Demam berdarah agaknya sudah menjadi penyakit lazim yang terjadi sepanjang tahun di Jakarta, bahkan pada bulan-bulan tertentu (seperti musim pancaroba) penyakit ini malah merebak dan mewabah. Sehingga tidak jarang ketika kita maupun kerabat kita menderita panas tinggi membuat khawatir apakah mungkin terkena demam berdarah. Mendiagnosa kemungkinan demam berdarah itu mudah-mudah susah juga, terutama jika gejala baru muncul satu-dua hari pertama. Ada beberapa pertanyaan yang sering dikemukakan terkait dengan demam berdarah, yaitu sbb;
Kapankah harus cek darah ketika sedang demam untuk menyingkirkan kemungkinan demam berdarah?
Seringkali pasien panik ketika sedang menderita demam dan segera minta dicek darah kearah demam berdarah walaupun mungkin demam baru muncul kurang dari sehari.
Menghadapi pasien dengan gejala semata demam tanpa gejala penyerta lain yang siknifikan, dokter yang baik harusnya menjelaskan bahwa pemeriksaan darah belum perlu dilakukan karena masih mubazir. Gejala ke arah demam berdarah seperti trombosit yang mulai menurun, umumnya baru muncul menjelang hari ke-3 dari sejak munculnya gejala demam atau meriang-pusing-lemas.
Bagaimana dengan cek laboratorium yang baru itu, NS-1 ?
NS-1 merupakan protein non-struktural yang menyusun badan viru demam berdarah, dan diklaim sebagai komponen virus yang spesifik. Sehingga jika protein ini terlacak di dalam darah memberikan indikasi kemungkinan keberadaan virus demam berdarah. Namun karena masih terbilang pemeriksaan baru, belum banyak penelitian besar yang mendukungnya, sehingga NS-1 belum diindikasikan secara formal, tapi mungkin berguna untuk membantu mendiagnosa demam berdarah. Pemeriksaan ini ada kelebihannya, yaitu sudah bisa positif sejak hari pertama- kedua sejak infeksi terjadi sehingga tidak perlu menunggu proses penurunan trombosit dan peningkatan hematokrit yang umumnya dimulai hari ke-3. Dengan demikian pasien dan dokter dapat lebih waspada terhadap suatu demam karena ada kemungkinan terkait infeksi demam berdarah.
Apa yang harus dilakukan saat demam di hari-hari pertama saat belum perlu cek darah dan diagnosa belum jelas ?
Minum air putih sejuk yang banyak, kompres dengan air hangat sesering mungkin, minum parasetamol (obat penurun panas) dan istirahat cukup. Tentunya perkembangan gejala turut diperhatikan. Jarang ada komplikasi serius pada demam, kecuali jika terjadi pada bayi muda, atau pada demam yang terlampau tinggi (>39.5 ‘C) atau jika diperberat dengan gejala lain seperti diare dan muntah-muntah sering. Tidak perlu terburu-buru menenggak antibiotic, apalagi pada anak-anak karena umumnya demam disebabkan oleh virus. Antibiotik bukanlah obat demam, pemberian yang tak rasional tidak akan membantu mennrunkan demam, malah akan meningkatkan beberapa efek samping dan komplikasi
Apa yang harus dilakukan jika pemeriksaan laboratorium mengindikasikan kemungkinan demam berdarah seperti trombosit yang mulai turun dan NS-1 positif?
Jangan panik dulu. Perlu diketahui bahwa demam berdarah sesungguhnya merupakan suatu spektrum penyakit dari gejala yang sangat ringan seperti flu yang akan hilang sendiri hingga penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi perdarahan maupun syok yang sangat berbahaya. Berita baiknya, sebagian besar demam berdarah di masyarakat berupa demam dengue (yang ringan dan akan sembuh sendiri dalam beberapa hari), hanya sebagian kecil yang merupakan demam berdarah dengue (yang berat dan ditandai kebocoran darah dari pembuluh darah). Jadi, andaikata Anda didiagnosa demam berdarah, hal itu tidak berarti Anda harus segera dirawat inap dan diinfus. Perawatan di rumah pun dengan beberapa perhatian dapat membantu proses penyembuhan.
Perhatian apa untuk perawatan di rumah ?
Istirahat total, minum ekstra banyak disertai dengan beberapa selingan minuman sport isotonik, minum obat panas teratur. Jika trombosit sudah mulai agak turun, maka setiap 24 jam sekali cek darah harus diulang.
Jadi kapan harus dirawat?
Yaitu apabila dijumpai beberapa hal seperti trombosit sudah sangat turun hingga < 100.000, nilai hematokrit sudah diatas ambang normal (ini yang sangat bahaya), pasien tidak bisa minum banyak (misalnya disertai muntah-muntah dan diare), adanya perdarahan yang berulang-ulang (misal mimisan berulang), adanya komplikasi dan tanda bahaya nyata (seperti penurunan kesadaran, anak yang rewel dan menangis terus, lemas nyata disertai keringat dingin,dll), demam yang sangat tinggi terutama pada bayi, atau pasien yang tinggal sendirian (kos) tanpa ada yang mengawasi.
Apa obatnya demam berdarah?
Yang pasti, kita tidak butuh antibiotik disini karena penyebabnya virus. Sebenarnya tidak ada obat khusus untuk demam berdarah, jadi yang dilakukan oleh dokter adalah memberikan obat-obat pereda gejala yang ada, seperti obat mual, penurun panas, pusing dan infus jika memang diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan.
Apakah jika saya sudah pernah terkena demam berdarah besok-besok bisa terkena lagi ?
Ya. Teoritisnya, seseorang bisa terkena demam berdarah hingga maksimal 4 kali karena virus demam berdarah memang ada 4 jenis yang relative berbeda.
Harus pantang makan apa?
Tidak ada pantangan khusus bagi penderita demam berdarah. Jika disertai mual, sebainya hindari makanan pedas, banyak lemak (susu, coklat, gorengan, daging).