Stevan Ramadhan

Dikti Melarang Perkuliahan Sabtu-Minggu

Selasa, 08-05-2007 14:41:16 oleh: Stevan Ramadhan
Kanal: Peristiwa

Direktorat Jenderal (Ditjen) Perguruan Tinggi (Dikti), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melarang model perkuliahan Sabtu-Minggu dan program kelas jauh, karena dianggap menyimpang. Ijazah para peserta kuliah Sabtu-Minggu dan Program Kelas Jauh, dianggap tidak sah.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Dikti, Depdik- nas, Satryo Soemantri Brodjonegoro, dalam SP di Jakarta, Jumat (4/5). "Masih banyak PT yang memudahkan kelulusan mahasiswa. Misalnya, program kelas jauh dan perkuliahan Sabtu/Minggu. Karena ini kami mengeluarkan surat edaran (SE) yang melarang program seperti itu," tegas Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Dikatakan, surat edaran yang dikeluarkan Dikti itu adalah Surat Edaran Direktur Kelembagaan Dirjen Dikti No 595/D5.1/2007. Terhitung sejak tanggal 27 Februari 2007 melarang model Kelas Jauh dan Kelas Sabtu/Minggu. "Karena kita lihat penyimpangan suatu program di PT yang memudahkan untuk kelulusan peserta didik. Itu perilaku dari PT sendiri," kata Satryo.

Satryo mengatakan, kalau perkuliahan bagi karyawan seharusnya PT mengikuti aturan Dikti mengenai perkuliahan non regular. "Kami telah melayangkan surat peringatan kepada PT-PT yang meyelenggarakan model seperti itu," katanya.

Satryo mencontohkan, ada kuliah paruh waktu yang memudahkan kelulusan mahasiswanya. "Ini kan menyimpang. Misalnya, kuliah normal saja empat tahun. Namun, ada yang cepat. Kita inginnya ada asas kepercayaan," katanya.

Disinggung mengenai sanksi, Satryo menegaskan, jika surat peringatan untuk mengikuti aturan yang berlaku tidak dipindahkan, PT yang bersangkutan bisa ditutup. "Kalau memang benar-benar terbukti, ya bisa saja PT itu ditutup," katanya.

Kelas jauh dalam bentuk apapun dilarang pelaksanaannya, karena bertentangan dengan Peraturan Pemerintah No 60/1999. Juga dalam Surat Edaran Direktur Kelembagaan Dirjen Dikti Nomor 595/D5.1/2007 terhitung sejak tanggal 27 Februari 2007 telah melarang model Kelas Jauh dan Kelas Sabtu/Minggu dan menetapkan bahwa ijazah yang dikeluarkan tidak sah dan tidak dapat digunakan terhadap pengangkatan maupun pembinaan jenjang karir/penyetaraan bagi Pegawai Negeri Sipil, TNI, dan Polri.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depdiknas Bambang Wasito Adi mengimbau, masyarakat untuk ikut aktif memerangi makin menjamurnya program kelas jauh yang banyak ditawarkan baik oleh PT. Pasalnya, meski sudah ada larangan dari Departemen Pendidikan Nasional mengenai keberadaan kelas-kelas jauh namun kenyataannya kelas-kelas jauh itu kian bertambah subur.

Sejauh ini, lanjutnya, penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (bukan kelas jauh) ditangani oleh Universitas Terbuka (UT) yang ijazahnya diakui oleh negara. PTN dan PTS dalam waktu mendatang boleh membuka pendidikan jarak jauh dan bukan kelas jauh dengan mengusulkan pelaksanaan pendidikan jarak jauh berdasarkan rambu-rambu yang berlaku.

Tak Berlandasan

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Suharyadi, kepada SP, menyayangkan surat edaran Dikti tersebut. Pasalnya, tidak semua PT berperilaku seperti keterangan dalam SE Dikti itu. "Tidak semua PT berperilaku seperti itu. Seharusnya Dikti melihat itu dan tidak menyamaratakan," katanya. Suharyadi mengemukakan, Dikti harus mengawasi ketat PT yang berperilaku seperti yang tertuang dalam SE itu.

"Saya belum menemukan landasan hukumnya atau UU-nya yang menyatakan bahwa kuliah Sabtu dan Minggu dilarang. Ini kan sebenarnya menolong mahasiswa yang memiliki kesibukan. Lagi pula, program yang dibuat juga tidak main-main. Model ini bahkan sudah melalui kajian-kajian," katanya.

Suharyadi menambahkan, seharusnya Dikti membenahi sistem PT dan mengawasinya dengan ketat. "Saya sangat setuju jika ada PT yang memudahkan kelulusan dengan cara- cara yang tidak sesuai dengan aturan pendidikan ditutup. Tapi, jangan semua PT digeneralisasi. Masih ada PT yang menyelenggarakan kuliah Sabtu dan Minggu itu, kualitasnya sangat baik," katanya.


Sumber: Suara Pembaruan edisi 8 Mei 2007

Bookmark and Share

Tag/Label pendidikan, kuliah sabtu-minggu, program kelas jauh, perguruan tinggi
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
32 komentar pada warta ini
Selasa, 08-05-2007 15:18:59 oleh: nicko

aku juga lulusan PKSM (program kuliah sabtu minggu)
ga ada masalah di kantor..


^_^
mungkin maksudnya lulusan PKSM yang nganggur kali..
hehehe




Selasa, 08-05-2007 19:36:41 oleh: GUS WAI

Kalau memang betul adanya pelarangan itu, tidak usah dipatuhi.Kita patut tunduk kalau untuk sesuatu yang baik. Untuk sesuatu yang merugikan kepentingan masyarakat tidak usah diperdulikan.Memangnya pemerintah perduli dengan pendidikan?



Kamis, 17-05-2007 11:12:37 oleh: YAN

Apa bedanya kuliah sabtu minggu dgn hari biasa, yg penting setiap PT mengawasi ketat kelulusannya dan jangan mempercepat program pendidikan.



Senin, 21-05-2007 13:50:04 oleh: FitCan

Dikti Emang kurang kerjaan dech, bukannya dulu dikti yang memberi izin PT untuk mengadakan program kuliah sabtu minggu. sekarang muncul masalah seperti ini, karena ada oknum PT yang menyalah gunakan kebijakan tersebut, Saya adalah mahasiswa PKSM, tapi menurut saya, tidak semua PT seperti itu, karena mereka juga mempertaruhkan Akreditas dari program studi mereka.

Ga mungkin lah PT sembarangan dalam mengadakan program pendidikan.




Senin, 21-05-2007 14:22:03 oleh: adrian sigmananda

kalo begini, gimana nasib kami2 yang tidak punya waktu luang untuk kuliah.
amanat UUD 45 khan ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, apa kami harus jadi kuli orang2 asing. sedangkan kami benar2 belajar untuk memperoleh gelar tersebut.
kelas jauh-lah yang perlu dipertanyakan, masih banyak PTN yang memanfaatkan ketenarannya untuk membuka kelas jauh




Selasa, 29-05-2007 22:19:05 oleh: cemen bin cemen

Masih banyak pemuda indonesia yang ingin maju walaupun dengan keadaan yang "tidak memungkinkan" contohnya waktu dan uang,pksm adalah salah satu jalan tengahnya,istilahnya kerja jalan kuliah jalan,ngapain Dikti ngelarang-larang khan dulu yang ngijinin juga Doi sendiri,memang ada oknum PT yang nakal tapi Muasih banyak PT yang berniat baik dan " gak Nakal " jangan sama ratakan dong....!!!! Saya berani bicara karena saya juga kuliah pksm.Mohon dikti ngurusin mahasiswa-mahasiswi yang bandel bandel aja yang suka bikin filem gak bener,,Kami di pksm cuma mau belajar dan mengangkat taraf hidup kami aja,,,,



Kamis, 31-05-2007 18:36:04 oleh: Mahasiswa PKSM

Saya punya beberapa orang teman yang udah jadi Sarjana ( Lulusan Univ. Terkenal loh !!!! - Reguler), tapi waktu mereka mau cari kerja mereka minta diajarin sama saya semua mata kuliah yg udah pernah mereka dapetin waktu kuliah. Padahal saya aja belum LULUS !!! Kata mereka, mereka gak ngerti sama pelajaran waktu kuliah.....
TERBUKTI KHAN ???? Kelas Reguler and Univ. Terkenal gak menjamin kualitas... Yang namanya kuliah sih tergantung mahasiswanya, mau PKSM or Reguler yg penting mahasiswanya mau belajar atau gak....
hehehehehe.... :)




Sabtu, 09-06-2007 11:31:53 oleh: santoso

Keliatan kalo dikti ngalor ngidul. . .

Gimana dengan mereka yang tidak punya waktu luang untuk kuliah (karyawan yg berprestasi).
Amanat UUD45 adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, apakah org-2 pinter yg berpotensi berkembang juga harus terus dijajah oleh org asing. Sedangkan mereka benar2 belajar untuk memperoleh gelar tersebut. Kenyataannya banyak karyawan yg memilih kerja dulu baru kuliah oleh karena tak punya dana untuk kuliah. Dan banyak juga yg punya dana, bisa kuliah tapi setelah lulus tak bisa memberi kontribusi terbaik bagi bangsa (alias tu-la-lit tapi berijasah).




Rabu, 13-06-2007 15:51:41 oleh: Ishaq Badriah

Saya salah seorang mahasiswa PKSM. Saya masih bingung alasan REAL, kenapa DIKTI melarang kuliah di hari sabtu & minggu. Padahal Jumlah sks & pertemuan di kelas sama dengan yang reguler yaitu 16 pertemuan tiap semester termasuk UTS & UAS. kami juga wajib mengerjakan setiap tugas yang diberikan dosen kepada kami. Saya pilih hari sabtu & minggu karena pada hari itu saya tidak kerja. Kalau kuliah malam tidak mungkin karena jam pulang kantor saya jam 17.30. Kalo DIKTI melarang Perkuliahan Sabtu Minggu, berarti DIKTI melanggar HAM Saya untuk memperoleh Ilmu. Kita sebagai Muslim di anjurkan mencari Ilmu sampai ke Liang Lahat. Saran Saya : DIKTI harus memberikan Pernyataan, Perkuliahan Karyawan Model Apa yang boleh kita Ikuti tapi harinya tetap Sabtu Minggu Boleh. Agar kita para mahasiswa yang kuliah sabtu minggu menjai tenang dalam belajar. Terima Kasih



Kamis, 21-06-2007 21:58:21 oleh: ryan

saya kerja sambil kuliah krn keluarga gak sanggup tuk mbiayai kuliah saya, dan saya pun harus kerja lembur sampe malam buat bisa bayr kuliah,,, menurut saya kelas karyawan para mahasiswanya lebih serius n cepat nangkep karna langsung terjun didunia kerja, itu sring diakui oleh para dosen, mahasiswa reguler kuliahnya lebih banyak yg hancur karna gak tau rasanya cape cari duit buat kuliah,,tau cuma minta doang sama ortunya,,,



Minggu, 01-07-2007 08:57:56 oleh: Jhoni Marcos

aduh..pemerintah makin ga care aja sama rakyat'y dan mau enak'y aja. kalo mau nindak yang bermasalah, mbo' yang ga bersalah jangan ikutan kena imbas'y donk!!! sungguh nggak bijaksana..kalao bisa kita analogikan, itu sama aja "mau nangkep satu teroris di suatu kampung, sekampung-kampungnya di BOM!!" gila kan??? terus satu lagi, kenapa UT itu bisa disahkan yang jelas2 ga lebih efektif sistem belajar'y kalo dibandingkan dengan PKSM?? Tanya Ke..Napa????



Minggu, 01-07-2007 09:05:36 oleh: Lutfi

Tolong untuk bapak2 dan ibu2 yang berkompeten di DIKTI, jangan menyamaratakan semua universitas yang menyelenggarakan kuliah sabtu-minggu seperti surat edaran yang Anda keluarkan bahwa kuliah program sabtu minggu tidak sah, dan ijazahnya tidak diakui Depdiknas. Tolong pakai nurani Anda dalam mengeluarkan Surat Edaran, Karena itu juga sudah melanggar hak kita untuk memperoleh pendidikan. Jangan sebatas Analisa kasat mata dan perhitungan matematis Anda. Kalau saya lihat Program Kuliah Sabtu Minggu jauh Lebih baik dari pada Program Universitas terbuka.



Minggu, 01-07-2007 09:47:16 oleh: Jumah

Yth. Kepada Bapak DIKTI
Tolong...tolong ditinjau kembali, keputusan larangan kuliah sabtu minggu ini, karna anda sudah mengeluarkan izin perkuliahan sabtu minggu, sekarang kok dilarang




Minggu, 08-07-2007 09:48:02 oleh: Ahmad

DIKTI tidak punya nurani karena membelenggu hak karyawan yang hanya punya waktu sabtu dan minggu utk nuntut ilmu. Gue udah capek banget nih dari senin sampai jumat nyari duit untuk kuliah, eeh DIKTI melarang gitu aja, kenapa sih loh DIKTI? Kebangetan..!
Gimana mau maju bangsa Indonesia ini, k-lo PKSM aja dilarang. Gue berani bandingin PKSM sama reguler, kayaknya lulusan PKSM lebih berkualitas deh, karena mahasiswanya tau bener bagaimana susahnye cari duit..
Pleaze deh ah DIKTI cabut SE elu, sebelum kite sendiri yg nyabut hehehe




Minggu, 08-07-2007 10:02:29 oleh: opi

Mari kita sama-sam singsingkan lengan baju untuk memerangi semua ini karena niat kita hanya untuk belajar dan belajar mengapa belajar saja dipersulit seperti ini.

mari kita bersama sama lawan penindas dan pemberi keputusan ini untuk menghilangkan resah dan gelisah di hati kita ini........




Sabtu, 24-11-2007 07:49:42 oleh: Kurniawan

Siapa yg berani larang kuliah sabtu minggu.
Saya sudah konfirmasikan ke salah satu tokoh pendidikan di negeri ini yakni Prof. Dr. H. M. Amien Rais, beliau saja mendukung dengan adanya kuliah satu-minggu.
Persetujuan Pak Amien Rais ini akan beliau sampaikan ke Menteri pendidikan Bambang Sudibyo yang juga orang PAN (anak buah Amien Rais)....




Selasa, 08-01-2008 15:05:44 oleh: darwani

ass. saya adalah mahasiswi kuliah jarak jauh di salah satu universitas swata dibengkulu,kebetulan saya jg baru masuk(semester 1),alasan saya mengikuti kuliah ini adalah karena jarak tempuh antara tempat saya dengan universitas negri sangat jauh dan juga kebetulan saya sudah bekerja disini. yang mau saya tanyakan :
1. apa bener peraturan itu di terapkan untuk seluruh wilayah indonesia? kalau itu benar kenapa sampai sekarang di daerah tempat saya masih diadakan kuliah jarak jauh ini?dan sepertinya tidak ada juga pemberitahuan/larangan dari pemerintah(diknas) setempat untuk mengikuti perkuliahan tersebut atau bahkan menutup universitas tersebut.
2. kalo peraturan dikti itu benar saya mohon untuk dikti (pihak2 yang terkait) untuk menindaklanjuti universitas tersebut dengan tegas agar tidak terlalu banyak korban/ pihak yang dirugikan.sekian terima kasih







Sabtu, 26-01-2008 09:12:58 oleh: Tifa

Ah... jangan senang mengeluarkan peraturan aja dong boss... Pikirkan dan carikan solusi yang terbaik buat para pegawai yang ingin pinter, maju dan berkarir baik juga. Ayo, jalan terus yang mau belajar, biar kalo kita udah jadi pejabat bisa jadi orang yang bijaksana dan memikirkan rakyat jelata yang kepingin pinter.



Rabu, 30-01-2008 12:09:37 oleh: erwin triyuswanto

Wah...jadi bingung nih, bagi kita yang ingin kuliah sabtu minggu...siapa yg bisa bantu menjelaskan supaya kita bisa yakin untuk tetap kuliah di PKSM...thanks...



Senin, 04-02-2008 10:32:04 oleh: eva

Kuliah sabtu minggu merupakan kemudahan bagi mahasiswa yang sebagian besar adalah pekerja, tdk semua yg kuliah sabtu minggu keluarga jadi tdk harmonis, flexibilitasnya karena bagi pekerja untuk kuliah sore sangat banyak kendalanya selain cape, jam pulang kantor yang mestinya jam 5 pun sering mundur karena bos menginginkan lembur, klo dah gitu kuliah sore sering tidak ikut dan kadang ujianpun tidak bisa ikut karena kesibukan di kantor. saya kuliah sabtu minggu justru dipilihkan suami, mau yang sore atau sbtu minggu, suami memilih mendingan sabtu minggu dan saya juga setuju karena waktunya fleksible, nggak kemrungsung, tidak terlalu cape, pelajaranpun mudah diserap. tinggal peraturan yang ketat saja dari pihak universitas supaya kuliah sabtu minggu punya kredibilitas yang bagus. Sekarang ini kemampuan perusahaan menguliahkan pegawainya terbatas dan paling banter untuk yang berprestasi dan yang pinter saja, sedangkan yang belum punya kesempatan untuk berprestasi tapi punya kemauan keras untuk maju akhirnya kuliah biaya sendiri. maka ada 3 opsi untuk kuliah bagi mereka :
1. reguler ( jelas tdk mungkin karena bentrok dg jadwal kerja )
2. kuliah sore ( kendalanya banyak, kadang bentrok dg jadwal kerja, cape,akhirnya tdk konsentrasi thd pelajaran, paling sebal klo udah dibela-belain masuk eh dosennya tdk datang alias jam kosong )
3. sabtu-Minggu ( walopun jadi tdk punya hari libur, namun kualitas penyerapan pelajaran fresh karena tdk terlalu cape, sayapun tetap punya waktu untuk keluarga walo sedikit, sangat membantu karyawan dalam mengatur waktunya antara bekerja dan belajar )
Kalo diluar negeri hal itu sudah hal yang biasa mengapa di sini pun tidak ? tinggal kualitas dari perbedaan waktu itu ditingkatkan lagi dengan peraturan2 yang ketat sama seperti kuliah reguler dan kuliah sore.
Betapa tambah bodohnya bangsa ini bila kemauan belajar bangsanya tehambat oleh peraturan yang sebenarnya bisa dirubah dan dijadikan lebih baik lagi supaya bisa mencakup semua aspek kepent




Rabu, 30-04-2008 20:13:16 oleh: SUMANTO

surat edaran yang dikeluarkan Dikti itu adalah No 595/D5.1/2007 singkirkan jauh-jauh . . . . . . .
Tanpa adanya dasar hukum yang jelas kenapa mesti dihiraukan . . .
Kepada Pemerintah !!! khususnya DEPDIKNAS jangan mudah mengeluarkan SE..... hati-hati donk.....
MAJU INDONESIAKU !!!!!!!




Senin, 26-05-2008 11:34:58 oleh: Den Bagus

Gitu aja kok dipikirin...

Emangnye Dikti mau mikirin kita...???

Kalo gak pernah mikirin kita, ngapain kita pikirin...

Nambah-nambahin pikiran aja...

Gitu aja kok repot-repot... sih...!!!




Sabtu, 15-11-2008 12:51:15 oleh: aangsubhan

Salam perdamaian...
saya pikir itu mah hanya provokasi dari Perguruan Tinggi - Perguruan TInggi kompetitor aja.. liat dong UT (Universitas Terbuka)...
coba dech buka mata... buka telinga... dan buka hati...!!




Jumat, 02-01-2009 09:51:23 oleh: Faaza

Ada-ada aja manusia jaman sekarang ... yang penting SDM bermtutu mo reguler kek.... mo PSM kek .....kan seleksi alam bo..... !



Senin, 12-01-2009 10:53:13 oleh: Cintya

Alo semuanya...Bantu aku dund.Aku baru mau kul sabtu minggu,tp jd ragu krn berita kyk gni.Ada yg tau sebenarnya dr masalah ini ga?Sbnrnya msh sah ato ga bwt kul sbt mggu ini.?Please bantuannya



Rabu, 25-02-2009 08:22:46 oleh: bagus

lau bkin perturan hrs dipljari dulu donx,jgn asal bkin,emangnya dikti mau mikirin pendidikn kami2 ini, klau boleh jujur UT tu gak lebih baik kok dr kuliah jrak jauh yang diadakan oleh PTS2 yang ada, trgantung manusianya....thanks ya dikti atas SE nya yang menyengsarakan kami



Sabtu, 06-06-2009 16:07:21 oleh: erwin triyuswanto

teruskan kuliah cintya, awalnya sy juga ragu tuk kuliah sabtu minggu, tp sekarang ga ada masalah tuh...sy udah kuliah sekarang...



Selasa, 16-06-2009 12:48:39 oleh: erma dewi

dikti yth,
menurut saya bapak harus melakukan seleksi dan keluarkan lewat internet PT - PT mana aja yang diizinkan dan yang tidak diizinkan,agar masyarakat juga bisa lebih was - ws jika ada penipuan sekaligus nomor izin nya pak.
oy pak kalau di daerah bengkalis riau kira2 yang telah terdaftar alias dapat izin ada ga pak?
syukron atas your answer nya pak




Selasa, 16-06-2009 12:58:54 oleh: zahro

hayyyaaaa.....
apo ecaan????
toh pak e-mail rakyat nya pada gak dukung bapak

pak, kasian yang udah kuliah jarak jauh, kan bayarnya juga lebih mahal dari kuliah biasa...
semakin pushiiing kami pak,
dari pada rakyat indonesia gak cerdas, gak salah dong dicerdaskan dengan kuliah ini.dari pada gak kuliah sama sekali....




Minggu, 07-10-2012 20:40:20 oleh: sadur

Bagaimana nasib guru yang honornya dilampung tahun 2000 sampai sekarang tapi mendapatkan ijazah dari pulau jawa tahun 2010/2011, dan mereka sudah sertifikasi apa hal ini tidak bertentangan dengan SK DIRJEN DIKTI.....



Kamis, 16-05-2013 22:31:22 oleh: Geofandy adiputra

banyak dosen yang juga mengambil kelas jauh ketika tertumbuk dengan aturan harus bergelar S2, dan ini terbukti di Maluku khususnya Sekoah Tinggi Ilmu Ekonomi Sumlaki (STIESA) dan kuliahnya di tempat hanya 3x langsung ujian dan skripsi dalam minggu itu juga, praktek ini dibuat atas kerja sama STIESA dengan Universitas Teknologi Suragaya (UTS) yang notabene pernah kasus serupa bagaimana pula ini???? intelektual dosen rendah mahasiswa gendeng...!!!



Minggu, 03-11-2013 23:04:02 oleh: rudinal kartiwa

sebaiknya dirjen dikti memantau dan memfasilitasi kualitas kelas Sabtu - Minggu supaya mutunya terjamin. Tolong bapak tidak mengukur orang lain oleh diri sendiri



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY