Rien Pakpahan

Bincang-bincang Peta Hijau Jakarta: Inisiatif Warga Jakarta

Kamis, 15-10-2009 13:34:04 oleh: Rien Pakpahan
Kanal: Peristiwa

Dalam rangka peringatan 10 tahun Peta Hijau Jakarta (PHJ), komunitas PHJ menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang meliputi pembuatan peta hijau, tur peta hijau dan pameran peta hijau.

Salah satu kegiatan yang tengah berlangsung adalah Pameran Peta Hijau, mulai tanggal 10 hingga 25 Oktober 2009.

Ikon Pameran Peta Hijau berbentuk bangunan dengan gambar hati di tengahnya, karena hati tempat kita menemukan rasa, termasuk rasa cinta untuk lebih mengenal budaya dan alam lingkungan Jakarta. Untuk itulah Peta Hijau menjadi alat untuk memberikan perbaikan dan perubahan, memetakan tempat yang bersifat positif maupun negatif. Dengan tujuan membantu masyarakat melihat, menilai, menghubungkan serta peduli bagi keberlanjutan kehidupan (sustainable living), alam (nature), serta social dan budaya (culture and society) kota kita.

Rangkaian Pameran Peta Hijau Jakarta dimulai dengan acara press conference dan talk show pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009, pukul 09.00 – 12.00 WIB bertempat di Newseum Café, Jl. Veteran I, Jakarta-Pusat (dekat es krim Ragusa). Talk show membahas inisiatif warga mengatasi permasalahan di Jakarta.

Setelah dilakukan registrasi bagi para wartawan, pembagian press release, sticker dan pin dari Peta Hijau Jakarta dan BPPI, maka pada pukul 09.30 diajak berkeliling mesjid Istiqlal dan jalan Veteran yang dipimpin oleh Koordinator Peta Hijau Jakarta, Mas Yudi. Selama perjalanan Mas Yudi menerangkan manfaat maupun masalah dari tempat-tempat yang ditemui.

Kembali dari tur, para peserta masuk ke ruang konferensi pers, di Newseum Café.  Hadir juga para narasumber, mereka adalah beberapa warga Jakarta yang telah berinisiatif membuat Jakarta menjadi kota yang lebih nyaman untuk ditinggali. Mereka adalah Pak Salam yang berupaya mengatasi masalah sampah kertas. Pak Santo yang konsisten mengatasi pencemaran dan melakukan penghijauan di bantaran kali Ciliwung. Pak Supardi yang berhasil menjadikan RW 03 Rawajati – Pancoran menjadi kampung hijau dan sering dijadikan percontohan atau studi banding oleh desa lain. Juga ada Chrisandhini yang ingin membantu mencerdaskan anak dengan menyediakan perpustakaan anak.

Acara ini dimeriahkan dengan performance dari Sanggar Anak Roda, berupa gabungan alat musik elektronik dengan angklung dan rebana. Juga dihadiri oleh Ibu Pia Alisjahbana selaku tamu kehormatan Peta Hijau Jakarta, Ibu Arini dari BPPI dan beberapa sukarelawan baru PHJ.

Suasana café yang begitu gelap sedikit cahaya membuat sebagian wartawan ragu untuk masuk, sedikit spooky. Namun setelah mengikuti acara pembukaan yang dilakukan oleh Shanty Syahril dari Peta Hijau Jakarta, dan penampilan Sanggar Anak Roda dengan beberapa lagu di antaranya berjudul Benderaku, maka semua yang hadir menyimak acara yang begitu menarik.

Bincang awal dibuka oleh cerita dari Pak Salam yang dulu aktif di WALHI. Beliau peduli pada masalah sampah kertas di kota Jakarta tercinta ini. Menurut beliau sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama, dimana produksi sampah kini mencapai 6.000 ton per hari. Untuk itu perlu adanya kampanye penanganan budaya sampah bagi masyarakat kota.

Kampanye peduli sampah kertas ini dimulainya sejak tahun 1996 ditujukan agar masyarakat mengerti mengelola sampah kertas dengan menjadikannya kertas daur ulang. Dengan niat yang tulus, Pak Salam ingin membuka mata hati masyarakat bahwa sampah, khususnya sampah kertas bukanlah menjadi masalah tapi dapat dijadikan bahan baku untuk memproduksi kertas daur ulang. Hasilnya, kertas tersebut dapat dijadikan tempat tissue, buku ataupun souvenir, dapat dijual kembali dan menambah penghasilan. Beliau juga membuka diri bagi siapa saja dari semua kalangan untuk belajar mengelola sampah agar masyarakat semakin yakin bahwa sampah sebagai bahan baku produksi, dan sesuai dengan kehidupan berkelanjutan (suistanable living).

Bincang-bincang diselingi oleh penampilan dari Sanggar Anak Roda, dengan membawakan lagu-lagu. Cerita dilanjutkan oleh Bapak Supardi, yang telah berjasa menggerakan warga RW 03 Rawa Jati – Pancoran menjadi kampung Hijau dari kawasan seluas 12,5 Ha yang gersang dan berdebu. Warga ingin menjadikan lingkungannya menjadi tidak gersang dan bebas dari asap pencemar udara.

Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan hijau, agar hidup lebih sehat dan sejahtera. Guna mewujudkannya dilakukan sosialisasi dengan menanamkan kecintaan warga pada tanaman, dimana warga wajib menanam 5 tanaman dalam 5 pot dari kaleng-kaleng bekas. Setiap beberapa bulan jumlah kewajiban menanam tanaman bertambah, dari 5 menjadi 10 tanaman dan bertambah lagi menjadi 20 tanaman untuk periode bulan selanjutnya. Sosialisasi ini didukung oleh tim kesehatan, tim pertanian dan tokoh masyarakat.

Warga juga diajarkan untuk memilah sampah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik dijadikan kompos. Sedangkan sampah anorganik dilakukan daur ulang, seperti membuat tas dari plastik kemasan, pot dari styrofom bekas packaging alat-alat elektronik dan kertas koran dililit menjadi tali hiasan. Dan rencananya styrofom tersebut akan dibuat menjadi bata untuk langkah ke depannya.Upaya pak Supardi yang peduli pada alam ini (nature) bersama warga membentuk 3 kelompok tani : - Kelompok benih jati yang menangani tanaman hias, kelompok Anggrek menangani bahan olahan pasca panen dan kelompok Kembang Jati yang mengurusi tanaman Toga. Ketiga kelompok tersebut dipimpin oleh ketua PKK, Ibu Hajjah Ninik Nuryanto.

Prestasi yang sudah dicapai sebagai berikut :

1. 2002 : Juara Toga di Jaksel

2. 2004 : Juara Rumah sehat dan Juara PKK DKI Jakarta

3. 2005 : Juara pelestarian lingkungan

              Juara Nasional Pelaksana Penghijauan, Kebersihan dan Lingkungan

Kampung hijau ini juga sudah menjadi kampung Argo wisata, dan telah dikunjungi oleh 24 negara dan tempat penelitian bagi mahasiswa dan umum.

Narasumber ketiga adalah Pak Santo. Bapak ini telah peduli pada kehidupan alam (nature) dan melakukan penghijauan di bantaran kali Ciliwung. Hal yang awalnya mendapat hambatan dari warga sekitar kali ini bermaksud untuk menjadikan lingkungan lebih bersih. Karena manusia mempunyai 3 hubungan yang harus dijaga untuk keseimbangan hidup, yaitu Hablumminallah (hubungan manusia dengan Tuhan), hablumminannas (hubungan manusia dengan manusia) dan hablummninnaum (hubungan manusia dengan alam sekitar). Maka dari itu perlu dilakukan penghijauan agar lingkungan lebih sehat dan bersih dengan keterbatasan. Dengan slogan : Jika ingin bersih jangan takut kotor.

Chrisandini, perempuan cantik ini begitu prihatin dengan minat baca anak-anak yang kini semakin menurun. Dengan banyaknya stasiun televisi swasta, games dan semakin mahalnya harga buku, Chrisandini membuka perpusatakaan untuk anak sejak tahun 2000. Upaya peduli dengan masalah sosial dan budaya (social and culture) anak-anak perkotaan ini menyediakan ruangan untuk dijadikan perpustakaan anak di Jl. Matraman. Ruangan berukuran 5 x 4 meter tersebut, minat baca anak-anak digugah dengan mengadakan kegiatan mendongeng, menulis surat, membuat komik maupun belajar menggambar.

Anak-anak diberikan kebebasan untuk membaca di tempat secara gratis, dan dikenakan biaya sewa yang sangat murah jika ingin meminjam untuk dibawa pulang. Hambatan dalam niat baik ini adalah terkadang orang tua tidak mengijinkan anaknya berkunjung di perpusatakaan ini, karena mereka begitu menikmati membaca sehingga suka lupa waktu untuk pulang ke rumah.

Ada juga yang menarik dari kisah Sanggar Anak Roda. Perkumpulan anak-anak musisi jalanan ini terbentuk sejak tahun  1998. Mulanya mereka hanya mengamen dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari saja. Namun, ketika ada pertunjukan festival anak jalanan di Monas, Ibu Winda jatuh hati pada mereka dan berkeinginan untuk menjadi manager bagi mereka. Sebagai manager, Ibu cantik ini hanya memfasilitasi pendidikan mereka, didorong oleh semangat bahwa sebagai kaum marjinal mereka juga berhak mengenyam pendidikan yang baik dan menggapai mimpi-mimpi mereka.

Untuk tempat tinggal ada yang tinggal masih tinggal dengan orang tua mereka, dimana para orang tua diberikan pembinaan untuk  usaha dan mendapatkan penghasilan sendiri. Ibu Winda mengatur jadwal manggung agar tidak bentrok dengan jadwal sekolah, mempromosikan mereka dan mengatur kontrak untuk tampil. Selain itu, disiplin juga diterapkan seperti tidak boleh terlibat dalam narkoba, merokok, maupun hal-hal buruk lainnya yang dapat menghambat pencapaian cita-cita mereka. Jika kedapatan ada yang terlibat dalam hal-hal tersebut, Ibu Winda tidak segan-segan mengeluarkan mereka dari tim sanggar tersebut. Dan hasilnya, mereka yang disiplin dan tunduk pada peraturan dapat bersekolah dengan prestasi yang cukup baik, bahkan salah satunya ada yang sudah kuliah di UNJ, Rafi, jurusan sastra Inggris.

Kurang lebih pukul 12.00 WIB, acara pun ditutup dengan makan siang. Dan peserta pun pulang. Namun Pameran Peta Hijau tetap berlangsung sampai tanggal 25 Oktober 2009. Pada hari Sabtu – Minggu/ pk. 12.00 - 20.00 WIB. Senin – Jumat/ pk. 16.00 - 20.00 WIB, di Griya BPPI - Badan Pelestarian Pusaka Indonesia, Jl. Veteran I No. 27 , Jakarta Pusat (dekat Es Krim Ragusa). Info selengkapnya: http://www.facebook.com/Greenmapjakarta#/Greenmapjakarta?v=app_2347471856

 

Bookmark and Share

Tag/Label sosial, peta hijau, green map, pameran
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
diekie   pada  Suzuki Skywave 125
dedi   pada  Tiara Express Taxi
wawan   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY