La Bima

Mendagri Cekal Para Artis Dalam Pencalonan Pilkada?

Minggu, 18-04-2010 12:44:41 oleh: La Bima
Kanal: Opini

Akhir-akhir ini berbagai media santer dengan pemberitaan tentang pencalonan para artis diberbagai pilkada bupati/walikota. Sebut saja misalnya Ayu Azhari untuk daerah Sukabumi (gagal), Julia Peres - Pacitan, Vena Malinda - Blitar, Model Ratih Sanggarwati - Ngawi, dan Maria Eva - Sidoarjo. Mereka mencalonkan diri bukan karena hanya semata-mata keinginan pribadi untuk beralih profesi dari artis ke birokrat, tapi lebih didorong oleh Parpol-parpol. Pencalonan para artis ini adalah suatu indikasi bahwa parpol telah gagal melakukan pengkaderan sehingga tidak berani mencalonkan kadernya pada pilkada bupati/walikota. Akhirnya cari gampangnya yaitu mencalonkan artis sebagai public figure.

Tentu hal wajar bahwa setiap pencalonan artis selalu ada pihak yang setuju dan yang kontra dengan berbagai argumentasinya. Namun setajam apapun perbedaan argumentasi tersebut, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi tidak perlu dibesar-besarkan. Kita kembalikan kepada Undang-Undang bahwa setiap warga Negara mempunyai hak dipilih dan memilih. Adapun untuk implementasi visi dan misi secara konsisten ( janji dan yang dilakukan setelah menjabat sinkron ), maka penjaringan para calon perlu dilakukan secara ketat, agar calon yang disodorkan kepada masyarakat pemilih benar-benar calon pemimpin yang kredibel. Untuk tujuan tersebut maka pemerintah ( Mendagri ) sangat perlu merumuskan regulasi pencalonan dengan meminimalisasi interes pribadi para kandidat calon.

Berkaitan dengan hal di atas, sangat disayangkan adanya rumor yang berasal dari Kementrian Dalam Negeri, entah benar atau tidak, bahwa salah satu syarat untuk mencalonkan artis, yang bersangkutan harus tidak pernah terlibat dalam perbuatan zinah. Syarat ini, publik pun tau sasaran tembaknya ditujukan kepada artis-artis panas yang sedang ramai dicalonkan oleh berbagai parpol dalam pilkada bupati/walikota saat ini. Syarat ini jika benar adanya, sangat tendesius dan kontra produktif. Kenapa dalam hal mnyangkut moralitas calon tidak dibuat dalam bentuk kalimat-kalimat umum, dan menghindari syarat spesifik?

Memang diakui tidak ada anak bangsa di negeri ini yang menginginkan pemimpinnya adalah seorang pezinah. Namun yang ingin dikedepankan disini adalah fair play berdemokrasi. Siapa yang menjamin bahwa calon selain artis adalah bersih dari zinah? Bagaimana metode infestigasi terhadap calon sehingga dapat disimpulkan bahwa yang bersangkutan tidak pernah melakukan zinah?

Sudah bukan rahasia umum, kebanyakan pejabat di negeri ini doyan jajan di luar selain istrinya, terutama saat kunjungan kerja atau studi banding. Istilah bantal guling hidup, sering dijumpai pada hotel-hotel tempat mereka nginap. Coba ingat kembali kasus Mari Eva dan A.zaini, tokoh Golkar yang menghebohkan di akhir tahun 2006. Hanya dengan pengunduran A.zaini dari anggota DPR RI, kasus tersebut dianggap selesai. Pencorengan Lembaga DPR terhormat akibat ulah anggotanya bermesum dengan seorang artis yang videonya terekspos luas di masyarakat tidak dipermasalahkan. Padahal bung Permadi saat itu sudah siap buka-bukaan terhadap prilaku teman-temannya sejawat. Akhirnya kasus tersebut hilang begitu saja, setelah caleg dari Golkar tersebut mengundurkan diri dari DPR.

Untuk saat sekarang, prasyarat calon tidak perlu dibuat sespesifik mungkin. Terutama menyangkut kriteria moral. Hal ini tentu tidak berarti menafikan keinginan untuk dipimpin oleh pemimpin yang bersih. Tapi untuk sementara kita harus pasrah dengan realitas. Calon pemimpin yang jujur, bersih dan segala macamnya, mohon maaf, dari tahap penjaringan oleh parpolpun sudah harus tersingkir. Karena begitu kuatnya interaksi kepentingan yang harus disepakati antara si calon dengan parpol yang mencalonkan. Belum lagi masyarakat pemilih yang masih sangat pragmatisme. Masyarakat lebih cenderung memilih calon yang memberi langsung kepada mereka berupa sembako maupun uang.

Inilah kendala ril sesungguhnya yang kita hadapi. Karenanya kita tidak perlu heran, berapa banyak uang rakyat yang sudah dikeluarkan untuk pembiayaan pilkada-pilkada di seantero negeri ini. Tapi yang namanya kesejahteraan masyarakat masih jauh dari harapan. Bukan kesejahteraan yang diperoleh, tapi penggusuran masyarakat terjadi di mana-mana. Sekarang tinggal mengharap masyarakat pemilih, pintar-pintarlah memilih pemimpin. Jangan karena dikasih uang 50 ribu rupiah, 1 kg gula, 1kg minyak goreng, 5 bungkus indomi serta janji-janji muluk, langsung menjatuhkan pilihannya kepada yang bersangkutan tanpa melihat bagaimana track record si calon tersebut.

Bookmark and Share

Tag/Label opini, pilkada, artis, prasyarat calon, zinah
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
2 komentar pada warta ini
Senin, 19-04-2010 07:10:32 oleh: Pringgodani K.

Betul...
Tinggal masyarakatnya aja gimana...
Jangan mau di"bayar" untuk meberikan suara...
Masadepan mereka sebagian ditentukan oleh pemimpin mereka, kalau salah pilih pemimpin? wah bakal suram...

Jaman sekarang emang susah cari pemimpin yang jujur, tapi pasti ada kok pemimpin yang jujur (meskipun sedikit)...




Senin, 19-04-2010 09:09:06 oleh: Aditya WP

Kalau cagub, cabup, cawali dll tidak boleh ada record berzinah, dan diteliti benar-benar, bisa-bisa pemilu kada bakal sepi ...



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY