Dalam sepekan kemarin, 16 sampai 22 November, penulis bertemu dengan paling tidak tiga acara "kumpul" komunitas di Jakarta. Keikutsertaan penulis pada tiga acara itu, penulis turunkan dalam tiga tulisan bersambung bertajuk "Kumpul Komunitas".
Inilah tulisan pertama, berkaitan dengan kegiatan kepanduan yang juga merupakan komunitas internasional. Di kalangan para pandu atau pramuka sebutannya di Indonesia, mengoleksi badge (lambang dari kain), pin (lambang dari logam atau plastik), dan benda-benda memorabilia kepanduan lainnya, sudah menjadi salah satu hobi yang banyak diminati.
Komunitas kolektor benda memorabilia juga sudah berkembang begitu besarnya, dan hampir di setiap negara yang ada organisasi kepanduannya, pasti ada kolektor benda memorabilia kepanduan.
Setidaknya ada dua organisasi komunitas kolektor benda memorabilia kepanduan yang cukup besar di dunia. Pertama, organisasi kolektor benda, pin, dan sejenisnya, yang tergabung dalam komunitas bernama International Badgers Club (IBC). Kedua, federasi organisasi kolektor prangko dan benda filateli kepanduan yang bernama International Federation of Scout and Guide Stamp Collecting Organization (IFSCO).
Hampir di setiap acara kepanduan, pasti ada saja komunitas kolektor yang berkumpul dan mengadakan transaksi saling tukar-menukar benda koleksi. Begitu pula ketika berlangsungnya Asia-Pacific Regional Scout Workshop on Disaster Management yang berlangsung di Kompleks Gerakan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, 16-19 November 2009.
Peserta dari Boy Scouts of the Philippines membagi-bagi badge untuk menyambut Jambore Kepanduan Asia-Pasifik ke-26 yang bakal digelar akhir Desember 2009 sampai awal Januari 2010 mendatang. Peserta dari Bangladesh juga membagi badge dari negaranya.
Selain itu, yang tak kalah menarik adalah penerbitan khusus dari Biro Kepanduan Asia-Pasifik. Penerbitan itu adalah berupa lembaran besar yang berisi reproduksi badge-badge peringatan 100 Tahun Gerakan Kepanduan Sedunia yang diterbitkan oleh organisasi-organisasi kepanduan di kawasan Asia-Pasifik.
Lebih unik lagi, karena reproduksi itu dicetak dalam jumlah terbatas hanya 100 lembar. Hampir 70 persen telah laku terjual dengan harga US$ 20 per lembar. Namun yang membuat benda memorabilia itu lebih berharga, karena diberi nomor di pojok kiri bawah. Nomor-nomor khusus dijual dengan harga lebih tinggi, yaitu US$ 50 perlembar. Bahkan untuk nomor 001, 007, dan sejumlah nomor menarik lainnya, dilelang dan telah dimenangkan kolektor dengan harga sekitar US$ 100 perlembar.
Lembaran-lembaran itu kini menjadi incaran di kalangan komunitas kolektor benda memorabilia kepanduan. Diperkirakan, dalam waktu tak terlalu lama, benda itu akan muncul dalam lelang elektronik eBay dengan harga yang lebih tinggi dari harga jual pertama kalinya.