Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dr. Dino Patti Djalal bersyukur masyarakat Indonesia yang bermukim di wilayah selatan Amerika Serikat (AS), khususnya di negara bagian Louisiana selamat dari bahaya badai tropis "Isaac" yang melanda wilayah itu minggu lalu.
Hal itu dikatakan Duta Besar Dr. Dino Patti Djalal dalam pembicaraannya melalui telpon dengan Konsul Jenderal RI di Houston Al Busyra Basnur.
Duta Besar Dr. Dino Patti Djalal terus menerus memantau perkembangan badai Isaac dan kondisi masyarakat Indonesia di wilayah yang terkena bencana itu.
Lebih lanjut Duta Besar Dr. Dino Patti Djalal menghimbau masyarakat Indonesia di seluruh AS yang berada dalam kondisi seperti ini dan memerlukan bantuan agar segera menghubungi KBRI Washington atau KJRI terdekat.
Sekitar 600 orang masyarakat Indonesia yang bermukim di Louisiana banyak yang mengungsi selama badai berlangsung. Namun sebagian mereka memilih tetap tinggal di rumah dan apartemen masing-masing. Mereka yakin posisi tempat tinggal mereka berada di daerah ketinggian, terhindar dari banjir dan tidak ada pohon yang berbahaya.
Ada beberapa pengalaman menarik yang diceritakan masyarakat Indonesia kepada Konjen Al Busyra Basnur sekitar badai tersebut.
Ventje Welan bersama keluarganya tinggal di kota Houma, kota paling selatan di negara bagian Louisana, berhadapan dengan Teluk Meksiko. Mereka sekeluarga terpaksa menginap di dalam mobil bersama anak-anak mereka pada malam hari.
"Lampu mati, anak-anak menangis, mereka tidak bisa tidur karena didalam kamar panas sekali. Kami kemudian masuk mobil yang diparkir di garasi rumah, lalu tidur bergantian sambil menyalakan pendingin mobil", kata Djenny, isteri Ventje Welan.
"Saya terpaksa memegang golok dan senapan angin untuk berjaga-jaga", kata Ventje Welan menambahkan.
Lain lagi cerita Denny Setiawan yang bekerja di restoran dan tinggal di kota New Orleans. Ia mempersiapkan diri beberapa hari sebelum badai Isaac datang dengan membeli makanan dan minuman dalam jumlah banyak untuk bekal.
"Saat badai datang saya tidak bisa keluar. Saya hanya bisa berdiam didalam apartemen sambil memandang keluar dan mendengarkan bunyi hujan deras dan angin yang sangat kencang. Pohon-pohon tumbang. Ngeri juga", katanya.
Sementara itu Bambang Arifatmi, calon Doktor dari University of New Orleans dan tinggal di kota New Orleans, memilih meninggalkan kota New Orleans untuk mengungsi pada detik-detik terakhir menjelang badai datang.
Bambang ingin membantu masyarakat Indonesia terlebih dahulu dan memastikan mereka aman sebelum ia sendiri keluar meninggalkan kota New Orleans. Bambang mengungsi ke kota Baton Rouge, sekitar 150 km sebelah barat New Orleans.
"Saya selalu berusaha meng-update masyarakat Indonesia tentang setiap perkembangan dan pergerakan badai serta akses jalan yang bisa dilalui", katanya.
Bambang juga aktif menyampaikan informasi kepada KJRI Houston tentang situasi badai, pengumuman pemerintah dan pergerakan masyarakat Indonesia baik yang bertahan tinggal di New Orleans maupun yang dalam pengungsian.
Sumber: Kedubes RI di AS