Abdullah Ibnu Ahmad

Mereka Bukan Petani yang Pernah Kukenal

Jumat, 16-07-2010 15:49:04 oleh: Abdullah Ibnu Ahmad
Kanal: Opini

Mereka Bukan Petani yang Pernah Kukenal

Ketika masih kecil, bapakku biasa mengajak kami, anak-anaknya, ke daerah persawahan. Selain untuk mengenal kehidupan pedesaan, beliau juga meinginkan anak-anaknya tidak melupakan jasa orang-orang yang telah ikut andil membuat perut kami menjadi kenyang dan badan kami tumbuh besar. Orang-orang itu disebut petani.

Baju lusuh yang sobek di sana-sini, belepotan lumpur dari kaki hingga ke wajah, telapak tangan kasar bekas memegang gagang cangkul, serta telapak kaki kasar karena biasa tak beralas, adalah gambaran sosok seorang pak tani.  Dengan dibantu istrinya, bu tani, pak tani bekerja seharian atau setengah hari mengolah tanah, menyemai bibit, memupuki dan menjaga tanaman padinya dari gangguan burung dan hama penyakit lainnya, dan memanen hasilnya ketika musimnya tiba. Kehidupan seorang petani yang sedang bekerja di sawah ini sering menjadi inspirasi bagi para seniman yang menuangkanyan dalam sebuah karya lukisan nan indah.

Ketika aku semakin besar, aku mendengar istilah baru, yakni buruh tani. Katanya mereka adalah pekerja pertanian yang tidak memiliki lahan sendiri, atau bekerja pada persawahan milik orang lain. Namun ketika mereka ditanya apakah mereka penduduk asli di desa itu, mereka menjawab bahwa mereka, ayah-ibu dan kakek-nenek mereka terlahir di desa itu, dan dulunya mereka semua juga petani.

Lalu kenapa sekarang mereka bekerja pada lahan milik orang lain? Jawabannya sangat sederhana; tanah milik mereka sudah dijual kepada orang yang sekarang menjadi tuan tempat mereka bekerja. Karena kesulitan modal untuk bertani, kerusakan tanaman, dan biaya keperluan hidup di masa sekarang yang sudah sangat mahal, sehingga hasil dari pertanian sudah tidak mencukupi lagi, “yah, dengan sangat terpaksa, tanah kami yang ukurannya hanya seluas dua borongan saja itu (istilah di daerah Kalimantan Selatan, 1 borongan = 1/35 hektare = 286 meter persegi) dijual. Tanah yang dikerjakan sekarang ini dulunya milik kami.”

Penampilan para buruh tani itu masih seperti para petani yang pernah kukenal dulu, kaki sampai kepala penuh lumpur yang sudah mengering, kulit kasar dan menghitam terbakar oleh terik sinar matahari. Mereka masih disebut petani, sedangkan tuan pemilik lahan mereka panggil dengan sebutan bos (istilah moderen yang biasa mereka pergunakan untuk pemilik tanah atau mandor).

Dari generasi ke generasi, hingga saat ini mereka masih mengolah tanah yang sudah menjadi milik orang lain itu. “Meskipun bukan tanah kami lagi, tetapi kami merasa ada amanah dari orang-orang tua kami untuk tetap bekerja di tanah ini, mengolahnya dan memberi makan anak-cucu dari hasil tanah ini. Semoga anak kami mau meneruskan pekerjaan ini ketika kelak mereka sudah dewasa.”

Ketika tanah untuk pertanian sudah semakin menyempit karena pemukiman penduduk semakin meluas, dan generasi muda anak-anak pak tani lebih memilih menjadi buruh pabrik atau perkantoran di kota besar daripada berkotor-kotor bergelut di sawah dan kulit gosong terbakar terik matahari, tiba-tiba aku mendengar ada sekelompok petani yang berebut kursi organisasi para petani. Anehnya, sosok mereka itu tidak sesuai dengan gambaran seorang petani yang pernah kukenal ……

Bookmark and Share

Tag/Label petani, sawah, padi, beras, hkti, jabatan, politikus, opini
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
1 komentar pada warta ini
Jumat, 16-07-2010 17:42:14 oleh: Abdullah Ibnu Ahmad

Mas Admin, mohon dibetulkan kesalahan ketik dari penulis:
1 borongan = 1/35 hektare = 286 m2. Terimakasih atas kesediannya.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY