Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring, secara resmi membuka 1st Asia-Pacific Regional Scout Workshop on Disaster Management (Lokakarya Manajemen Bencana Kepanduan Asia-Pasifik) di Kompleks Gerakan Pramuka di Cibubur, Jakarta Timur, 16 November 2009.
Lokakarya itu diikuti oleh 11 negara yaitu Bangladesh (4 orang), Scouts of China, Taiwan (1 orang), Filipina (4 orang), India (1 orang) Malaysia (12 orang), Maladewa (3 orang), Pakistan (4 orang), Srilanka (1 orang), Thailand (1 orang), Mongolia (1 orang), dan dari Indonesia berjumlah 20 orang yang berasal dari berbagai provinsi di Tanah Air dan Satuan-satuan Karya Gerakan Pramuka di tingkat Nasional.
Lokakarya itu sendiri bertujuan untuk menyatukan langkah organisasi-organisasi kepanduan di kawasan Asia-Pasifik, dalam memberikan pendidikan tentang bencana dan cara-cara menghadapinya, sekaligus menyatukan prosedur operasi yang harus dilakukan bila bencana datang.
Dalam pembukaan lokakarya itu, Menteri Komunikasi dan Informasi juga menyerahkan sumbangan komputer untuk digunakan Gerakan Pramuka di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu sejalan dengan keinginan Direktur Regional Kepanduan Asia-Pasifik, Abdullah Rasheed, yang mengharapkan agar terjalin komunikasi lebih lengkap antara organisasi kepanduan di Asia-Pasifik dalam penanganan manajemen bencana.