Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga salah satu tokoh pramuka Indonesia, Prof.Dr. Koesnadi Hardjasoemantri, dipastikan merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan terbakarnya pesawat Garuda Indonesia di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Rabu (7/3) pagi.
Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Joedyaningsih mengatakan, dia telah mendapat informasi berisi kepastian itu dari para pramuka di Yogyakarta. Saat ini jenazah almarhum yang di kalangan pramuka akrab dipanggil dengan Kak Koesnadi, disemayamkan di Balairung UGM. Menurut rencana, almarhum akan dimakamkan di Pemakaman UGM Sawitsari, Kamis (8/3) pukul 13.00 WIB.
Ketua Kwarnas, Prof.Dr. Azrul Azwar MPH mengatakan, dunia kepramukaan Indonesia sangat kehilangan salah satu tokoh besarnya. Almarhum Kak Koesnadi, seperti dikatakan Azrul Azwar, sudah berpuluh tahun mengabdi secara sukarela di Gerakan Pramuka. Bahkan sampai akhir hayatnya, almarhum masih menjadi Ketua Tim Penyusun RUU Gerakan Pramuka.
Rasa duka cita mendalam juga disampaikan sejumlah tokoh kepanduan Asia-Pasifik. Ketua Komite Kepanduan Asia-Pasifik Eric Khoo yang berasal dari Malaysia, serta Direktur Regional Kepanduan Asia-Pasifik Abdullah Rasheed yang berasal dari Maladewa, sama-sama menyatakan rasa berduka cita mereka mewakili para pandu di Asia-Pasifik. Mereka juga mengharapkan agar keluarga yang ditinggalkan, diberi kekuatan dan ketabahan oleh Tuhan Yang Maha Esa.