Bayu

Quo Vadis Ekonomi Kerakyatan

Jumat, 05-06-2009 15:12:12 oleh: Bayu sudi gunawan
Kanal: Opini

Eskalasi euforia politik menjelang pilpres semakin meningkat. Semakin banyak iklan muncul diberabgai media massa baik elektronik maupun cetak. Entah berapa banyak versi iklan yang dibuat dengan biaya besar untuk memikat hati rakyat supaya memilih pasangan capres-cawapres tertentu. Namun satu hal yang bisa kita cermati adalah, walaupun banyak versi, namun ada hal yang bisa kita amati dan temukan—keseragaman.

Semua kontestan menampilkan hal-hal yang positif dan baik dengan mengajak tokoh-tokoh masyarakat (tentunya yang sehaluan dengan partai) untuk memberikan “testimoni produk”.

Mudahnya, semua kontestan melalui tim suksesnya menjual kecap no.1 (karena belum pernah ada kecap no.2). Salahkah? Tidak! Sah-sah saja. Masalahnya, kitalah, yang diposisikan sebagai potential and prospective customer, yang harus pintar dan jeli memilih supaya tidak salah pilih dan menyesal. Dalam skala makro, saya menganalogikan situasi politik kita hari-hari ini dengan pertandingan sepak bola yang di dalamnya ada kebelasan (parpol), bintang lapangan (pasangan capres-cawapres), bola (visi-misi parpol/kandidat), Panitia pertandingan (KPU), Inspektur pertandingan (komdis dan panwaslu), suporter (massa partai), dan penonton (rakyat). Dengan tetap beropini bahwa semua kontestan adalah penjual kecap no.1 namun bukan bermaksud merendahkan, apalagi menyebarkan fitnah dan black campaign (takut dikenai tuntutan UU ITE seperti Prita…he…he..), saya tertarik mengulas dan mengritisi program ekonomi kerakyatan yang diusung oleh pasangan capres-cawapres Mega-Pro.

Program ini menarik bukan semata-mata karena selalu disajikan oleh Prabowo Subianto dengan meledak-ledak dan penuh optimisme tetapi lebih karena pertanyaan benarkah konsep adalah jawaban untuk keluar dari krisis ekonomi berkepanjangan yang berimbas terhadap hal-hal yang lain. Atau, apakah konsep ini hanya bagus dipermukaan dan di atas kertas untuk menganjal laju pasangan yang distereotipekan sebagai penganut paham ekonomi neo liberal? Itu dasarnya.

Bukan masalah preferensi apalagi berupaya menggiring massa untuk menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Mega-Pro karena saya yakin rakyat tidak bodoh lagi! Kembali ke analog pertandingan bola. Yang ada sekarang adalah bintang lapangan dan bola.

Bintang lapangannya jelas Mega dan Prabowo walaupun pada kenyataannya yang sering menjelaskan konsep ekonomi kerakyatan dengan fasih adalah Prabowo (atau karena memang menjalankan deal yang sudah disepakati sebelum koalisi?).

Prabowo sedang membawa sebuah bola yang tentunya adalah buatan “pabrik”nya sendiri, berada di lapangan dan di hadapan ribuan penonton.

Dia menjelasakan secara panjang lebar bagaimana bola (konsep ekonomi kerakyatan) dimainkan dengan sangat bagus untuk dilesakkan ke gawang kemakmuran Indonesia dan menjadikannya Macan Asia yang bangun dari tidur panjangnya. Tak hanya taktik, keunggulan-keunggulan bola yang dibuat dan dibawanya diungkap secara gamblang dan tuntas sambil sesekali menunjuk dan mengatakan bola kompetitornya kurang bagus dan pas untuk kaki orang Indonesia. Dia punya data (berimbang atau tidak, itu masalahnya) ketika menunjukkan dan mengatakan bola kompetitornya kurang baik.

Bukan hanya bola mereka yang kurang baik, mereka (kompetitor) pun dikatakan, walaupun sesekali, kurang menguasai permainan dan membahayakan penonton. Sah. Sekali lagi, sah-sah saja. Ekonomi kerakyatan, ditangan Prabowo terasa lebih hidup walaupun belum hidup dalam arti yang sesungguhnya karena masih sebatas konsep. Konsep ini baru bisa dibuktikan kehandalannya setelah mereka turun ke lapangan, memainkan bola ini bersama rakyat dengan mereka (Mega-Prabowo), bukan hanya Prabowo sebagai kapten kesebelasan. Tidak gampang untuk sampai ke lapangan dan menjadi kaptain. Inilah yang saya katakan diawal bahwa penonton (rakyat) memiliki karakteristik unik-bisa sebagai penonton tetapi sekaligus sebagai pemain. Ini dulu yang harus dimenangkan dan dipikat hatinya dan baru setelah itu diajak bermain dan memainkan bola ekonomi kerakyatan.

Bola emas ekonomi keakyatan yang digadang-gadang Prabowo bukanlah sebuah konsep yang buruk. Seperti hal-hal yang lain, konsep ini mempunyai kekuatan dan kekurangan. Kekuatan yang ada saat ini adalah rakyat, bukan bola itu sendiri. Kenapa rakyat? Rakyat adalah asset terbesar yang dimiliki oleh ibu pertiwi selain kekayaan alam. Apalah arti kekayaan yang melimpah ruah kalau pemiliknya bloon dan tidak bisa mengelola.

Prabowo bisa melihat hal ini. Program-program yang ditawarkannya melalui partai Gerindra (diatas kertas) mampu menyentuh kebutuhan rakyat. Hampir semua program yang ditawarkannya adalah pemberdayaan rakyat miskin. Pun begitu, ada satu hal yang dilupakan—bidang pertahanan. Tidak pernah disinggung-singgung masalah pertahanan dan kedaulatan nasional.

Pertanyaanya adalah, apakah cukup kalau rakyat diberdayakan secara ekonomi dan mental sementara disisi yang sama keamanan rakyat dan kedaulatan bangsa terancam karena uzurnya alutsista yang kita miliki. Gampangnya, apakah orang bisa bisa menikmati hasil kerja dan prestasinya sementara pada saat yang sama ancaman pihak luar semakin intens karena mereka tahu sistim keamanan kita lemah? Ini hanya salah satu lubang jarum daribola Prabowo yang tidak bisa dilihatnya.

Rakyat tentu mendukung upaya swasembada energi, swasembada pangan, swasembada ilmuwan, hutang yang semakin kecil. Semua pasti mendukung. Hanya orang “kurang beres” yang senang hidup dalam kemelaratan. Selain masalah pertahanan, masalah orang kaya juga kurang dipikirkan. Yang diutamakan adalah memberdayakan rakyat dengan memeratakan penghasilan dan pekerjaan.

Orang kaya tidak pernah disebut-sebut! Yang selalu disebutkan adalah Prabowo akan melarang mengucurkan kredit untuk pembangunan perumahan atau apalah yang mewah-mewah yang tidak bersentuhan langsung dengan rakyat. Betul. Saya setuju dan sip. Dua jempol saya untuk Prabowo dan bola emasnya. Maksudnya, dimana dan ke mana orang-orang kaya itu akan diposisikan? Memang mudah mengatakan kita terbuka kalau mereka mau berinvestasi di negeri ini. Yang ada dan yang saya lihat waktu Prabowo menyampaikan visinya dalam kaitannya dengan orang kaya dan pemodal, saya melihat Prabowo terlena dalam mimpinya.

Kenapa? Dia memposisikan kita sudah swasembada dalam banyak hal. Kenyataannya, mulai berjalan aja belum. Relasi antara yang kaya dan miskin perlu dijembatani dan diatur kembali. Jangan sampai ekonomi kerakyatan dipakai dan dijadikan alasan untuk memerangi orang-orang kaya secara membabi buta karena ada titik potensi konflik yang besar tetapi laten ketika dua istilah kaya dan miskin dipakai. Yang ditakutkan adalah salah tafsir. Ekonomi kerakyatan disalahtafsirkan sebagai landasan yang pas bahkan payung hukum untuk mengganyang orang-orang kaya. Jangan sampai terulang lagi peristiwa kerusuhan Mei 1997 yang menjadikan penfasiran yang salah tentang pribumi dan nonpribumi sebagai dasarnya. Konsep ekonomi kerakyatan harus dijelaskan sebaik mungkin kepada rakyat termasuk filosofinya dan relasinya dengan orang-orang kaya dan pemodal. Tidak fair kalau kita hanya bisa mengritik apa yang akan dan sedang dilakukan orang lain.

Kalau boleh berandai-andai menjadi seorang Parbowo Subiyanto, beberapa hal berikut ini akan saya lakukan untuk mendukung konsep dan program saya tentang ekonomi kerakyatan.

Pertama, sadar dan mawas diri. Artinya, saya akan mengkaji dulu siapa saya dan konsep saya dihadapan rakyat yang adalah penonton sekaligus pemain. Karena sudah yakin dengan konsep yang saya miliki, saya akan menggalang kekuatan rakyat dengan cara yang paling sederhana dan konkret (ini sudah dilakukan dengan menjadi ketua HKTI dan Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia) dan menggalang kekutan secara politis (ini sudah dilakukan dengan mendirikan Gerindra dan koalisi dengan PDI-P). Gak perlu banyak omong, rakyat butuh yang praktis-praktis.

Selain melakukan tindakan nyata, sebagai seorang kontestan yang berusaha untuk menang tetapi belum tentu menang, saya akan menyiapkan strategi ketika saya nanti kalah atau menang. Kalau kalah, saya akan memimpin partai dan rakyat yang simpati dan pro dengan program saya untuk berkonsolidasi selama lima tahun dan memperkuat basis pemilih. Kalau menang, yang bisa dilakukan segera dilakukan misalnya memperbaiki sistem dan mutu pendidikan dan memulai pengelolaan hutan yang rusak yang luasnya jutaan hektar. Selain itu, merangkul orang-orang kaya dan pemodal dan tidak membuat mereka takut dengan konsep kerakyatan. Rakyat diberdayakan, pemodal dilindungi kepentingannya dalam batas-batas yang wajar karena di tangan pemodal itu ada jutaan rumah tangga dan keluarga digantungkan hidupnya.

Lalu bagaimana dengan oposan? Disikapi secara dewasa saja karena adanya oposan justru ada kontrol atas kebijakan-kebijakan yang dibuat. Gampangnya, saya harus siap karena pasangan saya kali ini adalah komandan barisan oposan yang paling vokal mengritik kinerja pemerintah. Selain dua hal diatas, saya juga akan belajar sejarah. Pengertiannya, tidak degan serta merta sebagai pemimpin baru saya memandang semua yang lama sebagai hal yang tidak baik dan harus dilupakan. Tidak ada prinsip ganti pemimpin ganti kebijakan dalam pengertian warisan yang baik tetap kita pakai dan tingkatkan sambil terus mengupayakan visi misi yang sudah ada demi kepentingan rakyat dalam arti yang sesungguhnya—bukan rakyat partai atau simpatisan.

Dalam belajar sejarah ini juga saya akan mengaplikasikan prinsip sadar diri. Menyadari bahwa waktu yang dimiliki tidak panjang. Menyadari bahwa pemimpin nasional bukan Juruselamat yang bisa berbuat apa saja sesuai dengengan kemauannya sendiri, apalagi menjadi tukang dan badut sulap. Saya juga akan mawas diri bahwa kekuasaan presiden dan wakil presiden tidak tak terbatas.

Kekuasaan ada di tangan rakyat yang memberi mandat. Ada tangan parlemen yang merupakan representasi dari rakyat. Saya bukan dan tidak takut kepada mereka selam asaya berjalan dalam koridor yang benar. Namun sekali lagi, mentalitas pemimpin adalah penguasa tidak akan ada dalam diri saya (walaupun kalau khilaf ya pasti ada) karena bagi saya pemimpin adalah pelayan bukan penguasa. Rakyat yang harus dilayani bukan sebaliknya. Jabatan yang saya pegang adalah jabatan kepemimpinan bukan jabatan bos. Keduanya sangat berbeda.

Hal terakhir yang terpikirkan ketika menulis artikel ini adalah, seandainya kami menang, saya bukan hanya akan membuat rencana kerja untuk lima tahun kedepan tetapi sepuluh tahun yang akan datang. Rencana ini akan membuat saya lebih matang dan bisa menerima seandainya saya kalah dalam pemilihan kali ini. Toh masih ada rakyat. Pasangan bintang lapangan boleh berganti tetapi rakyat dan masa depan rakyat masih tetap ada dan harus tetap diperjuangkan.

Apakah ini berarti saya narsis dan tidak tahu malu? Gak juga! Terserah Anda yang menilainya. Yang jelas, penilaian bisa salah bisa benar. Saya yakin, masih ada rakyat yang mau menerima konsep saya. Pilihlah saya Prabayu Sudi Gunawan, coblos (wah , coblos atau contreng ya..) nomor 19 (nomor rumahku) dan mari kita mainkan sepak bola ekonomi kerakyatan. Hidup rakyat. Rakyat berdaulat…. Merdeka…!!! (pura-puranya Bu Mega muncul dan memberi semangat dengan salam khasnya).

Sampai bertemu di Indonesia baru dan jangan sia-siakan hak pilih Anda.

Bookmark and Share

Tag/Label wikimu pilpres, opini, prabowo
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
13 komentar pada warta ini
Jumat, 05-06-2009 20:47:03 oleh: Anwariansyah

Pancasila & UUD 45 lebih idealis dan melankolis (kata ini asal comot) dari program-program Prabowo Subianto, sampai sekarang gagal melawan arus Liberalisme dan Kapitalisme. Megawati Presiden Wong Cilik dulu juga tidak berhasil merealisasikan tema kerakyatannya. Apalagi JK yang bilang mengutamakan kemandirian, maksudnya mandiri melaksanakan proyek-proyek nasional oleh perusahaan-perusahaan miliknya dan kroni-kroninya.

BTW: Sponsor Prabowo yang dari luar negeri itu siapa, ya?





Sabtu, 06-06-2009 08:17:11 oleh: bayu

opini yang bagus. terimakasih. semoga anda tidak salah memposisikan saya sebagai "tim sukses" Prabowo. kalau Anda cermat membaca posting saya, disitu anda akan tahu bahwa saya bertindak tidak berat sebelah. melihat kekuatannya tetapi juga mengekspos kekurangannya. paling tidak kita bisa berinteraksi. soal sposnsor Prabowo yang dari luar negeri saya tidak tahu dan tidak ada kapasitas untuk menjawab. artikel ini ditulis untuk ikutan lomba artikel pilpres. begitu bung Anwariansah. keep on writing and commenting



Sabtu, 06-06-2009 11:31:03 oleh: Anwariansyah

Kalau mendukung juga ngga apa-apa kok, sah-sah saja, Mas. Tapi saya tidak sembarang menebak, lho, alasannya:

1.Nomor 19 rumah Anda = Nomor 28 PDIP, karena 1+9=2+8

2.Sama-sama mengusung tema ekonomi kerakyatan

3.Dalam nama anda tersirat nama: "Praba"yu "Su"di Gunaw"an", jadi Praba = Prabowo, Su + an = Subianto

4.Slogan Ibu Mega : Hidup rakyat. Rakyat berdaulat…. Merdeka…!!! (pura-puranya Bu Mega muncul dan memberi semangat dengan salam khasnya).

5.Kalimat terakhir : Sampai bertemu di "Indonesia baru", tersirat pemimpin baru.

Bagaimana, Mas?








Sabtu, 06-06-2009 12:03:10 oleh: bayu

begini mas, soal nomor rumah yang 19 memang nomor rumah saya dapat kapling no 19 dari BTN bloknya AH. kalau kebetulan mas hitung sama dengan nomor PDiP itu faktor lain. selama pemilu yang saya ikkuti saya tidak pernah memilih PDIP.
sama-sama mengusung tema ekonomi kerakyatan. benar. Karena kalau mas lihat kondisi di lomba artikel harus dipilih salah satu. tema ini yang menarik buiat saya. tolong lihat lagi, disana kan saya juga mengritik konsep ini.
soal nama, itu saya bertindak seolah-olah kalau saya prabowo (lihat lagi kondisi di lomba artikel). kalau hitungan mas menemukaan nama kami jadi sama itu hal lain juga.

begitu mas Anwar yangbis saya jelaskan. soal dukung mendukung, belum tentu saya mendukung praboweo kok. juga belum tentu saya anti SBY. ok terimaksih koreksinya.
slogan merdeka. saya posisikan seolah-olah mega ada ketika prabowo menyatakan hal ini. tahu kan apa yang biasanya dikatakan mega? ya medeka itu khan? walaupun zamannya dia kita juga gak merdeka-merdeka.
mas, soal indonesia baru. mimpi saya adalah indonesi baru yang bebas korupsi dan yang busuk-busuk. saya rasa bukan hanya saya yang menginginkannya.




Senin, 08-06-2009 11:28:13 oleh: riko

Kesalahan prabowo adalah koalisi dengan Megawati, jujur konsep yang sitawarkan sangat menjajnjikan, tp ya dibalikin lg itu konsep, tp soal pelaksanaan pasti tidak semudah seperti apa yg diutarakan, kalau mau dibilang tidak ada yg kompeten dlm pemilu presiden kali ini, saya sendiri pesimis akan ada nya perubahan, tp diantara ketiga pasangan tersebut ada sedikit harapan di pundak JK, beliau lebih cepat, tegas serta inovatif, smoga penilaian ini tidak salah, coba saja kaolisi antara JK ama Prabowo pasti bakal klop, serta SBY-Mega pasti cocok abies dech. Soalnya masyarakat kita msih banyak yg mudah dibodohin oleh sikap manies serta popularitas tanpa kualitas sama sekali. kurang tegas dan selalu merasa berjasa telah menurunkan BBM.(hahahhahahahah...) aneh sekali, saya tidak mau memojokan salah satu calon tp 2 diantara ketiga calon sudah pernah memimpin dan sudah keliatan hasilnya, makanya harapan besar pada JK, smoga bisa memberikan perubahan, sekedar opini dari saya, smoga tidak menyinggung siapapun. Terimakasih



Senin, 08-06-2009 13:05:21 oleh: bayu

benar sekali. kesalahan terbesar prabowo adalah berkoalisi dengan Mega. yang sya takutkan, Prabowo nanti akan dijadikan "musuh" oleh Mega. Persis seperti ketika dengan SBY dulu.sekali lagi, tulisan ini dibuat untuk tujuan lomba artikel. walaupun ada yang mengomentari dengan "otak-atik gathuk" bagi saya itu justru positif. bagi saya secara pribadi, konsep Prabowo bagus. tapi pertanyaannya apakah akan semudah itu aplikasinya? kita tunggu aja



Jumat, 19-06-2009 02:33:06 oleh: hendry tj

saya tidak mengikuti perkembangan politik Indo tapi ini keren kok mas!
saya baca2 ini juga karena kbetulan lagi bahan buat tugas ttg Om Prabowo!
Semoga saja doi bisa mengaplikasikan konsep2 nya demi Indonesia baru..




Jumat, 19-06-2009 02:45:27 oleh: hendry tj

Oiya mas,mau koment dikit mengenai pembahasan mas Bayu tentang pertahanan/kemanan nasional yang tidak dibahas sama sekali oleh Prabowo..
Hal tsb disebabkan untuk mempermudah Rakyat dapat mengingat (merekam) iklan2 dari Prabowo yakni dgn konsep ekonomi kerakyatan tsb,tanpa embel2 lain yang dapat membuat pusing rakyat!
Lah kita saja juga sering "bete" dengan janji2 pemimpin yang terlalu banyak kan mas?!
Jadi kemungkinan hal ini telah dipikirkan matang oleh Prabowo dan tim perencana komunikasinya!!
Saya melihat hal ini dari kacamata saya sebagai seorang mahasiswa komunikasi!!
Thanks For Reading Mas!!




Jumat, 19-06-2009 09:11:05 oleh: bayu

bisa jadi memang seperti itu. dari sisi dan kacamata ilmu komunikasi pun mungkin spt itu. tetapi, ketika pertahanan dan keamanan diabaikan dan tidak disinggung sama sekali, ini juga akan menjadi sebuah blunder besar. gampangnya, ekonomi ya, keamanan, harus. dua-duanya harus sinergis. thanks for commenting. selamat mengerjakan tugas



Senin, 22-06-2009 03:59:03 oleh: Suhu Tan

Orang memang cepat lupa... bahwa Mega memimpin negara ini hanya paruh waktu, cuma tiga tahun mana bisa dijadikan ukuran bahwa dia gagal...
Dari yang tiga tahun itu... 2 tahun pertama untuk membenahi situasi ekonomi yang kacau.. dimana negara kita terpuruk dalam kesulitan ekonomi yang melilit....

Sisa yang setahun.. tepatnya ditahun yang ketiga Mega mulai memperlihatkan kinerja ekonominya yang solid.... terbukti dengan dolar yang berhasil dipatok konstan di Rp. 8.500,- padahal awal dia memimpin dolar 10 ribuan.

Begitu juga ketika Mega turun di gantikan SBY... nilai tukar dolar yang sudah bagus stabil di Rp.8.500,- langsung naik melejit 9 ribu lebih dan akhirnya keseringan bercokol di sepuluh ribuan, sekarangpun pun anteng di atas 10 ribu.

Tak pernah sekalipun dalam 5 tahun SBY memimpin, nilar tukar dollar bisa mencapai kembali Rp. 8500,-. Padahal saat Mega memimpin situasi ekonomi kita jauh lebih sulit ketimbang saat ini.

Nilar tukar dollar saat itu sedang menguat tapi mampu di tahan Rp.8500,- di era nya Mega.

Sekarang nilai tukar dollar sedang turun drastis melemah terhadap berbagai mata uang asing (akibat resesi besar yang melanda Amerika) tapi ironis nya di negara kita tetap saja diatas ceban... padahal dollar lagi anjlok tapi di negara kita tetap saja tinggi, gimana jadinya kalau dollar nya sudah menguat kembali ? Apa ga jadi 12 ribu terhadap rupiah kita ??? Lalu apakah ini bukti keberhasilan ekonomi kita dalam 5 tahun ini???

Penurunan BBM yang memang dari sononya turun tajam, kalau ga turun juga pasti akan diprotes orang, lalu dijadikan kebanggaan seakan prestasi ekonomi yang hebat... apakah ini yang di sebut berhasil ?? Waktu SBY menaikkan BBM 2 kali langsung diikuti dengan kenaikan harga2 yang melonjak, membuat rakyat hidup makin terbelit. Tapi giliran BBM diturunkan 3 kali ( yang sekali lagi karena memang turun alami) kenapa harga2 tak berhasil ikut di turunkan ????

Jadi akhirnya.., wajar kan kalau kita bertanya-tanya haruskah dilanju




Selasa, 23-06-2009 13:36:46 oleh: Lie Tjie Pouw

wonk ngurusin DPT aja nga becus koq, apalagi ngurusin yang lain ..

konon di DPS pilpres sudah ditemukan lagi kejanggalan, apa ini juga akan dilanjutkan?




Selasa, 23-06-2009 14:23:24 oleh: bayu gunawan

ini memang repot.lanjutkan atau hentikan emang akhirnya kembali kepada siapa yang menilai dan siapa yang menadapatkan manfaat. yang merasa dapat banyak keuntungan satu suara mengatakan "LANJUTKAN". yang merasa tidak mendapatkan manfaat, dengan keras mengatakan "HENTIKAN". ya, semua kembali lagi kepada kita sebagai calon pemilih. ingat, rakyatlah yang berkuasa dan memiliki posisi tawar yang tinggi (kalau ini disadari). Lanjut atau stop atau cari yang lain, boleh!!



Sabtu, 04-07-2009 05:26:06 oleh: Lie Tjie Pouw

LANJUTKAN DPT amburadul!!!! konon DPT pilpres juga berpotensi kacau, waktu DPT pilleg amburadul, Partai Democrat yang menang, kalau DPT pilpres amburadul siapakah yang akan menang? saya sudah punya dugaan yang sangat kuat ...

mmmm ...




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
inasa ori sativa: barang apa ini ? tidak bermutu .

Testimoni selengkapnya... (3 komentar)



Testimoniku Terbaru:
ridlo almuiz   pada  motor tossa 100cc
ridlo almuiz   pada  motor tossa 100cc
Kang Kuku   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
syamsul kheir: nambahin opini nya mas eko. saya yangjuga pengguna jasa dari produk telkomsel dah banyak dikecewainnya.contohnya kmaren saya ngenggunain NSP yang katanya gratis cuman ujujng-ujungnya mah saya slalu dapet smsm yg ga perlu dan nyedot pulsa saya. tolong dong telkomsel yg bener

Suara kita selengkapnya... (8 komentar)



Suara Kita Terbaru:
syamsul kheir   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
wahyudiansyah   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
anda renaco.Simatupang,Amk   pada  Visi Lingkungan Caleg Kita

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY