Berthold Sinaulan

Awas Palsu! Pandu dalam Perangko

Jumat, 23-03-2007 11:04:24 oleh: Berthold Sinaulan
Kanal: Gaya Hidup

Awas Palsu! Pandu dalam Perangko Gerakan kepanduan atau di Indonesia dikenal dengan nama gerakan kepramukaan, adalah suatu wadah pendidikan bagi anak-anak dan remaja di luar lingkungan rumah dan sekolah. Kegiatannya yang diberikan dalam bentuk permainan yang mengandung unsur pendidikan dan diutamakan dilakukan di luar ruangan. Selama dalam permainan itu, anak-anak dan remaja digabung dalam kelompok-kelompok kecil, yang bersaing secara sehat antara satu kelompok kecil dengan kelompok kecil lainnya.

Gerakan kepanduan merupakan ide dari seorang jenderal dari Inggris yang bernama Robert Stephenson Smyth Baden-Powell. Dia adalah seorang pahlawan perang dalam pertempuran di Mafeking (sekarang bernama Mafikeng dan merupakan bagian dari negara Afrika Selatan) pada tahun 1900. Setelah pensiun dari dinas militernya, Baden-Powell mulai memberi perhatian pada perkembangan jiwa anak-anak dan remaja yang saat itu bisa dibilang hampir tak ada kegiatan menarik yang mendidik. Maka setelah melalui sebuah perkemahan percobaan di Brownsea Island di dekat London, Inggris, pada tahun 1907, lahirlah gerakan kepanduan yang kemudian berkembang di seluruh dunia.

Sebelumnya, ketika Baden-Powell berada di Mafeking ada tahun 1900, untuk mengatasi habisnya stok perangko di kawasan tersebut, maka diterbitkan dua perangko dengan proses cetak yang sangat sederhana dan hanya satu warna saja. Satu bergambar wajah Baden-Powell yang ketika itu berpangkat kolonel, dan satu lagi bergambar seorang remaja pengirim surat dengan sepedanya. Remaja yang bernama Goodyear itu, merupakan salah satu dari kelompok kecil pertama yang dididik Baden-Powell dan kelak dijadikan salah satu metode pendidikan dalam gerakan kepanduan. Kedua prangko itu dapat dikatakan sebagai dua perangko pertama yang dapat dikaitkan dengan tema gerakan kepanduan, walaupun saat itu yang namanya gerakan kepanduan belum lagi lahir.

Pada tahun 1918, saat berlangsungnya Perang Dunia I, diterbitkan pula perangko dengan tema gerakan kepanduan di Ceko. Perangko itu ditempelkan pada surat-surat pos yang pengirimnya adalah para pandu yang dengan sukarela menjadi pengganti pegawai kantor pos yang sebagian besar ikut berperang.

Sementara itu, dari sekitar tahun 1920 sampai 1923, juga terbit perangko dengan tema gerakan kepanduan di Siam yang kini bernama Thailand. Ini sebenarnya perangko bergambar Raja Siam yaitu Vajiravudh atau Rama VI yang kemudian diberi cetakan di atasnya (cetakan tindih) dengan tulisan "Scout's Fund" (Dana Pandu) dan gambar kepala harimau yang merupakan lambang pandu Siam.

Bagi sebagian orang, perangko-perangko itulah yang dianggap sebagai cikal bakal koleksi perangko dengan tema gerakan kepanduan. Memang, setelah tahun itu, penerbitan perangko-perangko dengan tema gerakan kepanduan makin lama makin banyak. Tahun 1933 misalnya, Hungaria menerbitkan perangko Jambore Dunia yang diadakan di Godollo, Hungaria. Lalu tahun 1937, dalam rangka memperingati Jambore Dunia yang diadakan di Vogelenzang, Belanda, dua negara menerbitkan perangko tema gerakan kepanduan, yaitu Belanda  yang satu serinya terdiri dari tiga perangko dan Hindia-Belanda yang kini bernama Indonesia, dengan satu seri terdiri dari dua perangko.

Dari data yang diperoleh, perangko dengan tema gerakan kepanduan termasuk yang banyak peminatnya. American Topical Association yang merupakan organisasi pengumpul perangko tematis di Amerika Serikat, menempatkan perangko dengan tema gerakan kepanduan selalu berada di "20 besar" tema perangko yang paling disukai orang.

Demikian banyaknya peminat perangko dengan tema gerakan kepanduan itu, menyebabkan kini timbul pula pemalsuan atau penerbitan perangko yang sebenarnya ilegal dan tidak sah menurut peraturan yang berlaku. Ada yang perangko dengan tema gerakan kepanduan yang diterbitkan oleh negara yang sebenarnya tak ada organisasi kepanduannya di negara itu. Ada lagi yang menerbitkan perangko bertema gerakan kepanduan dengan harga satuan (nominal) yang amat tinggi. Lebih gawat lagi, ada semacam perangko bertema gerakan kepanduan yang dengan nama negara yang sebenarnya tidak ada di dunia ini.

Jadi, bagi para kolektor perangko memang harus berhati-hati untuk membeli dan mengumpulkan perangko yang diinginkan. Banyak bertanya kepada kolektor yang lebih senior, rajin menghadiri acara dan pertemuan para kolektor perangko, serta tak segan membuka buku dan berselancar di internet untuk mencari informasi yang berkaitan dengan hobi tersebut, sangat dianjurkan. Jangan sampai benda koleksi yang sudah susah payah kita kumpulkan, belakangan ketahuan ternyata palsu atau ilegal dan tak berharga sama sekali. Awas palsu!

Bookmark and Share

Tag/Label filateli, kepanduan, pandu, pramuka, prangko, palsu
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
32 komentar pada warta ini
Selasa, 11-09-2007 22:23:41 oleh: Tian Lawolo

saya punya koleksi prangko dapat dari sebuah rumah tua 8 album, semuanya dari luar negeri dikumpulkan semenjak tahun 1980, banyak yg masih belum stempel, diplastik, masih diamplop dari pengiriman wkt tahun itu, lebih dari 1000pcs, bagus2, ada : lady diana & pangeran charles, pangeran brunei, honduras, usa, canada, RRc, japan, Singapore, Jerman, italia. bagaimana dapat informasi yg mau membelinya? hub saya di email Yaodo13@yahoo. com



Rabu, 12-09-2007 09:51:48 oleh: Berthold Sinaulan

Untuk jual beli prangko dan benda filateli lainnya, khususnya yang berada di Jakarta, dapat menghubungi Perkumpulan Filatelis Indonesia di Jalan Pos No 2 Jakarta Pusat, telepon 021-3518711 atau datang langsung ke tempat itu yang terletak di sebelah Gedung Kesenian Jakarta.



Kamis, 13-09-2007 16:40:46 oleh: Aden

Mo nanya aja, mang perangko ntu klo dijual bisa mahal yah?? Prosedurnya gimana si?? Apa mesti ikut-ikut klub filateli dulu??



Kamis, 13-09-2007 17:25:45 oleh: Berthold Sinaulan

Buat Aden dan mungkin teman-teman lain yang ingin bertanya tentang prangko dan dunia filateli, silakan hubungi Perkumpulan Filatelis Indonesia di Jalan Pos No.2 Jakarta Pusat (Jakarta 10710), telepon 021-3518711 atau 021-3861788. Terima kasih.



Jumat, 21-09-2007 01:40:09 oleh: Andy Nugroho

Saya punya koleksi prangko bergambar lambang daerah 27 propinsi di Indonesia tahun 1981-1980, asli dan semuanya ada stempel pos. Dulu ada yg nawar seharga 10 juta tapi nggak saya kasih. Kalo ada yg tau harga nya berapa, tolong kasih tau dong...thanks.



Sabtu, 17-11-2007 22:49:52 oleh: dina silaen

saya ingin menjual koleksi prangko yang saya miliki mulai dari tahun 1978 hingga tahun 1998 tapi tidak tahu berapa harganya. Saya bukan seorang anggota filateli jadi mohon bantuannnya untuk menjual prangko saya. Tanggal 18 November 2007 saya telah menghubungai Bapak Rijantodi nomor telp 021 3518711, dan beliau mengatakan agar saya memfakskan sebagian koleksi yang saya miliki namun belum ada respon. oleh karena itu saya berniat menjual prangko tersebut kepada siapa saja tentunya dengan harga yang sesuai. Jika berminat hubungi saya di nomor telp 081376666238, dina silaen.



Selasa, 20-11-2007 09:08:30 oleh: Berthold Sinaulan

Kalau Mbak Dina kebetulan di Jakarta dan ada waktu, coba langsung saja datang ke Kantor Filateli Jakarta Jl Pos 2 Jakarta Pusat (gedung kantor pos lama, di sebelah Gedung Kesenian Jakarta Pasar Baru pada hari kerja. Di sana banyak pedagang prangko yang melakukan transaksi jual beli. Tks.




Rabu, 20-08-2008 14:22:50 oleh: Neneng Nurhasanah

DIJUAL CEPAT, 1000LEMBAR PRANGKO DALAM DAN LUAR NEGERI. PRANGKO2 TUA TAHUN 1950AN.
ADA PRANGKO SERI BUNG KARNO DAN SOEHARTO. harga nego
HUB SAYA DI ainnurrasyid@yahoo.co.id




Rabu, 03-09-2008 14:42:57 oleh: anwar

waduh, seri propinsi lengkap 10 juta harusnya udah dijual.. harganya jauh dibawah sana, itupun sudah menurut katalog 2005 yang kondisinya harus sangant bagus. sayang Bapak gak ada katalog perangko. harusnya, semua ada pegangan katalognya. jadi kadang2 bisa untung.



Kamis, 23-10-2008 09:49:38 oleh: nicea

Bener, seharusnya kalau benar ditawar 10 jt, ngga usah mikir lagi, langsung deal aja.

Tidak semua perangko tua harganya mahal, karena tergantung banyak faktor terutama jumlah cetak ketika terbitnya atau cacat produksi atau tidak jadi terbit, misalnya kayak perangko seri buah tahun 1968 yang gambarnya buah salak, tahun 2001 aja harganya 4.5 jt per keping...sekarang mungkin bisa tembus 10 jt.

Kalau mau untung dari hobi filateli mending coba investasi beli perangko full sheet dari sekarang, kalau lagi hoki harganya bisa naik berlipat-lipat, se sial-sialnya nasib lo, tu perangko tetap saja bakal laku diatas harga beli.





Selasa, 28-10-2008 11:38:52 oleh: trisna Afrianty

Saya mau jual koleksi prangko luar negeri tahun 1924 dan prangko dalam negeri (pak harto thn 1950an)hasil pertanian saya lupa tahun brp)
jumlahnya sekitar 40an
tp saya ga tau nilai jualnya skrg brpaan?

Tolong kasih tau donk....Pleaseee help me




Jumat, 21-11-2008 10:55:53 oleh: andri artoko

aku mo nanya, kalo perangko luar negeri (Italia),kira2 kalo dilego harga berapa ya..?aq liat diamboi, bursa lelang perangko kuno sekitar Rp.100.000.000an



Kamis, 11-12-2008 13:48:24 oleh: andhika kusuma

saya ingin menjual perangko saya..saya mempunyai perangko dr great britain: william caxton th 1476 sudah distempel kondisi sngt baik..yg ingin saya tanyakan kira2 bs dihargain berapa?? mohon bantuannya trima kasih



Jumat, 02-01-2009 22:13:11 oleh: merilla

Ada yang berminat untuk beli perangko Daffy Duck ngga?? USPS 1998, souvenir sheet. 100rb rupiah..trims



Senin, 12-01-2009 08:45:24 oleh: Santy Melinda

Hallo,
Saya mendapat warisan ribuan prangko Indonesia dari almarhum papa saya ( dari tahun 1960-1997an - semua dalam kondisi mint)dan ratusan SHP serta souvenir sheet, Saya berniat menjual sebagian besar koleksi tersebut. Ada juga perangko yang error cetakannya ( gak ada tahun, dan nominalnya tetapi aslinya ada soalnya saya punya beberapa seri ), kata teman saya prangko jenis tersebut langka.... bener gak sih?

Saya benar-benar buta soal filateli, karena dulunya juga gak diajarin serius sama almarhum ( beliau pendiam banget ). Ada yang bisa bantu saya nggak mengenai hal ini? Apakah prangko-prangko saya tersebut memang ada nilainya? Kemana saya bisa mendapatkan saran mengenai koleksi ini soalnya saya takut juga kalau kurang perawatan prangko-prangko ini akan rusak. Thanks




Kamis, 22-01-2009 20:55:16 oleh: ayu

Saya mau jual perangko kuno bergambar linsang 30sen. Harga nego. Silakan hubungi saya di 94537467



Rabu, 11-02-2009 19:43:09 oleh: Eddy Gunawan

Ingin menjual koleksi album perangko (perangko2 terbitan 1950an-1984 dari berbagai negara+Indonesia, ada yang berphospor/berpendar dalam gelap setelah terpapar cahaya--kebanyakan dari S'pore).

Jika berminat, sy akan email scanned album sy.
TQ/Eddy di 08179992370 / edaho03 yahoo com




Jumat, 03-04-2009 18:09:35 oleh: Jennifer

Saya punya souvenir sheet orang utan tahun 1989 (1set=2 buah),laku dijual brapa yah skrg?thx



Rabu, 12-08-2009 12:22:41 oleh: waty

saya jual cepat- koleksi prangko dalam dan luar negeri. jika anda berminat silakan hubungi saya via email ke: endrawaty@gmail.com




Minggu, 16-08-2009 23:49:51 oleh: zen

halo... info aja.. saya punya prangko bekas WWF 89
tema orang utan ada sedikit kesalahan di tangan orang utan bergaris2... bagi yg mau liat/memiliki bisa saya kirim fotonya ke email.. zen_zenit@yahoo.com




Selasa, 27-10-2009 21:53:11 oleh: Tiwi

Saya mempunyai koleksi perangko sejak saya SMP sebanyak 37 buku dari berbagai negara dunia dan juga koleksi Indonesia, dan banyak yg lawas dan langka seperti abraham lincoln 4C (ada 3 sheet), Soekarno lengkap, Ned Indie juga banyak, dan masih banyak lagi... kalau ada yg berminat hub. saya di 0812 88 200 98



Sabtu, 09-01-2010 07:56:36 oleh: yurika

hi smua, aq mau jual koleksi2 prangko Q ..
bagi kolektor yg berminat cb lihat2 dl sebagian koleksi Q di : http://www.facebook.com/album......185df17841

thx ya




Rabu, 24-02-2010 11:28:44 oleh: Agung Hartadi

Mm, saya filatelis pemula di Jogja. Kepada siapa pun filatelis Jogja, ada nggak pertemuan rutin filatelis jogja? Kepada siapa saya harus menghubungi?

Salam,

agunghajogja@gmail.com
(bisa di invite di facebook)




Rabu, 03-03-2010 11:13:07 oleh: Kel'thuzad


Yaelah,kalo pada mau jual perangko..coba ditawarin ke pedagang pasar loak didaerah anda,palingan di tukar sama piring...

jaman kaya gini bos,
mending disimpen aja dulu perangkonya,ntr kalo indonesia udh makmur baru ditawarin lagi....









ke tukang loak.







Rabu, 03-03-2010 11:36:49 oleh: Ankh'sunamun

Buat yang mau jual koleksi perangko,saran dari saya tidak usah terlalu berharap banyak koleksinya akan ditawar dengan harga tinggi (kecuali kalau perangko anda memang benar2 unik dan langka)

Perangko tua tidak menjamin tingginya penawaran harga.

FYI,satu set perangko seri Presiden Soekarno di ebay dihargai awal hanya $ 1 !

(no offence)

Lebih baik disimpan untuk dikenang karena perangko bisa 'menceritakan' sesuatu.





Rabu, 03-03-2010 11:41:37 oleh: Ankh'sunamun

FYI,kalau mau liat indikator penawaran harga bisa dilihat di internet.

Salah satunya h**p://www.coolstamps.c*m/indo.html




Selasa, 09-03-2010 13:11:23 oleh: eko

saya mau jual koleksi perangko kuno,mulai dari indonesia, malaysia, USA, china, filiphina, england, belanda dll dari tahun 1980an sampe 1990an dikemas dalam 1 album,
bagi yang berminat bisa hub saya, 031-70809018(eko)




Minggu, 14-03-2010 20:19:10 oleh: rina tri yudianto

mana ya, website yg menginformasikan mengenai hal-hal yg berkaitan dg prangko khususnya indonesia. coz saya ada di luar jakarta (daerah) yg notabene kurang ada (tidak ada ato sy yg belum tau? :p) wadah yg mengapresiasi about stamp collection.



Minggu, 18-04-2010 14:30:25 oleh: Johannes Petrus

Boleh tau tempat jual album perangko di jakarta dimana yah.

Thanks




Minggu, 18-04-2010 19:47:57 oleh: Berthold Sinaulan

Coba ke para pedagang prangko di lantai 2 Kantor Filateli Jakarta, Jalan Pos No.2, Jakarta 10710 (depan Pasar Baru).



Sabtu, 29-05-2010 08:31:47 oleh: Andrew

saya punya perangko malaysia pada hari peringatan kemerdekaan malaysia yang ke 10 tahun.

dan banyak sekali perangko lawas dari luar negeri.

Perangko hari bank indonesia tahun 63, konferensi jurnalis Asia afrika tahun 63, perangko conefo gambar Ir.Soekarno, apakah perangko2 tersebut laku dijual ?

thanks.




Jumat, 18-05-2012 23:29:38 oleh: rangga

lam kenal ...saya memiliki peanko jaman indonesia lama... seperti naskah teks proklamasi 1945-1955 nilai nominal 75 sen warna merah, pemilihan umum pertama nilai nominal 50 sen warna merah, irian barat nilai nominal 25 sen bergambar kebun teh konferensi asia afrika bulan april 1955 , monumen pahlawan revolusi lubang buaya 1 okt 1965 dan masi banyak lagi tuk yang berminat sms aja di 0856 9453 6140








Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY