Hujan deras yang melanda Jakarta membuat bungsu saya Satrio yang biasanya berangkat ke Gym hanya berjalan kaki, kali ini memutuskan menggunakan motor kesayangannya CBR.
Anda tahu bagaimana ia melindungi kendaraannya mulai dari kunci gembok yang anti gergaji, kunci magnetik, knalpot dibesarkan suaranya sampai memasukkan perseneling satu setiap parkir. Anak saya ini sangat gemati (openan)-cermat- terhadap barang miliknya.
Kadang ia sering diledek oleh teman-temannya yang memarkirkan motor di Gym tanpa digembok sama sekali. Cukup kunci kontak dibawa ke Gym, habis perkara dan semua diserahkan pada mantera "kalau sudah nasib mau hilang bisa bilang apa?"
19 Juli 2010 sekitar jam 20:30 - bertepatan dengan ulang tahunnya Satrio berniat mentraktir makan temannya di sebuah Gym. Usai latihan six-pack ala L-Men dia mendengar teriakan "maling-maling" - Buru-buru Satrio keluar Gym dan seperti tidak percaya akan penglihatannya sendiri,sang CBR sudah diseret seseorang dengan sedikit kesulitan karena masih masuk perseneling satu. Ini rupanya manfaat memasukkan perseneling saat parkir.
Motor juga tidak berani distarter sebab - Knalpot Kampanye bakalan menarik perhatian orang sekitarnya.
Melihat gelagat tidak sehat, motor langsung distandarkan dan perlahaan tapi makin cepat pencuri langsung ambil lari sipat kuping (kabur). Dua motor kawanan pencuri yang menunggu diujung gang langsung tancap gas dan motor CBR bisa selamat.
KOK BISA DIBONGKAR PADAHAL DIKUNCI GANDA
Menurut Satrio, kunci gembok yang ia belikan secara khusus dibongkar dengan halus - artinya tidak ada kerusakan sama sekali. Kunci Magnit bisa diatasi pencuri tanpa masalah. Hanya karena rancangan kunci kontak CBR sedikit dalam ternyata kunci T milik pancalongok malahan rusak.
Mungkin inilah alasan mengapa motor cuma didorong. Sementara mereka mencari mobil pickup untuk mengangkatnya.
Mesin pengaman yang paling ampuh ternyata manusia. Anak-anak kos di Grogol melihat seseorang mendorong motor lalu didekati. Si pencuri mulai resah, motor distandarkan lalu buru-buru menghampiri temannya dan mereka kabur.
Mungkin sipencuri sedikit "maruk" sebab teman-teman Satrio tidak pernah perduli untuk mengunci motornya. Mungkin dia mengincar yang "KAKAP."
Padahal kalau saja pencuri menggarap motor yang diparkir di sisi CBR, rejeki ke empat pencuri itu akan lancar.
Sekarang kami harus menunggu seminggu atau dua untuk memesan kunci CBR yang baru.