Workshop Maenpo Cianjur
Inilah acara puncak wisata silat. Singkat kata, Minggu 13 Mei 2007 tepat pukul 8.30 semua peserta sudah duduk manis di Gedung DKC dan menantikan acara puncak ini. Uniknya peserta yang hadir di ruangan pertemuan sangat banyak mencapai seratus orang lebih. Banyak peserta dan wartawan yang datang kemudian.
Acara dibuka dan dimoderatori oleh Pak Bambang dan Uda Alda. Dengan tepat dan singkat, dalam sambutannya, koordinator forum dengan singkat padat dan jelas mengatakan bahwa tujuan utama forum hanyalah untuk menjadikan pencak silat ‘sebagai tuan di rumahnya sendiri dan dicintai oleh, khususnya, kaum mudanya'....
Setelah itu moderator pembicara ditangani oleh Bp Memed, sekaligus pembicara tunggal untuk sejarah maen po Cianjur. Dengan cukup panjang dan detil, Bp Memed menerangkan sejarah maen po Cianjur mulai dari Rd. Ibrahim hingga saat ini; disinggung juga berbagai filosofi yang sangat dalam baik yang terkandung dalam gerakan maupun dalam budaya setempat.

(wajah para pembicara dan sesepuh maenpo cianjur)
Acara kemudian menonton ‘layar tancep' atraksi jurus-jurus dari Cikalong, Sabandar dan Cikaret ketika ada syuting dari Eric, tamu dari Perancis.
Tanya jawab menyusul kemudian yang dengan antusias diikuti oleh hadirin workshop. Dan akhirnya, para sesepuh pun menampilkan ilmu mereka tanpa ada yang ditutup-tutupi. Benar-benar kesempatan langka dan sangat berharga.
Bahkan peserta mendapat kesempatan untuk ‘merasakan' energi dan rasa dari masing -masing aliran. Mulai dari Cikalong yang lembut maupun versi yang keras, Cikaret yang berprinsip melumpuhkan lawan secepatnya sebelum serangan lawan sampai, sehingga terkesan cepat-keras-telengas, Sabandar dengan permainan napas dan rasa yang dalam tahap tertentu bisa melumpuhkan lawan tanpa jarak. Sungguh menarik, sesepuh tanpa enggan dan segan menunjukkan isi dalam ilmu mereka, karena peserta silat sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Suatu anggapan yang mengharukan...
Bahkan ketika acara usai pun, peserta yang masih ‘haus' tetap berkesempatan untuk mencoba langsung dengan berbagai sesepuh adan alirannya.
Baru kali itu peserta melihat apliksi ‘rasa anggang' atau pun ‘rasa sinar' yang dapat mejatuhkan/menghadapi musuh dengan jarak beberapa meter jauhnya. Juga aplikasi dari
sabandar dengan tehnik napasnya. Tidak kalah heboh, dari Cikaret yang suangat cepat dan terkesan keras-telengas itu...
Demikian sulit melukiskan suasana ini semua dalam kata-kata...
Sungguh suatu kekayaan budaya yang membuka mata semua peserta Wista Silat akan ‘emas-permata' yang demikian berharga dari budaya sendiri, khususnya budaya Cianjur
Tak terasa sudah demikian sore dan peserta pun dengan enggan
kembali ke bisnya. Dalam perjalanan, peserta mendapat kesempatan untuk membeli asinan, tauco dan oleh-oleh khas Cianjur lainnya; dan juga bersilahurahmi ke rumah Pak Haji Aziz, sesepuh Cikalong pancer bumi; yang juga berfungsi sebagai padepokan Cikalong Pancer Bumi sebelum akhirnya kembali ke Jakarta.
Di bis pun peserta masih ramai membicarakan pengalaman suangat menarik itu. Gelak tawa dan keakraban masih menyelimuti sepanjang perjalanan yang kadang-kadang diselimuti juga dengan kesunyian, karena sebagian terlelap oleh rasa lelah.
Namun semua peserta menyatakan bahwa mereka puas. Sungguh behagia mengenal dan mencicipi kekayaan budaya sendiri, maen po Cianjur.
Muncul tekad kuat dalam dada:
MARI KITA LESTARIKAN PENCAK SILAT TRADISONAL, KEKAYAAN BUDAYA KITA......
Sumber: www.silatindonesia.com