Dasman Djamaluddin

Kerajaan Sriwijaya, Kejayaan Bangsa Melayu

Minggu, 09-09-2012 23:59:34 oleh: Dasman Djamaluddin
Kanal: Opini

Kerajaan Sriwijaya, Kejayaan Bangsa Melayu

Senin, 3 September 2012, Rektor Universitas Sebelas Maret, Solo, Prof Ravik Karsidi meresmikan Pusat Studi Bangsa Melayu, yang akan menampung segala bentuk riset mengenai bahasa dan budaya Melayu. Riset yang dilakukan adalah hasil kerjasama antara peneliti Indonesia dan Malaysia.

“Menarik untuk diteliti adalah mengenai bahasa Melayu, merupakan akar bahasa Indonesia dan pernah diusulkan untuk menjadi salah satu bahasa internasional. Sebab, pengguna bahasa tersebut tergolong cukup besar, bisa mencapai 400 juta jiwa,” ujar Ravik.

Berbicara bangsa Melayu atau suku Melayu sudah tentu menunjuk pada suatu kelompok yang ciri utamanya adalah penuturan bahasa Melayu. Suku Melayu bermukim di sebagian besar Malaysia, pesisir timur Sumatera, sekeliling pesisir Kalimantan, Thailand Selatan, serta pulau-pulau kecil yang terbentang sepanjang Selat Malaka dan Selat Karimata.

Di Indonesia, jumlah suku Melayu sekitar 15% dari seluruh populasi, yang sebagian besar mendiami Provinsi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat. Meskipun begitu, banyak pula masyarakat Minangkabau, Mandailing, dan Dayak yang berpindah ke wilayah pesisir timur Sumatera dan pantai barat Kalimantan, mengaku sebagai orang Melayu. Selain di Nusantara, suku Melayu juga terdapat di Sri Lanka, Kepulauan Cocos (Keeling) (Cocos Malays), dan Afrika Selatan (Cape Malays).

Nama "Malayu" berasal dari Kerajaan Malayu yang pernah ada di kawasan Sungai Batang Hari. Dalam perkembangannya, Kerajaan Melayu akhirnya takluk dan menjadi bawahan Kerajaan Sriwijaya. Pemakaian istilah Melayu-pun meluas hingga ke luar Sumatera, mengikuti teritorial imperium Sriwijaya yang berkembang hingga ke Jawa, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Jadi orang Melayu Semenanjung berasal dari Sumatera (Lihat Peta).

Berdasarkan prasasti Keping Tembaga Laguna, pedagang Melayu telah berdagang ke seluruh wilayah Asia Tenggara, juga turut serta membawa adat budaya dan Bahasa Melayu pada kawasan tersebut. Bahasa Melayu akhirnya menjadi lingua franca menggantikan Bahasa Sanskerta. Era kejayaan Sriwijaya merupakan masa emas bagi peradaban Melayu, termasuk pada masa wangsa Sailendra di Jawa, kemudian dilanjutkan oleh kerajaan Dharmasraya sampai pada abad ke-14, dan terus berkembang pada masa Kesultanan Malaka sebelum kerajaan ini ditaklukan oleh kekuatan tentara Portugis pada tahun 1511.

Masuknya agama Islam ke Nusantara pada abad ke-12, diserap baik-baik oleh masyarakat Melayu. Islamisasi tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat jelata, namun telah menjadi corak pemerintahan kerajaan-kerajaan Melayu. Di antara kerajaan-kerajaan tersebut ialah Kesultanan Johor, Kesultanan Perak, Kesultanan Pahang, Kesultanan Brunei, dan Kesultanan Siak. Kedatangan kolonialis Eropa telah menyebabkan terdiasporanya orang-orang Melayu ke seluruh Nusantara, Sri Lanka, dan Afrika Selatan. Di perantauan, mereka banyak mengisi pos-pos kerajaan seperti menjadi syahbandar, ulama, dan hakim.

Dalam perkembangan selanjutnya, hampir seluruh Kepulauan Nusantara mendapatkan pengaruh langsung dari Suku Melayu. Bahasa Melayu yang telah berkembang dan dipakai oleh banyak masyarakat Nusantara, akhirnya dipilih menjadi bahasa nasional Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

Tentang kejayaan Kerajaan Sriwijaya ini, Muhammad Yamin, pelaku sejarah asal Sawahlunto Sumatera Barat pernah berimajinasi jika kelak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan “Imperium Nusantara III,” setelah Sriwijaya dan Majapahit. Imajinasi ini diutarakan Muhammad Yamin dan Soekarno di satu pihak, dengan Hatta yang berbeda pandangan mengenai Indonesia yang dicita-citakan, di pihak lain.Imajinasi ini semakin jauh dari kenyataan ketika hampir semua negara yang dicita-citakan Muhammad Yamin dan Soekarno memerdekakan diri.

Muhammad Yamin juga merupakan pemrakarsa menjadikan bahasa Melayu menjadi bahasa nasional dalam Kongres Pemuda, 28 Oktober 1928. Pada waktu Sumpah Pemuda itu, menurut Ajip Rosidi, seorang sastrawan, bahasa Indonesia dalam masyarakat masih disebut sebagai “bahasa Melayu.” Pemerintah Hindia Belanda, melarang pemakaian istilah “Bahasa Indonesia,” hingga mereka takluk pada bala tentara Jepang (1942). Setelah itu barulah bahasa Indonesia diperkenalkan ke dunia luar.

“Para pemimpin pergerakan kemerdekaan, seperti H.Agoes Salim, Ir.Soekarno, Drs Moh.Hatta, Sjahrir, M.Natsir dan lain-lain menggunakan dan memperkaya bahasa Indonesia melalui tulisan dan pidato-pidatonya,” ujar Ajip Rosidi.

Dalam lapangan kesusasteraan, Abdoel Moeis menulis Salah Asuhan (1928), Armijn Pane menulis Belenggu (1938), Amir Hamzah menulis Nyanyi Sunyi (1937) memperkaya perbendahaaraan bahasa Melayu ini melalui roman dan puisinya.

Setelah kemerdekaan, Chairil Anwar di dalam sajak-sajaknya menguasai bahasa Melayu sangat baik. Jika kita berbicara mengenai suku Melayu, bahasa Melayu yang berasal dari Sumatera, tidak berkelebihan pula saya ingin menyampaikan pesan singkat kepada universitas tertua di Sumatera, yaitu Universitas Andalas di Sumatera Barat yang pada 13 September 2012 ini akan berulang tahun. Universitas ini merupakan satu-satunya universitas yang ada di Pulau Sumatera tahun 1956. Pun dibidani oleh Muhammad Yamin yang pada waktu itu menjabat Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia di samping Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden RI. Pertanyaannya, sejauh mana Universitas Andalas melakukan hal sama bagi pengembangan bahasa Melayu? Apakah sudah lebih dulu melakukan berbagai penelitian sebelum Universitas Sebelas Maret, Solo mendirikan Pusat Studi Bahasa Melayu baru-baru ini?

Bookmark and Share

Tag/Label opini, sriwijaya, melayu
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
2 komentar pada warta ini
Selasa, 05-02-2013 23:25:50 oleh: masagus lukman Hakim

asalamualaikum wahai saudaraku sebangsa setanah air dan seasian, untuk mengetahui asal usul suatu suku atau bangsa cukup kita kenali bahasa, budayanya dan langkah langkah sejarahnya,bahasa Sriwijaya pada prasasti tertuanya th 683 M diPalembang menggunakan bahasa Melayu Kuna(Melayu Tertua)yang berkembang menjadi bahasa Indonesia maupun bahasa melayu lainnya,sampai sekarang bahasa melayu kuna masih ada di sumatera selatan,di Minanga dekat Palembang.jadi alangkah malunya kalau daerah lain maupun negara lain mengakui asal usul Sriwijaya berasal dari daerahnya,demikian Sailendra (yang bangun Borobudur dan lainnya dijawa) adalah Raja utusan dari Sriwijaya untuk memimpin dijawa, bukan raja asal Jawa atau dari india, Tapi asli Sumatera Selatan Indonesia.



Rabu, 06-02-2013 08:55:18 oleh: Dasman Djamaluddin

Setuju. Memang dalam penelitian kita selalu kekurangan dana. Semoga muncul minat generasi-generasi muda untuk mencintai bidang penelitian. Seharusnya kitalah yang lebih tahu tentang sejarah kita.



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY