Widodo    Judarwanto

Heboh Gempa Dan Ayat Suci Al Quran

Kamis, 08-10-2009 09:33:27 oleh: Widodo Judarwanto
Kanal: Opini

Heboh Gempa Dan Ayat Suci Al Quran

Dalam beberapa waktu belakangan ini tersebar isu yang banyak tersebar dan menarik untuk dicermati. Bahwa, ternyata waktu kejadian persis waktu gempa ada di dalam ayat suci al Quran. SMS, facebook, twitter, dan emailpun marak di isi oleh berita tersebut. Benarkah gempa bumi ini adalah hukuman Tuhan atau hanya sekedar fenomena alam biasa?

Gempa bumi yang beruntun mengguncang berbagai daerah di Indonesia ternyata membuat manusia sibuk menganalisa dan berusaha menangkap tanda-tanda alam ini. Bagi para ilmuwan khususnya dengan minat seismologi bencana gempa yang beruntun ini adalah adalah informasi dan data ilmiah yang paling berguna untuk mengungkapkan berbagai misteri bencana alam yang menakutkan ini.

Sedangkan bagi kelompok manusia yang bijak dan beriman maka gempa akan di analisa apakah gempa adalah suatu tanda alam untuk menyampaikan pesan dari kemurkaan Tuhan terhadap ulah manusia. Sedangkan bagi kelompok manusia yang kurang peduli maka analisa yang terucap adalah, biasa saja kematian akan ada di mana saja, ngga usah pusing-pusing untuk memikirkannya. Toh, orang main caturpun akan bisa mati sakit jantung, nah loh.. Pada kelompok orang yang bijak akan senantiasa mencoba mengaitkan tanda alam ini dengan perbuatan manusia sendiri.

Tanpa diketahui siapa yang memulai atau berusaha untuk menganalisa setelah paska bencana beruntun itu timbul cerita yang hangat beredar di masyarakat bahwa ternyata waktu peristiwa gempa dikaitkan dengan ayat suci al Quran. Entah memang kebetulan atau memang hal itu adalah isyarat Ilahi ternyata pesan-pesan yang terungkapun secara persis sama dengan kejadiannya. Gempa susulan di Padang pukul 17.58 WIB. Ternyata dalam kitab suci Alquran, surat 17 (Al Israa') ayat 58 tertuilis bahwa: "Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz)". Bahkan gempa susulan di Padang pada pukul 17.58 WIB, bila ditilik dalam ayat suci al Quran surat 17 (Al Israa') ayat 58, yang tertulis adalah : "Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz)". Sedangkan gempa bumi di Jambi yang terjadi tanggal 1 Oktober 2009 pukul 08.52 WIB. Surat 8 (Al Anfaal) ayat 52 : "(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya". Hanya Allah yang tahu

Bila dilihat dari berbagai sudut pandang baik ilmiah, budaya, sosial atau agama maka penyebab bencana alam atau gempa selalu diinterpretasikan hal yang berbeda. Tetapi bila dilihat lebih bijak bisa saja berbagai analisa sudut pandang tersebut akan bertautan. Berbagai sudut pandang itu bila disinergiskan akan terjadi analisa umum bahwa terjadi dua hal penyebab utama gempa. Faktor pertama adalah fenomena alam di mana karena kondisi alam Indonesia yang terjadi pertemuan lempeng besar dunia ada di daerah rawan tertentu di Indonesia. Sebagai manusia beriman, bagaimanapun bencana alam terjadi karena atas ijin Allah. Kekuatan Pencipta adalah sutradara tunggal dalam segala kejadian dalam kehidupan di alam ini, termasuk bencana alam.

Dari pemikiran manusia bijak lainnya maka bencana yang terjadi di dunia bisa karena ulah manusia itu sendiri. Seperti yang tersabda : “Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S. 42 : Asy Syuura : 30). Alquran diketahui mengelompokkan bencana alam ke dalam bencana yang menjadi siksa dan berkait dengan perilaku tidak beriman. Sedangkan di dalam al Quran dijelaskan pula bahwa ada faktor bencana alam yang terjadi disebabkan karena perbuatan dosa atau maksiat sekelompok , Misalnya ketika Allah mendatangkan adzab kepada kaum Nabi Luth yang melakukan perbuatan dosa (homo seks) ; (Q.S. 8 : Al A’raaf : 80 – 84) : Dan (Kami juga telah mengutus) Lut (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?". Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Lut dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri." Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. Ada lima bencana alam yang disinggung dalam Alquran: gempa, banjir, angin topan, petir, hujan batu, dan paceklik.

Terkait dengan gempa, Alquran menginformasikan pada beberapa ayat berikut: "Katakanlah, 'Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan siksa kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu," (QS Al-An'am [6]: 65). "Karena itu mereka ditimpa gempa, lalu mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka," (QS. Al-A'raf [7]: 78). "Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Lalu, ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata, 'Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya,"(QS Al-A'raf [7]: 155). "Mereka tidak mengimani Syuaib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka,"(QS Al-Ankabut [29]: 37).

Namun manusia adalah mahluk yang terbatas, hanya Allah yang tahu. Tidak ada daya upaya manusia untuk mengetahui apapun yang telah di kehendaki oleh Pencipta. Manusia tidak akan pernah tahu mengapa Allah memberi bencana gempa tersebut pada sekelompok manusia lainnya. Sehingga manusia tidak akan pernah tahu bahwa peristiwa gempa bumi tersebut apakah karena peringatan Tuhan atau karena sekedar fenomena biasa.

Tampaknya lagi Ebit G Ade yang selalu terngingang-ngingang berulang kali saat bencana terjadi di Indonesia, dapat menjadi kunci utama untuk menyikapi berbagai cerita heboh yang beredar tersebut. INI BUKAN HUKUMAN, HANYA SATU ISYARAT BAHWA KITA HARUS BANYAK BERBENAH. Bahwa kita jangan hanya mereka-reka dan termenung dengan berbagai bencana gempa ini. Tetapi segera setiap manusia Indonesia harus introspeksi diri masalah hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam atau manusia dengan Penciptanya. Bukankah Allah akan merubah nasib manusia bila manusia bisa merubah dan berusaha. Manusia tidak harus sekedar berdoa saja, tetapi harus berusaha untuk mencegah atau meminimalkan korban atas kehidupan alam yang kadang berubah ganas.

Bookmark and Share

Tag/Label gempa bumi al quran indonesia, opini
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
39 komentar pada warta ini
Kamis, 08-10-2009 12:54:56 oleh: Juniar H

Artikel-2 nya bagus dan sangat bermanfaat.
Terima kasih dan lain waktu saya/anak saya ikut kirim tulisan ? ( maaf saya belum punya facebook).
salam dan sukses.
juniar-yogya/08/10/09: www.mandirikita.com/yunisap




Kamis, 08-10-2009 13:20:44 oleh: Rahmi

Subhanallah.....semoga kita dapat selalu mengambil hikmah dari tiap kejadian dalam kehidupan.



Sabtu, 10-10-2009 14:01:33 oleh: andri vista medina

Terus-terang hati saya menjadi sakit, kalau ada orang yang sedang ditimpa musibah, terus malahan disalahin: “Rasain kamu sudah kena bala Allah, Azab Allah, sekarang, kamu banyak buat dosa sebelumnya”. Coba bayangkan, kalau daerah anda terkena musibah, eh bukannya orang lain malah menolong, malah menyalahkan anda. Apa tidak sakit hati,

Kalau belum kena diri sendiri, memang mudah teriak sana-siniiii.......

Betul-betul keterlaluan. Dalam suasana orang-orang sibuk menyelamatkan korban gempa di Padang, ada umat Islam yang sibuk mencari ayat sebagai dalil bagi peristiwa tersebut. Dalam suasana orang-orang berduyun-duyun menyedekahkan hartanya untuk membantu korban, ada umat Islam yang segera mencari ayat untuk membenarkan peristiwa tersebut.

Seandainya suatu musibah terjadi pada zaman para sahabat ra, mereka akan menahan diri untuk membuat berbagai macam komentar sehingga menanyakan sendiri kepada Rasulullah saw: “Kenapa ia terjadi?” Rasulullullah sendiri tidak akan memberi jawaban sehingga memperoleh wahyu dari Allah SWT. Ini karena sekalipun kita beriman bahwa setiap yang terjadi adalah dengan kehendak Allah, menjadi suatu kesalahan yang besar apabila kita membuat asumsi sendiri kenapa Allah melakukannya.

Mungkin memang ada azab atau peringatan, tapi kita tidak pernah tahu. Apalagi sampai dikaitkan dengan nomor-nomor surat al-Quran untuk menjustifikasikan gempa itu adalah azab Allah
Seenaknya saja mentafsirkan al-Quran supaya sesuai dengan pendapat sendiri...!!

Sebagai umat Islam seharusnya kita bersyukur karena tidak ditimpa bencana tersebut. Salah satu cara adalah dengan membantu sebisa mungkin orang-orang yang tertimpa musibah tersebut....


Wassalamualaikum
Andri Vista Medina




Sabtu, 10-10-2009 21:00:24 oleh: aris

tidak aku tdk sependapat
kita semua akan dpt giliran cepat atau lambat

percayalah semua musibah tlh d tentukan dan dlm jangka pendek ada lg musibah yg lebih dasyat dr ini





Minggu, 11-10-2009 05:21:00 oleh: wawan

Agama saya tidak mengajarkan Tuhan yang penghukum, Tuhan yang pemarah, Tuhan yang pendendam.

Tapi jika agama Anda percaya pada hal-hal seperti tulisan di atas, bisa jadi akan benar-benar terjadi pada Anda.




Senin, 12-10-2009 05:59:26 oleh: Abdullah

Menafsirkan jam musibah gempa di Sumbar dikaitkan dgn ayat Al Qur'an adalah metode yang tidak benar berdasar hadist (Barangsiapa berkata tentang al-Qur’an tanpa dasar ilmu, maka hendaklah
bersiap-siap menempati tempatnya di neraka (HR at-Tirmidzi)




Senin, 12-10-2009 06:58:31 oleh: heri_spica

saya cuma ingin bertanya sama pak dokter, apa yg terlintas di pikiran anda waktu membuat artikel ini? karena tidak biasanya dan berada di luar profesi pak dokter

memang menarik dan menambah pengetahuan saya, cuma saya tak pernah menyangka pak dokter bisa membuat artikel di luar bidang yg anda kuasai

mungkin bagi sebagian orang terutama yg sudah posting komentar di sini, isinya tidak dapat diterima. sementara yg lain sepertinya menerima begitu saja tanpa atau nyaris tanpa sikap kritis

heri_spica




Selasa, 13-10-2009 09:07:37 oleh: sunaryo

Gempa bisa terjadi dimana saja, tapi yang jelas itu adalah musibah bisa azab bisa peringatan atau fenomena alam.
kenapa ya..israel yang kerjanya membunuhi orang di palestin belum juga diazab !!! apa tuhan masih sayang sama orang yahudi ??? kapan ya tuhan kirim bencana sama yahudi. Dulu sih udah waktu yahudi ditumpas melalui tangan Hitler.
Memang sih sekarang jamannya edan dimana mana maksiat, kurupsi, dsb. Dari Aceh hingga Papua belum muncul orang2 saleh seperti/ sekelas buya Hamka dan para orang saleh dijawa yang tegar pada pendirian dan menjadi panutan orang banyak walau masuk penjara sekalipun ditangan penguasa zalim.
kalo sekarang yang masuk penjara yang paling banyak ya kuruptor ( para pejabat korup ), maling, tukang bunuh, dsb.




Rabu, 14-10-2009 09:06:39 oleh: nanang permana

Setuju, manusia tidak akan pernah tahu kehendak Tuhan. Yang penting,saat ini menolong dan peduli terhadap korban gempa malah bukan menghakimi. Selain berdoa berusaha supaya akibat gempa yang terjadi tidak semakin parah.



Rabu, 14-10-2009 10:22:24 oleh: Widodo Judarwanto

@wawan, @heri_spica : dalam menyikapi tulisan ini memang sebaiknya tidak disikapi dengan ajaran tertentu lainnya. Karena, yang pasti akan menjadi kontroversi yang tiada henti krn referensi kepustakaanna berbeda. Kenapa tulisan ini dibuat, karena heboh isu gempa yang telah beredar bila salah dalam menginterpretasikan maka akan menghakimi kelompok manusia tertentu dan akan rawan mengusik ajaran agama. Intinya, jangan mereka-reka takdir Tuhan tidak ada manusia yang sanggup untuk mengetahuinya. LANGKAH PALING PENTING PEDULI DAN BANTU KORBAN GEMPA. JANGAN HAKIMI MEREKA. LAKUKAN INTROPEKSI DIRI SENDIRI SAJA. @heri_spica: 30% tulisan saya masalah sosial dan kemanusiaan.



Rabu, 14-10-2009 10:54:40 oleh: Ikayana

alhamdulillah..

subhanalloh..
semua ada hikmahnya. sudah pasti 100 %.
Alloh bukan Menghukum.
Tapi karena cinta-Nya ingin mengingatkan kita.
kesalahan2 negeri kita.

bukankah sebelum gempa, ust. Yusuf Mansyur sempat mengingatkan kpd bangsa Indonesia melalui salah satu stasiun TV melalui tausiyahnya.

Miyabi, salah satu bintang porno Jepang, datang ke Indonesia.

Kata beliau, intinya, tidak cukupkah bencana2 selama ini di Indonesia, sampai mendatangkan Miyabi yg jelas2 Alloh tidak suka?
Bintang porno?

Yah, sahabat.
Sudah cukup semua.
Justru Alloh Yang Maha Penyayang ingin mengingatkan kita semua.
Alloh mencintai kita, lebih dari kita sendiri.
Dan saya mencintai-Nya, saya merindukan-Nya, juga seluruh hamba2Nya.

...

Maaf beribu maaf apabila tdk berkenan.
Sebab yang disampaikan di Wikimu ini adalah sebuah kebenaran.

...




Rabu, 14-10-2009 11:13:51 oleh: heri_spica

walaupun tulisan mbak Ikayana benar, tapi sudah menyimpang dari topik bahasan :)

yg kita bahas di sini adalah gempa dan kaitannya dgn kepercayaan agama. sedangkan soal miyabi sudah lain urusan dan tak ada hubungannya dgn gempa, lagipula tokh sebelum ada miyabi sudah banyak bintang porno, dan sejak dulu selalu ada bencana sejak sebelum adanya manusia

heri_spica




Rabu, 14-10-2009 15:24:31 oleh: Lie Tjie Pouw

setau saya gempa bumi itu tidak disebabkan oleh manusia, kalo banjir, longsor atau kebakaran misalnya iya, tapi kalau gempa bumi? perbuatan manusia seperti apa yang bisa menimbulkan gempa bumi? kalau ada yang bisa menjawab dan membuktikannya, mungkin orang itu bisa dapet hadiah Nobel kaleeeee ....



Kamis, 15-10-2009 10:35:33 oleh: Muhammad Tsaqief

Artikelnya lumayan bagus pak Wid. Kalau saya thinking positif aja bahwa ini adalah ujian bagi Bangsa Indonesia untuk mencapai derajat yang lebih tinggi di mata Allah. Kita lihat aja hasil ujiannya kita tambah beriman atau malah durhaka. Negara kita merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di Indonesia, insya Allah bencana ini adalah salah satu bukti tanda sayang Allah pada kita yang agak kehilangan arah. Logika saya mengatakan; seorang guru yang sayang muridnya akan memberi banyak latihan (ujian) supaya muridnya semakin pintar, jika tidak sayang kan muridnya dicuekin.
Terakhir, (agak terlepas dari kalimat2 saya di atas)kita tidak harus memisahkan isi Al-Qur'an dengan kajian ilmiah, budaya dst. kita memerlukan kolerasi yang ada diantara hal-hal tersebut.Allah adalah designer dan penentu kejadian2 di muka Bumi, mungkin (hanya buah pikiran manusia ni) kondisi wilayah kita yang berada di dua lempeng bumi berserta penduduknya yang mayoritas muslim, namun sekarang agak kehilangan arah atau sekarang merupakan ujian kelas dunia & akhirat untuk naik kelas(sehingga baru sekarang ini sering terjadi gempa), merupakan salah satu komponen dalam sistem yang telah dibuat oleh Allah pada awal proses penciptaan. Jadi ini semua mungkin saja sudah ada di Laul Mafuz.Wallahu a'lam




Kamis, 15-10-2009 11:47:07 oleh: MAKSUSI

Bung Wid, kiranya hanya Allah Swtlah yang Maha Tahu hubungan antara waktu kejadian gempa dan ayat Al Quran tersebut, tapi yang jelas kejadian ini suatu i'tibar supaya kita lebih berbenah diri, menata dan mengembalikan hati kita kepada Allah Swt instrospeksi supaya kita bisa membaca sejarah kehidupan dan kembali kepada jalan Tuhan dengan selurus-lurusnya, karena betapa dahsyatnya kenikmatan duniawi yang kian menggoda.INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UN, salam perkenalanku.



Kamis, 15-10-2009 14:18:09 oleh: arumma astuty

Saya tidak akan mengkait-kaitkan keadaan yg terjadi di Padang atau di Jambi dengan apa yg telah anda tuliskan....tetapi saya percaya...setiap orang sudah mempunyai garis tangannya masing2....entah bagaimana dia meninggal/kapan/dimana....tetapi secara ilmiah..memang keadaan bumi kita ini sudah tua...dan memang sudah waktunya..di bawah bumi kita ini ada pergeseran2 lapisan bumi...yang hanya Allah yang tahu..kapan dan dimana itu akan terjadi....

Setidaknya kita semua harus mengambil hikmah dari ini....bahwa manusia hidup hanya sekali dan waktunya pun terbatas....perbanyaklah berdoa dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan olehnya.....

Sekali lagi....saya tidak setuju kalau ada yang mengkait-kaitkan bahwa itu sdh ada dlm Al Quran seperti yg disebutkan di atas...karena...NYATA-NYATA..banyak jg rakyat.tua,muda,miskin,kaya..bahkan bayi2 yg baru dilahirkan yg tak berdosa meninggal dunia....yg mungkin saja orang2 itu Iman dan ketaqwaannya lbh baik dari kita semua....sekian




Jumat, 16-10-2009 15:33:19 oleh: Toni

harus ada hikmah yang kita petik terhadap fenomena kejadian dipadang, tasik, jambi dll. kita mesti bersyukur mumpung kita masih diberi waktu untuk bertemu matahari .....mari kita perbaiki semua apa yang menjadi kekurangan kita. Atas nama jiwa dan hati tulus iklas mari heningkan cipta ikut berduka dan berbela sungkawa terhadap musibah saudara2 kita yang tertimpa bencana. kata orang jawa masih beruntung ini hanya pertemuan lempeng bumi belum pertemuan antar planet .....nggak tahu..? Kapan..sudah siapkah kita....



Jumat, 16-10-2009 17:32:27 oleh: doddi sularto

Kejadian gempa di jawa barat dan sumbar jadikanlah sebagai bahan intropeksi buat semua sebagai bangsa indonesia. Duka mereka adalah duka bagi kita juga , sebab menurut letak geografis negara kita memang terletak diantara dua lempengan benua yang terus bergerak yang mengakibatkan gempa. Entah di sumatra, jawa,bali, irian dan lainnya, kita tinggal menunggu waktu nya saja para ahlipun hanya bisa memprediksikan akan terjadi nya suatu gempa , tetapi waktunya gempa hanya Allah SWT yang maha mengetahui.
Sudah sepantasnyalah kita kembali lagi untuk merenungi diri, mulailah dari diri sendiri sudah berbuat apakah kita selama ini, sudah melakukan usaha-usaha apakah kita ini dalam mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah tanpa harus dihubung-hubungkan dengan kejadian gempa sumbar dan jabar tetapi Allah sudah cukup mengingatkan kepada kita nasib bangsa-bangsa yang telah diazab oleh bencana seperti kaum luth, kaum musa, kaum nuh, kaun syuaeb………..(subhanallah terjadi getaran gempa pada saat saya sedang menulis komen ini sekitar pukul 17.00 ,jumat 16 oktober 2009….kejadiannya hanya beberapa detik…dan ketika lihat di TV ada running teks terjadi di ujung kulon dengan kekuatan 6,4 SR, Allahu Akbar.. Allahu Akbar)……………….Alhamdulillah kita warga Bandung masih diselamatkan Allah , mungkin Allah sedang menegur lagi kepada kita lewat kejadian alam… Allahu Akbar.. Allahu Akbar…………………
Saya teruskan lagi komennya…..
Bencana bisa disikapi sebagai teguran,peringatan atau bahkan sebagai azab tinggal kita menyikapi apakah kita masuk dalam golongan orang yang beriman, orang yang lalai atau orang yang cuek atau telah melupakan Allah…. Tidak ada yang salah dengan tulisan bung Widodo anda telah mengajak kita merenung atas kejadian bencana-bencana yang telah terjadi ..khususnya untuk kita sebagai pribadi mahluk kecil yang tidak berdaya dihadapan ALLah…..Akhirul kata Allah akan senantiasa menguji keimanan kita dengan cobaan sesuai dengan kemampuan kita. Amin Ya Robbal Alamin.....




Jumat, 16-10-2009 19:46:34 oleh: Jaim Tahalele

gempa 6,4 SR di Ujungkulon, alhadulillah kotaku selamat hanya sedikit bergeming. Mudah2an Tuhan memberi keselamatan penduduk Indonesia yang terakhir ini rawan terancam gempa



Jumat, 16-10-2009 19:56:53 oleh: mahmud haris habibie

astaga blom yg lalu selesai karang ada lagi gempa

besok ada lg ga ya

sekalian ajah musim gempa

1 bulan 10x




Jumat, 16-10-2009 20:03:32 oleh: Ahmad Sofian

Tadzkirah (arti) dari setiap musibah/bencana :

1. Musibah tidak terjadi kecuali telah ditetapkan Allah SWT, Referensi : QS. Al-Hadid : 22
2. Musibah itu bisa terjadi dan besar kecil dampaknya karena/kehendak Allah SWT, Referensi : QS. At-Taghaabun : 11
3. Setiap musibah sekecil apapun adalah juga karena ulah manusia, Referensi : QS. Fushshilat : 30
4. Musibah adalah azab Allah atas hamba-hambanya yang melampaui batas. Terutama karena perbuatan kesyirikan dan bid’ah, Referensi : QS. An-Nisaa’ : 79, QS. Ar-Ruum : 40-42 dan QS. An-Nuur : 63.
5. Musibah adalah ujian Allah bagi orang-orang Mukmin, Referensi : QS. Al-’Ankabuut : 2-3, QS. Al-Anbiyaa’ : 35 dan QS. Al-Baqarah : 155 dan 214
6. Bagi korban musibah bersabar, berdoa dan bertasbih, Referensi : QS. Luqman : 17, QS. Al-Ahqaaf : 35, QS. Ali-’Imran : 200, QS. Al-Ma’aarij : 5, QS. Al-Mu’min : 55, QS. Huud : 115, QS. Ar-Ruum : 60, QS. Al-Baqarah : 153, QS. Al-Kahfi : 28, QS. Thaahaa : 130 dan QS. Qaaf : 39-40
7. Bagi kita semua kembalilah kepada agama yang haq, bertakwalah kepada Allah sesuai tuntunan (ketentuan) Allah dan rasul-Nya, Referensi : QS. Ar-Ruum : 43-45, QS. Al-Anfaal : 25 dan QS. Luqman : 33. Takwa adalah solusi, Referensi : QS. Al-A’raaf : 96, QS. Al-Anfaal : 29 dan QS. Ath-Thalaaq : 2-5
8. Bagi yang bukan korban bisa membaca Inna lillaahi wa inna illaihi raaji’uun. Allaahuma ajirhum fi mushiibatihim wakhluf lahum khaira minhaa, artinya : Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali. Yaa Allah berilah pahala kepada mereka dan gantilah kepada mereka dengan yang lebih baik. HR. Muslim.
9. Berilah bantuan untuk meringankan beban derita para korban. Rasulullah SAW pada awal pembangunan masyarakat di Madinah, beliau menyampaikan empat pesan moral yang substansinya hingga saat ini tetap dipandang relevan : 1). Tebarkan salam kesantunan, 2). Budayakan keakraban, 3). Wujudkan kepedulian sosial dan 4). Biasakan melaksanakan shalat malam.




Sabtu, 17-10-2009 00:49:50 oleh: mahmud haris habibie

ooo jd begitu ya

hm......

thaks to masukannya mayan wat nambah ilmu

hehe ^_^




Sabtu, 17-10-2009 19:02:23 oleh: tadika

suBhAnALLah....sanGaT bErmAnfAAt bAgi kiTa sEmUa tErLeBiH uNtuK lEbih mEndEkAtKan diRi kEpAdA tUHan....



Minggu, 18-10-2009 08:59:10 oleh: wanda

Gempa lagi, gempa lagi.... kayaknya kita masih harus dan selalu mendengar lagu Ebit G Ade, "Anugrah dan bencana adalah kehendaknya, adalah dia di atas segalanya"



Minggu, 18-10-2009 20:48:23 oleh: anindita

@ lie tjie pouw..
perbuatan manusia yg bikin gempa memang tidak ada tapi tuhan memperingatkan kepada kita perantara gempa itu..memang secara kasat mata bukan manusia yang memebuat gempa tetapi itu adalah teguran dari tuhan..
berpandailah kita bersyukur..
sesungguhnya tuhan sayang sangat kita ..




Senin, 19-10-2009 14:58:20 oleh: uchy

ya allah...
kenapa seh orang-orang tidak percaya akan kuasa mu...
tunjukkan pada mereka bahwa engkau bisa membuka mata hati mereka yang buta akan kuasa yang telah engkau buktikan...
sebagai orang pintar seharusnya mereka bisa menganalisa penyebab kejadian gempa tsb...
kuasa allah tidak akan ada habisnya...




Senin, 19-10-2009 21:50:48 oleh: Lastri

Subhanallah..., Maha Suci Allah atas segala firman-Nya. Allah maha mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.

Gempa yang terjadi di padang dan jambi adalah kehendak-Nya. Semua itu bisa kita jadikan pelajaran untuk selalu mengingat Allah Swt dan renungan agar kita selalu memperbaiki kesalahan yang tlah kita perbuat sebelum ajal menjemput dan agar kita selalu mawas diri serta tanggap terhadap alam....




Rabu, 21-10-2009 07:34:45 oleh: yanti chong

gempa, pastikan manusia apakah sudah bersahabat dengan alam



Rabu, 21-10-2009 13:51:08 oleh: dewi rahmayuli

setiap musibah pasti da hikmahnya
dan ALLAH tak pernah berbuta sia-sia




Kamis, 22-10-2009 01:33:32 oleh: halim

Dokter kok pcy hal ginian...saya jd kurang respek liat dokter yg mengkaitkn gempa dengn ayat agama...



Kamis, 22-10-2009 05:46:43 oleh: Lie Tjie Pouw

satu hal yang saya percaya yang diberikan oleh Tuhan kepada kita ada akal budi, akal budi yang membedakan kita dari species mamalia yang lain. akal budi pula yang memungkinkan manusia menyelidiki apa penyebab gempa bumi dan memikirkan cara bagaimana kita bersiap-siap untuk menghadapinya. yang jelas kita diberikan akal budi olehNya bukan untuk mengkambing-hitamkanNya setiap kali kita mendapat musibah.



Kamis, 22-10-2009 12:09:06 oleh: edy_m

Pada berebut komentar gempa dan bencana lain ya... eh ada juga yang berebut keyakinan soal tuhan yang suka menghukum dan tidak suka menghukum... ampe kiamat gak bakalan nyambung tuh... kl gue sih.. soal bencana baik gempa atau yang lain bisa diatur... tentunya kalau tau ngaturnya... sebab kita bangsa manusia diberi mandat buat ngurus alam. jujur saja kalau kita bandingin tahun tahun lalu. waktu embah jadi presiden... kayaknya bencana agak jarang. knapa sekarang sering ya..? berani jadi presiden.. harusnya dah kenal karakter bumi air udara dari wilayah yang dipimpin. jadi tau kalo ada bencana ada persiapan yang baik. gitu kali ya...? So.. jgn salahin tuhan dech... sebab mandat udah dikasih. gue khawatir kita gak nyadar akan mandat itu... mandat bahwa manusia diberi mata telinga pikiran dan hati untuk mengelola alam. jadi kenapa alam jadi banyak bencana...? tanya ma mata telinga hati dan pikiran kita... gak tau juga tanya ma emak bapak yang lahirin kita. gak tau juga tanya ma buyut. gak tau juga... gawat!! kenapa? sebab kalau ada bencana lg bakalan gak tau. bakalan bingung. bakalan korban. siap2 saja lah... siapin lahir batin. untuk menghadapi hari esok yang penuh bencana...



Kamis, 22-10-2009 16:07:00 oleh: ilham pilliang

musibah yg terjadi hanya Kehendak Allah SWT. kita tidak bisa menerka-nerka atau menebak suatu peristiwa yg terjadi. apalagi dikaitkan dgn ayat-ayat suci. peristiwa di dlm Al quran adalah contoh dan kita harus memahami dan mengkajinya.
sadarlah wahai manusia....




Sabtu, 24-10-2009 19:24:14 oleh: Mulfia Gusni

Saya rasa kita ga perlu seheboh ini,yang penting sekarang kita harus sama-sama introspeksi diri...
berserah diri kepada Yang Maha Kuasa mudaha-mudahan kita diberi kekuatan dalam menghadapi segalanya.....




Selasa, 27-10-2009 13:45:50 oleh: abdul aziz

ko di padang yah????kasat mata jakarta lebih banyak koruptornya plus kegiatan bejatnya.berlomba - lombalah kalian mnecari ilmu untuk menfasirkan.tapi ingat!!!!ilmu syetan lebih tinggi dari manusia.kecuali bagi mereka yang berpasrah dan mendekatkan diri pada sang pencipta.Rahasia Tuhan adalah mutlak.ilmu setinggi apapun hanya sebagian kecil dari ilmuNya."YANG IA KEHENDAKI UNTUK DIKETAHUI UMATNYA" peace.....wass



Rabu, 28-10-2009 09:26:06 oleh: abu bintang

enaknya mungkin begini, terserah saja dech mau yang pakai keyakinan dan mau yang tidak, mau pakai ayat-ayat agama atau tidak, mau pakai tafsiran alam atau tidak, mau pakai sains atau tidak. emang kalau berbeda kalian terganggu. yang pakai ayat berarti introspeksi, yang pakai tafsiran alam intronspeksi, yang pakai sains bagaimana mengatasi dengan sains juga. yang pakai marah, ya sabar. yang pakai pakaian jangan di lepas.
belajarlah mencoba untuk mengikuti maunya kepercayaan lo masing-masing. baru mencoba untuk belajar yang lain. kalau disuruh agama begini ya begini, kalau dikata agama begini ya begini, kalau lo pada percaya pada sains-sebagai agama otak kalian, ya ikutin juga. kalau percaya gara-gara president ini dan itu, kenapa tidak diperjuangkan untuk dipilih dan ditentang.
hehehehe, maaf kurang sopan di forum ilmiyah.
saya mungkin sih langsung introspeksi kayaknya sms 5000 untuk sumatra belum pernah kulakukan. makasih ya untuk mengingatkannya.




Minggu, 01-11-2009 02:34:24 oleh: ade suryadi

Artikelnya sangat-sangat bermanfaat sekali trim's untuk berbagi informasi yang berguna untuk masyarakat http://sadayamatic.com/



Senin, 25-01-2010 11:31:27 oleh: aminmuhammad

serahkan semua ini pada ilahi.



Minggu, 28-03-2010 00:27:44 oleh: andryans herlambang

Artikel di atas memang patoet toek qt renungkan,hayati dan intropeksi,bkn toek di prdbatkan,ap lg smpai mncmoohkan dlm hal urusan agama,krn manusia lahaola wala quwwata illa billah, dan kmbali kpd sang Maha Kuasa,ntah kpn dan dmn.



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY