M. Th. Rika Erawati

Rumah Idaman

Kamis, 03-06-2010 15:58:11 oleh: M. Th. Rika Erawati
Kanal: Gaya Hidup

Rumah Idaman

Waktu kecil, saat musim liburan tiba, biasanya saya pergi ke Desa Sokorini Muntilan, rumah nenek. Rumah gaya Belanda yang karena saya masih kecil jadi terlihat besaaaaaaaaaaaaaaar sekali. Setiap pagi, saya bertugas menyapu halaman dan pendopo (begitu kami menyebutnya). Bayangkan... sebulan saya berlibur, berarti sebulan juga saya menyapu.

Halaman yang luas, pendopo yang besar menghabiskan waktu yang lumayan untuk menyelesaikannya. Tangan saya seringkali sampai lecet !  Walaupun nenek saya punya beberapa orang pembantu, tetapi beliau ingin bahwa cucunya yang wanita ini “tau kerjaan”. Jadi, tak ada gunanya juga bila saya menangis menjerit-jerit ... akhirnya ya sudah... pasrah.com.

Kenangan itu, membuat saya bertekad: saya tidak mau punya rumah besar. Punya rumah besar itu menyiksa, merepotkan, tidak praktis, tidak menyenangkan !

Ketika saya sudah menikah, cita-cita saya tercapai.... kami sempat mendiami rumah idaman... Letaknya di hoek, kecil, mungil, menyenangkan. Sampai dengan kelahiran anak kedua.... akhirnya kami sepakat untuk menjual rumah tersebut dan mencari rumah yang lebih besar, sedikit lebih longgar. 

Hanya berjarak tiga bulan kemudian, kami pindah ke rumah yang lebih besar, walau tetap rumah mungil dan tentu saja “home sweet home” lah. Bagi saya... inilah rumah ideal, satu setengah lantai, eksterior dan interior yang sederhana,  tidak wasting space... tidak banyak perabotan, tidak dipaku paku dindingnya.... rumah minimalis... sesuai dengan gaya si empunya.

Belum sampai setahun kami menempati rumah itu, saya stress karena sulit mendapatkan baby sitter yang cocok, sementara saya bekerja dan suami tinggal di Jakarta (karena terlalu jauh jika harus pulang pergi). Akhirnya, saya putuskan untuk pindah ke Jakarta dan meninggalkan segala rasa nyaman itu. Kami putuskan untuk menyewakan rumah itu, karena sayang rasanya kalau harus dijual.

Di Jakarta, untuk sementara waktu, kami tinggal bersama orang tua saya. Rumah jaman dulu yang khas dengan wasting spacenya (walaupun rumah tidak besar). Ruang tamu ditambah ruang keluarga mungkin sama dengan ukuran rumah saya yang pertama dulu. Dinding juga dipaku sana sini untuk menggantung lukisan/ foto. Mulailah saya pusing tujuh keliling. Sempat berfikir untuk membeli apartemen bersubsidi. Tetapi karena ukurannya terlalu kecil tidak sebanding dengan harganya akhirnya tidak jadi.

Setengah tahun kemudian, ibu mertua saya meninggal. Bapak mertua saya segera meninggalkan rumah dan tinggal di Yogya bersama kakak ipar saya. Mulailah kami menempati rumah pusaka. Rumah yang menurut saya sangat tidak efisien. Bayangkan... kami harus mengurus rumah dengan beberapa kamar, sedangkan kami hanya berempat !! Tambah lagi kepala saya pusing dibuatnya. Meskipun ada pembantu pulang hari yang membereskan, tapi perabotan yang banyak membuat saya sesak napas.

Mulailah saya bicara dengan suami: “Pa.... aku pengen punya rumah yang kecil... sesuai dengan cita-cita semula. Eksterior dan interior sederhana,  perabotan yang secukupnya, dengan dinding yang dipaku seperlunya... kalau bisa malah nggak usah dipaku paku.  Aku pusing Pa... rumah ini terlalu rumpek... terlalu banyak barang, wasting space pula.... Perabotan yang banyak mengundang debu Pa... aku nggak mau menghabiskan waktu buat mengelus-elus perabotan, lebih baik aku gunakan untuk mengelus anak-anak... “

Jawab suami, “ Ma... rumah besar itu prestise lho... kamu gak seneng ??”

“Halllaahh Pa.... Jaman sekarang.... aku gak mau kenalan sama prestise... aku maunya  praktis aja. Pusing Pa... mikirin prestise... banyak hal yang lebih penting... terserah orang mau bilang apa...,” jawab saya sedikit kesal.

Beberapa bulan  berlalu begitu saja....  sampai saat ini, saya tetap mengharapkan si Rumah Idaman..... (tidak mau menuntut juga ya... kasihan suami...  hanya berharap semoga belahan jiwa saya mengusulkan untuk mengontrakkan sebagian dari rumah ini, dan kami hanya menempati sepertiganya nya saja.... :) )

Bookmark and Share

Tag/Label kehidupan, rumah idaman, rumah
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY