawa lebih dikenal dengan istilah Gula Klapa (Gula jawa warna=merah, Kelapa isinya warna putih, tapi satu asal)
  • Bendera merah putih dipilih oleh para pelopor kebangsaan kita melalui perenungan dan perjalanan panjang. 

(Kutipan tulisan Jakob Sumardjo) :

Pada buku Prof Moh Yamin "6.000 Tahun Sang Saka Merah Putih" yang tak pernah dicetak ulang sejak 1958,diulas : 

  • Dijelaskan, warna merah simbol matahari dan warna putih sebagai simbol bulan. Merah putih bermakna "zat hidup". Hanya tidak dijelaskan makna "zat hidup". Buku ini ingin membuktikan, Merah Putih sudah menjadi simbol bangsa Indonesia sejak kedatangan mereka di kepulauan Nusantara 6.000 tahun lampau.
  • Makna merah-putih tidak cukup ditelusuri dari jejak arkeologi bahwa warna merah, putih, dan hitam dapat dijumpai pada berbagai peninggalan prasejarah, candi, dan rumah adat. Artefak- artefak itu hanya ungkapan pikiran kolektif suku-suku di Indonesia. Maka, arkeologi pikiran kolektif inilah yang harus digali dan masuk otoritas antropologi-budaya atau antropologi-seni. Alam pikiran semacam itu masih dapat dijumpai di lingkungan masyarakat adat sampai sekarang.
  • Warna merah, putih, hitam, kuning, dan campuran warna- warna itu banyak dijumpai pada ragam hias kain tenun, batik, gerabah, anyaman, dan olesan pada tubuh, yang menunjukkan keterbatasan penggunaan warna- warna pada bangsa Indonesia. Kaum orientalis menuduh bangsa ini buta warna di tengah alamnya yang kaya warna. Benarkah bangsa ini buta warna? Atau bangsa ini lebih rohaniah dibandingkan dengan manusia modern yang lebih duniawi dengan pemujaan aneka warna yang seolah tak terbatas?
  • Alam rohani dan duniawi
    Alam rohani lebih esensi, lebih sederhana,lebih tunggal. Sedangkan alam duniawi lebih eksisten, kompleks, dan plural. Bangsa Indonesia pramodern memandang hidup dari arah rohani daripada duniawi. Inilah sebabnya penggunaan simbol warna lebih sederhana ke arah tunggal. Jika disebut buta warna, berarti buta duniawi, tetapi kaya rohani.
  • Berbagai perbedaan hanya dilihat esensinya pada perbedaan dasar, yakni laki-laki dan perempuan. Semua hal yang dikenal manusia hanya dapat dikategorikan dalam dualisme-antagonistik, laki-perempuan. Matahari itu lelaki, bulan perempuan. Dan puluhan ribu kategori lain.

    Pemisahan "lelaki"-"perempuan" itu tidak baik karena akan impoten. Potensi atau "zat hidup" baru muncul jika pasangan-pasangan dualistik itu diharmonikan, dikawinkan, ditunggalkan. Itu sebabnya tunggalnya merah dan putih menjadi dwitunggal. Satu tetapi dua, dua tetapi tunggal. Dwitunggal merah-putih menjadi potensi, zat hidup.
  • Harmoni bukan sintesis. Sintesis merah-putih adalah merah jambu. Bendera Indonesia tetap Merah Putih, dwitunggal. Dalam sintesis tidak diakui perbedaan karena yang dua lenyap menjadi satu. Bhinneka Tunggal Ika bukan berarti yang plural menjadi satu entitas. Yang plural tetap plural, hanya ditunggalkan menjadi zat hidup. Sebuah kontradiksi, paradoks, yang tidak logis menurut pikiran modern.
  • Dalam pikiran modern, Anda harus memilih merah atau putih atau merah jambu. Lelaki atau perempuan atau banci. Dalam pikiran pramodern Indonesia, ketiganya diakui adanya, merah, putih, merah jambu. Merah jambu itulah Yang Tunggal, paradoks, Zat Hidup, karena Yang Tunggal itu hakikatnya Paradoks. Jika semua ini berasal dari Yang Tunggal, dan jika semua ini dualistik, Yang Tunggal mengandung kedua-duanya alias paradoks absolut yang tak terpahami manusia. Tetapi itulah Zat Hidup yang memungkinkan segalanya ini ada.
  • Yang Tunggal itu metafisik, potensi, being. Yang Tunggal itu menjadikan Diri plural (becoming) dalam berbagai pasangan dualistik. Inilah pikiran monistik dan emanasi, berseberangan dengan pikiran agama-agama Samawi. Harus diingat, merah-putih telah berusia 6.000 tahun, jauh sebelum agama-agama besar memasuki kepulauan ini.
  • Warna merah, putih, dan hitam ada di batu-batu prasejarah, candi, panji perang. "Putih" adalah simbol langit atau Dunia Atas, "Merah" sim- bol dunia manusia, dan "Hitam"  simbol Bumi atau Dunia Bawah. Warna-warna itu simbol kosmos, warna-warna tiga dunia.
  • Alam pikiran ini hanya muncul di masyarakat agraris. Obsesi mereka adalah tumbuhnya tanaman (padi, palawija) untuk keperluan hidup manusia. Tanaman baru tumbuh jika ada harmoni antara langit dan bumi, antara hujan dan tanah. Antara putih dan hitam sehingga muncul merah. Inilah yang menyebabkan masyarakat tani di Indonesia "buta warna".
  • Buta warna semacam itu ada kain-kain tenun, kain batik, perisai Asmat, hiasan rumah adat. Meski dasarnya triwarna putih, merah, hitam, terjemahannya dapat beragam. Putih menjadi kuning. Hitam menjadi biru atau biru tua. Merah menjadi coklat. Itulah warna-warna Indonesia.
  • Kehidupan dan kematian
    Antropolog Australia, Penelope Graham, dalam penelitiannya di Flores Timur (1991) menemukan makna merah dan putih agak lain. Warna merah dan putih dihubungkan dengan darah. Ungkapan mereka, "darah tidak sama", ada darah putih dan darah merah. Darah putih manusia itu dingin dan darah merah panas. Darah putih itu zat hidup dan darah merah zat mati. Darah putih manusia mendatangkan kehidupan baru, kelahiran. Darah merah mendatangkan kematian.
  • Darah putih yang tercurah dari lelaki dan perempuan menimbulkan kehidupan baru, tetapi darah merah yang tercurah dari lelaki dan perempuan berarti kematian. Makna ini cenderung mengembalikan putih untuk perempuan dan merah untuk lelaki, karena hanya kaum lelaki yang berperang. Mungkin inilah hubungan antara warna merah dan keberanian. Merah adalah berani (membela kehidupan) dan putih adalah suci karena mengandung "zat hidup".
  • Mengapa merah di atas dan putih di bawah? Mengapa tidak dibalik? Bukankah merah itu alam manusia dan putih Dunia Atas? Merah itu berani (mati) dan putih itu hidup? Merah itu lelaki dan putih perempuan? Merah matahari dan putih bulan?Merah panas dan putih dingin? Artinya, langit-putih-perempuan mendukung manusia-merah-lelaki. Asal manusia itu dari langit. Akar manusia di atas. Itulah sangkan-paran, asal dan akhir kehidupan. Beringin terbalik waringin sungsang. Isi berasal dari Kosong. Imanen dari yang transenden. Merah berasal dari putih, lelaki berasal dari perempuan.
  • Jelas, Merah-Putih dari pemikiran primordial Indonesia. Merah-putih itu "zat hidup", potensi, daya-daya paradoksal yang menyeimbangkan segala hal: impoten menjadi poten, tak berdaya menjadi penuh daya, tidak subur menjadi subur, kekurangan menjadi kecukupan, sakit menjadi sembuh . Merah-putih adalah harapan keselamatan. Dia adalah daya-daya sendiri, positif dan negatif menjadi tunggal.
  • Siapakah yang menentukan Merah-Putih sebagai simbol Indonesia? Apakah ia muncul dari bawah sadar kolektif bangsa? Muncul secara intuisi dari kedalaman arkeotip bangsa? Kita tidak tahu, karena merah-putih diterima begitu saja sebagai syarat bangsa modern untuk memiliki tanda kebangsaannya.
    Merah-Putih adalah jiwa Indonesia....

 Dalam suatu kesempatan Sri Sultan Hamengkubuwono X pada pertemuannya dengan mahasiswa Sastra,  Monash University menyatakan bahwa : "

Bendera Merah-Putih, menurut Sultan, memiliki urutan sejarah yang panjang. Bukan hanya produk 17 Agustus 1945, melainkan produk sejak abad XII saat zaman Sriwijya di Palembang dan Singasari sampai ke zaman Mataram, yang dikenal dengan sebutan bendera "Gula Klapa". Bagi orang Jawa, lanjut Sultan, bendera Merah-Putih tak ubahnya seperti sebuah keris, yang merupakan personifikasi atas diri pemiliknya. Untuk itu kemudian muncul kepercayaan, bendera Merah-Putih tidak boleh diletakkan di tanah.  "Meskipun sebetulnya tidak apa-apa, tapi orang Jawa jelas tidak akan melakukan itu. Apalagi kalau Merah-Putih dibakar," ujarnya.

Sedangkan dalam masyarakat Jawa pada acara Slametan, Tumpengan dan hajatan khusus, ada sajian Bubur Sengkala (Bubur ketan Merah - Putih ) terdiri : Bubur Putih, Bubur Merah, Bubur Putih di tengahnya Merah, Bubur Merah di tengahnya Putih. Mengandung Filosofi: sama seperti diutarakan di atas, Putih artinya asal kehidupan, yakni sebelum manusia lahir berasal dari Sana, Kemudian ada Dunia/Bumi (merah) tempat manusia lahir, melalui pertemuan "Bapak" dan "Ibu"  kita ada ,simbolnya  Putih yang dalamnya Merah (waktu Ibu mengandung ada titik merah/janin kita, kemudian ketika kita lahir jadi manusia didalam kita ada roh suci, disimbolkan : Merah dalamnya Putih.

Jika di Tiongkok telah dikenal symbol YIN YANG sejak ribuan tahun silam , yang artinya kurang lebih mirip dengan Merah Putih,  maka bangsa kita juga mempunyai simbol Merah Putih, artinya bangsa Indonesia mempunyai pandangan holistik, tentang Makrokosmos dan Microkosmos Kehidupan yang sangat religius yang sangat nyata ditulis oleh Alam .

Maka memahami Merah putih, berarti memahami makna filosofis yang dalam mengenai Makna Kehidupan yang menjadi Simbol, Spirit, Jiwa bangsa Indonesia. 

(Tulisan ini dihimpun dari berbagai sumber, literatur, masukan, diskusi dengan beberapa tokoh, pinisepuh di berbagai pelosok Indonesia.)

Bagus Yudo Prayitno

(Pengamat Budaya Timur dan Praktisi Pendidikan)

Bookmark and Share

Tag/Label sang saka merah putih, gula klapa, dwitunggal, alam rohani dan duniawi
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
18 komentar pada warta ini
Selasa, 22-05-2007 16:28:51 oleh: Suhu Tan

Anehnya, pandangan holistik yang seharusnya sama dan manunggal dalam essensi, tapi menjadi sesuatu yang multi tafsir begitu kita melihatnya dari kaca mata agama.

Seperti ungkapan dibawa ini:

Manusia berusaha Tuhan yang menentukan,

Manusia berusaha dan manusia itu sendiri pulalah yang menentukan,

Mana yang benar ?

Ini kalau kita tarik ulur dengan segala kasus dan fenomena yang ada, pasti akan menghasilkan konklusi yang berbeda- beda.




Selasa, 22-05-2007 16:55:47 oleh: Bagus Yudo Prayitno

Sebenarnya multitafsir terjadi karena pengertian yang kurang mendalam dan holistik. Di Jawa ada namanya Ilmu Kasunyatan, artinya ilmu tentang kenyataan/kebenaran, bisa dipelajari oleh siapa saja, agama apa saja. Konsekuensinya, ilmu tersebut mengajarkan tentang "kebenaran yang satu".Seperti ilmu Fisika,matematika ada kebenaran absolut. Maka Kasunyatan mengajaran "Ilmu Pasti" yang mengajarkan kepastian hukum alam secara absolut, baik yang tampak, maupun tak tampak..Dan sangat Rasional (kacamata fisik, metafisik).
Makanya sejak dahulu orang Jawa menerima semua agama,kepercayaan dan bisa bertenggang rasa menjalankan ibadahnya masing2




Rabu, 23-05-2007 06:35:06 oleh: Retty

Terima kasih pak, lumayan juga untuk memperkaya ilmu...Bhinneka Tunggal Ika, biar berbeda-beda asal tidak tercerai berai...



Rabu, 23-05-2007 07:16:06 oleh: Bagus Yudo Prayitno

Iya bu Retty, kalau masing2 kita sadar akan kebhinekaan bangsa kita, dan mau bertoleransi spt nenek moyang kita dulu, pasti akan rukun, bersatu. Dan Negara kita bisa kuat, lebih kuat dari negara maju. Karena semuanya sdh kita punya, hanya yang belum kita punya "persatuan" yang bulat & kokoh .



Rabu, 23-05-2007 11:27:32 oleh: Wahjoe Witjaksono

Kalau waktu aku kecil berpikirnya lain, Kenapa bendera kita berwarna Merah Putih karena bendera penjajah warnanya merah-putih-biru, Untuk membedakan dengan penjajah warna birunya disobek jadilah merah putih, kenapa bukan warna merah yang di sobek? karena warna yang terdekat atau posisi terbawah adalah warna biru.



Rabu, 23-05-2007 12:30:51 oleh: Bagus Yudo Prayitno

Ha..ha..ha.. Mas Wahjoe ini guyon..Ya namanya maih kecil waktu itu ya...
Kan resikonya sama waktu ambil bendera, bisa ditembak sniper. Bendera diturunin dulu,baru dirobek kan...
Suwun mas tanggapannya...




Rabu, 29-08-2007 13:39:20 oleh: R.A.B Gandhi

Wah mendalam sekali ulasannya dan sangat menarik untuk dibaca. Mas Bagus, kalau ada yang filosofis2 begini dan terkait dengan budaya Indonesia terutama yang positif saya dikasih infonya dong. Btw, saya ada pertanyaan : bisa kasih contoh ga filosofi yang bener2 indonesia dan filosofi yang terpengaruh hindu-budha di Indonesia



Kamis, 30-08-2007 01:31:32 oleh: Bagus Y Prayitno

Memang dalam perkembangan filosofi bangsa Indonesia sangat besar terpengaruh oleh filosofi2 Hindu, Buddha, dan Islam.
Tapi dalam perkembangannya tidak bisa melepaskan dari akar budaya setempat. Ibarat makanan selalu ada bumbu asli wajib yang mesti ada dalam hidangan makanan orang kita. Misalnya dalam pewayangan, munculnya tokoh Punakawan (yang tidak terdapat dalm kisah asli Ramayana maupun Mahabrata) yang hadir dalam setiap episode Mahabrata atau Ramayana. Peranan tokoh ini sangat menentukan keberhasilan para Satria atau Raja sekalipun dalam melalui perjalanan hidupnya.
bahkan bisa dibilang "King Maker"nya, kekuatan dibalik sang Raja, Walaupun yang akan maju dalam peperangan adalah Para Satria.
Tokoh Punakawan ini bisa diartikan sebagai simbolisasi , pengiring kehidupan manusia yang wajib adanya. Bisa juga diartikan sebagai sosok yang memang benar2 ada disetiap perjalanan setiap tokoh pemimpin atau raja2 di Nusantara, yang mengemban, momong, penasehat spritual para pemimpin. Contohnya Sabdapalon dan Nayagenggong, dalam kisahnya ada sumpahnya akan kembali dalam 500 thn setlah ditinggalkan oleh momongannya Prabu Brawijaya terakhir, yang menjadi Sunan Gunung Lawu.

Masih banyak filosofi asli bangsa Indonesia yang bisa digali lagi diberbagai pelosok Nusantara, yang bisa jadi bahan tuntunan hidup budhi luhur. Tapi sayangnya banyak dari kita yang sudah meninggalkan dan asyik dengan budaya dari luar.

Contohnya beladiri kita Pencak Silat yang sebenarnya sudah bagus , komplit dan efektif tapi banyak orang kita ikut2an belajar beladiri luar gara2 terpesona melihat film steven seagal misalnya, lantas berbondong2 belajar aikido.
Padahal setelah diulas dan dikupas oleh pakar beladiri, ada kemiripan gerak dan efektifitas beladiri dengan silat kita.
Demikian sharing saya untuk sedikit filsafat2 dari bumi Nusantara. Lain kali sy coba kirim artikel2 lainya. Thanks atas tanggapannya.




Rabu, 02-04-2008 14:46:35 oleh: rustu omarov

sejarah merah putihnya, ada yang lebih lengkap tidak?
Warta di atas memang sudah mencukupi, tetapi menurut orang sekitar saya masih kurang. tolong di tambahkan.

Jaya untuk Indonesia!




Rabu, 02-04-2008 16:01:27 oleh: rustu omarov

sejarah merah putihnya, ada yang lebih lengkap tidak?
Warta di atas memang sudah mencukupi, tetapi menurut orang sekitar saya masih kurang. tolong di tambahkan.

Jaya untuk Indonesia!




Sabtu, 05-04-2008 08:42:40 oleh: Bagus Y Prayitno

Terima kasih pak Rustu, atas usulannya. Saya coba untuk mencari sumber-sumber lain untuk melengkapinya. Karena kalau dibahas di forum ini terlalu panjang dan lebar, jadi saya buat artikel diatas sebisa kemampuan saya.




Sabtu, 05-04-2008 10:35:03 oleh: Retty N. Hakim

Saya pernah baca bahwa orang Batak menggunakan warna merah, putih dan hitam untuk simbolisasi tiga dunia: manusia, dunia atas, dan dunia bawah. Kalau tidak salah juga menjadi lambang dari tiga penunjang kekerabatan (dalihan na tolu). Warna merah memang banyak diasosiasikan dengan darah, jadi warna merah pada rumah Batak Toba dipercaya dibuat dari tanah merah (batu hula) terkadang dengan campuran darah musuh yang dikalahkan. Literatur lain mengatakan warna merah melambangkan darah, sedangkan putih melambangkan tulang, hitam melambangkan rambut ...semuanya merupakan lambang manusia dimana darah akan kembali menjadi tanah, tulang akan menjadi batu, dan rambut akan habis terurai dalam tanah...

Sementara di Toraja, ada empat warna pokok, merah: warna matahari; Putih: warna Penguasa langit; Kuning: warna dewa-dewa; Hitam: warna pelambang nenek moyang dan dunia orang mati. Karenanya bila ada upacara adat yang berhubungan dengan kematian warna pakaian mereka adalah kuning dan hitam, sementara upacara yang merayakan kehidupan seperti kelahiran, pernikahan, dll memakai warna merah dan putih.




Sabtu, 05-04-2008 10:37:48 oleh: Retty N. Hakim

Sebenarnya ada versi lain tentang warna hitam rambut, yakni: rambut akan berubah menjadi arang. Yang mana yang lebih populer di kalangan orang Batak, mungkin ada yang bisa bantu?




Sabtu, 05-04-2008 17:57:47 oleh: Bagus Y Prayitno

Mbak Retty makasih atas tambahannya,
memang sepertinya nenek moyang bangsa Indonesia yang satu rumpun, mempunyai basic culture yang hampir sama. Karena kedekatannya dengan alam dan harmonisasi dgn alam , sehingga apa yang dilihat , diamati, dirasakan dan akhirnya diselaraskan dengan kehidupannya sehari-hari dan akhirnya manjadi filosofi yang bijak dan arif pada keselarasan alam dan manusia.

Mbak retty , kalo ada lagi info atau sejarah2 lain mengenai merah putih, boleh di share sama kita2. Untuk menambah lengkapnya pengetahuan dan kecintaan kita pada tanah air Indonesia...




Jumat, 18-04-2008 14:28:05 oleh: mr JaYuZ

gak ada yang lebih lengkap
zzzzzzzzzzzzz
ada gak ya bwuat tugas neeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1




Rabu, 12-08-2009 11:16:35 oleh: sofyan zulkarnaen

Kita semua berasal dari satu keturunan & satu agama. Nenek moyang kita berasal dari satu tempat yang kemudian keturunan mereka menyebar menurut keinginan masing-masing (Sama seperti halnya kita tinggal berpisah dari saudara kita karena merantau, padahal berasal dari satu rumah).
Selama merantau mereka menemukan banyak sekali temuan, pelajaran dan pengalaman. Sehingga membentuk persepsi dan pengajaran yang diwariskan kepada keturunannya. Wajar di berbagai wilayah budayanya berbeda.
Saya yakin bahwa Merah Putih berasal dari ajaran Yang-Yin (penguasa langit yang merah/bapak & penguasa bumi/putih/ibu). Di Asia Tenggara terkenal dengan Po Yang & Mo Yang (Siam), Yhaam & Yheem (Munda), Poyang & Moyang / Ame & Ine (Melayu), Poyang Ame & Poyang Ine (Kamboja), Sunan Bapa & Sunan Ambu (Sunda), dll. Karena di wilayah Nusantara waktu itu belum mengenal tulisan maka ajaran ini disampaikan dari mulut ke mulut (tidak seperti di China yg sudah mengenal tulisan). Jadi ajaran ini rentan berubah versi ketika berganti zaman & tempat karena manusia itu pelupa & gampang terpengaruh.




Rabu, 12-08-2009 23:12:28 oleh: Bagus Y Prayitno

Terima kasih pak Sofyan...
menurut sy kok asal penduduk suatu daerah bukan dari satu tempat saja.. karena terlihat perbedaan fisik (genetika) yg jelas, mis:bangsa afro/ yg hitam , bangsa kauskatik> berkulit putih, mongoloid > berkulit kuning..
Sedang bangsa indonesia umumnya berkulit sawo matang..
Kalo dibilang kita berasal dr Yunan, apakah sdh benar2 tepat? krn sampai saat ini orang yg keturunan (gen) mongolid tetap saja berkulit kuning,dan bermata sipit.. Sdg Org jawa mis, berkulit sawo matang, mata lebar. Walau terjadi migrasi sdh puluhan ribu thn yg lalu..
Jadi tetap ada suku asli dan suku pendatang..
itu baru segi fisik..

Kalo dari segi budaya dan ajaran..DUALISME ...
YIN YANG adalah simbol di Tiongkok utk dualisme dalam alam semesta... hitam-putihm gelap terang, laki-perempuan..yang diketemukan oleh FUXI, penemu kitab I Ching, kitab perubahan..

Dualisme dlam alam semseta adalah sesuatu yg sifatnya hakiki, ada dan direspon oleh semua manusia dimuka bumi..

Sedangkan tiap bangsa didunia punya bahasa dan cara sendiri utk menyampaikan dualisme tsb.
nenek moyang kita sendiri pun punya cara, bahsa, budaya dalam menyampaikan DUALISME ALAM SEMESTA tsb..

Nenek moyang kita juga sdh mengenal tulisan, sebenarnya jauh sebelum aksara HONOCOROKO 78-79 M, tetapi kurang lebih 4900 thn SM , sdh mengenal tulisan, yg tercantum dalam prasasti HOSOKO DJOWO..
Suatu ajaran agama, kebajikan, budipekerti, dasar dari sedulur papat limo pancer,dan tatanan hidup manuisa dan sang pencipta cara, hidup ditanah jawa, serta ajaran2 kebajikan yg lainya.

bbrp info bisa diintip disini :
http://www.youtube.com/watch?v=dxDSFf1I8PI
http://pdf-search-engine.com/hosoko-djowo-pdf.html







Jumat, 13-11-2009 17:16:27 oleh: Firmana Subhi

saya mendapat informasi dari orang-orang tentang sejarah dan perlakukan terhadap Bendera Merah putih yaitu lambang Negara Indonesia dalam dunia pendidikan yaitu dalam kegiatan Paskibra. Bahwa, Bendera itu tidak boleh kotor, tidak boleh di bawa balik kanan, tidak boleh kehujanan juga tidak boleh di bentangkan di sembarang tempat. Tetapi, setelah saya lihat dan saya perhatikan, masih banyak orang yang kurang peduli terhadap peraturan itu. Dengan garis besar mereka tidak begitu mengharagi dan menghormati para pahlawan dan pejuang Indonesia yang telah bersikeras melindungi Negara Indonesia dengan nyawa sendiri ditengah-tengah berjatuhannya bom dan granat dari para penjajah. Tolong beri saya penjelasan tentang semua ini, khususnya sejarah Bendera Merah Putih Negara Indonesia. Terima Kasih........



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY