Agustus 2009, tepatnya tanggal 31, saat di rumah praktek, pukul 19.10 menit, seorang ponakan mengirim sms: "Tante sdg sibuk? Boleh saya telepon?" Karena sedang ada pasien, dan akan datang dua orang lagi segera saya jawab: "Ada pasien, nanti ya , pk 21." Untungnya (lha, orang Jawa, ) ponakan saya rada bandel, meski menjawab 'Ok tante, tq' , pada pk 19.11, tujuh menit kemudian sms lagi: "Cuma penasaran sebenernya; karena baru aja terima email dari email tante yang isinya dalam bahasa Inggris……., perlu pinjem uang….. "
Penuh keberuntungan, kebetulan pasukan saya sedang lengkap, kedua anak dan adik bungsu komplit –plit menemani saya. Segera segala email dibuka,….. Yahoo tak bisa dibuka, dan terikut pula, FB dari BB pun tak bisa diakses.
Menyadari keanehan, segera saya sms semua alamat yang ada pada HP , memberitahukan , e-mail tidak benar. Ampuh , para teman dan saudara meneruskan, ponakan yang lain sms: Tan, dapat sms dari papa, bla- bla.…… Sekitar pk 20, sulung melaporkan ke Yahoo dan Gmail (bahwa) terjadi “abuse”, dan Yahoo segera menutup account saya , dikatakan oleh Yahoo, untuk 24 jam.
Anak, suami dan adik serta para teman, saya minta menulis pada FB, ataupun sarana lain , mengcounter email mendadak London. Sulung mendapati, seorang teman akan transfer esok harinya. Ndoro kakung saya tak kalah repotnya, telpon dari seorang dokter senior: emang Nury di London? He he, naik karpet terbang kali……
Esoknya, hp saya sibuk, telpon dari teman , sahabat dan kerabat. Di balik musibah, saya mendapati cinta dan kasih sayang yang tampil nyata. Seorang sahabat dari Surabaya melacak, mendapati ini kerjaan “kawan” di Afrika. Dari obrolan dengan dr ETN , kemungkinan pertahanan saya di”bobol” ketika saya menjawab “permintaan “ untuk merefresh account pada salah satu layanan, dengan alasan bila tidak akan di tutup pada tanggal 30 Agustus. Peritiwa ini terjadi pada 29 Agustus 2009. Ha…., kena saya….
Email menyebutkan saya terdampar di London. Terdampar di London? Seringnya sih saya terdampar di klinik dekat London School…. Marcella menginformasikan, pesan terkirim pada pk 18.50 (versi bahasa Inggris) dan pk 21.21 (versi bahasa Indonesia). Catatan pada email saya menyebutkan, password di FB dikutik sekitar pk 19. 17. Punya ponakan tak gampang menyerah, segera account tertutup sekitar pk 20.00. Account saya bisa saya buka kembali sekitar pk 13.00 tanggal 1 September 2009. Semoga bisa jadi asupan untuk para teman yang lain.
Saya bukan yang pertama, kisah London (ternyata) sudah lama beredar. Bisa jadi, saya bukan yang terakhir. Saya beruntung punya ponakan yang cepat tanggap, dan memberitahu. Situasi yang membuat saya tak perlu kehilangan account saya. Terima kasih mas Dicky “Wiki” Raharjo……