Seorang kontributor wikimu.com, Retty Hakim "merindukan" acara filateli internasional digelar kembali di Indonesia. Memang, sejak berakhirnya Pameran Filateli Remaja Sedunia "Indonesia ‘96" di Bandung pada 1996, sampai saat ini Indonesia belum lagi menjadi tuan rumah pameran filateli internasional. Hanya Pameran Filateli Nasional (Panfila) yang masih diadakan secara rutin setiap tahun sekali. Terakhir, Panfila diadakan di Bandung, akhir tahun 2006. Selain Panfila, saat itu Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) sebagai organisasi yang mewadahi para kolektor prangko di Indonesia, juga mengadakan Kongres PFI.
Dalam kongres itu terpilih Letjen TNI (Purn) Soeyono selaku Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PFI masa bakti 2006-2011. Ketua Umum PFI masa bakti 2001-2006, Sukaton, masih ikut dalam kepengurusan baru sebagai Ketua Harian PP PFI. Kepengurusan juga dilengkapi dengan bidang dan seksi yang mengurus berbagai hal, termasuk bidang-bidang khusus yang memerlukan keahlian filateli tertentu, seperti expert, traditional philately, postal history, literature, dan lainnya.
Selain memilih pengurus baru, ditetapkan pula berbagai program kerja untuk memajukan hobi mengumpulkan prangko dan benda pos lainnya itu. Di antaranya, rencana PP PFI untuk menyelenggarakan pameran filateli "Indonesia 2008" yang merupakan pameran filateli kompetitif internasional tingkat Asia-Pasifik.
Bila jadi dilaksanakan, ini akan menjadi pameran filateli internasional pertama di Indonesia pada tahun 2000-an. Sebelumnya, Indonesia telah tiga kali menyelenggarakan pameran filateli kompetitif tingkat internasional. Dimulai dengan pameran "Indopex ‘93" di Surabaya, kemudian "Jakarta ‘95" di Jakarta, yang keduanya merupakan pameran tingkat Asia-Pasifik.
Berikutnya, bukan lagi tingkat Asia-Pasifik, tetapi bahkan sudah tingkat dunia, ketika digelar Pameran Filateli Remaja Sedunia "Indonesia ‘96". Pameran itu tercatat sukses besar dengan puluhan ribu orang mengunjungi pameran itu. Bahkan pintu masuk pameran sempat ditutup beberapa saat, karena di dalam telah penuh sesak dengan pengunjung. Jumlah peserta yang ikut dalam pameran kompetitif itu juga cukup banyak dan berasal dari hampir seluruh dunia. Federation Internationale de Philatelie (FIP), organisasi dunia yang mengurus hobi filateli, memuji pemerintah RI dan PFI yang sukses menyelenggarakan pameran tersebut.
Terdorong oleh kesuksesan itu, PFI yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel) serta PT Pos Indonesia, merencanakan untuk menggelar pameran filateli tingkat dunia untuk semua kelas dan bukan hanya untuk remaja seperti "Indonesia ‘96". Pameran tersebut dinamakan "Indonesia 2000" dan direncanakan diadakan di Jakarta Hilton Convention Center dari 11 sampai 20 Agustus 2000. Dalam pameran yang diadakan untuk memperingati 55 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI, panitia telah menghitung sedikitnya 3.300 frame koleksi peserta pameran dari seluruh dunia akan dipamerkan.
Namun rencana besar itu akhirnya tak terlaksana. Kondisi politik dan keamanan di Indonesia saat itu, membuat banyak filatelis dari mancanegara yang mengkhawatirkan koleksi mereka kalau diikutsertakan dalam "Indonesia 2000". Saat itu demonstrasi besar-besaran masih marak terjadi di berbagai tempat, termasuk di Jakarta. Akhirnya pameran filateli "Indonesia 2000" dibatalkan.
Kita tentu berharap, suasana Indonesia pada 2008 semakin membaik. Politik, keamanan, dan ekonomi Indonesia semakin membaik, sehingga mempermudah penyelenggaraan pameran filateli "Indonesia 2008". Bila pameran itu jadi berlangsung, bukan hanya para filatelis, tetapi juga masyarakat luas berkesempatan menyaksikan benda-benda koleksi langka yang bernilai tinggi. Semoga.