Sebagai seorang pengumpul prangko atau sering pula disebut filatelis, saya sering memanfaatkan eBay, balai lelang internet, untuk membeli dan melengkapi koleksi saya. Senin (30/11), saya membuka kembali situs web http://www.ebay.com. Kali ini, saya terkaget-kaget melihat salah satu penawaran di situs lelang itu.
Di situ ada gambar prangko badak bercula satu dengan tulisan di bawahnya "Sumatera Selatan" dan angka "800". Bila dibandingkan dengan prangko umumnya, tulisan itu berarti nama negara dan angkanya adalah harga satuan (nominal) prangko itu. Tentu saja saya terkaget-kaget, benarkah Sumatra Selatan (Sumsel) punya prangko sendiri? Benarkah Sumsel menerbitkan prangko sendiri?
Dalam penjelasannya yang disertakan pada penawaran itu, sang penjual yang menggunakan kode "zdeno2000" menyebutkan, "Sumatera Selatan-South Sumatra-Province of Indonesia". Jadi sang penjual masih mengakui bahwa Sumsel adalah salah satu provinsi dari Republik Indonesia. Tapi kenapa lalu menerbitkan prangko sendiri? Bukankah prangko-prangko yang berlaku dan digunakan di Indonesia saat ini adalah prangko dengan tulisan "Indonesia" dan angka tertentu yang merupakan harga satuan prangko itu.
Oleh sang penjual yang beralamat di Bratislava, Slovakia itu, disebutkan prangko itu adalah "local issue' dan "bogus". Prangko "local issue" adalah terbitan lokal setempat, sedangkan "bogus" adalah prangko yang diterbitkan oleh suatu negara yang sebenarnya tak pernah ada.
Di Indonesia, saat ini tak ada lagi penerbitan lokal setempat. Semua penerbitan prangko dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi dan dipasarkan oleh PT Pos Indonesia. Semua prangko menggunakan nama "Indonesia", tidak ada lagi nama daerah-daerah tertentu.
Jadi kesimpulannya, prangko itu hanyalah buatan seseorang atau produsen yang sekadar ingin mencari keuntungan dari para filatelis. Prangko itu jelas tak dapat digunakan sebagaimana prangko umumnya. Untuk dikoleksi pun sebenarnya tak terlalu berharga, karena bila diikutkan dalam pameran filateli yang sifatnya kompetitif (lomba), justru keberadaan prangko-prangko semacam itu akan menyebabkan pengurangan nilai bagi koleksi yang dipamerkan. Itulah sebabnya, para pengumpul prangko perlu berhati-hati dalam mengoleksi prangko yang ingin dikumpulkannya.
Foto: diambil dari situs eBay.