Liga Futsal MS (singkatan nama tempat kerja kami) 2009 telah berakhir, di sana menyisakan kenangan yang unik, menggelitik dan panik
Meskipun hanya turnamen internal MS, liga diikuti oleh 4 tim yang sarat pengalaman selain menyeleksi, memotong dan mencincang daging.
Empat tim peserta turnamen adalah : Staff Selection, Warehouse United, Delivery FC dan Butcher Team.
Minimnya sarana olah raga di ibukota menjadikan lapangan futsal di kota ini menjadi barang yang mahal (menurut kami, lhoo), hal ini membuat panitia pusing tujuh keliling untuk biaya sewa lapangan ditambah lagi kami membiayai sendiri untuk keperluan hadiah. Tapi syukur pada detik-detik terakhir sebelum berlangsungnya turnamen pihak manajemen merespon positif niat baik kami dan tergelitik untuk berpartisipasi dalam turnamen ini, kamipun akan mendapat piala begilir serta hadiah. Adanya perhatian dari manajeman membuat tim peserta menjadi makin semangat untuk berjuang sekuat super hero untuk merebut Piala Bergilir MS Cup.
Menentukan jadwal pertandingan dilakukan per pekan, bukan global dari awal turnamen ini dikarenakan kami khawatir tim peserta menolak bertanding karena cedera seusai bertanding serta kesibukan pemain yang menyita waktu pertandingan (maklum kesibukan pemain mengurus RT). Tapi ternyata kepanikan itu tidak terjadi karena tim peserta bertekad untuk menyelesaikan pertandingan sesuai harapan bersama.
Pemenang liga adalah tim Staff Selection yang dihuni oleh pemain berlabel kelas satu (kecil, lemas dan satu tujuan ). Uniknya walaupun sudah menggenggam piala juara, kemampuan tim Staff masih diragukan tim peserta lain terutama tim Delivery yang berduel pada partai pamungkas. Protes dilancarkan sehubungan pergantian wasit pada partai yang berlangsung keras tersebut. Sebetulnya wasit pengganti adalah wasit yang oleh panitia ditetapkan sebagai wasit utama tapi karena beliau kelelahan jadi digantikan oleh orang lain. Dari sinilah pangkal duel keras terjadi, wasit pengganti diintimidasi oleh pemain hingga keputusannya banyak kontroversial. Karena itulah panitia mengambil keputusan wasit diganti oleh wasit utama, pergantian wasit tanpa persetujuan tim Delivery dan membuat tim ini kebakaran jenggot. Sampai tulisan ini diterbitkan pihak tim Delivery belum mau menerima hasil akhir dan memohon kepada MK untuk tanding ulang. Meskipun begitu suasana tetap tenteram sepanjang hari menyertai kami.
Demikian sekelumit kenangan dari pengalaman pertama kami mengadakan turnamen dan semoga di tahun yang akan datang kegiatan ini berlangsung kembali dengan suasana lebih meriah. Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada pihak manajemen yang telah membantu memberi perhatian dan sponsor hingga suksesnya acara ini.
Kepada semua tim peserta dan suporter , kami salut atas semangat juang dan kebersamaannya.
Sampai jumpa pada pertandingan di tahun 2010.