Ingat jam tangan, pasti ingat Swiss. Ya, selain cokelat dan pemandangan indah gunung saljunya, Swiss memang terkenal juga dengan produk jam tangannya. Jam tangan merek-merek terkenal banyak yang berasal dari Swiss.
Di antara sekian banyak merek jam asal Swiss, di kalangan anak muda dan mereka yang senang dengan jam tangan penuh gaya, dikenal pula merek Swatch. Ya, Swatch bisa dibilang singkatan Swiss Watch, jam tangan dari Swiss. Desainnya yang unik, penuh warna, dan tak jarang agak keluar dari “pakem” jam tangan tradisional, membuatnya menjadi pilihan tersendiri.
Sebenarnya, dibandingkan merek-merek jam tangan lain dari Swiss, Swatch tergolong baru. Bila merek-merek lain telah ada ratusan tahun lalu atau paling tidak sejak awal 1900-an, Swatch baru didirikan 1982 dan memulai produksi perdananya pada 1983. Namun siapa sangka, di usianya yang masih tergolong muda itu, jam-jam tangan Swatch telah menjadi pilihan para kolektor jam tangan.
Bahkan telah tumbuh komunitas kolektor jam tangan Swatch di berbagai negara, termasuk pula di Indonesia. Untuk mendukung keberadaan komunitas itu, PT Mitra Adiperkasa Tbk, yang memegang distribusi Swatch di Indonesia, menggelar acara bertajuk “Swatch Collect & Share” di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta Selatan, 17-22 November 2009.
Penulis berkesempatan hadir di acara itu pada Sabtu, 21 November 2009. Saat itu, pihak penyelenggara mengundang para wartawan untuk menyaksikan acara berupa pameran jam tangan koleksi para kolektor Swatch. Koleksi yang dipamerkan bukan sembarang. Koleksi itu harus unik, langka, limited edition (dibuat terbatas), dan mempunyai nilai sejarah tinggi.
Sebagai wartawan dan juga kolektor Swatch walau jumlahnya masih terbatas, penulis tentu saja antusias datang ke acara itu. Kebetulan, istri penulis juga sering menggunakan jam tangan Swatch yang ada di koleksinya. Begitulah, kami pun pergi ke acara itu.
Veronica Gunawan yang merupakan Swatch Brand Manager dari PT Mitra Adiperkasa Tbk menjelaskan, acara itu mendapat sambutan hangat para kolektor Swatch yang ada di berbagai kota di Indonesia. Hampir 150 kolektor mendaftarkan diri. Pihak Swatch kemudian menyeleksi dan memilih 36 finalis yang koleksinya ditampilkan di acara tersebut.
Dari ke-36 finalis itu akan dipilih satu pemenang “Numerous Collection”, yaitu peserta dengan jumlah koleksi jam tangan Swatch terbanyak. Hadiah lain akan diberikan untuk kategori “Most Unique Collection”, yaitu kolektor yang mempunyai koleksi jam tangan Swatch paling unik.
Selain pameran jam tangan, di situ juga digelar Swatch Hall of Fame, Timeless Swatch, Swatch By Me Competition dan Lucky Bingo. Khusus untuk Swatch Hall of Fame, para kolektor dapat berfoto dengan koleksinya dan nantinya dipasang di dinding Hall of Fame itu. Penulis bersama istri pun memanfaatkan kesempatan ini. Klik!, jadilah foto kenang-kenangan dari acara komunitas kolektor jam tangan Swatch.