Yusuf   Iskandar

Ketika Ditinggal Tidur Gadis Cantik Teman Seperjalanan

Minggu, 29-11-2009 10:38:25 oleh: Yusuf Iskandar
Kanal: Gaya Hidup

Setelah sport jantung naik ojek membelah kemacetan Jakarta, setiba di depan stasiun saya melihat jam di HP (saya tidak punya arloji) menunjukkan pukul 19:40 WIB. Ini berarti saya masih punya sisa waktu sekitar 20 menit sebelum kereta api Argo Lawu yang akan saya tumpangi berangkat menuju Jogja.

Walaupun nafas saya mulai terasa lebih longgar dan lega, tiba-tiba saya merasa harus memutuskan di antara tiga pilihan di tengah sisa waktu yang singkat. Saya harus menentukan antara ke toilet dulu karena sudah kebelet sejak tadi, makan dulu setelah sehari berpuasa dan baru sempat diisi sedikit air putih saja, atau sholat maghrib dan isya dijamak (digabung). Assessment singkat kemudian saya lakukan. Kalau ke toilet masih bisa di atas kereta dan demikian pula makan, tapi kalau sholat di kereta akan rada kesulitan. Maka akhirnya saya putuskan untuk ke mushola dan sholat dulu.

Selesai sholat, segera saya bergegas masuk stasiun Gambir dan langsung naik ke lantai tiga sambil terburu-buru. Pasalnya halo-halo stasiun sudah memanggil-manggil penumpang Argo Lawu. Rupanya tempat duduk saya di Gerbong 1, terpaksa harus jalan menuju ke ujung depan rangkaian kereta. Masuk gerbong, lalu mencari tempat duduk, kemudian meletakkan tas ransel butut berisi laptop ke tempat bagasi di atas tempat duduk dan..... wow, penumpang di sebelah kanan saya ternyata seorang gadis cantik. Setidak-tidaknya saya melihat paras ayunya. Untuk subyek seperti ini memang biasanya assesssment bisa cepat (tapi sumprit....., ini bukan karena pengalaman melainkan naluri saja).

Begitu merebahkan badan di tempat duduk kereta dan lalu saya buat perasaan senyaman mungkin, serta-merta begitu saja saya bercerita kepada gadis di sebelah saya tentang perjalanan mendebarkan yang baru saja saya lakukan naik ojek menuju stasiun Gambir. Gadis itu tertawa renyah mendengar cerita saya. Entah kenapa spontan saya merasa gadis itu bukan orang lain, sehingga tidak perlu berbasa-basi ini-itu. Komunikasi jadi mudah dan lancar seperti dua orang yang sudah lama kenal. Bagi seorang yang suka iseng ketika tidak ada kesibukan lain seperti yang saya alami malam itu, maka suasana akrab itu perlu saya bangun karena selama delapan jam ke depan dia akan menjadi teman seperjalanan menuju Jogja. Agar azas "praduga tak bersalah" dapat ditegakkan, sengaja saya tidak membuat Bab Pendahuluan dengan ingin tahu siapa namanya, apalagi no HP-nya.

Tidak lama kemudian kereta Argo Lawu berangkat meninggalkan Jakarta. Saya masih termangu-mangu sambil tersenyum (jelas tidak sendiri karena sudah ada teman tersenyum di sebelah saya yang pasti jauh lebih manis), kalau mengingat perjalanan saya naik ojek membelah kemacetan Jakarta beberapa menit sebelumnya.

Sekitar sejam perjalanan, barulah saya ingat dua hal yang sebelum masuk stasiun tadi belum sempat saya tunaikan. Sekitar jam 9 malam saya pesan kopi panas dan nasi goreng sebagai makanan berbuka yang terlambat. Setelah itu baru ke toilet sembari sesudahnya menghabiskan sebatang Marlboro merah di depan toilet kereta. Eh bukan sebatang, melainkan dua batang. Lalu kembali duduk dan melanjutkan ngobrol dengan gadis di sebelah saya yang rupanya seorang karyawan bank swasta yang hendak libur mudik ke Magelang lewat Jogja.

Ada sedikit keheranan saya dengan pengalaman perjalanan saya hari itu. Hanya untuk keperluan dua jam di Jakarta, tapi perjalanannya serasa mengalami hari yang aneh. Saya berangkat dari Jogja siang harinya naik pesawat. Maskapai Lion Air memberi saya tempat duduk no. 38F pada pesawat MD 90 yang berarti berada di baris paling belakang dan seat paling pojok kanan yang tidak berjendela. Ketika kembali ke Jogja naik kereta, Argo Lawu memberi saya tempat duduk Gerbong 1 no. 1A yang berarti paling depan. Pas benar, dari duduk paling belakang saat berangkat ke duduk paling depan saat kembali, padahal ada ribuan penumpang, ratusan agen perjalanan dan puluhan calo di antaranya.

Dalam perjalanan kembali ke Jogja pada malam Idul Adha yang seharusnya malam takbiran itu  rasanya sulit sekali untuk tidur, klisikan..... Padahal waktu berangkat naik pesawat siangnya saya full tidur sejak pesawat lepas landas di Adisutjipto hingga mendarat di Cengkareng. Untuk mengusir kejenuhan, saya ber-SMS-ria dengan para sahabat di luar kereta sambil diselingi ngobrol canda dengan gadis cantik teman seperjalanan di sebelah saya malam itu. Para sahabat yang berada jauh di luar kereta sana bisa menjadi teman seperjalanan yang lebih mengasyikkan melalui SMS. Itu karena kami tidak saling terikat ruang dan waktu. Bisa kapan saja dilakukan, sambil apa saja, membicarakan apa saja, asyik dengan dirinya sendiri tanpa masing-masing perlu tahu apalagi perduli dengan suasana di sekitarnya.

Diantaranya saya sempatkan ber-SMS dengan anak perempuanku di Jogja. Saya bercerita tentang pengalaman mendebarkan naik ojek menerobos kemacetan yang barusan dialami bapaknya di Jakarta dan hingga nyaris ketinggalan kereta. Salah satu SMS yang saya kirim ke putriku itu bunyinya begini : "Just left Jakarta, nearly missed the train, a beautiful girl sits right beside me...".

Rupanya oleh putriku dibalas cepat : "Ha ha ha.. oke oke.. be careful pa...", kata SMS putriku bernada canda. Saya tersenyum membacanya sambil berucap "thanks" dalam hati. Saya senang membaca pesan putriku, cuma habis itu saya mikir : "Lho, sing be careful iki opone... (yang be careful itu apanya)". Sebab yang mestinya disuruh be careful itu masinisnya, kalau saya kan tinggal duduk pasrah sama keretanya dan tidur kalau bisa, atau.... ya ngobrol dengan a beautiful girl right beside me itu tadi.

Karena kemudian saya ditinggal tidur juga oleh gadis cantik teman seperjalanan di sebelah saya, sementara SMS sahabat nun jauh di luar kereta sana terus menemani sambil takbiran di dalam kereta, sejenak pikiran saya menerawang jauh.....

Enam tahun yang lalu pada malam yang sama, saya dan ibunya putriku mengumpulkan kerikil di padang Muzdalifah. Lalu tiduran di atas tikar menikmati malam yang bersih dengan hembusan angin dingin yang bertiup sesekali lembut sesekali agak kencang melintas di bentang alam antara padang Arafah dan lembah Mina. Labbaikallahumma labbaik...., kupenuhi panggilanmu Ya Allah..... Ingin sekali aku mengulanginya, ingin sekali aku kembali memenuhi ajakanMu untuk bercumbu-mesra dalam suasana batin yang tak terkatakan, melainkan hanya titik airmata mewakili kehadiranku di hadapanMu...

Bookmark and Share

Tag/Label argo lawu, gambir, idul adha, muzdalifah, arafah, mina, sms, kehidupan
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Helena siahaan   pada  Momogi Snack
Rinaldy   pada  Suzuki Skywave 125
Rinaldy   pada  Suzuki Skywave 125

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY