Lita Mariana

Dusta Terapi Ear Candling

Minggu, 15-04-2007 20:51:06 oleh: Lita Mariana
Kanal: Kesehatan

Dusta Terapi Ear Candling

Ear candling. Lilin yang digunakan adalah lilin berbentuk tabung berdiameter kecil, yang telah direndam dalam beeswax atau parafin dan dibiarkan hingga mengeras. Sesuai namanya, terapi ini dilakukan dengan menyalakan lilin khusus yang diletakkan di liang telinga. Tentu saja 'pasien' harus berbaring miring ke satu sisi, sementara 'terapis' menyalakan lilin dan membiarkannya terbakar selama beberapa menit. 

Prosedur ear candling

Lilin dinyalakan. Lilin yang terbakar akan 'dijaga', dengan menggunakan semacam tusuk gigi untuk mempertahankan agar lubang di puncak lilin selalu terbuka selama proses berlangsung. Setelah lilin dimatikan dan disingkirkan, sebungkah kapas padat digunakan untuk membersihkan kotoran telinga yang nampak, dan seringkali diperoleh 'minyak telinga' (ear oil).

Beberapa praktisi meletakkan lilin yang masih panas itu di dalam semangkuk air, dan mengklaim bahwa semua yang ada di dalamnya -yang bukan beeswax- adalah kotoran telinga, kulit mati, residu obat, atau 'peninggalan' infeksi ragi di waktu lalu (yang kesemuanya belum ada buktinya).

Prosedur terapi ini mestinya menciptakan kehampaan ringan (hampa dalam artian tekanan udara di bawah tekanan udara atmosferik/ruang), yang dapat menarik kotoran telinga (earwax, cerumen) keluar dari liangnya.

Apa yang diklaim?

Sesuai yang saya lihat di televisi, terapi ini mengklaim mampu melakukan sesuatu pada sinus, membersihkan kotoran, melegakan, dan mengurangi sakitnya. Katanya pula, penderita sinusitis rongga hidungnya basah (??), dan terapi ini dapat membuka salurannya.

Terus terang saya kurang mengerti. Ya kata-katanya, ya klaimnya. Mungkin ini karena reporternya (yang menjalani terapi) yang bercerita, bukan terapisnya.

Beberapa pendukungnya mengklaim bahwa pengotor (impurities) dapat disingkirkan dari telinga bagian dalam, sinus fasial (rongga sinus di daerah wajah), atau bahkan otak (hah?!), yang kesemuanya entah bagaimana terhubung ke liang telinga. 

He? Ada kanal dari otak saya ke telinga? Astaga. Mungkin saya jangan terlalu keras belajar, menjadi pintar, dan berotak encer. Nanti malah meleleh ke luar dan saya rugi. Ups. Maaf. Hiperbolik.

Dia mengatakan bahwa candling akan menyingkirkan ragi dan membersihkan sinus. Dia juga bilang, khususnya jika kita hidup di lingkungan perkotaan, candling akan membantu mengeluarkan banyak kotoran dan polutan yang dapat terakumulasi di dalam telinga. [Testimony of an injured victim]

Hampir semua paket pengarahan mengindikasikan bahwa telinga akan terasa hangat (tidak panas) dan pengalaman ini akan menenangkan, bahkan bagi jiwa.

Uji skeptis

Berikut adalah kutipan dari artikel tentang ear candling di Quackwatch:

Suatu pameran menggelar ear candling seharga $30. Orang-orang yang 'menjual' ini berkata bahwa pengisapan oleh lilin dapat 'menjernihkan pikiran dan sinus'. Saya bertanya-tanya untuk memastikan bahwa mereka benar-benar memaksudkan penjernihan tersebut secara literal, bahwa telinga adalah sebuah bukaan dari otak dan sinus. Seorang perempuan yang menjadi pelaksana menyatakan, "(Terapi ini) membersihkan seluruh kepala, otak, dan semuanya - mereka semua terhubung, kau tahu".

Candling dilakukan di meja depan kios, sehingga wajah-ingin-tahu orang yang menjalani 'terapi', yang telinganya ditancap lilin menyala, menarik perhatian banyak pengunjung. Selama proses berlangsung, campuran keabuan dari gumpalan dan lelehan wax dikumpulkan dalam sebuah piringan yang diletakkan di bawah lilin.

Campuran tersebut tidak tampak seperti lelehan lilin, namun tampilannya tampak meragukan. Pelanggan diberitahu bahwa campuran itu adalah pengotor yang telah disingkirkan. Dan banyak di antara mereka yang memamerkannya dengan bangga, membandingkan antara miliknya dan milik orang lain, serta memberikan komentar yang meyakinkan.

Untuk menguji ini, Rebecca Long, presiden Georgia Council Against Health Fraud, mencobanya di rumah usai menonton pertunjukan tersebut. Dengan bantuan seorang teman, arahan dari kemasan diikuti dengan cermat.

Ia temukan bahwa candling menghasilkan suara berdesis, yang mirip dengan suara kelomang yang didekatkan ke telinga, namun jauh lebih keras. Namun udara di dalam telinganya menjadi terlalu panas sehingga ia harus menghentikan percobaan.

Selanjutnya, dilakukanlah sebuah percobaan sederhana lainnya: membandingkan hasil kerja ear candling dengan dan tanpa telinga. Dua penyelidik menguji lilin untuk melihat apakah wax yang terkumpul setelah pembakaran seluruhnya berasal dari lilin atau juga mengandung wax yang keluar dari telinga.

Untuk melakukan ini, mereka membakar lilin dan menempatkan ujungnya: (a) di dalam liang telinga, (b) di luar liang telinga, sedemikian rupa sehingga wax yang menetes akan tertampung dalam semangkuk air, dan (c) di dalam liang telinga namun dengan tube penghalang, sedemikian sehingga memungkinkan kotoran telinga bergerak ke dalam tube namun menghalangi wax lilin bergerak turun (ke dalam liang telinga).

Uji ini memberi hasil bahwa semua residu yang terbentuk berasal dari lilin dan tidak ada kotoran telinga yang dikeluarkan. 

Ear candling's not working, my dear!

Karena wax bersifat lengket, tekanan negatif (vakum) yang diperlukan untuk menariknya ke luar rongga telinga haruslah sedemikian kuat sehingga dapat merusak gendang telinga pada prosesnya. Bagaimanapun, ternyata prosedur candling bahkan tidak menghasilkan kondisi vakum.

Peneliti yang mengukur tekanan menemukan bahwa tidak tercipta tekanan negatif selama proses candling terhadap relawan. Penyelidik yang sama telah melakukan candling selama 8 tahun dan menemukan bahwa tidak ada kotoran telinga yang dikeluarkan, dan wax lilin justru menumpuk di dalam telinga(!). 

Pernyataan bahwa liang telinga terhubung ke struktur di dalam gendang telinga adalah palsu. Liang luar telinga, beserta gendang telinga di dalamnya, tidak terhubung ke otak, sinus (yang menjadi target 'terapi'), ataupun saluran Eustachia (kanal antara telinga tengah dan bagian belakang kerongkongan).

Ada klaim yang menyebutkan bahwa gendang telinga berpori dan dapat melewatkan pengotor dengan cepat. Ini tidak benar. Pengotor yang terdapat di wax yang terkumpul tak lebih dari abu/sisa dari pembakaran lilin dan kerucut penyangganya.

Bahaya ear candling

Candling berisiko terhadap beberapa bahaya, dan yang paling serius adalah terbakar oleh lilin panas. Pembuat lilin mengklaim bahwa lilin mereka hanya akan menetes di bagian luar telinga. Dan anda bisa berkomentar bahwa itu merupakan kecerobohan praktisinya.

Tentu saja ada cara untuk menghindari masuknya tetesan lilin cair ke dalam telinga: posisikan lilin dalam keadaan mendatar. Tapi saran dari produsen ini terdengar konyol. Bagaimana bisa tercipta suasana vakum? Lilin yang mendatar tidak dapat menutup rapat liang telinga pasien yang sedang berbaring miring ke satu sisi.

Sebuah pendataan pada tahun 1996 terhadap 144 dokter THT menemukan bahwa 14 di antaranya didatangi oleh pasien yang terluka oleh 'terapi' lilin ini. Termasuk -setidaknya- 13 kasus luka bakar luar, 7 kasus liang telinga yang tersumbat lelehan lilin, dan 1 kasus gendang telinga yang rusak (bolong, perforated).

Dilaporkan oleh The London Free Press, harian Kanada. Seorang perempuan yang mengalami penyumbatan di hidung dan sakit telinga saat melakukan scuba diving pergi ke sebuah toko 'makanan kesehatan' dan dirujuk ke seorang praktisi candling yang 'diakui'.

Selama 'perawatan', ia merasakan sensasi terbakar yang kuat di telinganya. Di ruang rawat gawat darurat, usaha untuk menyingkirkan tetesan wax yang menempel di gendang telinganya mengalami kegagalan. Operasi dilakukan, dan ditemukan sebuah lubang di gendang telinganya, yang kemungkinan besar terjadi akibat candling.

Untungnya, perempuan tersebut pulih secara penuh dan pendengarannya normal kembali. Praktisi ear candling tersebut meminta maaf, memberikan kompensasi, dan berhenti melakukan praktik ear candling.

Sebagai penutup, inilah penjelasan dari Sandra Yemm, seorang praktisi ear candling, ketika ditanyakan tentang kasus rusaknya gendang telinga yang saya sebutkan tadi:

Ear candling doesn't remove the wax from one's ears. But she says that's not the point: "It doesn't matter whether it's being removed or not because you're going to get some harmony through the changing of the energies and perhaps that's all that's needed."

Very funny. Where do you perform the on-stage joke, ma'am?

Sumber:

  • Ear candling on skeptic's dictionary. Pertanyakan sebelum percaya. 
  • Why ear candling is not a good idea. Ya, mengapa? Dua jawabannya diberikan oleh 'pasien' yang pernah melakukannya. Cukup untuk membuat anda berpikir dua kali sebelum mencoba.
  • The lowdown on ear candling, halaman 1 dan 2. Tidak hanya tak-efektif, tapi juga dapat melukai.
  • Ear candling. Sebuah percobaan yang menyertakan gambar-gambar dokumentasi.
  • Beware of the ear candle! dan a cautionary tale
  • The ear wax FAQ. Ear candling exposed. Keduanya disusun oleh dr. Hoffman di bawah titel Medical Consumer's Advocate. Just because it's 'alternative', it isn't necessarily good!
  • Ear candling: Conflicting informations, confused consumers. Dari Healthy Hearing.
  • Keeping ears clean. Bagaimana cara terbaik membersihkan telinga. Wajib baca.
Bookmark and Share

Tag/Label kesehatan, terapi, lilin, telinga, ear candling, pengobatan, alternatif, detox
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
77 komentar pada warta ini
Minggu, 15-04-2007 21:36:54 oleh: Bagus YP

Wah..wah..wah... Mbak Lita ini kritis sekali..lengkap dgn data informasi penunjang.. Tapi ngomong-ngomong apa udah pernah nyoba? Ada hasilnya gak? Mengenai ada yg berdampak negatif, tau tdk ada berhasil, kita hrs nanya apa sang terapist udah beber2 prof?? Menurut sy terapist hrs benar2 ahli,mengerti ilmu anatomi, kesehatan, pengobatan. memang pengobatan alternatif ada banyak konsep. Tapi hrs teruji keampuhannya.
Menurut sy nyala lilin hanya membantu mengeluarkan kotoran yg tdk bs diangkat atau keluar. KOtoran dlm telinga kita kan buanyak sekali, termasuk bakteri, jamur, yg bs berkembang biak. Secara anatomi Tuhan menciptakan telinga yang mengeluarkan cairan yg bs membunuh kuman dan membantu keluarnya kotoran.Tanpa diapa2in kotoran keluar sendiri,itu idealnya. Tapi ada kasus2 khusus kotoran (termask jamur,bakteri) tdk bs keluar shg menyebabkan berbagi penyakit, spt migren, sinus, pusing2 mual, krg pendengaran,serta kurang keseimbangan pd otak kecil yg menggaggu proses berpikir dan sakit2 yg lain. Nah dgn lilin yg dibakar,yg sebelumnya telinga ditetesin eardrop (biasanya ramuan khusus) shg kotoran agak lunak & bakteri2 mati.Setelah lilin dinyalain, akibat panas menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan dlm teliga,sehingga menarik udara didalamnya (spt proses bekam)dan kotoran2 tsb tersedot menuju lilin (kertas digulung dilapisi lilin) , dan menempellah kotoran tsb kerongga kertas. Setelah kotoran terangkat, menyebabkan teliga lebih enteng,penyakit2 terbuang. Ini logikanya. Tapi sekali lg untuk melakukannya harus bener2 ditangan yg ahli dan paham bener2 masalah pengobatan. Kebetulan sy sdh pernah mencobanya dan memang ada hasilnya.
Bagaimana menurut temen2 laen..




Minggu, 15-04-2007 22:17:34 oleh: Lita Mariana

Kalau melihat efek sampingnya sih, saya memilih tidak mencoba.

Betul sekali pak Bagus, harus teruji keampuhannya. Masalahnya, dari berbagai pengujian, keberhasilan terapi ini tidak terbukti, selain hanya dari pengakuan orang yang menjalani terapi.

Dan jika saya tidak salah, suatu pengobatan dinilai valid jika punya landasan ilmiah dan pembuktian yang solid, tidak didasarkan pada pengakuan. Inilah fungsi uji klinis, untuk menyingkirkan pengaruh sugesti, agar hasil uji -sebisa mungkin- netral.

Betul, ada residu. Tapi residu ini asalnya dari lilinnya sendiri. Apakah bapak sudah mencobanya tanpa ditempelkan ke liang telinga?

Dan kalau bapak perhatikan, saya telah menyebutkan, bahwa penyalaan lilin tersebut tidak memberikan perbedaan tekanan yang cukup untuk menarik kotoran ke luar. Jadi bagaimana bisa mengeluarkan apa yang di dalam jika daya penariknya saja tidak cukup?

Rongga sinus tidak berhubungan dengan liang telinga, pak Bagus. Bagaimana saya bisa percaya bahwa kotoran di rongga sinus bisa keluar lewat sana? Bahkan keluar lewat rongga hidung -yang menjadi muara dari rongga sinus- saja tidak bisa jika sinus sudah terlanjur bengkak. *saya pernah menderita sinusitis*

Migren banyak penyebabnya. Psikologis dan kelainan hanya sedikit di antaranya. Kalau migren penyebabnya ada di otak atau pembuluh darah, bagaimana hubungannya dengan membersihkan telinga?

Ketimbang terapi lilin, saya lebih suka datang langsung ke dokter THT. Diberi eardrops, lalu kepala dimiringkan. Keluarlah kotoran tanpa perlu dihisap apapun. Saya bisa melihat lebih jelas bagaimana kotoran yang ada tanpa tercampur lelehan wax/lilin.

Berbagai lembaga resmi di negara maju memperingatkan warganya untuk tidak mencoba terapi ini. Di sini?

Terimakasih telah menanggapi tulisan saya, pak Bagus :)




Senin, 16-04-2007 07:26:04 oleh: Bagus YP

Sdh mencoba tanpa ditempelkan teliga,artinya dibakar sendiri dan dilihat sisa kertas,hasilnya warnanya kuning muda. Tapi kalau hasil dr pembakaran ditelinga berwarna coklat tua dan lebih banyak.
Hidung mempunyai hubungan saluran telinga,dan mulut. Contoh paling gampang kalau naik pesawat,kita sering telinga terasa mampet,dgn menguap,plong telinga kembali ketekanan sama dgn ketinggian.
Memang Migren disebabkan byk faktor. Dgn stress (psikologi)terjadi ketegangan disekitar kepala, pembuluh darah ke kepala bisa sedikit tersumbat. "Salah satu" mengurangi sumbatan tsb bisa dgn mengurangi "ketegangan" dikepala, dgn mengurangi tekanan diteliga yg tentu berada dikepala shg membantu mengurangi tegangan tsb. Dlm beladiri seorang bs pingsan jika dipukul dgn telapak tangandi kedua telinganya secara bersamaan (akibat terjadi tekanan diotak).
Hal-hal lain yg bs memberikan efek penyembuhan secara "uji klinis medis barat" sy blm banyak tahu.
Karena menurut sy byk pengobatan tradisional yg tdk bs dilogika medis barat tp punya efek kesembuhan. Spt Akupuntur,titik2 di meridian tdk ada wujudnya secara fisik, tp ada. Dan Akupuntur ada efek sembuhnya dan teruji. DiRS sdh byk ada . Apalagi utk penyakit2 yg tdk bs disembuhkan dgn medis barat.Demikian opini sy semoga bs menambah wacana.





Senin, 16-04-2007 08:44:02 oleh: Lita Mariana

Baiklah, saya tidak akan mengutik-utik 'hasil' terapi karena saya tidak menganalisanya sendiri. Saya hanya mengandalkan yang dipaparkan oleh penelitian terdahulu, yang dilakukan oleh yang -jelas, pasti- lebih ahli daripada saya.

Betul, pak Bagus. Telinga berhubungan dengan tenggorokan dan hidung. Dan bagian telinga yang dimaksud adalah bagian tengah. Telinga luar dan dalam dipisahkan oleh membran timpani yang tertutup. Sehingga tidak benar jika liang telinga luar terhubung (langsung) dengan rongga sinus, dan dapat menarik keluar deposit di dalamnya.

Perasaan lega karena hilangnya dengingan adalah karena tekanan udara di bagian telinga tengah -di sebelah dalam membran timpani- sama dengan tekanan udara di mulut (yang berarti juga sama dengan tekanan udara luar), yang dimungkinkan saat rahang bergerak, membuka saluran Eustachia. Bapak bisa melihat gambar di wikipedia, yang link-nya sudah saya sediakan.

Pak Bagus sudah mengatakan sendiri, bahwa migren dapat disebabkan oleh masalah psikologis. Mengapa solusinya adalah dengan mengurangi ketegangan di telinga ketimbang menyelesaikan masalahnya sendiri? Bukankah yang penting adalah mengetahui akar masalah dan bertindak atas masalah itu, daripada mengobati gejala?

Pak Bayu, saya tidak berniat melecehkan ilmu pengobatan yang berkembang di Cina -misalnya, atau yang berbasis herba, atau lainnya, yang bersifat alternatif.

Namun dalam terapi ear candling ini saya tidak melihat manfaatnya. Terutama jika yang mengatakan adalah terapis ear candling sendiri (seperti yang telah saya kutipkan dari Sandra Yemm), setelah sebelumnya sempat mengatakan bahwa ear candling dapat mengeluarkan kotoran. Sandra Yemm sendiri adalah praktisi yang dikenal di negaranya, pak Bayu.

Saya percaya bahwa semua pengobatan bisa dilogika-kan, asalkan punya dasar yang kuat, dapat dibuktikan, dan hasilnya dapat diulang (reproducible). Barat, timur, konvensional, alternatif, atau tradisional sama saja. Dan ear candling ini bukan pengobatan.




Senin, 16-04-2007 09:13:11 oleh: Lita Mariana

Maaf, ada link yang lupa disertakan pada artikel.
Untuk 'The ear wax FAQ' di bagian 'sumber', harusnya ada hyperlink ke http://www.doctorhoffman.com/wax.htm




Senin, 16-04-2007 12:58:54 oleh: GUS WAI

Mbak Lita, ini info yang sangat berguna. Candle wax itu cukup mahal lo.Kasihan kan pasien yang tidak tahu menahu tentang ini.



Senin, 16-04-2007 13:23:10 oleh: Lita Mariana

Oh ya? Saya malah tidak tahu-menahu tentang harga. Hanya lihat di Trans-7, Sabtu kemarin.
Itupun tidak menyebut harga. Hanya menjelaskan bahwa layanan ini ada di suatu detox center.
*jadi tambah kasihan*




Senin, 16-04-2007 15:06:12 oleh: YF Lontoh

Saya pernah mencoba terapi ini karena telinga saya berdenging. Bukannya sembuh tapi malah semakin keras dengingnya sampai sekarang belum mereda. Biaya relative mahal, hampir 1 jt rup 2X datang. Macam2 yang dikatakan oleh therapist a.l. telinga berjamur, berbisul dll sehingga harus datang lagi berkali2.

Berbarengan dengan saya datang ibu2 tua dengan anaknya, mereka meng-klaim berhasil dalam terapi ini. Tapi yang saya rasakan justru kebalikkannya. Akhirnya saya tidak datang lagi.

Yangki




Senin, 16-04-2007 15:06:45 oleh: Berthold Sinaulan

Terima kasih buat artikel yang sangat bermanfaat. Kalau ada teman lain yang punya tulisan tentang hal yang sama, walaupun isinya kontra tulisan Mbak Lita, ayo tulis juga lho. Jadi pembaca bisa belajar dari "second opinion' (ceilee...kayak ngerti aja second opinion itu apa, ndeso ya saya, katro, katro...he..he..he..)



Senin, 16-04-2007 19:32:14 oleh: Bagus YP

Biaya terapi yg pernah sy jalani tdk mahal kok, Kalau Terapi + Lilin Rp.60.000,-an,sekali terapi pada seorang sinshe yg kebetulan jg mendalami terapi earcandle.Harus hati2 memilih terapist,yg bener2 ngerti pengobatan, jgn disalon2 atau detox center yg blm tentu ngerti & ahli, menang di fasilitasnya saja,kalo sy kebetulan kenal sinshe yg ahli dan bersertifikat.



Jumat, 15-06-2007 16:56:25 oleh: tinatuty

saya tertarik dengan informasi terapi lilin ini..cuma saya malah jadi bingung dengan perbedaan harga yang mencolok antara satu tempat terapi dengan tempat yang lain...Misalnya antara tempat terapi yang pernah didatangi oleh Saudara YF Lontoh dengan terapi di tempat Bapak Bagus...Kalau keduanya menerapkan metode yang sama, kenapa bisa terjadi perbedaan harga yang begitu jauh????
Saya justru semakin penasaran untuk mencoba validitas terapi ear candle.




Kamis, 20-09-2007 10:44:02 oleh: maria ulfah

Mba Lita tajam banget kritiknya.... tapi saya setuju loh!!!! btw thanks atas infonya, padahal bulan2 ini saya mau coba ECT, pas tau info ttg ECT saya tidak jadi coba ECT. btw ada tips lain untuk menghilangkan pusing2 dan pegal2 pada pundak selain minum obat dan pijat refleksi????



Kamis, 20-09-2007 10:59:03 oleh: Yulius Haflan

Saya setuju banget, mbak lita. Secara hukum fisika dan kimia ga mungkin bisa ngebersihin kotoran kuping. Mungkin mbak lita coba kupas juga sejumlah teknik2 detox yang ada di Indonesia, karena ada sejumlah teknik detox yang tidak (atau belum) terbukti secara klinis dan medis.



Kamis, 20-09-2007 12:56:00 oleh: is silarta

Sekedar menambahkan tentang terapi telinga,di Yogya ada juga refleksi telinga yang mempergunakan alat getar yang kecil dan digetarkan pada titik titik jalan darah tetapi tanpa ada bakar membakar.

Tentang teknik detox sampai saat ini saya masih terapi dengan cara merendam kedua kaki diair hangat (foot spa) yang diberi garam murni (bukan yang spt.di Mall Mall ditetreskan cairan kimia yang hasilnya air berwarna merah,hijau n kuning).
Ditambahkan dengan dua buah elektrode diair tsb. dimana voltage yang terukur dibawah 0,5 volt mendekati 0 volt/zero.
Tidak seperti yang di Mall,voltage terukur pada media air masih diatas 5 (lima)volt.(berarti setara dengan jumlah 3 buah batery)

Secara uji klinis saya tidak tahu,yang saya rasakan tekanan gula darah saya baik dan rasa pusing separuh hilang serta pegal pegal amblas.
Termasuk rasa sakit dikedua kaki hilang (sumprit deh) dan kaki termasuk jari/kuku bersih spt. di'mani/pedi' cure.
Istri saya varieces nya sudah jarang "ngebet" lagi,katanya sih maag nya sudah baikan dan bisa minum kopi hitam kegemarannya tanpa perut perih.

Maaf saya tidak bisa berkomentar panjang nanti dikira berpromosi...

Semoga kita semua sehat n sejahtera,kalau ada yang cocok dan murah meriah apa salahnya...
Salam n Bravo Wikimu





Jumat, 14-12-2007 13:45:08 oleh: Hilda priansyah

masssaaa sichhhh.............????/
ECT hanya dusta......bukankah telinga hidung n tenggorokan salah satu bagian sistem tubuh yg merupakan tim solid....jika sy bersin-bersin ( sy jg terserang sinusitis/ n alergi) telinga sy akn terasa perih n kering coz hidung byk mengeluarkan cairan ....n jika hidung sy penuh cairan bening sy bisa mengeluarkan dr mulut dgn menyedot cairan msuk ke tenggorkan...n jika telinga sy gatal2 maka tidak lama kemudioan sy akan terserang bersin-bersin...ECT mungkin msh perlu pembuktian lbh lanjut....tp apa valid jika mbak lita berkomentar ECT dusta tanpa mencobanya .... ? jangankan ECT terapi kedokteran pun msh byk yg belum sempurna....semua tergantung dr keadaan tubuh si terapi n pelaku ...satu jenis obat mungkin akan dirasakan manfaatnya akan dirasakan berbeda dinatra 2 yg meminum obat tersebut..coz tubuh is unik...o,ya mbak lita sembuh dr sinusitis bagaiman mungkin bisa berbagi ........?????? penting lohhh.....biar qt semua tdk terjebak dgn terapi yg tdk valid.....




Jumat, 04-04-2008 14:05:48 oleh: feby ariyani

mbak lita,
makasih infonya yang lengkap tadinya saya juga mau coba ECT, tapi setelah baca infonya....waduhhh...kedokter THT aja deh....
biayanya sama aja sama kedokter tapi hasilnya siapa bisa jamin.....




Jumat, 04-04-2008 16:53:44 oleh: Lita Mariana

@ Hilda: Mbak, mohon dibaca komentar sebelumnya. Saya sudah menjawab soal hidung-telinga itu di tanggapan untuk pak Bayu.

Saya berkomentar itu dusta sebetulnya hanya 'rangkuman' dari para ahli yang sudah mengujinya dan mendasarkannya pada teori (fisika, kimia, biologi). Mohon dibaca link-link yang saya sediakan, ya. Semoga dari sana anda bisa mendapat pencerahan langsung dari ahlinya.

Betul, tubuh itu unik. Tapi cara kerja tubuh sama, kok :)

@ Feby: semoga masalahnya segera teratasi, ya :)




Jumat, 30-05-2008 11:06:57 oleh: yuli

mbak lita thank banget infonya. saya baru mau coba untuk terapi ini tapi masih mencari literatur2 yg mendukung. mbak bisa sharing info untuk terapi anak yg tuli ?



Selasa, 03-06-2008 08:23:33 oleh: bakrie

mbak ulasannya menarik, apa emang bener ya..telingga itu ga ada hubungannya dengan otak,...tapi selama ini dengan mendengarkan kita kan bisa berpikir dengan otak,...jd dari telingga ke otak ada salurannya ga ya ??...
saya sebenarnya mo coba terapi ini, karena setiap kali saya landing atau take off, telingga saya berdengin dan telingga terasa panas,...tapi saya mo melihat dulu dari opini yang ada,
saya melihat ini adalah perang saraf antara dokter THT dan terapis herbal....
slamat berjuan.....
**okey semangat ya...




Minggu, 08-06-2008 11:36:56 oleh: Pademoel

P Bakri kayanya benar deh....ada perang saraf antara dokter THT dengan Terapis Herbal ? Ujung - ujungnya bisnis.
Saya sendiri sudah pernah coba terapi ini dan manfaatnya ada pada telinga saya yg tadinya sering berdengung atau terdengar suara aneh sekarang sudah tidak ada lagi.Dan saya pun diperlihatkan kotoran yg keluar dari telinga saya
Klo bohong atau terapi ini tidak bisa menarik kotoran didalam telinga....terus kotoran itu dari mana ?




Minggu, 08-06-2008 11:52:50 oleh: Yani

Saya juga pernah coba dan hasilnya juga bagus,semua kotoran keluar dan terasa lebih jelas pendengarannya berbeda sebelum saya di terapi,anda tidak akan bisa komentar klo belum mencobanya ?? semoga terapi ini bermanfaat



Minggu, 08-06-2008 15:09:29 oleh: Lita Mariana

Bapak ibu sekalian, yang mempertanyakan 'kotoran dari mana kalau bukan dari telinga' atau pertanyaan lainnya mohon lihat link yang saya masukkan di akhir tulisan, ya. Silakan dibaca. Yang menulis sudah melakukannya, kok. Saya hanya merangkum saja.

Jika sudah ada orang lain yang dapat membuktikan, kita tidak harus mencobanya, bukan? Dan jika kita harus mencoba semua hal di dunia untuk membuktikan bahwa teorinya berhasil/tidak, hidup kita tidak akan cukup :)
Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain dan ilmu pengetahuan.

Maaf jika tidak saya tanggapi lagi, karena kebanyakan pertanyaan telah terjawab di link yang saya berikan atau di jawaban untuk komentar sebelumnya.




Minggu, 08-06-2008 18:02:44 oleh: Christo

wah, saya telat baca.

yang pasti saya tidak akan (berani) mencoba Terapi Ear Candling.

ada perang saraf antara dokter THT dengan Terapis Herbal ?
demikian komentar dari Pademoel yang pernah mencobanya.

saya rasa tidak ada "perang saraf antara dokter THT dengan Terapis Herbal" dalam arti sebenarnya.

tetapi saya tahu ada perang dalam diri seorang penderita dalam menentukan "antara dokter THT dengan Terapis Herbal" yang akan dipilih.

apapun pilihannya , :"sembuh atau tidaknya, dan bisa juga semakin parah. yang penting itu adalah pilihan yang dianggap terbaik si penderita".

amin




Rabu, 11-06-2008 13:24:40 oleh: Tigor S

saya juga punya masalah dengan pendengaran dimana selama 3 bulan ini telinga kiri saya berkurang pendengarannya dan berdenging.. setelah ke dokter tht katanya syaraf rusak dan tdk dpt diobati lagi..saya juga berkeinginan berobat dengan ear candle..tapi setelah saya baca dari komentar pak YF Lontoh diatas ternyata tdk sembuh malah bertambah berdenging..dan menurut pak Pedemoel malahan bisa sembuh...dimana ya kedua bapak ini berobat? dan setelah saya cek ternyata biayanya mahal yaitu sekali datang sekitar Rp 800.000,.Jadi sebaiknya bagaimana ya apa saya teruskan berobat menggunakan ear candle?



Selasa, 24-06-2008 12:31:09 oleh: ovid

ada terapi lilin yang disekitar jawa tengah g??
kalo ada tolong ditulis alamat lengkapnya dan nmr telpnya...please cepetan di jawab dan kalo bisa dikirim ke email ku...makasih...




Jumat, 18-07-2008 13:13:33 oleh: ULFA

DEAR ....
SAYA MINTA ALAMAT UNTUK PENGOBATAN TERAPI LILIN INI, JAWAB KE EMAILKU YA...KARENA SAYA LIHAT ACARA INI DI AN TEVE, TETAPI TIDAK TAHU DIMANA ALAMATNYA & telponnya.




Minggu, 07-09-2008 11:02:24 oleh: surya adhi

Mbak lita,Tlong saya diberitahu alamat terapi pijat telinga di jogja untuk penyembuhan tinnitus.terima kasih.



Rabu, 22-10-2008 12:46:18 oleh: herlyna

waduh jadi bingung nih.saya dah pengen banget nyoba terapi lilin.soalnya kedua telinga ku berdenging terus sejak 1 tahun yang lalu.kepala pusing terus,leher dan pundak pegel,maag kronis..bosen ke dr.gimana yaaa



Rabu, 22-10-2008 12:56:01 oleh: ikhwan kunto alfarisi

dr dulu saya ingin mencoba, tp stlh tau dr tulisan ini.. saya tdk brani mencoba, tengkyu berat!!
bravo dunia kesehatan dan pendidikan indonesia!




Rabu, 05-11-2008 11:13:59 oleh: DRS.BAMBANG SUTRISNIO

pengalamanku apa beda yo. Ibuku usianya 75 tahun waktu hari raya idul fitri kemarin aku baru sadar ibuku mengalami gangguan pendengaran, bicara harus mengeraskan volume sura baru didenga sampe2 diolok olok ama cucunya mbah uti kok sekarang jadi bolot ?? kayak pak bolot . Melihat derita Ibukuku aku berniat membawa ke Jakarta untuk therapy ear canddle. Singkat cerita Ternyata di kotaku MATARAM -Lombok NTB ada Klinik yang memberikan therapy ear candle. Biaya cukup murah dibandingkan dengan hrg ticket pesawat pp. mataram jakarta. Singkat cerita : Hari Jumat tgl. 31 Okt 2008 aku bawa therapy, alhamdulilah sekarang sdh 90 % sembuh, biaya 70 rb



Sabtu, 15-11-2008 20:20:36 oleh: tie

Everybody....silahkan coba sendiri!!
bakar aja ear candlenya tanpa dimasukin ketelinga.
setelah itu percaya ato gak percaya terserah anda.
yang pasti merek yang byk beredar skrg & harganya gak lebih dari kisaran 5ribu-50ribu-an itu gak meyakinkan. tes dulu sebelum pakai ya!




Rabu, 19-11-2008 15:47:10 oleh: nida

Mbak Lita, saya sudah mencoba ECT, Alhamdulillah saya merasakan MANFAAT nya, kuping jadi terasa enteng (bukan Sugesti lho), saya jadi lebih jelas pendengarannya, padahal sebelumnya saya sudah ke dokter THT juga. Justru ketika dibwa ke THT itu ketika ditetes cairan rasanya perih sekali. Sekarang saya malah menjual alat lilin terapi itu ke teman2,krn ternyata kita bisa melakukannya di runah, dgn belajar MASSAGE di kepala,leher, seputar telinga sebelum n selama terapi. Teman2 yang mencoba, Alhamdulillah tidak ada yang complain. :)



Rabu, 26-11-2008 10:29:00 oleh: stephanus

mbak herlyna kok kasus kita sama ya, saya sempat berobat ke THT tapi gak sembuh2 juga, awalnya memang karena maag kronis neh mbak.
Btw, gimana denging ditelinganya udah baikankah? udah coba ECT nyakah?
kalau ada informasi untuk menghilangkan telinga berdenging kasih kabar ya mbak.

herylna wrote:
Rabu, 22-10-2008 12:46:18 oleh: herlyna

waduh jadi bingung nih.saya dah pengen banget nyoba terapi lilin.soalnya kedua telinga ku berdenging terus sejak 1 tahun yang lalu.kepala pusing terus,leher dan pundak pegel,maag kronis..bosen ke dr.gimana yaaa




Sabtu, 20-12-2008 22:57:25 oleh: Sandy

mbak, boleh saya minta alamat dan no. telepon terapi ear candling ini, saya mau coba untuk terapi karena telinga kiri saya agak berat dan pendengaran kurang jelas cek ke dokter THT tidak ada masalah apa-apa............
trima kasih ya...............




Senin, 19-01-2009 09:16:55 oleh: Indar

Penjelasan ilmiah merupakan hal yang mendasar sebagai pembuktian sebab akibat, sehubungan dengan terapi ear candle dapat dimungkinkan untuk meredakan keluhan si pasien, tetapi dikarenakan faktor phsikologis (Kalee..), kenapa?? Pada saat terapi posisi pasien yang berbaring disertakan pijatan yang menina bobokan akan menimbulkan perasaan relax. Dan berdasarkan survei dan sumber-sumber yang nggak tau percaya atau tidak, hal-hal yang berpengaruh terhadap kesehatan semua makluk hidup disebabkan 90% oleh Phsikist dan 20% oleh Fisik. (maaf kalo ada saleh kate..cuma komen doang) Tks.



Senin, 02-02-2009 08:26:36 oleh: sunarya safei

Saya penderita sinusitis, telinga, hidung dan tenggorokan selalu berlendir. Kalo kambuh telinga saya ikut sakit, dan menjadi sensitif, hidung pilek terus, bahkan mata saya juga terasa nyeri dan pusing. Saya pernah ke dokter THT, katanya memang namanya juga THT=telinga hidung tenggorokan, kesemuanya terhubung. Teman2 saya yang juga penderita sinus (bukan cosinus ya), mengalami yang hampir sama. Entahlah dengan terapi lilin, yang konon berasal dari suku indian amerika, tapi keterhubungan antara rongga THT gak bisa dipungkiri, kalo gak terhubung, ngapain ada dokter THT, setahu saya di pelajaran SMA juga THT terhubung.
Saya pernah lihat terapi lilin, kalo cuma dari residu lilin itu sendiri, kok bisa beda2 hasil tiap orang? Kalo abu pembakaran lilin, warnanya kan lain, warna abu tho? Lagipula saya amati, gak ada abu yang masuk ke dalam rongga kertas. Lagipula, gak ada resiko terbakar, saya lihat cara terapinya, gak mungkin bisa terbakar, lilin kertas yang dibakar gak nyampe ke badan pasien, dan gak ada yang jatuh ke tubuh pasien karena ada penghalang, dan dijaga dengan terapisnya, kecuali yang menterapi ngaco, sampe membakar pasien. Saya harapkan anda cari data yang lebih akurat sebelum bicara, jangan didominasi sikap apriori belaka. Saya memang belum mencobanya karena waktu itu cukup rame, males ngantri aja. Anda kalo membaca juga harus berhati-hati untuk menjaga sikap ilmiah anda, walau mungkin menurut anda, anda sudah sangat pintar dan cerdas, tapi dari foto anda masih sangat muda, jadi mesti banyak belajar lihat dunia, jangan sekali2 menganngap andalah dunia itu, atau jagad pengetahuan ada di tangan anda.
Mungkin anda seorang dokter, anda saya beritahu waktu saya ke dokter mata, saya tanya tentang ki tolod, rata2 mereka menjawab secara apriori, tapi dari data herbal ki tolod memang udapat obati mata, yang jelas anak saya sembuh minusnya. Di atas langit selalu ada langit, ilmu kedokteran bukan segalanya, bisa jadi ada yang belum terpelajari dengan lengkap.




Selasa, 17-02-2009 15:31:48 oleh: Radit bdg

Aduh, tolongin dong.. Saya udah 2 tahun ngalamin tinitus.. Sudah bnyak mencoba berbagai therapy tp hasilnya nihil semua.. Ke dokter ThT jg sama aja malah suruh pake Alat bantu dengar yg bikin gak nyaman karena suara jd gede semua and brisik skali!!! ECT d bandung ada gakh y? Dmana tmpt and lokasinya? Thanks bwt yg mo bantu



Selasa, 23-06-2009 08:23:48 oleh: hanna

Mbak Lita,

Bagaimana dengan saya & adik saya yang justru masalah telinganya terselesaikan dengan terapi ear candling ini ?? yang mana sebelumnya sudah dibawa ke beberapa THT & ditangani oleh Prof.DR. ... tetapi tidak tuntas bahkan menimbulkan rasa nyeri di telinga kemudian hari.





Selasa, 23-06-2009 11:54:31 oleh: bachtera

mba hanna, tolong tanya dong alamat terapinya dan biayanya berapa??? thx...urgent



Minggu, 26-07-2009 15:11:43 oleh: mei-mei

mbak lita,
saya udah sering coba ear candle harganya pun berfariasi dari yang mulai 80.000, 50.000, 35.000, sampai yang 20.000, efeknya sih terasa tidak terlalu kotor di dalam telinga sejauh ini terasa enak apalagi selama terapi ditungguin sama terapisnya, waduh kalo emang berbahaya tolong donng kasih info alternatifnya untuk bersihin telinga yang aman dan tidak ada efek samping...




Minggu, 26-07-2009 17:03:10 oleh: Akmal Hanafi

Kapan ya di Indonesia ada semacam "Georgia Council Against Health Fraud" di Indonesia ? Saya bukan anti pengobatan alternatif tetapi ketahuilah bahwa pengobatan alternatif sangat gampang dimanfaatkan untuk meraup uang dg mudah. Saya menemukan sendiri pasien-2 korban pengobatan alternatif. Kista biasa, mioma diobati dg berbagai ramuan, setahun kemudian kembali kerumah sakit karena kista dan tumor semakin besar, akhirnya dioperasi, seminggu kemudian pulang sehat. Pasien kanker servix di katakan sebagai hasil guna-guna. Tumor tulang yg kecil diobati dg kunir putih dll, beberapa bulan kemudian kanker meluas dan satu tahun kemudian meninggal mengenaskan. Gagal ginjal diklaim bisa diobati oleh suatu pengobatan herbal dari China, iklannya muncul terus di Kompas. Apakah yg membedakan terapi medis dg terapi alternatif ? Terapi alternatif yg berhasil dalam prosentase yg rendah di blow up dg testimony, sedangkan ribuan yg gagal tidak dilaporkan. Terapi medis yg berhasil dianggap hal biasa sehingga tak ada yg melakukan testimoni. Sulit menerima iklan seorang tabib bisa mengobati kanker stadium lanjut,kista, mioma, katarak, prostat, liver (cirhosis hepatis), ingin punya anak,amandel, mata minus..........dst. Dimana peran Depkes melindungi masyarakat ? Apakah hanya dg mengurus STR, membatasi tempat praktek dokter ? Iklan layanan kesehatan/rumah sakit yg dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab dg gampang kita temukan di media massa. Tahukah anda sebetulnya menurut aturan Depkes iklan dokter atau rumah sakit itu dilarang ? Inilah Indonesia.



Senin, 03-08-2009 23:13:04 oleh: Lysa

Saya baru saja mencoba terapi ear candle melakukannya sendiri di rumah, saya rasa kotoran yang mengumpul memang BUKAN berasal dari lilin yang dibakar. Karena saya sangat penasaran kenapa kotoran telinga saya kok merah (lilin yang saya bakar warnanya pink) ternyata ketika saya tekan2 kotoran tsb sudah mulai mengeras dan jelas sekali itu adalah lilin sisa dari pembakaran :-(



Kamis, 20-08-2009 14:53:21 oleh: antonius we

umur saya saat ini 41 tahun saya alami bunyi berdenging awalnya kecil kemudian membesar yang didahului sakit panas tinggi sampai ingus dan dahak kekuningan. setelah itu muncul bunyi berdenging dan daya pendengaran menurun.itu saya alami ketika berumur1991 saat kuliah dan sampai sekarang belum kunjung sembuh. Setelah baca pengakuan org yg ikut terapi ear canddle saya agak ragu tapi sy ingin coba krn ada yg berhasil dg harapan harganya tdk terlalu mahal.sy dpt alamat praktek dr koran lokal "Flores Pos" Ende-NTT.



Selasa, 13-10-2009 11:41:21 oleh: wahyu wicaksono

aku jg kena tiitus udah setahun tapi lum bisa di obat. ada gak yang tahu tempat ear candle di mataram?



Kamis, 26-11-2009 15:23:21 oleh: Jubaedi Agus

Waduh...... membingungkan semua.!
sudah berkali2 ke dr THT dengan dr yang sama supaya lebih paham kronologinya.. tetapi tetap saja tidak ada perubahan bahkan dr-nya bilang "mudah-mudahan bisa sembuh dengan obat ini soalnya telinganya ada kelaianan" seperti ga percaya diri gitu.... sayapun makin ragu... hingga akhirnya pergi ke dr. THT lain dengan membawa resep2 yang pernah diberi oleh dr sebelumnya, tetapi hasilnya juga nihil... sampai saya cari alternatif pengobatan lain dari internet, saya temukan Terapi Asap Lilin Ear candle....
lagi lagi dibingungkan dengan bahaya terapi ini...
sebenarnya saya tidak yakin dengan berbagai iklan pengobatan alternatif sebab sangat mudah untuk dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab... semua orang bisa mengaku ahli terapi dapat mengobati ini atau itu.....
tolong donk bagi teman2 yang sudah pernah berhasil berobat masalah telinga mendengung, sinusitis, migren, baik dengan dr THT atau dengan terapy.. Mohon dibantu alamatnya, saya sudah hampir prustasi neh....




Senin, 30-11-2009 06:26:55 oleh: rachmawati

saya pernah melakukan terapi lilin ini sekali,, apa yg saya rasakan selama proses terapi sama persis yg dicerikan di artikel ini, namun saya tidak menyangka ternyata ear candle therapy tidaklah sepenuhnya solusi pengobatan yg terbaik. saya bersyukur membaca artikel ini yang akhirnya membuka kesadaran saya, karena saya sebenarnya ingin melakukan terapi ini sekali lagi karena saya memiliki masalah pendengaran pada telinga kanan saya. karena saya berfikir ear candle therapy pengobatan yang terbaik, jadi saya ingin melakukannya lagi, tapi karena saya lupa alamat tempat saya terapi dulu jadi saya mencoba mencari di internet alamat tempat ear candle therapy tsb. tapi akhirnya saya menemukan artikel ini dan setelah membacanya terbukalah wawasan saya. terima kasih atas informasi yang sangat berguna ini.



Jumat, 18-12-2009 04:09:29 oleh: dani

Sebenernya artikel ini menarik, dan terimakasih kepada mbak Lita yang sudah bersusah payah untuk mengumpulkan fakta-fakta mendukung. Namun tidak bisa dipungkiri menurut saya pribadi, judulnya sangat provokatif...jadi, akan lebih indah jika mungkin judulnya tidak memakai kata DUSTA. Karena konotasinya langsung negatif...kalau tidak keberatan dan memungkinkan, sebaiknya judul menghilangkan kata DUSTA-nya. Sehingga biarlah pembaca yang menilai...demikian, mohon maaf jika ada kesalahan..



Senin, 11-01-2010 11:13:28 oleh: oppie

mau dunk alamatnya dan no. telpnya..dari dulu nyari tapi ga nemu2 didaerah depok...
kirim ke email ya....
ditunggu loh




Kamis, 14-01-2010 23:28:02 oleh: rista feryana

cuma sekedar komentar, membersihkan telinga ke dokter tht biayanya 50 ribu, dokternya mengambil kotoran telinga dengan melihat ke dalam telinga yang akan dibersihkan, dengan alat. ke ECT dari berbagai komentar di atas harganya mulai dari puluhan sampai ratusan ribu,dengan hasil dan pelaku yang tidak jelas, sekarang semua terserah anda, kalau ke dokter yang jelas jelas harus punya izin praktek dari depkes, sekolah bertahun-tahun saja anda ragu, terhadap ECT dengan latar yang tidak jelas dan tidak ada regulasinya musinya anda lebih ragu lagi. Sayangi deh telinga anda, serahkan pada ahlinya... untuk bapak sunarya syafei, silakan coba ECT, tidak usah berkomentar pedas, kalau telinga anda sudah rusak oleh ECT dan uang anda terkuras banyak baru mungkin anda menyesal tidak memahami apa yang ditulis saudari lita. Bravo mbak lita



Senin, 25-01-2010 10:37:45 oleh: rizki

Mba hanna, tolong tanya dong info alamat terapinya dimana dan berapa biayanya?Krn hari sabtu besok saya baru mau mencoba terapi lilin di daerah mangga2.Katanya seh harganya 100rb



Jumat, 19-02-2010 11:23:56 oleh: Nophe


Mbak Lita ,, Thanks a lot , ilmunya. Sangat membantu bahan reference saya. Awalnya pengen coba ECT, ditawari dan "tergiur" oleh tawaran ECT dr theraphis spa. Seperti biasa untuk hal hal yg saya kurang paham , saya Google dulu, dan setelah membaca artikel ini dan beberapa supporting sources nya , saya memilih untuk tidak mencobanya hehehe... serem dengan resiko nya *__*




Kamis, 18-03-2010 07:19:26 oleh: lidya

Tidak smua pngobatan ala kdokteraan itu ampuh walau dg alat scanggih apapun dan obat y luar biasa mahalnya.Tapi tdk salah juga mcoba pngobatan alternatif,.krn tdk smua alternatif itu jelek.Saya sllu mgkonsumsi obat2an ampe saya punya langganan dktr spesialis msg2,.tp tetap aza y namanya sakit kpala kl kumat hrs d atasi dg obat kl habis obat kumat lagi,.bgtu juga dg maag akut saya..tp alhamdulillah saya mgkuti terapi totok tdk ada mslh apapun n tdk perlu kluar duit y mahal.Bgitu pula dgn EDC,.sbaiknya d buktikan dulu efeknya gmna,.dan pastinya bnr2 d kerjakan ssuai pnggunaanya..y saya rasakan slama ini ga ada mslh justru lbh enak ,.dan saya rutin 2 mggu skli bahkan kel. n tmn2 saya jg pd pakai..n alhamdulillah saya blm mnrma complain.Dan saya prh cek kshatan krn ada fasilitas dr ktr u cek rutin.dan saya prh priksa tlinga saya ..sama skli ga ada mslh spt y d simpulkan d atas.Mkn timbul bbrp kasus y harus dwaspadai kl dlm Pnggunaan EDC nya tdk benar,.nah bs jadi tjdi kecelakaan.Jgnkan krn EDC,.Alat kdokteraan y hebat sklipun kl tdk bs mggunakannya nya bs brakibat buruk terhadap pasien.Saran saya sich jgn mgkomentari ssuatu y belum d coba,.cara kdoktreraan n cara terapi ada + n - nya..

Trims..




Rabu, 28-04-2010 14:16:03 oleh: emkhad arif

mbak saya minta alamat terapi dong yang ada di yogyakarta. bisa dikirim ke hp saya 081378383912.



Rabu, 28-04-2010 14:16:09 oleh: emkhad arif

mbak saya minta alamat terapi dong yang ada di yogyakarta. bisa dikirim ke hp saya 081378383912.



Jumat, 07-05-2010 16:21:24 oleh: Munasir

Coba pelajari lagi anatomi fisiologinya, terutama bagian telinga (pendengaran).



Minggu, 16-05-2010 04:04:22 oleh: alputri

saya sudah pernah coba ear candle 2x..

gk bener tu mbak lita, lilin bisa netes n kebakar.
karena lilinnya bukan seperti lilin biasa yang buat nerangin. pertamnya q pikir gtu netes, tp dh q cba t bisa dilakuin sendiri tanpa bantuan orang lain.

pertama q pkk lilin warna coklat, d sebelah kanan kotorannya dkit n sblah kiri agak banyak n ada serbuk2 gtu..
tp q agak bingung aja kok kotorannya agak keras.
trs q terapi lg warna putih, sblh kanan gk ada kotoran , sblh kiri dpt kotoran agak kecoklatan sama kayak kotoran telinga gtu.
q jd bingung sbnrnya bahaya atau gk ya pkk ect???

thx




Selasa, 18-05-2010 11:26:59 oleh: agustinus T. Prabowo

Terimakasih ilmu2-nya. btw, saat ini saya sedang mencarikan info untuk membantu ibu saya. Barangkali ada yang bisa memberi info dokter/penyembuh di jogja/jawa tengah. Ibu saya tuli sudah sangat lama (35 th-an) dan sudah lama juga diupayakan ke dokter dan 'alternatif' tapi sama sekali tidak ada perubahan. Yang dirasakan (menurut pengakuannya) adalah bunyi menderu terus-menerus. Baru-baru ini ada info penyembuhan alternatif tapi selain sangat mahal sy pribadi masih ragu kevalidan metodenya dari sudut pandang medis. takutnya malah beresiko.
Maka sy minta tolong para pembaca yang tau info penyembuh telinga di daerah jogja/jawa tengah, bisa ke email sy atprabowo@gmail.com. Terimakasih.




Selasa, 27-07-2010 14:08:27 oleh: Zul

cuma buat perbandingan aja..

saya sering bepergian dengan pesawat.. dan saya selalu merasakan ketidaknyamanan dengan telinga saya, berdengung, pendengaran jd ga jelas, dan hidung terseumbat..

saya ECT sekali, 2hr sebelum flight, hasilnya telinga tidak ada masalah di perjalanan,. lebih nyaman..

beberapa bulan setelahnya, saya ECT disalon gitu, hasil nya tidak memuaskan, juga tidak menjadi lebih baik..




Jumat, 26-11-2010 13:56:11 oleh: marina ruran

saya memang belum pernah melakukan penelitian untuk hal ini tp saya sudah pernah merasakan dan melakukan pada beberapa temn saya. selama saya melakukan pd diri saya dan teman saya, tidak ada masalah karena kertas lilin yg terbkar langs berbentuk abu dan apabila jatuh akan jatuh ke tissue yg dijadikan alas di atas telinga, kemudian di dalam li2n tersebut juga terdapat busa jd risiko itu menurt saya sangat kecil. kl mengenai terangkatnya kotoran telinga, saya awalnya mengira juga seperti itu tetapi setelah diperhatikan dan berdiskusi dengan beberapa teman, akhirnya dapat disimpulkan bahwa itu bukan kotoran telinga tetapi tumpukan lilin yg terbakar dan warna yg dihasilkan sesuai dgn warna lilin, kecuali warna putih menjadi kuning kecoklatan. mengenai jumlah hasil kotoran yg berbeda antara telinga kiri dan kanan, menurut saya tergantung dr tebalnya lapisan lilin pada setiap ear candle. efk positif yg dapat saya ambil adalah: ear candle dapat menghangatkan telinga (bukan panas sehingga tidak membakar), telinga menjadi rilex dan suasana hangat tersebut dapat meningkatkan sirkulasi darah di sekitar dinding telinga (vasodilatasi pembuluh darah).
sekian dari saya, semoga bermanfaat. tks




Minggu, 16-01-2011 09:07:12 oleh: Luthfan Mochamad

Terimakasih atas infonya mbak, benar2 membantu.

menurut saya mungkin setiap orang hasilnya berbeda, tapi saya tetap percaya "living body will heal itself". Sugesti juga bisa menentukan hasil kesembuhan.
Saya harap tidak ada debat kusir diantara kita.
Tidak ada hal yang tidak bisa dijelaskan ilmu pengetahuan, pertanyaannya adalah apakah ilmu pengetahuan kita sudah cukup untuk menjelaskan hal tersebut?




Rabu, 13-04-2011 21:36:10 oleh: Dian

Assalamu'alaykum.. poro sedulur kabeh..
baik yang Pro mau pun yang Kontra..

menurut saya semua realistis, sesuai apa yang telah di pahami masing masing setelah mendapat ilmu yg di percayai.

Realistis dan logika itu saya sukai..
Kenyataan dan hasil itu juga saya sukai..

jadi untuk para Pembaca tulisan dari Ibu dokter yg berjilbab dan cantik diatas, serta komentar Para pasien ETC.. bisa di percayai semuannya.
tergantung gimana kita menyikapinya..

untuk hal yang realistis semua saya pelajari.. (makanya saya mau mampir kesini dan sampai finising bacanya)..

untuk peraktek terapi telinga.. SAYA sudah coba (bukan karena sakit atau apapun) "hanya mencoba karna GRATIS, temen punya banyak lilinnya... WAL HASIL... sehat sehat mawoonn...

kalo secara ilmu yang saya pahami.. untuk semua kesembuhan yg bersifat rasional maupun irasional dari media apapun.. semua itu tak lepas dari campur tangan yang kuasa. jadi jangan ragu dan jangan bimbang dengan suatu keputusan... berdo'a dan ber ikhtiar aja.. kepa yang maha kuasa.. insya'alloh akan tersembuhkan..


afro.. ini bukan iklan hanya pengenalan dari suatu desa http://bandarsakti.blogspot.com




Senin, 30-05-2011 13:00:19 oleh: Nouvee Ummu Hibban

Betapa bnyk orang yg sudah mencoba berobat ke medis dan paramedis, ada yg berhsl ada yg tidak..begitu sebaliknya,,bnyk yg mencoba pengobatan alternatif..ada yg sembuh..ada jg yg ga..intinya..kesembuhan bukan terletak pd 2 hal di atas, melainkan terletak pd Allah..Robb pencipta makhluk. selagi usaha pengobatan tersebut tdk dilarang syari'at dan tidak mendatangkan bahaya..insyallah boleh dicoba..sehubungan dg banyakny opini ttg bahaya ECT (ada yg mengatakan tdk berbahaya setelah mencoba, ada yg mengatakan biasa2 sj stlh mencoba, dll)..terlepas dari berkhasiat atau tidaknya ECT utk kesehatan... rasanya mmg terlalu berlebihan kalau Bu Lita memberi statement Dusta thd ECT...klw trnyata penelitian yg dilakukan para ahli dan statement mantan therapis ECT tsb salah, Bu Lita jg salah kan...klw sebaliknya mereka benar, maka jadi pahala buat Ibu karena telah menyampaikannya...nah,,karena risikonya fifty2...sebaiknya menurut saya,,,ada baiknya ibu mengkoreksi judul yg ibu buat...maaf..tdk bermksd apa2 nih y Bu..semoga tdk tersinggung...



Sabtu, 18-06-2011 14:36:09 oleh: Bhayu MH

Terima kasih. Artikel yg berguna. Saya tertarik karena kemarin melihat di TV. Tapi terus terang saya amat sangat meragukannya (sama dengan "otak tengah" yang tidak ada di referensi ilmiah mana pun). Dan artikel Anda ini menjawabnya.
Memang lebih baik ke dokter THT saja bila sakit telinga daripada terapi penuh klaim seperti ini.

Sukses, demi Indonesia Raya!

Bhayu M.H.
http://www.lifeschool.wordpress.com
(the 1st Daily Updated Indonesian blog)




Kamis, 23-06-2011 02:08:33 oleh: Abdul Fawwaz Jagad Kelana

Segala puji bagi Allah seluruh sekalian alam
Salawat atas junjungan kita Nabi Muhmmad SAW..jg para keluarga,,sahabat dan pengikutnya

Ada beberapa faktor yg membuat org sulit untuk sembuh dalam berobat,,baik medis maupun non medis,,
1.Niat dlm berobat : maka niatkan dalam diri kita berobat itu perintah Allah,Sunnah Rasulullah,,banyak org sakit sdh jauh dr Allah niatnya macem2,,,
2,Keyakinan dalam berobat : Sesungguhnya obat,dokter atw atbib gak bs menyembuhkan..kala kita berobat krn yakin dokter atw tabib dpt menyembuhkan mak insya Allah sulit untuk sembuh,,

Dan kita pun perlu hati2 artikel yg dibuat oleh org2 yg sengaja memperkeruh dan mengombang ambingkan masyarakat,,serta membuat takut,,krn kita jg gak tau niat org yg membuat artikel tsb

Saran saya u mbak lita ,,perbanyak istighfar,,luruskan keyakinan,,perbaiki amal ibadah,,jng membuat takut masyarakat,,apalagi anda baru dr membaca dan katanya saja lewat artikel..apakah ada jaminan penelitian dan artikel itu membuat org jd lebih baik...

Buat saudara2ku yg ingin menggunakan pengobatan ECT silahkan saja dicoba,,tp hrz teliti dng terapisnya,,luruskan niat dan yakin dng kekuatan Allah,,jdkan ECT hanya asbab u kesembuhan,,klw belum sembuh koreksi amal perbuatan kita,,insya Allah ada hikmah dbalik sakit yg saudara derita,,,
wallhu a'lam...jzklhu khoir..afwan semuanya




Kamis, 13-10-2011 10:56:03 oleh: irene

kebenaran yang ditulis oleh mba Lita itu memang benar adanya, saya sudah beli cukup banyak ear candle untuk terapy keluarga saya. saya cukup kagum dengan banyaknya kotoran telinga yang keluar dari telinga saat terapy ear candle. Tapi yang agak mencurigakan kenapa kotoran yang dihisap oleh asap ko menumpuk di atas saringannya ( seperti busa kecil )seharusnya menumpuk dibawah busa yang dekat arah telinga tohh..., akhirnya saya lihat di int ketemu dengan tulisan mba Lita ni... dan saya ambil satu ear candle dan saya bakar tanpa ditempel ditelinga, ha..ha...banyak kotoran menumpuk diatas saringan, jiahhh ternyata bener tuh residu dari lilin tadi.

makasih mba Lita, ulasan2 seperti ini sangat bermanfaat agar kita lebih jeli dalam penawaran2 yang ngga masuk akal ini, yang paling berbahaya kalau sampai tabung lilin ngga ada saringannya (human/mesin error ) tuh cairan lilin panas bener2 bisa masuk ditelinga, ini sangat berbaya... so teliti/pelajari sebelum membeli and be smartt




Selasa, 06-12-2011 17:05:56 oleh: kasdi

dia bisa berkata begitu,mungkin selama ada ear candle dokter tht kurang pemasukan pasien telinganya,jujur aja sebelum sy memakai ear candle telinga saya sebelah kiri basah dan bau dan itupun berdasarkan anjuran dokter 3 bulan harus periksa kedokter THT,bayangkan dari kecil ampe umur 41thn telinga saya masih bau.alhamdullilah allah menyembuhkan lewat ear candle pada lebaran thn 2010,sekarang tidak bau,efek samping juga tidak ada



Selasa, 06-12-2011 18:01:05 oleh: kasdi

buat lita mariana,dikota saya sangatta kutai timur,banyak orang berobat THT kebontang,coba lita m merantau kekutim,dokternya banyak yan sukses bila buka preaktek ,malah banyak yang punya rumah sakit pribadi,jangankan dokter,mantri aja bisa buka rumah sakit sendiri


dari kasdi
Gg.baiturrahim rt2 no 61 teluk lingga sangata kutim kalimantan timur




Sabtu, 10-12-2011 21:38:05 oleh: Miftah Farid

Saya rasa tidak perlu berdebat apakah Dokter lebih hebat dari Therapist atau sebaliknya... Semua penyakit ada obatnya, hanya saja caranya kita tetap berusaha, hasilnya Allah yang menentukan.. Saya berobat ke dokter THT berulang kali juga ga pernah sembuh... (malah hanya maen sedot aja, bikin kuping tambah budi=budeg dikit).. Ke Therapist juga belum tentu langsung sembuh... Jadi jangan saling membanggakan bicara harus menggunakan data, logika dan hukum apalah... Itu tidak penting.. Yang penting kita terus berusaha untuk mencari kesembuhan dan kita serahkan semuanya kepada Tuhan sang pencipta manusia dan alam...



Minggu, 19-02-2012 12:32:09 oleh: Lina

Sy sdh bbrp Kali mncoba ear candle Dan hasilnya bag us... Biayanya murah hanya 50rb....



Minggu, 19-02-2012 23:26:28 oleh: Anwar

Melihat koentar yang ada memang membingungkan dan membahayakan saya pernah membeli dan mencobanya sendiri hasilnya memang telinga terasa jadi lebih enteng .Setelah mencoba di satu telinga terasa sekali bedanya dengan telinga yang satunya .Mengenai adanya lelehan wax yang sampai masuk ke telinga mungkin karena adanya kecerobohan saja karena selama ini "ear candle " yang saya beli selalu ada sekat busa antara bagian yang dibakar dengan batas maksimum pembakaran jadi lelehan parafin/lilin akan nyangkut dibusa saja itupun tidak banyak sekali dan tidak sampai merusak busa atau spon .Memang sih akan sangat bahaya kalau lelehan lilin itu sampai masuk telinga .Dengan adanya forum ini akan sangat berguna sehingga kita akan lebih hati-hati sebelum melangkah tetapi juga jangan terlalu takut untuk mencoba sesuatu ternyata memang ada gunanya .Kadangkala seorang penjual jamu memang terlalu berlebihan dalam memperkenalkan kasiat jamunya meskipun sebenarnya tidak semuanya bohong begitu juga seorang yang fanatik akan membela mati-matian apa yang difanatikan .Memang benar cedera yang diakibatkan oleh lelehan lilin yang masuk ke telinga akan berakibat fatal dan tidak semua masalah telinga akan terobati dengan terapi lilin tetapi pernahkah ibu Lita mencari tahu atau bahkan ingin merasakan dan menyelidiki akibat terapi lilin yang membuat telinga terasa enteng dan plong yang selanjutnya dituangkan secara ilmiah dan jujur tanpa tendensi apapun ? Selama ini toh masih banyak juga tindakan kedokteran secara ilmiah yang belum bisa menyembuhkan penyakit pasien bahkan ada juga yang berakibat fatal . Terima kasih sebelumnya akan tanggapannya.



Kamis, 01-03-2012 05:06:23 oleh: Adit

Kalo yg masi ada ear candlenya coba deh dibakar tanpa dimasukin ke ke selain telinga, saya jamin yg didapet tetap kotoran telinga.



Senin, 28-05-2012 10:49:44 oleh: Anna Rosdiana

Alhamdulillah...ada ETC
karna saya pengguna lilin itu
sejak kecil saya punya masalah telinga setelah dan harus bulak balik ke rumah sakit THT
namun setelah menggunakan lilin itu sekarang pendengaran saya baik dan nyaman.
karena hal ini terasa pada saya maka saya juga layani pasien yang ingin diterapi lilin, alhamdulillah terapi ini sangat bermanfaat.
kalau ada dusta...saya belum menemukan kasus pada pasien pasien saya.




Jumat, 29-06-2012 21:41:52 oleh: Indah praptiasih

Wow, tulisan mbak Lita keren,tengkyu bgt ulasannya,sgt bermanfaaat. Sayang sekali sy udah telat bacanya. saya sendiri udah nyoba & membuktikan kebenaran ulasan mbak Lita.
Sy udah berbulan-bulan menderita sinus & berobat ke dokter (skr udah sembuh). ketika setengah putus asa sy mendengar tentang ECT, tanpa banyak pertimbangan saya beli ear candle dlm jumlah banyak dgn tujuan utk pengobatan seluruh kluarga. sbl nyoba utk anggota kluarga, tentu saya nyoba untuk diri sendiri. Krn penasaran, sy membakar tdk hanya 1 lilin, melainkan 2 lilin dimana lilin yg lain tdk dimasukkan ke lubang telinga, tapi saya pegang dgn tangan lain & menempatkan bagian bawahnya pd tempat yg betul-betul bersih. saya tersentak ketika melihat bahwa tdk ada perbedaan pd hasil pembakaran lilin baik yg dimasukkan ke lubang telinga & tidak dimasukkan. Saya melakukan itu tdk hanya sekali, tapi sampai 6 pasang & hasil residu yg terlihat memang bervariasi. sepertinya itu disebabkan perbedaan kadar lapisan lilin pd linen. maka sy yakin kotoran yg dibilang orang berasal dari telinga itu sebenarnya adalah lilin yg meleleh krn terbakar & warnanya kuning-coklat krn mengandung cat pewarna.
sementara itu saya merasakan telinga sy smakin sakit. dua hari kemudian krn telinga saya menjadi berdengung & smakin sakit, saya kembali pd dokter THT. ternyata telinga kanan saya kotor & dokter berhasil mengeluarkan endapan kotoran yg ada, sementara telinga kiri saya merah karena terjadi peradangan sehingga hrs menjalani pengobatan. klo lilin itu bisa membersihkan, mestinya gak ada kotor lagi dlm tlinga sy
sebenarnya sy paham secara ilmiah, tdk mungkin menciptakan ruang vacum dlm telinga hanya dgn menempelkan ear candle, tapi waktu itu sy tergiur oleh cerita sehingga tdk berpikir panjang. hasilnya saya menyesal sekali pernah mencoba & membuang uang sebanyak itu utk lilin tak berguna. kayaknya yg kontra mungkin para terapis & pejual lilin. klo berminat boleh beli sisa stok lilin s




Sabtu, 07-07-2012 19:07:46 oleh: mia winata

Mba lita yth, saya kagum dengan jawaban anda yang mengatakan tidak perlu mencoba sendiri cukup melihat dari pngalaman org lain dan membaca, kalau memang seperti itu berarti anda mematahkan opini anda sendiri karenan banyak juga lho pngalaman dan tulisan dengan hasil bagus untuk ETC. Saya tidak tahu mengapa anda kekeuh menjelek2an ETC (walaupun dengan dalih logika, medis dan ilmiah) mungkin anda memiliki dendam pribadi yang saya dan semua org di forum ini tdk tahu apa, karena bila anda memang fair anda akan memnyertakan juga crita ttg kberhasilan ETC. Dan lagi apakah referensi anda itu sahih atau hanya HOAX? Maaf ini hanya opini saya, karena semakin kesini saya melihat anda hanya diam saja dengan komen terakhir anda yang menyatakan bahwa kbanyakan tercantum dalam link2 yang anda cantumkan, maaf anda berani membuka forum tetapi saat kisruh anda malah kabur, benar2 tdk jelas diri anda yg penuh logika ini, thx



Minggu, 08-07-2012 13:39:34 oleh: niken

sy pernah memakai produk semacam ini juga , dg hrga sekitar Rp 20.000 isi 2 piece utk telinga kanan dan kiri , dan hasil nya lumayan bagus , jika rutin pemakaian nya , misal 2 pekan sekali , dan tdk berbahaya karena ada penyaring nya , juga ada semacam spon mirip yg ada di rokok , jd ada dua kali penyaringan agar menghindarkan lilin meleleh pada liang telinga , coba anda buka gulungan rokok , bagian atas berisi tembakau dan bagian bawah ada semacam spon . Dalam hal ini sy melihat , pro kontra yg terjadi adalah semakin membuat org harus jeli dalam melihat permasalahan yg ada , jgn melihat dr sisi negativ nya sj , lihat keberhasilan nya , sedang efek buruk nya , justru membuat kita makin berhati-hati , tp jgn membuat qt anti pati pada Terapi Ear Candle tersebut .



Kamis, 09-08-2012 05:41:17 oleh: jubaedi Agus

tahun 2009 saya punya keluhan : Telingan mendenging, hidung mampet, sakit nelan, kepala pusing, leher kaku, mata sering berair, dan gatel, ada benjolan di bawah telinga, sudah berobat ke tht rutin setiap minggu, di beri obat aldisa sr, dan anti biotiknya, sampai tahun 2010, tidak ada pengaruhnya sedikitpun, kemudian saya coba terapi ear candle hingga saya beli sendiri 2 lusin di terapi setiap hari tetapi tidak juga ada perubahan sampai akhirnya saya putus asa, semakin lama sakit kepala makin sering, setiap hari saya minum bodrex selama 5 bulan. saya bingung kemudian dokter menyarankan untuk di biopsi yaitu diambil sebagian jaringan tubuh di belakang hidung, hasilnya saya diponis terkena ca nashoparing atau kangker nasofaring disingkat knf, hasil ct scant, bone scant, usg, rongten, saya diponis sudah stadium IVa, saya segera di Kemoterapi dan radioterapi sampai tahun 2011, Alahamdulillah sekarang sudah ada perubahan lebih baik, yang penting kita sabar, makan makanan yang segar dan sehat. terima kasih.



Sabtu, 15-02-2014 16:04:37 oleh: Metta Legita

Terima kasih mba Lita untuk artikel yang bermanfaat. Hanya sekedar sharing dan menumpahkan unek2 dihati nih.. Boleh ya.
Pengalaman saya menggunakan Ear candle berawal karena telinga saya berasa penuh dengan kotoran tapi setelah dibersihkan sedikit agak kering dan susah diambil. Alhasil sempat agak sedikit luka. Saya biarkanlah itu terjadi.
Kemudian disebuah klinik kecantikan biasa saya rawat wajah saya (sudah terbukti cocok karena dibantu oleh dokter sp. kulit) sambil menunggu antrian iseng2 ikut terapi ini.
Memang betul hasilnya terapisnya menunjukkan kotoran yang terangkat tp bbrp hari setelah itu telinga saya gatal-gatal shg saya sering garuk2. Selama 2 minggu saya alami ini dan terpaksa saya tahan krn saya sedang ada di luar negeri jd saya putuskan untuk pergi ke dokter di Indonesia begitu smp.
Pada saat saya ke dokter tht, dokter mengatakan bahwa telinga saya mengalami radang akibat ear candle shg dpt saya lihat telinga saya rongganya merah bukan main serta gendang telinga yang juga merah dan bentol2 akibat tidak kuat atau alergi terhadap cairan tsb.
Akhirnya saya diberi obat tetes telinga, antibiotik dan satu obat anti radang. Bbrp hari pakai sudah membaik dan sembuh.
Dokter saya tsb mengatakan bahwa jangan lagi gunakan ear candle karena riskan terhadap hal2 spt ini. Kita hanya mengeluarkan bbrp puluh ribu unt biaya ear candle tp kemudian harua berobat ratusan ribu bahkan jutaan karena akibatnya.
Yang saya sampaikan disini barangkali akan berbeda pada tiap orang karena berbeda jenis kulit serta hal2 media lain, jadi saya tulis ini sebagai info dan sharring semoga membantu dan bermanfaat bagi yang membaca.
Terima kasih




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY