Ada setahun belakangan ini kesehatan Senior saya melorot sampai ketingkat menguatirkan seperti di vonis Prostat, Jantung, Asma, Alergi. Lebih kompleks lagi ternyata pendapat dokter satu dan lain kadang bertolak belakang. Misalnya saat Tabib A mengatakan dia sakit A, dan Dokter B akan mengatakan sakit B.
Tentu saja hari kehari selalu disibukkan oleh kegiatan pengusaha bahan bangunan Grogol ini berupa menenggak obat dan suplement. Di meja makannya berton-ton toples berisikan acar bawang putih menjadi santapan rutinnya.
Kalau ada yang percaya bahwa Adam dan Hawa adalah manusia pertama datang ke Bumi, secara bergurau saya mengatakan bagi beliau Senior saya "Bakmi yang terletak di jalan GajahMada adalah makanan pertama yang dibawa oleh bidadari dari Merakhayangan" - sekarang, semua kesenangan itu dilarang dengan alasan ruwet seperti minyaknya, soda apinya, pengawetnya dan entah seabreg bujet fantasi liar ala novelis.
Dan jangan salah, kalau pantangan itu dilanggar, memang beliau muntah-muntah. Yang menyedihkan dia selalu garuk-garuk kepala dan sekujur tubuhnya mulai ditumbuhi ruam berwarna kemerahan.
MUNGKIN JODOH
Lalu sekitar dua bulan lalu, atas anjuran seseorang kami pindah ke dokter yang usianya 11-12 dengan senior saya ini.
"Bapak boleh makan apa saja, selama batas tertentu. Suka Lobster, makan lobster. Kalau gatal saya kasih obat, tetapi untuk sementara.- Saya (dokter) usia 80tahun masih stir sendiri, masih buka praktek sampai sekarang."
Dan satu anjuran dokter adalah sering berendam air panas Geothermal di kawasan Cipanas Garut. Karena dokter menyebut satu nama, tanpa reserve tempat yang menyebut pemandian dengan "bitter wasser" ini spontan dikunjungi.
Sebelum berangkat kesana terbayang sudah sebuah pemandian massal yang diisi orang kudisan beramai-ramai antre disana. Saya malahan membayangkan monyet di Jepang yang kegemarannya mandi air hangat.
Ternyata kami, tepatnya saya kecele. Anda akan mendatangi tempat yang terpelihara kebersihannya sehingga kita seperti datang ke kolam renang "normal" pada umumnya.Sebuah kolam renang berair jernih suam kuku ukuran mendekati olimpik, bagi anda yang sekedar menjaga kesehatan kulit dan tubuh.
Lalu kamar rendam tertutup bagi anda yang ingin privasi, sebuah pancuran yang dijamin telapak kaki membara macam diselimuti koyo cabe dan masuh ada lagi shower duduk dimana air panas menggerojok dari kepala dan menyodok dari arah punggung rasanya macam dipijat Ibu Blekok.
BISA MAKAN APA SAJA
Alhamdulilah, kendati terlalu dini untuk menyebut keberhasilan ini "ketemu jodoh." sementara ini terapi nyaman berupa berenang dan mandi air hangat diteruskan makan di saung Cibiuk Cipanas ini mencapai target nyaris 100%.
Senior saya sekarang bisa makan apa saja. Apalagi saya juga menyaksikan banyak pasien stroke diterapi dengan air panas yang tiap kolam memiliki derajat panas dari hangat, medium sampai "mak nyuz" di telapak kaki.
Eh kok saya terpincut masuk mahzab "Bid'ah kesehatan". Saya ikutan berenang dan mandi kolam hangat dengan harapan lemak diperut digelontorkan, lalu saya menjadi lebih langsing... Yang ini hayalan saya.