Jojo   Raharjo

Jujur, Dituduh, dan Disedot Bank Mandiri

Sabtu, 10-03-2012 11:25:06 oleh: Jojo Raharjo
Kanal: Suara Konsumen

Jujur, Dituduh, dan Disedot Bank Mandiri

Ini kisah tentang isteri saya, yang kini terbaring terkena stroke ringan usai bersengketa dengan Bank Mandiri, justru karena mencoba berlaku jujur.

--------------------------------------------------------------------------------------------

Jujur, Dituduh, dan Disedot Bank Mandiri

Pada, Kamis, 8 Maret 2012, pukul 13.50 saya melakukan penarikan tabungan sebesar Rp 5 juta atas nama Agriceli Harlindawati 1370096037227 di Bank Mandiri Cabang Ciledug di Kreo, Tangerang. Saat itu tidak ada antrian di teller. Saya yang datang bersama anak saya dilayani teller bernama Ema. Saya tak memperhatikan saat teller menghitung uang lalu memasukkan ke amplop.  Begitu amplop diterima, saya tidak menghitung lagi jumlah uangnya, langsung saya masukkan ke tas.

Setelah dari Bank Mandiri saya langsung menuju PLN cab Bintaro yang letaknya sekitar 500 meter dari Bank Mandiri Ciledug. Karena uang Rp 5 juta tersebut untuk membayar denda PLN, langsung saja amplop itu kepada petugas PLN, Pak Suyadi. Setelah administrasi beres saya pulang.

Baru sampai di rumah, sekitar jam 15, ada sms dari Pak Suyadi yang mengatakan bahwa uang pembayaran saya di PLN kelebihan Rp 5 juta  Segera saya ke PLN untuk mengambil uang tersebut. Saya cek bukti penarikan dan buku tabungan, semuanya oke. Maka segera saya menuju ke Bank Mandiri Cab Ciledug untuk mengembalikan uang Rp 5 juta tersebut. Pikir saya, "Kasihan tellernya yang salah kalau harus mengganti Rp 5 juta.".

Jam 16 lewat, saya sampai di Bank Mandiri Cabang Ciledug sudah dalam keadaan tutup. Saya langsung menemui teller Ema. Saya memenuhi keinginannya agar saya tinggal karena dia akan menghitung uangnya. Saya sanggupin walaupun sebenernya saya harus segera pulang karena bayi saya harus menyusu. Di situ, teller Ema bilang ada selisih Rp 10 juta.

Teller Ema lalu meminta ke Head Teller untuk melihat CCTV. Kembali saya menolongnya dengan memelototi CCTV. Oh ya, karena memang berniat baik, saya memberikan nomer HP saya jika ada apa-apa. Berdasarkan CCTV, memang saya tidak menghitung lagi uang dalam amplop yang diberikan oleh teller Ema. Saat itu Ema mengakui bahwa dia salah memasukkan uang ke amplop saya. "Ini pelajaran bagi saya," katanya setelah selesai memlototi CCTV itu.

Kembali saya mau diajak kembali untuk melakukan konfirmasi ke Pak Suyadi di PLN. Ini bentuk kerjasama saya untuk menolong teller Ema. Kami pun menuju ke PLN memakai mobil Bank Mandiri. Ada sopir, satpam, Ema, orang teller juga, dan saya.

Di PLN, Pak Suyadi sudah menjelaskan kronologi ketika dia menghitung uang. "Saya yakin Ibu Celi ini belum menghitung uang dari amplop," kata Pak Yadi waktu itu. Pak Suyadi mengatakan bahwa di amplop itu ada dua bendel uang ratusan ribu tanpa label, hanya dikaretin. Dua bendel ini kemudian dijadikan satu dalam satu bendel karet. Pak Suyadi menjelaskan bahwa dia menghitung satu bendel saja tapi sebelum selesai dia berikan ke stafnya. Setelah konfirmasi selesai kami kembali ke Bank Mandiri. Sesampai di Bank Mandiri saya menyerahkan uang Rp 5 juta ke teller Ema dengan bukti kuitansi. Saya pulang.

Sekitar jam 19 malam, ada telepon dari Mira, Bank Mandiri. Di awal telepon dia langsung mengatakan saya harus mengembalikan lagi Rp 5 juta yang saya ambil. Saya menolak karena saya tidak merasa mengambil. Toh, yang memasukkan uang ke amplop itu adalah Ema. Nada suara nya membentak saya.  

Jum’at (9/3), saya mengecek saldo saya di ATM mandiri SPBU Mampang. Saya kaget karena ada pendebetan Rp 5 juta tanpa sepengetahuan saya. Sampai di kantor di daerah Halim, saya langsung menelpon Kepala Cabang Bank Mandiri Ciledug untuk menanyakan kenapa ada pendebetan Rp 5 juta tanpa sepengetahuan saya. Saya emosi. Tak berselang, lama tangan dan kaki saya kesemutan dan tak bisa bergerak. Saya pun dibawa ke RS UKI memakai ambulan. Kata dokter saya kena serangan stroke. Ini karena stres, dan shock. Kini, saya harus berbaring di rumah selama sepekan, agar serangan stroke itu tak terulang, sementara uang saya Rp 5 juta yang disedot Bank Mandiri tanpa sepengetahuan saya tak kembali.

Saya heran, saya hanya mencoba jujur. Mencoba menolong teller yang teledor, tapi justru saya yang dituduh, dibentak, dan uang saya disedot tanpa izin. Pihak bank yang menyatakan sebagai bank terbesar dan terbaik di Indonesia itu tak menyadari betapa seorang konsumen loyalnya telah berusaha jujur. Saya menjadi nasabah Bank Mandiri lebih dari 10 tahun, tapi justru saat berusaha mengembalikan kelebihan uang yang bukan salah saya, justru mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dan berakhir dengan serangan stroke ringan.

Saya meminta, pihak Bank Mandiri memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. Saya juga berharap, kejadian ini tidak menimpa nasabah lainnya. Terimakasih

 

Agriceli Harlindawati

Nasabah Bank Mandiri No Rek 1370096037227

-----------------------------------------------------------------------------

 

(catatan editor : nomer kontak dan alamat lengkap nasabah ini ada di Wikimu. Untuk menghindari kejadian-kejadian lain yang tidak terkait masalah ini, maka sengaja tidak dicantumkan)

 

 

Bookmark and Share

Tag/Label bank mandiri, merampok uang kami
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
50 komentar pada warta ini
Sabtu, 10-03-2012 14:24:49 oleh: david - jawa timur

saya juga mengalami hal yg tidak mengenakan mengenai bank mandiri, emmm, bukan saya saja, tp sebagian besar karyawan kampus saya mengalami hal yg kurang mengenakan dengan bank mandiri. 4bulan saya tidak merasakan gaji bulanan saya dan atm terblokir.. :D sedih namun ada pelajaran yg sangat baik.



Minggu, 11-03-2012 02:01:29 oleh: Riyadi

Setuja tuh, bank mandiri emang payah, pelayanan juga payah, buat para korban, berjuang terus, tuntut yang memang menjadi hak anda.... semangat...



Minggu, 11-03-2012 07:07:58 oleh: Sifa

Ikut prihatin, semoga masalahnya bisa terselesaikan dengan baik. Amin!
Hmmm... Ingin ikut curhat juga... Sejujurnya saldo minimum di tabungan yang asalnya 50rb dan sekarang jadi 100rb saja sudah memberatkan :(




Minggu, 11-03-2012 07:28:48 oleh: Sabrina

Saya sebagai frontliner bank Mandiri merasa malu dengan pelayanan kurang memuaskan yg dirasakan oleh beberapa nasabah. Cerita diatas sudah saya copas dan saya sampaikan kepada beberapa rekan teller dan kepala cabang melalui bbm untuk dijadikan pelajaran. Kejadian seperti itu memang seharusnya tidak terjadi. Karena komitmen kami adalah mengedepankan pelayanan. Dan saya mewakili Bank Mandiri meminta maaf untuk pelayanan yang mengecewakan. Kedepannya semoga kami bisa melayani nasabah dengan lebih baik. :) :)



Minggu, 11-03-2012 09:03:20 oleh: nugi

tuntut aja ke polisi atau YLKI



Minggu, 11-03-2012 12:43:16 oleh: ike

Turut prihatin atas perishtiwa,tp ket diatas krg jls yg dmksud dgn 2 bndel 100rbuan?1 bndel ada brp juta?kl tdk slh 1 bndel 100rb =10jt



Minggu, 11-03-2012 15:24:43 oleh: andy

turun prihatin dgn kejadiannya.. Cm agak krg fair ngejudge perusahaan nya.. Ttg efek sakit mungkin saja mmg sdh punya tsb sebelumnya.. Utk perusahaan nya,pasti akan ditindak kan karyawan itu jk terbukti salah? Semoga kesalahan2 yg pernah dilakukan anda tidak pernah org lain muat di media..



Minggu, 11-03-2012 16:04:17 oleh: andy

setahu saya 1 bendel 100rb itu 10jt lho.. 2 bendel berarti 20jt donk.. Bsk mau tanyain,bener g ya hitungan sy..



Minggu, 11-03-2012 16:55:38 oleh: andrian

Mohon maaf atas ketidaknyamanan yg anda rasakan...saya sebagai salah seorang karyawan bank mandiri turut prihatin atas apa yg terjadi dgn anda...namun diats dijelaskan bahwa ada 2 bendel uang ratusan ribu yg mana berarti ada 20 juta dengan asumsi 1 bendel 100.000 sama dengan 10 juta, mohon mengkonfirmasi lg dengan pihak PLN dan pihak2 terkait agar dpt diselesaikan dgn baik.



Minggu, 11-03-2012 18:52:47 oleh: afau

Semoga yg benar itu benar yg salah itu segara terbukti, semoga ibu agri lekas sembuh dr strooke ringannya, apa strk nya itu eringatan dari Allah ya?



Minggu, 11-03-2012 19:59:14 oleh: Ade Hasan

Turut prihatin atas kejadian ini, semoga lekas sembuh.
Ini rasanya pelajaran jg untuk kita sebagai nasabah bank, agar jika ambil uang di teller bank, mesti menghitung lagi jumlahnya apakai sesuai dengan nilai yg kita ambil dan dicocoknya dengan nilai yang tercetak di buku.




Minggu, 11-03-2012 20:15:21 oleh: lily

Setau saya kl 1 bendel itu 100lbr. Berarti kl 1 bendel uang 100rb an = 10juta. 2 bendel brarti 20juta. Betul skali,mgkn dpt dikonfirmasikan kmbli dgn pihak PLN nya. Atau mgkn jg ada CCTV nya di PLN tsb.



Minggu, 11-03-2012 21:52:34 oleh: roy_de_java

Semoga cepat sembuh, sebagai nasabah anda salah tidak menghitung uang tersebut dan memperpanjang masalah dengan mengembalikan kelebihannya. Pidak bank juga salah, karena tidak semudah itu mendebet rek nasabahnya tanpa ada penjelasan. Saran saya dibank mandiri ada mandiri call 14000 atau (021) 52997777 adukan saja kesitu. Biar ada kejelasan, kalo memang masalahnya sperti yg anda ceritakan.



Minggu, 11-03-2012 23:01:52 oleh: dimas

Ada yg janggal cri critanya...
Fakta d bank. 1 bendel biasanya 100 lmbr...
Jadi 2 bndel ratusan ribu brarti 20jt...

Uang 5jt yg d ambl dr bank, D pake byr utk PLN 5jt, trus knp teller slisih 10jt?
5jt + 10jt=15jt...

Trus 5jt nya kmn?

D bicarain dlu aj dgn kepala dingin... Udh ribet thu urasannya... Soallnya udh smp k pihak 3 (pak PLN dan staf)...

Smg nasabah cpet sembuh ye...

Nb: Msl teller bank posting ttg kteledoran nasabah, byk x y postingan kyk gni...
Mrasa ga fair aj critanya... ;) Piisss....




Senin, 12-03-2012 01:00:40 oleh: dita

Sepertinya ada yg aneh..,
Nasabah jelas salah Ъќ liat uang pd saat dihitung, tp knp teller ksh uang 100rb 2 bundel k nasabah? Sejak kpn 100rb x 200lbr = 5jt..?
Tellernya hrs lbh teliti lg tuh...




Senin, 12-03-2012 06:14:51 oleh: santi

Yg nulis itukan suaminya, atas dasar cerita istrinya bisa jd crta sebenernya gak bgt,krn persepsi org beda2 mending dateng aja ke bank nya selesaikan baik2 Insya Allah cepet kelar, saya yakin bank tdk mungkin mendebet org seenaknya,atau mungkin hanya di blokir?krn sy jg kerja di bank jd tau



Senin, 12-03-2012 07:19:59 oleh: dino

Segala sesuatu mesti dilihat dari 2 arah, ga mungkin bank seenaknya ngedebet rekening nasabah, saran saya ibu (nasabah) datang langsung lagi k bank cabang dimana dia transaksi insyah Allah ada jalan terbaik



Senin, 12-03-2012 10:03:54 oleh: Aryo Seto

Kalo memang kejadian seperti di kronologis benar itu namanya tindak pencurian..bank tidak boleh seenaknya memotong uang di rekening nasabah,secara pencatatan itu pun bukan uang milik bank,kalau mandiri mamang mengecewakan pindahkan saja semua uang ke bank sebelah,masih banyak yang pelayanannya lebih baik.



Senin, 12-03-2012 12:24:02 oleh: jonny

Lebih baik diselesaikan langsung di bank mandiri. Bank mandiri pasti memiliki cctv disetiap cabang. Dengan melihat langsung cctvnya, akan lebih jelas permasalahannya dibandingkan dengan menulis di media. Bila orang yang beragama, pasti percaya akan pengadilan di akhirat. Jadi bapak tenang aja. Semoga yang berbohong langsung diberikan balasan yang setimpal didunia. Sabar ya pak.



Senin, 12-03-2012 14:33:19 oleh: Ica

Saran saya jika smp skg dari Bank Mandiri tidak ada itikad baik, maka silahkan datang saja ke Pihak Bank Indonesia, untuk dijadikan Mediasi antara nsb dan bank Mandiri.

Semoga lekas sembuh ya mba ...




Senin, 12-03-2012 14:35:40 oleh: rahman

saya kmarin, tgl 28 pebruari mengalami sesuatu yg ga mengenakkan jg dengan mandiri. saat ambil uang di atm, rekening saya sudah terdebet tetapi uang ga keluar karena habis. saat saya ngurus katanya keputusannya setelah 14 hari.. lamanyaaaa



Senin, 12-03-2012 15:04:07 oleh: Agriceli Harlindawati

Uang Rp.5 Juta Kembali ke Rekening Bank Mandiri

Semoga Anda masih mengikuti tulisan mengenai kejadian pendebetan Rp 5juta di rekening Mandiri atas nama Agriceli pada Jumat (9/3) lalu.

Pagi ini (12/3) Kepala Cabang Bank Mandiri Ciledug dan Area Manager Bank Mandiri Tangerang mendatangi rumah saya untuk menjelaskan semuanya. Menurut mereka, uang Rp 5 juta saya itu diblokir karena alamat saya di rekening adalah alamat rumah lama saya di Gejayan Yogyakarta padahal saya sudah berdomisili di Ciledug. Sebenernya ada keheranan juga kenapa masalah alamat rumah lama saya ini menjadi alasan untuk pemblokiran. Apalagi pemblokiran dana yang tidak saya ketahui sebelumnya. Toh, di surat bukti penarikan - ada lembar untuk bank - tertera jelas alamat rumah Ciledug. Belum lagi nomer handphone yang saya berikan ke teller Ema. Sedari awal saya tidak lari. Kalau sekiranya untuk melacak saya itu tentu bukan hal yang sulit.

Ah, mungkin sebaiknya saya lupakan keheranan itu. Saya tidak memperpanjang keheranan menjadi suatu masalah baru.

Soal pemblokiran, itu hal yang lain lagi. Untuk hal yang satu ini, saya merasa sangat dirugikan secara mental. Karena tiada informasi dari Bank Mandiri untuk pemblokiran dana Rp 5 juta, saya menjadi shock. Kekagetan saya yang berujung pada pingsan dan dilarikan ke UGD RS UKI Jakarta.

Sampai sekarang saya masih bingung dengan istilah Transient Ischemic Attack yang menyerang saya pada Jumat (9/3) di kantor. Gejalanya mirip dengan stroke dan memang mengarah ke stroke.

Ah sudahlah, saya tidak memperpanjang lagi. Toh, uang saya sudah kembali ke rekening saya, pemblokiran dana Rp5 juta sudah dibuka. Pengalaman saya bisa menjadi pelajaran bagi para nasabah. Sekian




Senin, 12-03-2012 15:14:35 oleh: adit

Memang pada awalnya, kesalahan tersebut terletak pada teller. Tapi kalau uang yang diberikan lebih, seharusnya nasabah langsung mengkonfirmasi k teller.
Jadi, coba d cross check kembali dgn istri anda. Tidak hanya menyalahkan salah satu pihak saja.
Pada intinya, semua niat baik akan dapet balasan baik. Dan semua niat jahat akan dapet balasan yang lebih jahat lg.
Anda punya tuhan jg kan? Tuhan maha adil.. Maha tahu...
Semoga semua dapat terselesaikan dgn baik..
Don't judge the problem by its cover.




Senin, 12-03-2012 15:50:14 oleh: nanung

@adit
anda tulis don't judge the problem by its cover. tapi Anda sendiri sudah melakukan penghakiman tanpa membaca kronologisnya... payah!!!
jelas-jelas si istri sudah konfirmasi ke teller setelah tahu uangnya lebih ....





Senin, 12-03-2012 15:51:29 oleh: johaness

Wah, selamat ya bu agri, uang anda sdh kembali..tp ingattt ya bu kl yg benar teller mandiri berarti ibu makan yg bukan hak ibu,jgn sampai kita ngasih mkn anak dg uang yg bukan milik kita



Senin, 12-03-2012 16:23:08 oleh: wati

Kayaknya ada janggal,kan kejadiannya tgl 8 hari kamis kok ngomongnya jadi sakit dan sudah dirawat sepekan yah?padahal kalo diitungkan baru 4 hari.berarti memang sakitnya sudah lama dong.ini baru kebohongan kecil yang terungkap



Senin, 12-03-2012 17:03:44 oleh: ihsan

@Johaness
anda kerja di bank ya? kok malah belain bank yg jelas-jelas salah. jangan sampai kasih makan anak pakai uang riba ya?




Senin, 12-03-2012 17:08:57 oleh: ihsan

@wati
sebelum komen baca dulu yang bener. harus bed rest di rumah selama sepekan, tidak sama dengan sudah dirawat selama sepekan. pantesan ngitung uang aja gak beres, baca gak bisa. kebanyakan makan uang riba dan uang nasabah secara gak halal




Senin, 12-03-2012 17:42:26 oleh: oktav

Sabar ae cell, yg salah memang cari2 kesalahan untuk meringankan kesalahannya. Kalau kamu bener ga usah takut, yg nuduh bakal kemakan omongane dewe dlm waktu dekat ...



Senin, 12-03-2012 19:53:52 oleh: muti andryani

Turut prihatin atas kjadiannya,cm cb dkaji lagi deh,kl mmg kt pihak pln ada 2 gepok 100ribuan tanpa label yg cm dkaretin,bs jadi salah 1 bundel yg masih pk karet hanya bjumlah 50lembar artinya total yg dkasih 15 juta,siapa tw sang tellet salah kasih gepokan..brati bnr kan selisihnya teller itu 10juta..cb liat lg cctv nyaa..



Senin, 12-03-2012 20:26:33 oleh: johaness

@ Ihasan
Sorry sy tdk kerja di bank, sy buka tk elektronik di glodok, sy cuma kasian aja, krn kasir sy jg pernah ngalamin itu,salah ngitung orang bayar beli tv




Senin, 12-03-2012 22:25:22 oleh: Yanti

Saya pun sudah lama jadi nasabah mandiri dan seingat saya di form penarikan mandiri tidak ada kolom alamat. Dan ketika saya browsing di internet mengenai penjelasan penyakit ibu, dijelaskan penyebabnya karna ada endapan lemak & kalsium yang terbawa aliran darah dan menyumbat aliran darah ke otak dan penyakit itu kambuhan. Mgkn saat kambuh, ibu menghubung2kan dgn masalah ibu dgn mandiri. Tapi saya salut dengan ibu yang masih sanggup menulis keluhan & tanggapan begitu panjang dan sanggup berkomunikasi dengan suami untuk mempostingnya walaupun dgn kondisi hrs berbaring sepekan karena "stroke ringan".. Mdh2an siapapun yang tidak jujur dalam masalah ini dapat diberi sedikit "pelajaran" ... TUHAN TIDAK TIDUR....



Senin, 12-03-2012 22:42:21 oleh: nova

memang anda sebagai nasabah tidak diminta untuk memperhatikan saat teller bank akan menghitung uang yang akan diserahkan ke anda?? karena menghitung sendiri uang 5 juta cukup merepotkan untuk orang biasa.



Senin, 12-03-2012 22:56:51 oleh: utami setyorini

sabar ya cel, aku tau kamu dari jaman kuliah dulu, emang kalo jujur suka banyak cobaannya, aku sering banget juga selisih kyk gtu dan aku balikin, pegawai bank juga manusia biasa, tapi kisah pemblokiran itu,sungguh memprihatinkan, sabar cel, pasti yang salah keliatan juga pada akhirnya....



Selasa, 13-03-2012 14:26:45 oleh: edun

sudah saya cek,crta ini tdk benar.memang benar ada penarikan 5jta,ppda tgl 8. tp pendbetan pda hri yg sma jam 19:00 itu ga da.sprtny crta ini d buat untuk mnjthkan phk trtntu.nama tkoh kisah ini memang ada,tp blm tntu atw saYa tdk ykin beliau lah yg mmbuat tlisan ini.



Selasa, 13-03-2012 20:53:07 oleh: shifa

Kynyaa ada yg ga beres nih dr crta diatas,,cb bwt para komentator agar dcermati dl baik2 crtanya biar ga tkesan hanya mejatuhkann satu pihak aja.Sbg nasabh jg hrsnya seburu2nya qt ttp phatiin transaksi yg dlakuin,krn biar gmn teller jg manusia kan.Bwt mba tellernya jg hrsnya paksa nasbhnya bwt liat uang yg dtarik,jgn main masukn aja ke amplop..



Selasa, 13-03-2012 22:55:00 oleh: wati

@ihsan,kok anda menuduh saya yang sepertinya saya kerja di bank.saya bukan pegawai bank,saya dokter.seandainya pun saya bekerja dibank lebih baik saya terima gaji yang anda sebut makan uang riba ketimbang makan uang yang tidak halal.









Rabu, 14-03-2012 10:29:10 oleh: Bedjo Legowo

Fahamnya Pancasila prakteknya Kapitalis salah satu dampaknya adalah pola pikir yang salah kaprah contonya ya diatas, Kejujuran harus dibayar mahal




Rabu, 14-03-2012 16:25:31 oleh: Mochamad Yusuf

Jojo dan Celli,
turut prihatin dengan keadaan seperti ini. Dan prihatin juga, kalau ada yang meragukan ceritamu, karena aku tahu kredibiltasmu sejak kuliah. Semoga istrimu cepat sembuh. Bagaimana keadaannya sekarang?




Kamis, 22-03-2012 00:38:23 oleh: intan kartini loebis

Sy jg punya cerita dikecewakan oleh Bank Mandiri Unit Mikro cabang Pangeran Jayakarta,Pd thn 2006 orangtua sy meminjam dana kepada bank tersebut dgn menggunakan nama sy,dimana pada saat itu sy tdk paham akan dampaknya kedepan,karena setelah ttd sy tdk tau lg kelanjutannya,pd oktober 2010 ayah sy meninggal dunia,setelah itu ibu menceritakan bahwa almarhum masih punya kewajiban kpd Bank mandiri,alangkah kagetnya sy mendengar hal tersebut krn kejadian itu sdh 5th yang lalu,lama sy berpikir akhirnya utk ketenangan almarhum sy melunasi kewajiban almarhum kepada Bank mandiri pada bulan maret 2011,dimana surat pelunasan dan penyerahan jaminan yang telah diberikan dan ditandatangani oleh Pak Bani Suhada,dan sy berpikir itu semua telah selesai,Alhamdulillah usaha sy berkembang,dan sy berkeinginan untuk kpr sebuah rumah yh lbh bgs,diawal sy terbuka apa adanya dgn menyelipkan bukti lunas dari Bank mandiri,namun ada 5 bank semua menolaknya dgn alasan tdk jelas,sy pasrah mgkn belum waktunya,padahal record di tabungan menurut sy bgs,kebetulan sy nasabah Bank Mandiri dan BCA.Kemudian ada salah satu Bank Ingin bekerjasama dgn saya,dimana sy telah jelaskan seluruh kronologisnya,mereka mau mengerti dan melakukan BI ceking,hasilnya ternyata Bank Mandiri belum melaporkan Kepada BI,jika sy telah melunasi kewajiban sy kepada Bank Mandiri.Menurut keterangan masih terbuka,belum dilaporkan,namun untuk intern diBank Mandiri sudah lunas,pantas kpr sy gagal semua,sedih skl rasanya,sudah setahun dibayar tp belum dilaporkan ke BI pelunasannya,Akhirnya sy tlp ke Bank Mandiri unit mikro P.jayakarta dgn pimpinan Pak Desta,namun jawabannya tdk memuaskan.Akhirnya hari ini tgl 22 maret 2012 sy dan suami datang ke kantor tersebut,meminta penjelasan masalah sy dan katanya baru kali ini kasus ini terjadi,dan sy disuruh menunggu lagi.kasihan skl sy.sdh membantu melunasi tp akhirnya nama sy cacat di BI,padahal usaha sy sedang berkembang pesat.Dan sy merupakan nasabah Mandiri yg cukup setia.tk wslm



Jumat, 27-04-2012 11:21:00 oleh: Andhi

@ lily
@ dita
@ dimas :

seharusnya sebelum komentar tu anda membaca secara cermat !!
(1 bendel biasanya 100 lmbr. Jadi 2 bndel ratusan ribu brarti 20jt)

memang seperti itu penjumlahannya.

tapi kan dari pernyataan yang diungkapkan Bapak.Suyadi selaku petugas PLN tadi kan berbunyi :
Pak Suyadi mengatakan bahwa di amplop itu ada dua bendel uang ratusan ribu tanpa label, hanya dikaretin. (HANYA DIKARETIN)

uang tadi dalam keadaan tanpa label dan hanya bertalikan KARET.
bisa jadi uang itu belum dipack sesuai aturan yg baku yaitu untuk uang 100.000 = 1 bundel adalah 100.000 x 100lmbr = 10.000.000.

pahami isi cerita sebelum komen !!




Rabu, 23-05-2012 11:23:33 oleh: Fahmi

Saya punya curhatan sendiri dng pelayanan Bank Mandiri, Saya pernah didatangi karyawan Bank Mandiri ditempat usaha saya untuk membuka rekening di Bank Mandiri, jujur saya enggan membuka rekening di Bank ini, krn ribetnya prosedur penyetorannya di bandingkan Bank BCA,

Tetapi akhirnya saya buka juga krn karyawan ini bernama Vico terus memelas untuk menutupi targetnya dalam satu bulan..dengan menawarkan saya akan mengambil uang storan ke toko saya 1 kali dalam seminggu, ternyata dia menghilang begitu saja..

ATM saya pun tidak pernah diserahkan..saya harus mengambil sendiri ke Bank..saat mengambil ATM saya mengeluhkan hal tsb ke CS, jawabannya formalitas sekali, tnp ada niat memfollow up keluhan saya..

pembohongan ini dilakukan ke semua pedagang yg mana mereka masi family saya..

saat saya cari tahu skrng VICO tsb berada di AXA MANDIRI..

saya bingung..Bank Sebesar Mandiri dan Ngaku2 Bank yg mendapatkan penghargaan krn layanan..bisa merekrut pegawai seperti VICO..





Senin, 27-08-2012 22:27:36 oleh: ira

syukurlah akhirnya uang ibu dikembalikan lagi oleh pihak bank.. dari ini saya belajar dan mengambil hikmah,,jika sebelum mengambil uang dari teller,,memeriksakan uang tersebut kembali. karena teller juga manusia yang pasti tak luput dari kesalahan. kemudian memang dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan beberapa pihak karena pada dasarnya jika cuma seseorang yang salah, dan yang lainnya tidak, hal ini tak akan terjadi. cukup ambil hikmah dari ini karena Tuhan pasti memberikan hikmah dibalik setiap musibahnya.. ^^



Selasa, 16-10-2012 13:25:54 oleh: luluk

maaf saya turut prihatin, saya ikut share karena saya jg mengalami seperti itu, ibu dan saya ngambil uang di bank mandiri dari cek sebesar 60 jt, kami tidak ngecek langsung percaya hitungan mesin teller dan dimasukan ke amplop oleh tellernya setelah sampai rumah kami juga tidak hitung. besoknya yang 2 bendel setiap bendel besarnya 10 jt mau digunakan untuk bayar motor ternyata dihitung oleh pihak motor ternyata setiap bendel kurang 200 ribu,kita kira ada yang ngambil tp lemari kunci selalu dibawa ibu. lalu sorenya 1 bendel isi 10 jt diambil buat infaq mesjid eh sama petugas mesjid bilang kurang 200 rb, trus kami cek semua ternyata setiap bendel yang 100rb kurang 200rb sedangkan yang bendel 50 rb kurang 300rb, maaf share ini bukan untuk menjelekkan tp buat pelajaran qt sebagai nasabah agar qt hati2 dan tidak percaya saja sama hitungan mesin bank dan bagi bank buat pelajaran jg agar hub bank dan nasabah saling percaya...



Kamis, 13-12-2012 22:28:55 oleh: wilda arifalina

itulah keteledoran yg sering dilakukan oleh karyawan bank mandiri, akibatnya nasabah yang selalu salah.PERLU DIINGAT MEREKA MANUSIA DAN PASTINYA BISA SAJA MELAKUKAN KESALAHAN DAN KELALAUIAN. Saya juga mengalami kerugian akibat buruknya pelayanan bank mandiri, pada tanggal 12 November 2012 bank mandiri pekanbaru melakukan pendebitan dari rekening saya sebesar 2jt,namun tidak memberitahukan kepada saya, ketika saya mencoba menghubungi call mandiri 14000, jawaban yg diberikan tidak memuaskan, hanya mengatakan ada kesalahan transaksi, kebetulan saat itu saya di jogja, saya disuruh menghubungi bank terdekat, namun juga tidak memberikan jawaban, hingga saya datangi bank mandiri pekanbaru tetap tidak memberikan jawaban yg memuaskan.Melalui CS bank mandiri pekanbaru pendebetan dilakukan karena ada kesalahan transaksi tanggal 9 agustus 2012..PERLU DIKETAHUI BAHWA KESALAHAN ITU SUDAH HAMPIR 4 BLN, yang menjadi permasalahannya adalah kenapa KESALAHAN BANK MANDIRI DILIMPAHKAN KEPADA NASABAH. yang harus diketahui adalah, bahwa jika memang ada kesalahan transaksi ITU BUKAN KESALAHAN NASABAH, kedua, mengambil uang dari rekening nasabah tanpa memberi tahu ITULAH KESALAHAN BANK MANDIRI. Hingga saya memposting tulisan ini tidak ada tanggung jawab bank mandiri untuk mengembalikan dana saya yang DICURI dari rekening saya.SAYA TETAP AKAN MELANJUTKAN KE PROSES HUKUM JIKA TIDAK ADA PENYELESAIAN DARI BANK MANDIRI.



Jumat, 25-01-2013 09:24:31 oleh: Seno

Tanpa memberi penilaian saya turut bersimpati atas kejadian ini, syukurlah pada akhirnya sudah bisa diselesaikan.

Terus terang saya justru geli melihat komentar-komentar pambaca di sini. Bagaimana tidak menggelikan, tidak secara langsung mengetahui kejadian sebenarnya namun memberi penilaian sekedar berdasar asumsi pribadi:

"... berarti ibu makan yg bukan hak ibu,jgn sampai kita ngasih mkn anak dg uang yg bukan milik kita"

Dan masih banyak lagi lainnya yang tak kalah menggelikannya.

Tak heran kalau di negeri ini selalu banyak keributan, ya orang-orang macam ini penyebabnya. Tidak tahu persis kejadian namun banyak omong.

Belum lagi yang mencurigai karena istri yang mengalami dan suami yang menceritakan bisa jadi kejadiannya tidak sama persis.

Saya cuma mau bilang bahwa sah-sah saja punya asumsi tapi silakan simpan untuk diri sendiri, jangan diumbar!

Lagipula asumsi-asumsi semacam ini munculnya darimana? Dari pengalaman pribadi?
Bisa jadi yang mencurigai cerita istri dan suami tidak sinkron karena pengalaman pribadinya seperti itu. Atau yang tidak secara langsung menyebut kata-kata "...jgn sampai kita ngasih mkn anak dg uang yg bukan milik kita"" sudah biasa kasih makan anak dengan uang yang bukan miliknya?

Ha..ha... menggelikan sekali....




Senin, 22-04-2013 08:38:06 oleh: putra

saya salut dengan pihak nasabah yang mau dengan JUJUR menyelesaikan masalah kelalaian dari pihak bank. sikap seperti itu sudah sangat bagus...

namun komentar-komentar di atas sangat tidak obyektif, kalau memang mau menilai tidak hanya dari COVER seharusnya tidak perlu embel-embel "makan uang tidak halal", "makan uang yang bukan hak", komentar seperti itu menunjukan anda orang yang tidak akan MAMPU berhadapan dengan masalah yang membutuhkan pengamatan dan ketelitian...!
kalau memang mau agar menilai suatu masalah secara obyektif, seharusnya anda komentar dengan menunjukkan fakta-fakta yang ada, bukan dengan opini semata dan ditambah embel-embel nasihat dengan sindiran ( ini menunjukkan anda sangat tidak dewasa dalam menyikapi persoalan)

untuk pihak yang mengalami masalah semoga masalahnya dapat diselesaikan dengan baik, selalu berusaha mengumpulkan fakta-fakta yang dapat mendukung anda. Ingat kita di negara hukum, dan hukum kita tahulah seperti apa... walau benar tapi kurang fakta anda akan kalah...




Jumat, 16-08-2013 07:13:01 oleh: shiyam

senyum-senyum sendiri bacanya...

yang jelas salah mah tellernya ngitung aja pake lebih jaman dah digital masih aja salah, buat bank yang bersangkutan perlu di training lagi tuh karyawannya biar gag ada kejadian serupa lagi. soalnya setau aq penerimaan karyawan bank itu dari berbagai disiplin ilmu (tidak hanya jurusan ekonomi,keuangan perbankan, atau apalah yg berhubungan dengan bank)jadi wajar apabila salah.
yang 1 lagi bikin tersenyum yang punya masalah siapa yang ribut malah antar yang comment.

salam




Selasa, 20-08-2013 11:23:14 oleh: pretty

dari ceritanya, si nasabah adalah orang yang jujur, dan yang salah disini adalah teller'nya.
karena seandainya nasabah tidak kembali ke bank mandiri dan mengembalikan kelebihan 5jt tersebut, mungkin hingga saat ini pihak bank tidak akan mengetahui kepada nasabah yang mana selisih itu DISERAHKAN , alhasil si teller bakalan menanggung selisih dan yang akan diuntungkan adalah nasabah.
seharusnya teller berterima kasih kepada nasabah yang sudah dengan jujur mengembalikan kelebihan uang tersebut.




Minggu, 29-09-2013 04:14:45 oleh: tria

Terlepas dari cerita ini rekayasa atau real, saya memang salah satu nasabah Bank Mandiri yang juga merasa dirugikan. Dari mulai segi pelayanan offline & online nya, prosedur yang bertele-tele, dan administrasi ini itu yang memberatkan. Saya membuka akun Mandiri hanya untuk loan, setelah pelunasan, stop menggunakan akun Mandiri. Sekedar share aja ya, no offense. Pendapat orang masing-masing pastinya berbeda.

@TS:
Alhamdulillah, kalau semuanya sudah beres. Intinya, sebagai nasabah, lebih hati-hati apalagi dengan jumlah yang tidak sedikit. Benar-benar harus teliti dan detail.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY