Remaja, kata yang membuat kita berkata huuuuuu...... remaja diibaratkan sebagai jembatan antara masa kanak-kanak menuju dewasa. Apabila di jembatan itu kita jatuh, kita susah untuk dapat naik, tapi, bagi remaja yang dapat menyeimbangkan pijakan kakinya di jembatan tersebut, niscaya remaja tersebut berada pada jalan yang benar dan memiliki masa depan yang terjamin.
Tapi, kalau kita lihat sekarang, banyak remaja yang jatuh dari jembatan itu. Remaja saat sekarang sebagian besar terjerumus di lingkaran hawa nafsu. Memang, dapat kita maklumi hal seperti itu. Masa remaja merupakan masa di mana hawa nafsu berada pada puncaknya, bagi remaja yang kurang imannya, pasti menuruti perkataan hawa nafsunya dan tidak memperdulikan bujukan hati nuraninya.
Sebenarnya apakah, penyebab dari semua ini? Penyebabnya tidak jauh dari lingkungan sekitar remaja itu sendiri. Misalnya pergaulan yang terlalu bebas dan tak terkontrol serta perhatian ortu. Di sini, perhatian ortu dibagi 2, ada yang kelebihan, dan ada yang kekurangan. Remaja yang kekurangan diperhatikan ortunya, tentu saja akan melakukan semua hal semaunya. Sedangkan remaja yng kelebihan perhatian ortu atau bisa dibilang terlalu dimanja, remaja tersebut akan memiliki banyak kemauan yang ortunya tidak bisa jangkau. Dan anak manja biasanya memiliki karakter, apa yang diinginkannya harus dipenuhi.
Tapi, tidak ada kata terlambat, di mana ada kesadaran, di situ pulalah dibukakan jalan untuk kita. Memang, sesuai pernyataan di atas, seorang yang jatuh dari jembatan, susah untk naik kembali. Tetapi kapan kita berusaha untuk berubah, kita akan diberi jalan untuk naik kembali di jembatan itu, dan memperbaiki kembali kesalahan dan kekhilafan yang kita lakukan.