Jemmy Adii

Saatnya Tolak Miras, Prostitusi (PSK), Narkoba, Judi & KKN Di Kabupaten Baru “Intan Jaya”

Selasa, 07-07-2009 09:47:55 oleh: Adii Jemmy
Kanal: Opini

Saatnya Tolak Miras, Prostitusi (PSK), Narkoba, Judi & KKN  Di Kabupaten Baru “Intan Jaya”

Sekarang banyak orang sedang membuka mata, telinga dan hati serta perhatian penuh pada Kabupaten Intan Jaya, yang saat ini terletak tepat di jantung kota Distrik Sugapa. Mengapa di awal tulisan ini saya paparkan demikian, karena tentunya yang namanya Intan Jaya adalah barang baru alias Daerah Baru, yang di atas Kabupaten itu tertidur kekayaaan alam yang sangat melimpah ruah, mulai dari emas, hutan, binatang serta tanah yang subur dengan ditumbuhi segala jenis tanaman pangan. Rasa-rasanya walaupun sudah setahun saya tinggal di daerah ini, tetapi rupanya baru sebulan yang pas saya menetap di daerah yang baru ditetapkan Pemerintah Pusat (Pempus-red) menjadi Kabupaten Intan Jaya ini.

Perlu diketahui bahwa masyarakat setempat di sini (Moni, Nduga & Dani-red) kala itu menyepakati bahwa ketika daerah ini dimekarkan, maka namanya adalah “Intan Jaya”. Apa yang disepakati masyarakat akhirnya tercapai sudah, dimana akhir tahun 2008 Pempus mengeluarkan RUU (rancangan undang-udang) tentang pembentukan kabupaten baru di Kabupaten Induk Paniai yakni Deiya dan Intan Jaya. Selang beberapa bulan kemudian atau tepatnya pada hari Selasa, 26 Mei 2009, Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia telah melantik Penjabat Bupati Intan Jaya, Maximus Zonggonau dan Penjabat Bupati Deiyai, Drs. Blasius Pakage di Aula Sasana Bhakti Praja Departemen Dalam Negeri di Jakarta. Selanjutnya, kedua Penjabat Bupati tersebut diantar secara terpisah pada hari yang berbeda oleh Bupati Induk Paniai, Naftali Yogi. Penjabat Bupati Deiyai diantar pada Kamis (11/6-09) ke Waghete Ibu Kota Kabupaten dan Penjabat Bupati Intan Jaya diantar pada Sabtu (13/6-09) di Sugapa, sebagai letak Ibu Kota Kabupaten.

Menurut saya, arti dari nama itu telah menjadi satu rahasia tersendiri bagi masyarakat setempat di negeri ini, karena yang pastinya Intan merupakan sebuah kata indah dari kekayaan yang masih sampai dengan saat ini terpendam di dalam tanah yang sebagaimana di sebut orang Papua pada umumnya yakni sebagai “MAMA”.

Sudah barang tentu, ketika mata, telinga, hati dan perhatian mulai dimanfaatkan tidak lain dan tidak bukan adalah hanya untuk akan melihat, mendengar, merasakan dan menunjukan pada hal-hal yang baru pula. Misalnya saja, Kabupaten Intan Jaya saat ini, yang sebagaimana merupakan daerah pemekaran baru dari Kabupaten Induk Paniai, yang telah dimekarkan pada beberapa bulan lalu, dan kabupaten ini sudah memiliki seorang pemimpin yang akan merintis daerah ini dengan satu pondasi yang kuat, sehingga kelak tidak lagi rubuh atau rusak ketika di saat badai atau tantangan datang silih berganti.

Artinya siapapun dia, baik orang asli Moni, orang Papua bahkan orang non Papua akan datang berbondong-bondong ke daerah ini, dengan berbagai kepentingan masing-masing. Terutama menyangkut investasi besar-besaran di daerah ini. Sebenarnya, adanya hal-hal itu sangat sekali dikehendaki oleh masyarakat setempat, karena sudah saatnya daerah inipun juga harus secara pesat berubah dari keterpurukan, ketertinggalan, keterpinggirkan, keburukan, kemiskinan, kebodohan dan bahkan hal-hal negatif lainnya.

Tetapi jangan harap kalau saja ada orang, baik orang lokal Moni, orang Papua bahkan orang pendatang (non Papua), yang datang ke daerah ini dan melakukan investasinya seperti perdagangan minuman keras (miras), perdagangan pekerja seks komersial (PSK), perdagangan narkoba, bisnis judi atau kupon putih (kupu) bahkan yang paling tidak diinginkan oleh masyarakat Moni di Intan Jaya yakni dilakukannya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) oleh semua pejabat. Beberapa poin-poin tersebut merupakan hal terpenting yang harus mulai diberantas dari sekarang, atau saat-saat daerah ini masih dibilang dalam tahap pondasi atau kata lainnya lagi masih berusia seumur jagung ini.

Hal demikianlah, secara terus terang saja melalui tulisan ini, saya mau sampaikan bahwa sudah, sedang dan akan terus saya kampanyekan kepada semua masyarakat disini bahkan terlebih tokoh-tokoh intelektual, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, juga pimpinan-pimpinan pemerintah, baik kepala kampung, kepala distrik bahkan juga penjabat Bupati, terkait dengan penolakan segala macam bisnis yang hanya dapat merugikan tanah, daerah, serta masyarakat setempat dari virus-virus ini“Miras, PSK, Narkoba, Judi bahkan KKN”.
 

Ringkasan Singkat dari Miras, PSK, Narkoba, Judi dan KKN

“MIRAS”.

Perlu diketahui bahwa ketika kelak hadirnya miras di Negeri Intan Jaya ini akan berdampak pada perkelahian, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, penganiayaan, pembodohan, malas, dan tidak kreatif, apatis, asosial. Itulah beberapa dampak-dampak negatif yang akan terjadi kelak, apabila perdagangan miras seperti (Brendi, Mension, Wiski, Bir, Anggur, Arak, Baram, Tuak, Topi Miring, Cap Tikus bahkan minuman-minuman lokal lainnya seperti Bobo, Saguer dan lain-lain) diizinkan atau di-Perdakan oleh Pemerintah Daerah setempat.

Kalau di daerah yang sudah berusia tua, tentunya masalah miras semakin sulit untuk diberantas karena banyak invisible hands yang menjalin mata rantai pemasaran dan pengamanannya. Pasalnya, hingga saat ini memang sering kita baca di koran dan nonton di TV bahwa pemusnahan terhadap sejumlah miras hasil sitaan pihak berwajib, namun tampaknya tidak menyurutkan peredaran miras, malah semakin merajalela di mana-mana. Hal ini disebabkan karena yang dilakukan oleh aparat hanyalah menyita sebagian saja dari beberapa toko tertentu yang tidak memiliki ijin dan penyelundupan miras, tapi tidak memangkas mata rantainya dan menegakkan aturan yang berhubungan dengan miras.

Sebenarnya peraturan hukum tentang miras ini sudah cukup memadai dalam KUHP, misalnya pasal 536,538,539 semuanya telah mengatur tentang miras, hanya saja menurut hemat saya perlu direvisi dan dipertegas lagi agar betul-betul mengenai sasarannya. Berdasarkan informasi dari salah seorang ahli hukum, keraguan menindak orang yang berhubungan dengan miras ini, salah satunya adalah karena pasal-pasal yang mengatur tentang miras itu masih rancu dan kurang jelas dan banyak tidak mengenai sasarannya. Sehingga itu sulit diberantas karena sudah tentunya daerah-daerah itu telah berusia tua, dibanding daerah Intan Jaya ini, yang mana saat ini masih belum bisa berjalan sehingga apa salahnya kalau pihak-pihak yang berkompeten di daerah ini mulai mempertegas ke arah yang lebih baik.

 
“PSK”.

Begitu juga jika kalau di daerah ini diizinkan Pemerintah Daerah untuk adanya perdagangan PSK, maka dampak negatif ke depan yang akan terjadi di daerah ini adalah meningkatnya penyakit HIV-AIDS, karena sudah barang tentu bahwa setiap PSK yang datang 100 persen sesuai degan hemat saya adalah positif HIV-AIDS.

“Narkoba”.

Masalah lainnya yakni masalah narkoba, jika diizinkan lagi oleh pihak-pihak yang berkompeten maka yang akan menjadi sasaran utama dampak negatif adalah anak-anak muda (pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa). Semua jenis narkoba mempunyai efek yang sangat berbahaya bagi pemakainya, misalnya kematian langsung, kanker, ketergantungan terhadap obat-obat terlarang, pemalas, menjadi bodoh, tidak kreatif, pendiam, suka melawan, dan kurang nafsu makan. Begitu juga dampak penyalahgunaan narkoba yakni “Merusak hubungan kekeluargaan; Menurunkan kemampuan belajar; Ketidakmampuan membedakan mana yang baik dan buruk; Perubahan perilaku menjadi asosial; Merosotnya produktivitas kerja; Dan gangguan kesehatan”.

Dengan demikian penyalahgunaan narkoba mempunyai dampak yang sangat besar pada tatanan sosial keluarga dan masyarakat sehingga dapat terjadi tindakkan kriminal dan gangguan ketertiban dan keamanan. Pokoknya narkoba adalah pembunuhan secara perlahan namun pasti terhadap semua pemakaiannya atau dengan kata lain “Generation Cleansing“ atau pemusnahan generasi.

Mengapa? Karena narkoba merupakan jaringan bisnis yang besar dan global dengan memiliki satu tujuan politik mendasar, yaitu menghancurkan generasi yang akan datang dengan cara membodohkan mereka. Hal ini ada hubungannya dengan persaingan antar negara-negara di dunia ini untuk muncul sebagai negara adikuasa. Untuk tujuan itu, maka generasi muda beberapa negara yang menjadi saingan tadi harus “dihancurkan” agar gampang dikuasai.

Pasalnya, ada banyak alasan mengapa orang mengkomsumsi narkoba, di antaranya: “Karena gampang diperoleh (availability), ingin tahu dan mencoba (Curiosity and Experiment) mencari identitas diri (Self – Identity), akibat depresi (depression) perlawanan (rebellion) akibat rumah tangga yang berantakkan/orang tua super sibuk (lack of love and attention), agar dapat diterima dikalangan teman-teman sejawat (Accepted bypeer group) dan upaya untuk menghilangkan stress, kebosanan hidup dan rasa sakit (as a way of relaxor cope with stress, boredom and pain)”.

Ciri-ciri seseorang yang mengkomsumsi narkoba dapat dilihat karena; “Rasa Gembira yang berlebihan meskipun tidak wajar. (Karena fungsi kendali otak menjadi lemah); Rasa harga diri meningkat sehingga pemakai merasa diri hebat namun semuanya semu belaka; Dan banyak bicara walaupun alur bicaranya sukar diikuti”.

Menurut berita-berita di surat kabar, sasaran narkoba bukan saja anak-anak muda tapi juga orang dewasa dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pula pegawai negeri dan polisi. Narkoba bukan saja beredar di kota-kota, tapi juga di desa-desa, termasuk“Intan Jaya” , hal itu jika saat ini tidak dikontrol baik oleh semua komponen yang berkompoten di negeri ini. Pasalnya, sudah bukan rahasia umum bahwa narkoba adalah sebuah bisnis yang besar dan global serta memiliki mata rantai yang sangat rapi dari berbagai unsur terkait mulai dari produsen, pengedar, konsumen, aparat hukum, aparat keamanan dan bahkan elit politik, itulah sebabnya narkoba sulit diberantas hingga saat ini sekalipun Undang-undang yang mengatur tentang hal itu sudah ada. Misalnya UU NO 5/1997 tentang Psikotropika dan UU no 22/1997 tentang narkotika.

 
“Judi”.

Masalah lainnya, yakni judi. Di mana perkembangan Judi Kupu ini khususnya di kota-kota besar, tumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Berdasarkan hasil update saya melalui salah satu LSM bahwa ekses yang kurang baik dari Kupu ini yaitu mulai dari sistem tertutup, sekarang sudah terbuka dapat disaksikan di mana-mana. Informasi utama yang ditanyakan oleh setiap pegawai saat pergi ke kantor adalah informasi tentang nomor Kupu yang berhubungan dengan ekor, puluhan, ratusan, dan ribuan. Kemudian apakah ekor dan puluhan tersebut ganjil atau genap. Di samping diutak-atik melalui rumus, ada yang mencoba menganalisis berbagai mimpi. Dampak negatif yang lain, yaitu takkala tidak ada uang untuk membeli Kupu, utang pada temanpun jadi.

Yang lebih parah lagi, sering uang belanja, uang untuk beli susu, uang untuk koperasi, uang untuk arisan, harus dikorbankan untuk membeli Kupu ini. Pernah suatu hari di tempat orang mati, seseorang harus segera pulang dengan alasan takut terlambat memasang buntut. Memang sulit untuk menyimpulkan apakah Judi Kupu ini lebih banyak merugikan atau bahkan menguntungkan bagi para pecandunya karena hingga saat ini belum pernah ada penelitian mendalam tentang hal itu. Yang sering terjadi adalah perkelahian antara sub bandar dengan pemenangnya, karena tidak bisa membayar semua kemenangannya. Kehancuran rumah tangga atau pencurian terhadap Kupu ini masih belum terdengar.

Penindakkan terhadap pecandu Kupu masih belum ada, kecuali pada bandarnya, namun dilepas kembali mungkin karena pasal dan ayat KUHP yang khusus menyebut tentang hal itu belum ada. Sebenarnya beberapa pasal dan ayat dalam KUHP sudah ada menyinggung tentang judi, namun tampaknya masih lemah dan kabur, sehingga perlu direvisi dan dipertegas lagi tentang jenis-jenis judi yang dilarang dan bentuk tindakkan dan hukumannya.

 
“KKN”.

Masalah terakhir yakni tentang KKN. Perlu kita ketahui bahwa, jika di daerah ini (Intan Jaya) di awal-awal perintisan bermula dengan KKN, maka apa yang dicita-citakan oleh masyarakat Moni, seperti adanya perubahaan pembangunan di daerah ini yang saat ini masih dibilang sangat jauh dari daerah-daerah lain misalnya, keterpurukan, ketertinggalan, keterpinggirkan, keburukan, kemiskinan, kebodohan dan bahkan hal-hal negatif lainnya, tidak akan tercapai.

 

Kesimpulan

Secara umum dapat disimpulkan bahwa miras, PSK, narkoba, judi dan KKN adalah salah satu perbuatan yang melanggar hukum dan membawa dampak negatif yang sangat besar dibanding positifnya. Apalagi bila dilihat dari sisi agama, lebih banyak masalah dari pada manfaatnya, dan semua agama dengan tegas melarang umatnya untuk mengkonsumsi miras, narkoba, jajan seks sembarangan, bermain judi bahkan melakukan KKN.

Oleh sebab itu, saat ini adalah saat yang tepat untuk meningkatkan upaya penanggulangannya agar berbagai dampak negatif dari miras, PSK, narkoba, judi dan KKN tidak dapat terjadi di daerah Intan Jaya yang dikenal dengan melimpahnya kekayaan alam ini. Melalui kebersamaan dari semua komponen yang berkompoten, misalnya Pemda Kabupaten Intan Jaya, Perusahaan (Investor-Investor), Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, LSM-LSM, dan lain sebagainya di awal-awal pelaksanaan kegiatan pembangunannya, dan tidak perlu lagi ada izin melalui PERDA dan lain-lainnya......Semoga..!!!

(Jemmy Gerson Adii)


Bookmark and Share

Tag/Label opini, artikel, miras, psk, narkoba, judi, kkn
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
1 komentar pada warta ini
Kamis, 09-07-2009 09:16:12 oleh: andarias

Iya, itu sudah bro jemmy, perlu di tolak hal-hal itu dari sejak kabupaten itu baru mulai di bangun pondasi, sebab kalau suatu kabupaten sudah bertmbah usia, emang sangat sulit sekali.....he..he...he



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY