Aris Ahmad Risadi

Pemekaran Daerah, Solusi Ketertinggalan

Kamis, 15-03-2007 15:56:23 oleh: Aris Ahmad Risadi
Kanal: Layanan Publik

Pemekaran Daerah, Solusi Ketertinggalan

Laksana pedang bermata dua. Pemekaran daerah sejatinya ditujukan dalam rangka menyelesaikan ketertinggalan, namun di pihak lain seringkali dituding menjadi penyebab bertambahnya jumlah daerah tertinggal. Malah ada yang menilai pemekaran daerah sebagai penyebab ketertinggalan itu sendiri.

Kalau dinilai sebagai penyebab ketertinggalan barangkali tidak tepat. Tapi kalau dikatakan pemekaran daerah dapat menyebabkan bertambahnya jumlah  kabupaten tertinggal, itu ada benarnya.  Lihat misalnya, satu daerah tertinggal dimekarkan menjadi tiga daerah otonom, maka secara administratif, jumlah daerah tertinggal menjadi tiga, yaitu satu daerah induk yang dari awalnya memang sudah tertinggal dan tambahan dua lagi dari daerah otonom baru.

Namun demikian, dimekarkan ataupun tidak, dua wilayah yang menjadi daerah otonom baru tersebut tetap saja tertinggal. Hanya yang pasti, dengan pemekaran ini, kedua wilayah tersebut mempunyai peluang untuk lebih diperhatikan dan  keluar dari ketertinggalan.

Bagaimana tidak, dengan menjadi daerah otonom maka pelayanan masyarakat menjadi lebih dekat dan memiliki anggaran yang dikelola sendiri yang dapat digunakan untuk membangun wilayah tersebut. Sewaktu bergabung dengan daerah induk, boleh jadi alokasi anggaran ke wilayah tersebut sangat kecil.

Penghentian kebijakan pemekaran daerah oleh pemerintah  sementara ini bukanlah masalah daerah. Tapi masalah pusat, karena pusat tidak memiliki cukup dana. Jumlah daerah merupakan angka pembagi dalam formula penentuan Dana Alokasi Umum (DAU). Yang dirugikan sebetulnya daerah induk, karena alokasi APBN untuk daerah menjadi terbagi kepada daerah otonom baru. Namun biasanya, jumlah DAU yang diterima daerah induk setelah pemekaran minimal sama dengan sebelum terjadinya pemekaran, maka kebutuhan dana akibat pemekaran ini menjadi beban tambahan bagi pusat.

Kendati pemekaran daerah membuka peluang untuk menjadi sarana keluar dari ketertinggalan, namun dalam faktanya sekarang masih sulit diwujudkan karena berbagai persoalan yang menyelimuti daerah otonom baru tersebut.

PP 129 Tahun 2000 menyebutkan bahwa pembentukan, pemekaran, penghapusan dan penggabungan Daerah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui: peningkatan pelayanan kepada masyarakat, percepatan pertumbuhan kehidupan demokrasi, percepatan pelaksanaan pembangunan perekonomian daerah, percepatan pengelolaan potensi daerah, peningkatan keamanan dan ketertiban, serta peningkatan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah.

Terjadinya berbagai konflik di masa transisi pasca pemekaran telah menjauhkan atau  paling tidak memperlambat tujuan pemekaran daerah. Di samping itu, dari hasil studi yang dilakukan penulis bersama Tim dari Direktorat Otonomi Daerah BAPPENAS tahun 2004, ditemukan bahwa belum meningkatnya pelayanan kepada masyarakat di beberapa daerah otonom baru disamping karena persoalan konflik tadi  diantaranya diakibatkan juga oleh persoalan kelembagaan, infrastruktur, dan Sumber Daya Manusia.

Dalam aspek kelembagaan, ditemui bahwa beberapa daerah otonom baru saat membentuk unit-unit organisasi pemerintah daerah tidak sepenuhnya mempertimbangkan kondisi daerah dan kebutuhan masyarakat. Pembentukan daerah otonom baru sepertinya menjadi sarana bagi-bagi jabatan. Terlihat juga adanya kelambatan pembentukan instansi vertikal, serta kurangnya kesiapan institusi legislatif sebagai partner pemerintah daerah.

Untuk infrastruktur, sebagian besar daerah otonom baru belum didukung oleh prasarana dan sarana pemerintahan yang memadai. Banyak kantor pemerintahan menempati gedung-gedung sangat sederhana yang jauh dari layak. Ditemui di beberapa daerah, aula sederhana disekat-sekat papan triplek untuk ditempati beberapa dinas.

Dalam hal Sumber Daya Manusia secara kuantitatif relatif tidak ada masalah, walaupun masih juga ditemui ada Kantor Bappeda yang hanya diisi oleh 2 (dua) orang, yaitu 1 (satu) orang Kepala Bappeda dan 1 (satu) orang staf.  Secara kualitas yang menonjol adalah penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, misalnya ditemui ada Kepala Dinas Perhubungan berlatar belakang Sarjana Sastra. 

Hal lain yang juga penting adalah persoalan leadership dan kejuangan dari Pimpinan Daerah beserta staf untuk berani hidup “menderita” di daerah baru yang sangat minim fasilitas. Hal ini penting untuk digaris bawahi, karena sampai saat ini banyak Kepala Daerah dan pejabat lainnya dari Daerah Otonom Baru masih lebih banyak tinggal dan berkantor  di ibu kota daerah induk. Kalau begini, kapan melayani  masyarakatnya ?

Beberapa permasalahan yang menyelimuti daerah otonom baru ini tentunya menjadi kendala tersendiri dalam upaya pengentasan daerah tertinggal.

Beberapa pihak terkait, khususnya Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT), sudah seharusnya mempunyai perhatian lebih terhadap permasalahan daerah otonom baru ini. Betapa tidak, dari 199 daerah tertinggal yang menjadi tanggungjawab KPDT ada 45 % yang merupakan daerah otonom baru. Nah !

Bookmark and Share

Tag/Label otonomi, pemekaran daerah, daerah tertinggal, miskin, dau, pemerintah
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
6 komentar pada warta ini
Kamis, 15-03-2007 17:51:24 oleh: bajoe

Mas Aris, aku baca topik yang serupa tentang otonomi daerah di harian Kompas beberapa hari lalu. Tadinya aku awam soal otonomi, jadi sedikit 'ngeh' dengan persoalan2 yang diangkat Kompas.

Nah, kebetulan Mas Aris ini kan meneliti soal otonomi daerah. Aku mo tanya, dari sudut pandang Mas Aris, apakah bener seperti yang diungkapkan Kompas, bahwa otonomi daerah yang terjadi saat ini justru tidak menyejahterakan rakyat daerah yang dimekarkan, tapi hanya memperkaya bupati, walikota , dprd saja?





Jumat, 16-03-2007 12:55:37 oleh: wahjoe witjaksono

Sebenarnya nggak perlu dimekar-mekarkan itu daerah, usul saya untuk melayani masyarakat Pemda cukup memberdayakan teknologi informasi, dan Desa/Kelurahan. Terus sebaiknya biar seragam Orang Pusat yang bikin teknologinya terus kalau sudah jadi didistribusikan ke daerah-daerah, biaya lebih murah dan sudah pasti akan standard. Berpikir sederhana nggak usah yang rumit-rumit lebih murah kok daripada pemekaran daerah.



Jumat, 16-03-2007 14:25:59 oleh: Aris Ahmad Risadi

Pemekaran daerah di Indonesia sangat paradoks. Di negara-negara maju kecenderungannya malah penggabungan daerah. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memang mendukung dan mendorong untuk adanya penggabungan daerah.

Pemekaran daerah di Indonesia, dari penelitian yang saya lakukan belum (tidak) mensejahterakan rakyat. Bagaimana tidak, hampir 80 % APBD digunakan untuk membiaya aparat. Pemekaran daerah berarti ada organisasi pemda baru, pejabat baru, sarana dan prasarana baru yang harus disiapkan. Termasuk organisasi vertikal yang tidak didesentralisasi, yang harus disediakan di daerah, seperti : kepolisian,kejaksaan, kehakiman, kantor agama, beacukai, dll. Terlebih jika mental korup masih dominan. Pemekaran daerah berarti memperbanyak pelaku korupsi.

Pemekaran dareah di Indonesia lebih banyak karena pertimbangan politis. Bukan untuk mensejahterakan rakyat. Dalam aturan yang ada, pemekaran itu boleh dilakukan jika memang daerah tsb. potensial secara sosial ekonomi. Faktanya, pemekaran daerah malah memperbanyak daerah tertinggal. Artinya, memang daerah tsb. sebetulnya tidak memiliki potensi untuk dimekarkan, tapi dipaksakan untuk dimekarkan, karena adanya kepentingan lain, yaitu: elit politik (lokal dan pusat).





Rabu, 16-01-2008 14:52:13 oleh: Adi Jaya Purnama

pemekaran daerah bukanlah cara untuk menuju kesejahteraan masyarakat. justru pemekaran daerah merupakan suatu kerugian,karena potensi daerah tetap akan tetapi pengeluaran untuk membiayai operasional pemerintahan bertambah.menurut saya sebaiknya jika alasannya untuk mendeketkan pelayanan kepada masyarakat yang diperkuat adalah pemerintahan kelurahan/desa.dan memperpendek jalur pelayanan dengan memperjelas wewenang pemerintahan kecamatan. selama ini pelimpahan wewenang dari bupati ke camat tidak jelas, ini yang harus diperjelas.



Jumat, 18-01-2008 17:42:16 oleh: Aris Ahmad Risadi

Setuju. Kalau alasannya untuk mendekatkan pelayanan, maka seyogyanya kecamatan dan desa/kelurahan di perkuat. Biar banyak dana untuk pejabat dan prasarananya dapat dihemat. Judul tulisan saya sebetulnya sedikit ingin menjawab terhadap tuduhan bahwa pemekaran daerah menjadi penyebab ketertinggalan. Padahalkan bisa terjadi sebaliknya jika logika yang mendasarinya dan implentasinya konsisten.



Kamis, 14-08-2008 13:02:32 oleh: AYU DESPAYANTI

menurut saya, pemekaran sejatinya adalah milik para elit politik saja, karena banyak daerah yang telah mengalami proses pemekaran tapi belum terlihat pertumbuhan dan perkembangan dari daerah itu sendiri dan hal ini perlu dipertanyakan laga. sebenarnya pemekaran itu sejatinya milik siapa dan untuk kepentingan siapa?
mungkin perlu adanya revisi-revisi dari UU yang mengatur pemekaran tersebut.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY