Mimbar Saputro

Ketika Pasir di Sepatu itu Bernama Alfredo.

Selasa, 06-03-2007 18:34:04 oleh: Mimbar Bambang Saputro
Kanal: Peristiwa

Ketika Pasir di Sepatu itu Bernama Alfredo. Bagi sementara ibu-ibu rumah tangga, nama Alfredo berkonotasi tokoh dalam telenovela, tapi bagi orang Timor Timur (Timor Leste), juga tentara Australia di sana berarti pemberontakan, kerikil dalam sepatu.

Peristiwa 27 Mei 2006 lalu di Timor Leste bermula dari pemecatan 600 tentara reguler, yang lantas ngambek menanggalkan seragamnya dan lari menaiki gunung yang memang kekayaan Timor. Begitu tentara melakukan desersi, bisa diduga, geng-geng anak muda yang memang pengangguran mulai menjarah dan membakari toko-toko.

Lalu muncul dendam kesumat lama yang sudah mendarah daging sejak jaman nenek moyang, yaitu perang saudara antar kawasan barat dengan timur. Tigapuluh orang tewas dalam huru hara yang mengharu biru ini sehingga Xanana lempar handuk dan bergemalah SOS ke penjuru dunia memasuki lubang telinga sang promotor kemerdekaan, Australia.

Gegeran ini dipicu ulah Mendagri Rogerio Lobato dan Mentri Pertahanan Roque Rodriguez yang memecat tentara, termasuk Alfredo Reinado. Tidak terima di PHK sepihak Alfredo segera mengajak teman-temannya masuk desa, sambil tak lupa membawa 2 truk penuh berisi amunisi dan persenjataan.

Siapa Alfredo sang "Gringo van Dili ini?"

Alfredo Reonado (39) aselinya adalah putra Flores.

Ayah dari tiga anak ini, Jose 11, Donovan 9, Diffany 2 dan istrinya sedang mengandung bayi ini semula adalah marinir yang mengepalai pelabuhan Dili dan kapten kapal perang. Tak lama kemudian setelah referendum, ia ditawari pekerjaan sebagai militer dan membawahi armada patroli di Dili. Cerita mengenai mayor 39 tahun ini agak simpang siur maklum ia dibesarkan oleh intelejen Australia sebagai klandestin sehingga banyak ceritanya yang satu sama lain bertabrakan. Konon di tangannya pula, pembakaran dan kekacauan paska referendum membuat Indonesia diposisi terpojok.

Yang jelas tahun 1975 ia dibawa oleh John pamannya kabur dari Lorosae, lalu sempat tertangkap TNI saat memasuki Timor dan sejak itu ia bekerja sebagai kuli panggul. Cerita perkosaan, pembunuhan yang dinyanyikan Alfredo memang dibeli oleh Australia. Iapun berlatih militer di Australia.

Tahun 1995 ia membawa membawa pelarian politik ke Darwin, lalu pindah ke Perth 1996. Selama di perantauan, ia gandeng-renteng (sohibah) dengan Ramos Horta, mencari dana sambil berkampanye pentingnya memiliki negara sendiri yang makmur, aman dan syukur gemah ripah lohjinawi.

Ia amat mengagumi gurunya Horta yang pernah mengatakan, "Adalah tugas generasi kita menjelaskan mengapa terjadi pembunuhan dengan darah dingin di negeri kita," - atau kalau mau diteruskan gaya pidato pemimpin negeri "Jangan ada darah tumpah lagi..."

Perkara setelah ia memegang jabatan, masih ada perang tanding barat-timur dan pembunuhan itu soal lain.

"Alkatiri itu kriminal, apa perlunya kita berhubungan dengan penjahat," demikian serunya dalam suatu wawancara dari tempat persembunyiannya - mungkin ia merasa didzolimi lantaran saudara-saudara Alkatiri, menjadi piawai pengimpor senjata militer. Tapi gara-gara wawancara itu pula, Alfredo ketar-ketir akan keselamatan keluarganya, lalu minta bantuan Australia mengevakuasi keluarganya ke Perth.

Sementara itu teman-teman yang mengenalnya di Australia pada heran habis. Lantaran sejak menghabiskan waktunya di Australia kelihatannya ia "jinak-jinak" saja. Bakat berontaknya hanya nampak kalau melihat ketidakadilan terjadi, ia sangat sensitif dan berani mempertahankan pendapatnya. Memang setelah pertikaian terjadi yang berujung mundurnya Lobato dari tampuk Mendagri dan Rodriguez dari Menteri Pertahanan, akan tetapi sang dalang yang dinanti-nanti kemundurannya yaitu Perdana Menterinya Mari Alkatiri (Fretilin) masih kokoh disinggasana. Ini yang membuat keamanan di Tim-Tim bak api dalam sekam. Alkatiri sekalipun beragama "lain dari yang lain" sejatinya ia adalah kekiri-kirian sesuai dengan ideologi partainya yang Marxist (masih relevant nggak ya ngomongin ini).

Untuk mendukung posisinya, ia tak segan mengatakan bahwa dalang kekacauan Timtim adalah Indonesia.  Seperti kata sementara pengamat ini adalah contoh negeri yang gagal. Perut bergantung kasihan pihak international, siskamling bergantung polisi luar ala Interfet.

Serunya lagi pengamat politik Osi bilang "Sementara kita garuk-garuk kepala pusing memikirkan Timtim, barangkali orang Jakarta tersenyum lebar"  - Lagi lagi Indonesia dibilang nyukurin.  (tapi eh iya).

Jauh sebelum wangsa Portugis datang ke bumi yang sekarang disebut Timor Timur ini, negeri ini memang terpecah dalam liurai alias raja kecil. Lalu ketika Portugis datang, maka wilayah Timor dibagi menjadi Timor Loromunu (Timor Barat) dan Timor Lorosae (Timor Timur). Selama masa Portugis, rakyat Timor Timor tidak berubah nasibnya sehingga para Liurai melakukan perlawanan. Sejarah mencatat ketika Fretilin 28 Nopember 1975 memproklamirkan kemerdekaannya. Lalu untuk mendapatkan perhatian, mereka bergabung dengan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), banyak sudah sumber daya Indonesia ditumpahkan ke negeri ini, namun kesan makmur masih jauh.

Lalu isu agama mulai ditebar bahwa Timor Leste tidak akan pernah damai kalau dipegang orang "Jawa" yang notabene mayoritas Muslim.

Dengan bantuan Australia yang menyusupkan intel-intelnya ke Timor Leste, warga Timor merdeka pada 20 Mei 1999. Mereka membentuk negara Timor Leste dengan Presiden Xanana Gusmao dan Perdana Menteri Mari Alkatiri.

Melajukah bangsa ini setelah dipegang oleh orang yang "suci, jujur" dan produk dalam negeri?

Mei 2005 terjadi demonstrasi selama 15 hari menentang pelarangan agama diajarkan di sekolah-sekolah. 28 April 2006, terjadi ketidakpuasan antara tentara ex Falintil yang tidak mendapat potongan kue kemerdekaan seperti yang diinginkan. Sebagian Falintil berasal dari bagian barat Timor Loromonu) dengan 13 kabupaten, tetapi kursi (dan rejeki) dipegang orang Lorosae yang cuma terdiri dari 3 kabupaten).

Merasa protes dan keluh kesah tidak ditanggapi, maka 28 April 2006, sebanyak 594 tentara berontak. Kekacauan terjadi. Lalu para pengamat politik Australia enteng mengatakan datangkan tentara asing, ganti Mari Alkatiri dan keadaan pasti berangsur tenang. Toh resep ini salah dan Timor Timor bergolak kembali. Alfredo sempat dipenjara, namun berhasil lolos bahkan berhasil merampas 19 pucuk senapan serbu AK47 beserta amunisinya. Ia diudak-udak oleh tentara Australia, teman berlatih mereka di Perth Australia. Sekarang seguru seilmu saling baku bunuh.

Kolonial Portugis menciptakan dua istilah yaitu Firauco dan Calado. Kelompok pembangkang disebut Firauco,  sedangkan massa mengambang disebut Calado. Repotnya istilah ini beranjak menjadi orang Lorosae yang Firauco dan Loromontu kebagian diberi stigma Calado.

Dengan sentimen kesukuan yang tebal ditambah kehidupan ekonomi yang termiskin di dunia, maka siapapun memerintah Timor Leste akan kebagian bola panas. Sekaligus pembuktian bahwa dipegang orang yang beragama samapun tidak merupakan jaminan kekerasan akan sirna seperti yang didengang-dengungkan semasa pra-referendum.

Sekarang pengungsi mulai berdatangan ke Indonesia. Peristiwa ini mirip dengan saat kekacauan pada 1975, akhirnya beberapa kelompok meminta bantuan tentara Indonesia, bak Raden Wijaya berkolaborasi dengan tentara Tartar lalu gantian menghantam Tartar setelah musuhnya berhasil dikalahkan. Bedanya untuk menjadi sebesar Majapahit, nampaknya masih perlu perjuangan jauh.

Kalau sudah begini, mulailah ada suara. Mengapa lebih aman di tangan Indonesia? Mudah-mudahan Indonesia tetap menutup pintu bagi Timor Timur, kalau kita tidak hendak menjadi keledai yang terperosok kedua kali menjadi bangsa Tartar lagi?

Bookmark and Share

Tag/Label lorosae, alfredo, timor timur, timor leste, ramos horta, xanana gusmao
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
10 komentar pada warta ini
Selasa, 06-03-2007 19:11:32 oleh: Retty N. Hakim

Saya setuju kalau Bangsa Indonesia tidak ikut campur lagi dengan Timor Timur, lebih baik memikirkan rakyat sendiri yang juga menderita. Jadilah tetangga yang baik saja!

Issue agama memang satu hal yang tampaknya sulit, tapi pengalaman mengatakan sebenarnya penduduk sipil itu (secara umum, termasuk Ambon, Poso, dll) lebih cinta damai daripada perang...tapi toh ada kericuhan. Politikkah ini? Berpegang pada keyakinan dasar semua agama (mungkin termasuk juga paham komunis yang bukan agama) bahwa manusia perlu berbuat baik kepada sesamanya (sesamanya manusia, bukan segolongannya, bukan seagamanya!) maka seharusnya agama itu tidak menjadi alat pemecah belah manusia, tapi menjadi jalan untuk berbuat kebaikan dan kebenaran.

Daripada memikirkan tetangga yang rada manja ini, bagaimana kalau memikirkan rumah sendiri supaya tetap jadi NKRI? Masa kalah sama Gajah Mada?!







Rabu, 07-03-2007 09:57:45 oleh: Jaja Subagja

Saya sangat setuju dengan pendapat Bapak, jika kita membuka pintu dan menolong mereka kita akan tetap disalahkan, minimal disangkut-pautkan, jika tidak menolongpun akan tetap disalahkan, mendingan kita tidak menolong, tidak keluar biaya, tidak keluar tenaga, cukup bersikap duduk manis saja.



Rabu, 07-03-2007 10:27:23 oleh: Simatupang


Syukurin aja deh.
Percaya kok sama bule Australia.
Bule nggak jelas lagi. (Mo ikut Asia apa Eropa).
Ketipu habis... Tomor loro sae artinya kan lebih baik sakit daripada ikut Indonesia. :D




Rabu, 22-08-2007 02:44:14 oleh: Robin

saya senang membaca tulisanmu tentang Timor Leste, tapi sayang anda sama sekali tidak memiliki referensi yang akurat, dan juga tidak pernah membaca sejarah Timor Leste.

kamu mungkin saja belum belajar sejarah Indonesia yang sebenarnya, waktu awal-awal indonesia merdeka apa yang terjadi waktu itu?
sebelum membaca sejarah negeri tetanggamu lebih baik baca sejarahmu dulu.

selamat membaca.




Sabtu, 16-02-2008 14:13:25 oleh: Rahung Nasution

‘Failed State’ dan Kebangkitan Borjuasi Timor-Leste
Mei 15, 2006, 5:30 pm
Diarsipkan di bawah: Catatan Dari Dili

Rahung Nasution

Pada hari Rabu, 24 April 2006, dari depan Palácio das Cinzas (Istana Abu), ketika dua utusan demonstran tentara petisioner yang dipecat markas Falintil-Força de Defesa de Timor-Leste (F-FDTL) yang dipimpin oleh Letnan Satu Gastão Salsinha bertemu dengan presiden Xanana Gusmão untuk menyampaikan tuntutan mereka, Eric Campbell melaporkan pada Radio Australia: “The march began peacefully but soon turned into a violent ethnic clash as protestors attacked a market run by stallholders from the country’s eastern regions. 591 soldiers form the western regions were dismissed last month after they went AWOL (Absent Without Leave) claiming their commanders were favouring eastern soldiers.” [Barisan demonstrasi itu dimulai dengan damai tetapi segera berubah menjadi bentrokan etnik yang keras ketika para pemrotes menyerang satu pasar yang para penjualnya berasal dari wilayah timor negeri itu. 591 prajurit dari wilayah barat dipecat pada bulan lalu setelah mereka meninggalkan markas di luar cuti, menuduh para komandan mereka mengistimewakan prajurit dari wilayah timur].

Selanjutnya di http://mauberedigitalarmy.wordpress.com/category/catatan-dari-dili/




Rabu, 09-07-2008 11:55:59 oleh: mariano de deus

saya sangat setujuh dengen pendapat Alfredo kar'na ingin sekali rakyat timor leste bebas dari diskriminasi.............



Sabtu, 31-01-2009 23:48:06 oleh: tito leste

jangan bicara so tau lu...alfredoitu bukan dari flores....lu tau dari mana....enak jadi negara sndiri.....ngak tau latar belakang masalahnya...kok braninya so tau.....



Jumat, 08-05-2009 00:38:20 oleh: gino

oponi mengenai Alfredo dari mimbar saputro sangat jauh dari informasi yg sebenarnya, saudara saputro lain kali menulis artikel harus memiliki data yg konkrit karna hanya ikut menipu masyarakat dunia dengan melempar batu sembunyi tangan....karena saudara hanya mebaca tanpa terjun atau hadir ketika krisis pecah di timor leste. sebenarnya anda tidak tau isu politik yg sebenarnya hanya ikut menggigau orang2 yg kaget dari tidur. Indonesia pada awal kemerdekaan beberapa tragedi mis: DI/TI, G30s PKI,sama aja peran saudara tapi itu merupakan awal suatu proses kemerdekaan jadi coba beri masukan bukan mencaci.ternyata lupa dengan sejarah sendiri apa warga negara yang baik seperti itu....



Jumat, 08-05-2009 00:52:36 oleh: gino

Kenapa orang timor-timur pada masa referendum indonesia kala suara karena pada rejim orba banyak masyarakat merasa tertindas hampir semua warga masyarakat timor-timur jadi korban pada jaman rejim orba sehingga pada kesempatan referendum adalah saatnya lepas dari tekanan rejim orba ketika pelaksanan dua opsi 95% lebih memilih untuk merdeka, tekanan rejim saya rasa tidak hanya di timor-timur tetapi mungkin juga terjadi pada sebagian masyarakat indonesia.Masyarakat indonesia pada umumnya di bandingkan dengan bangsa lain sangat berperih kemanusiaan dan memiliki kebudayaan yang kuat, menghargai kodrat sebagai manusia meskipun dari bangsa lain atau ras apapun, tetapi kaum borjus hanya memikirkan isi perut makanya masih banyak juga warga masyarakat yang tinggal di sela-sela kolom jembatang.....



Kamis, 04-06-2009 20:40:26 oleh: frente lorosae

sebenrnya tulisan saudara itu tidak benar, jangan soh tau, Alferedo waktu di Ausrtalia dia tidak pernah berjuan untuk kemerdekaan timor leste,sebaliknya dia berjuan untuk mempertahankan integrasi dengan indonesia, kalo dia berjua untuk kemerdekan TL mana mungkin dia jadi penberontak,alfredo itu sama begohnya dengan km, sebenarnya dia bersyukur karna dia di beri jabtan dan posisi yang baik dalam FDTL,ada geryliawan FDTL, yang selama 24 thn berjuan di hutan tapi mereka tidak menututut untuk di beri pangkat besar kaya alfredo, karena tujuan mereka bergerilia di hutan selama 24 thn itu bukan mencari pangkat besar, tapi hanya satu tujuan yaitu kenerdekan. alfredoitu adalah orang bego, dia di tipu, buktinya ,nya dia mati kaya anjin,



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY