Nury Nusdwinuringtyas

Catatan Kecil Nonton Wayang Orang Bharata Malam Tahun Baru 2011

Sabtu, 01-01-2011 18:28:00 oleh: Nury Nusdwinuringtyas
Kanal: Gaya Hidup

Catatan Kecil Nonton Wayang Orang Bharata Malam Tahun Baru 2011

Apa saya penggemar wayang orang ? Entah, tapi saya senang dengan budaya Indonesia, keris almarhum mertua, tenang-tenang di rumah praktek dan setiap Suro bisa jadi sarana mengundang kerabat dan sahabat. Sekarang batik ibu siap dikatalogkan. Malam menjelang  tahun baru 2011, pertunjukan mulai pk 20.30, takut terlambat pk 18 tepat kami sudah menuju gedung pertunjukan di Jalan Kalilio, wilayah Senen Jakarta pusat. Desember hari terakhir jatuh hari Jumat, jadi masih gawe, asisten wara-wiri saya minta survey lokasi, agar malam hari tidak cenanak-cenunuk. Saya baru pertamakali menonton wayang orang Bharata di gedung wilayah Senen, dan ini menonton yang kedua kali wayang orang Bharata. Yang pertama digedung kesenian wilayah pasar baru.

Saya biasanya cuma lewat dan memandang gedung dari kejauhan, karena datang saat masih “sore”. Mobil bisa parkir tepat di depan gedung, turun dari mobil disambut tiruan reco / patung gladag. Yap, langsung mejeng dekat patung, dan memfoto papan acara pertunjukan yang tepat di belakang patung. Masuk lewat pintu, tampak suasana yang bersih nyaman, dan penting untuk saya, gedungnya dengan label dilarang merokok, ……… lega. Masuk arah kiri, loket, ngga ada antrian. Karcis dipesan lewat telepon, pengunjung tinggal ambil saja ticketnya. Sulung saya mengambil satu hari sebelumnya, janjian dulu. He he, sistem kan banyak, PSSI kok ngga bisa inovasi biar ngga ribet ya? Kekanan toilet, bersih…, aman. Sambil menunggu, melihat buku-buku yang dijual, ada ensiklopedi wayang, prombon Jawa lengkap, saya memilih urip ora gampang, ada kata bjak pujangga Jawa Ronggowarsito yang ingin saya kutip pada ringkasan disertasi saya.

Kursi di ruang tunggu sedikit, pintu ke ruang pertunjukan dibuka jauh sebelum acara di mulai, jadi saya bisa membuat foto dan berbincang dengan pak Yunus. Ruang bersih, teratur, kursi bisa dilipat, pada sisi kepala bungkus seperti kursi di pesawat dari batik. Bangku bergradasi turun, 8 deret dari depan A hingga F, merupakan bangku VIP, dan 8 deret berikutnya kelas satu, serta ada balkon. Hati biasa VIP Rp 50.0000, khusus tahun baru Rp 100.000,-. Bangku-bangku bernomer, jadi ngga perlu sibuk, plus ada pemandu yang menunjukkan tempat duduk. Sulung belum datang, tetapi pak Yunus mengenali kami,  “Keluarga mbak Olly ya? Monggo, boleh kok, masuk. ”Wah, serasa bertamu ke rumah kerabat. Sambil membuat beberapa foto, saya bertanya kepada pak Yunus tentang sejarah gedung. Menurut pak Yunus, tadinya gedung perbekalan jaman Belanda, kemudian menjadi gedung Bioskop, Rivoli namanya. Saya lupa kapan gedung ini menjadi tempat pertunjukan, tetapi kalau tidak salah mulai tahun 1962. Nanti akan saya tanyakan lagi.

Datang mulai sore, saya tidak takut kelaparan, sulung sudah member info, makanan bisa dipesan dan di bawa masuk. Benar saja, makanan dan minuma bisa di pesan sepanjang pertunjukan, di antar, sebelum pertunjukan saya membeli minuman dan makanan kecil, Rp 20.000,-, kemudian saya memesan mie goreng, Rp 10.000, buku yangsaya beli Rp 40 000. Jadi buku dan makanan kurang dari 100.000.  Pak Yunus menginformasikan, synopsis sedang dicopy saat mengantar kami ke tempat duduk, synopsis dibagi sebelum pertunjukan di mulai, ada running text yang cukup membantu. Gamelan sudah dimulai sekitar setengah jam sebelum pertunjukan.

Pertunjukan dimulai dengan disebutkan dulu siapa sutradara dan para pemain, saya lebih suka menyebut sebagai pendukung acara. Banyak nama disebut, namun ternyata memang pertunjukan wayang orang melibatkan banyak pendukung. Pertunjukan dimulai dengan tari pembuka, ditarikan anak-anak, ini mungkin upaya regenerasi, namun saya dapati penari yang tergolong anak-anak, gembira dan melakukan dengan sepenuh hati. Adegan dimulai dengan pusat kisah, Dewi Durgandini. Sepanjang pengamatan saya , Dewi Durgandini diperankan oleh dua orang, pergantian terjadi saat Dewi Durgandini berjumpa dengan prabu Sentanu, ndoro kakung yang lebih dulu menyadari pergatian pemeran. Ho, ini dia, mengapa pada running text di tulis flash back saat kisah Dewi Durgandini berjumpa Palasara, jalur utama cerita ya saat Dewi Durgandini jumpa Prabu Sentanu. Pemeran diganti dengan yang tampak usia lebih matang, namun ternyata memang pemeran yang ke dua power dan artikulasinya lebih jelas tertangkap. Dewabrata yang tampil dengan tiga keadaan ditampilkan seorang pemeran, kami mengenali dari bentuk hidungnya, kostum yang digunakan cukup memberi kesan terhadap tentang perubahan waktu. Saat menjadi resi muda yang ikut sayembara memperebutkan tiga putri, kesan resi ditampilkan dengan selendang putih disampirkan pundak, sedangkan saat mejadi “orang tua “ Destrarastra dan Pandudewanata, dengan jubah dan diberi jenggot.

Kostum dan riasan memang bisa membangun kesan. Hali ini menggiring saya menemukan Semar, Petruk, Gareng dan Bagong.  Gareng yang muncul duluan saya kenali dari jalannya yang pincang, karena penyakit pada kaki kanannya dan lingkaran matanya yang tidak terlalu lebar, Petruk, seingat saya harusnya kutilang alias  kurus , tinggi dan langsing, saya dapati pemerannya sudah bertambah massa lemaknya sesuai usia, namun kuncirnya yang panjang membantu saya menangkap karakter Petruk. Bagong, seingat saya meski memang paling pendek, namun lebih bulat dari Petruk. Pemerannya massa lemaknya tidak sebanyak Petrul, tetapi lingkar mata yang bulat besar dan jambul dikepala yang seperti ujung kemoceng, dengan cepat saya kenali sebagai Bagong. Saat muncul, sempat mengganggu pak “pancen oye” Mantep  yang hadir di akhir tahun, sindir Bagong : hadir karena ngga punya job.

Pendukung kanak-kanaknya, Abiyasa kecil, mau lho mukanya di hitamkan, biar ngga ganteng, yang jadi Destarastra kecil, yang tampil sebagai kanak-kanak buta, serta Pandu kecil dengan leher “tengeng”,

Ah, rupanya saya menonton memang bukan sekedar mengakhiri tahun, tetapi membangun kembali ingatan masa kecil, mengingat kisah-kisah Mahabharata – A. Kosasih, mengingat ikut ayah dan pengasuh menonton wayang orang di Malang ataupun di Semarang.

Saya sertakan foto kendang, yang akan ditampilkan Ki Narto Sabdo kalau ayah saya kebetulan “tertangkap” menonton Ngesti Pandowo.

 

Bookmark and Share

Tag/Label nury, catatan kecil, kendang, kehidupan, wayang orang
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
9 komentar pada warta ini
Minggu, 02-01-2011 06:26:22 oleh: Nury Nusdwinuringtyas

Saya sertakan jadual WO Bharata 3 bulan ke depan:
8 Januari 2011:Kresna Dutha, 15 Januari 2011: Petruk jadi Werkudoro, 22 Januari 2011 Seto Gugur, 29 Januari 2011: Prabu Tugu Wiseso, 5 Februari 2011: Antasena Kembar, 12 Februari 2011: Bisma Gugur, 19 Februari 2011:Endang Werdiningsih, 26 Februari 2011: Abimanyu Gugur, 5 Maret 2011: Petruk kalangan pethel, 12 Maret 2011: Semar mbarang jantur, 26 Maret 2011: Gathutkaca gugur.

Ticket pak M Yunus 0856 1211 842
bu Endang: 021 988 968 44




Senin, 03-01-2011 09:55:26 oleh: Nury Nusdwinuringtyas

Waah, rupanya saya salah mengingat nama gedung bioskop sebelum jadi gedung kesenian Bharata, bioskop Rialto, bukan Rivoli.
Terima kasih pak Yunus.




Rabu, 05-01-2011 18:04:11 oleh: totokfhua

saya ingin menyampaikan terima kasih kepada penulis, informasi ini sangay berguna bagi saya. saya tinggal di jakarta dan baru kali ini saya mengetahui akan adanya kelompok seniman wayang orang bharata. informasi jadwal pementasan dan contact person juga sangat berguna bagi saya, karena saya merencanakan akan melihat pertunjukan pada januari 2011 ini.

salam




Rabu, 05-01-2011 18:53:57 oleh: Nury Nusdwinuringtyas

Senang sekali bila bermanfaat, ada FB nya :

WAYANG ORANG BHARATA - JAKARTA - INDONESIA [WO BHARATA]

Selamat menonoton, mari kita lestarikan budaya kita




Rabu, 05-01-2011 20:10:52 oleh: totokfhua

ibu nury yth,

mohon ijin saya share di wall fb, semoga menumbuhkan keinginan bagi teman2 fb saya untuk melihat pertunjukan seni wayang orang.


matur nuwun.




Minggu, 05-06-2011 16:29:09 oleh: imam "oong" Rahmayadi

Membaca tulisan anda, tak terasa bulir air mata ini jatuh di pipi. Bukan karena cengeng, tapi Bharata adalah segalanya bagi saya. Lebih dari 3 Dasa Warsa keluarga saya mendedikasikan hidupnya untuk Baharata. Mulai dari nama Panca MurtiN hingga sekarang ini. Sayang almarhum ayah saya tidak dapat menikmati gedung yang megah setelah dipugar oleh pemerintah DKI. Walau ayah saya hanya sebagi portir alias pengantar tamu ke dalam gedung pertunjukan, tapi saya bangaa pada beliau dalam mengentaskan anak-anaknya hingga dewasa. Dalam keluarga kami memang dtakdirkan untuk mengabdi di kesenian. Paman saya Heru Sutanto sebagai figur pengganti, hingga saat ini masih setia dengan kesenian ini yang sudah digelutinya hampir semasa hidupnya. Kakak pertama dan kedua walau sudah tidak aktif menari adalah produk asli Bharata. Hanya saya yang bisa dikatakan tidak begitu pintar menari. Namun masa kecil bersama teman-teman Bharata, seperti Gatot kies slamet (aditional Player Band Ungu ), sentot kiyer,yudi gubeng, supri, imam, joko, termasuk Pak Yunus tentunya tidak akan pernah kami lupakan. Saya pernah merasakan tidur di panggung karena jatah petak di lantai 2 tidak cukup untuk tempat tinggal. Khusus Pak Yunus, adalah teman sepak bola Bharata Junior, beliau dulu di posisi play maker, karena saat masih muda sangat stylish dan sering Diving kalau berada di kotak Penalti lawan :)

Itulah sekelumit masa-masa indah bersama Bharata di era 80-90, maklum saat itu saya hanya bisa berkumpul dengan teman-teman saat libur sekolah dikarenakan saya berada di kota Semarang.

Imam "oong" Rahmayadi
Video Jurnalis/Reportet
Stasiun TV Lokal di Semarang




Minggu, 05-06-2011 18:15:35 oleh: Nury Nusdwinuringtyas

-Mas Totok, maaf terlambat menjawab, monggo. Semoga kesenian Indonesia digemari juga, mulai dengan nonton "pasif", karena tak kenal maka tak sayang

-mas imam "oong" Rahmayadi, walah, saya tak bisa berkomentar. Senang kalau bisa nonton bareng . Di Semarang, Gris (?), Ngesti Pandowo, apakah masih ada? Saya sempat kuliah di Semarang.




Rabu, 08-06-2011 17:23:23 oleh: imam rahmayadi

kok tidak bisa berkomentar mbak?? he hee hee kapan2 kita nonton bareng. kuliah dimana dulu di semarang?

GRIS (Gedung Rakyat Indonesia Semarang) era tahun 80 merupakan kawasan hiburan di kota semarang> disamping ada bioskop, di komplek tersebut ada gedung W.O Ngesti Pandowo, dimana saya masih sempat menyaksikan bagaimana antrean orang menonton wayang, bahkan komplek GRIS merupakan lahan bagi para Calo tiket saat itu. sayang itu semua harus menjadi kenangan untuk kota semarang. ditengah perkembangan dan laju ekonomi, gedung itu sudah disulap oleh pengembang menjadi Mall terbesar di Jawa Tengah, yaitu Paragon.

sedangkan untuk Ngesti Pandowo Nnasibnya sangat Ironis, walaupun punya kesamaan dengan Bharata yaitu hanya manggung tiap hari Sabtu, namun animo masyarakat tidak seperti kota Jakarta. ngesti Pandowo mengalami Quovadis sejak 6 tahun. banyak terobosan dan percobaan yang dilakukan pemerintah kota maupun provinsi, namun hingga sekarang belum maksimal hasilnya...






Minggu, 02-12-2012 22:59:24 oleh: Dwi Pudjiono

WO BHARATA..... is the best !




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY