Hanya satu harapan masyarakat Kabupaten Intan Jaya saat ini, dimana bisa melihat kabupaten ini maju dan berkembang seperti beberapa Kabupaten lainnya yang telah lebih dulu dimekarkan sebelum Kabupaten Intan Jaya dimekarkan. Sangatlah salah, apabila mengatakan bahwa usia sebuah Kabupaten, mencerminkan kemajuan kabupaten itu, karena toh, beberapa kabupaten yang telah lama dimekarkan, namun perubahannya tidak nampak. Malahan ada kabupaten yang telah lama dimekarkan, namun nasib masyarakat setempat sangat-sangat menggenaskan.
Memang benar, persoalan utama yang dihadapi masyarakat di Kabupaten Intan Jaya adalah mereka baru melangkah untuk mengejar ketertinggalan, dan memang karena Kabupaten Intan Jaya sendiri baru hadir melalui keputusan Mendagri beberapa waktu lalu. Dan bukan berarti mereka tertinggal, tetapi mereka hanya terlambat jalan, atau perhatian yang tertunda dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Untuk mengejar “kereta api” itu, harus disadar bahwa bukan hal mudh, seperti membalik telapak tangan. Ada banyak tantangan, ada banyak rintangan, serta ada banyak halangan yang telah menanti di depan, dan semua itu butuh konsentrasi penuh. Tergantung langkah apa yang akan diambil, langkah itu pula yang akan menentukan masa depan kabupaten ini dalam beberapa tahun mendatang.
Yang menjadi persoalan saat ini, apakah masyarakat Intan Jaya yang tersebar di enam distrik, seperti; di distrik Sugapa, distrik Agisiga, distrik Hitadipa, distrik Wandai, distrik Pogapa, serta distrik Homeo betul-betul bertekad untuk mewujudkan sebuah perubahan? Karena selain kerja pemerintah daerah, kerja sama yang baik dari masyarakat yang mana akan menjadi objek dari pada sebuah pembangunan sangat kita butuhkan. Dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk perubahan kehidupan masyarakat Intan Jaya.
Mencermati kerja pemerintah daerah Kabupaten Intan Jaya beberapa waktu belakangan ini patut kita angkat jempol. Komitmen yang kuat dari penjabat Bupati dalam beberapa kali pertemuan dengan SKPD untuk langkah-langkah yang akan ditempuh agar memberikan sebuah perubahan, nampaknya mencerminkan tekad yang kuat untuk menjawab segala kebutuhan masyarakat itu, di mana melihat Intan Jaya maju dan berkembang seperti beberapa daerah lainnya.
Salah satu langkah baik yang telah diambil oleh pemerintah daerah adalah di mana bersedia untuk menyelenggarakan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Kabupaten Intan Jaya pada tahun anggaran 2009, ini sangat luar biasa. Hal ini memang terlihat dari kesungguhan para penjabat maupun para panitia untuk tetap mensukseskan kegiatan penerimaan ini. Walau pekerjaan ini sangat-sangat besar, toh pemerintah daerah bersedia dengan tulus memuluskan agenda penting ini.
Otis Warwe, Kepala Bidang Mutasi dan Formasi pada Badan Kepegawaian Kabupaten Intan Jaya, yang sekaligus menjadi Kordinator umum pada penerimaan tahun ini mengatakan bahwa semua ini dapat terlaksana dengan baik, berkat kerja sama dari semua panitia yang telah terbentuk. Hal ini memang patut dibenarkan, karena tanpa kerja sama dari semua panitia, mustahil tes seleksi penerimaan CPNS kemarin dapat berlangsung dengan baik, apalagi ini untuk yang pertama kali diberlangsungkan sejak Kabupaten ini dimekarkan.
Bukan hal mudah mengadakan tes penerimaan CPNS dalam waktu yang begitu cepat, sejak dimekarkan beberapa waktu lalu. Dan yang lebih mengherankan lagi, di mana tes ini dilangsungkan di dua tempat, pertama di Kabupaten Nabire, dan yang berikut di Kabupaten Intan Jaya, tepatnya di distrik Sugapa, sebagai ibukota Kabupaten Intan Jaya, hari penyelenggaraan-pun sama, Selasa (24/11) kemarin. Sebuah momen penting yang akan diingat oleh siapa saja, baik pemerintah daerah, masyarakat Intan Jaya maupun masyarakat luas dari luar Kabupaten Intan Jaya yang mempunyai hati untuk membangun Intan Jaya.
Tes seleksi penerimaan CPNS telah diberlangsungkan, tinggal menunggu waktu untuk menentukan siapa yang layak untuk menduduki posisi tersebut. Berhasil dan tidaknya seseorang dalam seleksi kemarin, sudah pasti ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia orang itu sendiri. Dan memang hal ini menjadi sorotan Gubernnur Provinsi Papua, yang sambutannya sempat dibacakan secara tertulis oleh penjabat bupati Kabupaten Intan Jaya, Maxsimus Zonggonau. Mencermati kerja panitia penerimaan yang cukup baik, bisa kita simpulkan sendiri bahwa tidak ada titipan kepentingan yang terdapat dalam agenda atau program penerimaan CPNS pada tahun ini.
Dan ini memang sangat penting, di mana mengedepankan kejujuran, kedispilinan serta aturan, untuk sebuah kemajuan dan perubahan yang lebih baik lagi bagi masyarakat di Kabupaten Intan Jaya. Apabila dalam memulai dan menjalankan segala program dan kegiatan dengan menanamkan sifat kejujuran, sudah pasti sebuah perubahan yang telah lama diinginkan masyarakat akan segera terjawab.
Perubahan dan kemajuan tidak pernah datang dari langit, artinya apabila kita tidak bekerja sungguh-sungguh untuk sebuah perubahan, mustahil perubahan itu akan terwujud. Hal ini juga harus menjadi perhatian yang serius bagi siapa saja yang akan mengabdikan dirinya di Kabupaten Intan Jaya. Di mana mengasah SDM yang baik, untuk sebuah tugas dan pekerjaan yang nantinya akan menjadi tanggung jawab orang itu untuk sebuah kerja yang nyata. Datangnya perubahan, seiring dengan kesungguhan, kemampuan, serta tekad yang kuat dari siapa saja, terutama para pejabat yang telah menjadi “bodyguard” pembangunan Kabupaten Intan Jaya.
Pemerintah daerah dituntut lebih untuk sebuah perubahan ini, karena apa jadinya Kabupaten ini, tergantung dari segala kebijakan yang pemerintah daerah jalankan terhadap masyarakat. Perubahan juga datang seiring dengan langkah yang diambil secara arif dan bijaksana. Dan langkah itupula yang akan menentukan, apa jadinya diri kita, dan Kabupaten Intan Jaya di masa yang akan datang.
Perubahan hanya akan terjadi di Kabupaten Intan Jaya, jika orang-orang yang ada di Intan Jaya mau untuk berubah. Dengan arti, tekad dan komitmen yang selama ini menjadi wacana di bibir, harus dipraktekkan secara langsung untuk mewujudkan perubahan itu. Yang menghambat sebuah perubahan justru mereka yang suka banyak bicara. Artinya bisa bicara dengan teori-teori yang muluk-muluk untuk sebuah perubahan, namun mereka tidak pernah bertindak melangkah untuk mewujudkan teori-teori yang selama ini mereka wacanakan.
Beberapa pengalaman dan kenyataan memang demikian, dimana perubahan hanya dapat terjadi jika oknum itu mau melangkah untuk berubah seraya bertindak. Sama halnya dengan Kabupaten Intan Jaya, di mana dalam beberapa waktu mendatang sudah pasti akan berubah, walau banyak orang mengatakan bahwa medan yang sangat sukar sudah tentu akan menyulitkan pembangunan. Medan yang sukar itu bukan halangan, yang menjadi halangan justru kita tidak memandang kesulitan itu sebagai sebuah ujian yang dapat kita lalui dengan tekad dan kemauan yang kuat.
Sudah saatnya kita bergandeng tangan, bersatu padu, serta berkomitmen untuk melangkah, di mana berusaha untuk mewujudkan sebuah perubahan, yang telah lama menjadi kerinduan kita, kerinduan masyarakat di enam distrik. Semua itu akan terwujud, semua itu akan tercapai, dan semua itu akan terlaksana, tinggal kita (masyarakat dan pemerintah) bersedia atau tidak untuk mewujudkannya?
Semoga tulisan yang singkat ini bisa memberikan pencerahan kepada kita semua, bahwa perubahan hanya dapat terjadi, jika ada tekad dan komitmen dari semua “golongan” yang peduli dengan pembangunan Kabupaten Intan Jaya, seraya bertindak untuk mewujudkan. Dengan tulisan ini juga ingin mengatakan, bahwa masyarakat Intan Jaya bukan tertinggal dan terbelakang, namun kesempatan untuk menikmati perkembangan itu yang lambat menjamah mereka.
Kabupaten yang baru dimekarkan, medan yang sangat menyulitkan, namun keduanya tidak akan menghambat pembangunan serta perubahan. Komitmen yang solid dari pejabat serta masyarakat setempat, sudah pasti akan membawa perubahan. Keraguan untuk sebuah perubahan, justru datang dari ketidaksiapan akan sebuah perubahan. Jangan kita ragu, mari maju untuk sebuah perubahan yang lebih baik lagi, agar masyarakat akar rumput bisa tertawa bahagia di atas segala kekayaan alam yang telah Tuhan karuniakan.
Akhir kata, selamat bekerja untuk para pejabat yang sedang begitu antusias dan bertekad untuk membangun Kabupaten Intan Jaya dalam mengarah pada sebuah perubahan. Dan selamat juga untuk masyarakat Intan Jaya yang tersebar di enam distrik yang sedang menantikan sebuah perubahan. Mungkin “terang” hanya akan terwujud apabila ada kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang menjadi objek dari pada sebuah pembangunan. Selamat bekerja, Tuhan Yesus memberkati kita semua.